Anda di halaman 1dari 45

KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan
rahmat dan karuniaNyasehingga kami dapat menyelesaikan tugas Makalah dan Satuan Acara
Penyuluhan (SAP) mengenai DIABETES MELITUS.
Makalah dan Satuan Acara Penyuluhan (SAP) ini disusun guna memenuhi salah satu
tugas mata kuliah Sistem Endokrin Jurusan Ilmu Keperawatan STIKES Mandala Waluya
Kendari.
Selama penyusunan makalah dan Satuan Acara Penyuluhan (SAP) ini, kami tidak
lepas dari bantuan dan kerjasama dengan berbagai pihak dan kelompok, dalam mengatasi
hambatan yang ditemukan. Oleh karena itu, sebagai rasa syukur kami mengucapkan
terimakasih yang sebesar- besarnya kepada anggota kelompok dan pihak- pihak yang terlibat
dalam penyusunan makalah dan Satuan Acara Penyuluhan (SAP) ini.
Kami menyadari bahwa makalah dan Satuan Acara Penyuluhan (SAP) ini jauh dari
sempurna, untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan
penulisan selanjutnya.
Akhirnya, kami berharap semoga makalah dan Satuan Acara Penyuluhan ini dapat
bermanfaat, khususnya bagi kami selaku penyusun maupun bagi pengembangan ilmu
keperawatan pada umumnya.
Kendari, Desember 2015
Penyusun,

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................................
DAFTAR ISI..............................................................................................................
I.

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang....................................................................................

B.

Tujuan Penulisan................................................................................

C.

Metode Penulisan................................................................................

D.

Studi Kepustakaan...............................................................................

E.

Partisipasi Aktif...................................................................................

F.

Sistematika Penulisan...........................................................................
II.

PEMBAHASAN

1.

Pengertian............................................................................................

2.

Anatomi Fisiologi Pankreas.................................................................

3.

Klasifikasi Diabetes Melitus................................................................

4.

Penyebab Diabetes Melitus..................................................................

5.

Tanda dan Gejala Diabetes Melitus.....................................................

6.

Patofisiologi..........................................................................................

7.

Komplikasi Diabetes Melitus................................................................

8.

Perawatan Diabetes Melitus.................................................................

9.

Pendidikan Pasien dan Pertimbangan Perawatan dirumah.............

10. Pencegahan Diabetes Melitus...............................................................


11. Dampak Diabetes Melitus terhadap Keluarga....................................
III.

PENUTUP

1.1 Kesimpulan.............................................................................................
1.2 Saran.......................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
Satuan Acara Penyuluhan (SAP)....................................................................
1.

Analisa Masalah SAP..........................................................................

2.

Sasaran..................................................................................................

3.

Tujuan...................................................................................................

4.

Kegiatan Operasional............................................................................

I.

MateriPenyuluhan........................................................................

II.

Pesan Pokok....................................................................................

III. Materi Pembelajaran......................................................................


IV. Kegiatan Pembelajaran..................................................................
V.

Metode dan Media..........................................................................

VI. Evaluasi...........................................................................................
VII.Kesimpulan......................................................................................

LAMPIRAN I
Materi Penyuluhan Diabetes Melitus...............................................................
LAMPIRAN II
Materi Penyuluhan Diit Diabetes Melitus......................................................
LAMPIRAN III
Leaf leat...........................................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah


Banyak orang masih menganggap penyakit diabetes merupakan penyakit orang tua

atau penyakit yang hanya timbul karena faktor keturunan. Padahal, setiap orang dapat
mengidap diabetes, baik tua maupun muda, termasuk Anda. Namun, yang perlu anda pahami
adalah anda tidak sendiri. Menurut data WHO, Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar
dalam jumlah penderita Diabetes Mellitus di dunia. Pada tahun 2000 yang lalu saja,
terdapat sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia yang mengidap diabetes.
Namun, pada tahun 2006 diperkirakan jumlah penderita diabetes di Indonesia
meningkat tajam menjadi 14 juta orang, dimana baru 50 persen yang sadar mengidapnya dan
di antara mereka baru sekitar 30 persen yang datang berobat teratur. Sangat disayangkan
bahwa banyak penderita diabetes yang tidak menyadari dirinya mengidap penyakit yang lebih
sering disebut penyakit gula atau kencing manis. Hal ini mungkin disebabkan minimnya
informasi di masyarakat tentang diabetes terutama gejala-gejalanya. Sebagian besar kasus
diabetes adalah diabetes tipe 2 yang disebabkan faktor keturunan. Tetapi faktor keturunan
saja tidak cukup untuk menyebabkan seseorang terkena diabetes karena risikonya hanya
sebesar 5%. Ternyata diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada orang yang mengalami obesitas
alias kegemukan akibat gaya hidup yang dijalaninya.
Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka kami dari kelompok 9 tertarik
untuk melakukan Pendidikan Kesehatan pada klien dengan topic Manajemen Diabetes
Mellitus Dengan Gaya Hidup Sehat.

NNo
Penyakit

Scoring

TB Paru

20 %

Hipertensi

20%

Diare

15 %

Diabetes Melitus

45 %

B.

Tujuan Penulisan

1.

Tujuan Umum

Penyusun mampu melaksanakan penyuluhan secara langsung dan komprehensif meliputi


aspek biologis, sosial, psikologi dan spiritual dengan pendekatan proses keperawatan.
2.

Tujuan Khusus

a.

Penyusun mampu melakukan pengkajian dan menegakan diagnosa dengan

menggunakan pendekatan yang sistematis untuk mengumpulkan dan menganalisa data


tersebut.
b.

Penyusun mampu merencanakan tindakan keperawatan berdasarkan prioritas masalah

sesuai dengan kebutuhan dan masalah yang dihadapi oleh klien.


c.

