Anda di halaman 1dari 68

INFEKSI MENULAR

SEKSUAL

Discharge
- Gonore
- Trikomoniasis
- Vaginosis bakterial
- Kandidiasis vulvovaginal
- Infeksi genital non spesifik
B.
Ulkus
- Sifilis
- Ulkus molle
- Herpes genital
- Granuloma inguinale
C.
Tonjolan/ tumor
- Kondiloma akuminata
- Limfogranuloma venereum
A.

GONORE
Definisi
semua penyakit yang disebabkan oleh
Neisseria gonorhoeae

Predileksi : mukosa epitel kuboid (vagina


wanita
sebelum pubertas)

Gejala klinis
PRIA

WANITA

- Duh tubuh purulen/ mukopurulen


- Disuria, edema, eritema pada
OUE
- Infeksi pada faring asimtomatik
- Infeksi rektum pada pria
homoseksual menimbulkan nyeri/
rasa tidak enak di anus

- Seringkali asimtomatik
- Bertambah/ berubahnya duh
tubuh
- Duh tubuh endoserviks
mukopurulen, endoserviks mudah
berdarah
- Nyeri pelvis
- Disuria
- Infeksi faring simtomatik

Komplikasi diseminata pria dan wanita


Artritis
Miokarditis
Endokarditis
Perkarditis
Meningitis
Dermatitis

Diagnosis
Sediaan langsung
Kultur
Tes definitif
Tes beta laktamase
Tes thomson

Tatalaksana
A. Non medikamentosa
- periksa dan obati pasangan seksual tetapnya
- Anjurkan abstinensia sampai terbukti sembuh
- kunjungan ulang pada hari ke 3 dan ke 8
B. Medikamentosa
- Obat pilihan : Sefiksim 400mg/ oral
- Obat alternartif :
Levofloksasin 500mg/ oral dosis tunggal
Tiamfenikol 3,5gram/oral dosis tunggal
Kenamisin 250mg injeksi im dosis tunggal
Seftriakson 250mg injeksi im dosis tunggal

TRIKOMONIASIS
Definisi
infeksi saluran urogenital bagian bawah pada wanita maupun
pria dapat akut/ kronik disebabkan oleh Trichomonas vaginalis

Penularannya :
- biasanya hubungan seksual
- pakaian, handuk, berenang

Ditemukan pada :

Orang dengan aktivitas seksual tinggi


Bayi
Wanita setelah manapouse
Wanita > pria

Gejala klinis
WANITA

PRIA

- Dinding vagina

- Uretra dan kelenjar prostat

- Sekret kuning kehijauan, bau tidak

- Disuria, poliuria
- Sekret uretra mukoid/ mukopurulen

enak dan berbusa.


- Dinding vagina kemerahan dan
sembab
- Abses kecil pada dinding vagina
(strawberry appearance)

- Urin jernih, kadang ada benang


halus
- Kronik : Gatal uretra, disuria, urin
keruh pada pagi hari

Pengobatan
1. topikal
- Hidrogen peroksida 1-2% dan larutan asam laktat
4%
- Bahan berupa supositoria, bubuk yang bersifat
trikomoniasidal
- jel dan krim, bersifat trikomoniasidal

2. Sistemik
- Metronidazol 3x500mg per hari selama 7 hari

VAGINOSIS BAKTERIAL
Definis
Sindrom klinis yang disebabkan oleh
pergantian Lactobaccillus sp penghasil H2O2
yang normal di dalam vagina dengan
sekelompok bakteri anaerob

Gejala klinis

Duh tubuh warna putih


homogen melekat pada
dinding vagina dan
vestibulum
Bau amis
Gatal dan rasa terbakar
Kemerahan dan edema pada vulva

Diagnosis
1. Duh tubuh vagina abu abu,
homogen dan
bau
2. Patognomonik : clue cells (sediaan
basah)

