Anda di halaman 1dari 23

PEMAPARAN

SPAN & SAKTI


Jakarta, 25 Februari 2014

KPPN Jakarta V

Reformasi Bidang Keuangan Negara

Govt Financial
Mgt Reforms
Undang-Undang:
No. 17/2003
tentang Keuangan
Negara
No. 1/2004 tentang
Perbendaharaan
Negara
No. 15/2004
tentang
Pemeriksaan
Pengelolaan dan
Tanggung Jawab
Keuangan Negara

GFMRAP (Govt
Financial Mgt &
Rev Admin
Project)
PFM (Public Financial
Management)
Revenue
Administration
Governance and
Accountability
Project Governance
and Implementation

PFM (Public
Financial
Management)
Strengthening policy
capacity
Strengthening and
improving good
governance of budget
planning and
development
Budget and treasury
modernization

Budget and
treasury
modernization
Program RPPN
Tim Reformasi
Tim Koordinasi
Teknis
Implementasi SPAN

Pengertian & Latar Belakang SPAN


SPAN adalah suatu sistem manajemen informasi keuangan
yang terintegrasi (IFMIS), mencakup keseluruhan proses
pengelolaan keuangan negara, mulai dari persiapan,
pelaksanaan, sampai dengan pelaporan anggaran.
Fungsi utama SPAN: penyusunan anggaran, manajemen DIPA,
manajemen komitmen, manajemen penerimaan &
pembayaran, manajemen kas, serta akuntansi dan pelaporan.
Pada tahap awal SPAN akan mencakup DJA, Kantor Pusat
DJPBN, Kanwil DJPBN, KPPN, dan Satker BA 999 di Kantor
Pusat Kemenkeu. Eselon I K/L dengan portfolio juga akan
mendapat akses langsung ke SPAN, khusus untuk proses
penyusunan anggaran.
SPAN dapat diakses real-time & online oleh user dari unit-unit
tersebut diatas dalam pengelolaan keuangan negara sesuai
dengan tanggung jawabnya.

KONDISI SISTEM SAAT INI

Perencanaan Anggaran sampai Pertanggungjawaban

Sistem
yang ada
terkotak2
berdasarkan
fungsi

SATKER

RKA-KL

DIPA

SP2D

Cash Mgmt

Accounting/
Reporting

Sistem dibuat menurut kebutuhan masing-masing fungsi bisnis

Data dimiliki oleh masing- masing aplikasi itu sendiri

Sistem memerlukan keahlian khusus pada setiap aplikasi

RKA/KL: Rencana Kerja Anggaran / Kementerian Lembaga


DIPA: Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran
SP2D: Surat Perintah Pencairan Dana

HARAPAN DENGAN ADANYA SPAN


SPAN akan mengatasi terkotak-kotaknya sistem

MENJADI
SEMULA

New SPAN
Existing IT
merupakan
systems sangat
process
oriented
terfragmentasi
system

Perencanaan, Pelaksanaan hingga Pertanggungjawaban Anggaran

Spending
Units

SPAN Database
Accounting/

RKA-KL
Cash Mgmt
RKA-KL;
DIPA; DIPA
SP2D; CASHSP2D
MGMT; ACCOUNTING
REPORT
Reporting
ERP-SPAN

Pengertian & Latar Belakang SAKTI


SAKTI (Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi)
mengintegrasikan seluruh aplikasi satker yang ada.

SAKTI digunakan oleh K/L (SatKer) yang tidak mendapat


akses langsung ke SPAN.
SAKTI akan mempunyai single database; berbeda dengan
sistem sebelumnya dimana setiap aplikasi mempunyai
database terpisah.
Fungsi utama SAKTI: penyusunan anggaran, manajemen
DIPA, manajemen komitmen, manajemen penerimaan &
pembayaran, manajemen kas, akuntansi dan pelaporan,
serta administrasi.
SAKTI akan ber-interface dengan SPAN pada tiap tahap
siklus anggaran.