Penyusun mampu melaksanakan tindakan keperawatan sesuai dengan rencana

tindakan yang telah ditentukan dan berdasarkan kebutuhan klien.


d.

Penyusun mampu mengevaluasi hasil tindakan perawatan yang telah dilaksanakan

berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan.

C.

Metode Penulisan

Metode yang dipergunakan dalam penyusunan makalah ini penyusunmenggunakan metode


deskriptif yang berbentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Sedangkan
teknik pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut :
1.

Pengamatan dan observasi.

2.

Wawancara

3.

Studi Dokumentasi

D.

Studi Kepustakaan

Studi kepustakaan adalah cara pengumpulan data melalui studi literatur dengan membaca
buku sumber yang berkaitan dengan teori Diabetes Militus (DM) sehingga sangat membantu
perawat dalam memberikan penyuluhan yang benar dan tepat.
E.

Partisipasi Aktif

Melibatkan partisipasi aktif keluarga dalam proses keperawatan keluarga.


F.

Sistematika Penulisan

Dalam penulisan Makalah ini, penulis membagi tiga Bab yaitu :


BAB I

: Pendahuluan yang berisi tentang Latar Belakang Masalah, Tujuan Penulisan,

Metode Penulisan serta Sistematika Penulisan.


BAB II

: Pembahasan yang berisi tentang Pengertian, Anatomi Fisiologi Pankreas,

Klasifikasi Diabetes Melitus, Penyebab Diabetes Melitus, Tanda dan Gejala Diabetes Melitus,
Patofisiologi, Komplikasi Diabetes Melitus, Perawatan Diabetes Melitus, Pendidikan Pasien
dan Pertimbangan Perawatan di rumah, dan Pencegahan.
BAB III

: Penutup yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran.

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN
Diabetes Melitus adalah sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan
kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia.(Suzanne C. Smeltzer. Brenda G. Bare 2002 :
1220).
Diabetes melitus adalah penyakit kronis metabolisme abnormal yang memerlukan
pengobatan seumur hidup dengan diet, latihan, dan obat-obatan (Carpenito, 1999 : 143).
Diabetes mellitus adalah masalah yang mengancam hidup ( kasus darurat ) yang
disebabkan oleh defisiensi insulin relati atau absolut ( Marilynn E. Doenges dkk, 1993 :
726 ).
Diabetes Melitus adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai berbagai kelainan
metabolik akibat gangguan hormonal yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik (Arif
mansjoer, Kuspuji Triyanti, Rukhmi Savitri, Wahyu Ika Wardani, Wiwek setiowulan 2000 :
580).
Diabetes Mellitus adalah keadaan hyperglikemia kronis yang disebabkan oleh faktor
lingkungan dan keturunan secara bersama-sama, mempunyai karakteristik hyperglikemia
kronis tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikontrol (WHO).
Dari beberapa pengertian Diabetes Melitus diatas maka menyimpulkan bahwa
Diabetes Melitus adalah penyakit metabolisme abnormal, kelainan heterogen akibat
gangguan hormonal ditandai dengan kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia

yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik yang memerlukan pengobatan seumur hidup
dengan diet, latihan dan obat-obatan.

B. ANATOMI FISIOLOGI PANKREAS


Pankreas adalah kelenjar majemuk bertanda dan strukturnya sangat mirip dengan
kelenjar ludah, panjang kira-kira 15 cm berat 60 100 gram. Letak pada daerah umbilical,
dimana kepalanya dalam lekukan duodenum dan ekornya menyentuh kelenjar lympe,
mengekskresikannya insulin dan glikogen ke darah.
Pankreas terdiri dari tiga bahagian yaitu :
a. Kepala pankreas merupakan bahagian paling besar terletak di sebelah kanan umbilical
dalam lekukan duodenum.
b. Badan pankreas merupakan bagian utama organ itu letaknya sebelah lambung dan
depan vertebra lumbalis pertama.
c. Ekor pankreas adalah bagian runcing sebelah kiri, dan yang sebenarnya menyentuh
lympa.
Pankreas terdiri dari dua jaringan utama yaitu :
a. Acini yang menyekresi getah pencernaan ke duodenum.
b. Pulau langerhans yang tidak mengeluarkan sekretnya keluar, tetapi menyekresi insulin
dan glukagon langsung ke darah.
Pulau langerhans manusia mengandung tiga jenis sel utama yaitu sel alfa, beta dan
delta yang satu sama lain dibedakan dengan struktur dan sifat pewarnaannya. Sel beta
mengekresi insulin, sel alfa mengekresi glukagon, dan sel-sel delta mengekresi somatostatin.
Fungsi pancreas ada dua, maka disebut organ rangka, yaitu :

a. Fungsi eksokrin, dilaksanakan oleh sel sekretori lobula yang membentuk getah
pancreas berisi enzim dan elektrolit. Jenis-jenis enzim dari pancreas adalah :
Amylase ; menguraikan tepung menjadi maltosa atau maltosa dijadikan
polisakarida dan polisakarida dijadikan sakarida kemudian dijadikan

monosakarida.
Tripsin ; menganalisa pepton menjadi polipeptida kemudian menjadi asam

