Anda di halaman 1dari 3

25

BAB III
METODE EVALUASI
Metode evaluasi yang digunakan dalam laporan evaluasi program
Tuberkulosis di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Kecamatan
Pontianak Timur tahun 2015 terbagi dalam beberapa tahap. Berikut ini adalah
uraian dari tahap-tahap dalam evaluasi program tersebut.
3.1. Penetapan Tolak Ukur Keluaran
Penetapan tolak ukur dalam evaluasi program Tuberkulosis di UPTD
Puskesmas Pontianak Timur tahun 2015 disusun berdasarkan sumber rujukan
laporan pelaksana program Tuberkulosis di Puskesmas Pontianak Timur 2015.
3.2. Pengumpulan Data
Data-data yang digunakan terdiri dari:
a. Data primer, yaitu data yang didapatkan melalui:
Wawancara dengan pelaksana program Tuberkulosis di UPTD
Puskesmas Pontianak Timur tahun 2015.
b. Data sekunder, mencakup data yang didapatkan dari:
Penelusuran laporan pelaksana program Tuberkulosis di UPTD
Puskesmas Pontianak Timur tahun 2015.
3.3. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah dilakukan dengan membandingkan data variabel
program di Puskesmas Pontianak Timur tahun 2015 dengan tolak ukur unsurunsur program untuk mencari adanya kesenjangan. Untuk memilih prioritas
masalah dapat digunakan teknik kriteria matriks, yaitu melihat pentingnya
masalah (Importance/I), ditinjau dari besarnya masalah (Prevalence/P), akibat
yang ditimbulkan (Severity/S), dan kenaikan besarnya masalah (Rate of
Increase/RI) dan sebagainya. Selain itu juga dilihat kelayakan teknologi
(Technology/T) dan ketersediaan sumber daya (Resource/R) untuk menetapkan
prioritas masalah.

26

Tabel 3.1. Penetapan prioritas masalah


No

Daftar
Masalah

Importance
RI DU SB

PB

PC

Jumlah
(I x T x R)

1
2
dst
3.4. Pembuatan Kerangka Konsep dari Masalah yang Diprioritaskan
Tujuan pembuatan kerangka konsep adalah mencari faktor-faktor yang
kemungkinan menjadi penyebab dari masalah yang diprioritaskan. Diharapkan
dengan menggunakan kerangka konsep maka semua faktor penyebab dapat
diidentifikasi tanpa ada yang terlewat, untuk kemudian dicari alternatif jalan
keluar yang terbaik.
3.5. Identifikasi Penyebab Masalah
Kemungkinan penyebab masalah diidentifikasi dengan membandingkan
data atau hasil masukan, proses dan umpan balik program dengan tolak ukurnya
masing-masing.
3.6. Perencanaan Penyelesaian Masalah
Perencanaan penyelesaian masalah disusun berupa rancangan program yang
diharapkan dapat menyelesaikan masalah di masa yang akan datang.
3.7. Penentuan Prioritas Penyelesaian Masalah
Penentuan prioritas penyelesaian masalah dilakukan untuk memilih
alternatif penyelesaian masalah yang paling menjanjikan. Sebelum melakukan
pemilihan sebaiknya dicoba memadukan berbagai alternatif penyelesaian masalah
terlebih dahulu. Bila tidak dapat dilaksanakan barulah dilakukan pemilihan. Cara
pemilihan yang dianjurkan adalah dengan menggunakan teknik kriteria
matriks.Kriteria yang dimaksud adalah:
3.7.1. Efektifitas Penyelesaian Masalah

27

Cara ini dilakukan dengan memberikan nilai 1 untuk alternatif


penyelesaian masalah yang paling tidak efektif sampai nilai 5 untuk yang
paling efektif. Untuk menentukan efektifitas ini digunakan kriteria tambahan
sebagai berikut:
a. Besarnya masalah yang dapatdiselesaikan/magnitude (M)
b. Pentingnya penyelesaian masalah, yang dikaitkan dengan kelanggengan
selesainya masalah/importance (I)
c. Sensitivitas, yang dikaitkan dengan kecepatan dalam menyelesaikan
masalah/vulnerability (V)
3.7.2. Efisiensi Penyelesaian Masalah
Nilai efisiensi dikaitkan dengan biaya/cost (C) yang diperlukan untuk
melaksanakan penyelesaian masalah. Semakin besar biaya dianggap semakin
tidak efisien (dinilai sampai dengan 5), sedangkan makin kecil biaya dianggap
semakin efisien (diberi nilai 1).
Prioritas didapat dengan membagi hasil perkalian nilai M x I x V dengan
nilai C. Penyelesaian masalah dengan nilai P tertinggi adalah prioritas
penyelesaian masalah yang dipilih.
Tabel 3.2. Penentuan prioritas pemecahan masalah
No
1
2
dst.

Alternatif Jalan
Keluar

Efektifitas
M

Efisiensi

Jumlah

(M x I x V) / C