Anda di halaman 1dari 39

PEDOMAN PENGORGANISASIAN

INSTALASI GIZI
RSI SULTAN AGUNG SEMARANG

TINDAKAN
Disiapkan

Diperiksa

Disetujui

Nama

Jabatan

Tandatangan

Tanggal

BAB I
PENDAHULUAN
Peran organisasi dalam suatu pelayanan sangat penting, mengingat untuk
menciptakan suatu produk memerlukan keterlibatan dan koordinasi berbagai unit/bagian.
Dalam menyusun suatu organisasi diperlukan referensi-referensi yang sesuai dengan
perkembangan dan keadaan dalam suatu perusahaan, serta ke arah mana suatu perusahaan
akan dibawa.
Penyusunan struktur organisasi di RSI Sultan Agung menggunakan sistem
organisasi lintas fungsional (cross functional organization) matriks. Organisasi lintas
fungsi adalah organisasi yang memandang organisasi sebagai rangkaian suatu sistem
yang digunakan untuk melayani kebutuhan konsumen secara cepat dan bermutu tinggi
sesuai dengan ciri perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Tujuan diterapkannya organisasi lintas fungsi adalah:
1. Agar pelayanan kepada pasien dapat dilakukan secara cepat, terintegrasi, holistik
(menyeluruh) dan tidak terkotak-kotak seperti dalam sistem birokrasi murni.
2. Agar semua permasalahan yang timbul di dalam pelayanan dapat diantisipasi dan
diselesaikan secara cepat dan tepat oleh manajer yang ditunjuk dan tidak
menunggu sistem yang berbelit-belit.
3. Agar karyawan dapat mengembangkan kemampuannya dalam menyelesaikan
tugas dan permasalahan pelayanan secara mandiri.
4. Agar pasien dapat memperoleh pelayanan yang lebih bermutu dan sesuai dengan
harapannya.
5. Memastikan bahwa RS Islam Sultan Agung Semarang mampu memberikan
pelayanan kepada pasien sesuai dengan mottonya yaitu Mencintai Allah,
Menyayangi Sesama.

BAB II
GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT
Pada tahun 1970 tepatnya di Jalan Kaligawe Semarang, atas bantuan dari
pemerintah Belanda didirikanlah Health Centre (pusat kesehatan masyarakat) yang kelak
menjadi embrio berdirinya RSI Sultan Agung Semarang di bawah payung Yayasan Badan
Wakaf Sultan Agung.
Gagasan pendirian RSI dan sekaligus pendiri Fakultas Kedokteran UNISSULA
pertama kali dikemukakan oleh Pangdam VII Diponegoro: Jend.M.Sarbini kepada Rektor
UNISSULA: Kol.dr.Soetomo Bariodipoero dan Ka. Kesdam VII Diponegoro:
Kol.dr.Soehardi.
Keputusan

pendirian

Health

Centre

didasarkan

pada

penelitian

yang

menunjukkan bahwa tempat tidur di rumah sakit yang ada di Kota Semarang pada saat itu
sudah mencukupi. Maka Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung memutuskan untuk
membangun Health Centre, bukan rumah sakit.
Saat beroperasi pertama kali, layanan yang ada meliputi poliklinik umum,
poliklinik kesehatan ibu dan anak, dan poliklinik keluarga berencana. Selaku direktur
pertama saat itu adalah dr. H. Machfud Ibrahim Bagus Widjaja, Sp.THT dengan

dr.

Harun Salim selaku wakil direktur.


Pembangunan Health Centre dimulai sejak 1 Januari 1970 dan selesai pada Juni
1972. Kegiatan pelayanan mulai dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 1971. Health
Centre ini terletak di Jl. Raya Kaligawe Km 4 yang berdekatan dengan terminal Terboyo
dan pusat pertumbuhan industri (LIK dan Terboyo Industrial Park). Pada tanggal 23
Oktober 1973 Health Centre diresmikan sebagai Rumah Sakit Umum. Kemudian pada
tanggal 23 Oktober 1975 diresmikan sebagai Rumah Sakit Tipe C (RS. Tipe Madya).
Pada tanggal 1 Januari 1978 diresmikan pemakaian 2 kamar VIP bantuan dari
keluarga NV. Gambar dan Ny. Aminah Abdurrahman Sungkar Semarang. Tahun 1980
telah digunakan untuk Kepaniteraan Klinik Mahasiswa FK. UNISSULA. Tanggal 8
Januari 1992 Rumah Sakit Sultan Agung (RSSA) diganti namanya menjadi Rumah Sakit
Islam Sultan Agung Semarang.

Pada tanggal 29 Maret 2010 RSI Sultan Agung telah lulus akreditasi tingkat
lengkap 16 bidang pelayanan, dan terbitlah Sertifikat Akreditasi Rumah Sakit Nomor:
YM.01.10/III/1656/10 yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik
Kementerian Kesehatan RI.
Pada tanggal 21 Februari 2011 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor: HK.03.05/I/513/2011 tentang Penetapan Kelas RSI Sultan
Agung yang ditandatangani Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan, RSI Sultan Agung
dinyatakan sebagai Rumah Sakit Tipe B.
Pada tanggal 25 Juni 2011 berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor: HK.03.05/III/1299/11 tentang penetapan RSI Sultan Agung Semarang
sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan
Agung Semarang.
Seiring dengan kebutuhan pelayanan kesehatan saat ini, Rumah Sakit Islam
Sultan Agung Semarang telah melakukan kerjasama dengan berbagai instansi yaitu
dengan menjalin kerjasama dalam bidang asuransi kesehatan dengan berbagai asuransi
dan selalu melakukan inovasi dengan memperluas pelayanan unggulan seperti Semarang
Eye Center (SEC) yang merupakan pusat pelayanan kesehatan mata terlengkap di Jawa
Tengah, Urologi Center sebagai pusat pelayanan ginjal dan saluran kemih, Radiologi
Center dengan USG 4 Dimensi dan MSCT (Multi Slice CT Scan) 512. Tersedianya
peralatan unggulan ini membuktikan bahwa Rumah Sakit Islam Sultan Agung senantiasa
berupaya meningkatkan mutu pelayanan secara sungguh-sungguh sesuai Visi dan Misi
Rumah Sakit.

