Anda di halaman 1dari 26

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

SehaTV
(Solusi Promosi Kesehatan Holistik sebagai Upaya Peningkatan
Kesehatan di Bidang Promotif dan Preventif)
BIDANG KEGIATAN:
PKM-GAGASAN TERTULIS

Diusulkan oleh:
Siti Sandra Liani
Euis Yulianti
Sri Rahmawati
Irma Tri Mulia
Sabrina Andyka Putri

220110120015
220110120078
220110120017
220110120003
220220140006

Angkatan 2012
Angkatan 2012
Angkatan 2012
Angkatan 2012
Angkatan 2014

UNIVERSITAS PADJADJARAN
SUMEDANG
2015

PENGESAHAN PKM GAGASAN TERTULIS

2. Bidang Kegiatan
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap
b. NIM
c. Jurusan
d. Universitas

1. Judul Kegiatan :
SehaTV
(Solusi
Promosi Kesehatan Holistik sebagai Upaya
Peningkatan Kesehatan di Bidang Promotif
dan Preventif)
: PKM-GT

: Siti Sandra Liani


: 220110120015
: Keperawatan
: Universitas Padjadjaran
e. Alamat Rumah dan No HP
: Kampung
Cangkuang Mekar RT/RW 01/15 Desa
Cangkuang Kulon Kecamatan Cibaduyut
Kabupaten Bandung 40239
HP. 085722878138
f. Alamat email
: sitisandraliani@gmail.com
4. Anggota Pelaksana Kegiatan : 5 orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Aat Sriati S.Kp., M.Si.
b. NIDN
: ..............
c. Alamat Rumah dan No HP : ..............
Sumedang, 16 Maret 2015
Menyetujui
Wakil Dekan
Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan

Ketua Pelaksana Kegiatan

(Dr. Suryani, S.Kp., M.HSc., Ph.D)


NIP. 196802021993032001

(Siti Sandra Liani)


NIM. 220110120015

Wakil Rektor
Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan

Dosen Pendamping

(Prof. Dr. H. Engkus Kuswarno, MS)


NIP. 196311171988101001

(Aat Sriati S.Kp., M.Si.)


NIDN.

DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL.....................................................................................

HALAMAN PENGESAHAN..........................................................................

ii

DAFTAR ISI.....................................................................................................

iii

RINGKASAN...................................................................................................

iv

PENDAHULUAN............................................................................................

Latar Belakang.............................................................................................

Tujuan dan Manfaat.....................................................................................

GAGASAN.......................................................................................................

Kondisi Kekinian.........................................................................................

Solusi yang Pernah Diterapkan beserta Hasilnya........................................

Gagasan SehaTV..........................................................................................

Pihak-Pihak yang Terkait.............................................................................

Langkah Strategis.........................................................................................

KESIMPULAN.................................................................................................

10

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................

11

LAMPIRAN-LAMPIRAN...............................................................................

12

Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota.....................................................

12

Lampiran 2. Susunan Organisasi Tim Penyusun dan Pembagian Tugas.....

17

Lampiran 3. Surat Pernyataan Ketua Tim....................................................

19

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Logo SehaTV..................................................................................

SehaTV
(Solusi Promosi Kesehatan Holistik sebagai Upaya Peningkatan
Kesehatan di Bidang Promotif dan Preventif)
Siti Sandra Liani; Euis Yulianti; Sri Rahmawati; Irma Tri Mulia; Sabrina Andyka
Putri.
Universitas Padjadjaran
Ringkasan
Pembangunan kesehatan untuk mencapai Indonesia Sehat sebelum berganti
menjadi Indonesia Sehat 2015, yaitu Indonesia Sehat 2010 bertujuan untuk
meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang
agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dan perubahan paradigma
sehat yaitu upaya untuk meningkatkan kesehatan bangsa Indonesia agar mampu
mendorong masyarakat untuk bersikap mandiri dalam menjaga kesehatan sendiri
melalui kesadaran yang tinggi yang mengutamakan upaya promotif dan preventif.
Sejalan dengan tujuan untuk menggerakan Indonesia menuju pergerakan
upaya kesehatan promotif dan preventif, disertai dengan data kuantitatif yang
menunjukkan masih rendahnya perilaku hidup bersih sebagai poros utama
pencegahan penyakit, kami berinisiatif mengajukan gagasan untuk
diluncurkannya stasiun televisi kesehatan nasional dengan nama SehaTV sebagai
wadah informasi dan komunikasi bagi masyarakat yang nantinya dapat membantu
masyarakat mengaktualisasikan hidupnya dalam aspek kesehatan, dan secara luas
bertujuan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Indonesia dalam empat aspek
kehidupan menurut kesehatan yaitu biologi, psikologi, sosial, dan spiritual.
Didasari oleh kenyataan di lapangan yang memperlihatkan belum
signifikannya pengaruh upaya promosi kesehatan yang sebagian besar
dilaksanakan melalui pendidikan kesehatan langsung yang prosesnya cukup rumit
dan dilakukan dalam intensitas yang sedikit, serta keprihatinan terhadap tayangan
televisi yang semakin hari semakin menggerus nilai dan moral luhur masyarakat
Indonesia, muncullah gagasan SehaTV sebagai inovasi untuk mengalihkan
masyarakat terhadap tayangan yang sehat dan mendidik serta sebagai solusi jitu
promosi kesehatan yang dapat menjangkau hampir seluruh masyarakat Indonesia.
Karya tulis ini terdiri atas pendahuluan, gagasan, dan kesimpulan, yang
masing-masing saling terkait dan mendukung dalam menjabarkan gagasan.
Dengan terwujudnya gagasan ini, diharapkan derajat kesehatan masyarakat
Indonesia dapat meningkat serta tercipta masyarakat yang produktif dan mampu
bermanfaat untuk lingkungan sekitarnya sejalan dengan pengertian sehat menurut
World Health Organization (WHO) yaitu sejahteranya fisik, mental, sosial, dan
spiritual yang memungkinkan individu dapat produktif dalam menjalani hidupnya.