Pemeriksaan penunjang
- sediaan apus dengan pewarnaan Gram
- sediaan basah dengan larutan NaCl

Pengobatan
A. Non medikamentosa
- menghindari pemakaian vaginal douching
B. Medikamentosa
Topikal
- krim sulfonamida tripel digunakan secara luas
- supositoria vaginal (tetrasiklin)
- Buffered acid gel
- krim sulfonamida tripel (acid cream base) pH 3,9 dipakai
setiap hari selama 7 hari
Sistemik
- metronidazol 2 x 500 mg/hari selama 7 hari
- Klindamisin 2 x 300 mg/hari per oral selama 7 hari

KANDIDIASIS
VULVOVAGINAL

Definisi
infeksi pada vulva dan vagina yang disebabkan
oleh candida albicans.

Gejala klinis

Gatal pada vulva


Vulva lecet, dapat timbul visura
Duh tubuh vagina putih (susu), bergumbal, tidak
bau
Terkadang terdapat lesi satelit
dispareunia

Pemeriksaan penunjang
- sediaan apus dengan pewarnaan gram
- Sediaan basah dengan KOH 10%

Pengobatan
A. Non medikamentosa
- hindari bahan iritan lokal (parfum)
- Hindari pakaian ketat/ sintetis
- Hindari faktor predisposisi
B. Medikamentosa
- Flukonazol kapsul 150mg per oral dosis tunggal
- Itrakonazol kapsul 2 x 200 mg per oral selama 1 hari

Wanita hamil sebaiknya tidak diberikan obat


sistemik

INFEKSI GENITAL NON SPESIFIK

UNS : Uretritis nonspesifik


UNG
: Uretritis non - gonore

Gejala klinis
PRIA

- Gejala timbul setalah 1 3 mgg


kontak seksual
- Tidak enak di uretra

WANITA
- Duh tubuh vagina
- Duh tubuh endoserviks
mukopurulen

- Sering kencing

- Sering kencing

- Duh tubuh uretra spontan

- Nyeri di pelvis
- Perdarahan antara 2 siklus haid
- Perdarahan pascacoitus
- Ektopia serviks disertai edema,
serviks rapuh dan mudah
berdarah

Pengobatan
A. Non medikamentosa
- kunjungan ulang
- konseling
- periksa dan obati pasangannya
B. Medikamentosa
- Obat pilihan : Azitromisin 1gr per oral dosis tunggal
- Obat alternatif
Doksisiklin 2 x 100 mg/hari selama 7 hari
Eritromisin 4 x 500 mg/hari selama 7 hari

SIFILIS

Definisi
Penyakit kelamin yang disebabkan oleh Treponema
palidum
sangat kronik dan bersifat sistemik.
Pada
perjalanannya, sifilis dapat menyerang
hampir semua alat tubuh, dapat menyerupai
banyak penyakit dan dapat ditularkan dari ibu ke
janin.

KLASIFIKASI
1.Sifilis kongenital
a. Dini : Sebelum 2 tahun
b. Lanjut : Sesudah 2 tahun
c. Stigmata
2.Sifilis Akuisita (didapat)
Sifilis akuisita dapat dibagi menurut dua cara;
a. Secara klinis dibagi menjadi tiga stadium: SI, SII, SIII
b. Epidemiologi WHO :
- Stadium dini menular (dlm 1 tahun sejak infeksi) :
SI, SII, Stadium rekuren dan stadium laten dini.
- Stadium lanjut tak menular (>1 tahun sejak infeksi) :
stadium laten lanjut dan SIII.
- Bentuk lain adalah sifilis kardiovaskular dan neurosifilis.
S III atau S IV

Gejala klinis
Sifilis Primer
Tukak dapat terjadi dimana saja di daerah genitalia
eksterna, 3 minggu setelah kontak.
Lesi awal biasanya berupa papul erosi ulkus durum,
teraba keras terdapat indurasi.
Bagian yang mengelilingi lesi meninggi dan keras.
Pada tempat yang sering dikenai : sulkus koronarius,
pada di labia minor dan mayor. Di ekstragenital: lidah,
tonsil, dan anus.
Pada selalu disertai pembesaran kelenjar limfe inguinal
medial unilateral/bilateral

Sifilis Sekunder (SII)

Biasanya S II timbul setelah 6-8 minggu sejak S I dan


sejumlah sepertiga kasus masih disertai S I.

