Anda di halaman 1dari 4

Manajemen PUSKESMAS

Manajemen Puskesmas didefinisikan sebagai rangkaian kegiatan yang bekerja secara


sistematis untuk menghasilkan luaran Puskesmas yang efektif dan efisien. Rangkaian
kegiatan sistematis yang dilaksanakan Puskesmas membentuk fungsi-fungsi
manajemen. Ada 3 (tiga) fungsi manajemen Puskesmas yang dikenal yakni
Perencanaan,
Pelaksanaan
dan
Pengendalian,
serta
Pengawasan
dan
Pertangungjawaban. Semua fungsi manajemen tersebut harus dilaksanakan secara
terkait dan berkesinambungan (Departemen Kesehatan, 2004).
Dari uraian beberapa pengertian manajemen tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa
manajemen Puskesmas diselenggarakan sebagai :
1. Proses pencapaian tujuan Puskesmas;
2. Proses menselaraskan tujuan organisasi dan tujuan pegawai Puskesmas (management
by objectives atau MBO) menurut Drucker;
3. Proses mengelola dan memberdayakan sumber daya dalam rangka efisiensi dan
efektivitas Puskesmas;
4. Proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah;
5. Proses kerjasama dan kemitraan dalam pencapaian tujuan Puskesmas;
6. Proses mengelola lingkungan.
TUPOKSI PUSKESMAS
PUSKESMAS mempunyai Tugas Pokok :
Melaksanakan sebagian kegiatan teknis operasional Dinas Kesehatan di bidang
pelayanan, pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan secara paripurna kepada
masyarakat di wilayah kerjanya

PUSKESMAS mempunyai Fungsi :


1. Penyusunan bahan perumusan kebijakan teknis dibidang pelayanan, pembinaan dan
pengembangan upaya kesehatan secara paripurna kepada masyarakat di wilayah
kerjanya;
2. Penyusunan rencana program dan rencana kerja anggaran dibidang pelayanan,
pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan secara paripurna kepada masyarakat
di wilayah kerjanya;
3. Pengkoordinasian pelaksanaan tugas dibidang pelayanan, pembinaan dan
pengembangan upaya kesehatan secara paripurna kepada masyarakat di wilayah
kerjanya;
4. Pelaksanaan kegiatan usaha pencegahan dan pemberantasan penyakit termasuk
Imunisasi;
5. Pelaksanaan peningkatan kesehatan dan kesehatan keluarga melalui kegiatan
Kesejahteraan Ibu dan Anak, Keluarga Berencana (KB), perbaikan gizi dan usia
lanjut;
6. pelaksanaan pemulihan dan rujukan melalui kegiatan pengobatan termasuk pelayanan
darurat karena kecelakaan serta kesehatan gigi dan mulut;

