Anda di halaman 1dari 14

1

Inventarisasi Jenis Tumbuhan obat Tradisional di Kecamatan Anggrek Kabupaten


Gorontalo Utara
1

Herlina Pomanto , Novri Y. Kandowangko2,Wirnangsi D. Uno2


1)
Mahasiswa Jurusan Biologi, 2)Dosen Jurusan Biologi
Program Studi Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Gorontalo
Email: herlinapomanto@gmail.com
Abstract: Pomanto, H. 2013. Inventarisasi Jenis Tumbuhan obat Tradisional di Kecamatan
Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan
IPA, Universitas Negeri Gorontalo. Pembimbing I Dr. Novri Y. Kandowangko, M.P dan
Pembimbing II Wirnangsi D. Uno, S.Pd, M.Kes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
spesies tumbuhan obat tradisional dan pemanfaatan tumbuhan obat yang digunakan oleh
masyarakat Kecamatan Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif kualitatif menggunakan metode survey dan Pengumpulan data dilakukan
dengan teknik partisipasi langsung dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Anggrek dan
bekerja sama dengan narasumber yang dianggap memiliki pengetahuan luas terhadap
tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat tradisional seperti pengobat tradisional. Data
yang terkumpul dideskripsikan ciri-cirinya, kemudian diuraikan morfologi tumbuhan, hirarki
taksonominya serta melakukan identifikasi tumbuhan obat tersebut menggunakan kunci
determinasi dan penelusuran internet selain itu pula mendeskripsikan tentang kegunaan
tumbuhan obat yang di dapat. Hasil inventarisir diperoleh 51 spesies tumbuhan obat yaitu
Ficus septic, Jatropha curcas, Psidium guajava, Annona muricata, Lantana camara, Coleus
atropurpurcus, Orthosipon spicatus, Bryophyllum calycinum, Tectona grandis,
Stachytarpheta jamaicensis, Impatiens basalmina, Euphorbia hirta , Morinda citrifolia ,
Piper betle , Anacardium occidentale , Solanum lycopersicum , Tinospora crispa , Jatropha
multifida , Peperomia pellucida, Cucurbita moschata, Physalis peruviana, Andrographis
paniculata, Sesbania grandiflora, Strobilanthescrisps, Acalypha indica , Catharanthus
roseus, Carica papaya, Blumea balsamifera, Clerodendron paniculatum, Melanolepis
multiglandulosa, Ageratum conyzoides, Gynura segetum, Cassia alata, Euphorbia Dentata,
Hyptis capitata, Phylanthus urinaria, Averrhoa bilimbi, Citrus aurantifolia, Lannea
coromandelica, Leucaena glauca, Sida acuta, Areca catechu, Curcuma xanthorrhiza,
Cymbopogon citratus, Alpina galanga, Curcuma longa, Saccharum officinarum, Zingiber
officinale, Kelongo (bahasa Gorontalo, Family Fabaceae), Onumo (bahasa Gorontalo, Family
Lamiaceae), Luati (bahasa Gorontalo, Family Piperaceae).
Kata Kunci : Inventarisasi, Tumbuhan Obat, Pengobat Tradisional, Kecamatan Anggrek
Kabupaten Gorontalo Utara.
PENDAHULUAN
Gorontalo

merupakan

provinsi

adalah budaya, salah satu ciri budaya

yang memiliki sumber daya alam, budaya,

masyarakat

Gorontalo

adalah

pertambangan dan bahkan geothermal.

dominannya

Salah satu yang masih kental di Gorontalo

dalam kehidupan sehari-hari.Keadaan ini

unsur-unsur

masih

tradisional

2
didukung oleh keanekaragaman hayati

kebudayaan suku bangsa asli dan petani

yang terhimpun dalam berbagai tipe

pedesaan.

ekosistem yang pemanfaatannya telah

Pemanfaatan sumber daya alam

mengalami sejarah panjang sebagai bagian

yang dilakukan oleh masyarakat kadang

dari

kurang mengindahkan asas konservasi.

kebudayaan.Salah

satu

aktivitas

tersebut adalah pemanfaatan tumbuhan

Sebagian

sebagai bahan obat.

