Anda di halaman 1dari 15

Arsitektur Kristen Awal

(313-800)

Sejarah singkat
Pada abad I Masehi kekuasaan Kerajaan
Romawi mulai melemah, masalah terbesar
tertutama pada perekonomian negara dan
pemberontakan suku-suku bangsa yang
dahulu telah ditaklukkan oleh bangsa Romawi.
Kekaisaran Romawi akhirnya pecah menjadi
dua bagian Timur dan Barat. Romawi Timur di
bawah pimpinan Konstantin yang masih bisa
mempertahankan wilayahnya. Di bagian barat
bercerai-berai dan menjadi jajahan suku
bangsa Jerman.

Agama Kristen lahir dan


berkembang di Wilayahtimur,
dibawa oleh Santo Petrus dan
santo Paulus ke Roma yang
kemudian menjadi pusatnya.

Awal Arsitektur Kristen dimulai


pada sekitar 313 -800 M.
Kemudian berkembang serta
menonjol
didataran
Itali,
kemudian merambah menuju
wilayah balkan dan Yunani.

Periode masa Kristen Awal di bagi


menjadi tiga bagian yaitu:
Periode Pengejaran (0 - 325 M)
Periode Pengakuan (325 - 395 M)
Perpecahan Kerajaan Romawi (395 M)

Hal yang berperan dalam


perkembangan
Arsitektur Kristen Awal

Geologis : dimana bangunan


didirikan disitulah bahan bangunan
diambil seperti batu dan marmer
Iklim : pada wilayah yang lebih panas
biasanya lebih banyak membuat
jendela.

Karakteristik Arsitektur Kristen Awal

Bentuk dasar Arsitektur Kristen


Awal mengacu dari bentuk
arsitektur Romawi.

Bentuk denah sangat terikat dengan


pola sistematik dan simetris serta
memiliki satu apses saja.

Santa maggiore

Apolinare

Atap dengan konstruksi kayu


sederhana, konstruksi atap portico
setengah kuda-kuda, dan memiliki
sisi miring tunggal

Dinding dari beton/batu diplester dan


ditambahkan ornamen mosaik dan
lukisan fresco yang menceritakan
kisah tertentu.

Pilar-pilar besar dengan order


korintian

Lukisan yang terdapat pada kubah

Tipologi bangunan
Basilika
Basilika merupakan cikal bakal
gereja yang mempunyai denah
memanjang.
Basilika
Kristen
dibuat
berdasarkan
Basilika
Romawi yang
juga berfungsi
sebagai
tempat
pertemuan.
Namun
ada
juga
yang
mengatakan, bahwa prinsip dasar
Basilika Kristen
adalah rumah
tinggal gaya Romawi yang
memiliki
atrium
dibagian
tengahnya dan dikombinasikan
dengan gaya susunan gedung
pertemuan

Tempat
pembabtisan
Adalah bagian
dari sebuah
gereja atau kapel
yang dapat
digunakan khusus
untuk upacara
pembabtisan

Mousoleum atau
makam diatas tanah

sekian