Anda di halaman 1dari 28

PENCEMARAN LINGKUNGAN

Mata Kuliah Fisika Lingkungan

Oleh
Hikma Yanti

(130210102067)

Ervina Ria Agustin

(130210102074)

Rhoshandhayani K.T

(130210102114)

Kelas C

PROGRAM STUDI PENDIDKAN FISIKA


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Masalah lingkungan banyak menjadi perhatian karena bentuk kehidupan baik pada
manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan organisme lainnya akan saling mempengaruhi
satu dengan yang lain dalam interaksi yang unik dengan lingkungan.Manusia merupakan
komponen lingkungan alam yang memiliki akal dan pikiran, peranannya dalam
mengelola lingkungan sangat besar.Manusia dapat dengan mudah mengatur alam dan
lingkungannya sesuai dengan yang diinginkan melalui pemanfaatan ilmu dan teknologi
yang dikembangkannya. Akibat perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat pesat,
kebudayaan manusia pun berubah dimulai dari budaya hidup berpindah-pindah, kemudian
hidup menetap dan mulai mengembangkan buah pikirannya yang terus berkembang
sampai sekarang ini.Sifat dan perilakunya semakin berubah dari zaman ke zaman.
Sekarang ini manusia mulai bersifat boros, konsumtif dan cenderung merusak
lingkungannya.Telah disadari secara luas bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan
tekhnologi harus dibayar oleh umat manusia berupa pencemaran lingkungan hidup.
Pencemaran ada yang diakibatkan oleh alam, dan ada pula yang diakibatkan oleh
perbuatan manusia. Pencemaran akibat alam antara lain letusan gunung berapi. Bahanbahan yang dikeluarkan oleh gunung berapi seperti asap dan awan panas dapat
mematikan tumbuhan, hewan bahkan manusia. Pencemaran akibat manusia adalah akibat
dari aktivitas yang dilakukan manusia itu sendiri, misalnya banjir yang disebabkan oleh
sampah yang menumpuk disungai. Secara umum, pencemaran (pollution) dapat
didefenisikan sebagai segala perubahan yang tidak dikehendaki pada sifat udara, air,
tanah yang dapat mempengaruhi kegiatan kesehatan dan keselamatan makhluk hidup.
Pencemaran lingkungan merupakan masalah kita bersama, yang semakin penting
untuk diselesaikan, karena menyangkut keselamatan, kesehatan, dan kehidupan kita.
Siapapun bisa berperan serta dalam menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini,
termasuk kita. Dimulai dari lingkungan yang terkecil, diri kita sendiri, sampai ke
lingkungan yang lebih luas. Permasalahan pencemaran lingkungan yang harus segera kita
atasi bersama diantaranya pencemaran air, tanah dan udara yang telah terkontaminasi oleh
berbagai zat seperti zat radioaktif dan sampah.
Untuk menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, tentunya kita harus
mengetahui sumber pencemaran, bagaimana proses pencemaran itu terjadi, dan
bagaimana langkah atau solusi untuk menyelesaikan pencemaran lingkungan itu sendiri.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka dalam hal ini kami menyusun makalah yang
mengambil tema Pencemaran Lingkungan agar kita dapat mengetahui darimana
pencemaran lingkungan itu datang dan bagaimana cara penanggulangannya.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan kami bahas dalam makalah ini adalah:
1. Apa definisi dari lingkungan (tanah, air dan udara)?
2. Apa yang dimaksud dengan pencemaran lingkungan?
3. Apa saja macam macam pencemaran lingkungan?
4. Apa penyebab terjadinya pencemaran lingkungan?
5. Bagaimana dampak yang ditimbulkan dari pencemaran lingkungan tersebut?
6. Bagaimana solusi atau cara penanganan pencemaran lingkungan?
1.3 Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui definisi lingkungan (tanah, air dan udara).
2. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan pencemaran lingkungan.
3. Untuk mengetahui macam macam pencemaran lingkungan.
4. Untuk mengetahui penyebab terjadinya pencemaran lingkungan.
5. Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari pencemaran lingkungan.
6. Untuk mengetahui solusi atau cara penanganan pencemaran lingkungan.
1.4 Manfaat
Manfaat yang diharapkan dari pembuatan makalah ini diantaranya yaitu:
1. Memberikan gambaran keadaan lingkungan disekitar kita, khususnya di daerah
kampus.
2. Memberi kesadaran terhadap masyarakat, terutama mahasiswa terhadap pentingnya
menjaga lingkungan sekitar.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi Lingkungan
Definisi lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia serta
mempengaruhi kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung.
Lingkungan dibedakan menjadi dua; lingkungan biotik dan lingkungan abiotik.
Lingkungan biotik adalah lingkungan yang hidup, misalnya tanah, pepohonan, dan para
tetangga. Sementara lingkungan abiotik mencakup benda-benda tidak hidup seperti
rumah, gedung, dan tiang listrik.
Menurut Undang Undang No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan
ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan
perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia
serta makhluk hidup lain. Lingkungan hidup adalah semua faktor eksternal yang bersifat
biologis

dan

fisika

yang

langsung

mempengaruhi

kehidupan,

pertumbuhan,

perkembangan dan reproduksi organisme.


Menurut Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tersirat bahwa lingkungan hiduplah
yang mempengaruhi mahluk hidup, termasuk di dalamnya manusia. Manusia hendaknya
menyadari kalau alamlah yang memberi kehidupan dan penghidupan, baik secara
langsung maupun tidak langsung.
2.2 Definisi Pencemaran Lingkungan
Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk
hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan atau berubahnya tatanan
lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas lingkungan
turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau
tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (UU Pokok Pengelolaan
Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).
Pencemaran dapat timbul sebagai akibat kegiatan manusia ataupun disebabkan oleh
alam (misal gunung meletus, gas beracun). Ilmu lingkungan biasanya membahas
pencemaran yang disebabkan oleh aktivitas manusia, yang dapat dicegah dan
dikendalikan. Karena kegiatan manusia, pencemaran lingkungan pasti terjadi.
Pencemaran lingkungan tersebut tidak dapat dihindari. Yang dapat dilakukan adalah
mengurangi pencemaran, mengendalikan pencemaran, dan meningkatkan kesadaran dan
kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya agar tidak mencemari lingkungan.
2.3 Macam-Macam Pencemaran Lingkungan

