Anda di halaman 1dari 15

12

BAB III
SOSIALISASI PEMBERIAN INFORMASI PEMERIKSAAN KESEHATAN
PASCA UMROH DI KKP KELAS II KOTA PEKANBARU
3.1 Gambaran keadaan
Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) sesuai dengan Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia No. 356/Menkes/IV/2008 Tentang organisasi dan
Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan, terdiri dari KKP Kelas I, KKP Kelas II.
KKP Kelas III sedangkan KKP Pekanbaru termasuk KKP Kelas II.

Kantor

Kesehatan Pelabuhan Kelas II Pekanbaru terdiri dari beberapa seksi, salah satunya
UKLW yang mempunyai tugas yakni melaksanakan pelayanan kesehatan terbatas
rujukan sesuai standar, melaksanakan pelayanan gawat darurat medis sesuai
standar, melaksanakan pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji dan umroh, serta
melaksanakan pengawasan dan atau pemeriksaan kesehatan jamaah haji dan
umroh sesuai standar.
Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan berupa ? pemeriksaan kesehatan
dilakukan sebelum dan sesudah keberangkatan haji di kantor kkp. Pada jemaah
haji terdapat kartu kesehatan haji sedangkan pada jemaah umroh tidak terdapat
kartu kesehatan umroh. Pada pemeriksaan kesehatan jemaah haji sekarang sudah
ditetapkan untuk melakukan pemantauan kesehatan selama 21 hari sesuai dengan
masa inkubasi wabah ebola. Sedangkan pada jemaah umroh pemantauan kese
3.2 Plan
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode PDCA Cycle.
Kegiatan Plan dilaksanakan pada tanggal 4-9 November 2014 yaitu melakukan
wawancara dan observasi dengan pihak KKP, petugas check in maskapai pesawat
terbang dan penumpang pesawat udara di BSSQ II Pekanbaru.
3.2.1 Identifikasi masalah
Proses identifikasi masalah didapatkan melalui:
1. Wawancara dengan Kepala Seksi UKLW KKP Kelas II Pekanbaru dan
koordinator poliklinik KKP di BSSQ II Pekanbaru.
2. Data primer yang didapat dari wawancara dengan penumpang yang berada
di ruang keberangkatan dalam negeri BSSQ II Pekanbaru

13

3. Observasi lapangan di BSSQ II Pekanbaru


Adapun beberapa masalah yang dapat diidentifikasi antara lain:
Tabel 3.1 Identifikasi masalah pada UKLW di Wilayah Kerja KKP Kelas II
Pekanbaru
No

Aspek yang dinilai

Sosialisasi
pemeriksaan kelaikan
terbang penumpang
pesawat terbang

Masalah

Evidence based

Sosialisasi
pemeriksaan Wawancara pada tanggal 5
kelaikan
terbang November 2014 dengan:
penumpang pesawat udara a. Kepala Seksi UKLW :
kurang optimal
Sosialisasi dengan maskapai
penerbangan pernah dilakukan
tetapi tidak rutin dan tidak
dalam
kegiatan
yang
diagendakan..
b. Koordinator poliklinik di
BSSQ II:
Sosialisasi dengan maskapai
penerbangan pernah dilakukan
tetapi tidak rutin dan tidak
dalam
kegiatan
yang
diagendakan, sedangkan untuk
penumpang pesawat belum
pernah dilakukan dikarenakan
penumpang
yang
selalu
berganti-ganti setiap saat.
Media sosialisasi tentang
pemeriksaan kelaikan terbang
pada ibu hamil dan varisela
ada dalam bentuk poster tetapi
untuk izin pemasangannya
masih belum diizinkan
Observasi
pada
tanggal
5
November:
Tidak ditemukan media sosialisasi
mengenai pemeriksaan kelaikan
terbang pada penumpang di BSSQ
II Pekanbaru.
Data Primer: dari 30 orang
penumpang yang diwawancara,
hanya 2 orang yang mengetahui
adanya pemeriksaan kelaikan
terbang penumpang.

14
27

Pelaksanaan
pemeriksaan kelaikan
terbang penumpang
pesawat udara

Pelaksanaan pemeriksaan
kelaikan terbang pada
penumpang tidak efektif

Wawancara pada tanggal 5 juli


2012 dengan koordinator poliklinik
KKP di BSSQ II:
Petugas tenaga medis yang
melakukan pemeriksaan kelaikan
terbang jumlahnya belum cukup
hanya ada 3 orang. Normalnya tiap
shift ada 4-5 petugas
Observasi
pada
tanggal
5
November 2014 petugas medis
hanya berada di poliklinik,
sedangkan di gerbang check-in
tidak ada.

