Anda di halaman 1dari 46

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kehamilan dibagi menjadi tiga buah Trimester yaitu Kehamilan Trimester
I, Kehamilan Trimester II dan Kehamilan Trimester III. Dalam setiap
kehamilannya banyak ibu hamil yang mengalami permasalahan kehamilan di tiap
masa kehamilan yang berbeda, tetapi lepas dari hal tersebut semua ibu hamil
memiliki kebutuhan dasar yang sama dan harus dipenuhi.
Masa awal kehamilan biasanya menyebabkan rasa tidak nyaman.
Contohnya, timbulnya rasa mual dan kelelahan yang sangat, biasanya adalah
gejala yang sangat umum terjadi. Gejala lain, seperti mimisan dan infeksi
kandung kemih, sangat jarang terjadi. Segera setelah ibu mengalami kehamilan,
tubuh ibu mulai mengadakan beberapa perubahan besar yang membuatnya dapat
menerima kehadiran janin selama 37 minggu yang penuh dengan pertumbuhan
dan

perubahan.

Kelenjar-kelenjar

pada

sistem

endokrin

dan

plasenta

meningkatkan produksi hormonnya.


Ibu hamil hendaknya mengetahui bagaimana caranya memperlakukan diri
dengan baik dan body mekanik (sikap tubuh yang baik), ini diinstruksikan kepada
wanita hamil karena diperlukan untuk membentuk aktivitas sehari-hari yang aman
dan nyaman selama kehamilan. Dengan meningkatnya pengetahuan akan
kesehatan, kini kaum wanita mulai memiliki kesadaran akan pentingnya
kebutuhan-kebutuhan dasar yang dia butuhkan selama masa kehamiannya. Ini
bukan berarti hanya berlaku pada ibu hamil saja tetapi ini juga termasuk
kesadaran suami, keluarga bahkan lingkungan sekitar untuk memenuhi kebutuhan
yang diperlukan untuk ibu hamil demi kelancaran dan keselamatan ibu hamil dan
bayi yang dikandungnya.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 OKSIGEN
Kebutuhan oksigenasi merupakan kebutuhan dasar manusia yang
digunakan

untuk

kelangsungan

metabolisme

sel

tubuh,

untuk

mempertahankan tubuhnya dan untuk aktivitas berbagai organ atau


sel.Asupan oksigen bisa terganggu disebakan oleh berbagai factor yang salah
satunya adalah aktifitas ibu hamil yang berlebihan, karena kegiatan yang
berlebihan dapat membuat daya serap oksigen lemah. Penyebab lain adalah
asupan gizi ibu hamil yang kurang bagus, sehingga ibu kekurangan energi
untuk mengantarkan darah dan oksigen ke rahim.
Dan yang menjadi faktor penyebabnya adalah emosi. Keadaan jiwa
seseorang saat hamil sangat mempengaruhi keseluruhan proses kehamilan.
Oleh karena itu stress dapat memicu gangguan asupan oksigen.
Adapun cara menanganinya dengan melakukan konsultasi dokter dan
pemeriksaan CTG dan pemberian obat-obatan untuk melebarkan pembuluh
darah, selain itu ibu hamil sebaiknya tidak terlalu banyak aktifitas karena akan
menimbulkan kelelahan dan ketegangan.
2.2 Gizi
a.

Pada kehamilan trimester I(minggu 1-12) kebutuhan gizi masih seperti biasa.

b.

Pada kehamilan trimester II(minggu 13-28) dimana pertumbuhan janin cepat,

ibu memerlukan kalori yang kurang lebih 285 dan protein lebih tinggi dari
biasanya menjadi 1,5 gr/kgBB.
c.

Pada kehamilan trimester III(minggu 27-lahir) kalori sama dengan trimester

II tetapi protein naik menjadi2 gr/kg BB.


Ibu yang cukup makanannya mendapatkan kenaikan BB yang cukup baik.
Kenaikan BB selama hamil rata-rata : 9-13,5 kg.
1)

Kenaikan BB selama TM I

: min 0,7-1,4 kg

2)

Kenaikan BB selama TM II

: 4,1 kg

3)

Kenaikan BB selama TM III

: 9,5 kg

Makanan yang di perlukan antara lain untuk pertumbuhan janin, plasenta,


uterus, buah dada dan kenaikan metabolism.
Anak aterem membutuhkan :
1)

400gr protein

2)

220 gr lemak

3)

80 gr karbohidrat

4)

40 gr mineral
Uterus dan plasenta masing-masing membutuhkan 550 gr dan 50 gr protein.

Kebutuhan total protein 950 gr, Fe 0,8 gr, dan asam folik 300 g perhari.
Sebagai pengawasan, kecukupan ibu gizi hamil dan pertumbuhan kandungannya
dapat di ukur berdasarkan kenaikan berat badannya. Kenaikan berat badan ratarata antara 10-12 kg. kenaikan berat badan yang berlebihan atau bila berat badan
ibu turun setelah kehamilan triwulan kedua, harusnya menjadi perhatian.
Bahan makanan

Ukuran rumah

Wanita tidak

Wanita hamil

nasi
Daging

tangga
Piring
Potong

hamil
3,5
1,5

4
1,5

Tempe
Sayur berwarna

Potong
mangkok

3
3

4
4

Buah
Minyak
cairan
susu

Potong
Sendok
Gelas
Gelas

2
4
4
-

2
4
6
1

2.3 PERSONAL HYGIENE


2.3.1 Pengertian Personal Hygiene
Personal Hygiene berasal dari bahasa Yunani artinya kebersihan
perorangan, tindakan menjaga kebersihan seseorang.

Kesehatan pada ibu hamil untuk mendapatkan ibu dan anak yang sehat
dilakukan selama ibu dalam keadaan hamil. Personal hygiene pada ibu
hamil adalah kebersihan yang dilakukan oleh ibu hamil untuk mengurangi
kemungkinan infeksi, karena badan yang kotor banyak mengandung
kuman-kuman.
Hal ini dapat dilakukan diantaranya dengan memperhatikan
kebersihan diri (personal hygiene) pada ibu hamil itu sendiri, sehingga
dapat mengurangi hal-hal yang dapat memberikan efek negatif pada ibu
hamil,misalnya
2.3.2

pencegahan

terhadap

infeksi.

Tujuan Menjaga Personal Hygiene pada Ibu Hamil


Untuk mendapatkan ibu dan anak yang sehat, dengan jalan:
1. Mencegah penyakit/infeksi.
2. Mempertahankan dan meningkatkan kesehatan ibu.
3. Mencegah komplikasi-komplikasi pada ibu hamil, waktu hamil,
bersalin dan nifas.
4. Peningkatan derajat kesehatan.
5. Pelihara kesehatan diri.
6. Perbaikan personal hygiene.
7. Meningkatkan kepercayaan diri.

2.3.3

Manfaat Personal Hygiene Dan Aktivitas Pada Ibu Hamil


1. Dengan mandi dan membersihkan badan, ibu akan mengurangi
kemungkinan adanya kuman yang masuk selama ibu hamil. Hal ini
mengurangi terjadinya infeksi, khususnya sesudah melahirkan.
2. Ibu akan merasa nyaman selama menjalani proses persalinan.
a. Saat ini, ibu yang akan melahirkan, tidak di-huknah untuk
mengeluarkan feses.
b. Bulu kemaluan tidak dicukur seluruhnya, hanya bagian yang
dekat anus yang akan dibersihkan, karena hal tersebut akan
mempermudah penjahitan jika ibu ternyata diepisiotomi.
c. Selama menunggu persalinan tiba, ibu diperbolehkan untuk
berjalan-jalan di sekitar kamar bersalin.

d. Ibu boleh minum dan makan makanan ringan, disarankan untuk


tidak mengkonsumsi makanan yang berbau menyengat seperti
petai dan jengkol.
2.3.4

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan pada Personal Hygiene Ibu

Hamil
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam personal hygiene
pada ibu hamil adalah dimulai dari kebersihan rambut dan kulit kepala,
kebersihan payudara, kebersihan pakaian, kebersihan vulva, kebesihan
kuku tangan dan kaki.
1. Kebersihan Rambut & Kulit Kepala
Rambut berminyak cenderung menjadi lebih sering selama
kehamilan karena overactivity kelenjar minyak kulit kepala dan
mungkin memerlukan keramas lebih sering. Rambut bisa
tumbuh

lebih

cepat

selama

kehamilan

dan

mungkin

memerlukan pemotongan lebih sering.


Menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala pada ibu hamil
sangatlah penting. Disarankan ibu hamil untuk mencuci rambut
secara teratur guna menghilangkan segala kotoran, debu, dan
endapan minyak yang menumpuk pada rambut kita membantu
memberikan stimulasi sirkulasi darah pada kulit kepala dan
memonitor masalah-masalah pada rambut dan kulit kepala.
Dengan keramas, dimana cara ini dapat membersihkan kotoran
yang menyumbat pori-pori di kulit kepala yang bisa
menghambat pertumbuhan rambut. Selain itu, keramas juga
merupakan kegiatan pemijatan yang baik pada kulit kepala ibu
hamil untuk menstimulasi dan menyediakan jalan rambut baru
untuk tumbuh dengan mudah.
Prosedur cara membersihkan rambut dan kulit kepala pada
ibu hamil
a. Memberitahu klien dan menjelaskan mengenai
prosedur.
b. Mengkaji rambut dan kulit kepala klien.
c. Rambut dirapihkan dengan sisir.
5

d. Menggosok pangkal rambut dengan kasa yang telah


diberi sampo dan diberikan pijatan pada kulit kepala.
e. Pembilasan rambut.
f. Mengeringkan dan menyisir rambut.
g. Merapihkan klien.
2. Kebersihan Gigi dan Mulut
Ibu hamil harus memperhatikan kebersihan gigi dan mulut
untuk menjaga dari semua kotoran dari sisa makanan yang
masih tertinggal didalam gigi yang mengakibatkan kerusakan
pada gigi dan bau mulut. Tidak ada dokumentasi yang
mendukung peningkatan rongga gigi selama kehamilan.
Kebersihan dan perawatan gigi dapat dilakukan dengan oral
hygiene dengan menggunakan sikat dan pasta gigi, sedangkan
kebersihan area mulut dan lidah bisa dilakukan dengan
menggunakan kasa yang dicampur dengan antiseptik.
Penjadwalan untuk trimester pertama terkait dengan
hiperemesis dan ptyalisme (produksi liur yang berlebihan)
sehingga kebersihan rongga mulut haruis selalu terjaga,
misalnya pencegahan caries pada gigi.
Sedangkan pada trimester ketiga, terkait dengan adanya
kebutuhan kalsium untuk pertumbuhan janin sehingga perlu
diketahui apakah terdapat pengaruh yang merugikan pada gigi
ibu hamil. Dianjurkan untuk selalu menyikat gigi setelah
makan karena ibu hamil sangat rentan terhadap terjadinya
carries dan ginggivitis.
Akan tetapi, jika kebersihan mulut terpelihara dengan baik
selama kehamilan, perubahan mencolok pada jaringan gusi
jarang terjadi. Keadaan klinis jaringan gusi selama kehamilan
tidak berbeda jauh dengan jaringan gusi ibu yang tidak hamil,
di antaranya :
1. Warna gusi, jaringan gusi yang mengalami peradangan berwarna
merah terang sampai kebiruan, kadang-kadang berwarna merah tua.
2. Kontur gusi, reaksi peradangan lebih banyak terlihat di daerah selasela gigi dan pinggiran gusi terlihat membulat.