tumbuhan tersebut langsung dari alam

Pemanfaatan tumbuhan obat atau

tanpa

masyarakat

mengambil

membudidayakannya

terlebih

bahan obat alam bukanlah merupakan hal

dahulu. Bahkan pengambilan sumberdaya

yang baru. Pemanfaatan bahan-bahan dari

alam

alam merupakan pilihan yang diambil

memenuhi kebutuhan pengobatan sehari-

oleh sebagian masyarakat untuk menjaga

hari

kesehatannya,

pencaharian.Banyaknya

dan

adanya

gerakan

tersebut

tidak

tetapi

sebatas

untuk

sebagai

mata

tumbuhan

di

kembali ke alam (back to nature) semakin

bumi ini, tentu ada yang belum kita kenal

meningkatkan pemanfaatan bahan-bahan

dan yang kita kenal belum tentu orang lain

yang berasal dari alam. Tubuh manusia

mengenalnya, bahkan ada tumbuhan yang

secara lebih mudah menerima obat dari

belum diketahui identitasnya oleh dunia

bahan yang alami dibandingkan dengan

ilmu

obat kimiawi. Hal ini disebabkan karena

menambah

obat tradisional memiliki efek samping

tumbuhan obat oleh masyarakat agar

yang relatif lebih sedikit dari pada obat

pengetahuan

moderen

(Lusia,

pemanfaatan tumbuhan tersebut tidak

kelebihan

lain

2006).
dalam

Selain

itu

pemanfaatan

pengetahuan.

Selain

informasi

kearifan

itu

untuk

pemanfaatan

mereka

dalam

hilang ditelan arus modernisasi.

tumbuhan obat dari pada obat alami


adalah kemudahan untuk memperoleh
bahan baku yang dapat ditanam di
pekarangan rumah sendiri, murah dan

METODE PENELITIAN
Tempat Dan Waktu Penelitian
Penelitian

ini

dilaksanakan

di

dapat diramu sendiri di rumah. Menurut

Kecamatan

Anggrek

Kabupaten

Brush (1994) bahwa Sistem pengetahuan

Gorontalo

Utara.Waktu

penelitian

yang dimiliki masyarakat secara tradisi

dilaksanakan selama 4 bulan dari bulan

merupakan

April sampai dengan bulan Juli 2013

salah

satu

bagian

dari

3
mulai dari tahap observasi lokasi hingga

dilakukan

pada kegiatan penyusunan laporan akhir

langsung dalam kehidupan sehari-hari

penelitian.

masyarakat Anggrek dan bekerja sama


dengan

dengan

narasumber

memiliki

Alat dan Bahan Penelitian


Kamera, etiket gantung (kertas dan

teknik

yang

pengetahuan

tumbuh-tumbuhan

partisipasi

dianggap

luas

yang

terhadap
berkhasiat

tali), kertas merang, kantung plastik,

sebagai obat yaitu pengobat tradisional,

sarung tangan, gunting atau cutter set,

kemudian dibuat material herbariumnya

pensil, spidol,sasak bambu, oven,buku

serta dilakukan identifikasi.

kunci determinasi yaitu Practical Plant

Tahap Observasi

Identification oleh Cullen (2006) dan

Tahap awal yang dilakukan adalah

Ensiklopedia Flora (2009), spritus.

observasi untuk memperoleh informasi

Metode Penelitian

awal

Penelitianini menggunakan metode

mengenai

kemudian

lokasi

penelitian,

dilanjutkan

dengan

survey yaitu metode yang dilakukan untuk

pengambilan sampel dengan batra.

mengadakan

Tahap Pengambilan Sampel

pemeriksaan

dan

pengukuran-pengukuran terhadap gejala

Berikut tahap-tahap pengambilan

empirik yang berlangsung di lapangan

sampel:

atau

1. Pengambilan sampel dilakukan melalui

lokasi

penelitian

2011).Teknik
menggunakan
metode

(Fathoni,

pengumpulan
metode

data

ekploratif atau

jelajah.Metode

jelajah

ini

wawancara

oleh

para

battra.

