Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PENDAHULUAN DENGAN GASTRITIS

A. DEFINISI
Gastritis merupakan peradangan yang mengenai mukosa lambung.
Peradangan ini dapat mengakibatkan pembengkakan mukosa lambung sampai
terlepasnya epitel mukosa superfisial yang menjadi penyebab terpenting
dalam gangguan dalam saluran pencernaan. Pelepasan epitel akan
merangsang timbulnya proses inflamasi pada lambung (Sukarmin, 2012:147).
Gastritis akut merupakan peradangan pada mukosa lambung yang akut
dengan kerusakan-kerusakan erosi. Dan erosi itu sendiri adalahkerusakan
yang terjadi tidak lebih dalam daripada mukosa muskularis. Pada
pemeriksaan mikroskopik menunjukan mukosa merah, erosi kecil dan
perdarahan (Doengus, 2008).
Gastritis kronik merupakan peradangan bagian permukaan mukosa
lambung yang menahan dan ditegakkan berdasarkan pemeriksaan histopalogi
biopsi mukosa lambung. Dan ditandai dengan atropi progresif epitel kelenjar
disertai dengan kehilangan chief cell. Akibat produksi asam klorida pepsin
dan faktor intrinsik menurun, dinding lambung menjadi tipis sehingga fungsi
sebagai absorbsi menurun ( Mansjoer, 2001:493 ).
Gastritis adalah inflamasi pada dinding gaster terutama pada lapisan
mukosa gaster (Hadi, 1999).Gastritis adalah suatu keadaan peradangan atau
perdarahan mukosa lambung yang dapat bersifat akut, kronis, difus, atau lokal
(Price 2005).
Gastritis adalah peradangan lokal atau penyebaran pada mukosa lambung
dan berkembang dipenuhi bakteri (Kumala ,2011)

B. ETIOLOGI
1. Pola makan yang tidak teratur: tidak tepat waktu.
2. Iritasi yang disebabkan oleh rangsangan makanan, mislanya makanan
pedas, terlalu asam, dan alkohol.
3. Perokok: kandungan dari rokok seperti fenol, metanol, kadmiun, aseton,
dan lain-lain yang dapat berdampak terhadap erosi dan mukosa lambung.
4. Infeksi oleh bakteri (toksin) atau infeksi virus.
5. Obat-obatan seperti aspirin, obat anti inflamasi non steroid yang dapat
berdampak terhadap erosi pada mukosa lambung.
6. Gangguan mikrosirkulasi mukosa lambung: trauma, luka bakar, sepsis.
(Arif, 1999)
7. Stress
8. Zat kimia
9. Alkhohol
10. Obat, terutama golongan NSAID misalnya : aspirin.
11. Makanan yang merangsang: panas, pedas, asam
12. Helycobacter pylory ( pada gastritis kronis )
C. KLASIFIKASI DAN PROSES PENYAKIT
1. Gastritis akut
Gastritis akut dapt disebabkan oleh karen astress, zat kimia
misalnya : obat-obatan dan alkohol, makanan yang pedas, panas maupun
asam. Pada para yang mengalami stress akan terjadi perangsangan saraf
simpatis NV (Nervus Vagus) yang akan meningkatkan produksi asam
klorida (HCl) dalam lambung. Adanya HCl yang berada di dalam
lambung akan menimbulkan rasa mual, muantah dan anoreksia.
Tukak beban atau tukak seres merupakan suatu reaksi selintas pada
permukaan mukosa lambung oleh akibat iritasi. Pada gastritis ini biasanya
ada tukak multiple yang kecil
Gastritis akut tedapat 2 bentuk reaksi
a) Gastritis akut tanpa pendarahan
b) Gastritis dengan pendarahan (gastritis hemoragik atau gastritis
erosive)
2. Gatriris kronik
Helicobacter pylori merupakan bakteri gram negatif. Organisme ini
menyerang sel permukaan gaster, memperberat timbulnya desquamasi sel
dan muncullah respon radang kronis pada gaster yaitu: destruksi kelenjar
dan metaplasia.Metaplasia adalah salah satu mekanisme pertahanan tubuh

terhadap iritasi, metapalasia ini juga menyebabkan hilangnya sel mukosa


pada lapisan lambung, sehingga akan menyebabkan kerusakan pembuluh
darahb

lapisan

mukosa.

Kerusakan

pembuluh

darah

ini

akan

menimbulkan perdarahan (Price, 1999)


a) Gastritis kronik autoimun terjadi karena terbentuknya atibodi terhadap
sel pariental
b) Gastritis kronik autoimun dan aklorhidra dapat berubah menjadi
karsinomalambung
D. TANDA DAN GEJALA
1. Gastritis Akut
Keluhan yang sering diajukan pasien adalah : rasa pedih, kadang
timbul rasa berdenyut-denyut perut atas yang ada hubungan dengan
makanan. Keluhan ini timbul mendadak setelah makan atau minumminuman yang iritatif atau korosif .Dapat terjadi ulserasi superfisal dan
mengarah pada hemoragi. Rasa tidak nyaman pada abdomen dengan sakit
kepala kelesuan, mual,anoreksia mungkin terjadi mual dan muntah serta
cegukan. Beberapa pasien menunjukkan asimtomatik. Dapat terjadi lokil
dan diare apabika tidak dimuntahkan tetapi malah mencapaiusus. Pasien
biasanya

mulai

pulih

kembali

sekitar

sehari

meskipun

nafsu

makanmungkin akan hilang selama 2-3 hari.