BAB III
VISI, MISI, FALSAFAH, MOTTO , MEANING STATEMENTS, NILAI INTI
RUMAH SAKIT
1. VISI
Rumah Sakit Pendidikan Islam Terkemuka dalam Pelayanan Kesehatan, Pendidikan
dan Pembangunan Peradapan Islam.
2. MISI
a. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang selamat menyelamatkan dijiwai
semangat mencintai Allah menyayangi sesama.
b. Menyelenggarakan pelayanan pendidikan dalam rangka membangun generasi
khaira ummah.
c. Membangun peradapan Islam menuju masyarakat sehat sejahtera yang dirahmati
Allah.
3. MOTTO
Mencintai Allah, Menyayangi Sesama
4. MEANING STATEMENS
Berkhidmat menyelamatkan kehidupan manusia
5. NILAI INTI
a. Integritas
b. Profesional
c. Kasih sayang
d. Kerjasama
e. Inovatif

6. PANDUAN PERILAKU
a. Integritas
Melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan menjunjung tinggi kejujuran,
amanah dan terbuka
-

DO
Menyelaraskan antara

pikiran, -

ucapan dan tindakan


-

Berkomitmen

DONT
Menyampaikan
sesuatu

yang

bertentangan dengan pikiran dan


di

dalam

tindakan

menjalankan pekerjaan, tugas dan -

Menjalankan pekerjaan, tugas dan

kewajiban dengan sebaik-baiknya

kewajiban

Menyampaikan

bertanggungjawab

segala

sesuatu

dengan

tidak

dengan terbuka sesuai data dan -

Menyembunyikan informasi yang

fakta

bekaitan dengan apapun.

b. Profesional
-

DO
Mengoptimalkan keahlian

atau -

kemampuan yang dimiliki dalam

DONT
Menjalankan
tugas

di

luar

kompetensi dan kewenangan

bekerja
-

Mengupayakan kesempurnaan kerja -

Menyelesaikan tugas secara tidak

(kerja total)

tuntas

Menyelesaikan tugas tepat waktu

Menunda pekerjaan

c. Kasih Sayang
Memberikan pelayanan yang didasari dengan rasa penuh cinta, peduli dan
keinginan untuk selalu memberikan kepuasan kepada pelanggan.
-

Melayani

DO
pelanggan

dengan -

Melayani

DONT
pelanggan

dengan

sepenuh hati

setengah hati

Mendengar dan menerima setiap -

Tidak peduli terhadap kebutuhan

keluhan pelanggan

pelanggan

Memberikan

lebih

diharapkan pelanggan

dari

yang -

Memberikan pelayanan tidak sesuai


dengan standar

d. Kerjasama
Keinginan untuk mewujudkan pekerjaan yang dilakukan secara sinergi,
berjamaah dan dibangun dengan komunikasi yang intensif untuk mencapai tujuan
yang diharapkan.
-

DO
Membangun sinergi antara potensi -

DONT
memberdayakan

Tidak

sumber daya dan profesionalitas

secara maksimal

potensi

untuk mencapai target


-

Berpartisipasi membangun jamaah -

Individualis

SDI yang solid dan berprestasi

egoisme sektoral pekerjaan

Saling membantu menyelesaikan -

Tidak peka terhadap tugas bersama

tugas

untuk

mencapai

dan

menciptakan

target

bersama
e. Inovatif
Menciptakan ide-ide keatif yang dapat meningkatkan kualitas dan produktifitas
jangka panjang untuk orientasi perbaikan secara terus menerus.
-

DO
Mengeksplorasi potensi

sumber -

daya untuk membangun institusi


-

Memiliki

imaginasi

tinggi

DONT
Mematikan potensi sumber daya
untuk kepentingan pribadi

dan -

mengantisipasi kemungkinan yang

Merasa cepat puas dengan apa


yang sudah dicapai

akan terjadi pada masa yang akan


datang
-

Istiqomah

dalam

memunculkan
baru

bekerja

dan -

gagasan-gagasan

Tertutup dari ide-ide baru.

BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI
RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
YBWSA
KOMITE
5.

Medik
Keperawatan
Etik
K3
PPI

Bidang
Pelayanan
Bagian
Yanmed

Komite Pengawas

Mutu

Direktur Utama

6. KPRS
7. Farm&Terapi
8. RM
9.

SPI

Direktorat Pelayanan

Bidang
Keperawatan
Bagian
Keperawatan
Ranap

Bagian
Keperawatan
Rajal &
Khusus

SMF

INSTALASI:
IGD
ICU
IBS
Instalasi Peristi
Instalasi SEC
Instalasi Laboratorium
Instalasi Radiologi
Instalasi Farmasi
Instalasi Gizi
Instalasi Rekam
Medik
Instalasi Rehabilitasi
Medik

Direktorat Pendidikan

Bidang
Penunjang
Bagian
Penunjang

Bidang
Pendidikan
Bag
Kedokteran

Direktorat Umum

Bidang
Litbang
Bagian
Litbang

Bag. Personalia
Bidang
Adm &
SDI

Bag. Pengemb SDI


Bag. Sekretariat
Bag. Keuangan

Bag. Pend
NonKedokteran

Bidang
Keu &
Akun

Bidang
Bimb &
Pelayanan
Islami

Bidang
Pemasaran

Bag. Akuntasi
Bag. Mobilisasi Dana
Bag. Bimb Rohani
Islam
Bag. Pelayanan
Dakwah & Al-Husna
Bag. Humas & PKRS
Bag. Pemasaran
Bag. Umum
Bag. Pengadaan

Bidang
Umum

Bag. Sanitasi &


Laundry
Bag. Hukum

INSTALASI:
Instalasi Pemeliharaan Sar-Pras
Instalasi Teknologi Informasi

BAB V
STRUKTUR ORGANISASI INSTALASI GIZI

DIREKTUR UTAMA

DIREKTORAT PELAYANAN

KA. INSTALASI GIZI

Penjab. Pengolahan dan


Distribusi

Penjab. Pelayanan Gizi

Ahli Gizi

Adminstrasi

Pramusaji Ruang
Rawat Inap

Persiapan Bahan
Makanan

Pramusaji Pelayanan
Tamu

Pengolahan BM dan
Pemorsian Makanan

Sarana dan Prasarana

BAB VI
URAIAN JABATAN
1.

KEPALA INSTALASI GIZI


Nama Jabatan

: Kepala Instalasi Gizi

Nama Jabatan Atasan

: Direktur Pelayanan

Nama Jabatan Bawahan Langsung :


a. Penanggungjawab Pengolahan & Distribusi Makanan
b. Penanggungjawab Pelayanan Gizi
c. Ahli Gizi (Nutrisionis)
Tugas Pokok:
Membantu

Direktur

Pelayanan

dalam

merencanakan,

mengarahkan,

mengkoordinasikan, mengendalikan, mengevaluasi pelaksanaan program-program


Pelayanan Gizi dan Pengolahan & Distribusi Makanan
2.