Pengambilan sampel dilakukan dengan


meminta responden atau batra untuk

dilakukan dengan menjelajahi setiap sudut

menunjukkan

lokasi penelitian yang terdapat tumbuhan

tumbuhan obat yang dimaksud.

obat.

2. Mencatat

Teknik Pengumpulan Data


Teknik
menggunakan

pengumpulan
metode

secara

seluruh

langsung

informasi

yang

didapat.
data

3. Pengambilan

dokumentasi

dari

ekploratif atau

perawakan tumbuhan, batang, cabang

metode jelajah, dengan menjelajahi setiap

atau ranting difoto secara vertikal

sudut lokasi penelitian yang terdapat

untuk menunjukkan tata letak daun,

tumbuhan

permukaan atas dan bawah helaian

obat.

Pengumpulan

data

4
daun lengkap dengan bagian pangkal,

cabang atau ranting yang memiliki

tepi daun, pertulangan daun dan ujung

variasi daun tersebut.

daun, susunan karangan bunga, bunga


tampak samping, atas, bawah, dan
bagian

d. Catat tempat munculnya ranting,

perhiasan bunga, tata letak buah, buah

warna dan tekstur kulit batang pada

tampak samping, bagian dalam buah,

batang tua dan muda.

untuk

untuk

ukuran 5x10 cm

menunjukkan

biji,

dalam

c. Kulit batang : kelupas dengan

dan

e. Catat karakter lain : ada tidaknya

tumbuhan tidak berbiji ditambahkan

getah, warna getah, tekstur getah,

bagian sporangia.

bau, rasa.

4. Setiap

tumbuhan

pengambilan

paku

sampel

harus

disertakan etiket gantung yang telah


diisi

dengan

format

yang

telah

ditentukan.

7. Terna (herba) atau semak :


a. Sampel berukuran besar dipotong
menjadi

beberapa

bagian

yaitu

batang/cabang yang terdapat bunga

5. Pengambilan

sampel

yang

dan daun bagian atas tetap pada

representative:

posisi sebenarnya:

a. Ukuran : ukuran 30x40 cm, jika

1) Potongan batang dengan daun

terlalu besar maka dibuat secara


berseri (ujung, tengah, pangkal) dan

bagian tengah.
2) Potongan dengan bagian dalam

diberi nomor koleksi yang sama.

tanah (akar, umbi, rimpang).

b. Bagian : seluruh bagian tumbuhan

b. Setiap bagian diberi label dan catat

lengkap
6. Sampel

tinggi tumbuhan sebenarnya.

dari

tumbuhan

berukuran

besar:
a. Batang,
dipotong

c. Jika sampel berukuran kecil maka


seluruh bagian tumbuhan diambil

cabang,

atau

seukuran

ranting

20-30

sebagai sampel.

cm

d. Akar atau bagian lainnya (umbi,

diutamakan yang terdapat bunga dan

rimpang) : dibersihkan dari tanah

buah.

yang menutupinya. Jika kedua organ

b. Tumbuhan dengan variasi daun


(ukuran,

tipe,

warna)

diambil

tersebut terlalu besar maka diiris


menjadi beberapa bagian.

5
8. Koleksi tumbuhan paku dan rumputrumputan
Koleksi

dan

Ensiklopedia

Selanjutnya
seluruh

Flora

melakukan

(2009).

penelusuran

bagian/organ

internet dengan membandingkan gambar

tumbuhan termasuk bagian yang ada di

yang diperoleh dengan gambar yang ada

dalam tanah (akar, rimpang, umbi).

di

Jika ukuran tumbuhan kecil, sebaiknya

untuk mengetahui nama spesiesnya.

dikoleksi dalam jumlah 5-10 individu

Tahap Pembuatan Herbarium

(selama berasal dari satu populasi yang

1. Sampel tumbuhan termasuk etiket

sama contoh rumput teki).

sedemikian

rupa.

http://www.theplantlist.org

gantung yang menyertai dikeluarkan

9. Sampel dibungkus kertas merang dan


diatur

website

Sampel

dari kantong plastik dan diletakkan di


dalam kertas merang.

