Anda di halaman 1dari 23

Tren Akuntansi dan

Riset Akuntansi

Asep Sopan Sopian


Renawati
E. Danu BP
Ika F. Syah

Adolf J. H. Ethoven merefleksikan megatrend akuntansi akan


menghadapi persoalan-persoalan diperlukannya pengukuran
efisiensi dan produktivitas, serta keterpaduan akuntansi
dengan bidang dan disiplin lain.

Tren Akuntansi
Megatrends 2010 yang ditulis oleh Patrice Aburdene (2005)
tujuh Megatrends yang kecendrungan mempengaruhi profesi
akuntansi tersebut adalah:
1.Kekuatan spiritualitas (The Power of Spiritualy).
2.Munculnya kapitalisme yang sadar (The Down on Conscious
Capitalism).
3.Pemimpin lahir dari level tengah (Leading From the Middle).
4.Bisnis spiritualisme (Spirituality in Business).
5.Konsumen berbasis nilai (The Value-Driven Consumer).
6.Gelombang solusi kesadaran (The Wave of Conscious
Salutions).
7.Boomnya investasi pada perusahaan yang memiliki
tanggungjawab (The Socially Rensponsible Investment Boom).

Beberapa Topik Baru Dalam


Akuntansi
1. Akuntansi internasional atau akuntansi global.
2. Akuntansi islam.
3. Akuntansi sumber daya manusia.
4. Triple entry accounting system.
5. Employee reporting.
6. Value added reporting.
7. Akuntansi perilaku.
8. Multiiciplines paradigm.
9. Akuntansi dan pembangunan berkelanjutan.
10.Kegagalan efficient market hypothesis (EMH).
11. Krisis akuntansi.

Akuntansi internasional (global)


Definisi akuntansi internasional adalah memperluas akuntansi
yang bertujuan umum (general purpose yang berorientasi
nasional) dalam arti luas untuk:
Analisa komparatif internasional
Pengukuran dari isu-isu pelaporan akuntansinya yang unik
bagi transaksi2 bisnis mulitnasional
kebutuhan akuntansi bagi pasar-pasar keuangan internasional
harmonisasi keragaman pelaporan keuangan melalui aktivitasaktivitas politik, organisasi, profesi dan pembuatan standar.

Akuntansi internasional (global)


Ada 3 kekuatan utama yang mendorong bidang akuntansi
kedalam dimensi internasional yang terus tumbuh.
Kekuatan kekuatan itu adalah :
Faktor lingkungan
Internasionalisasi dan disiplin akuntansi
Internasionalisasi dari profesi akuntansi.

Akuntansi islam
Menurut Sofyan S. Harahap dalam (Akuntansi Social ekonomi dan Akuntansi
Islam hal 56) mendefinisikan :
Akuntansi Islam atau Akuntansi syariah pada hakekatnya adalah penggunaan
akuntansi dalam menjalankan syariah Islam
Akuntansi syariah ada dua versi :
Akuntansi syariah yang yang secara nyata telah diterapkan pada era dimana
masyarakat menggunakan sistem nilai Islami khususnya pada era Nabi SAW,
Khulaurrasyidiin, dan pemerintah Islam lainnya.
Akuntansi syariah yang saat ini muncul dalam era dimana kegiatan ekonomi
dan sosial dikuasai ( dihegemony) oleh sistem nilai kapitalis yang berbeda dari
sistem nilai Islam. Kedua jenis akuntansi itu bisa berbeda dalam merespon
situasi masyarakat yang ada pada masanya. Tentu akuntansi adalah produk
masanya yang harus mengikuti kebutuhan masyarakat akan informasi yang
disuplainya.

Akuntansi islam
Dari paparan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa :
kaidah akuntansi dalam konsep islam dapat didefinisikan
sebagai kumpulan sebagai kumpulan dasar dasar hukum
yang baku dan permanen, yang disimpulkan dari sumber
sumber syariah islam dan dipergunakan sebagai aturan
oleh seorang akuntan dalam pekerjaannya, baik dalam
pembukuan, analisis, pengukuran, pemaparan, maupun
penjelasan, dan menjadi pijakan dalam menjelaskan suatu
kejadian atau peristiwa.