Berdasarkan lingkungan yang mengalami pencemaran, secara garis besar pencemaran


lingkungan dapat dikelompokkan menjadi pencemaran air, tanah, dan udara.
1. Pencemaran Air
Air merupakan salah satu komponen yang dibutuhkan kehidupan manusia.Menurut
Kodoatie (2008) air merupakan sumber kehidupan. Semua makhluk membutuhkan air.
Untuk kepentingan manusia, makhluk hidup dan kepentingan lainnya, ketersediaan air
dari segi kualitas maupun kuantitas mutlak diperlukan. Air di Indonesia sangat
melimpah, hal ini karena Indonesia merupakan negara kepulauan. Akan tetapi, hal ini
tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat Indonesia. Sebaliknya, masyarakat
kebanyakan menyalahgunakan kelebihan ini dengan mencemarinya.
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan ditempat penampungan air antara
lain: danau, sungai, lautan, dan air tanah akibat aktivitas manusia. Dalam kehidupan
sehari-hari masyarakat memerlukan air bersih untuk minum,memasak, mencuci, dan
keperluan lain. Air tersebut juga mempunyai standar 3B (tidak berwarna,berbau,dan
beracun). dalam kehidupan sekarang, adakalanya masyarakat melihat air yang berwarna
keruh dan berbauserta bercampur dengan benda-benda sampah antara lain: kaleng,
plastik, dan sampah organik. Pemandangan seperti itu dapat dijumpai pada aliran sungai,
rawa, danau, dan kolam. Air yang demikian biasa disebut air kotor atau disebut pula air
yang terpolusi. Bagi masyarakat pedesaan, sungai adalah sumber air sehari-hari. Sumbersumber yang mengakibatkan air tersebut tercemar berasal dari mana-mana. Contohnya
limbah-limbah industri yang dibuang dan dialirkan ke sungai. Semua akhirnya bermura
di sungai dan pencemaran air ini dapat merugikan manusia apabila mengkonsumsi air
ini.
Berdasarkan peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor. 82 tahun 2001
menyebutkan : Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup,
zat, energi, dan atau komponen lain kedalam air dan atau berubahnya tatanan air oleh
kegiatan manusia, sehinnga kualitas air turun sampai ketingkat tertentu yang
menyebabkan air tidak dapat berfungsi lagi sesuai peruntukkannya.
Pencemaran air dapat semakin luas, tergantung dari kemampuan badan air penerima
polutan untuk mengurangi kadar polutan secara alami. Apabila kemampuan badan air
tersebut rendah dalam mereduksi kadar polutan, maka akan terjadi akumulasi polutan
dalam air sehingga badan air akan menjadi tropik. (Fardiaz, 1992).
2. Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah adalah masuknya polutan (bahan pencemar) berupa bahan cair,
atau padat ke suatu areal tanah. Bahan cair atau padat tersebut seperti limbah rumah

tangga, pertambangan (industri), dan kegiatan pertanian (penggunaan pestisida yang


berlebihan terhadap tanah). Pencemaran dapat terjadi apabila ada bahan-bahan asing baik
organik maupun anorganik berada dipermukaan tanah dan menyebabkan tanah
menjadirusak atau tidak dapat lagimenjadi daya dukung bagi kehidupan manusia. Dalam
keadaan normal tanah dapat memberikan daya dukungbagi manusia, baik untuk
keperluan pertanian, peternakan, kehutanan maupun untuk pemukiman.
Menurut Peraturan Pemerintah RI No. 150 tahun 2000 tentang Pengendalian
kerusakan tanah untuk produksi bio massa: Tanah adalah salah satu komponen lahan
berupa lapisan teratas kerak bumi yang terdiri dari bahan mineral dan bahan organik serta
mempunyai sifat fisik, kimia, biologi, dan mempunyai kemampuan menunjang
kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.Tetapi apa yang terjadi, akibat kegiatan
manusia, banyak terjadi kerusakan tanah. Di dalam PP No. 150 tahun 2000 di sebutkan
bahwa Kerusakan tanah untuk produksi biomassa adalah berubahnya sifat dasar tanah
yang melampaui kriteria baku kerusakan tanah.Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah
mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk
ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat
kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada
manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.
Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran di sebut polutan. Syarat-syarat
suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap
makluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara bermanfaat
bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat memberikan efek merusak.
Suatu zat dapat disebut polutan apabila :
1) Jumlahnya melebihi jumlah normal.
2) Berada pada waktu yang tidak tepat.
3) Berada di tempat yang tidak tepat.
Sifat polutan adalah :
1) Merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak
merusak lagi.
2) Merusak dalam waktu lama.
Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah. Akan tetapi dalam jangka
waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh sampai tingkat yang merusak.
3. Pencemaran Udara
Pencemaran Udara adalah peristiwa masuknya, atau tercampurnya, polutan (unsurunsur berbahaya) ke dalam lapisan udara (atmosfer) yang dapat mengakibatkan
menurunnya kualitas udara (lingkungan).

Menurut Salim yang dikutip oleh Utami (2005) pencemaran udara diartikan sebagai
keadaan atmosfir, dimana satu atau lebih bahan-bahan polusi yang jumlah dan
konsentrasinya dapat membahayakan kesehatan mahluk hidup, merusak properti,
mengurangi kenyamanan di udara. Berdasarkan definisi ini maka segala bahan padat, gas
dan cair yang ada di udara yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman disebut polutan
udara.
Pencemaran udara diartikan sebagai adanya bahan-bahan atau zat-zat asing di dalam
udara yang menyebabkan perubahan susunan (komposisi) udara dari keadaan normalnya
(Wisnu, Dampak pencemaran lingkungan : 27).
Jadi, Pencemaran udara adalah masuknya, atau tercampurnya unsur-unsur berbahaya
ke dalam atmosfir yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan,
gangguan pada kesehatan manusia dan secara umum menurunkan kualitas lingkungan.
Pencemaran udara dapat terjadi dimana saja, mulai dari tingkat lingkungan rumah,
perkotaan, dan saat ini sudah menjadi gejala global.
Udara dikatakan tercemar jika udara tersebut mengandung unsur-unsur yang
mengotori udara. Bentuk pencemar udara bermacam-macam, ada yang berbentuk gas dan
ada yang berbentuk partikel cair atau padat.
1) Pencemar Udara Berbentuk Gas
Beberapa gas dengan jumlah melebihi batas toleransi lingkungan, dan masuk ke
lingkungan udara, dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup. Pencemar udara yang
berbentuk gas adalah karbon monoksida, senyawa belerang (SO2 dan H2S), seyawa
nitrogen (NO2), dan chloroflourocarbon (CFC). Kadar CO2 yang terlampau tinggi di
udara dapat menyebabkan suhu udara di permukaan bumi meningkat dan dapat
mengganggu sistem pernapasan. Kadar gas CO lebih dari 100 ppm di dalam darah dapat
merusak sistem saraf dan dapat menimbulkan kematian. Gas SO2 dan H2S dapat
bergabung dengan partikel air dan menyebabkan hujan asam. Keracunan NO2 dapat
menyebabkan gangguan sistem pernapasan, kelumpuhan, dan kematian. Sementara itu,
CFC dapat menyebabkan rusaknya lapian ozon di atmosfer.
2) Pencemar Udara Berbentuk Partikel Cair atau Padat
Partikel yang mencemari udara terdapat dalam bentuk cair atau padat. Partikel dalam
bentuk cair berupa titik-titik air atau kabut. Kabut dapat menyebabkan sesak napas jika
terhiap ke dalam paru-paru. Partikel dalam bentuk padat dapat berupa debu atau abu
vulkanik. Selain itu, dapat juga berasal dari makhluk hidup, misalnya bakteri, spora,
virus, serbuk sari, atau serangga-serangga yang telah mati. Partikel-partikel tersebut
merupakan sumber penyakit yang dapat mengganggu kesehatan manusia.