RUANG LINGKUP
Pengguna SAKTI

Kementerian Negara/Lembaga (Non BA 999)


Termasuk satker BLU

BA Subsidi (999.07) dan Belanja Lainnya (999.08)

Cakupan Aplikasi
Aplikasi SAKTI
1. Modul Anggaran
2. Modul Komitmen
3. Modul Pembayaran
4. Modul Bendahara

5. Modul Aset Tetap


6. Modul Persediaan
7. Modul GL dan Pelaporan
8. Modul Administrator

Aplikasi Pendukung Interkoneksi dengan


SPAN
Aplikasi Portal SPAN
Aplikasi SPAN SMS

Aplikasi RKAKL, DIPA,


SPM, PERAN, SAK,
SIMAK-BMN, Persediaan

SAKTI

Modul Bendahara dan


Manajemen
Komitmen

Basis Akuntansi CTA

Basis Akuntansi Akrual

Interaksi Satker dan KPPN (Existing)

Interaksi Satker dan KPPN (SPAN dan SAKTI)

IMPLEMENTASI SPAN

Landasan Hukum
Menteri Keuangan selaku BUN menyelenggarakan
sistem informasi data mengenai pihak yang
melakukan perjanjian dengan pemerintah atau pihak
yang memperoleh pembayaran dari kuasa BUN,
yang paling sedikit mencakup informasi mengenai:
Nama
NPWP
Nomor rekening bank
Alamat
[PP 45/2013; Bab X; Sistem Informasi Keuangan
NegaraPasal 179]

PERATURAN-PERATURAN
DALAM RANGKA IMPLEMENTASI SPAN

Jakarta, 10 Februari 2014

KPPN Jakarta V

Pendahuluhuan
Dalam rangka mewujudkan
proses penganggaran dan
pelaksanaan anggaran yang:
1. Tertib;
2. Efisien;
3. Ekonomis;
4. Efektif;
5. Transparan;
6. Bertanggung jawab; dan
7. Terintegrasi.

Dibangun

Sistem
Perbendaharaan dan
Anggaran Negara
(SPAN)

Implementasi

Terdapat beberapa perubahan:


1. Proses bisnis dilakukan secara elektronik;
2. Data/dokumen dalam bentuk elektronik;
3. Database tersentralisasi;
4. Aplikasi terintegrasi;
5. Koneksitas dengan sistem perbankan
tersentralisasi.

Perlu Payung
Hukum???

Regulasi Dalam Rangka Implementasi SPAN

1. Peraturan Menteri Keuangan 154 tahun 2013


tentang Piloting SPAN
2. Kepdirjend Perbendaharaan Nomor 151 tentang
SOP Piloting SPAN
3. Perdirjend Nomor 58 Tentang Data Supplier
4. Perdirjend Nomor 59 tentang Modul Kas
5. SE Nomor 56 tentang Alur Dokumen Piloting SPAN

Muatan Materi dalam Regulasi


PMK 154/PMK.05/2013

1. Modul Penganggaran

Pemrosesan Data RKA-K/L-DIPA dan RDP-BUN-DIPA


beserta Revisinya pada aplikasi SPAN

DJA

2. Modul Komitmen

Pengelolaan Data Supplier dan Data Kontrak pada


aplikasi SPAN

PER-58

3. Modul Pembayaran

Proses bisnis pembayaran atas beban APBN pada


aplikasi SPAN

SE-56

4. Modul Penerimaan

Penatausahaan penerimaan negara melalui Sistem


MPN, Rekening BI, dan KPPN pada aplikasi SPAN

5. Modul Kas

6. Modul Akt. & Pelaporan

Pengaturan Rekening Milik BUN, Perencanaan Kas,


Pemindahbukuan Dana, Rekonsiliasi Bank, dan
Pelaporan Manajerial
Pemutakhiran Data BAS, Konversi Data Transaksi
Keuangan, Koreksi Data Transaksi Keuangan,
Penyesuaian Sisa Pagu, Jurnal Penyesuaian,
Rekonsiliasi, dan Laporan Keuangan

PER-59

Muatan Materi dalam Regulasi..........lanjutan

PER-58/PB/2013

1. Tipe, Struktur, dan Elemen Data Supplier;


2. Pencatatan dan Validasi Data Supplier;
3. Pengelolaan Data Supplier;
4. Jenis dan Elemen Data Kontrak;
5. Pencatatan da n Validasi Data Kontrak;
6. Pengelolaan Data Kontrak.