PENANGGUNGJAWAB PENGOLAHAN & DISTRIBUSI MAKANAN


Nama Jabatan: Penanggungjawab Pengolahan & Distribusi Makanan
Nama Jabatan Atasan : Kepala Instalasi Gizi
Nama Jabatan Bawahan Langsung : Staf Pengolahan dan Distribusi
Tugas Pokok :
Membantu Kepala Instalasi Gizi dalam mengkoordinasikan, mengendalikan,
mengevaluasi pelaksanaan program-program bagian pengolahanan & distribusi gizi

3.

PENANGGUNGJAWAB PELAYANAN GIZI


Nama Jabatan

: Penanggungjawab Pelayanan Gizi

Nama Jabatan Atasan

: Kepala Instalasi Gizi

Nama Jabatan Bawahan Langsung: Staf Pelayanan Gizi


Tugas Pokok

Membantu Kepala Instalasi Gizi dalam mengkoordinasikan, mengendalikan,


mengevaluasi pelaksanaan program-program pelayanan gizi.

4.

AHLI GIZI
Nama Jabatan

: Ahli Gizi

Nama Jabatan Atasan

: Kepala Instalasi Gizi

Tugas Pokok

Membantu Kepala Instalasi Gizi dan Penanggungjawab Gizi dalam kegiatan yang
bersifat teknis fungsional dibidang pelayanan gizi, makanan dan dietetik.

5.

ADMINISTRASI
Nama Jabatan

: Administrasi

Nama Jabatan Atasan

: Penanggung Jawab Pengolahan & Distribusi Makanan

Tugas Pokok

Membantu Penanggung Jawab

Pengolahan dan Distribusi Makanan dalam

memperhitungkan kebutuhan pemesanan, penerimaan, penyimpanan dan penyaluran


bahan makanan
6.

PERSIAPAN BAHAN MAKANAN (LAUK, SAYUR, DAN BUMBU)


Nama Jabatan

: Persiapan Bahan Makanan (Lauk, Sayur dan Bumbu)

Nama Jabatan Atasan

: Penanggung Jawab Pengolahan dan Distribusi Makanan

Tugas Pokok

Membantu Penanggung Jawab

Pengolahan dan Distribusi Makanan

dalam

mempersiapkan bahan-bahan makanan, serta bumbu-bumbu sebelum dilakukan


kegiatan pemasakan.
7.

PENGOLAHAN BAHAN MAKANAN DAN PEMORSIAN MAKANAN


Nama Jabatan

: Pengolahan BM dan Pemorsian Makanan

Nama Jabatan Atasan

: Penanggung Jawab Pengolahan dan Distribusi Makanan

Tugas Pokok

a. Membantu Penanggung Jawab Pengolahan dan Distribusi Makanan dalam


pengolahan bahan makanan menjadi makanan yang siap saji, berkualitas dan
aman untuk dikonsumsi
b. Membantu Penanggung Jawab Pengolahan dan Distribusi Makanan dalam
pemorsian dan penyaluran makanan sesuai dengan jumlah, porsi dan jenis
konsumen yang dilayani (makanan biasa maupun makanan khusus)
8.

SARANA DAN PRASARANA


Nama Jabatan

: Sarana dan Prasarana

Nama Jabatan Atasan

: Penanggung Jawab Pengolahan dan Distribusi Makanan

Tugas Pokok

a. Membantu Penanggung Jawab Pengolahan dan Distribusi Makanan dalam


mengatur, menginventaris dan memelihara semua peralatan di Instalasi Gizi
b. Membantu Penanggung Jawab Pengolahan dan Distribusi Makanan dalam
membina hubungan dengan unit Sarana dan Prasarana Rumah Sakit Islam
Sultan Agung Semarang
9.

PRAMUSAJI RUANG RAWAT INAP


Nama Jabatan

: Pramusaji Ruang Rawat Inap

Nama Jabatan Atasan

: Penanggung Jawab Pelayanan Gizi

Tugas Pokok

Membantu program pelayanan gizi dengan cara memberikan jasa dalam kegiatan
distribusi makanan kepada pasien.
10.

PRAMUSAJI PELAYANAN TAMU


Nama Jabatan

: Pramusaji Pelayanan Tamu

Nama Jabatan Atasan

: Penanggung Jawab Pelayanan Gizi

Tugas Pokok

Membantu program pelayanan gizi dengan cara memberikan jasa dalam kegiatan
distribusi makanan/snack kepada jajaran direksi, karyawan dan dokter rumah sakit,
serta tamu rumah sakit.

BAB VII
TATA HUBUNGAN KERJA
1.

KEPALA INSTALASI GIZI


HUBUNGAN KERJA :
a Direksi

: untuk memperolah arahan pelaksanaan program


kerja dan pelaporan hasil kerja

b. Penanggungjawab

: untuk memperoleh dukungan dan bekerjasama


dalam memberikan pelayanan gizi

c. Manajer & Ka.Inst

: koordinasi untuk pelayanan Instalasi Gizi

d. Dokter

: kolaborasi dalam memberikan asuhan gizi pasien

e. Pengadaan

: koordinasi untuk penyediaan perbekalan dan


peralatan pelayanan gizi

f. IPSRS

: koordinasi untuk perbaikan dan pemeliharaan


alat, sarana dan prasarana secara berkala.

g. SDI

: koordinasi untuk mendapatkan informasi terkait


dengan ketenagaan gizi.

h. Penjab Keperawatan

: koordinasi untuk pelayanan asuhan gizi pasien

i. Sanitasi

: koordinasi untuk pemeriksaan kualitas makanan,


air dan peralatan, kesehatan lingkungan,
pemberantasan binatang pengerat & serangga.

2.

PENANGGUNGJAWAB PENGOLAHAN & DISTRIBUSI MAKANAN


HUBUNGAN KERJA :
a. Ka Instalasi Gizi

: Konsultasi dan koordinasi Pengolahan dan


Distribusi Gizi.

b. Staf Pengolahan & Distribusi : Dukungan dan kerjasama Pengolahan & dan
Distribusi Gizi.

c. Manajer & Ka.Inst

: Konsultasi dan koordinasi Pengolahan &


Distribusi Gizi.

d. Dokter

: Kolaborasi dalam memberikan pelayanan


Pengolahan dan Distribusi Gizi.

e. Pengadaan

: Koordinasi untuk penyediaan sarana dan


prasarana, berkas dan perbekalan gizi.

f. IPSRS

: Koordinasi untuk perbaikan dan pemeliharaan


sarana dan prasarana Pengolahan&Distribusi Gizi.

g. SDI

: Koordinasi untuk mendapatkan informasi terkait


dengan ketenagaan.

h. Penjab Keperawatan
3.