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Berdampingan dengan pendidikan, kesehatan adalah satu dari dua dasar
pembangunan suatu negara, begitupun di Indonesia. Dari tahun ke tahun, masalah
kesehatan di Indonesia tak habis-habisnya berfluktuasi dengan berbagai penyakit
yang keberadaannya menetap bahkan ditambah dengan penyakit-penyakit baru.
Selama tahun 2012 sampai 2014 saja, Indonesia menempati posisi-posisi kritis
dalam tiga kategori penyakit. Menurut tempo.co, tahun 2012 Indonesia menempati
peringkat ke-5 negara dengan penduduk kurang gizi terbanyak di dunia. Pada
tahun 2013, Indonesia mendapat peringkat ke-9 untuk penyakit diabetes
(liputan6.com, 2013). Lain lagi tahun 2014, Indonesia menempati peringkat ke-4
untuk kasus TBC (okezone.com, 2014). Dari segi pengobatan, jelas ketiga
penyakit tersebut membutuhkan jangka waktu yang tidak sedikit untuk kembali
pulih dari sakit menjadi sehat. Namun, ketiganya sangat bisa dicegah kejadiannya
dengan memodifikasi gaya hidup menjadi lebih sehat.
Data Peta Kesehatan Indonesia tahun 2010 menunjukkan bahwa hanya 24,9
persen rumah penduduk di Indonesia yang sudah termasuk dalam kriteria rumah
sehat. Hasil RISKESDAS 2013 menunjukan bahwa 68,9 persen penduduk
Indonesia tidak melakukan perawatan gigi dan mulut kepada tenaga medis, hanya
47,0 persen masyarakat Indonesia yang melakukan perilaku cuci tangan dengan
benar, dan 77,3 persen penduduk Indonesia mengkonsumsi penyedap 1 kali
dalam sehari. Data-data tersebut menunjukkan bahwa perilaku-perilaku kesehatan
dasar di Indonesia masih sangatlah rendah. Oleh karena itu, pembangunan
kesehatan yang mengarah kepada mempengaruhi perilaku hidup masyarakat
menjadi lebih sehat sebagai upaya pencegahan sangatlah penting, karena
pencegahan lebih mudah dilakukan daripada pengobatan.
Promosi kesehatan merupakan garda terdepan untuk meningkatkan
kesadaran masyarakat akan perilaku hidup sehat terutama dalam aspek promotif
dan preventif. Pada tahun 2011, Pusat Promosi Kesehatan Kementrian Kesehatan
melalui program tetapnya yaitu program PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)
menetapkan 10 indikator perilaku bagi rumah tangga yang dikatakan telah berPHBS baik. Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) pada tahun 2013
menunjukan bahwa proporsi nasional rumah tangga dengan PHBS baik hanyalah
32,3 persen dengan 20 dari 33 provinsi di Indonesia dikategorikan rumah tangga
PHBS baik di bawah proporsi nasional. Sementara proporsi nasional rumah
tangga PHBS baik pada tahun 2007 hanya sebesar 38,7 persen (RISKESDAS,
2013). Salah satu penyebab rendahnya pengetahuan dan kemauan masyarakat
dalam berperilaku bersih dan sehat adalah kurang gencarnya promosi kesehatan
dari pemerintah di lini preventif. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya promosi

