Anda di halaman 1dari 10

Nama : WINARISYAH

NPM

: 61111031

PRE TEST STASE ANAK

1. a) Apa arti anamnesis?


Jawaban:
Anamnesis adalah suatu tehnik pemeriksaan yang dilakukan lewat suatu
percakapan antara seorang dokter dengan pasiennya secara langsung atau
dengan orang lain yang mengetahui tentang kondisi pasien, untuk
mendapatkan data pasien beserta permasalahan medisnya.
b) Sebutkan reflek fisiologis dan reflek patologis?
Reflek fisiologis: - Reflek biseps
- reflek triseps
- reflek brakhioradialis
- reflek patella
- reflek ankle
- reflek klonus
- reflek kontraksi abdominal
- respons babinsky
c) Sebutkan nilai normal nadi, respirasi, tekanan darah, dan temperature sesuai umur?
Jawab:

Nadi Normal :

BBL
1-12 bln
1-2 th
2-6 th
6-12 th
12th-dewasa

: 120-160x/mt
: 80-120x/mt
: 80-130x/mt
: 75-120x/mt
: 75-110x/mt
: 60-100x/mt

Respirasi :
40 - 60x/menit
24 46x/menit

: Neonatus
: 6 12 tahun

20 30x/menit
16 20x/menit
12 16x/menit

: 1 5 tahun
: 5 10 tahun
: 10 15 tahun

Tekanan darah :

Neonatus
6 -12 th
1-5 th
5-10 th
10-15 th

: 80/45 mmHg
: 90/60 mmHg
: 95/65 mmHg
: 100/60 mmHg
: 115/60 mmHg

Suhu :

Hipotermia berat
Hipotermua sedang
Suhu normal
Demam
Hipertemia
Hiperpireksia

: < 35,5
: 35,5 36
: 36,5 37,5
: > 37,5 38,3
: > 38,4 39,9
: > 40,0 41,5

2. Jelaskan dan terang dasar diagnosis untuk menegakkan suatu penyakit


Jawaban :
Dilakukan dengan 3 cara :
Anamnesa : Berupa keluhan yang berupa gejala yang dirasakan oleh

penderita
Tanda (sign) : Berupa hasil pengamatan dokter / pemeriksa kesehatan
yang boleh dikatakan merupakan suatu observasi objektif yang dilakukan

terhadap pasien
Tes ( Uji / pemerikisaan )
Berupa upaya diagnostik dengan mempergunakan bantuan hasil uji alat
alat laboratorium / alat teknik pemeriksaan lainnya.
Contoh : Rontgen / ECG

3. Dasar diagnosis DBD/DHF


Jawaban :

Demam tinggi mendadak tanpa sebab yang jelas, berlangsung terus

menerus selama 2-7 hari


Terdapat manifestasi perdarahan ditandai dengan:
uji bendung positif
petekie, ekimosis, purpura
perdarahan mukosa, epistaksis, perdarahan gusi
hematemesis dan atau melena
Pembesaran hati
Syok, ditandai nadi cepat dan lemah sampai tidak teraba, penyempitan
tekanan nadi ( 20 mmHg), hipotensi sampai tidak terukur, kaki dan
tangan dingin, kulit lembab, capillary refill time memanjang (>2 detik)
dan pasien tampak gelisah.

4. Dasar diagnosis demam typoid


Jawaban :
Panas lebih dari 7 hari, biasanya mulai dengan sumer yang makin hari makin
meninggi, sehingga pada minggu ke 2 panas tinggi terus menerus terutama
pada malam hari.
Gejala gastrointestinal dapat berupa konstipasi, diare, mual, muntah, dan
kembung, hepatomegali, splenomegali dan lidah kotor tepi hiperemi.
Gejala saraf sentral berupa delirium, apatis, somnolen, sopor, bahkan sampai
koma.
Berbagai tanda dan gejala yang bisa timbul :
Demam tinggi dari 39 sampai 40 C (103 sampai 104 F) yang

meningkat secara perlahan


Tubuh menggigil
Denyut jantung lemah (bradycardia)
Badan lemah (weakness)
Sakit kepala
Nyeri otot myalgia
Kehilangan nafsu makan
Konstipasi
Sakit perut
Pada kasus tertentu muncul penyebaran vlek merah muda (rose
spots)

