Anda di halaman 1dari 8

My Loving Islam

Love for All, Hatred for None

Macam-Macam Puasa

i
49 Votes
Menurut para ahli fiqih, puasa yang ditetapkan syariat ada 4 (empat) macam, yaitu puasa fardhu,
puasa sunnat, puasa makruh dan puasa yang diharamkan.
A. PUASA FARDHU
Puasa fardhu adalah puasa yang harus dilaksanakan berdasarkan ketentuan syariat Islam. Yang
termasuk ke dalam puasa fardhu antara lain:
a. Puasa bulan Ramadhan
Puasa dalam bulan Ramadhan dilakukan berdasarkan perintah Allah SWT dalam Al-Quran sebagai
berikut :
- y ayyuhal-ladzna mankutiba alaykumush-shiymu kam kutiba alal-ladzna min qoblikum
laallakum tattaqn
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan
atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu terhindar dari keburukan rohani dan jasmani (QS. Al
Baqarah: 183).
- syahru Romadhnal-ladz unzila fhil-qurnu hudal-lin-nsi wa bayyintim-minal-hudn wal-furqn(i).
Faman syahida min(g)kumusy-syahro falyashumh(u). wa man(g) kna mardhon aw al safari(g)
faiddatum-min ayymin ukhor. Yurdullohu bikumul-yusro wa l yurdu bikumul-usro wa
litukmilul-iddata walitukabbirulloha al m hadkum wa laallakum tasykurn -

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan
(permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk
itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di
negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa
sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang
ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak
menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah
kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
(QS. Al Baqoroh: 185)
b. Puasa Kafarat
Puasa kafarat adalah puasa sebagai penebusan yang dikarenakan pelanggaran terhadap suatu
hukum atau kelalaian dalam melaksanakan suatu kewajiban, sehingga mengharuskan seorang
mukmin mengerjakannya supaya dosanya dihapuskan, bentuk pelanggaran dengan kafaratnya
antara lain :
1. Apabila seseorang melanggar sumpahnya dan ia tidak mampu memberi makan dan pakaian
kepada sepuluh orang miskin atau membebaskan seorang roqobah, maka ia harus melaksanakan
puasa selama tiga hari.
2. Apabila seseorang secara sengaja membunuh seorang mukmin sedang ia tidak sanggup
membayar uang darah (tebusan) atau memerdekakan roqobah maka ia harus berpuasa dua bulan
berturut-turut (An Nisa: 94).
3. Apabila dengan sengaja membatalkan puasanya dalam bulan Ramadhan tanpa ada halangan
yang telah ditetapkan, ia harus membayar kafarat dengan berpuasa lagi sampai genap 60 hari.
4. Barangsiapa yang melaksanakan ibadah haji bersama-sama dengan umrah, lalu tidak
mendapatkan binatang kurban, maka ia harus melakukan puasa tiga hari di Mekkah dan tujuh
hari sesudah ia sampai kembali ke rumah. Demikian pula, apabila dikarenakan suatu mudharat
(alasan kesehatan dan sebagainya) maka berpangkas rambut, (tahallul) ia harus berpuasa selama
3 hari.
Menurut Imam SyafiI, Maliki dan Hanafi:
Orang yang berpuasa berturut-turut karena Kafarat, yang disebabkan berbuka puasa pada bulan
Ramadhan, ia tidak boleh berbuka walau hanya satu hari ditengah-tengah 2 (dua) bulan tersebut,
karena kalau berbuka berarti ia telah memutuskan kelangsungan yang berturut-turut itu. Apabila ia
berbuka, baik karena uzur atau tidak, ia wajib memulai puasa dari awal lagi selama dua bulan
berturut-turut.[1]
c. Puasa Nazar
Adalah puasa yang tidak diwajibkan oleh Tuhan, begitu juga tidak disunnahkan oleh Rasulullah saw.,
melainkan manusia sendiri yang telah menetapkannya bagi dirinya sendiri untuk membersihkan
(Tazkiyatun Nafs) atau mengadakan janji pada dirinya sendiri bahwa apabila Tuhan telah
menganugerahkan keberhasilan dalam suatu pekerjaan, maka ia akan berpuasa sekian hari.
Mengerjakan puasa nazar ini sifatnya wajib. Hari-hari nazar yang ditetapkan apabila tiba, maka
berpuasa pada hari-hari tersebut jadi wajib atasnya dan apabila dia pada hari-hari itu sakit atau