kesehatan yang berkelanjutan dan dapat menjangkau sabagian besar bahkan


seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Televisi sebagai media sosial mampu menjangkau hampir seluruh lapisan
masyarakat. Pengaruhnya yang sangat signifikan terhadap pola perilaku dapat
dijadikan peluang untuk mengubah masyarakat ke arah positif dengan menyajikan
tontonan yang berkualitas dan mendidik. Televisi juga merangkul semua golongan
usia, mulai dari balita hingga lansia. Selain itu, jaringan televisi sudah mencapai
skala nasional, sehingga dipastikan informasi hampir bisa merata ke seluruh
pelosok Indonesia.
Mengingat pentingnya promosi kesehatan untuk meningkatkan derajat
kesehatan rakyat Indonesia dan televisi sebagai media yang efektif untuk
penyebaran informasi, penulis berinisiatif mengajukan gagasan untuk
diluncurkannya stasiun televisi kesehatan nasional dengan nama SehaTV sebagai
wadah informasi dan komunikasi bagi masyarakat yang nantinya dapat membantu
masyarakat mengaktualisasikan hidupnya dalam aspek kesehatan, dan merupakan
salah satu wujud nyata dari Upaya Kesehatan Perorangan (UKP). SehaTV, juga
merupakan perwujudan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dengan membantu
Pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan promosi kesehatan dan promosi
program-program kesehatan yang telah disusun dan harus diketahui oleh
masyarakat luas sehingga derajat kesehatan masyarakat pun dapat meningkat
seiring meningkatnya pengetahuan.
Tujuan dan Manfaat
SehaTV menyajikan program-program pengetahuan dan pendidikan
kesehatan dengan prinsip Holistik yang mencakup empat aspek kehidupan
menurut kesehatan yaitu biologi, psikologi, sosial, dan spiritual. Aspek biologi
bertujuan meningkatkan derajat kesehatan jasmani dan lingkungan masyarakat.
Aspek psikologi bertujuan membuka cara fikir dan cara pandang masyarakat
terhadap kesehatan untuk menuju jiwa yang sehat. Aspek sosial bertujuan
menyajikan program-program pendidikan kesehatan sesuai dengan usia dan pola
aktivitas masyarakat. Aspek spiritual bertujuan memberikan program-program
yang sesuai dengan aturan nilai serta norma budaya dan agama masyarakat
Indonesia.
Dengan adanya SehaTV diharapkan masyarakat mampu mengetahui,
mempraktikkan, dan menyebarluaskan informasi yang didapat dari hasil
tontonannya. Sehingga di masa depan, derajat kesehatan masyarakat meningkat
serta tercipta masyarakat yang produktif dan mampu bermanfaat untuk
lingkungan sekitarnya sejalan dengan pengertian sehat menurut World Health
Organization (WHO) yaitu sejahteranya fisik, mental, sosial, dan spiritual yang
memungkinkan individu dapat produktif dalam menjalani hidupnya.

GAGASAN
Kondisi Kekinian
Dewasa ini, upaya kesehatan di Indonesia masih cenderung bersifat kuratif
dan rehabilitatif yang umumnya melihat dan menangani pasien lebih kepada
sistem biologis manusia secara individu. Padahal, Kepala Dinas Kesehatan
Provinsi Jawa Barat (dr. Alma Lucyati) dalam kuliahnya di Fakultas Keperawatan
UNPAD menyatakan bahwa arah pengembangan upaya kesehatan yang tencantum
dalam RPJMN 2005-2025 adalah dari tenaga kuratif bergerak ke arah tenaga
promotif dan preventif sesuai kebutuhan. Upaya promotif dan preventif lebih
dipilih karena bersifat proaktif (melakukan tindakan sebelum masalah
datang/mengidentifikasi masalah), lebih baik dari upaya kuratif dan rehabilitatif
yang bersifat reaktif (melakukan tindakan setelah masalah datang/menunggu
masalah). Selain itu, upaya promotif dan preventif dinilai lebih baik karena
memiliki prinsip mempergunakan biaya yang serendah-rendahnya dengan
mengharapkan hasil yang sebaik-baiknya. Berbeda dengan upaya kuratif dan
rehabilitatif yang cenderung mempergunakan biaya yang besar, karena kaitannya
lebih dekat dengan obat-obatan yang tidak dapat ditawar-tawar.
Dalam kaitannya dengan upaya kesehatan masyarakat berbasis promotif dan
preventif, Sistem Kesehatan Nasional (SKN) Indonesia menetapkan sistem upaya
kesehatan berjenjang dengan lembaga paling dasar yang terdekat dengan
masyarakat berupa PUSKESMAS. Tentunya, berbagai program yang bersifat
promotif dan preventif tanpa mengabaikan kuratif dan rehabilitatif telah
dilaksanakan di berbagai puskesmas di seluruh wilayah Indonesia. Namun karena
permasalahan kesehatan yang dihadapi saat ini cukup kompleks, upaya kesehatan
belum dapat menjangkau seluruh masyarakat meskipun Puskesmas telah ada di
setiap kecamatan yang rata-rata ditunjang oleh tiga Puskesmas Pembantu
(KEPMENKES RI No. 279, 2006).
Selain dari upaya kesehatan yang dilakukan secara nyata melalui fasilitas
kesehatan terutama PUSKESMAS, berbagai program yang ditetapkan pemerintah
dan upaya kesehatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan telah dilakukan secara
terbuka di berbagai situs dan media sosial. Bahkan tidak dipungkiri lagi, segala
informasi mengenai penyakit dan kesehatan dapat diakses dengan mudah dengan
hanya mencarinya di dunia maya. Namun, akses informasi tersebut hanya bisa
dinikmati oleh masyarakat kelas menengah keatas. Sementara, masyarakat kelas
menengah kebawah yang justru lebih kekurangan informasi dan pendidikan
kesehatan, jarang sekali dapat mencapai informasi tersebut. Penyebab utamanya
tentulah karena fasilitas modern untuk mengakses informasi tersebut
membutuhkan biaya yang sulit dijangkau oleh masyarakat menengah kebawah.
Selain itu, penggunaan fasilitas-fasilitas tersebut yang cukup rumit juga menjadi
alasan utama lainnya. Sehingga untuk menghadapi masalah ini, solusi yang dapat

