Anda di halaman 1dari 6

GENESA BATUAN I

A. Pendahuluan
Batubara adalah salah satu bahan bakar fosil batuan sedimen yang
terbentuk dari endapan organik yang terutama terdiri dari karbon, hidrogen dan
oksigen. Batubara terbentuk dari tumbuhan yang telah terkonsolidasi
antara strata batuan lainnya dan diubah oleh kombinasi pengaruh tekanan dan
suhu selama jutaan tahun sehingga membentuk lapisan batubara
sukandarmuadi, 1995). Proses Pembentukan batubara itu sendiri dimulai sejak
zaman batubara pertama (Carboniferous Period / periode pembentukan karbon
atau batubara), yang berlangsung antara 360 juta sampai 290 juta tahun yang
lalu (sulistiawati, 1992).
Pembentukan batubara yang berlangsung selama jutaan tahun melalui
beberapa proses, seperti kimia dan fisika sehingga prosesnya tersebut sangat
mempengaruhi kualitas dari batubara itu sendiri. Penentuan kualitas batubara
ditentukan dengan analisis parameter secara kimia dan fisika. salah satu analisis
yang digunakan adalah analisis proksimat dan analisis ultima yang menghasilkan
data Air Dried Basis (ADB)
Well Logging adalah alat perekaman karakteristik bawah permukaan
dengan menggunakan log gamma ray, densitas dan log caliper. metode ini
adalah salah satu metode yang digunakan untuk eksplorasi batu bara yang
bertujuan untuk mengetahui kondisi bawah permukaan secara cepat dan
mendetail. Perusahaan pertambangan pada umumnya menggunakan metode ini
karena tingkat akurasi data yang baik dibandingkan dengan metode lainnya.

B. Batu Bara
Batubara adalah suatu batuan sedimen tersusun atas unsur karbon,
hidrogen, oksigen, nitrogen, dan sulfur. Dalam proses pembentukannya,
batubara diselipi batuan yang mengandung mineral. Bersama dengan moisture,
mineral ini merupakan pengotor batubara sehingga dalam pemanfaatannya,
kandungan kedua materi ini sangat berpengaruh. Dari ketiga jenis pemanfaatan
batubara, yaitu sebagai pembuat kokas, bahan bakar, dan batubara konversi,

pengotor ini harus diperhitungkan karena semakin tinggi kandungan pengotor,


maka semakin rendah kandungan karbon, sehingga semakin rendah pula nilai
panas batubara tersebut.
Batubara indonesia berada pada perbatasan antara batubara subbitumen
dan batubara bitumen, tetapi hampir 59% adalah lignit. Menurut hasil eksplorasi
pada tahun 1999 akhir, sumber daya batubara indonesia jumlahnya sekitar 38,8
miliar ton, dan sampai tahun 2003 sekitar 57,85 miliar ton.
Kemajuan pesat teknologi industri khususnya sejak akhir tahun 1950-an
membuat konsumsi energi meningkat sangat pesat. Hal ini membuat pemakaian
bahan bakar fosil (minyak bumi, gas alam dan batubara) secara besar-besaran
tidak terhindarkan. Bahan bakar fosil yang mudah di eksplorasi dan dapat
diperoleh dalam jumlah besar adalah batubara dengan biaya yang tidak terlalu
tinggi menjadi sumber energi utama dunia selama berpuluh-pulu tahun.Tetapi
pemakain bahan bakar batubara secara besar-besaran juga membawa dampak
yang sangat serius terhadap lingkungan terutama isu global warming dan hujan
asam.
Batubara memiliki keunggulan dibandingkan bahan bakar fosil lainnya,
yaitu:

Jumlah batubara yang economically exploitable lebih banyak.


Distribusi batubara di seluruh dunia lebih merata.
Batubara jug memiliki kelemahan, antara lain:

Karena komposisi coal adalah CHONS + Ash, coal identik dengan bahan

bakar yang kotor dan tidak ramah lingkungan.


Dibanding bahan bakar fosil lainnya, jumlah kandugan C per mol dari
batubara jauh lebih besar.
Hal ini menyebabkan pengeluaran CO2 dari batubara juga jauh lebih

banyak. Demikian juga dengan kandungan sulfur (S) dn nitrogen (N) nya yang
bila keluar ke udara bebas bisa menjadi H2SO4 dan HNO3 yang merupakan
penyebab hujan asam.