Partikel yang mencemari udara dapat berasal dari pembakaran bensin. Bensin yang
digunakan dalam kendaraan bermotor biasanya dicampur dengan senyawa timbal agar
pembakarannya cepat mesin berjalan lebih sempurna. Timbal akan bereaki dengan klor
dan brom membentuk partikel PbClBr. Partikel tersebut akan dihamburkan oleh
kendaraan melalui knalpot ke udara sehingga akan mencemari udara.
2.4 Penyebab Pencemaran Lingkungan
Penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagian besar disebabkan oleh tangan
manusia. Pencemaran air dan tanah adalah pencemaran yang terjadi di perairan seperti
sungai, kali, danau, laut, air tanah, dan sebagainya. Sedangkan pencemaran tanah adalah
pencemaran yang terjadi di darat baik di kota maupun di desa.
Alam memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi air yang telah tercemar
dengan proses pemurnian atau purifikasi alami dengan jalan pemurnian tanah, pasir,
bebatuan dan mikro organisme yang ada di alam sekitar kita.
Jumlah pencemaran yang sangat masal dari pihak manusia membuat alam tidak
mampu mengembalikan kondisi ke seperti semula. Alam menjadi kehilangan kemampuan
untuk memurnikan pencemaran yang terjadi. Sampah dan zat seperti plastik, DDT
(dikloro-difenil-trikloroetana), deterjen dan sebagainya yang tidak ramah lingkungan
akan semakin memperparah kondisi pengrusakan alam yang kian hari kian bertambah
parah.
1. Sebab Pencemaran Lingkungan di Air
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air
seperti selokan, danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Sebab
terjadinya pencemaran air, antara lain penyebab alami, sampah organik dan limbah
pabrik yang tidak disaring.
Penyebab alami yang pada dasarnya tidak dapat dihindari oleh makhluk di bumi.
Yakni meningkatnya kadar nutrien atau kandungan zat organik hasil pencernaan makhluk
dan hasil metabolisme, hal ini yang nantinya akan mengakibatkan terjadinya eutrofikasi,
proses ini terjadi dalam jangka waktu yang lama bahkan ribuan tahun.
Sampah organik dapat menjadi penyebab terjadinya pencemaran di air, sampah
organik yang menumpuk diselokan-selokan akan menimbulkan cairan berbau yang lebih
dikenal sebagai air comberan, yang berdampak buruk bagi kehidupan. Limbah pabrik
yang tidak disaring. Limbah menjadi hal yang sangat menakutkan jika menyebar ke hulu
air dan digunakan oleh manusia. Pencemaran Air oleh limbah sangat berbahaya karena
mengandung banyak unsur kimia yang bukan hanya merusak organ dalam juga akan
merusak bagian luar.

2. Sebab Pencemaran Lingkungan di Tanah


Secara umum, pencemaran tanah dapat disebabkan limbah domestik, limbah industri,
dan limbah pertanian.
1) Limbah domestik
Limbah domestik

dapat

berasal

dari

daerah

pemukiman

penduduk,

perdagangan/pasar/tempat usaha hotel dan lain-lain, kelembagaan (misalnya kantorkantor pemerintahan dan swasta), dan wisata, dapat berupa limbah padat dan cair.
a. Limbah padat berupa sampah anorganik. Jenis sampah ini tidak dapat diuraikan
oleh mikroorganisme (non-biodegradable), misalnya kantong plastik, bekas
kaleng minuman, bekas botol plastik air mineral, dan sebagainya.
b. Limbah cair berupa: tinja, deterjen, oli, cat, jika meresap kedalam tanah akan
merusak kandungan air tanah bahkan dapat membunuh mikroorganisme di dalam
tanah.
2) Limbah industri
Limbah domestik

dapat

berasal

dari

daerah:

pemukiman

penduduk,

perdagangan/pasar/tempat usaha hotel dan lain-lain, kelembagaan (misalnya kantorkantor pemerintahan dan swasta) dan wisata, dapat berupa limbah padat dan cair.
a. Limbah industri berupa limbah padat yang merupakan hasil buangan industri
berupa padatan, lumpur, bubur yang berasal dari proses pengolahan. Misalnya
sisa pengolahan pabrik gula, pulp, kertas, rayon, plywood, pengawetan buah, ikan
daging dan lain - lain.
b. Limbah cair yang merupakan hasil pengolahan dalam suatu proses produksi,
misalnya sisa-sisa pengolahan industri pelapisan logam dan industri kimia
lainnya. Tembaga, timbal, perak, khrom, arsen dan boron adalah zat-zat yang
dihasilkan dari proses industri pelapisan logam.
3) Limbah pertanian
Limbah pertanian berupa sisa-sisa pupuk sintetik

untuk

menyuburkan

tanah/tanaman, misalnya pupuk urea Pestisida pemberantas hama tanaman misalnya


DDT.
4) Limbah Pertambangan
Aktivitas penambangan bahan galian juga dapat menimbulkan pencemaran tanah.
Penambangan emas merupakan salah satu kegiatan penambangan yang memiliki
pengaruh besar mencemarkan tanah. Pada penambangan emas, polusi tanah terjadi akibat
penggunaan merkuri (Hg) dalam proses pemisahan emas dari bijihnya. Merkuri
tergolong sebagai bahan berbahaya dan beracun yang dapat mematikan tumbuhan,
organisme tanah, dan mengganggu kesehatan manusia.
3. Sebab Pencemaran Lingkungan di Udara

Penyebab terjadinya pencemaran udara terbagi menjadi dua, yaitu alami (gunung
meletus, kebakaran hutan, debu) dan manusia (hasil pembakaran bahan bakar fosil
pembakaran bahan-bahan kimia, debu/serbuk dari kegiatan industri). Sehingga dapat
diketahui bahwa pencemaran udara disebabkan oleh asap buangan, misalnya gas CO2
hasil pembakaran, SO, SO2, CFC, CO, dan asap rokok.
1) CO2
Pencemaran udara yang paling menonjol adalah semakin meningkatnya kadar
CO2 di udara. Karbon dioksida itu berasal dari pabrik, mesin-mesin yang
menggunakan bahan bakar fosil (batubara, minyak bumi), juga dari mobil, kapal,
pesawat terbang, dan pembakaran kayu. Meningkatnya kadar CO 2 di udara tidak
segera diubah menjadi oksigen oleh tumbuhan karena banyak hutan di seluruh dunia
yang ditebang. Sebagaimana diuraikan diatas, hal demikian dapat mengakibatkan efek
rumah kaca.
2) CO
Di lingkungan rumah dapat pula terjadi pencemaran. Misalnya, menghidupkan
mesin mobil di dalam garasi tertutup. Jika proses pembakaran di mesin tidak
sempurna, maka proses pembakaran itu menghasilkan gas CO (karbon monoksida)
yang keluar memenuhi ruangan. Hal ini dapat membahayakan orang yang ada di
garasi tersebut. Selain itu, menghidupkan AC ketika tidur di dalam mobil dalam
keadaan tertutup juga berbahaya. Bocoran gas CO dari knalpot akan masuk ke dalam
mobil, sehingga dapat menyebabkan kamatian.
3) CFC
Pencemara udara yang berbahaya lainnya adalah gas chloro-fluoro-carbon
(disingkat CFC). Gas CFC digunakan sebagai gas pengembang, karena tidak beraksi,
tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berbahaya. Gas ini dapat digunakan misalnya
untuk mengembangkan busa (busa kursi), untuk AC (freon), pendingin pada almari es,
dan penyemprot rambut (hair spray).
Gas CFC yang membumbung tinggi dapat mencapai stratosfer terdapat lapisan
gas ozon (O3). Lapisan ozon ini merupakan pelindung bumi dari pengaruh cahaya
ultraviolet. Kalau tidakl ada lapisan ozon, radiasi cahaya ultraviolet mencapai
permukaan bumi, menyebabkan kematian organisme, tumbuhan menjadi kerdil,
menimbulkan mutasi genetik, menyebebkan kanker kulit atau kanker retina mata. Jika
gas CFC mencapai ozon, akan terjadi reaksi antara CFC dan ozon, sehingga lapisan
ozon tersebut berlubang yang disebut sebagai lubang ozon. Menurut pengamatan
melalui pesawat luar angkasa, lubang ozon di kutub Selatan semakin lebar. Saat ini