dimasukkan ke dalam kantong plastik

2. Posisi sampel diatur sedemikian rupa

ukuran 40x60 cm, kemudian sampel

yang mempresentasikan keseluruhan

dibasahi/disemprot

hingga

bagian tumbuhan pada kondisi aslinya

sampel dan kertas merang basah (cek

(keadaan saat tumbuhan tersebut hidup)

kelembaban setiap hari). Ujung plastik

dan menunjukkan morfologi semua

dilipat dan direkatkan menggunakan

bagian sampel untuk memaksimalkan

lakban cokelat.

informasi tumbuhan tersebut.

spiritus

10. Sebanyak 5-10 sampel dalam kantong

3. Penyusunan sampel saat dipres juga

plastik ukuran 40x60 cm disimpan

harus memperhatikan spesies sampel

dalam satu kantong plastik ukuran

yang dikoleksi. Tumbuhan dengan

80x120 cm kemudian diikat bagian

organ

ujung.

tumbuhan sukulen oleh kertas karton

11. Mencatat tentang kegunaan tumbuhan


obat.

kaku

atau

spesies

disusun di bagia luar dekat dengan


sasak pres pada posisi tegak agar

Tahap Identifikasi
Identifikasi

terkena
dilakukan

dengan

melihat ciri morfologi tumbuhan obat


dengan

tebal,

berpedoman

pada

panas

lebih

banyak

dan

mempercepat proses pengeringan.


4. Setiap 3-5 tumpukan merang dibatasi

buku

oleh kertas karton, kemudian sejumlah

determinasi tumbuhan Practical Plant

maksimal 10 tumpukan karton tersebut

Identification oleh James Cullen (2006)

diatur sedemikian rupa dijepit sasak

6
pres kemudian diikat dan dikencangkan

menggunakan lem.(Badan Penelitian

dengan sabuk sasak.

dan Pengembangan Kesehatan, 2012)

5. Sampel tumbuhan yang telah dipres

Analisis Data

kemudian dikeringkan. Pengeringan

Data yang terkumpul kemudian

dapat dilakukan dengan menggunakan

dianalisis secara deskriptif kualitatif yakni

oven

pada

50 0

suhu

pengeringan

dengan

mendeskripsikan

ciri-ciri

morfologi dari spesies tumbuhan yang

tergantung pada spesies tumbuhan,

termasuk tumbuhan obat yang ditemukan

kelembaban dan temperatur tempat

di

yang digunakan.

tumbuhan obat yang ditemukan diuraikan


telah

lokasi

penelitian.

Setiap

spesies

dikeringkan

hirarki taksonominya dengan berpedoman

kemudian dipindahkan secara hati-hati

pada buku Practical Plant Identification

ke kertas herbarium.

oleh Cullen (2006) dan Ensiklopedia

7. Tempel

yang

2-3

Proses
hari

6. Spesies

berkisar

C.

spesimen

menggunakan

selotip.

(2009).

Selain

mendeskripsikan

8. Bagian tumbuhan yang mudah lepas


atau

Flora

rontok

dari

bagian

tentang

itu

pula

kegunaan

tumbuhan obat yang di dapat.

lainnya

misalnya bunga dan biji maka bagian


tersebut disimpan di dalam amplop

HASIL PENELITIAN
Berdasarkan

identifikasi

yang

kemudian ditempelkan di kanan atas

dilakukan diperoleh 51 spesies tumbuhan

pada kertas herbarium.

obat di Kecamatan Anggrek Kabupaten

9. Tempel label herbarium di bagian


kanan

bawah

kertas

Gorontalo Utara seperti pada tabel 1.

herbarium

Tabel 1. Spesies Tumbuhan Obat Tradisional yang Digunakan Oleh Masyarakat


Kecamatan Anggrek
No

1
1

Nama

Nama

Nama

Tumbuhan

Lokal

Ilmiah

Awar-awar

Bualo

Ficus septic

7
2

Jarak pagar

Bindalo

Jatropha curcas

Jambu biji

Dambu

Psidium guajava

Sirsak

Langge lo walanda

Annona muricata

Tembelekan

Katumbari

Lantana camara

Iler

Polohungo moyitomo

Coleus atropurpurcus

Kumis kucing

Busungi lo tete

Orthosipon spicatus

Cocor bebek

Cocor bebek

Bryophyllum calycinum Salisb.