diterapkan adalah penggunaan fasilitas yang lebih sederhana dan dapat


menjangkau masyarakat secara lebih dekat dan berkala.
Televisi adalah alat elektronik sederhana yang mudah digunakan, murah,
dan dapat dinikmati oleh anak-anak sampai lansia. Di Indonesia sendiri televisi
hampir menjadi media informasi utama dan bahkan menjadi media hiburan seharihari bagi masyarakat. Namun, peran televisi yang begitu signifikan bagi
masyarakat tidak sejalan dengan kualitas tayangannya yang semakin bobrok dan
menggerus nilai dan moral luhur masyarakat dari hari ke hari. Bahkan pada tahun
2014, Remotivi (Lembaga Studi dan Pemantauan Media) bersama anak-anak
Sekolah Dasar mengkritik tayangan-tayangan televisi yang ada di Indonesia
melalui pembuatan dan pengunggahan video ke situs youtube yang berjudul TV
Jasamu Tiada.... Video ini berisi parodi lagu Jasamu Guru dengan kutipan lirik
Kita jadi bisa pacaran dan ciuman karna siapa?.....Kita jadi lebay dibimbing TV.
Mengingat kegiatan menonton televisi yang hampir dilakukan setiap hari
oleh masyarakat dan secara berulang-ulang, televisi berperan besar dalam
membentuk pola pikir dan pola perilaku masyarakat. Sehingga, untuk menekan
efek negatif dari tayangan-tayangan yang kurang mendidik, mengalihkan
masyarakat pada tontonan baru yang lebih mendidik dan informatif adalah satusatunya solusi yang dapat dilakukan.
Solusi yang Pernah Diterapkan beserta Hasilnya
Pada saat ini, kegiatan promosi kesehatan di Indonesia diatur dan dilakukan
oleh Pusat Promosi Kesehatan (PUSPROMKES) Departemen Kesehatan.
Berbagai program telah disusun dan direncanakan oleh Pusat Promosi Kesehatan
untuk melakukan upaya kesehatan promotif dan preventif. Diantara programprogram yang diselenggarakan Pusat Promosi Kesehatan diantaranya adalah
program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), program Desa Siaga, dan
program Poskesdes. Ketiga program tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan
berbagai pihak dan lembaga, dan menjangkau masyarakat melalui penyuluhan
pendidikan secara langsung. Pada Laporan Tahunan (LAPTAH) tahun 2013,
PUSPROMKES menyatakan bahwa kegiatan promosi kesehatan masih
mengalami berbagai hambatan, yaitu kurangnya sumber daya manusia, kurangnya
sarana dan anggaran, dan kurangnya komitmen dari masyarakat. Selain itu,
kenyataan di lapangan, upaya pendidikan kesehatan tersebut masih belum
berpengaruh secara signifikan terhadap masyarakat, dikarenakan penyuluhan
pendidikan yang belum merata keseluruh masyarakat dan waktu penyelenggaraan
dengan intensitas yang terlalu sedikit.
Pada tahun 1986 sebagai komitmen dalam menurunkan angka kematian ibu
dan bayi, pemerintah Indonesia mencanangkan pembentukan Posyandu (Pos
Pelayanan Terpadu) sebagai Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat
(UKBM) yang juga menjadi sarana andalan pemerintah untuk mengajarkan

berbagai upaya pencegahan penyakit terhadap masyarakat hingga sekarang.


Keberadaan Posyandu sempat menjadi solusi gemilang sampai tahun 2000-an,
yang pada masa itu dapat menaikkan angka harapan hidup rerata bangsa Indonesia
secara bermakna. Namun kekinian, kinerja Posyandu mulai menurun. Hal ini
dibuktikan dengan adanya seruan dari Presiden RI dalam Pekan Kesehatan
Nasional dan Bulan Bakti Gotong Royong tahun 2005, untuk Mengaktifkan
Kembali Posyandu. Menurunnya kinerja posyandu tersebut juga dibuktikan
dengan sering ditemukannya beberapa pelaksanaan kegiatan Posyandu bulanan
yang tidak menyertakan tenaga kesehatan (meja ke-3) sebagai sarana pendidikan
kesehatan bagi masyarakat yang justru sangat besar perannya dalam hal promosi
kesehatan.
Gagasan SehaTV
Sebagai solusi untuk menyikapi masalah kegiatan promosi kesehatan yang
belum dapat menjangkau masyarakat secara berkala dan belum dapat berpengaruh
terhadap masyarakat secara signifikan, kami berinisiatif mengajukan gagasan
untuk diluncurkannya stasiun televisi kesehatan nasional dengan nama SehaTV.
Melalui penayangan berbagai program televisi seperti film, iklan, talkshow dan
program lainnya yang mengusung tema kesehatan yang tidak hanya berfokus pada
kesehatan fisik namun juga kesehatan jiwa, SehaTV akan mampu memberikan
solusi untuk dua masalah sekaligus yaitu perbaikan strategi promosi kesehatan
dan perbaikan nilai-nilai tayangan program televisi. Selain dari itu, pemilihan
televisi sebagai media untuk promosi kesehatan didasari oleh sifat audio visual
dari televisi itu sendiri yang mampu memberi daya ingat yang lama bagi
pemirsanya. Menurut R. Benschofer, tayangan (suatu program acara) yang dapat
diingat melalui media audiovisual ini, setelah tiga hari, bisa mencapai presentase
sebesar 65%. Sedangkan apabila melalui media visual saja hanya 20%, dan
apabila melalui media audio saja hanya 10%.
SehaTV akan mampu merubah pandangan dan pola perilaku masyarakat
terhadap perilaku sehat dengan cara penayangan berbagai program dengan jadwal
harian dan mingguan yang nantinya akan dapat dengan mudah diingat dan diikuti
oleh masyarakat. SehaTV juga akan mampu membuat pemirsanya mendapatkan
tayangan yang sarat akan pendidikan melalui pemilihan penayangan program
yang bersumbu pada kesehatan jasmani dan rohani.