Lama S II dapat sampai 9 bulan .

Gejalanya umumnya tidak berat, berupa anoreksia,


turunnya berat badan, malese, nyeri kepala, demam,
dan artralgia. Juga adanya kelainan kulit dan selaput
lendir dapat diduga sifilis sekunder.

Kondilomata lata

Plaques Muqueuses

Lesi kulit biasanya simetris:

roseola, papul, pustul.


Jarang dijumpai keluhan gatal.
Kelainan kulit dapat menyerupai

berbagai penyakit kulit: the great


imitator.
SII dapat memberi kelainan

pada mukosa, kelenjar getah


bening, mata, hepar, tulang, dan saraf.

Sifilis Laten Dini

Laten berarti tidak ada gejala klinis dan kelainan,


termasuk alat-alat dalam, tetapi infeksi masih ada
dan aktif. Tes serologik darah postitif, sedangkan
tes

likuorserebrospinal

negatif.

dianjurkan ialah VDRL dan TPHA.

Tes

yang

Sifilis lanjut

Perbedaan karakteristik sifilis dini dan sifilis lanjut ialah sebagai berikut:

1.

Pada sifilis dini bersifat infeksius, pada sifilis lanjut tidak, kecuali kemungkinan pada wanita hamil.

2.

Pada sifilis dini hasil pemeriksaan lapangan gelap ditemukan T. pallidum, pada sifilis lanjut tidak
ditemukan.

3.

Pada sifilis dini infeksi ulang dapat terjadi walau telah diberi pengobatan yang cukup, sedangkan
pada sifilis lanjut sangat jarang.

4.

Pada sifilis dini tidak bersifat destruktif, sedangkan pda sifilis lanjut destruktif

5.

Pada sifilis dini hasil tes serologis selalu reaktif dengan titer tinggi, setelah diberi pengobatan yang
adekuat akan berubah menjadi non reaktif atau titer rendah, sedangkan pada sifilis lanjut umumnya
reaktif, selalu dengan titer rendah dan sedikit atau hampir tidak ada perubahan setelah diberi
pengobatan. Titer yang tinggi pada sifilis lanjut dijumpai pada gumma dan paresis.

Sifilis tersier (S III)

Lesi pertama umumnya terlihat


antara tiga sampai sepuluh tahun
setelah S I. Kelainan yang khas
ialah guma, yakni infiltrat
sirkumskrip, kronis, biasanya
melunak, dan destruktif.
Dapat menyarang mukosa,
tulang dan alat dalam

Gumma Nasal

NEUROSIFILIS

Pada perjalanan penyakit neurosifilis dapat asimtomatik dan sangat jarang terjadi dalam
bentuk murni.

Pada semua jenis neurosifilis terjadi perubahan berupa endarteritis obliterans pada ujung
pembuluh darah disertai degenerasi parenkimatosa yg mungkin sudah atau belum
menunjukkan gejala pada saat pemeriksaan.

Neurosifilis dibagi menjadi 4 macam:


Neurosifilis asimtomatik
Sifilis meningovaskular (sifilis serebrospinalis): meningitis, meningomielitis,

endarteritis sifilitika.
-

Sifilis parenkim: tabes dorsalis dan demensia paralitika.

Guma.

SIFILIS KARDIOVASKULER

Sifilis

kardiovaskular

bermanifestasi

pada

III,

dengan masa laten 15-30 tahun

Terdapat insufisiensi aorta atau aneurisma aorta


torakales,berbentuk kantong pada aorta torakal.