Jati

Jati

Tectona grandis

10

Pecut kuda

Ti mai-mai

Stachytarpheta jamaicesis L.

11

Pacar air

Kuti-kuti

Impatiens basalmina

12

Patikan kerbau

Tabu lo tutu

Euphorbia hirta L.

13

Bunggudu

Bunggudu

Morinda citrifolia L.

14

Sirih

Tembe

Piper betle L.

15

Jambu monyet

Buah yakis

Anacardium occidentale L.

16

Tomat

Kamate

Solanum lycopersicum L.

17

Brotowali

Polu lo bulia

Tinospora crispa (L.) Hook F.&T.

18

Yodium

Yodium

Jatropha multifida L.

19

Sesuruhan

Iyohuwadala

Peperomia pellucida (L.) H.B.K.

20

Labu kuning

Bolongga

Cucurbita moschata Durch.

21

Ciplukan

Ti epao

Physalis peruviana

22

Sambiloto

Sambilote

Andrographis paniculata Nees.

23

Turi

Turi

Sesbania grandiflora Pers.

24

Keji beling

Keji beling

Strobilanthescrisps

25

Akar kucing

Uwaata lo tete

Acalypha indica L.

26

Tapak dara

Pica piring

Catharanthus roseus (L.) G. Don.

27

Pepaya

Popaya

Carica papaya L.

28

Sembung

Tapulapunga

Blumea balsamifera

29

Kelongo

30

Pagoda

Pagoda

Clerodendron paniculatum Vahl.

8
31

Laping kubu

Walongo

Melanolepis multiglandulosa

32

Bandotan

Wungune

Ageratum conyzoides L.

33

Daun dewa

Guntur batu

Gynura segetum

34

Ketepeng cina

Yindu tuluhe

Cassia alata L.

35

Euporbia

Seku-seku

Euphorbia Dentata

dentata
36

Hiptis

Dungo herani

Hyptis capitata

37

Meniran

Duku ana

Phylanthus urinaria

38

39

Belimbing

Onumo
Lembe tu`e

Averrhoa bilimbi L.

wuluh
40
41

Jeruk nipis

Luati
Limu cui

Citrus aurantifolia (Christm.)


Swin.

42

Kayu jawa

Kayu jawa

Lannea coromandelica

43

Petai cina

Kalamati

Leucaena glauca

44

Sidagon

Pooto heto

Sida acuta Burm.

45

Pinang

Luhuto

Areca catechu L.

46

Temulawak

Temulawa

Curcuma xanthorrhiza Roxb.

47

Serai

Timbuale

Cymbopogon citratus (DC.) Stapf.

48

Lengkuas

Linggoboto

Alpina galanga

49

Kunyit

Alawahu

Curcuma longa L.

50

Tebu

Patodu

Saccharum officinarum L.

51

Jahe

Melito

Zingiber officinale Rosc.

Tabel 2. Tumbuhan Obat dan Pemanfaatannya


No

Nama

Bagian

Tumbuhan

tumbuhan yang
digunakan

Manfaat

9
1
1

2
Awar-awar

Daun

Obat mata merah dan bisul


3

Jarak pagar

Daun, getah

obat panas pada anak, mencret dan sariawan.

Jambu biji

Daun

obat sakit perut, mencret, dan obat luka.

Sirsak

Daun, buah

obat gondok, embeien,

maag, dan batu

ginjal.
5

Tembelekan

Daun, akar

obat luka memar terkena benda tajam dan


panas

Iler

Daun, akar

obat batuk, sakit perut dan terlambat datang


bulan.