3.2.2 Penentuan Prioritas Masalah


Prioritas masalah ditentukan

berdasarkan

sistem

seleksi

yang

menggunakan 2 unsur yaitu kriteria (urgensi atau kepentingan, solusi, kemampuan


anggota mengubah dan biaya) dan skor (nilai 1, 2 dan 3) yaitu:
1. Urgensi atau kepentingan
nilai 1 tidak penting
nilai 2 penting
nilai 3 sangat penting
2. Solusi
nilai 1 tidak mudah
nilai 2 mudah
nilai 3 sangat mudah
3. Kemampuan merubah
nilai 1 tidak mudah
nilai 2 mudah
nilai 3 sangat mudah
4. Biaya
nilai 1 tinggi
nilai 2 sedang
nilai 3 rendah
Kriteria dan skor ditetapkan berdasarkan kesepakatan kelompok. Total
skor dari masing-masing kriteria merupakan penentu prioritas masalah yaitu
masalah dengan total paling tinggi sebagai ranking pertama dan menjadi prioritas

14

15

masalah untuk dicari penyelesaian masalahnya. Penentuan prioritas masalah


dibuat ke dalam tabel 3.2 penentuan prioritas masalah sebagai berikut :
Tabel 3.2 Penentuan Prioritas Masalah
Kriteria Masalah
No
1.

Masalah

Kemampuan

Solusi

Sosialisasi
pemeriksaan
kelaikan terbang
penumpang
pesawat terbang

16

Pelaksanaan
pemeriksaan
kelaikan terbang
penumpang
pesawat udara

II

Mengubah

Biaya

Total Rank

Urgensi

Berdasarkan perhitungan total skor masing-masing kriteria untuk setiap


masalah didapatkan prioritas masalah yang menduduki ranking I adalah kurang
optimalnya sosialisasi [emeriksaan kelaikan terbang penumpang pesawat udara di
BSSQ II Pekanbaru.
3.2.3 Analisis Penyebab Masalah
Setelah ditetapkan prioritas masalah berdasarkan sistem seleksi di atas,
dilakukan analisis penyebab masalah dari berbagai aspek yaitu man, method,
material, dan market yang masih diperoleh melalui observasi serta wawancara.
Adapun analisis penyebab masalah dijelaskan pada tabel 3.3.
Tabel 3.3 Analisis Penyebab Masalah
Masalah

Penyebab timbulnya
masalah
Sosialisasi
Man
Kelaikan
Terbatasnya
jumlah
terbang
pada petugas kesehatan yang
penumpang
melaksanakan sosialisasi
pesawat terbang pemeriksaan
kelaikan
di BSSQ II terbang pada penumpang
Pekanbaru

Evidence Based
Wawancara pada tanggal 5
November 2014 dengan Kepala
Seksi UKLW;
Petugas poliklinik KKP di
bandara hanya 11 orang. Karena
itu sosialisasi mengenai kelaikan
terbang hanya dilakuan kepada
maskapai penerbangan

16
27

Wawancara pada tanggal 5


November
2014
dengan
koordinator poliklinik KKP di
BSSQ II:
Jumlah petugas poliklinik KKP
di BSSQ II Pekanbaru hanya 11
orang. sosialisasi yang dilakukan
hanya terhadap penumpang yang
di periksa di poliklinik.
Metode :
Sosialisasi pemeriksaan
kelaikan terbang bagi
penumpang pesawat di
BSSQ II saat ini hanya
di sampaikan kepada
pihak maskapai, pada
penumpang belum ada
di sosialisasikan

Wawancara pada tanggal 5


November dengan koordinator
poliklinik BSSQ II:
Sosialisasi
mengenai
pemeriksaan kelaikan terbang
hanya disosialisasikan kepada
maskapai penerbangan angkasa
pura II belum ada jadwal yang
diagendakan
tetapi
pernah
dilaksanakan dalam rapat-rapat
tertentu apabila rapat tersebut
ramai dihadiri.
Wawancara dengan kepala
UKLW:
Sosialisasi pemeriksaan kelaikan
terbang ini lebih difokuskan
kepada maksapai penerbangan,
sedangkan sosialisasi kepada
penumpang di bandara belum
ada.
Wawancara dengan petugas
Check
in
maskapai
penerbangan :
Sosialisasi
mengenai
pemeriksaan
ini
pernah
dilakukan oleh koordinator KKP
BSQ II Pekanbaru terhadap
atasan mereka. Dari atasan
mereka
inilah
informasi
mengenai penumpang yang
dimohon
melakukan
pemeriksaan kelaikan terbang
didapat.