Gambar 1. Logo SehaTV

SehaTV akan menyajikan program-program pendidikan kesehatan sesuai


dengan usia dan pola aktivitas. Waktu tayang acara bagi setiap usia diatur
sedemikian rupa untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan akibat terlalu
sering menonton televisi, seperti gangguan tidur, diabetes, obesitas, attention
deficit disorder, gangguan pada mata, dll. Pada pelaksanaannya, setiap dimulainya
suatu tayangan akan diedukasikan terlebih dahulu kelompok usia yang boleh
mononton serta cara menonton televisi yang baik dan benar.
Bentuk program SehaTV beragam, mulai dari berita tentang perkembangan
dunia kesehatan disertai aktivitas terbaru yang dilaksanakan pemerintah, talkshow
bersama pakar kesehatan, film bertemakan kesehatan untuk remaja, kartun
pendidikan kesehatan untuk anak-anak, berita tentang perkembangan institusi
pendidikan kesehatan, berita tentang upaya cerdas masyarakat dalam
menanggulangi masalah kesehatan, kuis interaktif, tutorial olahraga,
penyembuhan sesuai agama, dan terapi musik. Iklan yang akan hadir disponsori
terutama oleh pihak pemerintah dan instansi yang berhubungan dengan
pendidikan dan kesehatan, sebagai contoh iklan untuk menghindari korupsi dari
KPK, iklan pentingnya memiliki JKN dari KEMENKES, iklan pentingnya
WAJARDIKNAS 9 tahun dari KEMENDIKBUD, dll. Berikut contoh program
dan jadwal waktu tayang SehaTV:
No
.
1.

Nama Program

Waktu

Hidup Sehat

Tayang
Setiap Hari,

Menurut Agama

04.00-05.00

Rasional

Usia

Saat pagi orang baru memulai


hari

dengan

fikiran

yang

dan Motivasi

masih segar dan kosong,

Kesehatan

sehingga hal-hal positif yang


diberikan di awal hari dapat
memicu

2.

semangat

positif

Isu dan Tren

Setiap Hari,

sampai penghujung hari


Keadaan otak di pagi hari

Penyakit

05.01-05.30

yang

belum

menerima

banyak

informasi

memungkinkan

masyarakat

menerima informasi secara


3.

optimal
Beristirahat sambil mencari

Berita
Kesehatan:
Indonesi

Setiap Hari,

informasi

melalui

media

12.01-13.00

elektronik, acara berita dapat

Mancane
gara

menjadi acara santai yang


Setiap Hari,

tidak

mengharuskan

17.01-18.00

masyarakat duduk di depan


televisi.

Namun

dengan

hanya mendengarkan sambil


beraktivitas, masyarakat tetap
4.

5.

Sekolah Kita

Setiap

dapat memperoleh informasi.


Perkembangan
dunia

(Informasi

Minggu,

pendidikan kesehatan akan

Institusi

14.01-15.00

membuka wawasan orang tua

Pendidikan

dan remaja yang berminat

Kesehatan)

melanjutkan pendidikan di

Tips Sehat:

bidang kesehatan
Tips singkat dan berulang

Tips Sarapan
Sehat

Setiap Hari,

akan

memudahkan

05.31-06.00

masyarakat

menyerap

informasi

Tips
Melakukan
Pekerjaan
Rumah
Tangga yang
Sehat

dan

mengaplikasikannya
Setiap Hari,
07.01-07.30

Tips Belajar
Sehat
Setiap Hari,

6.

Tutorial

18.01-18.30
Setiap

Olahraga dapat dilaksanakan

Olahraga

Minggu,

mandiri di dalam rumah dan

08.01-10.00

lebih

ekonomis,

merupakan

waktu

pagi
yang

sangat tepat untuk melakukan


olah tubuh dan sinar matahari
sangat

membantu

dalam

pengaktifan vitamin D bagi

7.

Kartun

Setiap Hari,

tulang
Pada jam-jam ini, anak-anak

Pendidikan

06.31-07.30

sekolah

Kesehatan

dasar, batita

dan

balita sedang pada waktu


istirahat

dan

biasanya

mencari

hiburan

lewat

televisi, sehingga sangat baik


memberikan
kesehatan
8.

pendidikan
lewat

tontonan
efektif

Film Remaja

Senin-

animasi/kartun
Remaja
sangat

(Tema

Sabtu,

diberikan

Kesehatan)

13.01-14.00

kesehatan

pendidikan
lewat

kisah

seusianya. Pada jam ini anak


sekolah menengah biasanya
beristirahat setelah kembali
dari sekolah dan tak jarang
mencari

hiburan

melalui

televisi, sehingga tayangan


film remaja dengan unsur
pendidikan kesehatan sangat
9.