3. Konsistensi, daerah sela gigi dan pinggiran gusi terlihat bengkak,


halus dan mengkilat. Bagian gusi yang membengkak akan melekuk
bila ditekan, lunak, dan lentur.
4. Risiko perdarahan, warna merah tua menandakan bertambahnya
aliran darah, keadaan ini akan meningkatkan risiko perdarahan gusi.
5. Luas peradangan, radang gusi pada masa kehamilan dapat terjadi
secara lokal maupun menyeluruh. Proses peradangan dapat meluas
sampai di bawah jaringan periodontal dan menyebabkan kerusakan
lebih lanjut pada struktur tersebut.
Prosedur kebersihan dan perawatan mulut dan gigi:
a. Membuka mulut dan lidah di tekan dengan tongue
spatel berlapis kasa.
b. Depers pada pinset diarahkan untuk membersihkan
area rongga mulut, gusi, dan lidah.
c. Membersihakan area gigi dengan menggunakan
sikat dan pasta gigi.
d. Menggosok gigi dilakukan dengan gerakan naik
turun.
e. Klien

diminta

untuk

berkumur-kumur

dan

mengeringkan area mulut luar dengan kasa.


f. Merapihkan pasien.
3. Kebersihan Payudara
Pemeliharaan payudara juga penting, puting susu harus
dibersihkan kalau terbasahi oleh colustrum. Kalau dibiarkan
dapat terjadi edema pada puting susu dan sekitarnya. Puting
susu yang masuk diusahakan supaya keluar dengan pemijatan
keluar setiap kali mandi. Payudara perlu dipersiapkan sejak
sebelum bayi lahir sehingga dapat segera berfungsi dengan baik
pada saat diperlukan.
Pengurutan payudara untuk mengeluarkan sekresi dan
membuka duktus dan sinus lateferus sebaiknya dilakukan
secara hati-hati dan benar karena pengurutan yang salah dapat
menimbulkan kontraksi pada rahim sehingga terjadi kondisi
seperti pada uji kesejahteraan janin menggunakan uterotonika.
7

Basuhan lembut setiap hari pada areola dan puting susu akan
dapat mengurangi retak dan lecet pada area tersebut.
Untuk sekresi yang mengering pada puting susu, lakukan
pembersihan dengan menggunakan campuran gliserin dan
alkohol. Karena payudara menegang, sensitif dan menjadi lebih
berat maka sebaiknya gunakan penopang payudara yang sesuai
(brassiere).
4. Kebersihan Vulva
Vulva hygiene adalah membersihkan vulva dan daerah
sekitarnya pada pasien wanita yang sedang nifas atau tidak
dapat melakukannya sendiri. Pasien yang harus istirahat di
tempat tidur (misalnya, karena hipertensi, pemberian infus,
section caesarea) harus dimandikan setiap hari dengan
pencucian daerah perineum yang dilakukan dua kali sehari dan
pada waktu sesudah selesai membuang hajat.Meskipun ibu
yang akan bersalin biasanya masih muda dan sehat, daerah
daerah yang tertekan tetap memerlukan perhatian serta
perawatan protektif.
Wanita yang hamil jangan melakukan irrigasi vagina
kecuali dengan nasihat dokter karena irrigasi dalam kehamilan
dapat menimbulkan emboli udara.
Hal hal yang harus diperhatikan adalah:
a. Celana dalam harus kering
b. Jangan gunakan obat / menyemprot ke dalam vagina
c. Sesudah bab / bak dilap dengan lap khusus.
Setelah ibu mampu mandi sendiri (idealnya, dua kali
sehari), biasanya daerah perineum dicuci sendiri dengan
menggunakan air dalam botol atau wadah lain yang
disediakan khusus untuk keperluan tersebut.
Cara ibu hamil melakukan vulva hygiene sendiri. Langkahlangkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan
diri ibu hamil adalah sebagai berikut :
a. Anjurkan kebersihan seluruh tubuh, terutama perineum.

b. Mengajarkan ibu bagaimana membersihkan daerah


kelamin dengan sabun dan air.
Pastikan bahwa ibu mengerti untuk membersihkan
daerah sekitar vulva terlebih dahulu, dari depan ke
belakang,

kemudian

membersihkan

daerah

anus.

Nasihati ibu untuk membersihkan vulva setiap kali


selesai buang air kecil atau besar.
c. Sarankan ibu untuk mengganti pembalut atau kain
pembalut setidaknya dua kali sehari. Kain dapat
digunakan ulang jika telah dicuci dengan baik dan
dikeringkan di bawah matahari dan disetrika.
d. Sarankan ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan
air

sebelum

dan

sesudah

membersihkan

daerah

kelaminnya.
e. Jika ibu mempunyai luka episotomi atau laserasi,
sarankan kepada ibu untuk menghindari menyentuh
daerah tersebut.
5. Kebersihan Kuku Tangan dan Kaki
Menjaga kebersihan kuku merupakan salah satu aspek
penting dalam mempertahankan perawatan diri, melalui kuku
berbagai kuman dapat masuk kee dalam tubuh, untuk itu
seharusnya kuku tetap dalam keadaan sehat dan bersih. Secara
anatomis kuku terdiri atas dasar kuku, badan kuku, dinding
kuku, kantung kuku, akar kuku, dan lunula.
Kondisi normal kuku ini dapat terlihat halus, tebal kurang
lebih 0,5 mm, transparan, dasar kuku berwarna warna merah
muda.
Masalah/gangguan pada kuku :
a. Ingrown Nail
Kuku tangan yang tidak tumbuh-tumbuh dan dirasakan
sakit pada dacrah tersebut.
b. Paronychia
Radang di sekitar jaringan kuku.

c. Ram's Horn Nail


Gangguan kuku yang ditandai pertumbuhan yang
lambat disertai kerusakan dasar kuku atau infeksi.
d. Bau Tidak Sedap
Reaksi mikroorganisme yang menyebabkan bau tidak
sedap.
Prosedur kerja:
a.
b.
c.
d.
e.

Jelaskan prosedur pada pasien.


Cuci tangan.
Atur posisi pasien dengan posisi duduk atau tidur.
Tentukan kuku yang akan dipotong.
Rendamkan kuku dengan air hangat kurang lebih 2

menit dan lakukan sikat dengan beri sabun bila kotor


f. Keringkan dengan handuk.
g. Letakkan tangan di atas bengkok dan lakukan
pemotongan kuku.
h. Cuci tangan.
6. Kebersihan Kulit
Kelenjar kulit mungkin lebih aktif selama kehamilan dan
pasien mungkin cenderung lebih berkeringat. Baths terapi melemaskan otot-otot tegang dan lelah, membantu insomnia
counter, dan membuat pasien merasa segar dan berbau manis.
Baths dapat menimbulkan masalah manuver fisik yang
meningkatkan kemungkinan jatuh di akhir kehamilan; shower
direkomendasikan, tetapi dengan hati-hati saat masuk dan
keluar dan bergerak di dalam kamar mandi.
7. Kebersihan Pakaian
Selama kehamilan, pakaian harus diberikan sama atau
mungkin bahkan lebih sedikit perhatian dari pada waktu lain.
Pakaian harus ringan, nonconstrictive, disesuaikan,
penyerap, dan meningkatkan rasa kesejahteraan pasien. Tidak
garter bulat konstriktif atau girdle harus digunakan karena
gangguan pada sirkulasi darah itu dari kaki.

10

Kebersihan

tubuh

harus

terjaga

selama

kehamilan.

Perubahan anatomi pada perut, area genitalia/lipat paha dan


payudara menyebabkan lipatan-lipatan kulit menjadi lebih
lembab

dan

mudah

terinvestasi

oleh

mikroorganisme.

Sebaiknya gunakan pancuran atau gayung pada saat mandi,


tidak dianjurkan berendam dalam bathtub dan melakukan
vaginal douche.
Cara Merawat Diri dan Lingkungan Selama Ibu Hamil
1. Mandi
Mandi dengan air bersih dengan sabun 2x sehari, mandi setiap
hari akan merangsang sirkulasi, menyegarkan dan menghilangkan
kotoran tubuh. Dengan berhati-hati agar tidak jatuh, baik mandi
shower maupun tub dapat dilakukan oleh ibu hamil.
Manfaat mandi:
a. Merangsang sirkulasi
b. Menyegarkan.
c. Menghilangkan kotoran.
Yang harus diperhatikan :
a. Mandi hati-hati jangan sampai jatuh.
b. Air harus bersih.
c. Tidak terlalu dingin atau tidak terlalu panas.
d. Gunakan sabun yang mengandung antiseptik.
2. Menjaga kebersihan kuku dan tangan.
3. Menjaga, badan, mencuci tangan dan kaki segera sesudah
berpergian.
4. Merawat kebersihan rumah dan lingkungan.
5. Menjaga kebersihan kemaluan.
6. Menjaga kebersihan tempat tidur.
7. Menghindari merokok dan lingkungan merokok.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Personal Hygiene
a. Body image

11

Adalah gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi


kebersihan diri misalnya karena adanya perubahan fisik pada ibu
hamil sehingga ibu hamil tidak peduli terhadap kebersihannya.
b. Praktik sosial
Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka
kemungkinan akan terjadi perubahan pola personal hygiene.
c. Status sosial ekonomi
Personal hygiene pada ibu hamil memerlukan alat dan bahan seperti
sabun, pasta gigi, sikat gigi, sampo, alat mandi yang semuanya
memerlukan uang untuk menyediakannya.
d. Pengetahuan
Pengetahuan personal hygiene pada ibu hamil sangat penting karena
pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan pada ibu
hamil itu sendiri.
e. Kebiasaan
Adalah ada kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu
dalam perawatan dirinya seperti penggunaan sabun, sampo dll.
f. Kondisi fisik
Pada kondisi fisik ibu hamil, kemampuan untuk merawat diri
berkurang, sehingga memerlukan bantuan untuk melakukannya.
Dampak yang Sering Timbul pada Masalah Personal Hygiene
a. Dampak fisik
Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak
terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. Gangguan fisik
yang sering terjadi pada ibu hamil adalah gangguan sistem
perkemihan sehingga daerah genetal kurang diperhatikan, gangguan
membrane

mukosa

mulut

yaitu

terjadi

hipersalivasi

yang

menyebabkan caries gigi, gangguan fisik pada kuku, rambut mudah


berkeringat sehingga menyebabkan gatal dan bau pada rambut.
b. Dampak psikososial
Masalah sosial yang berhubungan dengan personal hygiene adalah
gangguan kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan dicintai dan
mencintai, kebutuhan harga diri, aktualisasi diri dan gangguan
interaksi sosial.