Sumber : www.banti-indonesia.com

Foto 1
Batu Bara

C. Metode Eksplorasi Well Logging untuk Batubara


Metode Well Logging berkembang dalam ekplorasi minyak bumi untuk
analisa kondisi geologi dan reservoar minyak. Logging untuk eksplorasi batubara
dirancang tidak hanya untuk mendapatkan informasi geologi, tetapi untuk
memperoleh berbagai data lain, seperti kedalaman, ketebalan dan kualitas
lapisan batubara juga mengkompensasi berbagai masalah yang tidak terhindar
apabila hanya dilakukan pengeboran, yaitu pengecekan kedalaman
sesungguhnya dari lapisan penting. Salah satu metodenya adalah Log Gamma
Ray.

D. Log Gamma Ray


Metoda logging lubang bor dengan memanfaatkan sifat radioaktif alami
dari batuan yang di bor. Metoda ini dipakai untuk logging lubang bor yang tidak
dapat di log secara listrik akibat adanya batang bor (casing). Dengan log sinar
gamma lapisan-lapisan batubara dapat diketahui karena mempunyai nilai gamma
yang rendah dibandingkan dengan serpihan, lempung atau serpih dalam
pelapisan batuan. Prinsip pengukuran gamma ray log adalah perekaman
radioaktivitas alami bumi. Radioaktivitas gamma ray berasal dari unsur-unsur
radioaktif yang ada dalam batuan yaitu Uranium, Thorium, dan Potasium . Yang
secara continue memancarkan sinar gamma dalam bentuk pulsa- pulsa energi
radiasi tinggi.

Sumber : inibumi.blogspot.com

Gambar 2
Dasar Aturan Litologi Batubara dari sinar gamma

Kekuatan radiasi gamma ray adalah kuat dari batulempung dan lemah
dari batupasir Terutama yang dari batulempung menunjukan nilai yang ekstra
tinggi, sedangkan yang dari lapisan batubara lebih rendah pada batupasir. Log
gamma
ray dikombinasikan dengan log utama, seperti log densitas, neutron dan
gelombang bunyi, digunakan untuk memastikan batas antara lapisan penting.
Kegunaan log gamma ray :

Evaluasi kandungan shale (Vshale).


Menentukan lapisan permeabel dan non permeabel berdasarkan sifat

radioaktif.
Ketebalan lapisan batuan.
Korelasi antar sumur.

KESIMPULAN
Batubara adalah suatu batuan sedimen tersusun atas unsur karbon,
hidrogen, oksigen, nitrogen, dan sulfur. Dalam proses pembentukannya,
batubara diselipi batuan yang mengandung mineral.
Well logging merupakan metode pengukuran besaran-besaran atau
parameter fisika dan kimia batuan terhadap kedalaman lubang bor. logging
geofisika bertujuan untuk memperoleh data kedalaman, ketebalan, dan kualitas
lapisan batubara yang dikombinasikan dengan data pengeboran. Salah satu
jenis dari metode ini adalah Log Gamma Ray. Log Gamma Ray adalah Metoda
logging lubang bor dengan memanfaatkan sifat radioaktif alami dari batuan yang
di bor. Metoda ini dipakai untuk logging lubang bor yang tidak dapat di log secara
listrik akibat adanya batang bor. Dengan log sinar gamma lapisan-lapisan
batubara dapat diketahui karena mempunyai nilai gamma yang rendah
dibandingkan dengan serpihan, lempung atau serpih dalam pelapisan batuan.

DAFTAR PUSTAKA
Akbari, Desri, "INTERPRETASI DATA GEOPHYSICAL WELL LOGGING"
https://www.academia.edu. Diakses Pada tanggal 24 Desember 2015
Pukul 13.23 WIB
Rismayanti, 2012, "BATU BARA" http://rismayantianalisabatubara.blogspot.co.id
Diakses Pada Tanggal 23 Desember 2015 pukul 13.30 WIB
Yuzan, Fudhaili, "Penentuan Kualitas Batubara Berdasarkan Log Gamma
Ray" http://id.scribd.com . Diakses Pada tanggal 24 Desember 2015
Pukul 13.45 WIB