Anda di halaman 1dari 13

Akuntansi Sektor Publik

Bab 1 : Pengantar Akuntansi Sektor Publik

Kelompok 1
Anggota : - Izhar Noor Saleh

(1314190064)

- Rilo Buditamtomo

(1314190059)

- Sjarifah Hanum

(1314190103)

- Putri Nur Azizah

(1314190115)

- Hafid Dzulqodi

(1314190120)

- Abdul Rachman A

(1214190074)
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah
tentang Kerangka Konseptual. Dan juga kami berterima kasih pada Ibu Hartati SE
selaku Dosen mata kuliah Akuntansi Sektor Publik YAI yang telah memberikan tugas
ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai Pengantar Akuntansi Sektor Publik.
Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan
dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran
dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan
datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang
membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami
sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan
saran yang membangun dari Anda demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan
datang.

Jakarta, Maret 2016

Penyusun

PENDAHULUAN

1.

Latar Belakang
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas dari guru mata kuliah Akuntansi
Sektor Publik Makalah ini disusun berdasarkan tugas kelompok, dan kami kelompok
1 mendapat bagian menyusun materi mengenai Pengantar Akuntansi Sektor Publik.

2.

Rumusan Makalah
Pengertian Akuntansi Sektor Publik
Ruang Lingkup Akuntansi Sector Publik
Elemen Elemen Akuntansi Sektor Publik
Lingkup Organisasi Sektor Publik
Profesi Akuntan Sektor Publik
Fitur Ideologi Dalam Manajemen Organisasi Sektor Publik
Perubahan Pemikiran Orde Baru ke Orde Reformasi
Tinjauan Hubungan Antarbab

3. Tujuan

Memenuhi tugas dosen mata kuliah Akuntansi Sektor Publik.


Menambah referensi mengenai Akuntansi Sektor Publik.
Menambah pengetahuan mengenai Akuntansi Sektor Publik.

1.1 Definisi Akuntansi Sektor Publik


Dari berbagai buku Anglo Amerika, akuntansi sektor publik diartikan sebagai
mekanisme akuntansi swasta yang diberlakukan dalam praktek organisasi public.
Sementara dari berbagai buku lama terbitan Eropa Barat, akuntansi sektor public
disebut sdebagai akuntansi pemerintahan, dan diberbagai kesempatan bidang ini
disebut akuntansi keuangan public.
Akuntansi sector public didefinisikan sebagai akuntansi dana masyarakat.
Akuntansi dana masyarakat dapat diartikan sebagai:
mekanisme teknik dan analisis akuntansi yang diterapkan pada pengelolaan dana
masyarakat (Bastian, 1999)
Dari definisi tersebut dana masyarakat perlu diartikan sebagai dana yang
dimiliki oleh masyarakat, bukan individual, yang biasanya dikelola oleh organisasi
organisasi sector public, serta pada proyek proyek kerja sama sector public dan
swasta.
Akuntansi sector public didefinisikan sebagai mekanisme teknik dan analisis
akuntansi yang diterapkan pada pengelolaan dana masyarakat di lembaga
lembaga tinggi negara dan departemen departemen di bawahnya, pemerintah
daerah, BUMN, BUMD,LSM, dan yayasan social, maupun pada proyek proyek kerja
sama sector public serta swasta.
1.1.1 Peranan Akuntansi Sektor Publik
Pelayanan masyarakat oleh sector public secara keseluruhan memainkan
peranan yang vital dalam perekonomian negara. Pemerintah pusat maupun daerah
cenderung berfokus pada pengeluaran nasional dan memproyeksikan sector public
sebagai kran ekonomi, yang menyerap sumber daya yang dapat digunakan lebih
baik disektor lain. Dalam kenyataannya, peranan swasta maupun kerja sama public
swasta tidak mengubah porsi ekonomi agensi public.
Dengan kebijakan desentralisasi yang diberlakukan di Indonesia saat ini,
ruang fiscal daerah kini tersedia. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah kini
sama sama mempunyai kesempatan untuk memperbaiki pelayanan public yang
sebelumnya terabaikan. Jika dana fiscal dikelola dengan hati hati, ketertinggalan
daerah daearah tertentu dan perbatasan dapat dikurangi. Keberhasilan
pengelolaan tersebut akan ditunjukkan dengan perbaikan indikator indikator
sosial.
Berdasarkan kondisi diatas, organisasi publik dapat berfokus pada
peningkatan pelayanan berjangka panjang. Dengan kata lain, dampak pelayanan