amino.
Lipase ; menguraikan lemak yang sudah diemulsi menjadi asam lemak dan

gliserol gliserin.
b. Fungsi endokrin atau kelenjar tertutup berfungsi membentuk hormon dalam pulau
langerhans yaitu kelompok pulau-pulau kecil yang tersebar antara alveoli-alveoli
pancreas terpisah dan tidak mempunyai saluran.
Oleh karena itu hormon insulin yang dihasilkan pulau langerhans langsung diserap ke dalam
kapiler darah untuk dibawa ke tempat yang membutuhkan hormon tersebut. Dua hormon
penting yang dihasilkan oleh pancreas adalah insulin dan glucagon.
1) Insulin
Insulin adalah protein kecil yang berat molekulnya 5808 untuk manusia. Insulin
terdiri dari dua rantai asam amino, satu sama lain dihubungkan oleh ikatan disulfide. Sekresi
insulin diatur oleh glukosa darah dan asam amino yang memegang peranan penting.
Perangsang sekresi insulin adalah glukosa darah. Kadar glukosa darah adalah 80 90 mg/ml.
Mekanisme untuk mencapai derajat pengontrolan yang tinggi yaitu :
a. Fungsi hati sebagai sistem buffer glukosa darah yaitu meningkatkan konsentrasinya
setelah makan, sekresi insulin juga meningkat sebanyak 2/3 glukosa yang di absorbsi
dari usus dan kemudian disimpan dalam hati dengan bentuk glikogen.
b. Sebagai sistem umpan balik maka mempertahankan glukosa darah normal.
c. Pada hypoglikemia efek langsung glukosa darah yang rendah terhadap hypothalamus
adalah merangsang simpatis. Sebaliknya epinefrin yang disekresikan oleh kelenjar

adrenalin masih menyebabkan pelepasan glukosa yang lebih lanjut dari hati. Juga
membantu melindungi terhadap hypoglikemia berat.
Adapun efek utama insulin terhadap metabolisme karbohidrat, yaitu :

Menambah kecepatan metabolisme glukosa


Mengurangi konsentrasi gula darah
Menambah penyimpanan glukosa ke jaringan.

2) Glukagon
Glukagon adalah suatu hormon yang disekresikan oleh sel-sel alfa pulau langerhans
mempunyai beberapa fungsi yang berlawanan dengan insulin. Fungsi yang terpenting adalah :
meningkatkan konsentrasi glukosa dalam darah. Glukagon merupakan protein kecil
mempunyai berat molekul 3842 dan terdiri dari 29 rantai asam amino.
Dua efek glukagon pada metabolisme glukosa darah :
1) Pemecahan glikogen (glikogenolisis)
2) Peningkatan glukosa (glukogenesis)
Pengatur sekresi glukosa darah perubahan konsentrasi glukosa darah mempunyai efek
yang jelas berlawanan pada sekresi glukagon dibandingkan pada sekresi insulin, yaitu
penurunan glukosa darah dapat menghasilkan sekresi glukagon, bila glukagon darah turun 70
mg/100 ml darah pancreas mengekresi glukosa dalam jumlah yang sangat banyak yang cepat
memobilisasi glukosa dari hati. Jadi glukagon membantu melindungi terhadap hypoglikemia.

C. KLASIFIKASI DIABETES MELITUS


Ada beberapa tipe Diabetes Melitus yang berbeda, penyakit ini dibedakan
berdasarkan penyebab perjalanan klinik dan terapinya klasifikasi yang utama adalah sebagai
berikut.

1) Tipe I,Pada diabetes jenis ini, pankreas tidak bisa memproduksi insulin sama sekali.
Sehingga, untuk bertahan hidup penderita bergantung pada pemberian insulin dari
luar dengan cara disuntik. Karena itu, diabetes ini juga memiliki istilah Insulin
Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Jumlah kejadiannya sangat langka, hanya
sekitar 10% dari total penderita diabetes di dunia dan kurang dari 1% di Indonesia.
Diabetes tipe I biasanya mengenai anak-anak dan remaja. Faktor penyebabnya adalah
infeksi virus atau reaksi auto-imun (rusaknya sistem kekebalan tubuh), yang merusak
sel-sel penghasil insulin. Biasanya, gejala diabetes tipe I muncul mendadak, seperti
tiba-tiba sering cepat merasa haus, sering buang air kecil (pada balita sering
mengompol), badan menjadi kurus, dan lemah. Jika insulin tidak segera diberikan,
penderita bisa tiba-tiba tidak sadarkan diri atau koma diabetik.
2) Tipe II,Inilah jenis diabetes yang diderita 90% para penderita diabetes. Diabetes jenis
ini disebut juga diabetes life style karena selain faktor keturunan, penyebab utamanya
adalah gaya hidup tidak sehat. "Sebanyak 90% diabetesi menderita DM karena
pengaruh faktor keturunan. Tapi, faktor lingkungan dan gaya hidup adalah faktor
pemicu terjadinya DM," (Prof. Sidartawan). Umumnya, diabetes tipe ini mengenai
orang dewasa, tapi akhir-akhir ini juga banyak mengenai orang-orang yang lebih
muda.
Berbeda dari diabetes tipe I yang muncul tiba-tiba, diabetes tipe II berkembang sangat
lambat, bisa sampai bertahun-tahun. Karena itu, gejalanya sering kali tidak jelas
terasa. Penderita diabetes tipe II tidak mutlak memerlukan suntikan insulin karena
pankreasnya masih menghasilkan insulin, tapi kerja insulin menjadi tidak efektif
karena di dalam tubuh tengah terjadi resistensi insulin atau penurunan kemampuan
hormon insulin menurunkan kadar gula darah.