5. Dasar diagnosis bronkhopneumonia


Jawaban :
Bronkopneumonia biasanya didahului oleh infeksi traktus respiratoris bagian
atas selama beberapa hari. Suhu dapat naik mendadak sampai 39 400 C dan
mungkin disertai kejang karena demam yang tinggi. Anak sangat gelisah
dispneu, pernafasan cepat dan dangkal disertai pernafasan cuping hidung dan
sianosis sekitar hidung dan mulut. Kadang kadang disertai muntah dan
diare. Batuk biasanya tidak ditemukan pada permulaan penyakit, mungkin
terdapat batuk selama beberapa hari, yang mula mula kering kemudian
menjadi produktif.
6. Dasar diagnosis GGA
Jawaban :
Gagal ginjal akut (GGA) adalah penurunan fungsi ginjal mendadak dengan
akibat hilangnya kemampuan ginjal untuk mempertahankan homeostasis
tubuh.(1,5,10) Adapula yang mendefinisikan gagal ginjal akut sebagai suatu
sindrom yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang mendadak
dengan akibat terjadinya penimbunan hasil metabolit persenyawaan nitrogen
seperti ureum dan kreatinin.(2,3,7,12) Fine menambahkan dalam kriteria
diagnosis GGA yaitu terjadinya peningkatan kadar kreatinin darah secara
progresif 0,5 mg/dL per hari. Peningkatan kadar ureum darah adalah sekitar
10-20 mg/dL per hari, kecuali bila terjadi keadaan hiperkatabolisme dapat
mencapai 100 mg/dL per hari.
Gejala :
Keluaran urine sedikit, Mengandung darah,
Peningkatan BUN dan kreatinin,
Anemia,
Hiperkalemia,
Asidosis metabolic,
Udema,
Anoreksia,nause,vomitus,
Turgor kulit jelek,gatal-gatal pada kulit.

7. Dasar diagnosis asmabronkohialer


Jawaban :
Asma adalah penyakit saluran

nafas

dengan

karakteristik

berupa

meningkatnya reaktifitas trakea dan bronkhus terhadap berbagai rangsangan


sehingga terjadi penyempitan saluran nafas yang dapat hilang dengan atau
tanpa pengobatan, peningkatan reaktivitas tersebut dihubungkan dengan
proses inflamasi. Pada individu yang cenderung menderita penyakit ini,
inflamasi ini menyebabkan episode mengi yang berulang, sesak nafas, rasa
tegang di dada, serta batuk khususnya diwaktu malam dan/atau dini hari.
Gejala yang timbul biasanya berhubungan dengan beratnya derajat
hiperaktivitas bronkus. Obstruksi jalan nafas dapat reversible secara spontan
ataupun dengan pengobatan.
Gejala-gejala asma antara lain :
Sesak.
Bising mengi ( wheezing ) yang terdengar dengan atau tanpa

stetoskop.
Batuk produktif, sering pada malam hari.
Nafas atau dada seperti tertekan.

8. Dasar diagnosis kejang demam


Jawaban:
Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu
tubuh (suhu rektal lebih dari 380c) yang disebabkan oleh suatu proses
ekstrakranium. Kejang demam terjadi pada 2-4% anak berumur 6 bulan 5
tahun. Anak yang pernah mengalami kejang tanpa demam, kemudian kejang
demam kembali tidak termasuk dalam kejang demam. Kejang disertai demam
pada bayi berumur kurang dari 1 bulan tidak termasuk dalam kejang demam.
Bila anak berumur kurang dari 6 bulan atau lebih dari 5 tahun mengalami
kejang didahului demam, pikirkan kemungkinan lain, misalnya infeksi SSP,
atau epilepsi yang kebetulan terjadi bersama demam.