16

17

Observasi :
Penentuan penumpang yang
dimohon
melaksanakan
pemeriksaan kelaikan terbang
penumpang
pesawat
udara
bergantung pada petugas check
in maskapai penerbangan selain
penumpang yang telah membawa
surat sakit dari dokter di luar
bandara.
Material :
Tidak
ada
media
sosialisasi
tentang
pemeriksaan kelaikan
terbang
bagi
penumpang pesawat di
BSSQ II Pekanbaru
Kurangnya
petunjuk
informasi
mengenai
cara
untuk
mendapatkan
surat
kelaikan terbang bagi
penumpang

Wawancara dan observasi


pada tanggal 5 November 2014
dengan Kepala Seksi UKLW
dan koordinator poliklinik
KKP di BSSQ II Pekanbaru;
Leaflet tentang pemeriksaan
kelaikan terbang penumpang
pernah
dibagikan
kepada
maskapai
penerbangan
di
Bandara SSQ II Pekanbaru.
Tetapi kepada penumpang belum
ada. Banner tentang pemeriksaan
kelaikan terbang pada ibu hamil
dan penderita varicela ada di
KKP tetapi tidak mendapat izin
dari pihak angkasa pura II.
Observasi : tidak ditemukan
media
sosialisasi
mengenai
pemeriksaan kelaikan terbang di
BSSQ II Pekanbaru.

Wawancara pada tanggal 5


Julii 2012 dengan koordinator
poliklinik KKP di BSSQ II:
Masih banyak penumpang yang
belum mengetahui pelaksanaan
Market:
pemeriksaan kelaikan terbang
Kurangnya
penumpang.
Dan
anggapan
pengetahuan,
penumpang
terhadap
penumpang mengenai
pemeriksaan kelaikan pemeriksaan kelaikan terbang
terbang
penumpang adalah salah satu cara untuk
mencari duit.
udara

18
27
Persepsi
penumpang Wawancara dengan petugas
mengenai pemeriksaan check in maskapai :
Kurangnya
pengetahuan
kelaikan terbang
penumpang mengenai kelaikan
terbang sehingga kadang-kadang
terjadi perdebatan antara petugas
dengan penumpang mengenai
pemeriksaan ini
Wawancara
dengan
penumpang
di
ruang
keberangkatan dalam negeri :
Para
penumpang
mengakui
perlunya sosialisasi pemeriksaan
kelaikan terbang penumpang di
BSSQ II Pekanbaru seperti
pengumuman mengenai pusat
informasi bandara, banner yang
diletakan di depan pintu masuk
ruang check in, poster dll.
Data primer :
Dari 30 orang penumpang yang
berada di ruang keberangkatan
dalam negeri, hanya 2 orang
yang
mengetaui
adanya
pemeriksaan kelaikan terbang
penumpang.

18

19

Method
Sosialisasi

Man
Keterbatasan jumlah tenaga kesehatan yang
mensosialisasikan kelaikan terbang pada
penumpang

Tidak adanya media


sosialisasi di lingkungan
bandara
SSQ
II
Pekanbaru
yang
terkendala dengan izin

kelaikan terbang penumpang


pesawat di BSSQ II saat ini hanya di sampaikan
kepada pihak maskapai, pada penumpang belum
pernah dilakukan sosialisasi mengenai hal ini.
Sosialisasi pemeriksaan ini tidak langsung
diberikan pada petugas dilapangan tetapi pada
atasannya
Tidak ada agenda khusus untuk sosialisasi
pemeriksaan ini

Kurangnya
pengetahuan,
sikap,
dan
perilaku
penumpang
menegenai
kelaikan terbang penumpang
pesawat udara

Material
Market
Gambar 3.1 Diagram analisis tulang ikan (Fishbone analysis Ishikawa)

12
19

Kurang
Optimalnya
sosialisasi
kelaikan
terbang bagi
penumpang
pesawat

19

3.2.4

Alternatif Pemecahan Masalah dan Plan of Action


Selanjutnya setelah analisis penyebab masalah adalah penetapan alternatif pemecahan masalah untuk mendapatkan solusi terbaik

dalam optimalisasi sosialisasi pemeriksaan kelaikan terbang penumpang peasawat udara dalam pelayanan kesehatan kekarantinaan dan
rujukan di BSSQ II pekanbaru. Berikut adalah tabel alternatif pemecahan masalah:
Tabel 3.4

