Anda di halaman 1dari 21

PERTEMUAN KE 4

PENYELENGGARAAN, PENDANAAN, SIMPUS


PEMBINAAN & PENGAWASAN
PUSKESMAS

DISAMPAIKAN OLEH:
HENIYUNIARTI, S.Kep. MPH

1. KEDUDUKAN PUSKESMAS

Puksesmas dipimpin oleh kepala Puskesmas.


Kepala puskesmas bertanggung jawab atas seluruh kegiatan puskm
Kapusk merencanakan & mengusulkan keb SDM ke DKK
Syarat kepala puskesmas:
1. Tk pendidikan minimal sarjana & mempunyai
kompetensi managemen puskm
2. Masa kerja di Puskesmas minimal 2 tahun
3. Telah mengikuti diklat manajemen puskesmas

Dalam hal di Puskesmas kawasan T dan ST tidak tersedia


seorang nakes dengan tingkat pendidikan paling rendah sarjana,
maka Kepala Puskesmas merupakan nakes dengan tingkat
pendidikan paling rendah Diploma Tiga.

2. ORGANISASI PUSKESMAS
Organisasi Puskesmas di susun olek kadinkes
berdasarkan kategori, upaya kesehatan & beban kerja
Organisasi Puskesmas minimal ada:
1. Kepala puskesmas
2. Kasubag TU ( tata usaha )
3. PJ. UKM & Perkesmas
4. PJ. UKP, kefarmasian & Laboratorium
5. PJ. Jaringan pelayanan puskesmas dan jejaring
fasilitas pelayanan kesehatan.

UPAYA KESEHATAN PUSKESMAS


UPAYA KESEHATAN PUSKESMAS MELIPUTI :

1. UKM tingkat pertama


2. UKP tingkat pertama
UKM & UKP dilakukan secara terintegrasi
& berkesinambungan.

1. UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT


PELAYANAN UKM TERDIRI DARI 2, YAITU:
1. UKM Esensial
2. UKM Pengembangan
UKM esensial 5 program
1. Promosi Kesehatan
2. Kesehatan Lingkungan
3. KIA / KB
4. Gizi
5. P2P (pencegahan dan pengendalian penyakit)
Upaya pengembangan upaya yang sifatnya inovatif
sesuai prioritas, potensi wilayah & SDM
UKM dilakukan mendukung pencapaian SPM bid Kesh

2. UPAYA KESEHATAN PERORANGAN


BENTUK PELAYANAN UKP, YAITU:
1. Rawat jalan
2. Gawat darurat
3. Pelayanan 1 hari ( one day care)
4. Home care
5. Rawat inap pertimbangan Kebutuhan
UKP dilakukan sesuai dengan standar
prosedur dan standar pelayanan

Untuk melaksanakan UKM dan UKP tingkat


pertama, Puskesmas harus menyelenggarakan

1.Manajemen (sumber daya


operasional, dan mutu);
2. Pelayanan kefarmasian;
3. Pelayanan keperawatan kesehatan
masyarakat; dan
4. Pelayanan laboratorium.

Dalam meningkatkan mutu Puskesmas


WAJIB terakreditasi secara berkala
minimal 3 tahun sekali.
Akreditasi dilakukan oleh tim independen
yang ditetapkan oleh mentri kesehatan
Permenkes yang mengatur tentang
Akreditasi Puskesmas, klinik pratama ,
praktik mandiri No. 46 Tahun 2015.

Dalam meningkatkan pemerataan dan


keterjangkauan pelayanan kesehatan
didukung jaringan pelayanan puskesmas
DAN jejaring fasyankes.
Jaringan pelayanan Puskesmas
Pustu : yankes permanen di wil. kerja
Pusling : yankes mobile / luar gedung
Bidan desa (PKD) : tinggal di wil tsb
Jejaring fasyankes
klinik, rumah sakit, apotek, laboratorium

Sitem rujukan
Sitem rujukan Permenkes No. 001 tahun 2012.
Rujukan dilakukan secara berjenjang.
Rujukan dilakukan sesuai dg kebutuhan mulai
fasyankes Tk 1.
Fasyankes Tk 2 dapat dilakukan atas rujukan
fasyankes TK. 1
Fasyankes Tk 3 dapat dilakukan atas rujukan
fasyankes TK. 2
Sitem rujukan dikecualikan pd keadaan bencana,
gawat darurat, kekhususan masalah pasien &
geografis
Macam Rujukan Vertikal dan Horisontal..

SISTEM PENDANAAN PUSKESMAS


Sumber Pendanaan Puskesmas ada 3:
1. APBD ( Anggaran Pendapatan & Belanja Daerah )
APBD 1 : Propinsi
APBD 2: Kabupaten / Kota
2. APBN ( Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara)
BOK ( Bantuan Operasional Kesehatan )
ada petunjuk Tehnis yang mengatur pembiayaan
BOK Promotif & Preventif
3. Sumber- Sumber yang sah dan tidak mengikat.
Hibah, dll.

..
,,,

SISTEM INFORMASI PUSKESMAS


Setiap Puskesmas wajib melakukan Kegiatan
informasi Puskesmas
Dilakukan secara elektronik / non elektronik
SIMPUS minimal mencakup:
SIMPUS merupakan bagian sistem informasi Dinas
kesehatan
Puskesmas wajib melaporkan kegiatan secara
berkala kepada kepala Dinas kesehatan
Laporan Puskesmas merupakan sumber data
kesehatan prioritas.

PEMBINAAN & PENGAWASAN PUSKESMAS


Pembinaan & pengawasan dilakukan oleh :
Pemerintah, Pem Prov, pemkab / Kot, &
Fasyankes Tk. Lanjutan milik pemda.
Dalam pembinaan dan pengawasan melibatkan
organisasi profesi
Tujuan pembinaan & pengawasan
meningkatkan mutu pelayanan.
Bentuk pembinaan fasilitasi, konsultasi,
pendidikan dan pelatihan serta Lit Bang.