mengadakan perjalanan maka ia harus mengqadha pada hari-hari lain dan apabila tengah berpuasa
nazar batal puasanya maka ia bertanggung jawab mengqadhanya.
B. PUASA SUNNAT
Puasa sunnat (nafal) adalah puasa yang apabila dikerjakan akan mendapatkan pahala dan apabila
tidak dikerjakan tidak berdosa. Adapun puasa sunnat itu antara lain :
1. Puasa 6 (enam) hari di bulan Syawal
Bersumber dari Abu Ayyub Anshari r.a. sesungguhnya Rasulallah saw. bersabda: Barang siapa
berpuasa pada bulan Ramadhan, kemudian dia menyusulkannya dengan berpuasa enam hari pada
bulan syawal , maka seakan akan dia berpuasa selama setahun.[2]
2. Puasa Tengah bulan (13, 14, 15) dari tiap-tiap bulan Qomariyah
Pada suatu hari ada seorng Arabdusun datang pada Rasulullah saw. dengan membawa kelinci yang
telah dipanggang. Ketika daging kelinci itu dihidangkan pada beliau maka beliau saw. hanya
menyuruh orang-orang yang ada di sekitar beliau saw. untuk menyantapnya, sedangkan beliau
sendiri tidak ikut makan, demikian pula ketika si arab dusun tidak ikut makan, maka beliau saw.
bertanya padanya, mengapa engkau tidak ikut makan? Jawabnya aku sedang puasa tiga hari setiap
bulan, maka sebaiknya lakukanlah puasa di hari-hari putih setiap bulan. kalau engkau bisa
melakukannya puasa tiga hari setiap bulan maka sebaiknya lakukanlah puasa di hari-hari putih yaitu
pada hari ke tiga belas, empat belas dan ke lima belas.[3]
3. Puasa hari Senin dan hari Kamis.
Dari Aisyah ra. Nabi saw. memilih puasa hari senin dan hari kamis. (H.R. Turmudzi)[4]
4. Puasa hari Arafah (Tanggal 9 Dzulhijjah atau Haji)
Dari Abu Qatadah, Nabi saw. bersabda: Puasa hari Arafah itu menghapuskan dosa dua tahun, satu
tahun yang tekah lalu dan satu tahun yang akan datang (H. R. Muslim)[5]
5. Puasa tanggal 9 dan 10 bulan Muharam.
Dari Salim, dari ayahnya berkata: Nabi saw. bersabda: Hari Asyuro (yakni 10 Muharram) itu jika
seseorang menghendaki puasa, maka berpuasalah pada hari itu.[6]
6. Puasa nabi Daud as. (satu hari bepuasa satu hari berbuka)
Bersumber dari Abdullah bin Amar ra. dia berkata : Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda:
Sesungguhnya puasa yang paling disukai oleh Allah swt. ialah puasa Nabi Daud as. sembahyang
yang paling d sukai oleh Allah ialah sembahyang Nabi Daud as. Dia tidur sampai tengah malam,
kemudian melakukan ibadah pada sepertiganya dan sisanya lagi dia gunakan untuk tidur, kembali
Nabi Daud berpuasa sehari dan tidak berpuasa sehari.[7]
Mengenai masalah puasa Daud ini, apabila selang hari puasa tersebut masuk pada hari Jumat atau