: Koordinasi untuk Pengolahan & Distribusi Gizi.

PENANGGUNGJAWAB PELAYANAN GIZI


HUBUNGAN KERJA :
a. Ka Instalasi Gizi

: Konsultasi dan koordinasi Pelayanan Gizi

b. Staf Pelayanan Gizi

: Dukungan dan kerjasama Pelayanan Gizi

c. Manajer & Ka.Inst

: Konsultasi dan koordinasi Pelayanan Gizi.

d. Dokter

: Kolaborasi dalam memberikan Pelayanan Gizi.

e. Pengadaan

: Koordinasi untuk penyediaan sarana dan


prasarana, berkas dan perbekalan gizi.

f. IPSRS

: Koordinasi untuk perbaikan dan pemeliharaan


sarana dan prasarana Pelayanan Gizi.

g. SDI

: Koordinasi untuk mendapatkan informasi terkait


dengan ketenagaan.

h. Penjab Keperawatan
4.

: Koordinasi untuk Pelayanan Gizi.

AHLI GIZI
HUBUNGAN KERJA :
a. Ka Instalasi Gizi

: Konsultasi dan koordinasi Pelayanan Gizi

b. Staf Pelayanan Gizi

: Dukungan dan kerjasama Pelayanan Gizi

c. Manajer & Ka.Inst

: Konsultasi dan koordinasi Pelayanan Gizi.

d. Dokter

: Kolaborasi dalam memberikan Asuhan Gizi.

e. Pengadaan

: Koordinasi untuk penyediaan sarana dan


prasarana, berkas dan perbekalan gizi.

f. IPSRS

: Koordinasi untuk perbaikan dan pemeliharaan


sarana dan prasarana Pelayanan Gizi.

g. SDI

: Koordinasi untuk mendapatkan informasi terkait


dengan ketenagaan.

h. Penjab Keperawatan
5.

: Koordinasi untuk Pelayanan Gizi.

ADMINISTRASI
HUBUNGAN KERJA :
a. Kepala Instalasi Gizi

: Konsultasi dan koordinasi

b. PJ Pengolahan & Distribusi Makanan

: Konsultasi dan koordinasi

c. Staf Pengolahan & Distribusi Makanan : Kerjasama Pengolahan &


Distribusi Makanan
6.

PERSIAPAN BAHAN MAKANAN (LAUK, SAYUR, DAN BUMBU)


HUBUNGAN KERJA :
a. PJ Pengolahan dan Distribusi Makanan : Konsultasi dan koordinasi
b. Staf Pengolahan & Distribusi : Kerjasama Pengolahan & Distribusi Makanan

7.

PENGOLAHAN BAHAN MAKANAN DAN PEMORSIAN MAKANAN


HUBUNGAN KERJA :
a. PJ Pengolahan dan Distribusi Makanan : Konsultasi dan koordinasi
b. Staf Pengolahan & Distribusi Makanan : Kerjasama Pengolahan & Distribusi
Makanan

8.

SARANA DAN PRASARANA


HUBUNGAN KERJA :

a. PJ Pengolahan dan Distribusi Makanan : Konsultasi dan koordinasi


b. Staf Pengolahan & Distribusi: Kerjasama Pengolahan & Distribusi Makanan
9.

PRAMUSAJI RUANG RAWAT INAP


HUBUNGAN KERJA :
a. Penjab Pelayanan Gizi

: Konsultasi dan koordinasi kegiatan


pelayanan makan pasien.

b. Bagian Sarpras Instalasi Gizi

: Koordinasi inventarisasi dan kondisi


peralatan makan pasien.

c. Bagian Pengolahan Instalasi Gizi : Koordinasi dalam mempersiapkan


makanan sesuai dengan diet pasien.
d. PerawatRuangan

: Koordinasi untuk pelayanan pasien baru,


adanya perubahan diet, adanya permintaan
khusus yang berkaitan dengan diet pasien.

10.

PRAMUSAJI PELAYANAN TAMU


HUBUNGAN KERJA :
a. Penjab Pelayanan Gizi

: Konsultasi dan koordinasi mengenai


pelayanan makan tamu.

b. Bagian Sarpras Instalasi Gizi

: Koordinasi inventarisasi dan


kondisi peralatan makan tamu.

c. Bagian Pengolahan Instalasi Gizi : Koordinasi dalam mempersiapkan


makanan untuk tamu/karyawan RS.
d. Sekretaris Direksi

: Koordinasi dalam pelayanan direksi dan


tamu direksi

e. Perawat Poliklinik dan Perawat


Bagian Khusus

: Koordinasi pelayanan dokter spesialis dan


pasien bagian khusus

BAB VIII
POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL
A. POLA KETENAGAAN
Jabatan

Spesifikasi Pendidikan

Jumlah

Kepala Instalasi

Sarjana Gizi

1 Orang

Penanggungjawab Pengolahan dan Distribusi


Makanan

D IV Gizi

1 Orang

Penanggngjawab Pelayanan Gizi

Sarjana Gizi

1 Orang

Sarjana Gizi

2 Orang

D IV Gizi

1 Orang

D III Gizi

2 Orang

Administrasi

SMK TATA BOGA

3 Orang

Persiapan Bahan Makanan


(Lauk, Sayur dan Bumbu)

SMK TATA BOGA

3 Orang

SMA

1 Orang

SMK TATA BOGA

9 Orang

SMA

1 Orang

SMP

6 Orang

SMK TATA BOGA

2 Orang

SMK TATA BOGA

11 Orang

SMA

6 Orang

SMK TATA BOGA

3 Orang

Ahli Gizi

Pengolahan BM dan Pemorsian Makanan

Sarana dan Prasarana


Pramusaji Ruang Rawat Inap

Pramusaji Pelayanan Tamu

B. KUALIFIKASI PERSONIL
1. KEPALA INSTALASI GIZI
PERSYARATAN JABATAN :

Persyaratan Primer:
a. Dokter Sp.GK / S1 Gizi
b. Masa Kerja minimal 5 tahun
c. Usia minimal 25 tahun
d. Golongan/pangkat jabatan III A
e. Memiliki STR yang masih berlaku

Persyaratan Sekunder:
a. Sehat jasmani dan rohani
b. Mampu membaca Al-Quran level B
c. Bisa berkomunikasi dengan baik dan bisa berbahasa Inggris,
minimal pasif.
d. Memiliki integritas, dedikasi dan kedisiplinan yang baik serta dapat
bekerja dalam tim.