luasnya telah melebihi tiga kali luas benua Eropa. Karena itu penggunaan AC harus
dibatasi.
4) SO dan SO2
Gas belerang oksida (SO, SO2) di udara juga dihasilkan oleh pembakaran fosil
(minyak, batubara). Gas tersebut dapat beraksi dengan gas nitrogen oksida dan air
hujan, yang menyebabkan air hujan menjadi asam. Maka terjadilah hujan asam.
Hujan asam mengakibatkan tumbuhan dan hewan-hewan tanah mati. Produksi
pertanian merosot. Besi dan logam mudah berkarat. Bangunan bangunan kuno,
seperti candi, menjadi cepat aus dan rusak. Demikian pula bangunan gedungdan
jembatan.
5) Asap Rokok
Polutan udara yang lain yang berbahaya bagi kesehatan adalah asap rokok. Asap
rokok mengandung berbagai bahan pencemar yang dapat menyababkan batuk kronis,
kanker patu-paru, mempengaruhi janin dalam kandungan dan berbagai gangguan
kesehatan lainnya.
Perokok dapat di bedakan menjadi dua yaitu perokok aktif dan perokok pasif.
Perokok aktif adalah mereka yang merokok. Perokok pasif adalah orang yang tidak
merokok tetapi menghirup asap rokok di suatu ruangan. Menurut penelitian, perokok
pasif memiliki risiko yang lebih besar di bandingkan perokok aktif. Jadi, merokok di
dalam ruangan bersama orang lain yang tidak merokok dapat mengganggu kesehatan
orang lain.
2.5 Dampak Pencemaran Lingkungan
1. Dampak Pencemaran Air
Pencemaran air terjadi bila beberapa bahan atau kondisi yang dapat menyebabkan
penurunan kualitas badan air sehingga tidak memenuhi baku mutu atau tidak dapat
digunakan untuk keperluan tertentu (sesuai peruntukannya, misalnya sebagai bahan baku
air minum, keperluan perikanan, industri, dan lain-lain) (Sunu, 2001).
Pencemaran air merupakan suatu perubahan keadaan tempat penampungan air yang
mengakibatkanmenurunnya kualitas air sehingga air tidak dapat dipergunakan lagi sesuai
peruntukannya. Perubahan inidiakibatkan oleh aktivitas manusia. Salah satu penyebab
pencemaran air adalah aktivitas manusia yang kemudian menciptakan limbah(sampah)
pemukiman atau limbah rumah tangga.
Limbah pemukiman mengandung limbah domestikberupa sampah organik dan
sampah anorganik serta deterjen. Sampah organik adalah sampah yangdapat diuraikan
atau dibusukkan oleh bakteri seperti sisa sayuran, buah-buahan, dan daundaunan.Sedangkan sampah anorganik seperti kertas, plastik, gelas atau kaca, kain, kayu-

kayuan, logam, karet,dan kulit. Sampah anorganik ini tidak dapat diuraikan oleh bakteri.
Selain sampah organik dan anorganik, deterjen merupakan limbah pemukiman yang
paling potensialmencemari air. Padahal saat ini hampir setiap rumah tangga
menggunakan deterjen.
Dampak pencemaran air yang disebabkan oleh limbah pemukiman mendatangkan
akibat atau dampakdiantaranya:
1) Berkurangnya jumlah oksigen terlarut di dalam air karena sebagian besar oksigen
digunakan oleh bakteri untuk melakukan proses pembusukan sampah.
2) Sampah anorganik ke sungai, dapat berakibat menghalangi cahaya matahari sehingga
menghambat proses fotosintesis dari tumbuhan air dan alga, yang menghasilkan
oksigen.
3) Deterjen sangat sukar diuraikan oleh bakteri sehingga akan tetap aktif untuk jangka
waktu yang lama di dalam air, mencemari air dan meracuni berbagai organisme air.
4) Penggunaan deterjen secara besar-besaran juga meningkatkan senyawa fosfat pada air
sungai atau danau yang merangsang pertumbuhan ganggang dan eceng gondok.
5) Pertumbuhan ganggang dan eceng gondok yang tidak terkendali menyebabkan
permukaan air danau atau sungai tertutup sehingga menghalangi masuknya cahaya
matahari dan mengakibatkan terhambatnya proses fotosintesis. Tumbuhan air (eceng
gondok dan ganggang) yang mati membawa akibat proses pembusukantumbuhan ini
akan menghabiskan persediaan oksigen.
6) Material pembusukan tumbuhan air akan mengendapkan dan menyebabkan
pendangkalan.
Selain diakibatkan oleh limbah pemukiman (rumah tangga) sumber atau penyebab
pencemaran air jugadisebabkan oleh limbah pertanian, limbah industri, dan di beberapa
tempat tertentu diakibatkan olehlimbah pertambangan.
Di samping itu akibat pencemaran sungai dari estetika lingkungan bisa diamati secara
kasat mata. Sungai yang sakit tentu terlihat merana dan tidak enak dipandang. Padahal
salah satu fungsi sungai adalah sebagai sarana rekreasi manusia. Selain mata, indera
penciuman juga akan merasakan dampak dari sungai yang tercemar, karena yang kita tau,
sampah yang menumpuk terlalu lama akan mengeluarkan aroma kurang sedap.
2. Dampak Pencemaran Tanah
Timbunan sampah yang berasal dari limbah domestik dapat mengganggu/ mencemari
karena lindi (air sampah), bau dan estetika. Timbunan sampah juga menutupi permukaan
tanah sehingga tanah tidak bisa dimanfaatkan. Timbunan sampah bisa menghasilkan gas
nitrogen dan asam sulfida, adanya zat mercury, chrom dan arsen pada timbunan sampah
bisa menimbulkan pencemaran tanah / gangguan terhadap bio tanah, tumbuhan, merusak

struktur permukaan dan tekstur tanah. Limbah lainnya adalah oksida logam, baik yang
terlarut maupun tidak menjadi racun di permukaan tanah dan yang menyebabkan lapisan
tanah tidak dapat ditembus oleh akar tanaman dan tidak tembus air disebutsampah
anorganik tidak ter-biodegradasi, sehingga peresapan air dan mineral yang dapat
menyuburkan tanah hilang dan jumlah mikroorganisme di dalam tanah pun akan
berkurang.Oleh sebab itu, tanaman sulit tumbuh dan bahkan mati karena tidak bisa
mendapatkan dan memperoleh makanan untuk mereka bisa berkembang.
Tinja, deterjen, oli bekas, cat, adalah limbah cair rumah tangga, peresapannya
kedalam tanah akan merusak kandungan air tanah dan zat kimia yang terkandung di
dalamnya dapat membunuh mikroorganisme di dalam tanah, inilah yang disebutkan
sebagai pencemaran tanah.
Berbagai dampak lain yang ditimbulkan akibat pencemaran tanah, diantaranya:
1) Pada Kesehatan
Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung pada tipe polutan, jalur
masuk ke dalam tubuh dan kerentanan populasi yang terkena. Kromium, berbagai
macam pestisida dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi.
Timbal sangat berbahaya pada anak-anak, karena dapat menyebabkan kerusakan otak,
serta kerusakan ginjal pada seluruh populasi.Paparan kronis (terus-menerus) terhadap
benzena pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan kemungkinan terkena leukemia.
Merkuri (air raksa) dan siklodiena dikenal dapat menyebabkan kerusakan ginjal,
beberapa bahkan tidak dapat diobati. PCB dan siklodiena terkait pada keracunan hati.
Organofosfat dan karmabat dapat dapat menyebabkan ganguan pada saraf otot. Berbagai
pelarut yang mengandung klorin merangsang perubahan pada hati dan ginjal serta
penurunan sistem saraf pusat. Terdapat beberapa macam dampak kesehatan yang tampak
seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata dan ruam kulit untuk paparan bahan kimia.
Pada dosis yang besar, pencemaran tanah dapat menyebabkan kematian.
2) Pada Ekosistem
Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia
beracun/berbahaya bahkan pada dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat
menyebabkan perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemik dan antropoda yang
hidup di lingkungan tanah tersebut. Akibatnya bahkan dapat memusnahkan beberapa
spesies primer dari rantai makanan, yang dapat memberi akibat yang besar terhadap
predator atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut. Bahkan jika efek kimia pada
bentuk kehidupan terbawah tersebut rendah, bagian bawah piramida makanan dapat
menelan bahan kimia asing yang lama-kelamaan akan terkonsentrasi pada makhluk-