dengan kata lain masuk puasa pada hari Jumat, hal ini dibolehkan. Karena yang dimakruhkan
adalah berpuasa pada satu hari Jumat yang telah direncanakan hanya pada hari itu saja.
7. Puasa bulan Rajab, Syaban dan pada bulan-bulan suci
Dari Aisyah r.a berkata: Rasulullah saw. berpuasa sehingga kami mengatakan: beliau tidak berbuka.
Dan beliau berbuka sehingga kami mengatakan: beliau tidak berpuasa. Saya tidaklah melihat
Rasulullah saw. menyempurnakan puasa sebulan kecuali Ramadhan. Dan saya tidak melihat beliau
berpuasa lebih banyak daripada puasa di bulan Syaban.[8]
C. PUASA MAKRUH
Menurut fiqih 4 (empat) mazhab, puasa makruh itu antara lain :
1. Puasa pada hari Jumat secara tersendiri
Berpuasa pada hari Jumat hukumnya makruh apabila puasa itu dilakukan secara mandiri. Artinya,
hanya mengkhususkan hari Jumat saja untuk berpuasa.
Dari Abu Hurairah ra. berkata: Saya mendengar Nabi saw. bersabda: Janganlah kamu berpuasa
pada hari Jumat, melainkan bersama satu hari sebelumnya atau sesudahnya. [9]
2. Puasa sehari atau dua hari sebelum bulan Ramadhan
Dari Abu Hurairah r.a dari Nabi saw. beliau bersabda: Janganlah salah seorang dari kamu
mendahului bulan Ramadhan dengan puasa sehari atau dua hari, kecuali seseorang yang biasa
berpuasa, maka berpuasalah hari itu.[10]
3. Puasa pada hari syak (meragukan)
Dari Shilah bin Zufar berkata: Kami berada di sisi Amar pada hari yang diragukan Ramadhan-nya,
lalu didatangkan seekor kambing, maka sebagian kaum menjauh. Maka Ammar berkata:
Barangsiapa yang berpuasa hari ini maka berarti dia mendurhakai Abal Qasim saw.[11]
D. PUASA HARAM
Puasa haram adalah puasa yang dilarang dalam agama Islam. Puasa yang diharamkan. Puasa-puasa
tersebut antara lain:
a. Puasa pada dua hari raya
Dari Abu Ubaid hamba ibnu Azhar berkata: Saya menyaksikan hari raya (yakni mengikuti shalat
Ied) bersama Umar bin Khattab r.a, lalu beliau berkata:Ini adalah dua hari yang dilarang oleh
Rasulullah saw. Untuk mengerjakan puasa, yaitu hari kamu semua berbuka dari puasamu (1
Syawwal) dan hari yang lain yang kamu semua makan pada hari itu, yaitu ibadah hajimu.[12]
(Shahih Bukhari, jilid III, No.1901)
b. Puasa seorang wanita dengan tanpa izin suami

Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. bersabda: Tidak boleh seorang wanita berpuasa sedangkan
suaminya ada di rumah, di suatu hari selain bulan Ramadhan, kecuali mendapat izin suaminya.[13]
(Sunan Ibnu Majah, jilid II, No.1761)