7. Pelaksanaan kesehatan lingkungan, penyuluhan dan peran serta masyarakat melalui


kegiatan penyehatan lingkungan, upaya kesehatan institusi dan olahraga, penyuluhan
kesehatan masyarakat dan perawatan kesehatan masyarakat;
8. Pelaksanaan kegiatan perawatan inap;karena diperlukan penanganan lanjut guna
percepatan penyembuhan penyakit;
9. Pelaksanakan kegiatan penelitian laboratorium dan pengelolaan obat-obatan;
10. Pelaksanaan pelayanan khusus melalui kegiatan upaya kesehatan mata, jiwa dan
kesehatan lain;
11. Pengelolaan urusan ketatausahaan PUSKESMAS;
12. Penyajian data dan informasi dibidang pelayanan, pembinaan dan pengembangan
upaya kesehatan secara paripurna kepada masyarakat di wilayah kerjanya;
13. Penyusunan laporan realisasi anggaran dibidang pelayanan, pembinaan dan
pengembangan upaya kesehatan secara paripurna kepada masyarakat di wilayah
kerjanya;
14. Penyusunan laporan kinerja program dibidang pelayanan, pembinaan dan
pengembangan upaya kesehatan secara paripurna kepada masyarakat di wilayah
kerjanya;
15. Pelaksanaan pembinaan, pemantauan pengawasan dan pengendalian kegiatan dibidang
pelayanan, pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan secara paripurna kepada
masyarakat di wilayah kerjanya dan pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh
Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya.
Model Model Manajemen Puskesmas
Untuk dapat mewujudkan visi, misi, dan tujuan Puskesmas, diperlukan model
manajemen yang cocok dan efektif untuk Puskesmas yang bersangkutan. Beberapa
model manajemen telah diperkenalkan pada Puskesmas, yaitu :
Model Manajemen P1 P2 P3
Manajemen Puskesmas terdiri dari P1 (Perencanaan), P2 (Penggerakan Pelaksanaan),
dan P3 (Pengawasan, Pengendalian, dan Penilaian)
A. P1 (Perencanaan) Puskesmas : Microplanning Puskesmas.
Microplanning adalah penyusunan rencana 5 (lima) tahunan dengan tahapan tiap-tiap
tahun di tingkat Puskesmas untuk mengembangkan dan membina Pos Pelayanan
Terpadu (Posyandu) Keluarga Berencana- Kesehatan diwilayah kerjanya, berdasarkan
masalah yang dihadapi dan kemampuan yang dimiliki dalam rangka meningkatkan
fungsi Puskesmas(Departemen Kesehatan, 1989).
Tujuan umum microplanning adalah meningkatkan cakupan pelayanan program
prioritas yang mempunyai daya ungkit terbesar terhadap penurunan angka kematian
bayi, anak balita dan fertilitas dalam wilayah kerjanya yang pada gilirannya dapat
meningkatkan fungsi Puskesmas. Sedangkan tujuan khususnya adalah :
1) mengembangkan dan membina pos-pos pelayanan terpadu KB-Kesehatan di desadesa wilayah kerja Puskesmas, sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan masalah
yang dihadapi sehingga dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien,
2) meningkatkan peran serta masyarakat dalam pelayanan kesehatan, dan
3) meningkatkan kemampuan staf Puskesmas dalamberfikir secara analitik dan
mendorong untuk berinisiatif, kreatif, daninovatif.
Ruang Lingkup microplanning adalah kegiatan pokok Puskesmas, meliputi 18 kegiatan
pokok. Namun demikian, mengingat dalam Pelita IV prioritas diberikan pada
penurunan angka kematian bayi dan anak balita serta angka fertilitas, maka

perencanaan yang dimaksud baru diarahkan pada 5 (lima) program terpadu KBKesehatan, yaitu program Kesehatan Ibu dan Anak, Keluarga Berencana, Gizi,
Imunisasi, dan Penanggulangan Diare. Kelima program tersebut mempunyai daya
ungkit terbesar terhadap upaya penurunan angka kematian bayi, anak balita, dan
angka fertilitas.
B. P2 (Penggarakan dan Pelaksanaan) Puskesmas
Tujuan Penggerakan dan Pelaksanaan (P2) Puskesmas adalah meningkatkan fungsi
Puskesmas melalui peningkatan kemampuan tenaga Puskesmas untuk bekerja sama
dalam Tim dan membina kerja sama lintas program dan lintas sektoral. Komponen
Penggerakan Pelaksanaan (P2) Puskesmas dilakukan melalui Lokakarya Mini
Puskesmas yang terdiri dari 4 (empat) komponen meliputi:
(1) penggalangan kerjasama Tim yaitu lokakarya yang dilaksanakan setahun sekali di
Puskesmas, dalam rangkameningkatkan kerja sama antar petugas Puskesmas untuk
meningkatkan fungsi Puskesmas, melalui suatu proses dinamika kelompok yang
diikuti dengan analisis beban kerja masing-masing tenaga yang dikaitkan
dengan berbagai kelemahan penampilan kerja Puskesmas menurut hasil
stratifikasi Puskesmas,
(2) penggalangan Kerjasama Lintas Sektoral yaitu dalam rangka meningkatkan peran serta
masyarakat dan dukungan sektor-sektor terkait melalui suatu pertemuan lintas
sektoral setahun sekali. Sebagai hasil pertemuan adalah kesepakatan rencana kerja
sama lintas sektoral dalam membina peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan
termasukketerpaduan KB-Kesehatan,
(3) rapat kerja Tribulanan Lintas Sektoral,sebagai tindak lanjut pertemuan penggalangan
kerja sama lintas sektoral,dilakukan pertemuan lintas sektoral setiap 3 (tiga) bulan
sekali untukmengkaji hasil kegiatan kerja sama lintas sektoral selama 3 (tiga)
bulan yang lalu dan memecahkan masalah yang dihadapi, kemudian disusun rencana
kerja sama lintas sektoral bulan selanjutnya, dan
(4) Lokakarya Bulanan Puskesmas, yaitu pertemuan antar tenaga Puskesmas pada
setiap akhir bulan untuk mengevaluasi pelaksanaan rencana kerja bulan yang lalu dan
membuat rencana bulan yang akan datang. Adapun tujuan LokakaryaBulanan
Puskesmas adalah
a) disampaikan hasil rapat dari tingkat kabupaten, kecamatan dan lain sebagainya,
b) diketahuinya hasil dan evaluasi kegiatan Puskesmas bulan lalu,
c) diketahuinya hambatan dan masalah dalam pelaksanaan kegiatan bulan lalu,
d) dirumuskannya cara pemecahan masalah,
e) disusunnya rencana kerja harian petugas selama satu bulan yang akan datang,
f) diberikannya tambahan pengetahuan baru,
g) disusunnya POA Puskesmas, baik POA tahunan maupun bulanan, dan
h) diketahuinya masalah di Puskesmas berdasarkan hasil Stratifikasi Puskesmas
(Departemen Kesehatan, 1988).
C. P3 (Pengawasan, Pengendalian, dan Penilaian): Stratifikasi Puskesmas
Stratifikasi Puskesmas adalah upaya untuk melakukan penilaian prestasi kerja
Puskesmas dengan mengelompokkan Puskesmas dalam 3 strata yaitu Strata Puskesmas
dengan prestasi kerja baik (Strata I), Strata Puskesmas dengan prestasi kerja cukup
(Strata II) dan Strata Puskesmas dengan prestasi kerja kurang (Strata III).