makhluk penghuni piramida atas. Banyak dari efek-efek ini terlihat pada saat ini, seperti
konsentrasi DDT pada burung menyebabkan rapuhnya cangkang telur, meningkatnya
tingkat kematian anakan dan kemungkinan hilangnya spesies tersebut.Sampah anorganik
tidak ter-biodegradasi, yang menyebabkan lapisan tanah tidak dapat ditembus oleh akar
tanaman dan tidak tembus air sehingga peresapan air dan mineral yang dapat
menyuburkan tanah hilang dan jumlah mikroorganisme di dalam tanahpun akan
berkurang akibatnya tanaman sulit tumbuh bahkan mati karena tidak memperoleh
makanan untuk berkembang.Dampak pada pertanian terutama perubahan metabolisme
tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian. Hal ini
dapat menyebabkan dampak lanjutan pada konservasi tanaman di mana tanaman tidak
mampu menahan lapisan tanah dari erosi. Beberapa bahan pencemar ini memiliki waktu
paruh yang panjang dan pada kasus lain bahan-bahan kimia derivatif akan terbentuk dari
bahan pencemar tanah utama.
3. Dampak Pencemaran Udara
Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara adalah:
1) Terganggunya kesehatan manusia, seperti batuk dan penyakit pernapasan (bronkhitis,
emfisema, dan kemungkinan kanker paru-paru. Rusaknya bangunan karena
pelapukan, korosi pada logam, dan memudarnya warna cat.
2) Terganggunya pertumbuhan tananam, seperti menguningnya daun atau kerdilnya
tanaman akibat konsentrasi SO2 yang tinggi atau gas yang bersifat asam.
3) Adanya peristiwa efek rumah kaca (green house effect) yang dapat menaikkan suhu
udara secara global serta dapat mengubah pola iklim bumi dan mencairkan es di
kutub. Bila es meleleh maka permukaan laut akan naik sehingga mempengaruhi
keseimbangan ekologi.
4) Terjadinya hujan asam yang disebabkan oleh pencemaran oksida nitrogen.
5) Pencemaran udara dapat merugikan kesehatan manusia.
Sebagai Contoh:
a. Mata
Menyebabkan mata berair dan pedih bila senyawa tersebut terdapat dalam jumlah
banyak, penglihatan menjadi kabur.
b. Hidung
Tenggorokan dan paru-paru Ozon (O3) menyebabkan iritasi pada hidung dan
tenggorokan terasa terbakar. Ozon juga dapat memperkecil paru-paru.
c. Jantung
CO yang dihirup akan berikatan dengan sel darah merah dan menyebabkan sel
darah merah terhambat dan menyalurkan O2 ke seluruh tubuh. Sakit pada dada
disebabkan oleh rendahnya kadar O2.
d. Otak

Fungsi dan koordinasi motorik menjadi lemah, karena kadar O 2 di dalam otak
menurun pada saat CO tertutup. Pencemaran udara dapat menimbulkan gangguan
pada mata, saluran pernapasan, jantung, dan otak manusia.
2.6 Solusi Penanggulangan Pencemaran Lingkungan
1. Solusi Penanggulangan Pencemaran Air
Untuk menangani limbah pemukiman itu perlu kesadaran dari semua lapisan
masyarakat untuk berlaku bijak dengan limbah rumah tangga yang dihasilkannya.
Perubahan gaya hidup dan pola pikir tentang sampah, dan tidak membuang sampai
terutama di sungai dan tempat penampungan air sungai dan danau perlu dilakukan oleh
semua pihak untuk mengurangi dampak pencemaran air yang disebabkan oleh limbah
rumah tangga pemukiman). Dan semua itu hanya bisa diwujudkan dengan tindakan kecil
sebagai awal memulai dari diri sendiri.
Penanggulangan pencemaran air dapat dilakukan mulai dari pengenalan dan
pengertian yang baik oleh perilaku masyarakat.Menurut Prawirohartono (2000)
perubahan perilaku masyarakat secara alami, ekosistem air dapat melakukan
rehabilitasi apabila terjadi pencemaran terhadap badan air. Kemampuan ini ada
batasnya. Oleh karena itu, sehendaknya ada upaya untuk pencegahan dan
penanggulangan pencemaran air. Untuk mengatasi pencemaran air dapat dilakukan usaha
preventif, misalnya dengan tidak membuang sampah dan limbah industri ke sungai.
Kebiasaan membuang sampah ke sungai dan sembarang tempat hendaknya diberantas
dengan memberlakukan peraturan-peraturan yang diterapkan di lingkungan masingmasing secara konsekuen. Sampah-sampah hendaknya dibuang pada tempat yang telah
ditentukan.Masyarakat di sekitar sungai hendaknya mengetahui pemanfaatan sungai agar
sungai tidak lagi dipergunakan sebagai tempat pembuangan sampah dan tempat mandicuci-kakus (MCK). Peraturan pembuangan limbah industri hendaknya dipantau
pelaksanaannya dan pelanggarnya dijatuhi hukuman.
Strategi pengendalian pencemaran air merupakan upaya yang dilakukan dalam rangka
pencegahan dan penanggulangan terjadinya pencemaran air serta pemulihan kualitas air
sesuai kondisi alaminya sehingga kualitas air sungai terjaga sesuai dengan
peruntukkannya.
Dalam menyikapi permasalahan pencemaran air ini, terdapat beberapa cara
penanggulangannya. Menurut Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD)
Provinsi Jawa Barat (2001)di antaranya sebagai berikut.
1) Program Pengendalian Pencemaran dan Pengrusakan Lingkungan.
2) Mengurangi beban pencemaran badan air oleh industri dan domestik.
3) Mengurangi beban emisi dari kendaraan bermotor dan industri.

4) Mengawasi pemanfaatan B3 dan pembuangan limbah B3.


5) Mengembangkan
produksi
yang
lebih
bersih

(cleaner

production)

dan EPCM(Environmental Pollution Control Manager).


6) Program Rehabilitasi dan Konservasi SDA dan Lingkungan Hidup.
7) Mengoptimalkan pelaksanaan rehabilitasi lahan kritis.
8) Menanggulangi kerusakan lahan bekas pertambangan, TPA, dan bencana.
9) Meningkatkan konservasi air bawah tanah.
10) Rehabilitasi dan konservasi keanekaragaman hayati.
Cara penanggulangan pencemaran air lainnya adalah melakukan penanaman pohon.
Pohon selain bisa mencegah longsor, diakui mampu menyerap air dalam jumlah banyak.
Itu sebabnya banyak bencana banjir akibat penebangan pohon secara massal. Padahal,
pohon merupakan penyerap air paling efektif dan handal.
2. Solusi Penanggulangan Pencemaran Tanah
Ada beberapa langkah penangan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh
pencemaran tanah, diantaranya:
1) Remidiasi
Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar.
Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atauon-site) dan ex-situ (atau off-site).
Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan
lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi.Pembersihan
off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang
aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya
yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih
dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari
bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini
jauh lebih mahal dan rumit.
2) Bioremediasi
Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan
mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau
mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun
(karbon dioksida dan air).
3. Solusi Penanggulangan Pencemaran Udara
Upaya penanggulangan pencemaran udara dilakukan baik tingkat rumah tangga,
wilayah, maupun tingkat nasional:
1) Penanggulangan pencemaran udara ditingkat rumah tangga, yaitu:
a. Tidak membakar sampak di pekarangan.
b. Segera mematikan kompor atau kayu bakar jika proses memasak selesai.