12

Kebesihan harus selalu dijaga pada masa hamil. Baju hendaknya


yang longgar dan mudah dipakai. Jika telah sering hamil, maka
pemakaian

setagen

untuk

menunjang

otot-otot

perut

baik

dinasehatkan pada ibu hamil. Sepatu atau alas kaki yang tinggi
sebaiknya jangan dipakai, oleh karena tempat titik berat wanita
hamil berubah, sehingga mudah tergelincir atau jatuh. Mammae
yang bertambah besar juga membutuhkan kutang atau BH yang
lebih besar dan cukup menunjang.Tak bisa disangkal, hampir semua
bagian tubuh memang bertambah besar dan berat di saat hamil.
Alhasil, pakaian dalam mesti beli baru biar pas dan nyaman.
2.4 PAKAIAN
Bra
Desain BH : Desain harus disesuaikan agar dapat menyangga
payudara dan nyeri punggung yang tambah menjadi besar pada
kehamilan dan memudahkan ibu ketika akan menyusui. BH harus tali
besar sehingga tidak terasa sakit di bahu.
Pemakaian BH dianjurkan terutama pada kehamilan dibulan ke 4
sampai ke 5 sesudah terbiasa boleh menggunakan BH tipis/ tidak
memakai BH sama sekali jika tanpa BH terasa lebih nyaman. Ada dua
pilihan BH yang biasa tersedia, yaitu BH katun biasa dan BH nylon yang
halus.
Selama hamil, payudara Anda perlu tersangga dengan baik. Jadi,
perhatikan kiat berikut:
1

pilih bra yang biasa dipakai untuk berolahraga, bra biasa tapi tanpa kawat
penyangga (kawat penyangga dapat mencederai jaringan payudara yang

lembut), atau bra khusus untuk kehamilan


sebenarnya, Anda tidak harus mengenakan bra khusus untuk
kehamilan, namun pemakaian bra jenis ini dapat menyangga payudara

dengan baik, sehingga terasa nyaman saat Anda bergerak


ada bra yang bisa dipakai sejak masa hamil hingga menyusui. Bra jenis
ini memiliki jendela yang bisa dibuka bila Anda ingin menyusui bayi kelak.
Bra ini juga memudahkan, mengingat setelah melahirkan Anda perlu pakai

13

bra siang dan malam (terutama di minggu pertama), untuk menghindari


4

tetesan ASI tumpah ke mana-mana


pilih yang bahan dasarnya katun, agar kulit bisa bernapas dengan
nyaman. Sekalipun begitu, bahan elastis yang menyertainya akan membuat

bra lebih lentur ketika ukurannya berubah


untuk payudara besar, bra yang memiliki tali bahu lebar, sehingga dapat

menahan beban payudara. Selain itu, Anda pun tetap terlihat seksi
pastikan penyangga bra di bagian bawah cup nyaman dipakai. Jika
terlalu ketat dapat memicu sakit di ulu hati. Selain itu, bra yang terlalu ketat
akan

menahan

aliran

darah

seputar

payudara,

dan

meningkatkan

kemungkinan penyumbatan saluran air susu (mastitis). Memakai bra yang pas
akan menghindari berbagai gangguan tersebut.
Celana Dalam
Gunakan pakaian yang longgar, bersih dan nyaman dan hindarkan sepatu
bertongkat tinggi (high heels) dan alas kaki yang keras (tidak elastis) serta korset
penahan perut. Lakukan gerak tubuh ringan, misalnya berjalan kaki, terutama
pada pagi hari. Jangan melakukan pekerjaan rumah tangga yang berat dan
hindarkan kerja fisik yang dapat menimbulkan kelelahan yang berlebihan.
Awalnya mungkin Anda masih bisa memakai celana dalam yang biasa Anda
pakai. Akibat perut yang mulai membesar, terkadang akan lebih terasa nyaman
bila bagian pinggangnya ditarik ke bawah hingga di bawah garis perut (bikini
line). Namun, umumnya celana dalam Anda harus diganti dengan yang lebih besar
setelah kehamilan memasuki usia 16 minggu.
1. pilih celana dalam berbahan dasar katun, karena memberi ventilasi yang
baik sehingga menghambat pertumbuhan jamur. Ingat, selama hamil suhu
tubuh akan meningkat dan cairan vagina juga kadang-kadang keluar, sehingga
membuat ibu hamil rentan terhadap infeksi bakteri
2. perhatikan ukuran dan karet celana, jangan sampai menekan perut,
pinggang atau lingkar paha
3. celana dalam yang pas, menutupi sekaligus menyangga perut dan bokong,
serta tidak terlalu ketat menekan bagian selangkangan, akan sangat membantu
ibu hamil yang mengalami varises (pembesaran pembuluh darah balik vena.
14

2.5 ELIMINASI
Defekasi menjadi tidak teratur karena:
1. Pengaruh relaksasi otot polos oleh estrogen
2. Tekanan uterus yang membesar
3. Pada kehamilan lanjut karena pengaruh tekanan kepala yang telah masuk
panggul.
Konstipasi dicegah dengan :
1. Cukup banyak minum
2. Olah raga
3. Pemberian laksatif ringan jus buah-buahan

2.6 SEKSUAL
Bila dalam anamnesis ada abortus sebelum kehamilan yang sekarang,
sebaiknya koitus ditunda sampai kehamilan 16 minggu. Pada waktu itu plasenta
sudah terbentuk, serta kemungkinan abortus menjadi lebih kecil.
Pada umumnya koitus diperbolehkan pada masa kehamilan jika dilakukan
dengan hati-hati. Pada akhir kehamilan, jika kepala sudah masuk kedalam rongga
panggul, koitus sebaiknya dihentikan karena dapat menimbulkan perasaan sakit
dan perdarahan.
Sebagian perempuan takut melakukan hubungan seksual saat hamil. Beberapa
merasa gairah seksualnya menurun karena tubuh mereka melakukan banyak
penyesuaian terhadap bentuk kehidupan baru yang berkembang di dalam rahim
mereka. Sementara di saat yang sama, gairah yang timbul ternyata meningkat. Ini
bukan kelainan seksual. Memang ada masanya ketika ibu hamil mengalami
peningkatan gairah seksual.
Trimester pertama: Minat menurun Pada trimester (3 bulan) pertama, biasanya
gairah seks menurun. Jangankan kepingin, bangun tidur saja sudah didera
morning sickness, muntah, lemas, malas, segala hal yang bertolak belakang

15

dengan semangat dan libido. Fluktuasi hormon, kelelahan, dan rasa mual dapat
menghisap semua keinginan untuk melakukan hubungan seks.
Trimester kedua: Minat meningkat (kembali) Memasuki trimester kedua,
umumnya libido timbul kembali. Tubuh sudah dapat menerima dan terbiasa
dengan kondisi kehamilan sehingga ibu hamil dapat menikmati aktivitas dengan
lebih leluasa daripada di trimester pertama. Kehamilan juga belum terlalu besar
dan memberatkan seperti pada trimester ketiga. Mual, muntah, dan segala rasa
tidak enak biasanya sudah jauh berkurang dan tubuh terasa lebih nyaman.
Demikian pula untuk urusan ranjang. Ini akibat meningkatnya pengaliran darah ke
organ-organ seksual dan payudara.
Trimester ketiga: Minat menurun lagi Libido dapat turun kembali ketika
kehamilan memasuki trimester ketiga. Rasa nyaman sudah jauh berkurang. Pegal
di punggung dan pinggul, tubuh bertambah berat dengan cepat, nafas lebih sesak
(karena besarnya janin mendesak dada dan lambung), dan kembali merasa mual,
itulah beberapa penyebab menurunnya minat seksual. Tapi jika Anda termasuk
yang tidak mengalami penurunan libido di trimester ketiga, itu adalah hal yang
normal, apalagi jika Anda termasuk yang menikmati masa kehamilan. Anda juga
termasuk beruntung karena tidak perlu tersiksa oleh kaki yang membengkak, sakit
kepala, atau keharusan beristirahat total.
2.7 MOBILISASI, BODY MEKANIK
Mobilitas merupakan suatu kemampuan individu untuk bergerak bebas
mudah, dan teratur dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas guna
mempertahankan kesehatan.
Gunakan body mekanik yang baik:
1.
2.
3.
4.

Hindari mengangkat beban yang berat


Gunakan kasur yang keras untuk tidur
Gunakan bantal waktu tidur untuk meluruskan punggung
Hindari tidur terlentang terlalu lama karena dapat menyebabkan

sirkulasi darah menjadi terhambat


5. Boleh mengerjakan pekerjaan sehari-hari selama tidak memberikan
gangguan

16

6. Aktivitas dibatasi bila didapatkan penyulit partus prematurus


imminens, ketuban pecah, menderita kelainan jantung.
2.8 EXERCISE ATAU SENAM HAMIL
Senam hamil merupakan kebutuhan aktifitas fisik, pada kegiatan ini terjadi
peningkatan metabolisme yang pada dasarnya dengan peningkatan metabolisme
diperlukan peningkatan penyediaan oksigen sehingga senam hamil akan
meningkatkan kebutuhan oksigen. Penanggulangan aspek fisik dari persalinan
dan pemeliharaan kehamilan yang bertujuan melindungi ibu dan anak adalah
dengan jalan memberikan bimbingan pada ibu hamil dalam persiapan persalinan
yang fisiologis melalui penerangan, berdiskusi, dan memberikan latihan fisik
kepada wanita hamil. Senam adalah terapi latihan gerak untuk mempersiapkan
seorang ibu hamil baik fisik maupun mental pada persalinan yang aman, spontan
dan lancar sesuai waktu yang diharapkan.
Pada prinsipnya senam hamil adalah exercise therapy atau terapi latihan yang
merupakan bagian dari ilmu fisioterapi yang dilaksanakan dibagian obstetric pada
ibu hamil oleh seorang fisioterapis.Senam yang dilakukan oleh ibu hamil pada
setiap

semester. Senam

hamil

penting

bagi

seorng

ibu

yang

sedang

mempersiapkan diri untuk persalinan terutama untuk ibu dengan usia kandungan
lebih dari 20 minggu.
Tujuan
1.
2.
3.
4.
5.

Menguasai tehnik pernafasan


Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut
Melatih sikap tubuh selama hamil
Melatih relaksasi sempurna dengan latihan kontraksi dan relaksasi
Ibu dapat melahirkan tanpa penyulit sehingga ibu dan bayi sehat

setelah persalinan
6. Membimbing wanita untuk melakukan persalinan secara fisiologis
Manfaat
a. Memperkuat dan mempertahankan kelenturan otot-otot dinding perut dan
dasar panggul yang penting dalam proses persalinan
b. Melatih sikap tubuh guna menghindari /memperingan keluhan-keluhan
seperti sakit
c. Perempuan mengandung yang mengikuti senam hamil diharapkan dapat
menjalani persalinan secara lancar, dapat memanfaatkan tenaga dan
17

kemampuan sebaik-baiknya sehingga proses persalinan normal langsung


relatif cepat.
d. Membuat tubuh lebih rileks(membantu mengatasi stress dan rasa sakit
akibat his ketika bersal
Syarat
a. Telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan kehamilan oleh dokter atau
bidan.
b. Latihan dilakukan setelah kehamilan menapai 22 minggu.
c. Latihan dilakukan secara teratur dan disiplin sebaiknya laihan dilakukan
di rumah sakit atau klinik bersalin dibawah pimpinan instruktur senam
hamil. (Prof. Dr. Rustam Mochtar, MPH.1998)
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum senam hamil
1. Petugas kesehatan sebaiknya mengadakan pengawasan selama
melatih
2. Latihan fisikatau olahraga dapat dianjurkan, dimulai mulai kehamilan
7 bulan
3. Makan yang cukup agar tenaga selalu adaTidak ada kontra indikasi
melakukan senam hamil (Hamilton P. ( 1995 )).
Petunjuk dalam melakukan senam hamil:
1. Latihan Otot Kaki
1. Duduklah dengan posisi kedua lutut diluruskan, tubuh bersandar pada
kedua lengan yang diletakkan di belakang pantat.
2. Tegakkan kedua telapak kaki dengan lutut menekan kasur. Kemudian
tundukkan kedua telapak kaki bersama jari-jarinya. Ulangi beberapa kali.
3. Hadapkan kedua telapak kaki satu sama lain dengan lutut tetap menghadap
ke atas, kembalikan ke posisi semula. Ulangi terus sebanyak beberapa kali.
4. Kedua telapak kaki digerakkan turun ke arah bawah, lalu gerakan
membuka ke arah samping, tegakkan, kembali, dan seterusnya.
5. Kedua telapak kaki buka dari atas ke samping turunkan, hadapkan,
kembali

ke

posisi

semula,

dan

seterusnya.