Kumis

Daun, akar

obat hamil berair dan encok (sakit pinggang)

kucing
8

Cocor bebek

Daun

obat bengkak

Jati

Daun

obat diabetes dan radang tenggorokan

10

Pecut kuda

Daun, akar

obat luka dan keputihan

11

Pacar air

Akar, daun

obat panas dan keputihan

12

Patikan

Semua

kerbau

tumbuhan

merah, katarak dan usus buntu

Bunggudu

Buah, daun

obat batu ginjal, hipertensi, asam urat, dan

13

bagian obat sakit pinggang, mata

sakit perut
14

Sirih

Daun

obat pembersih daerah kewanitaan dan obat


sakit gigi

15

Jambu

Pucuk

daun, obat maag dan kencing manis

monyet

kulit batang

16

Tomat

Daun, buah

obat bisul, gusi berdarah dan berjerawat

17

Brotowali

Batang, daun

obat malaria, diabetes, usus buntu, dan


penambah nafsu makan

18

Yodium

Getah, daun

19

Ciplukan

Semua

obat luka dan bengkak

bagian Hipertensi

10
tumbuhan
20

Turi

Daun

Rabies

21

Labu kuning

Daun

obat melepuh terkena air panas

22

Sambiloto

Daun

obat asam urat dan kencing manis

23

Keji beling

Daun

Batu ginjal, sakit kuning

24

Pepaya

Akar, daun

Malaria, batu ginjal

25

Akar kucing

Semua

bagian Obat panas

tumbuhan
26

Tapak dara

Akar, daun dan Keputihan


bunga

27

Sembung

Daun

Gatal, panas

28

Kelongo

Kulit batang

Sariawan, TBC

29

Pagoda

Daun, akar

obat radang, haid tidak teratur, hipertensi


dan berak darah

30

Bandotan

Akar, daun

Panas, Luka bakar

31

Daun dewa

Daun

Kencing manis

32

Ketepeng

Daun

obat gatal, panu dan sembelit

Daun

Sembelit

cina
33

Euporbia
dentata

34

Hiptis

Daun

Panas dalam, menghilangkan bau badan

35

Luati

Daun

Menghilangkan bau badan

36

Meniran

Seluruh bagian Malaria


tumbuhan

37

Belimbing

Buah, daun

wuluh

sebagai obat jerawat, hipertensi dan obat


batuk

38

Onumo

Daun

Gatal

39

Jeruk nipis

Buah

Batuk

40

Kayu jawa

Getah,

kulit Obat luka, obat mata

11
batang
41

Petai cina

Daun, biji

Luka baru, cacingan

42

Sidagon

Akar

Asam urat

43

Pinang

Biji, daun

luka dan sakit pinggang

44

Lengkuas

Rimpang

Obat panu, reumatik

45

Temulawak

Rimpang

Liver

46

Serai

Semua

bagian obat pelangsing, keseleo, patah tulang, dan

tumbuhan

menghangatkan badan

47

Kunyit

Rimpang

obat panas dan memperlancar ASI

48

Tebu

Sari tebu

obat hamil berair

49

Jahe

Rimpang

Penghangat tubuh, sakit perut

50

Laping kubu

Daun

Tonsil

51

Sesuruhan

Semua

bagian Obat kencing manis dan sakit kepala

tumbuhan
Petai cina dan pinang; untuk mengobati
kencing manis yaitu Jambu monyet,

Pembahasan
Berdasarkan

hasil

penelitian

Sesuruhan, Sambiloto, Daun dewa; untuk

terdapat 51 jenis tumbuhan obat yang

mengobati

berhasil diinventarisir

Brotowali, Pepaya, dan Meniran; untuk

di Kecamatan

penyakit

mengobati

digunakan untuk mengobati mata merah

Ketepeng

yaitu Awar-awar, Patikan kerbau, dan

mengobati hipertensi yaitu Mengkudu,

Kayu Jaran; untuk mengobati panas yaitu

Ciplukan, Pagoda dan belimbing wuluh;