Saat terjadi resistensi insulin, pankreas harus bekerja keras memproduksi insulin
sebanyak-banyaknya untuk dapat menggempur resistensi insulin tersebut dan
memberi kesempatan gula untuk masuk ke dalam sel-sel tubuh. Jika kondisi ini tidak
segera diperbaiki, pankreas akan kelelahan dan kemampuannya untuk menghasilkan
insulin menurun sehingga gula akan menumpuk di dalam darah. Salah satu faktor
pemicu resistensi insulin atau diabetes tipe II adalah kegemukan, khususnya
kegemukan di daerah perut, kurangnya aktivitas fisik, dan terlalu banyak makan
dengan gizi yang tidak seimbang.
Diabetes melitus yang berhubungan dengan keadaan atau sindrom lainnya sebagai berikut :

Penyakit pankreas
Penyakit hormonal
Kelainan reseptar insulin
Sindrom genetik tertentu
Sirosic hepatic
Diabetes melitus gestasional ( gtestasional diabetes melitus (GDM)) Diabetes tipe in
terjadi pada wanita selama kehamilannya yang sebelumnya tidak menderita diabetes,
terjadi sekitar 2%-5% dari seluruh kehamilan.

D. FAKTOR FAKTOR PENYEBAB DIABETES MELITUS


Penyakit diabetes bisa disebabkan oleh beberapa faktor pemicu,diantaranya:

1. Pola makan
Makan secara berlebihan dan melebihi jumlah kadar kalori yang dibutuhkan oleh tubuh
dapat memacu timbulnya diabetes mellitus. konsumsi makan yang berlebihan dan tidak
diimbangi dengan sekresi insulin dalam jumlah yang memadai dapat menyebabkan kadar
gula dalam darah meningkat dan pastinya akan menyebabkan diabetes melitus.

2. Obesitas (kegemukan)
Orang gemuk dengan berat badan lebih dari 90 kg cenderung memiliki peluang lebih
besar untuk terkena penyakit diabetes militus. Sembilan dari sepuluh orang gemuk
berpotensi untuk terserang diabetes mellitus.
3. Faktor genetis
Diabetes mellitus dapat diwariskan dari orang tua kepada anak. Gen penyebab diabetes
mellitus akan dibawa oleh anak jika orang tuanya menderita diabetes mellitus. Pewarisan
gen ini dapat sampai ke cucunya bahkan cicit walaupun resikonya sangat kecil.
4. Bahan-bahan kimia dan obat-obatan
Bahan-bahan kimia dapat mengiritasi pankreas yang menyebabkan radang pankreas,
radang pada pankreas akan mengakibatkan fungsi pankreas menurun sehingga tidak ada
sekresi hormon-hormon untuk proses metabolisme tubuh termasuk insulin. Segala jenis
residu obat yang terakumulasi dalam waktu yang lama dapat mengiritasi pankreas.
5. Penyakit dan infeksi pada pancreas
Infeksi mikroorganisme dan virus pada pankreas juga dapat menyebabkan radang
pankreas yang otomatis akan menyebabkan fungsi pankreas turun sehingga tidak ada
sekresi hormon-hormon untuk proses metabolisme tubuh termasuk insulin. Penyakit
seperti kolesterol tinggi dan dislipidemia dapat meningkatkan resiko terkema diabetes
mellitus.
6. Pola hidup
Pola hidup juga sangat mempengaruhi faktor penyebab diabetes mellitus. Jika orang
malas berolah raga memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena penyakit diabetes mellitus
karena olah raga berfungsi untuk membakar kalori yang berlebihan di dalam tubuh.
Kalori yang tertimbun di dalam tubuh merupakan faktor utama penyebab diabetes

mellitus selain disfungsi pankreas. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus
diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan.
Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat
ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding
bersepeda, kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di
Kawasan Pasifik Barat. Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki
risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau
aktivitas lainnya.
7. Teh manis
Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah
melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung
250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah
1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.0001.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau
setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes.
8. Gorengan
Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah
salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular,
diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah
adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya
adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai
dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta
penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia
di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan
tinggi lemak, termasuk gorengan.

9. Suka ngemil
Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari
obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua
potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan
kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan
yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks
tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan
dalam menaikkan kadar gula dalam darah.
10. Kurang tidur.
Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari
University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan
kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes
meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang
memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap
makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik.
11. Sering stress
Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang,
tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah
naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang
sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi
karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan.
12. Kecanduan Rokok

Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita
menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen.
Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi
kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga.
13. Menggunakan pil kontrasepsi
Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau
progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut
dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja
hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan,
pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama
dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik.
14. Keranjingan soda
Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses Health Study II terhadap 51.603 wanita
usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat
berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan
risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu,
asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih
banyak.

E. TANDA DAN GEJALA DIABETES MELITUS


Tanda awal yang dapat diketahui bahwa seseorang menderita DM atau kencing manis
yaitu dilihat langsung dari efek peningkatan kadar gula darah, dimana peningkatan kadar gula

dalam darah mencapai nilai 160 180 mg/dL dan air seni (urine) penderita kencing manis
yang mengandung gula (glucose), sehingga urine sering dilebung atau dikerubuti semut.
Penderita kencing manis umumnya menampakkan tanda dan gejala dibawah ini
meskipun tidak semua dialami oleh penderita :
1. Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)
2. Sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)
3. Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)
4. Frekwensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)
5. Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya
6. Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & kaki
7. Cepat lelah dan lemah setiap waktu
8. Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba
9. Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya
10. Mudah terkena infeksi terutama pada kulit.
F. PATOFISIOLOGI
Sebagian besar patologi Diabetes Mellitus dapat dikaitkan dengan satu dari tiga efek
utama kekurangan insulin sebagai berikut :
1) Pengurangan penggunaan glukosa oleh sel-sel tubuh, dengan akibat peningkatan
konsentrasi glukosa darah setinggi 300 sampai 1200 mg/hari/100 ml.

