Anda di halaman 1dari 12

AKUNTANSI HOTEL

Ruang Lingkup Usaha Perhotelan Dan Struktur Organisasi Hotel

OLEH :

KELOMPOK 10

NI WAYAN PUTRI ADNYANI

1306305054

NI WAYAN NOVIA PUSPITASARI

1306305074

LUH AYU REGITA PRATAMI

1306305076

A.A ISTRI INTEN FEBRYANTI

1306305219

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
2016

Page | 1

RUANG LINGKUP USAHA PERHOTELAN DAN STRUKTUR ORGANISASI


HOTEL
1.1 Pengertian Hotel
Pengertian Hotel menurut kamus oxford adalah "Building where meals and rooms are
provided for travelers". Yaitu bangunan yang menyediakan makanan dan minuman serta
layanan kamar kepada para tamu atau orang yang bepergian jauh dari rumah mereka.
Pengertian hotel lain menurut Prof. Fred Lawson, penulis Buku "Hotel and Resort:
Planning and Design. Adalah sebagai berikut Hotel is defined a public establishment
offering travelers, against payment, two basic service accomodation and catering.
Pengertian hotel diatas bila diartikan menjadi "Hotel didefinisikan sebagai tempat
tinggal untuk para pengunjung/pelancong dengan membayar sejumlah uang, dengan dua
pelayanan dasar yaitu akomodasi dan makan minum.
Hotel Proprietors Act (1965) mengatakan hotel adalah suatu perusahaan yang dikelola
oleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makanan, minuman dan fasilitas kamar
untuk tidur kepada orang-orang yang sedang melakukan perjalanan dan mampu membayar
dengan jumlah yang wajar sesuai dnegan pelayanan yang diterima tanpa adanya perjanjian
khusus.
Grolier Electronic Publishing Inc. (1995) mengemukakan bahwa hotel adalah usaha
komersial yang menyediakan tempat menginap, makanan, dan pelayanan-pelayanan lain
untuk umum.
AHMA (American Hotel & Motel Association) hotel adalah suatu tempat yang
menyediakan tempat menginap, makanan dan minuman, dan pelayanan lainnya untuk
disewakan kepada tamu atau orang-orang yang tinggal untuk sementara waktu.
Berdasarkan surat keputusan Menparpostel No.KM 37/PW.340/MPPT-86, tentang
Peraturan Usaha dan Penggolongan Hotel menyebutkan hotel adalah suatu jenis akomodasi
yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk meyediakan jenis penginapan,
makanan dan minuman serta jasa penunjang lainnya bagi umum yang dikelola secara
komersial.
Dari seluruh rumusan dan pengertian di atas, maka yang dimaksud dengan hotel
adalah suatu badan usaha yang bergerak di bidang jasa dan didalamya terdapat beberapa
unsur pokok yang terkandung dalam pengertian hotel, yaitu:

Page | 2

a.
b.
c.
d.
e.

Suatu jenis akomodasi


Menggunakan sebagian atau seluruh bangunan yang ada
Menyediakan fasilitas pelayanan jasa penginapan,
Menyediakan makanan dan minuman serta jasa lainnya.
Fasilitas dan pelayanan tersebut disediakan untuk para tamu dan masyarakat umum

yang menginap.
f. Berfungsi sebagai tempat sementara.
g. Dikelola secara komersial.
Industry hotel terdiri dari beberapa jenis operasi yang berbeda yang menyediakan
produk dan jasa pada klien atau tamu. Ada beberapa karakteristik dari industry hotel (Gray,
1996), yaitu:
-

Usaha musiman (seasonality of business), yang ditunjukkan dengan fluktuasi dalam


volume penjualan pada saat peak season (Agustus, September dan Desember) dan off

season (Maret, April dan Mei).