2. Gastritis kronik
Keluhan yang sering diajukan oleh penderita pada umumnya bersifat
ringan dandirasakan sudah berbulan-bulan bahkan sudah bertahun-tahun.
Pada umumnyamengeluh rasa tidak enak diperut atas,lekas kenyang,
mual, rasa pedih sebelumatau sesudah makan dan kada
3. ng mulut terasa masam. Gastritis tipe A pada dasarnya asimtomatik
kecuali untuk gejala defisiensi vitamin B. Gastritis tipe B pasien
mengeluh anoreksia nyeri ulu hati setelah makan berdahak , rasa asam
4.
5.
6.
7.

dalam mulut atau mual dan muntah.


Nyeri ulu hati
Hal ini dapat disebabkan karena adanya suatu proses peradangan
yang terjadi akibat dari adanya iritasi pada mukosa lambung.
Anoreksia, Nausea dan Vomitus

E. KOMPLIKASI

1. Gratitis akut
a) Perdarahan saluran cerna bagian atas,yang merupakan kedaruratan
medis,terkadang perdarahan yang terjadi cukup banyak sehingga dapat
b)
c)
2.

3.
4.
5.
6.

menyebabkan kematian.
Ulkus,jika prosesnya hebat
Gangguan cairan dan elektrolit pada kondisi muntah hebat.
Gratitis kronik
a) Anemia pernisiosa
b) Ulkus peptikum
c) Keganasan lambung
Perdarah saluran cerna bagian atas
Hematemesis dan melena (anemia)
Ulkus peptikum
Perforas

F. PENATALAKASANAAN
Terapi:
1. Berkonsultasi ke dokter, dokter akan memberi obat sesuai keluhan dan
penyebab. Umumnya gastritis yang disebabkan oleh infeksi diberikan
obat-obatan untuk mengatasi keluhan dan menghentikan proses infeksi
sesuai dengan penyebabnya. Obat-obatan yang digunakan dalam
mengatasi gastritis.
2. Tindakan Medis yang bertujuan untuk Pengobatan
a) Pemeriksaan darah, tes ini digunakan untuk memeriksa adanya
antibody Pylori dalam darah. Tes darah dapat juga dilakukan untuk
memeriksa anemia, yang terjadi akibat pendarahan lambung akibat
gastritis.
b) Pemeriksaan feces, tes ini memeriksa apakah terdapat H. Pylori dalam
feses atau tidak.
c) Endoskopi saluran cerna bagian atas, dengan tes ini dapat terlihat
adanya ketidaknormalan pada saluran cerna bagian atas yang mungkin
tidak terlihat dari sinar X.
d) Rontgen saluran cerna bagian atas, tes ini akan melihat adanya tandatanda gastritis atau penyakit pencernaan lainnya.
G. DIAGNOSA YANG MUNGKIN MUNCUL
1. Ansietas berhubungan dengan pengobatan
2. Risiko kurang volume cairan berhubungan dengan anemia

3. Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan


dengan gangguan absorbsi
4. Nyeri berhubungan dengan agen cedera biologis

DAFTAR PUSTAKA
Askep Gastritis. http://www.scribd.com/doc/58435179/Pathway-Askep-Gastritis
Easter Monica. 2001. Keperawatan medical bedah. Jakarta : Penerbit Buku
Kedokteran
Doengoes, Marylin E. 2008. Rencana Asuhan Dan Dokumentasi Keperawatan.
Edisi 3.Jakarta : EGC.
Kumala Sari Muttaqin Arief. 2011. Gangguan Gastrointestinal. Jakarta : Salemba
Medika
Mansjoer, Arif. (1999). Kapita Selekta Kedokteran, Edisi ketiga jilid pertama.
Jakarta: Media Aesculapeus
Price, Sylvia A, dkk.( 2005). Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses
Penyakit, Edisi 6 Vol I. Jakarta: EGC

Sukarmin. 2012. Keperawatan Pada Sistem Pencernaan. Yogyakarta : Pustaka


Pelajar
Taringan Lina. Post : 25 Mei 2012. Asuhan Keperawatan Pada Pasien Gastritis.
http://www.scribd.com/doc/68171546/34134791-Asuhan-KeperawatanGastritis Fakultas Keperawatan Universitas Arlangga Surabaya. Post : 2011.
Pathway EGC

KUMPULAN LAPORAN HARIAN


DI UGD RS DKT Dr SOETARTO
YOGYAKARTA

Disusun Oleh :
Reni Purwanti

( 2320122185)

AKADEMI KEPERAWATAN
NOTOKUSUMO YOGYAKARTA
OKTOBER 2014