2) Peningkatan

mobilisasi

lemak

dari

daerah-daerah

penyimpanan

lemak,

menyebabkan kelainan metabolisme lemak maupun pengendapan lipid pada


dinding vaskuler yang mengakibatkan aterosklerosis.
3) Pengurangan protein dalam jaringan tubuh.
Akan tetapi selain itu terjadi beberapa masalah patofisiologi pada Diabetes Mellitus
yang tidak mudah tampak yaitu kehilangan ke dalam urine penderita Diabetes Mellitus. Bila
jumlah glukosa yang masuk tubulus ginjal dan filtrasi glomerulus meningkat kira-kira diatas
225 mg.menit glukosa dalam jumlah bermakna mulai dibuang ke dalam urine. Jika jumlah
filtrasi glomerulus yang terbentuk tiap menit tetap, maka luapan glukosa terjadi bila kadar
glukosa meningkat melebihi 180 mg%.
Asidosis pada diabetes, pergeseran dari metabolisme karbohidrat ke metabolisme
telah dibicarakan. Bila tubuh menggantungkan hampir semua energinya pada lemak, kadar
asam aseto asetat dan asam Bihidroksibutirat dalam cairan tubuh dapat meningkat dari 1
Meq/Liter sampai setinggi 10 Meq/Liter.

G. KOMPLIKASI DIABETES MELITUS


a. Komplikasi Akut
1. Koma hipoglikemia
2. Ketoasidosis
3. Koma hiperosmolar nonketotik
b.

Komplikasi kronik
Makroangiopati, mengenai pembuluh darah besar, pembuluh darah jantung
pembuluh darah tepi, pembuluh darah otak.Mikroangiopati mengenai pembuluh

darah kecil : retinopati diabetik, nefropati diabetik.


Neuropati diabetik
Rentan infeksi seperti tuberkolosis paru, gingifitas, dan infeksi saluran kemih
Kaki diabetik

H. PERAWATAN DIABETES MELITUS

Tujuan utama terapi Diabetes adalah mencoba menormalkan aktifitas insulin dan
kadar glukosa darah dalam upaya untuk mengurangi komplikasi Vaskuler neuropatik.
Ada lima komponen dalam penatalaksanaan Diabetes mellitus:
a.

Mengatur makanan (diit)


Diet dan pengendalikan berat badan merupakan dasar dari penatalaksanaan

Diabetes. Penatalaksanaan nutrisi pada penderita Diabetes diarahkan untuk mencapai


tujuan berikut ini:
1.
2.
3.
4.

Memberikan semua unsur makanan esensial (misalnya vitamin, mineral)


Mencapai dan mempertahankan berat badan yang sesuai
Memenuhi kebutuhan energi
Mencegah kluktasi kadar glukosa darah setiap harinya dengan mengupayakan
kadar glukosa, darah mendekati normal melalui cara-cara yang aman dan

5.

praktis
Menurunkan kadar lemak darah jika kadar ini meningkat.

Bagi pasien-pasien obesitas, penurunan berat badan merupakan kunci dalam


penanganan Diabetes. Bagi semua penderita Diabetes.Perencanaan makanan harus
mengimbangkan pula kegemaran Apasien terhadap makanan tertentu gaya hidup,
jam-ja makan, yang bisa diikutinya dan latar belakang etnik serta budayanya.
b. Latihan
Latihan akan menurunkan kadar glukosa darah dengan meningkatkan pengambilan
glukosa oleh otot dan memperbaiki pemakaian insulin sirkulasi darah tonus otot juga
diperbaiki dengan berolahraga.
c.

Pemantauan glukosa dan keton


1. Pemantauan kadar glukosa darah secara mandiri

Cara ini memungkinkan deteksi dan pencegahan hipoglikemia serta hiperglikemia


dan berperan dalam menentukan kadar glukosa darah normal yang kemungkinan
akan mengurangi komplikasi Diabetes jangka panjang.
2.

Hemoglobin glikosilasi

Merupakan pemeriksaan darah yang mencerminkan kadar glukosa darah rata-rata


selama periode waktu kurang-lebih 2 hingga 3 bulan.
3.

Pemeriksaan urin untuk glukosa

Pemeriksaan glukosa urin merupakan satu-satunya cara memantau diabetes setiap


hari.
4.

Pemeriksaan urine untuk keton

Pemeriksaan keton urine harus dilakukan pada saat penderita Diabetes tipe I
mengalami glukosuria atau kenaikan kadar glukosa darah yang tidak dapat
dijelaskan dan pada keadaan sakit serta hamil.

d. Terapi
1. Insulin
Sebagaimana dinyatakan sebelumnya hormon insulin disekresikan oleh sel-sel
beta pulau Langerhans. Hormon ini bekerja untuk menurunkan kadar glukosa
darah post prandial dengan mempermudah pengambilan serta penggunaan
glukosa oleh sel-sel otot, lemak dan hati selama periode puasa, insulin
menghambat pemecahan simpanan glukosa protein dan lemak.

2. Agens Antidiatik Oral


Agens antidiabrtik oral mungkin berkhasiat bagi pasien diabetes tipe II yang tidak
dapat diatasi hanya dengan diet dan latihan meskipun demikian obat ini tidak
dapat digunakan pada kehamilan.

I. PENDIDIKAN PASIEN DAN PERTIMBANGAN PERAWATAN DI RUMAH


Diabetes Melitus merupakan sakit kronis yang memerlukan prilaku penanganan
mandiri yang khusus seumur hidup karena diet aktivitas fisik dan stress fisik serta emosional
dapat mempengaruhi pengendalian Diabetes maka pasien harus belajar keterampilan untuk
merawat diri sendiri setiap hari guna menghindari penurunan atau kenaikan kadar glukosa
darah yang mendadak, tetapi juga harus memiliki prilaku preventif dalam gaya hidup untuk
menghindari komplikasi diabetik jangka panjang.