Kegunaan: Memperlancar sirkulasi darah di kaki dan mencegah


pembengkakan pada pergelangan kaki.
2. Latihan Pernafasan
a. Pernafasan perut

18

1. Tidurlah terlentang dengan satu bantal, kedua lutut dibengkokkan dan


dibuka kurang lebih 20 cm.
2. Letakkan kedua telapak tangan di atas perut di sekitar pusat sebagai
perangsang
3. Tarik napas dari hidung dengan mulut tertutup, perut mengembang
mendorong kedua tangan ke atas. Perhatikan bahwa gerakan pernafasan
dilakukan dengan perut (jadi dada tidak ikut kembang kempis).
Kegunaan: Melemaskan dinding perut agar mudah diperiksa oleh
dokter/bidan.
b. Pernafasan iga
1. Tidur terlentang (seperti pada pernafasan perut), letakkan
kedua tangan dalam posisi mengepal di iga sebagai
perangsang.
2. Bernapaslah seperti pada pernapasan perut, dengan
pengecualian tangan menekan iga ke dalam dan iga
mengembang mendorong kedua tangan ke arah samping
luar.
Kegunaan: Mendapatkan oksigen sebanyak mungkin.
3. Pernapasan dada
4. Tidur terlentang (seperti pada pernapasan perut), letakkan
kedua tangan di dada bagian atas.
5. Keluarkan napas dari mulut (tiup) dengan tangan menekan
dada ke arah dalam.
6. Tarik napas dari mulut dengan mulut terbuka, dada
mengembang

mendorong

ke

dua

tangan

ke

atas.

Kegunaan: Mengurangi rasa sakit saat bersalin.


c. Pernapasan panting (pendek-pendek dan cepat)
Pernapasan ini menyerupai pernapasan dada, hanya saja
irama pernapasan lebih cepat dengan gerakan napas dihentikan
separuhnya (bernapas tidak terlalu dalam, pendek-pendek saja).
Kegunaan: Istirahat atau menghilangkan lelah sesudah mengejan.
Juga dilakukan saat ibu sudah merasa ingin mengejan sementara
pembukaan belum lengkap, supaya jalan lahir tidak bengkak atau
sobek.

19

Semua gerakan latihan pernapasan di atas sebaiknya dilakukan


enam kali sehari, di pagi hari sesudah bangun tidur dan malam
hari sebelum tidur.
3. Latihan Otot Panggul
a. Tidur terlentang, kedua lutut dibengkokkan.
b. Letakkan kedua tangan di samping badan. Tundukkan kepala dan
kerutkan pantat ke dalam hingga terangkat dari kasur.
c. Kempeskan perut hingga punggung menekan kasur. Rasakan
tonjolan tulang panggul bergerak ke belakang
d. Lemaskan kembali dan rasakan tonjolan tulang bergerak kembali
ke depan. Ulangi gerakan ini 15-30 kali sehari.
Kegunaan: Mengembalikan posisi panggul yang berat ke depan,
mengurangi dan mencegah pegal-pegal, sakit pinggang dan
punggung serta nyeri di lipat paha.
4. Latihan Otot Betis
a. Berdiri sambil berpegangan pada benda yang berat dan mantap.
b. Posisikan ibu jari dan jari-jari lain menghadap ke atas.
c. Regangkan kaki sedikit dengan badan lurus dan pandangan lurus ke
depan.
d. Tundukkan kepala seraya berjongkok perlahan sampai ke bawah
tanpa mengangkat tumit dari lantai.
e. Setelah jongkok, lemaskan bahu. Kempeskan perut, kemudian
perlahan kembalilah berdiri tegak, lepaskan kerutan. Lakukan enam
kali dalam sehari.
Kegunaan: Mencegah kejang di betis.
5. Latihan Otot Pantat
a. Tidur terlentang tanpa bantal, kedua lutut dibengkokkan dan agak
diregangkan.
b. Dekatkan tumit ke pantat dengan kedua tangan di samping badan.
c. Kerutkan pantat ke dalam sehingga lepas dari kasur, angkat
panggul ke atas sejauh mungkin.
d. Turunkan perlahan (pantat masih berkerut), lepaskan kerutan, dsb.
Ulangi enam kali sehari.
Kegunaan: Mencegah timbulnya wasir saat mengejan.
6. Latihan Anti Sungsang
a. Ambil posisi merangkak, kedua lengan sejajar bahu, kedua lutut
sejajar panggul dan agak diregangkan.
b. Kepala di antara kedua tangan, tolehkan ke kiri atau ke kanan.

20

c. Letakkan siku di atas kasur, geser siku sejauh mungkin ke kiri dan
ke kanan hingga dada menyentuh kasur. Lakukan sehari 2 kali
selama 15 20 menit/kali.
Kegunaan: Mempertahankan dan memperbaiki posisi janin agar
bagian kepala tetap di bawah.
2.9 ISTIRAHAT DAN TIDUR
Selama hamil, tubuh Anda butuh tidur selama 6-8 jam sehari. Ini sama
dengan tidur orang sehat pada umumnya. Hanya saja, berbagai perubahan tubuh
kerap membuat ibu hamil gampang lelah dan mengantuk. Itu sebabnya, ibu hamil
biasanya perlu tambahan waktu istirahat dan tidur sekitar 30 menit hingga 1 jam
setiap rentang 3 hingga 4 jam.
Bila kehamilan Anda dibawah 3 bulan, maka Anda diperbolehkan banyak2
istirahat, terutama bila kandungan lemah maka sebaiknya Anda banyak istirahat di
tempat tidur (bed rest). Selama masa kehamilan, istirahat memegang peranan yang
sama penting dengan kegiatan. Pada masa awal kehamilan, anda mungkin merasa
lebih lelah dari biasanya, oleh sebab itu perbanyaklah istirahat/ tidur. Tidur siang
sangat dianjurkan, atau beristirahatlah beberapa kali disiang hari. Upayakan untuk
menyederhanakan rutinitas sehari-hari.
Jika ibu hamil merasa kelelahan, atasi kelelahan dengan mengambil istirahat
singkat lebih sering, jangan akumulasikan masa istirahat Anda dalam waktu satu
waktu. Dengan begitu, Anda justru dapat terus mempertahankan produktivitas
dengan lebih baik. Sesuaikan beban kerja Anda dengan irama tubuh. Saat tubuh
terasa begitu lelah, kerjakanlah hanya tugas yang mudah. Namun, jika anda
merasa prima, ambillah beban pekerjaan yang dirasa berat. Pandai-pandailah
mencuri waktu istirahat. Sempatkan tidur siang saat jam makan siang atau
setidaknya angkat kaki selama beberapa menit untuk menenangkan tubuh anda.
Jika hal itu memungkinkan, segeralah tidur ketika Anda tiba di rumah.
Kebutuhan istirahat bagi ibu hamil yaitu :
A. Aktivitas tidak terlalu berlebihan.
B. Mengatasi kelelahan dengan istirahat atau tidur siang sebentar.
C. Mengurangi semua kegiatan yang melelahkan.

21

D. Hindari posisi duduk dan berdiri yang terlalu lama.


E. Kurangi kebiasaan tidur larut malam dan kegiatan-kegiatan malam.
F. Tidur malam sekitar 8 jam.
G. Istirahat atau tidur siang sekitar 1 jam.

2.10

IMUNISASI

Imunisasi berasal dari kata imun, kebal atau resisten. Jadi Imunisasi adalah
suatu tindakan untuk memberikan kekebalan dengan cara memasukkan vaksin ke
dalam tubuh manuasia. Sedangkan kebal adalah suatu keadaan dimana tubuh
mempunyai daya kemampuan mengadakan pencegahan penyakit dalam rangka
menghadapi serangan kuman tertentu. Kebal atau resisten terhadap suatu penyakit
belum tentu kebal terhadap penyakit lain. (Depkes RI, 1994)
Imunisasi pada Ibu Hamil Trimester I, II & III
Di Indonesia imunisasi pada ibu hamil hampir seluruhnya berupa
pemberian tetanus toksoid. Kenyatan ini memang terjadi kerana penyakit tetanus
pada neonatus jumlahnya sangat besar disamping faktor sosioekonomi yang masih
rendah sehingga tidak dimungkinkan untuk melaksanakannya imunisasi secara
lengkap. Pada penyakit tetanus neonatarum adalah clostridium tetani masuk
kedalam tubuh manusia melalui daerah luka dalam bentuk spora. Penyakit ini
timbul jika spora-spora tersebut berkembang menjadi organisme berbentuk
vegetatif yang hanya akan menghasilkan tetanospasmin pada keadaan penurunan
potensial oksigen.
Pencemaran tali pusat adalah sumber infeksi tersering pada
neonatus. Ini terjadi sewaktu dilakukan pemotongan tali pusat dengan
mengunakan pisau yang tidak bersih disertai dengan perawatan luka
pemotongan yang tidak steril. Tetanospasmin dapat mencapai susunan
saraf pusat melalui penyerapan pada sambungan mioneural (myoneural
junctions) yang diikuti migrasi melalui ruangan jaringan perineural
(perineural tissue spaces) sususan saraf atau melalui pemindahan limfosit
ke dalam darah dan selanjutnya ke susunan saraf pusat. Tetanospasmin
bekerja pada motor dan plate otot skeletal, medula spinalis, otak dan

22

susunan saraf simpatis. Toksin yang dihasilkan tersebut menimbulkan


gangguan transmisi neuromuskuler dengan menghambat pelepasan
asetilkolin dari terminal-terminal saraf di otot. Keadaan ini menimbulkan
hipertonitas, kekejangan dan serangan kejang dan khas pada bayi adalah
kesulitan menyusui, kekakuan tubuh dan spasme.
Tetanus toksoid yang dibutuhkan untuk imunisasi adalah sebesar
40 IU dalam setiap dosis tunggal. Sebagaimana toksoid lainnya,
pemberian toksoid tetanus memerlukan pemberian berseri untuk
menimbulkan

dan

mempertahankan

imunitas.