Jarak pagar, Pacar air, Akar kucing,

untuk mengobati penyakit batu ginjal

sembung,

dan

yaitu Sirsak, Mengkudu, Keji beling dan

Bandotan; untuk mengobati sakit perut

Pepaya; untuk mengobati batuk yaitu Iler,

yaitu Jambu biji, Iler, Mengkudu dan

Belimbing wuluh dan Jeruk nipis; untuk

Jahe; untuk mengobati luka yaitu Jambu

mengobati encok (sakit pinggang) yaitu

biji, Tembelekan, Pecut kuda, Yodium,

Kumis kucing,

Labu kuning, Bandotan, Kayu jaran,

Pinang; untuk mengobati penyakit asam

Tembelekan

cina

yaitu

yaitu

Anggrek. Jenis tumbuhan obat yang

Kunyit,

gatal

malaria

dan

Patikan

Sembung,

Luati;

kerbau

untuk

dan

12
urat yaitu Mengkudu, Sambiloto, dan

susah buang air besar (sembelit) yaitu

Sidagon; untuk mengobati bisul yaitu

Ketepeng cina dan Euporbia dentata;

Awar-awar dan Tomat; untuk mengobati

untuk mengobati menghilangkan bau

mencret yaitu Jarak pagar dan Jambu biji;

badan yaitu Hiptis dan Onumo; untuk

untuk mengobati sariawan yaitu Jarak

mengobati cacingan yaitu Petai cina;

pagar dan Kelongo; untuk mengobati

untuk mengobati liver yaitu Temulawak;

gondok dan embeien yaitu Sirsak; untuk

untuk mengobati keseleo, patah tulang

mengobati maag yaitu Sirsak dan jambu

dan sebagai obat pelangsing yaitu Serai;

monyet; untuk mengobati haid tidak

untuk

teratur yaitu Iler dan Pagoda; untuk

Lengkuas; untuk mengobati tonsil yaitu

mengobati hamil berair yaitu Kumis

Laping kubu; untuk memperlancar ASI

kucing dan Tebu; untuk mengobati

yaitu kunyit; untuk menambah nafsu

bengkak yaitu Cocor bebek dan yodium;

makan

untuk mengobati diabetes yaitu Jati dan

menghangatkan badan yaitu Serai dan

Brotowali;

Jahe.

untuk

mengobati

radang

mengobati

yaitu

reumatik

yaitu

Brotowali;

untuk

tenggorokan yaitu Jati dan pagoda; untuk


mengobati katarak yaitu Patikan kerbau;
untuk mengobati usus buntu yaitu Patikan

Simpulan
Simpulan dalam penelitian yang

kerbau dan Brotowali; untuk mengobati

dilakukan

sakit

Kabupaten Gorontalo Utara adalah:

gigi

dan

pembersih

daerah

kewanitaan yaitu Sirih; untuk mengobati


gusi

berdarah

yaitu

Kecamatan

Anggrek

1. Diperoleh 51 spesies tumbuhan obat

untuk

yaitu Ficus septic, Jatropha curcas,

mengobati sakit kepala yaitu Sesuruhan;

Psidium guajava, Annona muricata,

untuk mengobati jerawat yaitu Tomat dan

Lantana

Belimbing

atropurpurcus, Orthosipon spicatu,

wuluh;

Tomat;

di

untuk

mengobati

camara,

rabies yaitu Turi; untuk mengobati sakit

Bryophyllum

kuning

Tectona

yaitu

Keji

beling;

untuk

calycinum

grandis,

Coleus

Salisb,

Stachytarpheta

mengobati TBC yaitu Kelongo; untuk

jamaicesis L, Impatiens basalmina,

mengobati berak darah yaitu Pagoda;

Euphorbia

untuk mengobati panu yaitu Ketepeng

citrifolia L, Piper betle L, Anacardium

cina dan Lengkuas; untuk mengobati

occidentale L,Solanum

hirta L,

Morinda

13
lycopersicum L, Tinospora crispa (L.)

warisan

Hook F&T, Jatropha multifida L,

moyang.

Peperomia

pellucida (L.)