Cerdas Cermat

Setiap

baik untuk ditayangkan


Evaluasi sangat penting untuk

Sehat

Minggu,

mengetahui

13.01-14.00

pendidikan,

capaian

suatu

perwakilan

kelompok setiap desa akan


dilombakan untuk mengikuti
ajang

evaluasi

yang

berhadiah agar masyarakat


10.

Talkshow

Senin-

semakin termotivasi
Infromasi

(Trending Topic

Sabtu,

penanggulangan

Kesehatan)

14.01-15.00

pencegahan penyakit yang

tentang
dan

sedang marak atau sering


terjadi

akan

angka
11.

menurunkan

kesakitan

Sejarah Tokoh

Senin &

diaplikasikan dengan tepat


Penambahan wawasan serta

Kesehatan

Rabu,

penghargaan terhadap tokoh

15.01-16.00

atas jasa dan perjuangannya


memberikan

12.

Detektif Gizi

pendidikan

Selasa &

moral bagi masyarakat


Asupan makanan yang sehat

Kamis,

dan bergizi seimbang serta

15.01-16.00

disesuaikan

dengan

kemampuan

ekonomi

memudahkan
13.

jika

Wisata Sehat

masyarakat

Sabtu &

memilih makanan yang tepat.


Tarvelling sudah menjadi

Minggu,

kebutuhan

16.01-17.00

besar masyarakat, panduan

bagi

sebagian

perjalanan yang sehat dan


aman sangat bermanfaat bagi
keselamatan dan kesehatan
14.

Kisah Inspiratif

Jumat-

traveler.
Kisah inspiratif dan menjadi

Masyarakat

Minggu,

tontonan ringan yang tak

(Penanggulangan 15.01-16.00

perlu konsentrasi tinggi dan

Masalah

mungkin

Kesehatan)

gambaran solusi atas masalah

dapat

memberi

yang ditemukan hari itu atau


15.

Film Keluarga

Senin-

hari-hari sebelumnya
Sinema keluarga banyak

(Tema Kesehatan Jumat,

disukai dan menjadi sarana

disertai Kuis

bagi seluruh anggota keluarga

Interaktif)

19.31-20.30

untuk

berkumpul

bertukar informasi

dan

10

16.

Terapi Musik

Setiap Hari,

Membuat

tubuh

rileks

20.31-21.00

sebelum tidur menurunkan


tingkat stress dalam tubuh
serta

mengoptimalkan

regenerasi dan metabolisme


tubuh.
Pihak yang Terkait
SehaTV akan terwujud jika banyak pihak yang terkait ikut serta dalam
mendukung gagasan ini. Adapun kementrian dan lembaga yang penting terlibat
dalam perwujudan gagasan SehaTV, diantaranya:
1 Kementrian
Kesehatan
sebagai
mitra
utama
dalam
melaksanakan program-program seputar promosi kesehatan.
2 Kementrian Komunikasi dan Informatika sebagai pembimbing
dan penanggungjawab pelaksanaan program.
3 KPI Pusat dan KPI Daerah sebagai pengatur penyelenggaraan
penyiaran.
4 Lembaga dan Institusi Kesehatan sebagai mitra dalam
membantu memberi bahan dan masukan program.
5 Lembaga dan Institusi lainnya yang ikut membantu
mensukseskan penyelenggaraan program.
Langkah Strategis
Salah satu langkah strategis yang dapat dilakukan untuk mewujudkan
gagasan SehaTV adalah dengan mengajukan proposal ini kepada pemerintah.
Kementrian Kesehatan merumuskan program SehaTV dalam mewujudkan targettarget menuju Indonesia Sehat. Kementrian Komunikasi dan Informatika bersama
KPI Pusat memberikan izin dan mengatur program penyiaran yang telah
dirumuskan.
Berikut prosedur yang harus dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2005 Tentang Penyelenggaraan Penyiaran
Lembaga Penyiaran Publik:
1 Mengajukan
Surat
permohonan
izin
penyelenggaraan
penyiaran melalui KPI kepada Menteri Komunikasi dan
Informatika dengan melampirkan persyaratan administratif;
2 KPI melakukan evaluasi;
3 KPI dan Menteri dan pemohon mengadakan Forum Rapat
Bersama;
4 Setelah mendapat izin, dilakukan masa uji coba selama 1
tahun sebelum mendapatkan izin tetap dari menteri;

11

5 Setelah melalui masa uji coba dan menyatakan siap untuk


dievaluasi, pemohon mengajukan permohonan kepada Menteri
untuk dilakukan evaluasi penyelenggaraan uji coba siaran;
6 Menteri menerbitkan keputusan izin tetap penyelenggaraan
penyiaran.