KOMPETENSI BIDANG :
a. Menguasai Manajemen Perumahsakitan
b. Menguasai Manajemen Pelayanan Gizi
c. Menguasai Manajemen Asuhan Gizi
2. PENANGGUNGJAWAB PENGOLAHAN & DISTRIBUSI MAKANAN
PERSYARATAN JABATAN :

Persyaratan Primer:
a. D III Gizi.
b. Masa Kerja minimal 3 tahun.
c. Usia minimal 25 tahun.
d. Memiliki Surat Tanda Registrasi ( STR ) Gizi.

Persyaratan Sekunder:
a. Sehat jasmani dan rohani
b. Mampu membaca Al-Quran level B

c. Bisa berkomunikasi dengan baik dan bisa berbahasa Inggris,


minimal pasif.
d. Memiliki integritas, dedikasi dan kedisiplinan yang baik serta dapat
bekerja dalam tim.
KOMPETENSI BIDANG :
a. Menguasai Manajemen Bidang Produksi & Distribusi
b. Menguasai Hazard Analysis Critical Control Points (HACCP)
c. Menguasai Clinical Nutrition
3. PENANGGUNGJAWAB PELAYANAN GIZI
PERSYARATAN JABATAN :

Persyaratan Primer:
a. D III Gizi.
b. Masa Kerja minimal 3 tahun.
c. Usia minimal 25 tahun.
d. Memiliki Surat Tanda Registrasi ( STR ) Gizi.

Persyaratan Sekunder:
a. Sehat jasmani dan rohani
b. Mampu membaca Al-Quran level B
c. Bisa berkomunikasi dengan baik dan bisa berbahasa Inggris,
minimal pasif.
d. Memiliki integritas, dedikasi dan kedisiplinan yang baik serta dapat
bekerja dalam tim.

KOMPETENSI BIDANG :
a. Menguasai Manajemen Pelayanan Gizi
b. Menguasai Nutrition Care Proccess (NCP)
c. Menguasai Clinical Nutrition

4. AHLI GIZI
PERSYARATAN JABATAN :

Persyaratan Primer:
a. D III Gizi.
b. Usia minimal 21 tahun.
c. Memiliki Surat Tanda Registrasi ( STR ) Gizi.

Persyaratan Sekunder
a. Sehat jasmani dan rohani:
b. Mampu membaca Al-Quran level A
c. Bisa berkomunikasi dengan baik dan bisa berbahasa Inggris,
minimal pasif.
d. Memiliki integritas, dedikasi dan kedisiplinan yang baik serta dapat
bekerja dalam tim.

KOMPETENSI BIDANG :
a. Menguasai Bidang Produksi & Distribusi
b. Menguasai Hazard Analysis Critical Control Points (HACCP)
c. Menguasai Nutrition Care Proccess (NCP)
5. ADMINISTRASI
PERSYARATAN JABATAN :

Persyaratan Primer
a. SMK Boga
b. Masa Kerja minimal 3 tahun
c. Usia minimal 25 tahun

Persyaratan Sekunder
a. Sehat jasmani dan rohani
b. Mampu membaca Al Quran level B
c. Bisa berkomunikasi dengan baik
d. Memiliki integritas, dedikasi dan kedisiplinan yang baik serta dapat
bekerja dalam tim

KOMPETENSI BIDANG
a. Menguasai komputer ( Word dan Excel )
b. Menguasai Hazard Analysis Critical Control Points ( Keamanan
Makanan )
c. Menguasai spesifikasi BM
d. Menguasai siklus menu
e. Food Service
f. Service Excelent
6. PERSIAPAN BAHAN MAKANAN (LAUK, SAYUR, DAN BUMBU)
PERSYARATAN JABATAN :

Persyaratan Primer:
a. SMK Boga
b. Masa Kerja minimal 3 tahun
c. Usia minimal 20 tahun

Persyaratan Sekunder:
a. Sehat jasmani dan rohani
b. Mampu membaca Al Quran level B
c. Bisa berkomunikasi dengan baik
d. Memiliki integritas, dedikasi dan kedisiplinan yang baik serta dapat
bekerja dalam tim

KOMPETENSI BIDANG
a. Menguasai Hazard Analysis Critical Control Points (Keamanan
Makanan)
b. Menguasai standar resep
c. Menguasai standar porsi BM (lauk dan sayur)
d. Menguasai standar potongan dan bentuk
e. Food Service
f. Service Excelent

7. PENGOLAHAN BAHAN MAKANAN DAN PEMORSIAN MAKANAN


PERSYARATAN JABATAN :

Persyaratan Primer:
a. SMK Boga
b. Masa Kerja minimal 3 tahun
c. Usia minimal 20 tahun

Persyaratan Sekunder:
a. Sehat jasmani dan rohani
b. Mampu membaca Al Quran level B
c. Bisa berkomunikasi dengan baik
d. Memiliki integritas, dedikasi dan kedisiplinan yang baik serta dapat
bekerja dalam tim

KOMPETENSI BIDANG
a. Menguasai Hazard Analysis Critical Control Points (Keamanan
Makanan)
b. Menguasai standar resep
c. Menguasai garnish dan penataan makanan
d. Food Service
8. SARANA DAN PRASARANA
PERSYARATAN JABATAN :

Persyaratan Primer
a. SMK Boga
b. Masa Kerja minimal 3 tahun
c. Usia minimal 25 tahun

Persyaratan Sekunder
a. Sehat jasmani dan rohani
b. Mampu membaca Al Quran level B
c. Bisa berkomunikasi dengan baik
d. Memiliki integritas, dedikasi dan kedisiplinan yang baik serta dapat
bekerja dalam tim

KOMPETENSI BIDANG:
a. Menguasai Hazard Analysis Critical Control Points (Keamanan
Makanan)
b. Menguasai siklus menu
c. Menguasai penataan makanan
d. Food Service
e. Service Excelent
9. PRAMUSAJI RUANG RAWAT INAP
PERSYARATAN JABATAN:

Persyaratan Primer:
a. Latar belakang pendidikan SMK Tata Boga / sederajat.
b. Usia Minimal 18 tahun.
c. Tidak terikat dengan kontrak kerja dengan pihak manapun.

Persyaratan Sekunder:
a. Sehat jasmani dan rohani.
b. Mampu membaca Al-Quran.
c. Mampu berkomunikasi dengan baik.
d. Memiliki integritas, dedikasi dan kedisiplinan yang baik, serta
mampu bekerja dalam tim.