H.B.K,

2. Perlu

pengetahuan

adanya

dari

penelitian

lanjutan

Cucurbita moschata Durch, Physalis

khususnya

peruviana,

untuk mengetahui kandungan kimia

Andrographispaniculata Nees,

yang terdapat pada jenis tumbuhan

Sesbania

grandiflora

Strobilanthescrisps,

Pers,

Don,

Carica

papaya

balsamifera,
paniculatum

L,

Blumea

Clerodendron
Vahl,

Melanolepis

multiglandulosa, Ageratum conyzoides


L, Gynura segetum, Cassia alata L,
Euphorbia Dentata, Hyptis capitata,
Phylanthus urinaria, Averrhoa bilimbi

farmakologi

obat.

Acalypha

indica L, Catharanthus roseus (L.) G.

dibidang

nenek

DAFTAR PUSTAKA
Badan Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan.
2012.
Panduan
Herbarium, Dokumentasi dan
Deskripsi Tumbuhan.
Brush, S. B. 1994. A non-market
approach to protecting biological
research. In: Greaves, T. (Editor).
Intelectual Property Right for
Indigenous People. Oklahoma
City:Society
for
Applied
Antrophologi.

L,Citrus aurantifolia (Christm.) Swin,


Kelongo (Family Fabaceae ), Onumo
(Family Lamiaceae), , Luati (Family
Piperaceae).
2. Masyarakat

Anggrek

dalam

memanfaatkan tumbuhan obat baik


sebagian atau pun seluruh bagian
tumbuhan obat dengan cara merebus,

Cullen,

J. 2006. Practical Plant


Identification.
New
York:
Cambridge University Press

Dalimartha, Setiawan E.R. 1999. Atlas


Tumbuhan Obat Jilid 1.Jakarta
:Trubus Agriwidya
Fathoni, A. 2011. Metodologi Penelitian
dan Teknik Penyusunan Skripsi.
Jakarta: Rineka Cipta

remas, dikikis/diparut.

Saran
1. Jenis-jenis tumbuhan yang berfungsi
sebagai

obat

dibudidayakan,

tradisional
sehingga

Fakhrozi, Irzal. 2009. Etnobotani


Masyarakat
Suku
Melayu
Tradisional Di Sekitar Taman
Nasional Bukit Tigapuluh. Bogor
: IPB

agar
mudah

didapatkan sebagai upaya pelestarian

Hidayat, Syamsul. 2011. Konservasi Ex


Situ Tumbuhan Obat di Kebun
Raya Bogor. Bogor : IPB

14
Koesoemadinata,R.P.
2000.Geologi
Eksplorasi. Bandung : ITB

Obat
Nusantara.
Yogyakarta.

MedPress.

Yuzammi, at al. 2009. Ensiklopedia


Flora. Bogor : PT. Kharisma Ilmu
Lusia,

O. 2006.Pemanfaatan Obat
Tradisional
Dengan
Pertimbangan
Manfaat
dan
Khasiatnya.
Majalah
Ilmu
Kefarmasian, Vol. III, No.1, April
2006, 01-07.

Nurcholis, M., S. Sumarsih. 2007. Jarak


Pagar dan Pembuatan
Biodiesel.Yogyakarta: Kanisius
Raina.

2011. Ensiklopedia Tanaman


Obat Untuk Kesehatan. Absolut
Jogja. Yogyakarta

Septiatin, Atin. 2009. Apotek Hidup dari


Sayuran dan Tanaman Pangan.
Bandung:Yrama Widya
Siswanto YW. 2004. Penanganan Hasil
Panen Tanaman Obat Komersial.
Jakarta: Penebar Swadaya.
Suhartini. 2009. Kajian Kearifan Lokal
Masyarakat dalam Pengelolaan
Sumber
Daya
Alam
dan
Lingkungan. Yogyakarta : UNY
Suprayitno. 2008. Teknik Pengelolaan
Konservasi
Keanekaragaman
Hayati. Departemen kehutanan
Pusat diklat kehutanan. Bogor
Tjitrosoepomo,
Gembong.
2005.
Taksonomi Tumbuhan Obatobatan. Yogyakarta: Gadjah
Mada University PRESS
Widyaningrum, Herlina & Tim Solusi
Alternatif. 2011. Kitab Tanaman