No

Alternatif pemecahan masalah

Masalah

Penyebab masalah

Alternatif
pemecahan
masalah

Belum
Sulitnya
Melakukan
optimalnya
perizinan untuk
lobi
sosialisasi
menyebar atau
perizinan
masalah
meletakkan
pada pihak
kelaikan
media
BSSQ II
terbang
sosialisasi
di
penumpang
area BSSQ II
dalam
pelayanan
kesehatan
kekarantinaan
dan rujukan
di BSSQ II

Tujuan

Sasaran

Supaya
sosialisasi
kelayakn
terbang
penum-pang
dapat
dioptimalkan

Penumpang
yang check
in di BSSQ
II

20
12

Tempat

Pelaksana
kegiatan

BSSQ II
Dokter
Pekanbaru Muda
IKMIKK FK
UR

Waktu

Kriteria
keberhasilan

November Jangka
2014
pendek :
Diterimanya
rekomendasi
oleh Kepala
Seksi UKLW
dan
terpajangnya
media
sosialisasi
mengenai
kelaikan
terbang pad a
penumpang

20

Jangka
panjang :
Perizinan
untuk
melakukan
kegiatan yang
bertujuan
untuk
kepentingan
penumpang
(nonkomersil)
tidak
dipersulit lagi
oleh pihak
BSSQ II
2

Sosialisasi
kelaikan
terbang
BSSQ
II
pekanbaru
saat
ini
diberikan
kepada pihak
maskapai
penerbangan.

Merekomendasikan
kepada Kepala
Seksi UKLW agar
melakukan
sosialisasi
pemeriksaan
kelaikan terbang
juga disampaikan
kepada calon
penumpang,

Supaya
sasaran
sosialisasi
kelaikan
terbang juga
disampaikan
kepada calon
penumpang
BSSQ.

Kepala
Seksi
UKLW

KKP II
Dokter
Pekanbaru Muda
IKMIKK FK
UR

November Jangka
2014
pendek :
Diterimanya
rekomen dasi
oleh Kepala
Seksi UKLW
Jangka
panjang :
Sosialisasi
kelaikan

12

21

terbang
penumpang
juga
disampaikan
secara
langsung oleh
pihak KKP ke
penumpang
3

Belum
tersedianya
media
sosialisasi
tentang
kelaikan
terbang
penumpang

Menyediakan
leaflet dan poster
kelaikan
terbang
penumpang

Supaya
sosialisasi
kelaikan
terbang
penumpang
tercapai

Kepala Seksi KKP PKU


UKLW dan
koordinator BSSQ II
klink BSSQ PKU
II pekanbaru

Dokter
Muda
IKMIKK FK
UR

November Jangka
2014
pendek :
Diterimanya
leaflet dan
poster oleh
Kepala Seksi
UKLW dan
koordinator
BSSQ II
Jangka
panjang :
Tersedianya
media
sosialisasi
kelaikan
terbang
penumpang di
SSQ II

22
27

Kurangnya
pengetahuan
sikap, dan
perilaku
penumpang di
BSSQ II
terutama
mengenai
kelaikan
terbang di
BSSQ II

Memberikan
leaflet dan
membuat poster
mengenai kelaikan
terbang kepada
penumpang.

Meningkatkan
pengetahuan
calon
penumpang
tentang
kelaikan
terbang
Memberikan
promosi
edukasi
mengenai
manfaat surat
kelaikan
terbang

Masyarakat BSSQ II
di BSSQ II
khususnya
penumpang.

Dokter
muda
IKMIKK FK
UR

November Jangka
2014
pendek :
Terlaksananya
pemberian
leaflet dan
pembuatan
poster di KKP
Pekanbaru
dan BSSQ
II.
Jangka
panjang :
Meningkatkan
pengetahuan,
sikap dan
perilaku

22

21

3.2.5

Definisi Operasional
Berikut ini adalah definisi operasional dari beberapa istilah yang

digunakan dalam makalah ini antara lain:


1.

Penyuluhan mengenai pemeriksaan izin kelaikan


terbang adalah pemberian penyuluhan oleh dokter muda IKM-IKK FK UR
secara tatap muka kepada penumpang di ruang tunggu keberangkatan dalam
negeri yang dilaksanakan dengan penjelasan secara individual mengenai

2.

tujuan, tata cara, dan kondisi izin laik terbang penumpang.