c. Tidak menggunakan lemari es yang memkai CFC.


d. Tidak merokok di dalam ruangan.
e. Menanam tanaman hias dipekarangan atau di pot.
2) Penanggulangan pencemaran udara tingkat wilayah, yaitu:
a. Ikut berpartisipasi dalam gerakan penghijauan.
b. Ikut memelihara atau tidak mengganggu taman kota dan pohon pelindung.
c. Tidak melakukan penebangan hutan, pohan dan tumbuhan liar secara
sembarangan.
3) Penanggulangan pencemaran di tingkat nasional. Upaya penanggulangan ini berupa
kebijakan pemerintah, yaitu :
a. Larangan beredarnya insektisida berbahaya seperti seperti dikloro-difeniltrikloroetana (DDT).
b. Keharusan membuat cerobong asap bagi industry dan pabrik/
c. Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil (minyak, batu bara) dan menggantinya
dengan listrik tenaga air, surya, atau angin.
d. Membatasi beroperasinya kendaraan bermotor dan mesin pembakar yang sudah
tua dengan penertiban uji emisi.
e. Larangan penggunaan gas CFC.
f. Pengaturan lokasi industry yang jauh dari wilayah pemukiman
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif.
Menurut Sumadi Suryabrata (2012: 76), Penelitian deskriptif adalah penelitian yang
bermaksud untuk membuat pencandraan (deskripsi) mengenai situasi-situasi atau kejadiankejadian.
Penelitian ini dilakukan secara deskriptif, khususnya data kualitatif. Data kualitatif
dinyatakan dalam bentuk kata-kata atau simbol sedangkan data kuantitatif adalah data yang
berbentuk angka (Suharsimi, 2006).
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat : Area selokan kawasan simpang 3 rusunawi Universitas Jember
Waktu
: Minggu, 29 November 2015
3.3 Objek Penelitian
Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan purposive sample.
Menurut Suharsimi, (2010:183) purposive sample adalah sampel bertujuan dilakukan dengan
cara mengambil subjek bukan didasarkan atas strata, random atau daerah tetapi didasarkan

atas adanya tujuan tertentu. Adapun purposive sample yang dimaksud adalah area selokan
kawasan simpang 3 rusunawi Universitas Jember.
3.4 TeknikPengumpulan Data
3.4.1 Metode Observasi
Observasi adalah suatu cara pengumpulan data dengan pengamatan langsung dan
pencatatan secara sistematis terhadap obyek yang akan diteliti.
3.4.2

Metode Studi Literatur

Studi literatur adalah mencari referensi teori yang relevan dengan kasus atau
permasalahan yang ditemukan. Referensi ini dapat dicari dari buku, jurnal, artikel, laporan
penelitian, dan situs-situs di internet.

BAB IV
PEMBAHASAN
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia serta mempengaruhi
kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Menurut Undang-Undang
Nomor 32 tahun 2009 tersirat bahwa lingkungan hiduplah yang mempengaruhi mahluk
hidup, termasuk di dalamnya manusia. Manusia hendaknya menyadari kalau alamlah yang
memberi kehidupan dan penghidupan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Pencemaran Lingkungan atau polusi adalah proses masuknya polutan ke dalam suatu
lingkungan sehingga dapat menurunkan kualitas lingkungan tersebut. Menurut Undangundang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 tahun 1982, pencemaran lingkungan
atau polusi adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau
komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan
manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu
yang menyebabkan lingkungan menjadi tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan
peruntukannya.
Yang dikatakan sebagai polutan adalah suatu zat atau bahan yang kadarnya melebihi
ambang batas serta berada pada waktu dan tempat yang tidak tepat, sehingga merupakan
bahan pencemar lingkungan, misalnya: bahan kimia, debu, panas dan suara. Polutan tersebut
dapat menyebabkan lingkungan menjadi tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan
akhirnya malah merugikan manusia dan makhluk hidup lainnya.
Berdasarkan lingkungan yang terkena polutan (tempat terjadinya), pencemaran
lingkungan dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:
1. Pencemaran air
2. Pencemaran tanah
3. Pencemaran udara
4.1 Pencemaran Air
Pencemaran air adalah masalah yang saat ini sulit dihindarkan. Selokan yang berada di
kawasan simpang 3 rusunawi Universitas Jember mulai tercemar. Terdapat banyak sampah
yang berserakan di selokan sehingga dapat menyumbat aliran air. Juga terdapat banyak
sampah yang berserakan di pinggir selokan sehingga apabila sampah terjatuh ke dalam
selokan, akan mengakibatkan hal yang sama.
Sampah yang terdapat di selokan tersebut umumnya adalah sampah plastik yang sulit
terurai, lalu dibuang sembarangan. Sampah-sampah hasil pembuangan mahasiswa tersebut

umumnya adalah sampah organik. Sampah organik yang menumpuk diselokan-selokan akan
menimbulkan cairan berbau tidak sedap, yang lebih dikenal sebagai air comberan, yang
berdampak buruk bagi kehidupan.
Pencemaran air di selokan kawasan simpang 3 rusunawi ini apabila dibiarkan akan
menimbulkan dampak yang cukup besar, antara lain: berkurangnya jumlah oksigen terlarut di
dalam air karena sebagian besar oksigen digunakan oleh bakteri untuk melakukan proses
pembusukan sampah, sampah anorganik dapat berakibat menghalangi cahaya matahari
sehingga menghambat proses fotosintesis dari tumbuhan air dan alga, yang menghasilkan
oksigen., serta material pembusukan tumbuhan air akan mengendapkan dan menyebabkan
pendangkalan.
Di samping itu akibat pencemaran airdi selokan dari segi estetika lingkungan bisa
diamati secara kasat mata. Selokan yang sakit tentu tidak enak dipandang. Selain mata, indera
penciuman juga akan merasakan dampak dari sungai yang tercemar, karena sampah yang
menumpuk terlalu lama akan mengeluarkan aroma kurang sedap.
Strategi pengendalian pencemaran air merupakan upaya yang dilakukan dalam rangka
pencegahan dan penanggulangan terjadinya pencemaran air serta pemulihan kualitas air
sesuai kondisi alaminya sehinggakualitas air selokan terjaga sesuai dengan peruntukkannya.
Strategi pengendalian pencemaran airmemerlukan serangkaian kriteria dan alternatif untuk
mencapai tujuan yang diinginkan sesuaidengan kondisi dan kemampuan sumber daya yang
ada.
Terdapat berbagai cara untuk mengatasi pencemaran air, antara lain:
1. Tidak membuang sampah ke selokan. Dalam hal ini perlu adanya kesadaran yang tinggi
dalam diri mahasiswa untuk tidak membuang sampah sembarangan di selokan karena
masih banyak mahasiswa yang menganggap bahwa selokan adalah sarana tempat
sampah. Maka hal inipun menyebabkan selokan menjadi sangat kotor dan tercemar,
padahal peran utama selokan adalah sebagai penyalur air yang kurang bersih, bukan
menampung sampah kotor.
2. Mendaur ulang semua sampah yang bisa didaur ulang. Sampah yang bisa didaur ulang
usahakan untuk didaur ulang. Membuat karya daur ulang dapat meningkatkan kreativitas.
Karya daur ulang tersebut juga dapat bernilai ekonomis apabila dikelola dengan baik.

3. Peraturan yang tegas kepada mahasiswa. Peraturan tersebut dibuat agar mahasiswa
tidak membuang sampah sembarangan. Tidak hanya membuat peraturan saja, tetapi juga
harus menindak secara tegas kepada mahasiswa yang berani mengotori lingkungan
Universitas Jember.