Bila ada insufisiensi aorta tanpa kelainan katup pada


seseorang yang setengah umur disertai pemeriksaan
serologis darah reaktif, pada tahap pertama harus
diduga sifilis kardiovaskuler, sampai dapat dibuktikan
lebih lanjut. Pemeriksaan serologis umumnya reaktif.

SIFILIS KONGENITAL

Pada bayi terjadi, jika ibunya terkena sifilis, terutama sifilis


dini sebab banyak T. pallidum beredar dalam darah.
treponema masuk secara hematogen ke janin melalui
plasenta yang sudah dapat terjadi pada saat masa
kehamilan 10 minggu.
Terbagi sifilis kongenita dini, lanjut dan stigmata

Pengobatan
Non medikamentosa
Pengobatan dimulai sedini mungkin,
makin dini hasilnya makin baik. Mitra
seksualnya juga diobati
Pada sifilis laten terapi bermaksud
mencegah proses lebih lanjut.
Selama belum sembuh penderita
dilarang bersenggama

Antibiotik yang lain: Untuk yg alergi


penisilin.

Tetrasiklin 4x 500 mg/ hari


Eritromisin 4 x 500 mg/ hari
Doksisiklin 2x100mg / hari

Lama pengobatan 15 hari bagi S I dan S


II, 30 hari bagi Stadium laten.

Tindak lanjut

Evaluasi T.S.S. (V.D.R.L) dibagian kami sebagai berikut:


-

1 bulan sesudah pengobatan selesai T. S. S diulang:


Titer : tidak diberikan pengobatan lagi.
Titer : pengobatan ulang
Titer menetap : tunggu 1 bulan lagi

1 bulan sesudah :
a.

Titer : tidak diberikan pengobatan

b.

Titer atau tetap : pengobatan ulang

Kriteria sembuh, jika lesi telah menghilang, kelenjar getah bening tidak teraba lagi dan

V.D.R.L negatif.

ULKUS MOLLE

Penyakit infeksi pada alat kelamin yang


akut, setempat oleh Streptpbacillus
ducrey

Gejala khas :
- ulkus nekrotik
- nyeri pada tempat inokulasi
- pernanahan kelenjar getah bening
regional

Patogenesis

adanya trauma / abrasi, kuman penetrasi ke dlm epidermis.

Limfadenitis terjadi akibat infeksi Haemophilus ducreyi disertai


dengan supurasi.

Respons imun yg berhub dg patogenesis & kerentanan peny tidak diketahui.

Hasil penyelidikan adanya respons hipersensitivitas lambat &


respons antibodi pd pasien dg chancroid.

Antibodi (+) dg pem fisaksi komplemen, aglutinasi, presipitasi


& tes fluoresens antibodi indirek.

Gejala klinis
- masa inkubasi 1 14 hari
- lesi multipel pada daerah genital
- papul vesiko pustul pecah jadi ulkus
- pria : mukosa preputium, frenulom dan
batang
penis
- wanita : labia, klitoris, vestibuli, anus,
serviks.
- lesi ekstragenital : lidah, jari tangan, bibir
- gejala sistemik : demam dan malaise

Jenis bentuk klinis


1. Ulkus mole folikularis

Lesi (+) di folikel rambut, lesi menyerupai folikulitis akb inf kokus, yg
cepat ulkus.