Tidak

diperlukan

pengulangan dosis bila jadwal pemberian ternyata terlambat, sebab sudah


terbukti bahawa respon imun yang diperolehi walaupun dengan interval
yang panjang adalah sama dengan interval yang pendek. Respon imun atau
efikasi vaksin ini cukup baik. Ibu yang mendapatkan toksoid tetanus
ternyata memberikan proteksi yang baik terhadap bayi baru lahir terhadap
tetanus neonatarum, dan ini diberikan satu kali pada trimester I, satu kali
pada trimester II, dan dua kali pada trimester III. (WHO, 2001).
Tabel Pemberian Imunisasi pada Ibu Hamil
INTERVAL

Lama

TT1

(selang waktu minimal)


Pada kunjungan

perlindungan
_

perlindungan
_

TT2
TT3
TT4
TT5

antenatal pertama
4 minggu setelah TT1
6 bulan setelah TT2
1 tahun setelah TT3
1 tahun setelah TT4

3 tahun
5 tahun
10 tahun
25 tahun/seumur

80
95
99
99

Antigen

hidup
Ket : Artinya apabila dalam waktu 3 tahun WUS tersebut melahirkan,
maka bayi yang dilahirkan akan terlindung dari TN (tenanus
neonatorium).
Kita bisa tanyakan apakah ibu hamil pernah mendapatkan suntikan tetanus
toksoid (TT). Bila sudah, tanyakan kapan diperolehnya. Ibu hamil yang belum
23

pernah mendapatkan TT, pada kehamilan sebelumnya atau pada waktu akan
menjadi pengantin, maka perlu mendapatkan 2 kali suntikan TT dengan jarak
minimal 1 bulan. TT yang pertama diberikan pada kunjungan antenatal yang
pertama. Bila sudah pernah, maka cukup diberikan 1 kali selama kehamilan.
Suntikan TT melindungi ibu dan bayinya dari penyakit Tetanus Neonatus
Neonatorium.
Pengertian Tetanus Toksoid ( TT )
Tetanus Toksoid ( TT ) adalah Imunisasi Tetanus Toksoid adalah proses
untuk membangun kekebalan sebagai upaya pencegahanterhadap infeksi tetanus .
Tetanus yaitu toksin kuman tetanus yang telah dilemahkan dan kemudian
dimurnikan (Setiawan, 2006). Tetanus khususnya beresiko pada bayi-bayi yang
dilahirkan dengan bantuan dukun bayi di rumah dengan peralatan yang tidak
steril. Mereka juga beresiko ketika alat-alat yang tidak bersih digunakan untuk
memotong tali pusar dan olesan-olesan tradisional atau abu digunakan untuk
menutup luka bekas potongan. Upaya pencegahan tetanus neonatorum dilakukan
dengan memberikan imunisasi TT (Tetanus Toksoid) pada ibu hamil.
Manfaat imunisasi TT ibu hamil
a) Melindungi

bayinya

yang

baru

lahir

dari

tetanus

neonatorum (BKKBN, 2005; Chin, 2000). Tetanus neonatorum


adalah penyakit tetanus yang terjadi pada neonatus (bayi berusia
kurang 1 bulan) yang disebabkan oleh clostridium tetani, yaitu kuman
yang mengeluarkan toksin (racun) dan menyerang sistim saraf pusat
(Saifuddin dkk, 2001).
b) B. Melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus apabila terluka
(Depkes RI, 2000)
Kedua manfaat tersebut adalah cara untuk mencapai salah satu
tujuan dari program imunisasi secara nasional yaitu eliminasi tetanus
maternal dan tetanus neonatorum (Depkes, 2004)
Cara Pemberian
1. Vaksin dikocok terlebih dahulu sebelum digunakan. Tujuannya agar
suspensi menjadi homogen.

24

2. Penyuntikkan vaksin TT untuk mencegah tetanus neonatal terdiri dari


2 dosis primer yang disuntikkan secara intramuskular atau subkutan
dalam, dengan dosis pemberian 0,5 ml dengan interval 4 minggu.
Dilanjutkan dengan dosis ketiga setelah 6 bulan berikutnya. Untuk
mempertahankan terhadap tetanus pada wanita usia subur, maka
dianjurkan diberikan 5 dosis. Dosis ke empat dan ke lima diberikan
dengan interval minimal 1 tahun setelah pemberian dosis ke tiga dan
ke empat.
3. Imunisasi TT dapat diberikan secara aman selama pemberian
dilakukan dengan tepat pada masa kehamilan bahkan pada trimester
pertama.
4. Di unit pelayanan statis: vaksin TT yang telah dibuka hanya boleh
digunakan selama kurang lebih 4 minggu, dengan ketentuan: vaksin
belum kadaluawarsa, vaksin disimpan dalam suhu 2 dan 8 derajat
Celcius, tidak pernah terendam air, terjaga sterilitasnya, tidak beku,
VVM masih dalam kondisi A atau B.
5. Di posyandu: vaksin yang sudah terbuka tidak boleh digunakan lagi.

Jumlah dan dosis pemberian imunisasi TT untuk ibu hamil


Imunisasi TT untuk ibu hamil diberikan 2 kali (BKKBN, 2005; Saifuddin
dkk, 2001), dengan dosis 0,5 cc di injeksikan intramuskuler/subkutan dalam
(Depkes RI, 2000).
Waktu pemberian imunisasi TT
Imunisasi TT sebaiknya diberikan sebelum kehamilan 8 bulan untuk
mendapatkan imunisasi TT lengkap (BKKBN, 2005). TT1 dapat diberikan sejak
di ketahui postif hamil dimana biasanya di berikan pada kunjungan pertama ibu
hamil ke sarana kesehatan (Depkes RI, 2000)
Jarak Pemberian Imunisasi TT
Jarak pemberian (interval) imunisasi TT 1 dengan TT 2 minimal 4 minggu
(Saifuddin dkk, 2001; Depkes RI, 2000).
Efek samping imunisasi TT

25

Biasanya hanya gejala-gejala ringan saja seperti nyeri, kemerahan dan


pembengkakan pada tempat suntikan (Depkes RI, 2000). TT adalah antigen yang
sangat aman dan juga aman untuk wanita hamil. Tidak ada bahaya bagi janin
apabila ibu hamil mendapatkan imunisasi TT (Saifuddin dkk, 2001). Efek
samping tersebut berlangsung 1-2 hari, ini akan sembuh sendiri dan tidak perlukan
tindakan/pengobatan (Depkes RI, 2000).
Tempat pelayanan untuk mendapatkan imunisasi TT

2.11

a)

Puskesmas

b)

Puskesmas pembantu

c)

Rumah sakit

d)

Rumah bersalin

e)

Polindes

f)

Posyandu

g)

Rumah sakit swasta

h)

Dokter praktik, dan

i)

Bidan praktik (Depkes RI, 2004).

Persiapan Laktasi

Kolostrum adalah susu yang dihasilkan induk mamalia dalam 324 jam
pertama setelah melahirkan (pascapersalinan). Terkadang disebut juga sebagai
susu imun karena kandungan faktor kekebalan tubuh (faktor imun) yang
ditemukan jauh lebih banyak proporsinya dibandingkan dengan susu setelah 3 hari
pascapersalinan tersebut. Banyaknya faktor pertumbuhan dalam kolostrum juga
ikut memberikan deferensiasi susu imun ini dari susu pada umumnya. Selain juga
tentunya kombinasi zat gizi (nutrien) yang sempurna sebagaimana susu.
Air susu ibu atau ASI adalah susu yang diproduksi oleh manusia untuk
konsumsi bayi dan merupakan sumber gizi utama bayi yang belum dapat
mencerna makanan padat.

26

ASI diproduksi karena pengaruh hormonprolactin dan oxytocin setelah


kelahiran bayi. ASI pertama yang keluar disebut kolostrum atau jolong dan
mengandung banyak immunoglobulinIgA yang baik untuk pertahanan tubuh bayi
melawan penyakit. Bila ibu tidak dapat menyusui anaknya, harus digantikan oleh
air susu dari orang lain atau susu formula khusus. Susu sapi tidak cocok untuk
bayi sampai berusia 1 tahun. Persiapan laktasi bagi ibu hamil yaitu :
1.

Penyuluhan langsung maupun melalui sarana audio visual yaitu agar

2.

ibu hamil mengerti akan pentingnya persiapan laktasi.


Dukungan psikologis untuk ibu dalam menghadapi persalinan dengan
tujuan agar ibu menyakini kemampuannya dan keberhasilannya dalam

3.
4.
5.

menyusui.
Pemeriksaan payudara.
Pemeriksaan puting susu.
Senam hamil.

Persiapan Laktasi yaitu :


1. Persiapan

laktasi

bagi

ibu

hamil

harus

diperhatikan

untuk

kesejahteraan bayi dan perkembangannya


2. Persiapan laktasi dimulai dengan memakan makanan yang banyak
mengandung protein dan karbohidrat yang dapat membentuk ASI baik
bagi ibu maupun bayinya
3. ASI biasanya sudah keluar saat umur kehamilan 20-22 minggu.
Anjuran yang diberikan pada ibu tentang ASI pada saat hamil
1. Mempelajari tentang ASI, laktasi dan rawat gabung serta bahaya
susuformula.
2. Memutuskan akan memberikan ASI kepada bayi sekurang-kurang
sampai berusia 4-6 bulan.
3. Belajar keterampilan menyusui.
4. Meningkatkan gizi dan kesejahteraan ibu.
Langkah persiapan ibu menyusui secara mental
1. Memberikan dorongan pada ibu dengan menyakinkan bahwa ibu
mampu menyusui
27

2. Menyakinkan ibu akan keuntungan air susu ibu


3. Membantu mangatasi keraguannya karena pernah bermasalah ketika
menyusui dalam pengalaman sebelumnya
4. Mengikut sertakan suami atau keluarga lain yang berperan dalam
keluarga
5. Memberikan kesempatan pada ibu untuk bertanya setiap ia
membutuhkan.
Masa hamil
1. Mempelajari tentang asi laktasi dan rawat gabung serta bahaya susu
formula
2. Memutuskan akan memberikan asi kepada bayi sekurang-kurangnya
sampai bayi berusia 4-6 bulan
3. Belajar keterampilan menyusui.
4. Meningkatkan gizi dan kesehatan ibu.
5. Memakai Bra yang membantu menyokong dan ukurannya sesuai
dengan payudara.
6. Memeriksa payudara dan putting.
Langkah-Langkah Menyusui yang Benar :
1. Sebelum menyusui ASI dikeluarkan sedikit, kemudian dioleskan pada
puting susu.
2. Bayi diletakkan menghadap payudara :
- Ibu harus duduk atau berbaring dengan santai. Bila duduk lebih
baik menggunakan kursi yang rendah dan punggung ibu
-

bersandar pada kursi


Bayi dipegang pada belakang bahunya dengan satu lengan, kepala
bayi terletak pada lengkung siku ibu ( kepala tidak boleh
menengadah, dan bokong menengadah, dan bokong bayi ditahan

dengan telapak tangan )


Satu tangan bayi diletakan di belakang badan ibu dan yang satu

didepan
Perut bayi menempel badan ibu, badan dan kepala bayi sedikit
melengkung sehingga dapat melingkari perut ibu, tidak hanya