Kejang yang terkait dengan kenaikan suhu yang cepat dan biasanya
berkembang bila suhu tubuh (dalam) mencapai 30 oC atau lebih. Kejang khas
menyeluruh, tonik-tonik lama beberapa detik sampai 10 menit, diikuti dengan
periode mengantuk singkat pasca kejang. Kejang demam yang menetap lebih
lama 15 menit menunjukkan penyebab organik seperti proses infeksi atau
toksik dan memerlukan pengamatan menyeluruh. Ketika demam tidak lagi
ada pada saat anak sampai di rumah sakit, tanggung jawab dokter yang paling
penting adalah menentukan penyebab demam dan mengesampingkan
meningitis. Jika ada keragu-raguan berkenaan dengan kemungkinan
meningitis, pungsi lumbal dengan pemeriksaan cairan serebrospinalis (CSS)
terindikasi. Infeksi virus saluran pernapasan atas, roseola dan otitis media akut
adalah penyebab kejang demam yang paling sering.
Umumnya kejang berhenti sendiri. Begitu kejang berhenti untuk sesaat anak
tidak memberikan reaksi apapun, tetapi setelah beberapa detik atau menit anak
akan terbangun dan sadar kembali tanpa ada kelainan neurologi.
Anamnesis
Adanya kejang, jenis kejang, lama kejang, suhu sebelum/saat
kejang, frekuensi, interval, pasca kejang, penyebab kejang di luar

SSP.
Riwayat

keluarga, epilepsi dalam keluarga (kakak-adik, orang tua).


Singkirkan dengan anamnesis penyebab kejang yang lainnya.

Kelahiran,

perkembangan,

kejang demam

dalam

Pemeriksaan Fisik
Kesadaran
suhu tubuh
tanda rangsang meningkat
tanda peningkatan tekanan intracranial seperti: kesadaran menurun,
muntah proyektil, fontanel anterior menonjol, papiledema tanda
infeksi di luar SSP.

Tanda ifeksi diluar SSP misalnya otitis media akut, tonsilitis,

bronkitis, furunkulosis, dan lain-lain1


Pemeriksaan Nervi Kranialis
Umumnya tidak dijumpai adanya kelumpuhan nervi kranialis
Kriteria Diagnosis
Kejang demam terjadi pada 2-4% anak berusia 6 bulan - 5 tahun.
Kejang disertai demam pada bayi <> 5 tahun mengalami kejang
didahului demam, pikirkan kemungkinan lain seperti infeksi SSP, atau
epilepsi yang kebetulan terjadi bersama demam. Anak yang pernah
mengalami kejang tanpa demam, kemudian kejang saat demam, tidak
termasuk dalam kejang demam.
Kejang didahului oleh demam
Pasca kejang anak sadar kecuali kejang lebih dari 15 menit
Pemeriksaan punksi lumbal normal

9. Langkah resusitasi pada neonatus dan apgar score


Jawaban :
Anak (1-8 tahun) dan bayi (0-1 tahun) memerlukan sedikit perbedaan dalam
pertolongan. Pemeriksaan nadi pada bayi dilakukan pada nadi brakial (nadi
lengan atas). Sedangkan untuk anak seperti orang dewasa. Pada anak rasio
perbandingan kompresi : napas buatan yaitu untuk 1 penolong 30 : 2 dan
untuk 2 penolong perbandingannya menjadi 15 : 2.
Jika bayi atau anak tidak bernapas dan nadi tidak berdenyut, mulailah RJP
dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a. Posisikan penderita
b. Buka baju penderita bagian dada.
c. Tentukan titik pijatan, untuk bayi satu jari di bawah garis imajiner/semu
kedua puting susu. Untuk anak, sama dengan orang dewasa.
d. Lakukan pijatan jantung, untuk bayi dengan mempergunakan jari tengah
dan jari manis. Sedangkan untuk anak mempergunakan, satu tumit tangan
saja. Kecepatan pijatan pada bayi sekurang-kurangnya 100x/menit.