KOMPETENSI BIDANG:
a. Menguasai bidang food services.
b. Menguasai ilmu gizi yang bersifat dasar.
c. Menguasai service excelent.
10. PRAMUSAJI PELAYANAN TAMU
PERSYARATAN JABATAN:

Persyaratan Primer:
a. Latar belakang pendidikan SMK Tata Boga / sederajat.
b. Usia Minimal 18 tahun.
c. Tidak terikat dengan kontrak kerja dengan pihak manapun.

Persyaratan Sekunder:
a. Sehat jasmani dan rohani.
b. Mampu membaca Al-Quran.
c. Mampu berkomunikasi dengan baik.
d. Memiliki integritas, dedikasi dan kedisiplinan yang baik, serta
mampu bekerja dalam tim.

KOMPETENSI BIDANG:
a. Menguasai bidang food services.
b. Menguasai ilmu gizi yang bersifat dasar
c. Menguasai service excelent.

BAB IX
KEGIATAN ORIENTASI
PENDAHULUAN
Kegiatan pelayanan gizi di Rumah Sakit Islam Sultan Agung dilaksanakan oleh
bagian gizi. Dalam pelaksanaan kegiatannya melibatkan bagian lain yang tidak lepas
dalam satu sistem pelayanan gizi RS .
Program orientasi diperlukan agar pegawai baru di bagian gizi dapat bekerja
dengan baik, sesuai ketentuan dan prosedur yang ada, sehingga kegiatan dalam pelayanan
gizi dapat berjalan dengan baik.
TUJUAN
a.

Umum
Memberikan Petunjuk pada Ahli Gizi, Pelaksana Bagian Pengolahan dan Pramusaji
Baru yang bertugas di Instalasi Gizi dalam mengembangkan pengetahuan dan
keterampilan yang dibutuhkan

b.

Khusus
1.

Ahli Gizi

Memberikan

pengetahuan

dan

keterampilan

dalam

penatalaksanaan diet pada pasien

Mengembangkan

pengetahuan

dan

keterampilan

dalam

manajemen produksi dan distribusi

Mengembangkan kemampuan dalam memberikan konsultasi gizi


pada pasien

2.

Pelaksana Bagian Pengolahan

Memberikan

pengetahuan

dan

keterampilan

dalam

penatalaksanaan dasar-dasar diet

Mengembangkan

pengetahuan

dan

keterampilan

dalam

mengelola tugas sebagai pelaksanan pengolahan, distribusi, pemorsian dan


pencucian

Mengembangkan kemampuan dan keterampilan gizi kuliner

3.

Pramusaji

Memberikan

pengetahuan

dan

keterampilan

dalam

penatalaksanaan dasar-dasar diet pada pasien

Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang


komunikasi terhadap pasien dan pengantarnya

MATERI
a)

Pengetahuan Umum Rumah Sakit


1.

Sejarah Rumah Sakit dan Yayasan

2.

Visi dan Misi RS Islam Sultan Agung

3.

Budaya Kerja RS Islam Sultan Agung

4.

Organisasi dan Staffing RS Islam Sultan Agung

5.

Akreditasi RS Islam Sultan Agung

6.

Sarana dan Prasarana RS Islam Sultan Agung

7.

Wajib Simpan Rahasia RS Islam Sultan Agung

8.

Peraturan Kepegawaian RS Islam Sultan Agung

9.

Pengenalan Lingkungan RS Isalm Sultan Agung

b)

Pengetahuan Khusus
1.

Struktur Organisasi, Visi, Misi Instalasi Gizi

2.

Lingkungan kerja Instalasi Gizi

3.

Uraian tugas Pelaksana Gizi

4.

Prosedur, Instruksi Kerja, Alur Kerja Instalasi Gizi

5.

Konsultasi Gizi Rawat Inap dan Rawat Jalan

6.

Pengadaan bahan makanan untuk pasien rawat inap

7.

Perencanaan bahan makanan

8.

Merekap diet pasien

9.

Pengecekan diet

c)

Keterampilan
1.

Meningkatkan ketrampilan dalam motivasi pasien

2.

Meningkatkan ketrampilan dalam manajemen Instalasi Gizi

3.

Meningkatkan ketrampilan dalam memberikan pelayanan (Customer


Service)

4.

Meningkatkan ketrampilan dalam membuat menu dan seni kuliner sebagai


penunjang dalam penyajian.

d)

Metode
1.

Tatap muka yaitu menerima materi.

2.

Magang yaitu orientasi kerja pegawai baru di unit-unit kerja bagian gizi

3.

Belajar Mandiri
JADWAL KEGIATAN ORIENTASI KARYAWAN BARU

A. ORIENTASI UMUM
WAKTU

MATERI

PENGAJAR

PENANGGUNG
JAWAB

Hari

Ke 1 s/d 2

Sejarah Yayasan Badan

a. Direksi

Wakaf Sultan Agung dan

b. Manager SDI

RS Islam Sultan Agung

c. Manager dan

Falsafah, Visi, Misi, Motto


dan Tujuan RS Islam Sultan
Agung

Kebijakan manajemen

Susunan organisasi, pejabat


struktural dan fungsional
serta tata kerja

Peraturan kepegawaian

Pelayanan Islami

Pengendalian dan
pencegahan infeksi

Ka.Instalasi

Manager SDI

Keselamatan Kesehatan
Kerja

Keselamatan Pasien

Hari

Pengenalan Lingkungan Rumah

Manager,

Manager,

Ke3 s/d 4

Sakit

Ka.Instalasi, Penjab

Ka.Instalasi, Penjab

B. ORIENTASI KHUSUS
HARI

WAKTU

MATERI

PENGAJAR

METODE

TEMPAT

PJ

Ceramah

Ruang

Ka.

Pertemuan

Instalasi

Gizi

Gizi

KE
Hari ke 1

07.00

Organisasi & Ka. Instalasi


Gizi

s/d

tugas pokok

14.00

Instalasi Gizi dan Penjab

Administrasi
pergudangan

Perencanaan
Pengadaan
BM

Produksi
(Pengolahan
& Distribusi)

Pelayanan
Gizi Ruang
Rawat Inap

Penyuluhan
dan Konsul

Gizi
Hari ke 2

07.00

s/d

Oreintasi

Penjab

Observasi

Lapangan

Instalasi

Ka.

Gizi

Instalasi
Gizi

14.00
Hari ke- 3

s/d 4

5 s/d 12

05.00

Orientasi

Penjab

Observasi

Instalasi

Ka.