28

membelokkan kepala bayi, Kuping dan lengan bayi terletak pada


satu garis lurus
- Ibu menatap bayi dengan kasih sayang
3. Payudara dipegang dengan ibu jari di atas puting dan jari yang lain
menopang di bawahnya, jangan menekan puting susu atau areolanya
saja seperti memegang rokok atau seperti gunting
4. Bayi diberi rangsangan untuk membuka mulut dengan cara menyentuh
pipi atau sudut mulut bayi dengan putting
5. Setelah bayi membuka mulut, dengan cepat payudara dimasukan ke
mulut bayi :
6. Usahakan seluruh areola dapat masuk ke dalam mulut bayi, sehingga
puting susu berada di bawah langit langit dan lidah bayi akan
menekan.
7. Setelah bayi mulai menghisap payudara dengan irama perlahan namun
kuat, maka payudara tak perlu dipegang atau disangga lagi
8. Melepas isapan
Bila satu payudara telah terasa kosong, jangan biarkan bayi terus
menghisap sebab udara akan masuk. Lepaskan isapan dan ganti
dengan payudara yang lain.
Cara melepaskan isapan bayi :
- Jari kelingking ibu dimasukan ke mulut bayi melalui sudut mulut
atau
- Dagu bayi ditekan ke bawah.
9. Setelah menyusui, ASI dikeluarkan sedikit, kemudian dioleskan pada
puting susu.
10. Menyusui sebaiknya tidak boleh bergantian, harus sebelah saja yang
diduhulukan atau disusukan sampai bayi merasa kenyang.
Kebutuhan Persiapan Persalinan Pada Ibu Hamil Trimester I, II, III
A. Membuat rencana persalinan
1) Tempat persalinan
2) Memilih tenaga kesehatan terlatih
3) Bagaimana menghubungi tenaga kesehatan tersebut
4) Bagaimana transportasi ke tempat persalinan
5) Siapa yang akan menemani saat persalinan
6) Berapa banyak biaya yang dibutuhkan dan bagaimana cara
mengumpulkan biaya tersebut
7) Siapa yang akan menjaga keluarganya jika ibu tidak ada
29

B. Membuat rencana untuk pengambilan keputusan jika terjadi


kegawatdaruratan pada saat pengambilan keputusan tidak ada
C. Mempersiapkan sistem transportasi jika terjadi kegawatdaruratan
D. Membuat rencana/pola menabung
E. Mempersiapkan peralatan yang diperlukan untuk persalinan
2.12

IMD

Setiap kelahiran seorang bayi akan membawa kebahagiaan bagi orang-orang


disekitarnya. Bayi adalah makhluk yang baru memasuki kehidupan orang tuanya
yang sebelumnya telah stabil.
Momentum kelahiran bayi bagi ibu adalah saat yang membahagiakan dan
dinanti-nanti. Proses yang harus dilalui tidak mudah, terutama bagi para ibu yang
membutuhkan intervensi medis. Setelah melahirkan ibu akan merasa capek dan
sakit. Plasenta juga produk konsepsi lain yang keluar dari tubuh ibu akan
membawa dampak perubahan fisik juga hormonal yang mempengaruhi fungsi faal
(fisiologis) tubuh ibu. Sehingga situasi ini bisa menimbulkan reaksi kejiwaan
yang terkadang negatif.
Pada masa-masa kritis ini, yang perlu ibu lakukan adalah kontak kulit secara
intensif serta menyusui bayi. Kontak kulit dini bisa segera dilakukan setelah bayi
lahir jika bayi serta ibu dinyatakan sehat dan stabil. Segera setelah bayi lahir
sebaiknya bayi dikeringkan dan diletakkan di atas perut ibu yang juga
bertelanjang dada. Jika suhu lingkungan terlalu dingin maka bisa dipakaikan topi
penutup kepala dan kaus kaki kemudian ibu dan bayi diselimuti. Kontak kulit ini
akan memfasilitasi bayi untuk menyusu segera setelah lahir sehingga menjadi
Inisiasi Menyusu Dini (IMD).
Kontak kulit dini segera setelah bayi lahir telah dibuktikan oleh ilmu
persarafan pada mamalia akan merangsang proses timbulnya tingkah laku yang
positif terhadap interaksi antar-manusia, termasuk bagi ibu dan bayi. Kegiatan
inisiasi menyusu dini yang juga mencakup kontak kulit ini mampu memenuhi
kebutuhan dasar seorang bayi baru lahir. Pada saat seseorang lahir, maka waktu

30

kelahiran ini merupakan masa kritis kondisi psikofisiologis bagi pemprograman


tingkah laku juga fungsi fisiologis seorang manusia hingga di masa depan.
Saat seorang bayi sehat cukup bulan diletakkan kontak kulit dengan ibunya
segera setelah dia lahir, sang bayi akan menunjukkan tingkah laku biologis yang
terprogram untuk menuju ke payudara dan menghisapnya tanpa bantuan. Dalam
waktu satu jam saat bayi sedang mencoba meraih payudara ibu, terjadi
pematangan refleks mencari puting (rooting reflex). Refleks yang telah matang
akan membuat bibirnya terbuka lebar dan siap untuk menggapai payudara. Disaat
bersamaan, lidahnya terjulur keluar untuk diletakkan di bawah puting/areola saat
dia menggerak-gerakkan kepala menuju payudara ibu. Bibirnya akan mengecapkecap untuk membentuk areola dan puting supaya mudah melekat. Tangannya
melakukan gerakan memijat yang membuat tubuh ibu memproduksi semakin
banyak hormon oksitosin.
Cara melakukan IMD:
1. Keringkan seluruh tubuh bayi kecuali kedua tangannya.
2. Biarkan dada ibu dalam keadaan terbuka.
3. Setelah tali ikat diikat, letakkan bayi tengkurap di atas perut ibu dengan
kepala bayi menghadap ke kepala ibu.
4. Bayi akan diam untuk beberapa saat. Pada menit ke 12 14 kemudian
akan mulai menendang perut ibu, menggerakkan bahu serta lengan
bergerak menuju puting payudara ibu.
5. Sesampai di puting payudara, bayi akan mengangkat kepala kemudian
membuka mulut untuk mengambil puting dari samping. Bayi akan mulai
mengulum dan menghisap puting.
6. Biarkan bayi di dada ibu selama 1 jam. Setelah 1 jam baru dilakukan
asuhan keperawatan seperti menimbang berat badan, mengukur panjang
31

badan, menyuntikkan vitamin K dan vaksin Hepatitis B. Selanjutnya bawa


bayi bersama ibu di ruang rawat gabung.
IMD dilakukan jika ibu dan bayi keduanya sehat. Selama melakukan IMD
sebaiknya ditemani oleh anggota keluarga seperti ayah bayi atau keluarga yang
ibu percayai untuk mendampingi. IMD tidak dilakukan jika bayi terlahir dalam
keadaan tidak bugar yang membutuhkan bantuan seperti bantuan pernafasan atau
bayi yang sangat kecil atau bayi yang memiliki cacat bawaan berat. Jika ibu
mengantuk dan sangat kelelahan atau tidak bugar maka segera laporkan ke
petugas kesehatan dan IMD dipertimbangkan untuk diakhiri.
Saat terjadi kontak kulit ini akan dilepaskan semakin banyak hormon
oksitosin di aliran darah ibu. Hormon oksitosin merupakan hormon yang
diproduksi oleh hipothalamus yang disimpan di hipofisis posterior. Disaat bayi
menghisap puting ibu, akan terjadi aliran transmitter melalui serabut saraf
thoracicus IV menuju neurohipofisis menghasilkan pelepasan hormon oksitosin
yang semakin banyak.
Oksitosin akan masuk ke aliran darah ibu dan merangsang sel otot di sekeliling
alveoli berkontraksi membuat ASI yang telah terkumpul di dalamnya mengalir ke
saluran-saluran ductus. Oksitosin juga berfungsi menyebabkan kontraksi rahim
sehingga membantu mengurangi perdarahan pasca melahirkan. Oksitosin akan
membuat ibu merasa puas, bahagia, percaya diri bisa memberikan ASI pada
bayinya, memikirkan bayinya dengan penuh kasih dan perasaan positif lainnya
akan membuat refleks oksitosin bekerja. Oksitosin ini juga disebut sebagai
hormon cinta karena membantu ibu mencintai bayinya dan merasa tenang.
2.13

Perawatan Payudara

Perawatan payudara pada ibu hamil sampai dengan saat menyusui perlu
dilakukan. Hal ini dikarenakan payudara adalah penghasil ASI sebagai sumber
nutrisi untuk bayi yang baru lahir. Komposisi ASI paling lengkap, dan tidak ada
susu buatan manusia yang bisa menyamainya, sehingga harus dilakukan sedini

32

mungkin. Termasuk ketika pertama kali dilahirkan, bayi sebaiknya melakukan


inisiasi dini menyusui.
Manfaat Perawatan Payudara saat Hamil, diantaranya adalah:
1. Menjaga kebersihan terutama puting susu, sebagai jalur keluarnya
ASI,
2. Memperkuat puting susu bayi mudah untuk menyusu,
3. Merangsang kelenjar-kelenjar air susu yang ada didalam payudara
sehingga produksi ASI lebih banyak dan lancar,
4. Mendeteksi apabila ada kelainan pada payudara secara dini dan
melakukan pengobatan secepatnya,
5. Mempersiapkan mental calon ibu untuk menyusui bayinya.
Ibu hamil yang tidak melakukan perawatan payudara dengan baik dan hanya
melakukan perawatan payudara saat akan melahirkan atau setelah melahirkan
sering dijumpai kasus yang merugikan ibu dan bayi, yang diantaranya adalah:
1. ASI belum keluar saat setelah melahirkan dan Baru keluar setelah hari
kedua atau lebih. Hal ini tentu tidak memungkinkan Inisiasi Dini
Menyusui pada bayi yang tentu sangat berguna untuk bayi.
2. Puting susu tidak keluas sehingga mempersulit bayi untuk menghisap
ASI.
3. Produksi ASI sedikit, sehingga untuk memenuhi permintaan bayi
harus dengan susu formula.
4. Terjadi Infeksi pada payudara (bengkak atau bernanah)
5. Terjadi pada Payudara Ibu yang Menyusui.
Metode Perawatan Payudara disesuaikan dengan Asia Kehamilan
Beberapa Kasus merugikan untuk Ibu Meyusui dan bayi tersebut diatas,
bisa diatasi dengan melakukan perawatan payudara sedini mungkin, adapun
Perawatan Payudara pada Ibu Hamil yang bisa dilakukan adalah:

33

Usia Kehamilan 3 Bulan


Pada usia ini Perawatan Payudara adalah dengan melakukan pemeriksaan
apakah puting susu normal ataukah tidak. Puting susu yang normal akan menonjol
keluar ketika dilakukan penekanan dasar puting susu secara pelan. Namun .
Apabila puting susu Ibu Hamil tetap datar atau masuk kembali ke dalam payudara,
perawatan harus dilakukan sejak usia kehamilan 3 bulan, agar saat melahirkan
puting susu bisa menonjol.
Metode Perawatan Puting susu tersebut adalah dengan menggunakan
kedua jari telunjuk atau ibu jari. Lakukan pengurutan di daerah sekitar puting susu
ke arah berlawanan menuju ke dasar payudara sampai semua daerah Payudara Ibu
Hamil. Pemijatan ini dilakukan sehari dua kali dengan waktu 6 menit.
Usia kehamilan 6-9 bulan
Perawatan payudara pada masa ini dilakukan untuk membersihkan puting
dan anda dapat menghasilkan ASI yang cukup untuk buah hati anda. Adapun tipstips perawatan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Basahi kedua telapak tangan dengan minyak kelapa.
2. Usapkan telapak tangan tersebut ke Puting susu sampai areola mamae
(daerah sekitar puting yang berwarna lebih gelap) selama 2-3 menit.
Gerakan ini bertujuan untuk memperlunak kotoran atau kerak yang
menempel pada puting susu sehingga lebih mudah untuk dibersihkan.
Jangan membersihkan puting susu dengan alkohol atau cairan
pembersih yang lain karena dapat menyebabkan puting susu lecet dan
iritasi.
3. Setelah pembersihan puting anda bisa melakukan pemijatan terhadap
payudara dengan cara Pegang kedua puting susu lalu ditarik, diputar
searah dan berlawanan dengan jarum jam.
4. Pegang pangkal payudara dengan kedua tangan, lalu lakukan
pengurutan ke arah puting susu sebanyak 30 kali dalam sehari.