terhadap kualitas kehidupan generasi berikut menjadi sangat diperhatikan, seperti


penyediaan infrastruktur.
1.1.2 Fenomena Terkait Akuntansi Sektor Publik
Dalam kehidupan sehari hari, keberadaan organisasi sector public dapat
dilihat disekitar kita. Institusi pemerintahan baik pusat maupun daerah, partai
politik, tempat peribadatan, sekolah, yayasan, dan LSM adalah organisasi sector
public.
Dapat disimpulkan bahwa sector public adalah sector sector yang ada
dalam kehidupan bermasyarakat, dimana organisasi pelaksananya merupakan
organisasi yang tujuan utamanya tidak mencari keuntungan keuangan.
Fenomena besar yang terakhir dalam konteks akuntansi sector public adalah
reformasi tata kelola pemerintahan dan organisasi sector public lain. Tuntutan
reformasi ini menyebabkan demokratisasi pengelolaan organisasi melalui aspek
transparansi dan akuntabilitas.
Di Indonesia, adanya desentralisasi pengelolaan pemerintahan didaerah dan
tuntutan masyarakat akan transparansi serta akuntabilitas memaksa pemerintah,
baik pusat maupun daerah, untuk menciptakan sistem pengelolaan keuangan yang
lebih transparan dan akuntabel.
Pada tahun 1950, Marshall melakukan reformasi tata keola keuangan public
melalui pengelolaan hibah Amerika serikat kepada Eropa untuk perbaikan
infrastruktur yang rusak akibat perang. Tata administrasi keuangan public ini
merupakan tata administrasi organisasi public dalam aspek keuangan.
Pada tahun 1998, International Federation of Accountant (IFAC) menerbitkan
International Public Sector Accounting Standard sebagai usaha untuk memperbaiki
komunikasi pelaporan keuangan pemerintahan.

1.2 Ruang Lingkup Akuntansi Sekor Publik


Pemahaman akan pentingnya akuntansi sector public telah muncul akhir
akhir ini. Keluasan pembahasan bidang akuntansi sebagai satu sisi lain dari
akuntansi, mulai dirasa penting dalam pengajaran akuntansi diperguruan tinggi.
Lingkup Akuntansi Sektor Publik dapat dipandang sebagai turunan dari
berbagai perkembangan pemikiran yang terjadi diatas. Di Indonesia, ruang lingkup
organisasi sector public meliputi lembaga lembaga tinggi negara dan departemen
departemen dibawahnya, pemerintah daerah, yayasan, partai politik, perguruan
tinggi dan organisasi organisasi public nirlaba lainnya.
Di Indonesia, Akuntansi Sektor Publik mencakup beberapa bidang utama
yakni:

Akuntansi
Akuntansi
Akuntansi
Akuntansi
Akuntansi
Akuntansi
Akuntansi
Akuntansi

Pemerintah Pusat
Pemeerintah Daerah
Partai Politik
LSM
Yayasan
Pendidikan: Sekolah, Perguruan Tinggi
Kesehatan: Puskesmas, Rumah Sakit
Tempat Peribadatan: Masjid, Gereja, Wihara, Pura

1.3 Elemen Elemen Akuntansi Sektor Publik


Elemen akuntansi sector public adalah bagian bagian yang dibutuhkan
dalam pengelolaan manajemen keuangan public. Bagian bagian ini dapat
digambarkan dalam serangkaian aiklus akuntansi sector public berikut ini:
Pertanggungjawaba

n publik

Perencanaan
publik

Penganggaran
Publik

Akuntansi Sektor Publik

Audit Sektor
Publik

Pelaporan
Keuangan Sektor
Publik

Realisasi
Anggaran
Publik

Pengadaan
Barang dan
Jasa Publik

a. Perencanaan Publik
Perencanaan adalah proses untuk menentukan tindakan yang tepat dimasa
depan melalui urutan pilihan dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia
(UU RI No 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional Pasal
1 Poin 1).

