Anda di halaman 1dari 17

Terapi Pembedahan pada

Pasien TBC Paru


Pembimbing: dr. Saleh Setiawan, Sp.B

RS ISLAM JAKARTA PONDOK KOPI


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2016

Pada

TBC paru, terapi terpilihnya yaitu adalah


medikamentosa. Terapi pembedahan diperlukan sebagai
pencegahan penyebaran kuman.
Pasien yang memerlukan tindakan pembedahan sering
mempunyai BTA yang sudah resisten terhadap obatobatan anti TBC garis pertama dan memerlukan obatobatan garis kedua. Sesudah pembedahan, terapi
medikamentosa tetap berlanjut.
Untuk menentukan terapi pembedahan, memerlukan:
diagnosa fungsional dan anatomik, status terapi yang
sudah didapat, keadaan sosial dan pekerjaan pasien.
Indikasi pembedahan:
Penyakit TBC paru
Sputum Conversion
Kecurigaan keganasan atau keganasan dengan TBC
paru

Penyulit

TBC paru sehingga


tindakan pembedahan:

memerlukan

Atelektasis karena stenosis atau sumbatan karena


penekanan
Perdarahan masif
Bronkiektasis
Tukak pada bronkus besar atau trakea
Kavarne atau kavitas
Infeksi sekunder oleh jamur
Sindroma lobus tengah atau middle lobe syndrome
Empiema TBC

Penyakit TBC Paru

Keganasan

Paru

Biasanya coin lession pada foto toraks penderita


dapat dibedakan apakah itu karena keganasan atau
tuberkuloma. Jika meragukan, untuk menegakkan
diagnosa, tindakan pembedahan dapat dilakukan.
Untuk menentukan toleransi pembedahan:
1. Pemeriksaan faal paru yang konvensional
2. Pemeriksaan analisa gas darah
3. scanning perfusi paru atau ventilasi paru
4. Kateterisasi jantung kanan

Penyakit TBC Paru

Penyulit

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

keganasan yang mungkin terjadi:

Fistel bronkus-pleura
Empiema
Atelektasis paru
Gagal pernapasan
Gagal jantung dan edema paru
Rongga sisa di dada sebagai akibat reseksi
Bergesernya mediastinum karena bagian paru yang
hilang

Pada

dasarnya, operasi yang terbaik adalah


membuang atau reseksi sumber kelainan yang
menjadi sebab indikasi operasi.

Penyakit TBC Paru

Penatalaksanaan Kanker
Paru
Pembimbing: dr. Saleh Setiawan, Sp.B

RS ISLAM JAKARTA PONDOK KOPI


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2016

Menegakkan Diagnosis Kanker Paru


Keluhan

dan gejala klinis dan atau


Kelainan radiologis thoraks yang ditunjang oleh penemuan
pemeriksaan khusus, misalnya bronkoskopi dipastikan dengan
penemuan histologis dan / atau sitologis

Keluhan dan gejala kanker paru di bagi menjadi 4:


1.

Akibat pertumbuhan neoplastik terhadap saluran nafas dan paru


Iritasi dan gangguan mekanik pada saluran nafas menimbulkan
gejala batuk, hemoptoe dapat terjadi tapi jarang
Merendahkan resistensi tubuh terhadap infeksi akibat gangguan
faal bronkus dan retensi lendir, menimbulkan pneumonitis
berulang, dalam keadaan berat dapat terjadi abses paru
Pada stadium lanjut dapat terjadi obstruksi bronkus,yang dapat
mengakibatkan sesak nafas

2. Akibat penekanan dan atau infiltrasi terhadap alat di


sekitarnya
Pada vena cava superior: sindroma vena cava superior
Pada esofagus: disfagia
Pada trakea: dispnea dngan stridor
3. Metastasis
Metastasis melalui saluran getah bening menimbulkan
pembesaran kelenjar getah bening di hilus dan
mediastinum. Metastasis melalui aliran darah dapat
menyerang alat alat yang jauh seperti tulang, otak, ginjal
dan hati.
4. Kelainan yang belum jelas penyebabnya
Misalnya generalized hypertropic osteoarthropathy
trombosis perifer yang berulang dan neuropati.

Tumor Mediastinum

Definisi

Tumor mediastinum (massa mediastinum)


adalah tumor atau kista yang berasal dari
mediastinum.
Persoalan yang terjadi karena tumor
mediastinum
1. Desakan pada organ sekitarnya
2. Tidak mudah mendapat hasil PA pasti
karena sulit mengambil sampel
3. Sering timbul persoalan untuk mencari
tumor primer

Umum

Terjadi bila ada pendesakan atau infiltrasi organorgan didalam mediastinum, misal:
1. Sesak napas
2. Gangguan menelan
3. Sindrom vena cava superior
4. Gangguan suara
Khusus

-.gejala-gejala gangguan metabolisme pada


struma retrosternal
-.gejala gangguan metabolisme kalsium dan
Keluhan
fosfor pada tumor paratiroid yang retrosternal

Menentukan
Menentukan

asal tumor
jenis

histopatologi

tumor

tersebut
Melakukan

pemeriksaan

sehubungan

dengan perawatan setelah operasi


Pemeriksaan

khusus

Pemeriksaan

A.

Mediastinum anterior
Tumor teratoid, struma retrosternalis, timoma,
cystohygroma, kista prekardial

B.

Mediastinum posterior
Tumor neurogenik, kista-kista enterogenik

C.

Tanpa lokasi tertentu


Kista bronkogenik, lipoma, kista echinococcus
fibroma, tuberkuloma, tumor kelenjar limfe,
primer, sekunder

Lokasi beberapa Tumor


Mediastinum

A.
B.

Diperlukan hasil Patologi Anatomi. Bila


perlu dilakukan ekspirasi torakotomi.
Bila hasil PA menunjukkan keganasan,
maka:
1. Bagi tumor sensitif penyinaran atau sitostatika,
tidak dianjurkan operasi
2. Bagi tumor tidak sensitif penyinaran atau
sitostatika dianjurkan operasi paliatif diikuti
penyinaran atau sitostatika

Bila hasil PA tidak menunjukkan keganasan


maka dianjurkan
pengangkatan secepatnya
Terapi
Pembedahan
dan sebanyak-banyaknya
C.

1.

2.

Untuk tumor mediastinum di anterior


biasanya dilakukan sayatan midsternal,
bila tumor sangat besar dan sulit
dikeluarkan,
dilakukan
sayatan
tambahan berupa T ke arah lateral
Tumor yang letaknya posterior biasanya
dapat
dicapai
dengan
sayatan
posterolateral

Cara Torakotomi untuk Tumor


Mediastinum

WASSALAMUALAIKUM WR. WB
TERIMA KASIH