34

5. Pada kehamilan tua, Pijat kedua areola mamae hingga keluar 1-2 tetes
ASI.
6. Lakukan pembersihan Kedua puting susu dan sekitarnya dengan
menggunakan handuk kering dan bersih.
7. Pakailah Bra yang longgar namun mampu menopang payudara, dan
jangan memakai BH yang ketat dan menekan payudara karena dapat
mempengaruhi produksi ASI. Dari penjelasan diatas diketahui ternyata
perawatan payudara dibedakan berdasarkan usia. Terutama apabila
usia kehamilan sudah mencapai 9 bulan, maka perawatan harus lebih
hati-hati. Karena dapat memicu kelahiran prematur.
2.14 Tanda Dimulainya Persalinan
Semua wanita hamil harus mengetahui apa tanda-tanda dimulainya
persalinan. Ada dua tanda utama yang menunjukkan proses persalinan akan
dimulai, yaitu :
1. Adanya kontraksi perut bagian bawah dengan interval yang teratur
2. Nyeri punggung
Wanita yang pernah mengalami persalinan yang cepat pada kehamilan
sebelumnya, harus segera memberitahu dokter jika ia merasa persalinan akan
dimulai.
Ketika kontraksi pada perut bagian bawah mulai terjadi, kontraksi bersifat
lemah, tidak teratur, dengan interval yang jauh. Wanita hamil dapat merasakan
seperti kram menstruasi. Dengan berjalannya waktu, kontraksi perut menjadi lebih
kuat, lebih lama, dan semakin sering.
Kontraksi dan nyeri punggung dapat didahului atau disertai dengan gejalagejala lainnya, seperti :
1. Bloody show : keluarnya sedikit darah bercampur lendir dari vagina, biasanya
merupakan tanda bahwa persalinan akan dimulai. Bloody show bisa muncul
hingga 72 jam sebelum kontraksi rahim dimulai.
2. Pecahnya selaput ketuban : adakalanya, selaput ketuban pecah sebelum
persalinan dimulai, dan cairan ketuban keluar melalui vagina.
35

Ketika selaput ketuban pecah, wanita hamil harus segera menghubungi dokter
atau bidan secepatnya. Sekitar 80-90% wanita hamil yang mengalami pecah
selaput ketuban sebelum tetapi mendekati tanggal perkiraan persalinan, akan
segera masuk ke proses persalinan dalam waktu 24 jam. Jika persalinan tidak
dimulai setelah beberapa jam, maka wanita hamil biasanya perlu dibawa ke
rumah sakit, dimana akan dilakukan induksi persalinan buatan untuk
mengurangi risiko terjadinya infeksi. Setelah selaput ketuban pecah, bakteri
dari vagina dapat masuk ke dalam rahim dengan mudah dan menyebabkan
infeksi pada wanita hamil, janin, atau keduanya. Oxytocin (obat yang
menyebabkan kontraksi rahim) atau obat sejenisnya, seperti prostaglandin,
digunakan untuk menginduksi persalinan. Jika selaput ketuban pecah lebih
dari 3 minggu sebelum tanggal perkiraan persalinan (prematur), maka
persalinan tidak diinduksi sampai janin lebih matang.
Perawatan di Rumah Sakit Atau Rumah Bersalin
Ketika selaput ketuban pecah atau ketika kontraksi rahim yang kuat sering
terjadi, dengan interval kurang dari 6 menit, atau berlangsung hingga 30 detik atau
lebih, maka wanita hamil harus pergi ke rumah sakit atau rumah bersalin.
Jika diduga telah terjadi pecah ketuban atau jika leher rahim telah
membuka lebih dari 4 cm, maka wanita hamil tersebut perlu dirawat. Kekuatan,
durasi, dan frekuensi kontraksi rahim perlu dicatat. Berat badan, tekanan darah,
detak jantung, frekuensi nafas, dan suhu tubuh perlu diukur. Contoh darah dan air
kencing juga perlu diambil untuk dianalisa. Perut wanita hamil diperiksa untuk
memperkirakan seberapa besar janin yang dikandungnya, apakah janin
menghadap ke depan atau belakang, dan apakah kepala, wajah, bokong, atau bahu
yang berada di posisi paling bawah jalan lahir (presentasi bayi).
2.15 Tekhnik Relaksasi
Wanita hamil dapat memilih untuk melakukan persalinan normal yang
menggunakan teknik relaksasi dan pernafasan untuk mengatasi nyeri, atau
menggunakan obat penghilang nyeri melalui pembuluh darah, atau menggunakan

36

obat anestesi, jika dibutuhkan. Setelah proses persalinan dimulai, rencana ini
dapat diubah, tergantung dari bagaimana proses persalinan berlangsung.
Tingkat kecemasan pada wanita yang akan melahirkan mempengaruhi
kebutuhan akan pereda nyeri. Untuk itu, wanita hamil dianjurkan untuk
mempersiapkan diri sebelum persalinan, misalnya dengan ikut kelas persiapan
persalinan. Kesiapan diri dan dukungan saat persalinan cenderung dapat
mengurangi kecemasan dan seringkali sangat mengurangi kebutuhan akan obat
pereda nyeri.
Teknik relaksasi meliputi bagaimana secara sadar menegangkan bagian
tubuh tertentu dan kemudian mengendurkannya (relaksasi). Teknik ini membantu
wanita untuk dapat merelaksasi bagian tubuhnya yang lain ketika rahim
berkontraksi saat persalinan dan merelaksasi seluruh tubuhnya saat tidak terjadi
kontraksi.
Teknik pernafasan meliputi beberapa jenis cara pernafasan yang digunakan
saat berbagai waktu saat persalinan. Pada tahap pertama persalinan, sebelum
wanita mulai mengedan, ada beberapa jenis pernafasan yang dapat membantu :
1. Nafas dalam kemudian dihembuskan perlahan-lahan untuk membantu
relaksasi saat awal dan akhir kontraksi
2. Nafas yang cepat dan dangkal saat puncak kontraksi
3. Pola nafas yang bergantian antara nafas yang cepat dan dangkal, dengan
menghembuskan nafas panjang untuk membantu wanita menahan diri
mengedan ketika pembukaan serviks (leher rahim) belum lengkap
Pada tahap kedua persalinan, wanita bergantian mengedan dan
kemudian bernafas cepat dan dangkal.
Wanita hamil dan pasangannya harus melatih teknik relaksasi dan
pernafasan secara teratur saat kehamilan.
Saat persalinan, pasangan dapat membantu mengingatkan apa yang
harus dilakukan pada tahap tersebut, sambil memberikan dukungan

37

emosional. Pasangan juga dapat memijat wanita untuk membantu agar


lebih relaks.
Obat pereda nyeri dapat digunakan jika diminta. Namun, beberapa obat ini
dapat menekan pernafasan dan fungsi-fungsi lain pada bayi. Untuk itu, diberikan
dosis obat sekecil mungkin.
1. Anestesi Lokal
Anestesi lokal membuat vagina dan jaringan di sekitarnya menjadi tidak
berasa. Umumnya, daerah ini dibuat tidak berasa dengan menyuntikkan
obat anestesi lokal melalui dinding vagina ke daerah di sekitar saraf yang
mempersarafinya (blok pudendal). Tindakan ini hanya digunakan pada
akhir tahap kedua persalinan, yaitu ketika kepala bayi akan keluar dari
vagina.
2. Anestesi Regional
Anestesi regional membuat mati rasa daerah yang lebih luas. Anestesi
regional dapat digunakan pada wanita yang menginginkan pereda nyeri
yang lebih. Anestesi regional dapat dilakukan dengan :
a. Suntikan epidural. Cara ini hampir selalu digunakan. Obat anestesi
disuntikkan pada punggung bagian bawah, yaitu di ruang antara tulang
belakang dengan bagian luar jaringan yang melapisi medula spinalis.
Selang kateter kecil dapat dipasang di ruang epidural untuk memasukkan
obat secara perlahan dan berkelanjutan. Dengan suntikan epidural, wanita
tetap dapat mengedan dengan baik saat persalinan.
b. Suntikan spinal. Obat anestesi disuntikkan pada ruang antara bagian
tengah dan dalam lapisan jaringan yang menutupi medula spinalis (ruang
subaraknoid). Suntikan spinal biasanya digunakan untuk operasi cesar.
Adakalanya, suntikan epidural atau spinal menyebabkan tekanan darah
turun. Untuk itu, tekanan darah harus dipantau secara berkala.
3. Anestesi Umum

38

Anestesi umum membuat seorang wanita menjadi tidak sadar untuk


sementara. Anestesi umum sangat jarang digunakan karena dapat
membuat lambat fungsi organ pada janin, misalnya jantung, paru-paru,
dan otak. Meskipun efek ini biasanya bersifat sementara, tetapi efek ini
dapat mengganggu penyesuaian diri bayi baru lahir ke lingkungan diluar
rahim. Anestesi umum biasanya hanya digunakan untuk operasi cesar
yang darurat, karena anestesi ini merupakan cara yang paling cepat untuk
membuat tidak sadar.
2.16 Persiapan Persalinan untuk Ibu dan Bayi
Membuat rencana persalinan
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Tempat persalinan
Memilih tenaga kesehatan terlatih
Bagaimana menghubungi tenaga kesehatan tersebut
Bagaimana transportasi ke tempat persalinan
Siapa yang akan menemani saat persalinan
Berapa banyak biaya yang dibutuhkan dan bagaimana cara

mengumpulkan biaya tersebut


7. Siapa yang akan menjaga keluarganya jika ibu tidak ada
Membuat rencana untuk pengambilan keputusan jika terjadi kegawatdaruratan
pada saat pengambilan keputusan tidak ada
Mempersiapkan sistem transportasi jika terjadi kegawatdaruratan
Membuat rencana/pola menabung
Mempersiapkan peralatan yang diperlukan untuk persalinan
2.17

Memantau Kesejahteraan Janin


Pengkajian kesehatan janin yang dapat dilakukan pada masing-masing

trimester kehamilan adalah sebagai berikut:


1. Pengkajian Kesejahteraan Janin Pada Trimester I
Pengkajian trimester I dilakukan sampai kehamilan berusia 13 minggu.
Metode pengkajiannya diarahkan pula untuk menentukan formasi yang