Gizi

Instalasi

s/d

kerja dinas

Pengolah

& Praktek

12.00

pagi

an &

langsung

Orientasi

Distribusi

06.00

Penjab

s/d

pendokumen

13.00

tasian

Pelayana

Evaluasi

n Gizi

Orientasi

13.00

Penjab

Observasi

Instalasi

Ka.

Gizi

Instalasi

s/d

kerja dinas

Pengolah

& Praktek

20.00

pagi

an &

langsung

Orientasi

Distribusi

13.00

Penjab

s/d

pendokumen

20.00

tasian

Pelayana

Evaluasi

n Gizi

Gizi

Gizi

FORMULIR
ORIENTASI UMUM KARYAWAN BARU
RS ISLAM SULTAN AGUNG
SEMARANG

No. Dok :
No. Revisi :
Tgl Terbit :

Nama Karyawan
Pendidikan
Penempatan
Jabatan
Tgl. Orientasi

No.

MATERI
ORIENTASI UMUM

PEMBERI MATERI

TANDA TANGAN
Pemberi
Materi

Peraturan Kepegawaian

Manajer SDI

Visi & Misi RSISA

Direksi RSISA

K3

Tim K3

Rekam Medis

Ka. Inst Rekam Medis

Pelayanan Radiologi

Ka. Inst Radiologi

Pelayanan Laboratorium

Ka. Inst Laboratorium

Pelayanan Farmasi

Ka. Inst Farmasi

Keperawatan

Manajer Keperawatan

Pelayanan Islami

Manajer Keperawatan

10

Pengenalan Lingkungan RS

Diklat

Peserta
Orientasi

Semarang,
Manajer SDI RSISA

FORMULIR
ORIENTASI BIDANG KERJA ( KHUSUS)
KARYAWAN BARU

Nama Karyawan
Pendidikan
Penempatan
Jabatan
NO.

HARI&
TANGGAL

MATERI ORIENTASI

TANDA TANGAN
PEMATERI

Falsafah dan tujuan Instalasi Gizi


Susunan organisasi dan tata kerja
Prosedur Kerja Tetap
Sarana dan prasarana
Administrasi dan Pergudangan
Perencanaan Pengadaan BM
Produksi ( Pengolahan & Distribusi

3.

Pelayanan Gizi Rawat Inap

PJ Pelayanan Gizi

4.

Penyuluhan dan Konsultasi Gizi

PJ Pelayanan Gizi

5.

Orientasi lingkungan yang meliputi


tempat, tenaga sarana dan prasarana

PJ Pengolahan &
Distribusi
PJ Pelayanan Gizi

1.

2.

Ka. Istalasi Gizi

PJ Pengolahan &
Distribusi

Semarang,

Atasan Tidak Langsung

Atasan Langsung

Peserta

BAB X
PERTEMUAN RAPAT
I. PENDAHULUAN
Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan gizi, perlu adanya forum komunikasi
untuk melakukan koordinasi terhadap program-program yang telah direncanakan. Salah
satu bentuk media komunikasi tersebut adalah rapat.
Media komunikasi dalam bentuk rapat yang dilakukan secara berjenjang mulai
dari top manajemen gizi sampai dengan pelaksana yang dilakukan secara formal maupun
informal baik yang terencana sesuai jadwal maupun yang tidak direncana atau rapat cito
sesuai kebutuhan. Untuk itu penyelenggaraannya perlu diatur dalam suatu pedoman rapat
Instalasi Gizi di RSI Sultan Agung Semarang.
II. TUJUAN
1. Sebagai wahana/wadah komunikasi mulai dari top manajer gizi sampai dengan
pelaksana dalam menyelesaikan masalah yang timbul.
2. Untuk

memecahkan

masalah/komplain

yang

timbul

dalam

pelayanan,

pelaksanaan program yang telah direncanakan maupun peningkatan mutu


pelayanan.
3. Adanya kesinambungan antara kebijakan yang dikeluarkan baik dalam bentuk
hasil keputusan rapat atau kebijakan langsung yang dikeluarkan Direksi.
4. Untuk sosialisasi kebijakan/prosedur/program yang perlu diketahui oleh staf gizi.
III. JENIS DAN KATAGORI RAPAT
1.

RAPAT YANG TERJADWAL


Adalah pelaksanaan rapat yang penyelenggaraannya sudah dijadwalkan secara
rutin.
Adapun ketentuan frekuensi rapat yang berlaku pada tingkat manajemen gizi di
RSI Sultan Agung, diatur sebagai berikut :

a)

Rapat Direksi Pelayanan dengan Manajer/Kepala Instalasi/Penjab (jajaran


midle manager), minimal 1 kali dalam sebulan.

b)

Rapat Kepala Instalasi dengan staf dibawahnya, minimal 1 bulan sekali.

c)

Jadwal ditetapkan dengan disertai surat undangan


Organisasi rapat :
Pimpinan rapat

: Direksi/Manajer/Kepala Instalasi/Penjab.

Sekretaris rapat

: Ahli Gizi.

Peserta rapat

: Seluruh Pejabat dan Staf Gizi.

Undangan

: minimal H-2.

2.

RAPAT YANG TIDAK TERJADWAL / KHUSUS


( CITO )
Adalah penyelenggaraan rapat yang tidak ada dijadwal, namun karena ada suatu
hal perlu segera dirapatkan (agenda rapat bersifat emergency/crash program), dan
masalah menyangkut kepentingan pasien/rumahsakit secara umum.
Perintah rapat datang dari Direksi dan atau Manajer / Ka. Instalasi / Penjab /
Pejabat yang ditunjuk Direksi.
Organisasi Rapat :
Pimpinan rapat

: Direksi/Pejabat yang ditunjuk.

Sekretaris rapat

: Ka. Sekretaris dan atau pejabat yang ditunjuk.

Peserta rapat

: Sesuai urgensi/materi rapat


(ditunjuk oleh pimpinan rapat)

Undangan

: Via Telp / surat undangan cito.

Kelengkapan rapat

: Standart dan atau lengkap (sesuai kebutuhan).

IV. FASILITAS RAPAT


Ruang yang digunakan rapat meliputi :
Ruang Pertemuan Gizi.
Dipakai khusus untuk kegiatan :

Rapat lintas fungsi.

Rapat Manajer/Ka.Instalasi/Penjab.

Kunjungan studi banding.

Kegiatan/rapat gizi

Kegiatan diklat.