4.2 Pencemaran Tanah


Tanah indonesia terkenal dengan kesuburanya. Hingga dalam sejarah Indonesia pernah
tercetat. Kesuburan itu telah mengundang para penjajah asing untuk mengeksploitasinya.
Tanah yang masih memenuhi unsur dasarnya sebagai tanah dan tidak mengandung zat-zat
yang merusak keharaanya, serta bersifat subur, tidak berbau busuk, tingkat keasaman normal.
Yang paling utama adalah tidak mengandung logam berat. Tanah yang tidak tercemar besar
potensinya untuk sarana kemaslahatan umat manusia. Pertanian dengan tanah yang baik bisa
mendatangkan keuntungan berlipat ganda.
Namun, fenomena sekarang lain lagi. Sebagian tanah Indonesia tercemar oleh polusi
yang diakibatkan oleh kelalaian masyarakat. Pencemaran ini menjadikan tanah rusak dan
hilang kesuburanya, mengandung zat asam tinggi. Berbau busuk, kering, mengandung logam
berat, dan sebagainya. Kalau sudah begitu maka tanah akan sulit untuk dimanfaatkan.
Perbedaan tanah tercemar dengan tanah yang tidak tercemar dapat dilihat sebagai berikut:
Tanah Tercemar
Tanah Tidak Tercemar
1. Tanah tidak subur
1. Tanahnya subur
2. pH dibawah 6 (tanah asam) atau pH diatas 2. Trayek pH minimal 6, maksimal 8
3. Tidak berbau busuk
8 (tanah basa)
4.Tidak kering, memiliki tingkat kegemburan
3. Berbau busuk
4. Kering
yang normal
5. Mengandung logam berat
5. Tidak Mengandung logam berat
6. Mengandung sampah anorganik
6. Tidak mengandung sampah anorganik
Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan
merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena kebocoran limbah
cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial, penggunaan pestisida, masuknya air
permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan, kecelakaan kendaraan
pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah, air limbah dari tempat penimbunan sampah serta
limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal
dumping).Faktor-faktor yang mengakibatkan terjadinya pencemaran tanah antara lain
pembuangan bahan sintetis yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme, seperti plastik,
kaleng, kaca, timbunan sampah.Sampah selalu menjadi persoalan rumit dalam masyarakat

yang kurang memiliki kepekaan terhadap lingkungan. Begitu banyak kondisi tidak
menyenangkan akan muncul seperti bau tidak sedap, lalat beterbangan, dan gangguan
berbagai penyakit. Banyak diantara kita yang kurang memiliki rasa kepedulian terhadap
lingkungan, hal ini terlihat dari masih banyaknya sampah yang berserakan. Di simpang 3
rusunawi ini terdapat timbunan sampah, baik sampah organik (daun-daun) maupun sampah
anorganik (plastik). Timbunan sampah ini, selain tidak sedap dipandang juga dapat
mengakibatkan terjadinya pencemaran tanah dilokasi tersebut. Timbunan sampah juga
menutupi permukaan tanah sehingga tanah tidak bisa dimanfaatkan dan merusak struktur
permukaan dan tekstur tanah.
Untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat pencemaran tersebut, dapat
dilakukan beberapa langkah berikut ini:
1. Sampah-sampah organik yang tidak dapat dimusnahkan (berada dalam jumlah cukup
banyak) dan mengganggu kesejahteraan hidup serta mencemari tanah, agar diolah atau
dilakukan daur ulang menjadi barangbarang lain yang bermanfaat, misalnya dijadikan
mainan anak-anak, dijadikan bahan bangunan, plastik dan kaca-kaca di daur ulang
menjadi vas kembang, plastik di daur ulang menjadi ember dan masih banyak lagi caracara pendaur ulang sampah.
2. Bekas bahan bangunan (seperti

batu-batu, pasir, kerikil, batu bata) yang dapat

menyebabkan tanah menjadi tidak/kurang subur, dikubur dalam sumur secara berlapislapis yang dapat berfungsi sebagai resapan dan penyaringan air, sehingga tidak
menyebabkan banjir, melainkan tetap berada di tempat sekitar rumah dan tersaring.
Resapan air tersebut bahkan bisa masuk ke dalam sumur dan dapat digunakan kembali
sebagai air bersih.
3. Sampah anorganik yang tidak dapat diurai oleh mikroorganisme. Cara penanganan yang
terbaik dengan mendaur ulang sampah-sampah menjadi barang-barang yang mungkin
bisa dipakai atau juga bisa dijadikan hiasan dinding. Limbah industri, cara
penanggulangannya yaitu dengan cara mengolah limbah tersebut sebelum dibuang
kesungai atau kelaut. Limbah pertanian, yaitu dengan cara mengurangi penggunaan
pupuk sintetik dan berbagai bahan kimia untuk pemberantasan hama seperti pestisida
diganti dengan penggunaan pupuk kompos.
4. Membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
Dengan melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan terhadap terjadinya
pencemaran lingkungan hidup (pencemaran udara, pencemaran air dan pencemaran tanah)
berarti kita melakukan pengawasan, pengendalian, pemulihan, pelestarian dan pengembangan

terhadap pemanfaatan lingkungan) udara, air dan tanah) yang telah disediakan dan diatur oleh
Allah sang pencipta, dengan demikian berarti kita mensyukuri anugerah-Nya.
4.3 Pencemaran Udara
Pencemaran Udara adalah peristiwa masuknya, atau tercampurnya, polutan (unsur-unsur
berbahaya) ke dalam lapisan udara (atmosfer) yang dapat mengakibatkan menurunnya
kualitas udara (lingkungan).
Penyebab dan dampak pencemaran udara yang paling utama selalu terkait dengan
manusia. Manusia menjadi penyebab utama dan terbesar terjadinya pencemaran udara.
Manusia pula yang merasakan dampak terburuk dari terjadinya pencemaran udara.
Pencemaran udara merupakan salah satu kerusakan lingkungan, berupa penurunan
kualitas udara karena masuknya unsur-unsur berbahaya ke dalam udara atau atmosfer bumi.
Unsur-unsur berbahaya yang masuk ke dalam atmosfer tersebut bisa berupa karbon
monoksida (CO), Nitrogen dioksida (No2), chlorofluorocarbon (CFC), sulfur dioksida (SO2),
Hidrokarbon (HC), Benda Partikulat, Timah (Pb), dan Carbon Diaoksida (CO2). Unsur-unsur
tersebut bisa disebut juga sebagai polutan atau jenis-jenis bahan pencemar udara.
Masuknya polutan

ke dalam atmosfer yang menjadikan terjadinya pencemaran

udara bisa disebabkan dua faktor, yaitu faktor alam dan faktor manusia. Penyebab
pencemaran udara dari faktor adalah alam contohnya adalah aktifitas gunung berapi yang
mengeluarkan abu dan gas vulkanik, kebakaran hutan, dan kegiatan mikroorganisme. Polutan
yang dihasilkan biasanya berupa asap, debu, dan gas.
Penyebab polusi udara yang kedua adalah faktor manusia dengan segala aktifitasnya.
Berbagai kegiatan manusia yang dapat menghasilkan polutan antara lain:
1.

Pembakaran: Semisal pembakaran sampah, pembakaran pada kegiatan rumah tangga,


kendaraan bermotor, dan kegiatan industri. Polutan yang dihasilkan antara lain asap,
debu, grit (pasir halus), dan gas (CO dan NO).

2.