12

KESIMPULAN
Gagasan SehaTV akan memberikan wajah baru dalam dunia kesehatan
Indonesia. Tema kata Sehat yang tertera dalam nama gagasan tidak hanya
mengusung kesehatan dalam arti sempit, namun secara luas akan
menyebarluaskan arti kesehatan dalam konteks fisik dan jiwa yang mempengaruhi
pola hidup (biologi), pola pikir (psikologi), pola perilaku (sosial) dan kejiwaan
(spiritual) masyarakat Indonesia untuk mendukung Indonesia menjadi negara
bernilai, bermoral, dan bermartabat.
Untuk mencapai keberhasilan dalam gagasan ini, adanya komitmen dan
konsistensi tentu sangat diperlukan. Komitmen dan konsistensi ini diperlukan dari
seluruh lapisan masyarakat. Komitmen dan konsistensi pihak internal yang terkait
langsung dengan gagasan ini berupa kepedulian terhadap masalah kesehatan yang
ada dan usaha untuk menemukan solusi jitu dari permasalahan tersebut.
Komitmen dan konsistensi dari lapisan masyarakat lainnya dapat berupa kemauan
untuk berubah dan berperilaku ke arah yang lebih baik, yang dapat diwujudkan
mealui penanaman open minded positif secara perlahan seiring terlaksanya
gagasan ini. Sehingga terciptalah derajat kesehatan masyarakat
yang sejalan dengan pengertian sehat menurut World Health Organization
(WHO) yaitu sejahteranya fisik, mental, sosial, dan spiritual yang memungkinkan
individu dapat produktif dalam menjalani hidupnya.

13

DAFTAR PUSTAKA
EFFENDY, N. (1998) Dasar-dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat. Edisi 2.
Jakarta: EGC.
INDONESIAN PUBLIC HEAlTH. (2013) Kesehatan Masyarakat, antara
Kuratif, Preventif, dan Promotif. [Online] Diakses dari: http://www.indonesianpublichealth.com/2013/01/sejarah-kesehatan-masyarakat.html [Diakses: 02
Februari 2014].
Kementerian Kesehatan. 2013. Laporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian
Kesehatan.
Jakarta,
diakses
tanggal:
24
Februari
2015,
http://www.depkes.go.id/resources/download/laporan/kinerja/lak-kemenkes2013.pdf
REPUBLIK INDONESIA. BPPK KEMENKES. (2013) Riset Kesehatan Dasar
2013. Jakarta: BPPK KEMENKES RI.
REPUBLIK INDONESIA. DEPARTEMEN KESEHATAN. 2005. Pedoman
Umum Pengelolaan Posyandu. Jakarta: DEPKES RI.
REPUBLIK INDONESIA. KEMENTRIAN KESEHATAN. (2006) KEPMENKES
RI Nomor 279 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Upaya
Keperawatan Kesehatan Masyarakat di PUSKESMAS. Jakarta: MENKES RI
REPUBLIK INDONESIA. KEMENTRIAN KESEHATAN. 2014. Laporan
Tahunan Pusat Promosi Kesehatan Tahun 2013. Jakarta:
PUSPROMKES KEMENKES RI.
SEPTA, K. (2010) Menonton TV Lebih dari 2 Jam Berdampak pada
Psikologi
Anak.
[Online]
Diakses
dari:
http://kesehatan.kompasiana.com/ibu-dananak/2010/10/16/menonton-tv-lebih-dari-2-jam-berdampakpada-psikologi-anak-291787.html. [Diakses: 7 Maret 2015].

14

LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota
Ketua
A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap
2. Jenis Kelamin
3. Program Studi
4. NIM
5. Tempat dan Tanggal Lahir
6. Email
7. Nomor HP

Siti Sandra Liani


P
Keperawatan
220110120015
Bandung, 02 Maret 1995
sitisandraliani@gmail.com
083821609136

B. Riwayat Pendidikan
SD
Nama Institusi
Jurusan
Tahun Masuk-Lulus

SDN
Cangkuang XI
2000-2006

SMP
SMPN 2
Dayeuhkolot
2006-2009

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


Nama Pertemuan
Judul Artikel
No.
Ilmiah/Seminar
Ilmiah
1.
-

SMA
SMA Plus
Assalaam
IPA
2009-2012
Waktu dan
Tempat
-

D. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi, atau


institusi lainnya)
No.
Jenis Penghargaan
Institusi Pemberi Penghargaan
Tahun
1. Juara Kelas XII IPA
SMA Plus Assalaam
2012
2. Juara 1 Lomba Juz Amma
SMK-SMA Plus Assalaam
2011
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah Program Kreatifitas Mahasiswa Gagasan
Tertulis.
Sumedang, 16 Maret 2015
Pengusul,

(Siti Sandra Liani)


Anggota 1
A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap

Euis Yulianti

15

2.
3.
4.
5.
6.
7.

Jenis Kelamin
Program Studi
NIM
Tempat dan Tanggal Lahir
Email
Nomor HP

P
Keperawatan
220110120078
Bandung, 26 Nopember1993
euisyulianti2@gmail.com
085795828311

B. Riwayat Pendidikan
Nama Institusi
Jurusan
Tahun Masuk-Lulus

SD
SDN
Lamajang IV
2000-2006

SMP
SMPN 1
Cimaung
2006-2009

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


Nama Pertemuan
Judul Artikel
No.
Ilmiah/Seminar
Ilmiah
1.
-

SMA
SMAN 1
Lebakwangi
IPA
2009-2012
Waktu dan
Tempat
-

D. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi, atau


institusi lainnya)
No.
Jenis Penghargaan
Institusi Pemberi Penghargaan Tahun
1. Siswa Berprestasi
SMAN 1 Lebakwangi
2012
Dedikasi dan Kreatifitas
2.
SMAN 1 Lebakwangi
2011
sebagai Ketua Umum OSIS
4. Peraih Nilai UN ke-1
SMPN 1 Cimaung
2009
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah Program Kreatifitas Mahasiswa Gagasan
Tertulis.
Sumedang, 16 Maret 2015
Pengusul,

(Euis Yulianti)
Anggota 2
A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap
2. Jenis Kelamin
3. Program Studi
4. NIM

Sri Rahmawati
P
Keperawatan
220110120017

16

5.
6.
7.