Pengelompokkan ketiga strata tersebut digunakan dalam rangka pemantauan terhadap


tingkat perkembangan fungsi Puskesmas, sehingga pembinaan dalam rangka
peningkatan fungsi Puskesmas dapat dilaksanakan lebih terarah. Hal ini diharapkan
agar dapat menimbulkan gairah kerja, rasa tanggung jawab dan kreatifitas kerja yang
dinamis melalui pengembangan falsafah mawas diri. Adapun tujuan umum Stratifikasi
Puskesmas adalah mendapatkan gambaran tentang tingkat perkembangan fungsi
Puskesmas secara berkala dalam rangka pembinaan dan pengembangannya.
Sedangkan tujuan khususnya adalah :
a. mendapatkan gambaran secara menyeluruh
b. perkembangan Puskesmas dalam rangka mawas diri,
c. mendapatkan masukan untuk perencanaan Puskesmas di masa mendatang, dan
d. mendapatkan informasi tentang masalah dan hambatan pelaksanaan
Puskesmas sebagai masukan untuk pembinaannya. Aspek yang dinilai dalam
Stratifikasi Puskesmas meliputi hasil kegiatan pokok Puskesmas, proses manajemen,
termasuk berbagai komponen penunjang baik fisik maupun non fisik dan keadaan
lingkungan wilayah kerja Puskesmas yang dapat berpengaruh terhadap
penampilan kerja Puskesmas. Dengan Stratifikasi Puskesmas ada 3 (tiga) area
yang perlu dibina yaitu :
a) Puskesmas sebagai wadah pemberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Pembinaan ini diarahkan terhadap fasilitas fisik, pelaksanaan manajemen, dan
kemampuan pegawai,
b) pelaksanaan program-program sektor kesehatan maupun program lintas sektoral yang
c) secara langsung maupun tidak langsung menjadi tanggung jawab Puskesmas dalam
pelaksanaannya maupun sarana penunjangnya dan
d) peran serta masyarakat dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat
dan produktif (Departemen Kesehatan, 1990).
Sumber :
http://www.uns.ac.id/datainformasi/buku/Microsoft%20Word%20-%20BUKU
%20MANAJEMEN%20KESEHATAN%20REVISI%20_Dr.%20Endang
%20Sutisna_.pdf