J. PENCEGAHAN
a. Menghindari kegemukan terutama pada seseorang dengan resiko tinggi terhadap
b.

kemungkinan timbulnya diabetes.


Bila seseorang telah didiagnosa menderita Diabetes Melitus maka ia harus dapat
mengontrol gula darahnya dengan baik untuk memperkecil timbulnya komplikasi
misalnya dengan :
1. Berhenti merokok
2. Menurunkan berat badan (bila terlalu gemuk)
3. Mencegah sedapat mungkin infeksi pada kaki terutama yang dapat menyebabkan
gangren.

K. Dampak Daibetes Melitus terhadap keluarga


a. Fungsi afektik
Dengan adanya anggota keluarga yang menderita penyakit Diabetes akan
menimbulkan berbagai respon emosional dari anggota keluarga yang lain seperti arsietas

atau kecemasan ataupun depresi dan perasaan khawatir maka perhatian keluarga bertuju
pada individu yang dakit sehingga kebutuhan psikologis anggota keluarga yang lain tidak
terpenuhi sehingga fungsi afektif keluarga terganggu.
b.

Fungsi sosialisasi
Dengan adanya anggota keluarga yang menderita diabetes terutama orang tua,

maka perhatian terhadap anak akan berkurang sehingga dapat menyebabkan anak dalam
keluarga tersebut kurang memahami peran yang seharusnya diajarkan oleh orang tuanya
sehingga mengakibatkan anak tersebut tidak bisa berfungsi dan tidak bisa menerima
peran-peran dewasa dalam masyarakat yang akan mengakibatkan anak dalam keluarga
tersebut tidak bisa berbaur atau bersosialisasi dengan masyarakat disekitarnya sehingga
fungsi sosialisasi terganggu.

c.

Fungsi reproduksi
Diabetes Melitus yang lebih lanjut dapat mengakibatkan kelainan pada pembuluh

darah dan syaraf sehingga dapat menimbulkan komplikasi salah satu adalah impotensi
yang berpengaruh terhadap kehidupan seksual dalam keluarga tersebut sehingga fungsi
reproduksi akan terganggu.
d.

Fungsi Ekonomi
Ada dua cara Diabetes mempengaruhi fungsi ekonomi dalam keluarga.
Pertama, Diabetes yang terjadi kepada kepala keluarga sebagai pencari nafkah,
Diabetes menyebabkan lemah, badan lesu, kemampuan berfikir menurun, tidur yang
terganggu karena sibuk buang air kecil tengah malam akan mengakibatkan seorang

kepala keluarga tidak bisa bekerja yang mengakibatkan pendapatan keluarga


berkurang atau bahkan tidak ada sehingga fungsi ekonomi keluarga terganggu.
Kedua, dampak Diabetes terhadap fungsi ekonomi keluarga yaitu masalah yang
menyangkut keuangan yang akan meniongkat bila timbul komplikasi sehingga
penderita Diabetes harus berobat rutin yang memrlukan tablet penurun gula apalagi
kalau ditambah penurunan kadar lemak untuk pederita yang obesitas akan sangat
membengkak lalu untuk pemeriksaan laboratorium pembelian obat-obatan dan ongkos
transport yang akan menghabiaskan banyak biaya sehingga akan menggangu fungsi
ekonomi keluarga.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Diabetes Melitus diatas maka menyimpulkan bahwa Diabetes Melitus adalah penyakit
metabolisme abnormal, kelainan heterogen akibat gangguan hormonal ditandai dengan
kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia yang menimbulkan berbagai
komplikasi kronik yang memerlukan pengobatan seumur hidup dengan diet, latihan dan obatobatan.
Ada beberapa tipe Diabetes Melitus:
1. Tipe I Yaitu Diabetes Melitus tergantung insulin atau insulin dependent Diabetes
Melitus (IDDM)
2. Tipe II yaitu Diabetes Melitus tidak tergantung insulin atau non insulin dependent
Diabetes Melitus (NIDDM)
3. Diabetes melitus yang berhubungan dengan keadaan atau sindrom lainnya
4. Diabetes melitus gestasional ( gtestasional diabetes melitus (GDM)).
Diabetes Melitus dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:

Faktor Genetik
Faktor Imunologi
Faktor lingkungan
Faktor usia
Faktor nutrisi
Obesitas

Tanda dan gejala Diabetes Melitus Diagnosis DM awalnya dipikirkan dengan adanya gejala
khas berupa polifagia, poliuria, polidipsi, lemas dan berat badan menurun, gejala lain yang

mungkin dikeluhkan pasien adalah kesemutan, gatal, mata kabur dan impotensi pada pria
serta prositus vulva pada wanita.
Komplikasi pada Diabetes Melitus terdiri dari Komplikasi AkutDan komplikasi kronik.
Perawatan pada pasien Diabetes Melitus terdiri dari:
Mengatur pola makan (Diit)
Latihan
Pemantauan glukosa dan keton
Teraphi
Pendidikan pasien dan pertimbangan perawat dirumah

Pencegahan yang dapat dilakukan:


Menghindari kegemukan terutama pada seseorang dengan resiko tinggi terhadap
kemungkinan timbulnya diabetes.
Bila seseorang telah didiagnosa menderita Diabetes Melitus maka ia harus dapat
mengontrol gula darahnya dengan baik untuk memperkecil timbulnya komplikasi
misalnya dengan :
Berhenti merokok
Menurunkan berat badan (bila terlalu gemuk)
Mencegah sedapat mungkin infeksi pada kaki terutama yang dapat menyebabkan
gangren.
Dampak penyakit Diabetes mellitus terhadap keluarga:

Fungsi afektif
Fungsi sosialisasi
Fungsi reproduksi
Fungsi ekonomi

B. SARAN
Adapun saran bagi pembaca dari makalah ini adalah sebagai berikut.

1.