Lesi tu (+) : vulva, daerah berambut di sekitar genitalia & letak


sangat superfisial.
2. Dwarf chancroid

Ukuran lesi sgt kecil & menyerupai lesi erosi - herpes genitalis,
bedanya tepi lesi berdarah & dasar lesi tidak teratur.
3. Transient chancroid (chancre mou valant)
Lesi ukuran kecil, dpt sembuh dlm beberapa hari, 2 3 minggu
kemudian bubo daerah inguinal yg meradang - menyerupai
limfogranuloma venereum.
4. Papular chancroid (Ulcus mole elevatum)
Lesi mulai dgn ulkus yg tepinya menonjol. Gambaran lesi
menyerupai kondilomata lata - sifilis stadium II

5. Giant chancroid

Awalnya ukuran ulkus kecil, meluas scr cepat, sering +


abses inguinal yg pecah & meluas ke suprapubis, paha dg
autoinokulasi.
6 Phagedemic chancroid

Lesi kecil membesar & destruktif dg jar. nekrotik luas.


Genitalia eksterna dpt hancur. Beb kasus + dg inf. organisme
Vincent.
7. Tipe serpiginosa

Lesi membesar akb perluasan lesi / autoinokulasi ke lipatan


paha / paha. Ulkus jarang menyembuh, dpt menetap
-berbulan-bulan / bertahun-tahun.

Pengobatan
Non medikamentosa
- penanganan terhadap pasangan tetap
- koselingan kemungkinan HIV
- kunjungan ulang

a.

b. Medikamentosa
- Siprofloksasin 2 x 500 mg selama 3 hari
- Azitromisin 1 gram dosis tunggal
- Eritromisin 4x 500 mg selama 7 hari
- Seftriakson 250 mg injeksi im dosis tunggal

HERPES GENITAL
Defenisi
Infeksi akut yang disebabkan virus H.simpleks tipe 1
dan 2 dengan gejala khas vesikel berkelompok dengan
dasar eritema dan bersifat rekurens

Epidemiologi
VHS tipe 1 : anak anak
VHS tipe 2 : usia dekade ll / lll berhubungan
dengan aktivitas seksual

Klasifikasi
- HG episode pertama lesi primer
- HG episode pertama lesi non primer
- HG rekuren
- HG asimtomatik

LESI PRIMER
- Vesikel/erosi/
ulkus dangkal
berkelompok
- Dasar
eritematosa
- Nyeri
- Disuria
- Duh tubuh
- Keluhan
sistemik
- Lesi baru 10
hari
- Berakhir 12
21 hari

LESI NON
PRIMER

LESI REKUREN

ASIMTOMATIK

- Lesi lebih dikit


dan ringan
- Jarang duh
tubuh dan
disuria
- Jarang keluhan
sistemik

- Lesi lebih
sedikit dan
ringan
- Lokal/universal
- Berlangsung
singkat
- Riwayat
berulang
- Terdapat faktor
pencetus
(stres,
minuman
alkohol,
menstruasi,
senggama
berlebihan)

- Tidak ada
gejala klinis
- Reaksi
serologis
antibodi positif

HSV pada neonatus


Bayi yang lahir secara vertikal dari ibu yang
terinfeksi HSV
Tanda infeksi muncul 2 atau 3 minggu setelah
kelahiran, seperti vesikel, demam, iritabel, kejang,
hepatitis, pneumonia, dan DIC.
Bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi HSV
episode pertama mempunyai resiko yang lebih
besar di banding infeksi rekuren.

Pengobatan

a. simtomatik
- analgesik
- kompres
b. antivirus
- asiklovir 5 x 200mg selama 7 10 hari
- Valasiklovir 2 x 500 1000mg selama 7 10
hari
c. kasus berat perlu rawat inap di RS
- asiklovir intravena 5mg/kgBB tiap 8 jam
selama 7 10 hari

GRANULOMA INGUINALE

Definisi
proses granulomatosa yang biasanya
mengenai daerah anogenital dan inguinal.