Berdasarkan pengertian diatas, inti dari perencanaan adalah bagaimana


mengantisipasi masa depan menurut tujuan yang ditetapkan dengan melakukan
persiapan yang didasarkan pada data dan informasi yang tersedia saat ini. Aspek
yang terkandung dalam perencanaan adalah perumusan tujuan dan cara mencapai
tujuan tersebut dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Tujuan public adalah
kesejahteraan public itu sendiri. Jadi, tujuan perencanaan public adalah
perencanaan pencapaian kesejahteraan public secara bertahap dan sistematis.
b. Penganggaran Publik
Berdasarkan penejelasan UU No. 17 Tahun 2003, anggaran adalah alat
akuntabilitas, manajemen, dan kebijakan ekonomi. Sebagai instrument kebijakan
ekonomi, anggaran berfungsi mewujudkan pertumbuhan dan stabilitas
perekonomian serta pemerataan pendapatan dalam rangka mencapai tujuan
bernegara.
Kesuksesan pelaksanaan anggaran ditentukan oleh 3 faktor, yaitu pertama,
kebijakan keuangan secara menyeluruh ditentukan oleh lembaga setingkat
departemen atau lembaga tertinggi; kedua, kesuksesan anggaran sangat
ditentukan oleh dukungan politis berbagai lembaga; dan ketiga, akurasi
perencanaan, terutama penganggaran, dipengaruhi oleh teknik review atas
prakiraan anggaran.
c. Realisasi Anggaran Publik
Realisasi anggaran public merupakan pelaksanaan anggaran public yang
telah direncanakan dan ditetapkan dalam program serta kegiatan yang nyata. Ini
berarti focus pelaksanaan anggaran tertuju pada operasionalisasi program atau
kegiatan yang telah direncanakan dan ditetapkan.
d. Pengadaan Barang dan Jasa Publik
Pengadaan barang dan jasa public adalah proses, cara, dan tindakan dalam
menyediakan barang serta jasa kepada masyarakat atau public. Barang dan jasa
yang disediakan merupakan bentuk pelayanan dalam memenuhi kebutuhan
masyarakat demi tercapainya kesejahteraan masyarakat.
e. Pelaporan Keuangan Sektor Publik
Laporan keuangan adalah hasil akhir dari proses akuntansi yang menyajikan
informasi yang berguna untuk pengembalian keputusan oleh berbagai pihak yang
berkepentingan. Perlu diperhatikan bahwa ada beberapa komponen laporan seperti
Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, Laporan Arus Kas, dan
dilengkapi oleh Catatan atas Laporan Keuangan atau laporan tambahan lainnya,
seperti laporan tahunan dan prospectus.
f. Audit Sektor Publik

Audit adalah suatu proses sistematik yang secara objektif menyediakan dan
mengevaluasi bukti bukti yang berkenaan dengan asersi tentang kegiatan serta
kejadian ekonomi guna memastikan derajat atau tingkat hubungan antara asersi
tersebut dengan kriteria yang ada, dan mengomunikasikan hasil yang diperoleh
kepada pihak pihak yang berkepentingan.
g. Pertanggungjawaban Publik
Dalam organisasi sector public, pertanggungjawaban atau akuntabilitas
adalah pertanggungjawaban atas tindakan dan keputusan dari para pemimpin atau
pengelola organisasi sector public kepada pihak yang memiliki kepentingan
(stakeholder) serta masyarakat yang memberikan amanah kepadanya, berdasarkan
sistem pemerintahan yang berlaku.

1.4 Lingkup Organisasi Sektor Publik


Menilik dari sejarahnya, akuntansi mulai dikenal dalam suatu transaksi yang
dilakukan organisasi perdagangannya. Fakta ini mengindikasikan bahwa
pembahasan mengenai organisasi sector public perlu dilakukan terlebih dahulu
sebelum penguraian topic akuntansi sector public itu sendiri.
1.4.1 Pengertian dan Karakteristik Organisasi Sektor Publik
Kajian organisasi sector public biasanya dilakukan dari sisi manajemen.
dalam perkembangannya, kajian tersebut telah memasuki wilayah karakter frase
sector public. Dari sisi kebijakan public, sector public lebih dipahami sebagai
kenaikan pajak, birokrasi yang berlebihan, pemerintahan yang besar, dan
nasionalisasi versus privatisasi. Dalam arti luas frase sector public diartikan sebagai
metode manajemen negara dan dalam arti sempit sector public diinterpretasikan
sebagai pungutan oleh negara.
Karakteristik Organisasi Sektor Publik adalah sebagai berikut :
Tujuan