Selalu berhati hatilah dalam menjaga pola hidup. Sering berolah raga dan istirahat

2.

yang cukup
Jaga pola makan anda. Jangan terlalu sering mengkonsumsi makanan atau minuman
yang terlalu manis. Karena itu dapat menyebabkan kadar gula melonjak tinggi.

DAFTAR PUSTAKA

Brunner&Suddart, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Vol 3, Edisi 8, Penerbit
RGC, Jakarta.
Carpenito, L.J., 1999, Rencana Asuhan dan Dokumentasi Keperawatan, edisi 2, Penerbit
EGC, Jakarta.
Carpenito, L.J., 2000, Diagnosa Keperawatan, Aplikasi pada Praktik Klinis, edisi 6, Penerbit
EGC, Jakarta.
Doenges, M.Et. all 2000. Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 2. Jakarta: EGC.
Johnson, M.,etall, 2000, NursingOutcomesClassification (NOC) SecondEdition, IOWA
Intervention Project, Mosby.
McCloskey, C.J., Ietall, 1996, NursingInterventionsClassification (NIC) secondEdition,
IOWA Intervention Project, Mosby.
NANDA, 2002, NursingDiagnoses :Definitions&Classifications.
NANDA, 2002, Diagnosis Keperawatan NANDA : Definisi dan Klasifikasi, PSIK FK UGM,
Yogyakarta.
www.medicastore.com, 2004, Informasi tentang penyakit : Diabetes Melitus.

Lampiran
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)
1.

Analisa Masalah SAP

a.

Identifikas Masalah

Setelah dilakukan survei mawas diri di desa Cipadung kecamatan Panyingkiran di temukan
masalah kesehatan yaitu, TB paru, Hipertensi, Diare dan Diabetes Melitus.

b.

Prioritas Masalah

Dari hasil survei mawas diri di simpulkan masalah kesehatan :


TB paru

: 20 %

Hipertensi

: 20 %

Diare

: 15 %

Diabetes Militus : 45%


Jumlah

100%

Setelah dilakukan penjumlahan kami menyimpulkan dengan menggunakan sistem scoring


bahwa masalah yang harus diatasi terlebih dahulu adalah penyakit Diabetes mellitus dengan
persentasi 45%.

2.

Sasaran

a.

Langsung

Penderita Diabetes Miletus dan Keluarga


b.

Tidak Langsung

Masyarakat dan tokoh masyarakat

3.

Tujuan

a.

Tujuan Intruksional Umum (TIU)

Setelah dilakukan penyuluhan di harapkan penderita diabetes melitus dan keluarga mampu
memahami Diit penyakit Diabetes Melitus.
b.

Tujuan Intruksional Khusus (TIK)

Setelah dilakukan penyuluhan selama 1 jam, diharapkan penderita diabetes melitus dapat:
1. Memahami tentang penyakit diabetes melitus
2. Melaksanakan Diit diabetes mellitus
3. Dapat menerapkan cara mengatur pola makan
4. Dapat mengatur kadar gula darah dalam tubuh
5. Memahami manfaat diit penderita diabetes melitus
4.

Kegiatan Operasional

Pokok Bahasan

: Penyakit Diabetes Melitus

Sub Pokok Bahasan

: Diit Pada Klien Diabetes Melitus

Topik

: Diabetes Melitus dan Diitnya

Pemberi Materi

: Mahasiswa Akper YPIB Majalengka

Pelaksanaan Kegiatan
Pukul

: 09.00 - selesai

Waktu

: 1 jam

Hari / tanggal

: Sabtu 06 Juli 2013

Tempat

: Desa CipadungRt/Rw 02/01 Kec. Panyingkiran

Materi Penyuluhan
1.

Pengertian diabetes melitus

2.

Tanda dan gejala diabetes melitus

3.

Tujuan dari diit bagi penderita diabetes melitus

4.

Diit-diit yang penting bagi penderita diabetes melitus

Pesan Pokok
KURANGI MAKANAN YANG MANIS

Kegiatan Pembelajaran
a.

Metode : ceramah dan seminar

b.

Langkah kegiatan :

Kegiatan Belajar Mengajar


Tahap/waktu

Penyuluhan

Sasaran

Pembukaan

Memberi salam

Menjawab salam

(10 menit)

Memperkenalkan diri

Mempehatikan dan
mendengarkan dari
penyuluhan
Keluarga bertanya tentang

Menjelaskan tujuan dari penyuluhan

penjelasan yang belum


dimengerti
Menjawab pertanyaan

Memberiakanpretest
Isi

Menjelaskan materi penyuluhan

penyampaian mengenai :
materi
(40 menit)

1.

Pengertian diabetes melitus

2.

Tanda dan gejala diabetes

melitus
3.

Tujuan dari diit bagi penderita

diabetes melitus
4.

Diit-diit yang penting bagi

penderita diabetes melitus


Memberikan kesempatan kepada
klien dan keluarga untuk bertanya

Menjawab pertanyaan yang diajukan

a.

Memperhatikan

oleh klien

b. Mengajukan pertanyaan

c. Mempertahankan dan
mendengarkan penjelasan
penyuluhan

Penutup
(10 menit)

Menarik kesimpulan dari materi yang a.


disampaikan

memdengarkan penyuluhan
b.

Mengucapkan salam penutup

Metode dan Media


Media

: - Laptop

- Infocus
- Slide (Power Point)

Memperhatikan dan

Menjawab salam

- Leaflet
Metode

: Ceramah dan diskusi

Evaluasi
Prosedur

: Posttest

Jenis test

: Pertanyaan secara lisan

Butir-butir pertanyaan
1.

Sebutkan pengertian diabetes melitus?