39

adanya kehamilan danusia kehamilan itu sendiri. Informasi yang


dikumpulkan meliputi riwayat kesehatan dan pengkajian fisik ibu
disamping pengkajian khusus terhadap janin.
1) Auskultasi janinUntuk mendengar DJJ pada kehamilan trimester 1,dapat di
guakn alat UltrasoudStetoscope atau dopler.DJJ dapat mulai terdengar
dengan alat ini antara usia kehamilan10-12 minggu.Normal frekuensi DJJ
adalah 120-160 x/menit dan harus dibedakandengan denyut nadi ibu.
2) Ultrasonografi(USG)Ultrasonografi

adalah

suatu

pemeriksaan

yang

menggunakan gelombang ultrasounduntuk mendapatkan gambaran dari


janin, plasenta dan uterus.
Secara umum USG dapat digunakan untuk menilai
a) Taksiran usia kehamilan
b) Lokasi plasenta
c) Pengawasan dan pertumbuhan dan pergerakan janin
d) Deteksi kehamilan ganda
e) Identifikasi kelainan bawaan
f) Menilai keadaan/ukuran panggul dalam
Selama kehamilan Trimester I USG digunakan untuk:
a) Mengkaji usia kehamilan
b) Mengevaluasi diagnosa perdarahan pervaginaan
c) Memastikan dugaan kehamilan kembar
d) Mengevaluasi

pertumbuhan

janinPemeriksaan

prenatal

tambahan

(misalnya: amniosintesis, pengambilan cuntoh villichorialis)


e) Mengevaluasi masa pelvic
Biasanya aspek-aspek tersebut dinilai dan dihitung oleh seorang yang
terlatihsecara khusus. Lebih tinggi nilainya menunjukkan kesejahteraan janin
lebih baik. Nilaiyang rendah dapat menjadikan indikasi diperlukannya penilaian
dan pemeriksaan lebih lanjut.

40

Kandung kemih yang penuh akan meningkatkan kepekaan ultrsonik


terutama pada usia kehamilan 20 minggu atau kurang. Karena kandung kemih
yang penuh dapatsebagai patokan secara anaotomis dan dapat mengangkat uterus
keluar dari rongga panggul sehingga didapatkan gambaran yang lebih baik. Untuk
menjadikan kandungkemih penuh, seorang wanita harus minum sekurangkurangnya 1 liter atau dua jamsebelum prosedur pemariksaan.
Selama pemeriksaan klien akan terlentang kurang lebih selama 3 menit,
sehinggaharus sangat diperhatikan kenyamanannya. Semacam jeli akan dioleskan
di sekeliling permukaan kulit perut sebagai media kunduktif bagi ultrasound
disamping untuk mengurangi gesekan dari transduser selama digerak-gerakkan di
permukaan kulit,hanya barang kali akan timbul perasaan yang kurang enak akibat
tekanan-tekanandalam keadaan kandung kemih penuh.
2. Pengkajian Kesejahteraan Janin Pada Trimester II
Selama trimester II (UK 14-26 minggu), janin terus tumbuh dan banyak
mengalami perubahan. Pengkajian yang dapat dilakukan untuk mgawasi
pertumbuhan janin antara lain adalah mengukur tinggi vundus uteri. Sejak uterus
dapat diraba secaraabdominal, yaitu biasanya pada usia kehamilan 12 minggu,
lokasi fundus uteri terhadapsimfisis pubis dapat diidentifikasi sebagai tingginya
fundus uteri.
Pengukuran tinggi Fundus uteri dapat dilakukan dengan dua cara:.
1) Menggunakan meteran, pengukuran ini menurut McDonalds.
Cara ini dianggap akurat bila dilakukan setelah usia kehamilan 20
minggu,yaitutinggi fundus uteri setinggi pusat. Caranya, garis nol pada
pita meteran diletakkan pada tepi atas simfisis pubis, kemudian direntang
keatas melalui perut hinggamencapai fundus uteri. Tinggi fundus uteri
dinyatakan dengan centimeter(Cm).Pada waktu fundus uteri setinggi
pusat, hasil pengukuran berkisar 20 centimeter.Setiap minggu diharapkan
ter-dapat kenaikan tinggi fundus uteri sebanyak kuranglebih satu (1)
centimeter. Dengan demikian apabila didapatkan hasil pengukuransetinggi

41

33

cm,

maka

usia

kehamilannya

diperkirakan

sekitar

33

minggu.Sedangkan bila usia kehamilan dibawah 20 minggu, pengukuran


tinggi fundus dan penentuan usia kehamilan dapat dilakukan dengan cara
palpasi menurut
Leopold I.
Cara pengukuran tinggi fundus uteri dengan centimeter ini dapat pula
membantume-nentukan perkiraan berat janin dengan rumus dari Johnson
Tausak : (Tinggi FUT dalam Cm 12)x 155 = taksiran berat janinContoh :
tinggi FUT = 32 cmMaka TBF = (32-12)x155= 3100 gram
2) Palpasi menurut Leopold I
Yaitu menentukan tinggi fundus uteri denganmerabanya secara
abdominal.Kemudian ditentukan perkiraan usia kehamilannyadengan
menggunakan patokan seperti telah diuraikan terdahulu.Pada pengukuran
tinggi fundus uteri, kadang-kadang ditemukan ketidaksesuaianantar tinggi
fundus uteri dengan usia kehamilan, dapat lebih besar atau lebih
kecil.Beberapa penyebab tinggi fundus uteri lebih besar dari usia
kehamilan adalah :
1.Kehamilan ganda
2.Polihidramnion
3.Makrosomia janin
4.Mola hydatidosa

Bila tinggi fundus uteri lebih kecil dari usia kehamilan, dapat disebabkan
oleh :
1.Gangguan pertumbuhan janin (growth retarded)
2.Kelainan bawaan
42

3.Oligohidramnion
Selama kehamilan trimestere II pengkajian DJJ terus dilakukan dengan
menggunakan stetoscope monocular atau stetoscope Leanec. DJJ dapat terdengar
padad usia kehamilan 20 minggu. Teknik pemeriksaannya adalah sebagai berikut :
a. menurutLeopold II dan III
b. Tempelkan stetoscope pada lokasi dimana diperkirakan terletak punggung
atau dada janin.
c. Bedakan DJJ dengan denyut nadi ibu dengan cara meraba nadi
dipergelangantangan ibud.
Hitung selama 5 detik, berhenti 5 detik, hitung lagi 5 detik, berhenti 5
detik, danhitung lagi 5 detik. Kemudian hasilnya dijumlahkan dan
dikalikan 4, makadidapatkan freku-ensi DJJ permenit.Parameter lain yang
dapat digunakan untuk menilai kesehatan janin adalah pergerakan janin
atau Quickening
Pada primigravida, pergerakan janin dapat dirasakan pertama kali oleh ibu
pada usiakehamilan 18-20 minggu, sedangkan pada multigravida dapat dirasakan
lebih awal yaitu16 minggu. Pada prima gravida, bising usus kadang-kadang
diresahkan

sebagai

gerakan

janin.

Hal

ini

disebabkan

ibu

belum

berpengalaman.USG digunakan selama kehamilan trimester II, yaitu untuk :


a.Mengkaji usia kehamilan
b.Mendiagnosa kehamilan ganda
c.Mengkaji pertumbuhan janin
d.Mengidentifikasi stuktur abnormal janin (missal : Hydrocephalus)
e.Membantu prosedur amniosintesis dan fetoskopi
f.Mengkaji lokasi plasenta
3. Pengkajian Kesejahteraan Janin Pada Trimester III

43

Selama kehamilan trimester III (28-40 minggu) pengawasan pertumbuhan


janin,DJJ, dan pergerakan janin terus dilakukan. Kurve pertumbuhan janin pada
trimester IIImenunjukkan pertumbuhan yang positif. Diharapkan tinggi fundus
uteri bertambahsekitar satu sentimeter se-tiap minggu hingga minggu ke-36.Pada
primigravida kepala janin akan turun kepintu atas panggul pada minggu ke-38
danumumnya tinggi fundus uteri akan turun sekitar 2-4cm.Pada keadaan ini ibu
dapat mengeluh bertambahnya tekanan dalam panggul namun akanmerasa lebih
lega bernafas karena tekanan pada diafragma berkurang.
Pengamatan pergerakan janinSebaiknya ibu hamil diminta untuk mulai
mengamati gerakan janinnya setiap harisetelah usia kehamilan 28 minggu.
Caranya, setiap hari ibu diminta untuk berbaringmiring dan meraba perut nya
untuk merasakan gerakan janin.Hitung berapakah gerakan tersebut terjadi. Pada
umumnya 10 gerakan terjadi dalam jangka waktu 20 menit hingga 2 jam bila
melebihi jangka waktu 3 jam, maka harusdicatat dan diadakan pengawasan yang
lebih cermat terhadap DJJ. Ibu hamil juga perlu diberi pengetahuan secara
sederhana tentang pengawasangerakan janin, sehingga ibu dapat memahami apa
yang terjadi dan sadar pergerakan bayinyaInformasi tersebut adalah :
1.Pergerakan janin akan bertambah setelah makan
2.Pergerakan ibu dapat membuat pergerakan janin lebih aktif
3.Janin yang normal akan tidur selama kurang lebih 20 menit
4.Selama 2-3 minggu sebelum lahir, aktifitas normal janin akan berkurang.
Selama trimester III, USG seringkali digunakan untuk mengetahui posisi
janin dantaksiran uku-ran/berat janin. Lingkar kepala, lingkar perut dan panjang
femur merupakan patokan dalam menaksir berat janin dan interval pertumbuhan
selama trimester III.

44

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kehamilan (graviditas) adalah mulai dengan konsepsi (pembuahan)
dan berakhir dengan persalinan. Kehamilan dibagi menjadi 3 tahapan
yaitu trimester I dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, trimester II
dimulai bulan ke- 4 sampai bulan ke- 6, trimester III dimulai bulan ke7 sampai bulan ke- 9. Kebutuhan ibu yang tidak hamil dan kebutuhan
ibu yang sedang hamil sangatlah berbeda, oleh sebab itu sebagai ibu
yang sedang hamil hendaknya mempunyai kesadaran akan pentingnya
kebutuhan dasar ibu hamil yang harus dipenuhi. Tetapi hal ini tidak
saja dibebankan kepada ibu hamil tetapi suami, keluarga, bahkan
lingkungan sekitar seharusnya mendukung untuk sebisa mungkin
memenuhi kebutuhan yang diperlukan ibu hamil guna membantu
kelancaran kehamilan ibu.
3.2 Kritik dan Saran
Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini penulis
jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik
dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaannya makalah
ini. Akhirnya semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

45

DAFTAR PUSTAKA
http://ayupratiwisari234.blogspot.com/2013/05/kebutuhan-dasar-bagiibu-hamil-sesuai.html

http://arinalhusna.blogspot.com/2012/04/kebutuhan-dasar-fisik-ibu-hamil.html
http://tips-sehat-keluarga-bunda.blogspot.com/2013/05/perawatan-payudara-padaibu-hamil.html
http://sani-hanipah-midwife.blogspot.com/2013/05/kebutuhan-fisik-ibu-hamiltrimester-i.html

46