PER-59/PB/2013

1. Penatausahaan Rekening Milik BUN;


2. Penyediaan Kebutuhan Dana;
3. Rekonsiliasi Bank/Rekonsiliasi/Rekening Transito/
Rekonsiliasi Rekening Pengesahan;

SE-56/PB/2013

1. Pelaksanaan Konversi ADK SPM dan/atau ADK Kontrak;


2. Pelaksanaan Pendaftaran Data Supplier;
3. Pelaksanaan Pendaftaran Data Kontrak;
4. Pelaksanaan Validasi Resume Tagihan;
5. Pelaksanaan Penerbitan SP2D/Daftar SP2D
6. Pelaksanaan Pencairan Dana atas Tagihan dari Satker yang
mendapat akses langsung ke SPAN

Piloting SPAN DI KPPN JAKARTA V

APA ITU

PILOTING

Piloting adalah Implementasi SPAN dalam


skala kecil (unit-unit terbatas), sebagai
proses dari pengembangan dan pengujian
(trial)
Piloting dilakukan setelah UAT dinyatakan
berhasil;
Durasi piloting 1 bulan ;
KPPN Jakarta V melaksanakan piloting
mulai tanggal 3 Februari 2014

Proses bisnis (Piloting)


PROSES PENDAFTARAN SUPPLIER PADA SATKER

APLIKASI
SPM
MENERIMA LAPORAN
PENOLAKAN SUPPLIER

MENERIMA LAPORAN
PENDAFTARAN
SUPPLIER

ADK KONTRAK
DAN/ATAU
ADK SPM

APLIKASI
KONVERSI
MENGELUARKAN
LAPORAN
PENOLAKAN
SUPPLIER

DATA
KONTRAK /
RESUME
TAGIHAN

MENERIMA
ADK
SUPPLIER

UNGGAH DAN
VALIDASI DATA
SUPPLIER

MENGHASILKAN
NOMOR
REGISTERSUPPLIER

Proses Pencairan Dana

Petugas Satker
Mengajukan:
1. SPM;
2. Dok. Pendukung;
3. ADK SPM; dan/atau
4. ADK Kontrak.

FO (Petugas Konversi)

1. Pemeriksaan KIPS
2. Pemeriksaan Dok. SPM
3. Melakukan Konversi

SPM

4. Konfirmasi NRS/NRK

??

SE-56/PB/2013

SP2D

Pendaftaran
Supplier

Pendaftaran
Kontrak

Validasi Resume Tagihan

Penerbitan SP2D/Daftar SP2D

Issue Umum Pelaksanaan Piloting


1. Satuan Kerja belum menggunakan aplikasi SPM versi terbaru
2. Data Awal Supplier yang disampaikan ke KPPN belum semuanya
dikonfirmasi
3. Kelengkapan sebagaimana dalam SE- 56/PB/2013 tentang Alur
Dokumen belum dipahami, antara lain penggunaan Laporan
Informasi Supplier (bagi supplier yang telah memiliki NRS) pada saat
pengajuan SPM
4. Kesalahan Isian karena tidak sesuai dengan Perdirjen 58/PB/2013
tentang suppliler dan kontrak:
a. penggunaan tipe supplier
b. pengisian field mandatory atas data supplier
c. ketepatan pengisian dan penggunaan nomor rekening
(cara penulisan nomor rekening)
d. konsistensi penulisan nama pemilik rekening
e. duplikasi rekening dalam SPM gaji

Dampak dan Issue Implementasi


(Pembayaran daya dan Jasa)
SPAN: Transfer dilakukan atas dasar SP2D elektronik
KPPN tidak lagi mencetak SP2D untuk dikirimkan ke Bank maupun
ke Satuan Kerja. Satker memperoleh Daftar SP2D per Satker
Sumber informasi untuk konfirmasi manual atas pemenuhan
pembayaran kewajiban langganan daya dan jasa (melalui uraian
hard-copy SP2D menjadi terbatas)
Terdapat penolakan (transaksi gagal validasi) pembayaran daya dan
jasa karena:
a. Penulisan informasi header supplier daya jasa tidak konsisten
b. Penulisan nama pemilik rekening untuk rekening yang sama
tidak konsisten

Solusi dan Himbauan


1. Segera melakukan konfirmasi data supplier dan/ atau mengirimkan
informasi perbaikan apabila terdapat informasi yang tidak tepat

2. Apabila data Supplier pada SPM yang akan diajukan ke KPPN telah
terdaftar sebelumnya dan tidak ada perubahan, maka Laporan Pendaftaran
Supplier harus disampaikan sebagai lampiran SPM tersebut.
3. Melampirkan surat permohonan perubahan/ penambahan data supplier
apabila terdapat perubahan (format pada perdirjen 58/PB/2013)
4. Menggunakan aplikasi SPM versi terbaru
5. Untuk mengurangi resiko duplikasi agar SPM Gaji Induk dikirim terpisah

(tidak dalam satu batch) dengan SPM lainnya


6. Sosialisasi Penggunaan Virtual Account untuk pembayaran daya dan jasa