2.

Sebutkan tanda dan gejala diabetes melitus?

3.

Sebutkan tujuan dari diit bagi penderita diabetes melitus?

4.

Sebutkan diit-diit yang penting bagi penderita diabetes melitus?

VI.

Kesimpulan
Dari hasil penyuluhan dapat disimpulkan bahwa penderita Diabetes Melitus dan

keluarga dapat memahami tentang pengertian diabetes melitus, tanda dan gejala diabetes
melitus, tujuan diit diabetes melitus, serta diit-diit yang penting bagi penderita diabetes
melitus.

Lampiran 1
MATERI PENYULUHAN DIABETES MELITUS

1.

Pengertian
Diabetes melitus adalah suatu kelainan yang ditandai dengan gangguan metabolisme

karbonhidrat lemak dan protein yang


biasanya ditandai dengan keluhan banyak minum, banyak kencing dan mudah cape
(penurunan berat badan).

2.

Tanda dan gejala Diabetes Melitus


Poliuria ( banyak kencing )
Polidipsia ( banyak minum )
Polifagia ( banyak makan )
Turunnya berat badan

Pruritus ( gatal - gatal )


Kesemutan
Rasa baal

3.

Tujuan diit Diabetes Melitus


Untuk menyesuaikan makanan dengan kesanggupan tubuh
Untuk menggunakannya agar penderita mencapai keadaan faal normal
Untuk dapat melakukan pekerjaan sehari-hari seperti biasanya
Dan mampu mempertahankan gula darah pada jumlah 180 mg%.

4.

Petunjuk Penggunaan Diit Diabetes Melitus

Diit diabetes melitus disesuaikan dengan kondisi diabetnya tetapi setiap diit diusahakan
untuk dapat memenuhi persyaratan sebagai berikut :

- Memperbaiki kesehatan penderita


- Menyesuaikan BB penderita dengan BB normal.
- Mempertahan glukosa darah normal
- Menarik dan mudah diterima penderita
Diberikan dengan cara 3x makan utama dan 3x makan antara (snack) dengan jarak antara
3 jam.
Buah-buahan yang dianjurkan hendaknya buah-buahan yang kurang manis, seperti ;
pepaya, pisang, pepaya, kedongdong, apel, tomat, dan semangka.
Menggunakan pedoman 3J (Jumlah, Jadwal, Jenis) yang artinya :
J1 :

Jumlah kalori yang diberikan harus habis.

J2 :

Jadwal diit harus sesuai dengan intervalnya yaitu 3 jam.

J3 :

Jenis makanan manis harus dihindari.

Untuk kasus-kasus yang kadar glukosanya sulit normal(resisten), latihan gerak badan
3x/hari 1 1,5 jam sesudah makan.

5.

Pedoman jumlah kalori penderita Diabetes Melitus

Pedoman jumlah kalori yang diperlukan sehari untuk penderita diabetes melitus yang bekerja
biasa adalah :
-

Kurus

: BB x 40-60 kalori/hari

Normal

: BB x 30 kalori/hari

Gemuk

: BB x 20 kalori/hari

Obesitas

: BB x 10 kalori/hari

Jenis Bahan Makanan yang Harus Dihindari Penderita Diabetes Melitus.

Gula pasir

Gula jawa

Sirup, selai, buah-buahan yang diawetkan dengan gula, susu kental, manis, minuman

ringan, es krim.

Kue-kue manis, dodol, cake.

Abon, dendeng, sarden.

6.

Macam diit dan indikasi pemberian

Macam

Kalori

Diit

Protein

Lemak

(gr)

(gr)

Karbohidrat

1100

50

30

160

II

1300

55

35

195

III

1500

60

40

225

IV

1700

65

45

260

1900

70

50

300

VI

2100

80

55

325

VII

2300

85

60

350

VIII

2500

90

65

390

Diit I s.d III

:Diberikan kepada penderita yang terlalu gemuk.

Diit IV s.d V

:Diberikan kepada penderita yang mempunyai berat badan normal.

Diit VI s.d VIII

:Diberikan kepada penderita yang kurus, diabetes remaja (juvenik diabetes

atau diabetes dengan komplikasi).

Contoh Menu
Pagi

Siang

Sore

Roti isi keju

Nasi

Kentang ongklok

Kacang tanah

Daging bumbu bali

Daging bistik

Telur rebus

Pecel

Tahu tim

Lalab tomat

Ca sawi

Sup buncis+wortel

Nanas

Pepaya

Pukul 10.00

Pukul 21.00

Pepaya

Pisang

Contoh Pembagian Makanan sehari :


Diit Diabetes Mellitus III
Kalori

: 1500

Protein

: 60 gr

Lemak

: 40 gr

Hidrat Arang : 225 gr


Pagi
1 P Nasi

Roti tawar

4 ptg

P Daging

Telur

btr

1 P Tempe

Keju kacang tanah

1 sdm

S Sayuran A

Tomat

Sekehendak

1 P Minyak

Margarin

sdm

Pukul 10.00

1 P Buah

Pepaya

1 ptg sedang

Siang
1 P Nasi

Nasi

1 P Daging

Daging

1 P Tempe

Tempe

S Sayuran A

Kol

1 P Sayuran B

Tauge
Bayam
Kacang panjang

Sore
1 P Nasi

Kentang

1 bj sedang

1 P Daging

Daging

1 ptg sedang

1 P Tempe

Tahu

1 bj sedang

S Sayuran A

Ketimun

Sekehendak

1 P Sayuran B

Slada

Sekehendak

Buncis

gelas

Wortel

gelas

Pepaya

1 ptg sedang

Minyak

1 sdk makan

Pisang

1 bh sedang

Pukul 21.00
1 P Buah