Anda di halaman 1dari 6

I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengujian heterogenitas benih dilakukan untuk mengetahui suatu kelompok
benih homogen/heterogen, sehingga penyebaran kelompok benih yang tidak homogen
dapat dicegah. Suatu kelompok benih dapat dikatakan homogen, apabila dari setiap
bagian yang diambil dari kelompok benih tersebut menunjukkan ciri-ciri yang sama,
yaitu kemurnian atau daya tumbuhnya. Pengujian heterogenitas dilakukan
berdasarkan atas ciri kemurnian dan daya tumbuh. Apabila pengujian menggunakan
dasar kemurnian, maka perkiraan berat contoh kerja kurang lebih sama dengan berat
1000 biji dan setelah analisa setiap bagian dari kelompok benih tersebut harus
mempunyai persen benih murni, benih tanaman lain, kotoran benih. Sedangkan bila
pengujian berdasarkan daya tumbuh menggunakan 100 biji murni, yaitu dengan
mengamati bibit normal, abnormal dan bibit mati. Perhitungan uji heterogenitas
adalah sebagai berikut :
H = V/W-1
Keterangan : H = Nilai Heterogenitas
W = Ragam Teori
V = Ragam Aktual
W = X(100-X)/M
Keterangan : X = Persen berat komponen jumlah biji tumbuh
N = Jumlah contoh/sampel
M = Estimasi jumlah benih setiap sampel, dan nilai H yang diperoleh
lebih rendah dari standar ISTA,maka benih tersebut homogen.

Uji homogenitas sebagai uji persyaratan analisis data yang bertujuan untuk
mengetahui apakah data homogen (sama) atau tidak. Uji homogenitas dilakukan
setelah data persyaratan normalitas terpenuhi, yakni data dinyatakan berdistribusi
normal. Pengujian benih sangat berperan penting, terujinya benih berarti terhindarnya
para petani dari berbagai kerugian yang dapat timbul dalam pelaksanaan
usaha

taninya. Pengujian benih ditujukan untuk mengetahui mutu dan kualitas

benih. Kelompok benih harus dihomogenkan sedemikian rupa sehingga tidak ada
catatan/keterangan heterogen. Apabila ada keterangan heterogen maka dapat
dilakukan pengujian heterogenitas pada kelompok benih tersebut dengan mengambil
beberapa wadah.

B. Tujuan
Tujuan dalam melaksanakan praktikum Teknologi Benih ini adalah :
1. Sebagai syarat untuk menyelesaikan mata kuliah Teknologi Benih.
2. Agar dapat menentukan syarat benih bermutu.
3. Agar dapat membedakan benih bermutu secara fisik.

III. METODE PRAKTEK


A. Alat dan Bahan
Dalam praktikum ini memerlukan alat dan bahan diantaranya, yaitu :
1. Logbook
2. ATK (Alat Tulis Kantor)
3. Kamera
4. Nampan / wadah
5. Timbangan
6. Ember + air
7. Biji karet

B. Cara Kerja
Ambil biji dari tanaman yang telah disediakan masing-masing berjumlah 100
biji, lalu masing-masing biji ditimbang dan catat hasilnya, kemudian lakukan
pengukuran panjang, diameter dan volume biji serta hitung homogenitasnya.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil
Jumlah Benih
20
20
20
20
20

Sample
1
2
3
4
5

Berat
65 gr
65 gr
50 gr
65 gr
50 gr

Panjang
2,02 cm
2 cm
2,1 cm
2,48 cm
2,45 cm

B. Pembahasan
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa berat rata-rata dari jumlah
benih keret yang diteili adalah 59 gram dan panjang rata-ratanya adalah 2,21 cm.
Pengujian benih sangat berperan penting, terujinya benih berarti terhindarnya
para petani dari berbagai kerugian yang dapat timbul dalam pelaksanaan
usaha taninya.

IV. KESIMPULAN

Pengujian heterogenitas benih dilakukan untuk mengetahui suatu kelompok


benih homogen/heterogen, sehingga penyebaran kelompok benih yang tidak homogen
dapat dicegah. Pengujian heterogenitas dilakukan berdasarkan atas ciri kemurnian
dan daya tumbuh.
Pengujian benih sangat berperan penting, terujinya benih berarti terhindarnya
para petani dari berbagai kerugian yang dapat timbul dalam pelaksanaan
usaha

taninya. Penyebab benih tidak homogen adalah benih berasal dari jenis

klon/varietas yang berbeda.

IV. DAFTAR PUSTAKA

Tahir, M. 2014. Teknologi Benih. POLINELA Negeri Lampung.


Hartman, K.T and DE Kesterm, 1985. Plant propagation. Priciple and

Praktices, McGraw-Hill, London.


Lita Sutopo, 1985, Tekmologi Benih (Ed.Revisi).
http://syarattumbuh.blogspot.co.id
https://mayanneliese.files.wordpress.com/2012/10/uji-homogenitas