Presentasi produk yang berhubungan dengan kepentingan Instalasi


Gizi

Pengelola : Bagian Gizi


Kelengkapan Rapat
Bahan Rapat (Hand Out)
a)

Rapat Direksi
Bahan rapat berupa laporan bulanan dari masing-masing Manajer/Ka
Instalasi/Penjab, komplain pelayanan, hasil survey/audit, dan sasaran
mutu yang ada di bagian gizi.
Sekretariat bertanggungjawab dalam :
-

Penyiapan notulen & daftar hadir rapat

Penggandaan materi rapat ( apabila diperlukan ).

Konsumsi rapat persiapannya oleh Instalasi Gizi.

b)

Rapat Manajer /Ka.Instalasi/ Penjab.


-

Bahan rapat menjadi tanggung jawab pimpinan rapat.

Notulen, penggandaan materi rapat, penyiapan peralatan,


dan konsumsi menjadi tanggungjawab bagian gizi.

c)

Rapat tidak terjadwal (khusus/cito)


-

Bahan rapat menjadi tanggungjawab pimpinan rapat.

Notulen, penggandaan materi rapat, penyiapan peralatan,


dan konsumsi menjadi tanggungjawab Instalasi Gizi, kecuali rapat
cito oleh direksi kelengkapan rapat menjadi tanggungjawab
sekretariat.

V. HASIL KEPUTUSAN RAPAT


1.

Hasil keputusan rapat diusahakan secara musyawarah untuk mencapai


mufakat, namun apabila suatu hal terpaksa diambil voting (pemungutan

suara), maka keputusan dianggap sah apabila disetujui oleh 50% + 1 dari
jumlah peserta rapat.
2.

Hasil keputusan rapat akan dicatat oleh sekretaris rapat dalam bentuk
resume rapat dan atau berita acara rapat, oleh sekretaris rapat dan disahkan
oleh pimpinan rapat.

3.

Hasil rapat selain rapat direksi dilaporkan kepada Direksi.

4.

Setiap peserta rapat akan mendapatkan fotocopy hasil resume dan atau
berita acara rapat.

VI. EVALUASI
1.

Sebelum rapat dimulai sekretaris membacakan hasil keputusan rapat


sebelumnya, dan pimpinan rapat akan mengevaluasi hasil rapat sebelumnya
(sudah close atau masih open).

2.

Keputusan rapat yang masih open harus dicari jalan keluarnya dan
dilaporkan tindak lanjutnya kepada Direksi, dan apabila belum selesai dalam
jangka waktu dua minggu, maka harus dibuat dalam form. Problem solving
dilaporkan secara tertulis kepada direksi.

3.

Rapat dianggap berhasil apabila keputusan rapat telah ditindak lanjuti oleh
pihak terkait.

BAB XI
PENCATATAN DAN PELAPORAN
I.

PENDAHULUAN
Pencatatan dan pelaporan adalah serangkaian kegiatan pengumpulan data dan
pengolahan data kegiatan pelayanan gizi rumah sakit dalam jangka waktu tertentu,
untuk menghasilkan bahan bagi penilaian kegiatan pelayanan gizi rumah sakit
maupun untuk pengambilan keputusan. Pencatatan ini dilakukan pada setiap langkah
kegiatan yang dilakukan. Pelaporan dilakukan berkala sesuai dengan kebutuhan
Rumah Sakit.

II.

KEGIATAN PENCATATAN DAN PELAPORAN


A. Pencatatan dan Pelaporan Pengadaan Makanan
1.

Formulir pemesanan bahan makanan harian.

2.

Pencatatan bahan makanan yang diterima oleh bagian


gudang instalasi gizi pada hari itu.

3.

Pencatatan sisa bahan makanan (harian/bulanan), meliputi


bahan makanan basah dan bahan makanan kering.

4.

Pencatatan data permintaan/pemesanan bahan makanan


berdasarkan bon-bon pemesanan dari masing-masing unit kerja

B. Pencatatan dan Pelaporan tentang Penyelenggaraan Makanan


1.

Buku laporan timbang terima antara pergantian rotasi


(berisi pesan-pesan yang penting).

2.

Buku laporan pasien baru.

3.

Buku laporan pergantian/pertukaran diet pasien.

C. Pencatatan dan Pelaporan Tentang Perlengkapan Peralatan Instalasi Gizi


1. Membuat kartu inventaris peralatan masak
2. Membuat kartu inventaris peralatan makan.
3. Membuat kartu inventaris peralatan kantor.
4. Buku besar tentang peralatan keseluruhan.

5. Formulir untuk pelaporan alat-alat masak.


6. Formulir daftar kekuatan pasien dalam sehari.
7. Laporan jumlah pasien pada pagi hari setiap harinya.
8. Laporan jumlah petugas yang dilayani Instalasi Gizi.
D. Pencatatan dan Pelaporan Anggaran Belanja Bahan Makanan
1. Pencatatan tentang pemasukan dan pemakaian bahan makanan harian selama
satu kali putaran menu.
2. Perhitungan tentang rencana kebutuhan bahan makanan untuk yang akan
datang selama triwulan/tahunan.
3. Rekapitulasi tentang pemasukan dan pemakaian bahan makanan.
4. Perhitungan harga rata-rata pemakaian bahan makanan per orang per hari
dalam satu kali putaran menu.
5. Pelaporan tentang kondite rekanan/tahunan.
6. Pencatatan tentang penggunaan bahan bakar per buah.
E. Pencatatan dan Pelaporan Pelayanan Gizi di Ruang Rawat Inap

F.

1.

Buku catatan harian pasien tentang perkembangan diet.

2.

Formulir permintaan makanan untuk pasien baru.

3.

Formulir pembatalan makanan untuk pasien pulang.

4.

Formulir perubahan diet.

5.

Formulir perminaan makan pagi, siang, dan sore.

6.

Laporan harian tentang kegiatan penyuluhan.

Pencatatan dan Pelaporan di Ruang Penyuluhan dan Konsultasi


Gizi/Poliklinik Gizi
1. Mencatat registrasi pasien yang baru datang (nama, diagnosa, jenis diet,
antropometri).
2. Membuat/mengisi leaflet sesuai standar dan penyakitnya.
3. Formulir anamnesis.
4. Formulir frekuensi makanan.
5. Formulir status pasien.
6. Membuat laporan penyuluhan (pada Penyuluhan Kesehatan Makanan
Rumah Sakit, laporan penyuluhan pada pasien rawat inap dan rawat jalan).

Semua laporan dikumpulkan, lalu dibuat rangkuman kemudian disampaikan


kepada Kepala Instalasi, untuk dimanfaatkan, sesuai dengan apa yang
dibutuhkan oleh Rumah Sakit.

Anda mungkin juga menyukai