Akuntansi sumber daya manusia


The Comitee on Human Resources Accounting dan AAA (Belkaoui
1985). mendefinisikan :
ASDM adalah Proses mengidentifikasi dan mengukur data tentang
sumber daya manusia dan menyampaikan informasi ini kepada
mereka yang berkepentingan
Ada tiga fungsinya, yaitu :
Sebagai kerangka kerja untuk membantu pengambilan keputusan
didalam SDM
Memberikan informasi kuantitatif tentang Biaya dan nilai SDM
sebagai unsure organisasi
Memotivasi manager mengadopsi informasi SDM dalam
pengambilan keputusan yang menyangkut orang.

Triple Entry System


Dalam sistem ini transaksi dicatat dalam tiga
dimensi. Model ini adalah pengembanagn
dari double entry bookeepping system.
Tujuan Model ini sebenarnya untuk menambah
informasi kepada pembaca, khususnya pihak
manajemen dan para pengambil keputusan yang
berkepentingan dengan laporan keuangan
perusahaan.

Employee Reporting
Employee Reporting merupakan bentuk laporan keuangan
yang memuat informasi yang relevan bagi karyawan atau serikat
pekerja.
Beberapa hal yang mendesak dan mendorong
perlunya employee reporting ini adalah (Purdy dalam Belkaoui,
1985):
1. Tekanan semakin besar akan perlunya full diclosure.
2. Praktik dan masalah yang berkaitan dengan hubungan
3.
4.

perburuan.
Munculnya perdebatan tentang demokratisasi
perusahaan.
Perkembangan dinegara lain akan perlunya informasi
dimaksud.

Value Added Reporting


Value Added Reporting (VAR) atau laporan pertambahan
nilai
berkaitan
juga
dengan Human
Resouces
Accounting dan Employee Reporting terutama dalam hal
informasi yang disajikannya. Value Added Reporting ini
masih belum diwajibkan sebagai laporan utam diberbagai
negara, jadi masih dalam tahap wacana akademik. Value
Added Reporting ini sebenarnya menutupi kekurangan
informasi yang disajikan dalam laporan keuangan utama,
neraca, laba rugi, dan arus kas. Karena semua laporan ini
gagal memberikan informasi:
Total produktivitas dari perusahaan.
Share dari setiap stakeholders atau anggota tim yang ikut
dalam proses manajemen yaitu: pemegang saham,
kreditor, pegawai, dan pemerintah.

Akuntansi Perilaku
Dalam akuntansi perilaku ini yang menjadi sorotan adalah
dampak dari informasi akuntansi terhadap perilaku orang yang
membaca atau menyiapkannya
Ramanauskas, dan Marconi (1989), membaginya atas tiga
bagian besar berikut ini:
Pengaruh perilaku manusia terhadap desain, konstruksi, dan
pengungkapan sistem akuntansi. Disini akuntansi perilaku
membahas sikap dan filosofi manajemen yang dapat
memengaruhi sifat pengawasan akuntansi dan fungsi
organisasi.
Pengaruh sistem akuntansi terhadap perilaku manusia.
Metode untuk meramalkan dan strategi untuk mengubah
perilaku manusia

Multidicipline Paradigm
Perkembangan ilmu dimasing-masing bidang ini
selalu berkaitan erat dan saling mengisi dengan
disiplin ilmu lain. Akuntansi sebagai suatu sistem
informasi membutuhkan komputer, information
science, dan decision science.Akhirnya muncullah
ilmu baru seperti desicion science yang sumber
formula dan elemen-elemennya berasal dari berbagai
ilmu. Decision science ini merupakan disiplin ilmu
baru di Amerika dan bahkan sudah menjadi salah satu
jurusan yang populer di College of Business,
femomena inilah yang disebut multidicipline
paradigm.

Akuntansi dan pembangunan


berkelanjutan
Dilaksanakannya Earth Summit mengingatkan pada isu yang
sam diajukan oleh Club of Rome tahun 1975 yaitu konsep Limit
to Growth atau sering juga disebut Zero Growth. Club para ahli
nomor wahid ini menganggap bahwa :
kerusakan bumi timbul dari kombinasi dari berbagai faktor
yang harus direm perkembangannya seperti perkembangan
penduduk , investasi, konsumsi sumber alam, industri,
ketidakadilan distribusi pendapatan, pertanian, kehutanan
Club ini ingin menyelamatkan masa depan umat manusis
dengan mengingatkan perlunya keharmonisan pengelolaan
ekosistem yang bersifat global dan dependen.