Banner mengenai pemeriksaan izin kelaikan terbang
adalah media informasi dengan ukuran 0,6x1 m sebanyak 1 banner yang
digunakan sebagai media penyuluhan dan diserahkan kepada pihak KKP
Wilker BSSQ II Pekanbaru serta dipajang di pintu masuk check in
penumpang.

3.

Rekomendasi

kepada

pihak

KKP

BSSQ

II

Pekanbaru adalah surat rekomendasi yang dibuat oleh penulis dan diberikan
kepada KKP Wilker BSSQ II PEkanbaru agar diadakannya sosialisasi yang
diagendakan secara rutinitas kepada penumpang pesawat.
3.3

Do
Kegiatan pelaksanaan pilot project sosialisasi kelaikan terbang penumpang

di Bandara SSQ II Pekanbaru di lakukakan pada bulan November 2014. Seluruh


alternatif pemecahan masalah dapat terlaksana sesuai plan of action (PoA),
pelaksanaan kegiatan peningkatan mutu dapat dilihat sebagai berikut :
Tabel 3.5 Do kegiatan peningkatan mutu
No

Kegiatan

Sasaran

Pelaksana

Waktu

Keterangan

Penyampaian surat
rekomendasi agar
memberikan sosialisasi
kelaikan terbang juga di
sampaikan secara
langsung kepada calon
penumpang

Kepala seksi UKLW

Dokter
muda

20 November
2014

Terlaksana

Penyampaian surat
rekomendasi agar

Kepala seksi UKLW

Dokter
muda

20 November
2014

Terlaksana

24

12

22

25

berkoordinasi dengan
Angkasa Pura II untuk
memasang media
informasi seperti banner
tentang pemeriksaan
kelaikan terbang di
Bandara SSK II
Pekanbaru.
3

Penyampaian surat
rekomendasi agar
berkoordinasi dengan
Angkasa Pura II untuk
mensosialisasikan
mengenai pemeriksaan
izin kelaikan terbang
seperti mencantumkan
informasi tersebut di tiket
penerbangan dan website.

Pemberian leaflet dan


banner mengenai
sosialisasi pemeriksaan
kelaikan terbang

3.4

Kepala seksi UKLW

Dokter
muda

20 November
2014

Terlaksana

Kepala Seksi
UKLW
Koordinator
klinik BSSQ
II KKP II
Pekanbaru

Dokter
muda

15 November
2014

Terlaksana

Memberikan leaflet
mengenai sosialisasi
kelaikan terbang
penumpang di BSSQ II

Penumpang BSSQ II Dokter


muda

15 November
2014

Terlaksana

Penyuluhan mengenai
pemeriksaan kelaikan
terbang

Penumpang BSSQ II Dokter


muda

15 November
2014

Terlaksana

Check
Pada tahap check, dilakukan penilaian terhadap kegiatan yang sudah

dilaksanakan pada tahap Do, yaitu :

12

23

26

27
Tabel 3,6 Check kegiatan peningkatan mutu
No
1

Kegiatan

Sebelum intervensi

Penyampaian surat
rekomendasi agar
memberikan sosialisasi
pelayanan kesehatan
mengenai kelayakan
terbang juga
disampaikan secara
langsung kepada calon
penumpang

sosialisasi kelayakan
terbang baru bisa
menjangkau pihak
maskapai penerbangan dan
angkasa Pura II

Pemberian leaflet dan


banner kepada kepala
seksi UKLW dan
koordinator klinik
BSSQ II mengenai
kelayakan terbang
penumpang

Media sosialisasi kelayakan


terbang penumpang di
BSSQ II belum ada

Setelah intervensi
Indikator jangka pendek :
Berhasil yaitu surat
rekomendasi telah disampaikan
kepada Kepala seksi UKLW
Indikator jangka panjang:
Belum dapat dinilai
Indikator jangka pendek :
Berhasil yaitu telah dilakukan
pemberian poster dan leaflet
mengenai kelayakan terbang
penumpang
Indikator jangka panjang:
Belum dapat dinilai

Dilakukannya
pemberian leaflet
mengenai pelayanan
kesehatan mengenai
kelayakan terbang juga
disampaikan secara
langsung kepada calon
penumpang

Kurangnya pengetahuan ,
penumpang di BSSQ II
mengenai kelayakan
terbang

Indikator jangka pendek :


Berhasil yaitu telah dilakukan
pemberian leaflet mengenai
kelayakan terbang penumpang
di BSSQ II.
Indikator jangka panjang:
Belum dapat dinilai

23