Khusus untuk bayi baru lahir maka perbandingan antara jantung luar dan
bantuan pernapasan adalah 3 : 1, mengingat dalam keadaan normal bayi baru
lahir memiliki denyut nadi di atas 120x/menit dan pernapasan mendekati
40x/menit.
APGAR SCORE :
Penilaian APGAR score ini biasanya dilakukan sebanyak 2 kali. Yaitu 5 menit
pertama bayi baru lahir dan 5 menit kedua atau 10 menit pertama bayi baru
lahir. Secara garis besar, penilaian APGAR score ini dapat disimpulkan seperti
berikut ini.
Appearance atau warna kulit:
Nilai APGAR 0 jika kulit bayi biru pucat atau sianosis
Nilai APGAR 1 jika tubuh bayi berwarna merah muda atau kemerah merahan
sedangkan ekstremitas ( tangan dan kaki) berwarna biru pucat.
Nilai APGAR 2 jika seluruh tubuh bayi berwarna merah muda atau
kemerahan
Pulse atau denyut jantung:
Nilai APGAR 0 jika bunyi denyut jantung tidak ada atau tidak terdengar
Nilai APGAR 1 jika bunyi denyut jantung lemah dan kurang dari 100 x/menit
Nilai APGAR 2 jika denyut jantung bayi kuat dan lebih dari 100 x/menit
Gremace atau kepekaan reflek bayi
Nilai APGAR 0 jika bayi tidak berespon saat di beri stimulasi
Nilai APGAR 1 jika bayi meringis, merintih atau menangis lemah saat di beri
stimulasi
Nilai APGAR 2 jika bayi menangis kuat saat bayi diberi stimulasi
Activity atau tonus otot
Nilai APGAR 0 jika tidak ada gerakan
Nilai APGAR 1 jika gerakan bayi lemah dan sedikit
Nilai APGAR 2 jika gerakan bayi kuat
Respiration atau pernafasan
Nilai APGAR 0 jika tidak ada pernafasan
Nilai APGAR 1 jika pernafasan bayi lemah dan tidak teratur
Nilai APGAR 2 jika pernafasan bayi baik dan teratur

Klasifikasi Penilaian Apgar Score


Kesimpulan penilaian dari hasil perhitungan APGAR score adalah sebagai
berikut:
0 3 : Asfiksia berat
Pada kasus ini bayi memerlukan perawatan yang lebih intensif dan
memerlukan alat bantu penafasan agar tidak terjadi gagal naafas atau henti
nafas.
4 6 : Asfiksia ringan
Pada kasus ini bayi hanya membutuhkan tidakan pertolongan ringan, seperti
membersihkan lendir yang menutupi jalan pernafasan bayi.
7 10 : Normal
Pada keadaan ini bayi lahir dengan score APGAR normal, itu berarti bayi
bunda sehat.
10. DD demam kurang 2 hari, demam 2-7 hari dan demam lama
Jawaban :
Demam Berdarah. Demam terus menerus 2-7 hari, disertai tanda
perdarahan seperti: petekie
(bintik merah pada kulit), epistaksis (mimisan), atau berak darah
(melena). Hasil pemeriksaan laboratorium: jumlah trombosit menurun
(trombositopenia), kadar hematokrit meningkat (hemokonsentrasi),
hasil tes serologis positif antigen virus dengue.
Demam Chikungunya. Demam dirasakan 3-5 hari, dengan keluhan
nyeri otot, sakit kepala seperti rasa tegang, Dengan pemeriksaan
serologis (tes darah) akan diketahui antigen penyebabnya dari strain
golongan virus chikungunya
Demam Influenza. Biasanya diawali keluhan pilek, batuk, demam 1-2
hari, sakit kepala, dan gangguan saluran pernafasan lainnya seperti
sesak nafas, hidung tersumbat, sakit menelan. Dari hasil pemeriksaan

darah hanya ada sedikit peningkatan jumlah leukosit (sel darah putih),
kriteris darah lengkap lainnya umumnya dalam batas normal.
Demam Malaria. Perasaan demam dialami 2-7 hari berturut-turut,
disertai keluhan nyeri kepala, otot-otot, seluruh badan, menggigil dan
berkeringat dingin. Pemeriksaan darah lengkap khususnya tes darah
tepi menunjukkan hasil positif terhadap salah satu parasit plasmodium
yang menginfeksi.
Demam Tifoid. Panas badan bisa lebih dari 7 hari, mual, muntah,
diare, dan gangguan pencernaan lainnya. Melalui tes darah Widal,
diketahui titer antigen penyebab yakni Salmonella typhosa atau
paratyphosa akan menunjukkan tanda peningkatan postitif.