Akuntansi dan pembangunan


berkelanjutan

Akuntansi Sebagai Alat Ukur


Perlunya Akuntansi Lingkungan
Kesulitan Pengukuran
Penyajian

Efficient Market Hypothesis


Teori EMH ini menyatakan bahwa pasar akan
menyesuaikan diri dengan setiap informasi baru yang
dikeluarkan mengenai saham.
Dalam bahasa penelitian bidang penelitian yang
menyangkut soal ini adalah positive accounting
theory.dalam teori ini yang dibahas bukan bagaiman
mencatat transaksi, tetapi menyangkut :
Melihat hubungan antara pengumuman informasi
akuntansi kepada publik dam reaksi pasar terhadap
informasi itu yang dilihat dari indikator harga saham
dibursa.
Melihat pengaruh perubahan kebijakan akuntansi
terhadap harga pasar.

Krisis Akuntansi
Krisis akuntansi mungkin muncul dari :
Profesi akuntansi
Kecurangan dalam lingkungan akuntansi
Menurunnya workload dalam proses akuntansi
Iklim organisasi di kantor akuntan
Problema produksi ilmu pengetahuan dalam
akuntansi

Riset akuntansi adalah upaya yang dilakukan untuk kebenaran


di bidang akuntansi. Ada beberapa metode penelitian yang
dipakai, secara garis besar ada tiga cara yang dipilih :
Metode kuantitatif, yaitu dengan menggunakan rumus-rumus
statistic dalam mengidentifikasi dan mengolah variable yang
muncul dari problema yang akan dijawab.
Metode kualitatif, yaitu menggunakan narasi dan penguraian
tentang variabel yang akan dibahas tanpa melakukan
pengukuran.
Metode campuran, yaitu dengan cara menggabungkan kedua
metode diatas baik kuantitatif maupun kualitatif.

Proses Penelitian Ilmiah


Keabsahan metode yang digunakan menentukan apakah hasil dari
suatu riset itu dapat diakui sebagai science atau tidak. Science berasal
dari kata latin yang berarti mengetahui. Dari sikap ini mereka
mendefinisikan Science sebagai keseluruhan ilmu pengetahuan yang
dilahirkan dengan cara menggunakan metodologi ilmiah maka
hasilnya sah menjadi Science.
Nachimas (1981, 15). Metodologi ilmiah adalah suatu sistem dari
prosedur dan peraturan eksplisit berdasarkan mana suatu riset
dilakukan dan ilmu pengetahuan dinilai.

Akuntansi : Art, Science atau


Technology
Para pendukung Art, akuntansi itu sangat sarat dengan
pertimbangan dan penafsiran pribadi yang dilakukan oleh praktisi
dibidang ini sehingga sukar merumuskan dalam formula matematis.
Para pendukung Science, ilmu akuntansi itu banyak didominasi
oleh prosedur pengukuran yang ketat yang akan menghasilkan
atribut ekonomi yang mempunyai arti seperti dalam hal
pengukuran asset yang dijadikan dasar peramalan.
Para pendukung Technology, mengolah data yang belum berguna
yang diperoleh menjadi laporan keuangan sebagai produk yang
berguna bagi masyarakat.

Penelitian di Bidang Akuntansi


Bidang-bidang riset yang telah dilakukan dalam
akuntansi :

The decision model approach.


Capital market research.
Behaviour research.
Agency teory
Information economics.
Deconstruction.
Marxism in accounting.
Islam in accounting.

Di lain pihak, Ahmed Belaoui membagi menjadi


empat yaitu :

Functionalist
Interpretive
Radical Humanist
Radical Structuralist

Ruang Lingkup Penelitian Akuntansi

Konsentrasi Akuntansi Keuangan


Akuntansi Manajemen
Akuntansi Pasar Modal
Akuntansi Perpajakan
Auditing
Sistem Informasi Akuntansi
Tren Akuntansi
Topik Lain