Anda di halaman 1dari 43

OLEH

Prof.Dr.Rasinta Tarigan drg.sp KG(K)

Medical Faculty

Opthalmologie

Internal Medicine
Dentistry
-oral surgery
( sp BM)
-Prosthodontics
(sp Prosth)
-Operative Dentistry
+Endodontics
(sp KG)

Operative Dentistry bedah (surgery)


Caries preparations of cavities
Restorations
Disease of dental pulp ---- endodontics
Periapical inflamation ---lesion
Tooth discoloration-traumatics injuries
-root canal filling
-tetracycline stain

Bleaching
Crown fracture ---Operative Dentistry +Endodontics

Structure elemen gigi:


Email (Subst.Adamantina)
Dentin (Subst.Eburnae)

Adama-Junani :baja
Komposisi : Mineral (anorganis) 93%
Organis
4%
Air
3%
Anorganis terdiri dari (CARLSTOM,1964)
*PO4
55,5 %
*Na 0,5 %
*Ca
37 %
*Dan lain lain
*CO3
3,5%
*Ca5OH(PO4)3
*Hydroxyl Apatit

Sifat sifat fisik.


Kekerasan email dibanding bahan laiN
Skinner 1958 Newburn
(1962)
Email
260
268 +20
Dentin
65
63 + 5
Amalgam
90
Porcelein
415

Email unsur Bradytrophes =sedikit


mendapat makanan
Difus ion2 saliva thd email
fluor
aplikasi
Perikymata
Grs Retzius
Semak email leher gigi
Lamella email

Dentin
Struktur hampir sama dgn tulang
Primer dentin
Sekunder dentin
Tertiar dentin----pulp kapping
----amputasi vital
Komposisi : mineral organis
air
66 %
18%
16%

Dentin interglobular ---organisnya >>>


Tubulus dentin, memanjang periper ke pulpa
Ketterl (1961,1965)

dekat pulpa
pertengahan perifer
16-30th
4,0
3,1
1,7
30-50th
3,1
2,6
1,7
50-75th
2,9
2,4
1,7
Rerata Jmlh
64000
35000
18000

Teori penjalaran saraf pd dentin


1.konvensional,masuk ke td teruske
dentinemail
2.lanjut ke predentin balik ke odontoblast
3.saraf langsung ke odb
4.TOYODA,saraf ke td membentuk Reseptor
5.ANDERSON, lanjut ke dentin balik ke odb
6MUNCH, berjalan extratubular memotong
dentin dan kadang bercabang.235 elektron
mikroskop ok

Perasan sakit dapat terjadi karena:


1.rangsangan terhadap saraf
2,tekanan pd serat Tomes---td---odb----Reseptor2
saraf pd odb dilanjutkan ke afferen otak
3.timbulnya panas pd pemboran---penggumpalan
serat Tomes---tek.pd td----Tekanan pd saraf
4.rangsang---acethycholin dilepas---PH menurun---pergeseran ion2 Ca/K---menekan Saraf
5.getar bor2 yg digunakan

Rasa sakit pada pemboran gigi

Mengurangi sakit pada preparasi:


1. tehnik Fisik
2. tehnik medikamen
3. elektro medikamentosa
4. anaestesi lokal
5. anastesi umum

Faktor mempengaruhi karies


1. Keturunan
Orang tua, karies >>
2. Ras
Ras tertentu, rahang kecil
3. Jenis Kelamin
Karies Pr >> Lk

anak, karies >>

karies >>

4. Umur
Periode gigi bercampur, karies >>
5. Makanan
Kualitas makanan, KH, protein, lemak, vit
masa pra-erupsi

6. Unsur kimia
Berillium, fluor, Au, Ag, Mg dll. Menghambat karies.
Cadmium , platina, selenium menunjang terjadinya
karies
7. Air Ludah
Dikeluarkan: Gl.Parotis
Gl. Sublingualis
Gl. Submandibularis
PH + 5,25-8,5
Dijumpai enzim: amilase, phosphatase, oxidase,
glykogenase, lipase, dll

Viscosity
Serous self cleansing >>
Mucinous self cleansing <<
Organisme dalam mulut
Stapilokokus, Streptococus, Neiseria, Laktobaktilus,
Aktinoises, dll
8. Plak
Terbentuk dari campuran musin, sisa sel jaringan
mulut, leukosit, limposit, sisa makanan & bakteri
KANTOROWICH: gigi yang bersih akan sulit terjadi
karies.

Teori terjadi karies


Kimia bakteriologis
1. khemo-parasit- Miller(1889)
2. Proteolysis- Gottlieb (1921)
3. Endogen proteolisis- Bodecker (1929)
4. Proteolysis Chelations- Martin
Schatz( 1954)
5. Glykogen- Egiedi (1956)

Enzymologis
Elektro fisik, Fisikokimia
Prof. Kessel perusak aktiv
perusak bersifat predisposisi

Teori Proteolisis
Bahan Organis duluan dirusak
spt: - cuticula dentis
- substansia Interprismata
- lamella email
Yang dirusak oleh proteolyse dari
streptococcus, diikuti perusakan anorganis
Alasan: 1. streptococcus >>
2. PH mulut 6,1- 7,7 (SAUERWEIN)

TEORI KESSEL
1. Perusak aktif
2. Bersifat predisposisi
Ad 1. *demineralisasi makanan, saliva, bakteri
*Proteolysis, enzim hasil streptococcus
Ad 2. *lokal Plak
*Umum umur, gizi, geografis,
hormonal, keturunan, hygiene

Aspek morfologi & bentuk karies


gigi
Karies email

Karies dentin (FURRER 1922)

Bentuk karies gigi


1. Berdasarkan meluasnya karies gigi
a. Penetrierende Karies

b. Unterminirende Karies

2. Berdasarkan stadium karies


a. Karies superficialis

b. Karies Media

c. Karies profunda

3. Berdasarkan Lokalisasi karies(G.V.BLACK)


a. Klas I

b. Klas II

c. Klas III

d. Klas IV

e. Klas V

Klas VI (SIMON)

4. Berdasarkan banyaknya permukaan gigi


terkena karies
a. Simpel Karies
b. Kompleks karies

Sekunder karies
Rampan Karies
Residif Karies
Sirkular Karies

Nomenklatur gigi (FK)

Kelainan/ies kerusakan gigi-non


karies
1. Atrisi kerusakan permukaan gigi pada kontak
area
-proximal
-oklusal bruxism
2. Abrasi sikat gigi
3. Erosi
Chemis-Mekanis
4. Lokal non Hereditary (enamel Hipoplasia)
5. Enamel hipokalsifikasi
6. Dentin hipoplasia
7. Dentin hipokalsifikasi

8. Discoloration extrinsik
intrinsik
9. Mal formasi
10. Amelogenesis Imperfecta
11. Dentinogenesis Imperfecta
12. Trauma

Masuknya bakteri2 anaerob


pus
gas gangren
merembes ke
apex
parodontitis apikalis
Therapi : trepanasi,irigasi sa, R/ AB ,R/ anti
Inflamasi,R/analgetik

Anda mungkin juga menyukai