Kronik, progresif, penularan


autoinokulasi, mengenai genitalia dan
kulit sekitarnya

Penderita usia 20 40 tahun

Patogenesis

Lesi primer (nodus) keras rusak


granulomatosa
Berkembangnya perlahan
Timbul akantosis hebat dan histiosit
Patognomonik : sel mononuklear besar yang
terinfeksi, berisi banyak kista intrasitoplastik
yang diisi oleh badan badan Donovan.
Penyebaran hematogen, ke tulang, sendi, hati

Gejala klinis
- masa inkubasi 1 12 minggu
- vesikel tidak nyeri
- lesi dimulai pada genitalia eksterna, paha,
lipat paha, perineum
- cairan bersifat serosanguinosa
- presileksi wanita : labia minora, monsveneris
- predileksi pria : penis dan skrotum
- lesi ekstragenital di muka, leher, mulut,
tenggorokan

Tipe gambaran klinis


1.
2.
3.
4.

Tipe
Tipe
Tipe
Tipe

nodular
ulsero vegetatif
hipertrofik
sikatrisial

Diagnosis
Riwayat penyakit
Gambaran klinis
Hapusan jaringan
Biakan
Biopsi
Tes serum
Inokulasi
Tes kulit

Pengobatan

Sistemik
- Sulfonamida dan penisilin
- Ampisilin 4 x 500mg/hari selama 2 minggu
- streptomisin 2 x 1 gram/hari selama 10 hari
- Tetrasiklin 4 x 500mg selama 10 20 hari
- Kloramfenikol i.m 4gr sekali suntik tiap 2 3 hari
1x
- Eritromisin 4 x 500mg /hari selama 2 3 minggu
- Kotrimoksazol 2 x 2 tablet/hari selama 2 minggu

KONDILOMA AKUMINATA
Definisi
Vegetasi oleh HPV tipe tertentu,
bertangkai dan permukaannya berjonjot.

Epidemiologi
Termasuk PHS. Transmisi melalui kontak
kulit langsung.

Gejala Klinis

Terdapat di daerah lipatan yang lembab (genitalia eksterna)

Pria : perineum dan sekitar anus, sulkus koronarius, glans penis,


muara uretra eksterna, korpus, dan pangkal penis.

Wanita : daerah vulva, intraoitus vagina, kadang-kadang pada porsio


uteri. Banyak mengeluarkan fluor albus atau wanita
yang hamil pertumbuhan penyakit lebih cepat.

Kelainan kulit : vegetasi yang bertangkai dan berwarna kemerahan


(baru), agak kehitaman (lama).

berbau tidak enak.

Tatalaksana
Non medikamentosa
- Penanganan terhadap pasangan seksualnya
- konseling, resiko tertular HIV
- kunjungan ulang : 3 7 hari setelah terapi dimulai
Medikamentosa
- Tinktura podofilin 10 25% diamkan 1 4 jam lalu
dicuci (selama seminggu 2 kali sampai lesi hilang)
- Asam Trikloroasetat 50 90%, aplikasi seminggu
sekali
(baik terhadap wanita hamil)
- Tindakan bedah : bedah skalpel, listrik, beku dan laser

Limfogranuloma venereum
Definisi
penyakit venerik yang disebabkan oleh
Chlamydia trachomatis, cepet hilang, sindrom
inguinal.

Gejala klinis

Masa tunas 1 4 minggu


Gejala konstitusi timbul sebelum penyakitnya mulai
Menetap selama sindrom inguinal
Malaise, nyeri kepala, artralgia, anoreksia, nausea,
demam

A.

Bentuk dini
- afek primer
- sindrom inguinal

b.

Bentuk lanjut
- sindrom genital
- sindrom anorektal
- sindrom uretral

Diagnosis
- leukosit normal, LED tinggi
- globulin tinggi
- IgA tinggi
- albumin normal atau turun

Pemeriksaan penunjang
- Tes Frei : dari pus penderita
- Tes ikatan komplemen

Pengobatan
1. Kombinasi sulfametoksazol dan
trimetoprim
(septrin/ bactrim) 2 x 2
tablet/hari selama 1 5
minggu

2. Sulfa 3 x 1 gram/hari
3. Tetrasiklin 3 x 500mg/hari
4. Kloramfenikol dan eritromisin