Aktivitas

Sumber Pembiayaan

Untuk mensejahterakan masyarakat secara bertahap,


baik dalam kebutuhan dasar, dan kebutuhan lainnya
baik jasmani maupun rohani.
Pelayanan public seperti dalam bidang
pendidikan,kesehatan, keamanan, penegakan hukum,
transportasi public, dan penyediaan pangan.
Berasal dari dana masyarakat yang berwujud pajak dan
retribusi, laba perusahaan negara, pinjaman
pemerintah, serta pendapat lain lain yang sah dan

Pola
Pertanggungjawaban

Kultur Organisasi
Penyusunan Anggaran

Stakeholder

tidak bertentangan dengan perundangan yang berlaku


Bertanggung jawab kepada masyarakat melalui
lembaga perwakilan masyarakat, seperti dalam
organisasi pemerintahan yang meliputi Dewan
Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah
(DPD), dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD),
serta dalam yayasan dan LSM seperti dewan pengampu.
Bersifat birokratis, formal, dan berjenjang.
Dilakukan bersama masyarakat dalam perencanaan
program. Penurunan anggaran public dipublikasikan
untuk dikritisi dan didiskusikan oleh masyarakat. Dan,
akhirnya, disahkan oleh wakil masyarakat di DPR, DPD,
DPRD, majelis syuro partai, dewan pengurus LSM, atau
dewan pengurus yayasan
Dapat dirinci sebagai masyarakat Indonesia, para
pegawai organisasi, para kreditor, para investor,
lembaga lembaga Internasional termasuk lembaga
Donor Internasional (seperti Bank Dunia (World Bank),
International Monetary Fund (IMF), Asian Development
Bank (ADB), Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), United
Nation Development Program (UNDP), USAID, dan
pemerintah luar negeri.

1.4.2 Sejarah dan Perkembangan Organisasi Sektor Publik dari Sudut


Akuntansi
Sejak awal tahun 1990-an, paradigma di berbagai negara bergeser dari kelola
pemerinta formal (ruling government), menuju ke tata pemerintahan yang baik
(good governance), dalam rangka mendapatkan administrasi pemerintahan menjadi
lebih berhasil guna, berdaya guna, dan berkeadilan bagi setiap warga masyarakat.
Sebenarnya, sejarah organisasi sektor publik telah dimulai sejak ribuan tahun
yang lalu. Bahkan, dalam bukunya, Vernom Kam (1989) mengilustrasikan
keberadaan praktek akuntansi sektor publik sejak tahun sebelum Masehi. Kekuatan
sosial masyarakat, yang umumnya berbentuk pemerintahan organisasi sektor
publik ini, diklasifikasikan dalam :
Perkembangan Organisasi Sektor Publik

3000SM

2000SM

Periode
Babilonia

1000SM

Abad ke-1

Periode
Yunani

Periode
2650-2500SM
Mesir

Abad ke-2

Periode
Romawi

Abad ke-3

Periode
Eropa

Piramid dan Sphinx dibangun pada tahun


Abraham pada 2000SM
Code Hammurabi 1750SM
Musa 1400SM

. Semangat kapitalisasi (capitalistic spirit)


.. Peristiwa politik dan ekonomi (economic and plitic events)
... Inovasi teknologi (technology inovation)

Bukti sejarah mengindikasikan bahwa praktik sistem pencatatan telah ada


sejak jaman mesin kuno. Organisasi Kementrian didirikan dengan tujuan
mengadministrasi laporan untuk Perdana Menteri. Para Menteri melakukan praktek
laporan bulanan yang terkait dengan hasil pemungutan pajak. Berikut ini adalah
Sejarah Akuntansi Sektor Publik :

Periode
3000SM
1000SM

Peradaban
Babilonia
Mesir Kuno

1000SMAbad ke-1
Abad ke-1
Abad ke-5
Pertengaha
n abad ke14

Yunani

Awal abad
ke-15

Eropa

Roma
Eropa

Aktivitas
Praktek pencatatan telah dilakukan dalam berbagai kegiatan
untuk menghasilkan pendapatan dan produksi
Praktek sistem pencatatan telah ada sejak zaman Mesir Kuno.
Organisasi Kementrian didirikan dengan tujuan
mengadministrasi laporan untuk Perdana Menteri.
Di masa Yunani, pemerintahan yang berkuasa membagi
secara adil berbagai sumber pendapatan yang diterima.
Di masa Roma, praktek akuntansi untuk mendukung
mekanisme pajak dilakukan pleh semua pejabat.
Pada pertengahan akhir abad ke-14, praktek pencatatan
transaksi keuangan di Gena adalah berupa bukti transaksi
keuangan antara pemerintahan yang berkuasa dan rakyat.
Selanjutnya proses pencatatan perkembangan dalam proses
perdagangan antarnegara.
Pada awal abad ke-15, kekuatan perekonomian bergeser dari
Italia ke Inggris, dimana proses pelaporan dikembangkan
lebih rinci, terutama informasi tentang tenaga kerja, metode