Catatan kaki
[1] Muhammad Jawad Mughnoyah, FIQIH LIMA MAZHAB, cet vii, Jakarta: PT Lentera Basritama,
2001, hlm.167
[2] Adib Bisri Mustofa, TARJAMAH SHAHIH MUSLIM II, Semarang: CVAssyifa, 1993, hlm.406, Bab
sunnah hukumnya berpuasa enam hari pada bulan syawal mengiringi bulan Ramadhan, Hadits
No.204
[3] Ustadz Bey Arifin, dkk, TARJAMAH SUNAN AN-NASAIY II, Semarang: CVAssyifa, 1992, hlm.
699, Bab berpuasa tiga hari dalam sebulan, Hadits No.2380
[4] Moh. Zuhri Dipl. TAFL, Drs. H., dkk, TARJAMAH SUNAN AT-TIRMIDZI II, Semarang:
CVAssyifa, 1992, hlm. (?) Bab (?) Hadits No. 43
[5] Adib Bisri Mustofa, TARJAMAH SHAHIH MUSLIM II, Semarang: CVAssyifa, 1993, hlm. 407,
Bab sunah berpuasa tiga hari setiap bulan, berpuasa di hari arafah, berpuasa pada hari Asy Syura dan
berpuasa pada hari senin dan kamis, Hadits No.197
[6] Ahmad Sunarto, dkk, TARJAMAH SHAHIH BUKHARI III, Semarang: CVAssyifa, 1993, hlm. 161,
Bab puasa asy syura, No. Hadits1909
[7] Adib Bisri Mustofa, TARJAMAH SHAHIH MUSLIM II, Semarang: CVAssyifa, 1993, hlm. 394-395,
Bab sunah berpuasa tiga hari setiap bulan, berpuasa di hari arafah, berpuasa pada hari Asy Syura dan
berpuasa pada hari senin dan kamis, Hadits No. 188
[8] Ahmad Sunarto, dkk, TARJAMAH SHAHIH BUKHARI III, Semarang: CVAssyifa, 1993, hlm. 141142, Bab Puasa dalam bulan Syaban, Hadits No. 1880
[9] ibid, hlm.(?), Bab Puasa pada hari Jumat, No Hadits 1896
[10] ibid, hlm.100, Bab salah seorang daripada kamu janganlah mendahului bulan Ramadhan dengan
puasa sehari atau dua hari, No Hadits 1830
[11] Al Ustadz H. Abdullah Shonhaji, dkk, TARJAMAH SUNAN IBNU MAJAH II, Semarang: CV
Asy Syifa 1992, hlm.441, Bab Puasa di Hari syak, Hadits No. 1645
[12] Ahmad Sunarto, dkk, TARJAMAH SHAHIH BUKHARI III, Semarang: CVAssyifa, 1993, hlm.
157, Bab Puasa pada hari Idul Fitri, Hadits No. 1901
[13] Al Ustadz H. Abdullah Shonhaji, dkk, TARJAMAH SUNAN IBNU MAJAH II, Semarang: CV
Asy Syifa 1992, hlm.522, Bab wanita yang berpuasa mendapat izin suami, Hadits No. 1761

Tulis komentar Komentar RSS


Lacak balik ( 0 ) Komentar ( 16 )
1.

2008
09/05
KATEGORI
Fiqih
Puasa
Ramadhan
Tulis komentar

alex
September 13th, 2008
REPLY KUTIP
mau tanya klo puasa qadla itu apa?
(1) Secara bahasa qadla (secara tulisan)/qodho (secara pengucapan) berarti: yang telah ditetapkan
(qodho amron: satu perintah telah ditetapkan).
(2) ada satu istilah: mengqodho puasa yang berarti mengganti puasa. Hal ini sesuai dengan QS.
Al Baqoroh 183 (faman kaana minkum mariidhon aw alaa safarin FAIDDATUN-min ayyamil
ukhor: Barangsiapa diantara kamu sakit atau ada dalam perjalanan, maka hendaklah
MENGGANTI PUASA pada hari yang lain).
(3) walaupun istilah yang digunakan dalam ayat tersebut adalah kata: IDDAT(un) tapi
mempunyai maksud yang sama dengan Qadla/Qodho apabila disambung dengan kata PUASA.
(4) Kesimpulan sementara: Puasa Qadla berarti PUASA yang telah DITETAPKAN pada lain hari
(selain bulan ramadhan) karena satu hal yang tidak memungkinkan puasa di satu hari di bulan
Ramadhan

2.

ardhi
Februari 4th, 2009
REPLY KUTIP
apakah bisa puasa tiap hari selain bulan ramadhan???????????

Puasa setiap hari tidak disunahkan oleh para Nabi.


Nabi-nabi terdahulu termasuk Yang Mulia Rasulullah saw. hanya mencontohkan: sehari
puasa, sehari tidak
Jangan melakukan hal-hal/ibadah yang tidak pernah dicontohkan oleh yang mulia Rasulullah
saw. karena bisa jadi ibadah kita akan sia-sia

3.

