Anda di halaman 1dari 28

PRESENTASI KASUS

PNEUMOTHORAKS
DISUSUN OLEH :
DIAN CATUR PUTRI ( 202.311.022 )

PEMBIMBING :
Dr. Marsono Tabrani Sp.B,Sp.BTKV (k)

IDENTITAS PASIEN

Nama :TN. L
Umur : 60 tahun
Jenis Kelamin : laki - laki
Alamat: Gambir,jakarta
Pekerjaan : Pembersih masjid
Agama: Islam
Tgl masuk RSUD: 11 januari 2009
No Cm : 316725

Pasien datang dengan keluhan sesak


napas sejak 2 hari smrs, sesak ini
makin hari semakin bertambah
parah, sesak tidak disertai bunyi
mengi.
Pasien mengatakan sebelum

mengalami sesak pasien mengeluh


batuk batuk yang cukup lama,
pasien batuk, batuknya disertai
dahak. Dahak yang keluar berwarna
putih kental, dan tidak terdapat
adanya darah.

Sejak 1 minggu ini,batuknya

bertambah parah, pasien sudah


berobat ke dokter, Tetapi pasien
merasakan tidak ada perubahan,
batuknya tidak hilang
Menurut pasien, sesak nafas yang

timbul dipengruhi oleh cuaca dan


asap , Pasien mengatakan bahwa
pasien sudah 30 tahun merokok,
pasien menghabiskan kurang lebih 16
btg / hari.

Pasien mengatakan 3 tahun yang

lalu, pasien pernah menderita batuk


lama , yang disertai dahak. Dahak
yang keluar berwarna putih kental,
dan tidak terdapat adanya darah.
Pesien mengatakan bahwa pasien
pernah menderita TB dan menjalani
pengobatan.

Riw ayat penyakit dahulu


Tidak ada riwayat gejala yang sama

yang pernah dirasakan pasien.


Riwayat alergi
: disangkal
Riwayat penyakit jantung : disangkal

Riw ayat penyakit keluarga


Tidak ada anggota keluarga yang

menderita penyakit yang sama


dengan pasien.

P EM ER IK SA A N FISIK
Keadaan umum : Tampak sesak,

kooperatif
Kesadaran : Compos mentis

Vital Sign
T : 110/70 mmHg
N : 90 x/menit

R : 42 x/menit
S : 36,5 C

Status generalis
Kepala : Normocephal
Mata : Pupil isokor, konjungtiva tidak anemis, sklera

tidak ikterik.
Telinga: Serumen -/-, sekret -/-,
Hidung: Bentuk normal, septum deviasi (-), sekret (-),
Mulut : mukosa bibir basah, sianosis tidak ada,
faring tidak hiperemis, tonsil T 1 -T1 tenang.
Leher : Bentuk simetris, trakea bergeser kekanan ,
kelenjar getah bening tidak teraba pembesaran
jantung : BJ I II regular, tidak ada murmur&gallop
abdomen: supel, datar, bunyi usus (+), nyeri tekan (-)
Kulit : Tidak ikterik, tidak sinosis, turgor kulit cukup
Ektermitas : Akral hangat, tidak sianosis, tidak udem.

Status lokalis :regio thoraks

Inspeksi:
-tidak simetris antara dada kanan &kiri
-dada kiri ketinggalan gerak dari dada
kanan
-tidak ada sikatrik
Palpasi:
-vokal fremitus dadakiri lebih lemah
dari dada kanan

Perkusi :
-Hipersonor pada lapang dada kiri
-sonor pada lapang dada kanan
Auskultasi:
-Suara dasar vesikuler dada kiri
melemah
-suara dasar vesikuler pada dada
kanan

Pem eriksaan laboratorium


Hemoglobin : 12,7 gr/dl
Leukosit : 15000/ l
Hematokrit :38%
Trombosit :266000/ l

Ureum darah
: 28 mg/dl
Kreatinin darah :1,3 mg/dl
GDS
:136mg/dl
Natrium
: 150 mEq/l
Kalium
:4,6 mEq/l
Klorida

:9,6 mEq/l

Analisa gas darah


pH
: 7,37
pCO2
:35,2
PO2
:173,4
HCO3
:16,6
Base axces :-9,0
O2 Saturation :99,0

PEMERIKSAAN RONTGEN
Kesan pneumothoraks sinistra
VI . DIAGNOSIS KERJA
Pneumothoraks sinistra e.c suspek Penyakit

Paru obstruksi Kronik


VII. DIAGNOSIS BANDING
Pneumothoraks sinistra e.c TB paru
VIII. USULAN PEMERIKSAAN
Pemeriksaan sputum

IX. TERAPI
Pasang WSD
Farmakologis
Antibiotik
Bronkodilator

X . PROGNOSIS

Dubia ad Bonam

BAB I
TIN JAU A N PU STA K A

PN EU M O TH O R A K S

Definisi

Adalah keadaan terdapatnya udara

atau gas dalam rongga pleura.

fi
siologi

patofi
siologi

Klasifikasi dan etiologi

pneumothorax

Berdasarkan penyebabnya
Pneumothoraks diklasifikasikan menjadi
2 yaitu :
1. Pneumothorakx Spontan
Pneumothoraks spontan ini dibagi lagi
menjadi 2 yaitu :
Pneumothoraks spontan primer
Pneumothoraks spontan sekunder

2. Pneumothoraks traumatic
Berdasarkan kejadiannya
pneumothoraks traumatic dibagi
menjadi 2 jenis yaitu:
Pneumothoraks traumatik bukan

iatrogenik
Pneumothoraks traumatik iatrogenic

Berdasarkan jenis fistulanya

pneumothoraks dapat dibagi


menjadi 3 yaitu:
Pneumothoraks tertutup
Pneumothoraks terbuka
Tension pneumothoraks

Manifestasi Klinis.
Anamnesis
Riwayat merokok atau bekas perokok dengan atau

gejala pernafasan.
Riwayat terpapar zat iritan yang bermakna di
tempat kerja.
Riwayat ada atau tidaknya penyakit paru-jantung
yang mendasari
Riwayat batuk berulang dengan atau tanpa dahak
Sesak napas dengan atau tanpa bunyi wheezing.
Berat dan lamanya keluhan.
Riwayat pneumothoraks sebelumnya.
Jenis pekerjaan penderita.

Pemeriksaan fisik.
Inspeksi
Trakea bergeser menjauhi sisi yang terkena pneumothoraks.
Pergerakan dada terhambat dan berkurang pada bagian

yang terkena.
Dyspnea (jika luas)
Sianosis (jika luas)

Palpasi.
Nyeri pleuritik hebat.
Fremitus vokal dan raba berkurang.

Perkusi
Pada pneumothoraks perkusi hipersonor di daerah

pneumothoraks, dan meredup di daerah paru yang kolap.

Auskultasi
Suara napas berkurang pada daerah pneumothoraks.

Pem eriksaan penunjang


Rontgent
thoraks

Analisa gas
darah

Pneumothoraks terdapat
gambaran :
-Banyangan udara dari
pneumothoraks berbentuk
cembung
memisahkan
pleura parietalis dan
viseralis.
-Gambaran saat ekspirasi
maksimal udara dalam
rongga pleura di dorong ke
apeks, sehingga ruang
intrapleura di apex lebih
besar.
-Udara bebas dalam
rongga pleura cenderung
berkumpul pada bagian
atas sisi lateral.

Penatalaksanaan
1.Terapi oksigen
2. WSD
3.Therapi farmakologi
4.thorakotomi

Terim a kasih