Akhir abad
ke-18

Eropa

Abad ke-19
Abad ke20

Eropa

produksi, jenis dan kualitas barang yang diproduksi, harga


jual, dan metode pemasaran.
Pada akhir abad ke-18, tejadi perubahan mendasar dalam
aturan bisnis. Inisiatif individu menjadi lebih dihargai dan
diberi peluang seluas-luasnya.
Praktek akuntansi sektor publik dapat dikatakan berkembang
lebih lambat. Interprestasi yang salah mulai muncul dengan
menyamakan akuntansi sektor publik sebagai proses
pencatatan penarika pajak yang dipungut pihak pemerintah.

1.4.3 Skala dan Cakupan Organisasi Sektor Publik


Di Inggris, pendatang diperbolehkan untuk mempunyai akses ke pelayanan
publik seperti bantuan polisi tanpa dikenai biaya. Dalam keadaan tertentu,
pendatang juga mempunyai akses ke pusat pelayanan kesehatan dan kebakaran,
tanpa mengeluarkan biaya. Selain itu, sektor publik juga menyerap lima juta tenaga
kerja ang cukup signifikan bagi perekonomia Inggris pada tahun 1992.
Kondisi diatas tidak jauh berbeda dengan yang ada di Indonesia. Melihat luas
wilayah, dan jumlah penduduk, jumlah serapan tenga kerja yang bergerak dibidang
sektor publik masih sangat diharapkan. Pertimbangan lain adalah terbentuknya
departemen-departemen yang membawahi bidang tertentu dalam pemerintahan
maupun organisasi nonpemerintahan, struktut pemerintah pusat maupun daerah,
dan kepolisisan TNI.

Kontroversi Akuntansi Sektor Publik VS Akuntansi Pemerinatah


Karakter akuntansi adalah sebagai penyedia jasa yang relevan bagi berbagai jenis
individu dan organisasi. Karakter organisasi sektor publik menunjukkan variasi
sosial, ekonomi, politik, dan karakterikstik menurut Undang Undang. Masing
masing memiliki perbedaan dalam hal kekuatan dan tanggung jawab serta
memperlihatkan contoh perbedaan pertanggungjawaban.
-

Aktivitas organisasi sektor publik sangat beraneka ragam.


Kondisi organisasi sektor publik sangat mandiri, atau lepas dari mekanisme
murni pasar.

Fokus kesuksesan penyelenggaraan aktivitas publik adalah kompetensi


manajemen.
Dalam proses pertanggungjawaban, berbagai variasi formal dan informasi
jaringan kerja bedampak secara langsung terhadap alur aktivitas organisasi
sektor publik.

Akuntansi Sektor Publik vs Akuntansi Pemerintahan


Akuntansi Sektor Publik
Sektor publik digambarkan sebagai
institusi pemerintah atau, dengan
kalimat yang lebih jelas, pemerintah
yang berkuasa, pemerintah negara, dan
industri nasional (perusahaan milik
pemerintahan, badan hukum publik,
perusahaan publik)

VS

Akuntansi Pemerintahan
Didefinisikan lebih sebagai sistem
pengukuran
kinerja
pemerintah.
Dengan
kata
lain,
akuntansi
mendukung
pemerintah
dalam
mempertanggungjwabkan
keputusan
sumber daya apa yang harus dipenuhi
untuk mencukupi kebutuhan militer
(dan
kebutuhan
ekspor)
serta
kebutuhan kelompok sipil.

Penutup

Demikianlah yang dapat kami sampaikan mengenai materi yang menjadi


bahasan dalam makalah ini, tentunya banyak kekurangan dan kelemahan kerena
terbatasnya pengetahuan kurangnya rujukan atau referensi yang kami peroleh

hubungannya dengan makalah ini Penulis banyak berharap kepada para


pembaca yang budiman memberikan kritik saran yang membangun kepada kami
demi sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
penulis para pembaca khusus pada penulis.

SEKIAN