Proses peleburan: Semisal proses peleburan baja, pembuatan soda, semen, keramik,
aspal. Polutan yang dihasilkannya meliputi debu, uap, dan gas.

3.

Pertambangan dan penggalian: Polutan yang dihasilkan terutama adalah debu.

4.

Proses pengolahan dan pemanasan: Semisal proses pengolahan makanan, daging,


ikan, dan penyamakan. Polutan yang dihasilkan meliputi asap, debu, dan bau.

5.

Pembuangan limbah: Baik limbah industri maupun limbah rumah tangga. Polutannya
adalah gas H S yang menimbulkan bau busuk.
2

6.

Proses kimia: Semisal pada pemurnian minyak bumi, pengolahan mineral, dan
pembuatan keris. Polutan yang dihasilkan umunya berupa debu, uap dan gas.
7.
Proses pembangunan: Semisal pembangunan gedung-gedung, jalan dan kegiatan yang
semacamnya. Polutannya seperti asap dan debu.
8.
Proses percobaan atom atau nuklir: Polutan yang dihasilkan terutama adalah gas dan
debu radioaktif.
Penyebab pencemaran udara di sekitar kawasan simpang 3 rusunawi kampus
ditimbulkan oleh ulah manusia antara lain disebabkan oleh hasil pembakaran, khususnya
bahan bakar fosil (minyak dan batu bara) yaitu yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor.
Serta pembuangan gas-gas AC di sekitar gedung-gedung terdekat kawasan simpang 3
rusunawi yaitu gedung FKIP Pendidikan Biologi. Gas pembuangan AC ini termasuk gas
CFC.
Dari kedua penyebab tersebut dapat menimbulkan pencemaran dan polusi udara di
sekitar kawasan simpang 3 rusunawi kampus.
Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara antara lain berkurangnya kadar
oksigen (O2) diudara, menipisnya lapisan ozon (O3) dan bila bersenyawa dengan air hujan
asam yang dapat merusak dan mencemari air, tanah atau tumbuhan.
Pencemaran udara akibat sisa dari pembakaran kendaraan bermotor dan asap pabrik,
dapat dicegah dan ditanggulangi dengan mengurangi pemakaian bahan bakar minyak. Perlu
dipikirkan sumber pengganti alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan, seperti
kendaraan berenergi listrik. Selain itu, dilakukan usaha untuk mendata dan membatasi jumlah
kendaraan bermotor yang layak beroperasi. Terutama pengontrolan dan pemeriksaan terhadap
asap buangan dan knalpot kendaraan bermotor.
Untuk menghilangkan kadar CFC di atmosfer diperlukan waktu sekitar seratus tahun
salah satu cara penanggulangannya yaitu dengan mengurangi penggunaan CFC yang tidak
perlu oleh manusia. Mengurangi penggunaan penggunaan CFC dapat mencegah rusaknya
lapisan ozon di atmosfer sehingga dapat mengurangi pemanasan global.
Bersahabatlah dengan alam jika tak ingin lingkungan kita tercemar. Oleh karena itu,
kita harus sadar bahwa pencemaran lingkungan merupakan masalah kita bersama, yang
semakin penting untuk diselesaikan, karena menyangkut keselamatan, kesehatan dan
kehidupan kita. Siapapun bisa berperan serta dalam meyelesaikan masalah pencemaran
lingkungan ini termasuk kita, dari kita sendiri sampai ke lingkungan yang lebih luas.

Permasalahan pencemaran lingkunganan yang harus kita atasi bersama di antaranya


pencemaran air, dan sungai, pencemaraan udara perkotaan, konstaminasi tanah oleh sampah,
ujan asam, perubahan iklim global, penipisan lapisan ozon, konstaminasi zat radio aktif dan
sebagaianya untuk menyelesaikan cara pencemaran ini, tentunya kita harus mengetahui
sumber tercemar, bagaimana peroses pencemaran itu terjadi, dan bagaimana lanakah
penyelesaian pencemaran lingkungan itu sendiri.

PENUTUP
1. Kesimpulan
2. Saran
1. Masyarakat harus menjaga lingkungan hidup agar lingkungan hidup tetap bersih dan
aman dan nyaman.
2. Manusia harus senantiasa menjaga lingkungan agar tetap lestari dan tidak tercemar.
3. Kita harus menggunakan sumber daya alam yang ada secara bijak serta menjaga dan
merawatnya agar tidak punah.
4. Seharusnya manusia memikirkan dampak yang ditimbulkan terlebih dahulu sebelum
melaksanakan sesuatu.
5. Manusia harus segera sadar diri setelah mengetahui kejadian kejadian yang sudah
terjadi agar tidak terulang lagi.
6. Pemerintah juga harus membuat peraturan dan sanksi sacara tegas bagi pihak-pihak
yang telah merusak lingkungan, serta mensosialisasikan kepada masyarakat tentang
pentingnya lingkungan yang tidak tercemar.

DAFTAR PUSTAKA
Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD). 2001. Penanggulangan
Pencemaran Air. Bandung: Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup
Fardiaz, S. 1992. Polutan Air dan Polusi Udara. Bogor: IPB
Kodoatie, Robert. 2008. Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu (Edisi 2). Jakarta: Index
Kristanto, P. 2002. Ekologi Industri. Yogyakarta: Penerbit ANDI.
Palar, H. 2008. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Jakarta: Rineka Cipta
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan
Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. 2001. Jakarta
Prawirohartono, Slamet. 2000. Biologi
Suharsimi, Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka
Cipta
Sumadi, Suryabrata. 1998. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Sunu, Pramudya. 2001. Melindungi Lingkungan Dengan Menerapkan ISO 14001. Jakarta.
PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.
Wasito, Sidik. 1970. Sanitasi Pembuangan Sampah. Jakarta
Wisnu, Arya. 1995. Dampak Pencemaran Lingkungan. YogyakartaL Penerbit Andi offset
Wiwoho, 2005.Model Identifikasi Daya Tampung Beban Cemaran Sungai Dengan QUAL2E.
Tesis. Semarang: Universitas Diponegoro.
Aryulina Diah.2004.Biologi SMA dan MA Untuk Kelas X.Jakarta:Erlangga
Bachri, Moch. 1995. Geologi Lingkungan. Malang: CV. Aksara.
Karmana Oman. 2007. Cerdas Belajar Biologi Untuk Kelas X Sekolah Madrasah Atas.
Bandung: Grafindo Media Pratama.
Syamsuri Istamar, dkk. 2007. IPA Biologi Untuk Kelas VII. Jakarta: Erlangga.
Wardhana, Arya Wisnu. 2001. Dampak Pencemaran Lingkungan. Yogyakarta : Andi
Yogyakarta.
http://dokumen.tips/documents/makalah-pencemaran-lingkungan-55c7fd856b366.html
(diakses pada tanggal 1 Desember 2015)
http://fitritanasy.student.unidar.ac.id/2013/06/makalah-polusi-udara-polusi-air-polusi.html
(diakses pada tanggal 1 Desember 2015)
https://adeputraselayar.wordpress.com/2012/06/12/makalah-pencemaran-lingkungan/
(diakses pada tanggal 1 Desember 2015)
https://lasonearth.wordpress.com/makalah/makalah-pencemaran-tanah/

(diakses pada tanggal 1 Desember 2015)


https://makalahsekolah.com/2015/05/15/karya-tulis-tentang-pencemaran-lingkungan/
(diakses pada tanggal 1 Desember 2015)
www.academia.edu/4741633/MAKALAH_PENCEMARAN_LINGKUNGAN
(diakses pada tanggal 1 Desember 2015)
http://irwantoshut.com.html (diakses pada tanggal 1 Desember 2015)
http://alamendah.org (diakses pada tanggal 1 Desember 2015)