4.

agus
Mei 5th, 2009
REPLY KUTIP
assalamualaikum, saya mau tanya puasa-puasa yang dilakukan untuk mencari ilmu atau hajat
kita. terus bagaimanakah hukum dari puasa itu? haram atau halal untuk dilakukan?
agus
Mei 5th, 2009

Mei 5th, 2009


REPLY KUTIP
maaf lupa ditutup, assalamualaikum
5.

Yudha
Agustus 31st, 2009
REPLY KUTIP
Assalamualaikum wr.wb
sy mau tanya, gmana caranya (contoh kegiatan yg dilakukan) memaksimalkan ibadah puasa di
bulan ramadhan ini?
Assalamualaikum wr.wb

6.

Jack_Sparrow
Oktober 20th, 2009
REPLY KUTIP
thanks y bwt cmuaa!

7.

dadang
Desember 26th, 2009
REPLY KUTIP
AssalAssalamualaikum wr.wb
Ada yang mengatakan bahwa berpuasa satu hari pada hari Jumat hanya satu hari adalah haram,
begitupun hanya satu hari minggu, atau juga hanya hari sabtu. Benarkan itu kalau benar, apa
haditsnya?

8.

munif abdillah
Februari 17th, 2010
REPLY KUTIP
ulasannya bagusikutan mampir
http://munifabdillah.wordpress.com

9.

desak made ayu oktaviana


April 21st, 2010
REPLY KUTIP
kalau puasa di setiap hari lahir kelahiran, klu blh tau namanya apa?

Admin: hal itu (sepengetahuan saya) tidak pernah dilakukan Rasulullah saw. oleh karena itu, saya
tidak bisa menjawab pertanyaan ini.

10.

dewa
Oktober 18th, 2010
REPLY KUTIP
Assalamualaikum wr.wb
mau tanya
jika pada waktu puasa daud, pas pada hari giliranya berpuasa tapi sakit dan menyebabkan tidak
berpusa. apa bisa digantikan pada hari-hari pas tidak pada giliran hari puasa daud
selanjutnya.

Assalamualaikum wr.wb
isa
Oktober 18th, 2010
REPLY KUTIP
Kalau puasa Daud itu merupakan puasa sunnah. Sedangkan yg diwajibkan untuk mengqodho
puasa (mengganti puasa di hari lain) adalah bagi puasa wajib saja.
11.

sari bunga
Desember 28th, 2010
REPLY KUTIP
assalamualaikum
mw nanya kalo untuk laki2 dan perempuan yang mw menikah berapa hari puasanya? apakah
diijinkan ketika hari pelaksanaan ijab khabul melaksanakan puasa? trimakasih

12.

Dinny
Desember 28th, 2010
REPLY KUTIP
bagaimana cara mengkodo sholat beserta niat nya ?????
mylovingislam
Maret 16th, 2011
REPLY KUTIP
Menurut sunnah Rasulullah saw:
1) Shalat wajib tidak ada yang bisa diqodho; hanya bisa dijamak.
2) Kalau shalat wajib tertinggal, maka tidak ada amalan yang bisa menggantikannya. Hanya
istighfar lah yang bisa diandalkan, agar Allah Taala menghapuskan siksa kita
3) Shalat Tahajjud bisa diqodho pada siang hari dengan jumlah Rakaat 12 rakaat

13.

ainatulmasrurin
Januari 4th, 2011
REPLY KUTIP
aslamualaikum
mw tanya kalau puasa berturut turut baik dalam bulan suci atau tidak itu hukumnya gemana n
niatnya gemana n apakah itu di perbolehkan,suwun
mylovingislam
Maret 16th, 2011
REPLY KUTIP
Puasa yang disunnahkan Rasulallah saw adalah puasa Dawud; sehari puasa-sehari-tidak dst.

Blog pada WordPress.com. | Tema: monochrome oleh mono-lab.