Tempat dan Tanggal Lahir


Email
Nomor HP

Bandung, 29 April 1995


srirahmawati29@gmail.com
085658955591

B. Riwayat Pendidikan
SD
Nama Institusi
Jurusan
Tahun Masuk-Lulus

SDN
Padasuka III
2000-2006

SMP
SMPN 5
Sumedang
2006-2009

SMA
SMAN
Rancakalong
IPA
2009-2012

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


Nama Pertemuan
Judul Artikel
No.
Ilmiah/Seminar
Ilmiah
1.
2.
-

Waktu dan
Tempat
-

D. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi, atau


institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan
Institusi Pemberi Penghargaan
Tahun
1.
2.
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah Program Kreatifitas Mahasiswa Gagasan
Tertulis.
Sumedang, 16 Maret 2015
Pengusul,

(Sri Rahmawati)

17

Anggota 3
A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap
2. Jenis Kelamin
3. Program Studi
4. NIM
5. Tempat dan Tanggal Lahir
6. Email
7. Nomor HP

Irma Tri Mulia


P
Keperawatan
220110120003
Ciamis, 11 September 1994
Irmatrimulia99@gmail.com
085721109390

B. Riwayat Pendidikan
Nama Institusi
Jurusan
Tahun Masuk-Lulus

SD
SDN 4
Sidaharja
2000-2006

SMP
SMPN 1
Lakbok
2006-2009

SMA
SMAN 1
Ciamis
IPA
2009-2012

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


Nama Pertemuan
Judul Artikel
No.
Ilmiah/Seminar
Ilmiah
1.
2.
-

Waktu dan
Tempat
-

D. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi, atau


institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan
Institusi Pemberi Penghargaan
Tahun
1.
2.
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah Program Kreatifitas Mahasiswa Gagasan
Tertulis.
Sumedang, 16 Maret 2015
Pengusul,

(Irma Tri Mulia)

18

Anggota 4
A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap
2. Jenis Kelamin
3. Program Studi
4. NIM
5. Tempat dan Tanggal Lahir
6. Email
7. Nomor HP

Sabrina Andyka Putri


P
Keperawatan
220110140006
Banudung, 26 Agustus 1996
sabrinaandyka3@gmail.com
08972806252

B. Riwayat Pendidikan
SD
Nama Institusi
Jurusan
Tahun Masuk-Lulus

SDN
Nataendah 1
2002-2008

SMP
SMPN 3
Bandung
2008-2011

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


Nama Pertemuan
Judul Artikel
No.
Ilmiah/Seminar
Ilmiah
1.
2.
-

SMA
SMA Plus
Assalaam
2011-2014
Waktu dan
Tempat
-

D. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi, atau


institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan
Institusi Pemberi Penghargaan
Tahun
1.
2.
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah Program Kreatifitas Mahasiswa Gagasan
Tertulis.
Sumedang, 16 Maret 2015
Pengusul,

(Sabryna Andika Putri)

19

Lampiran 2. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas

No

1.
2.
3.
4.
5.

Nama / NIM
Siti
Sandra
Liani
(220110120015)
Euis
Yulianti
(220220120078)
Sri Rahmawati
(220110120017)
Irma Tri Mulia
(220110120003)
Sabrina Andyka
Putri
(220110140006)

Program
Studi

Bidang
Ilmu

Keperawatan

Kesehatan

Keperawatan

Kesehatan

Keperawatan

Kesehatan

Keperawatan

Kesehatan

Keperawatan

Kesehatan

Alokasi
Waktu
(jam/minggu)

Uraian
Tugas

20

21

Lampiran 3. Surat Pernyataan Ketua Kegiatan


KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

UNIVERSITAS PADJADJARAN
Jalan Raya Bandung Sumedang KM 21 Jatinangor 45363
Telp. 022-84288888 Fax. 022-84288889
Website : www.unpad.ac.id

SURAT PERNYATAAN KETUA PENELITI/PELAKSANA


Yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama
: Siti Sandra Liani
NIM
: 220110120015
Program Studi
: Keperawatan
Fakultas
: Keperawatan

Dengan ini menyatakan bahwa usulan PKM Pengabdian Kepada Masyarakat saya
dengan judul: SehaTV (Solusi Promosi Kesehatan Holistik sebagai Upaya
Peningkatan Kesehatan di Bidang Promotif dan Preventif) yang disusulkan untuk
tahun anggaran 2015 bersifat original dan belum pernah dibiayai oleh
lembaga atau sumber dana lain.
Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini,
maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku dan
mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenarbenarnya.

Sumedang, 16 Maret 2015


Mengetahui,
Wakil Rektor Unpad
Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan

Yang menyatakan,

Materai 6000

(Prof. Dr. H. Engkus Kuswarno, MS)


NIP.196311171988101001

(Siti Sandra Liani)


NIM. 220110120015