Mempunyai rantai distribusi dan rentang waktu yang pendek, seperti dalam operasi
jasa makanan, dimana bahan mentah diolah menjadi prosuk jadi kemudian dijual
kembali dan menjadi kas dalam waktu relative singkat, sehingga investasi pada

persediaan nilainya minimal. (biasanya berkisar antara 5% dari total aktiva)


Merupakan industry yang menggunakan tenaga kerja cera intensif, dimana
memberikan pelayanan yang cepat, fasilitas pelayanan selama 24 jam, mengutamakan
kepuasan tamu, sehingga dari hal tersebut beban gaji menjadi elemen utama dan kos

penjualan
Merupakan industry yang menggunakan tenaga kerja cera intensif, seperti kos
konstruksi, furniture, elektronik dan lain-lainnya ( biasanya berkisar 55%-58% dari
total aktiva).

1.2 Jenis Penggolongan Hotel atau Klasifikasi Hotel


Klasifikasi atau penggolongan hotel adalah suatu sistem pengelompokkan hotel
kedalam berbagai kelas atau tingkatan, berdasarkan ukuran penilaian tersebut. Sistem
klasifikasi hotel di dunia berlaianan antara Negara yang satu dengan Negara yang lain. Di
Indonesia pada tahun 1977, dengan keputusan Menparpostel No.PM.10/PW.301/Pdb-77
tentang usaha dan klasifikasi hotel, ditetapkan bahwa penilaian klasifikasi hotel secara
minimum didasarkan pada:
a) Jumlah Kamar
b) Fasilitas
c) Peralatan yang tersedia
d) Mutu pelayanan

Page | 3

Berdasarkan pada penilaian tersebut, hotel-hotel di Indonesia kemudian digolongkan


ke dalam 5 kelas hotel, yaitu: bintang satu sampai bintang lima
Tujuan dari klasifikasi atau penggolongan hotel secara umum adalah:
1) Sebagai pedoman teknis bagi calon investor untuk memilih investasinya dibidang
usaha perhotelan apakah pada hotel berbintang atau melati.
2) Memberikan informasi kepada tamu yang akan menginap dihotel tentang standart
fasilitas yang dimiliki oleh masing-masing jenis dan tipe hotel.
3) Agar terciptanya suatu persaingan yang sehat antara pengusaha hotel.
4) Supaya tercipta keseimbangan antara permintaan dan penawaran dalam usaha
perhotelan.
Peraturan tersebut kemudian diperbaiki dengan peraturan baru yaitu berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi No. KM37/PW.340/MPPT-86
tentang Peraturan Usaha dan Penggolongan Hotel, diberikan penjelasan tentang:
-

Hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh
bangunan untuk menyediakan jasa penginapan, makanan dan minuman serta jasa

penunjang lainnya bagi umum yang dikelola secara komersal (Bab I, pasal 1, ayat b).
Akomodasi adalah wahana untuk menyediakan pelayanan jasa penginapan, yang
dapat dilengkapi dengan pelayanan makan dan minum serta jasa lainnya (Bab I, pasal

1, ayat a).
Penginapan atau Losmen adalah suatu usaha komersial yang menggunakan seluruh
atau sebagian dari suatu bangunan yang khusus disediakan bagi setiap orang untuk
memperoleh pelayanan sewa kamar untuk menginap (Bab I, pasal 2).
Fasilitas usaha hotel sebagai bagian integral dari usaha pariwisata, yang merupakan

usaha akomodasi yang dikomersialkan, meliputi:


-

Kamar tidur
Makanan dan minuman
Pelayanan penunjang lain, seperti tempat rekreasi, fasilitas olahraga, fasilitas laundry
dan sebagainya

Sedangkan penggolongan hotel berdasarkan SK di atas, di tetapkan sebagai berikut:


-

Penggolongan hotel ditandai dengan bintang, dari bintang 1 sampai 5


Syarat penggolongan hotel berdasarkan kondisi fisik:
Besar/kecilnya hotel atau banyaknya kamar:
o Hotel kecil: 25 kamar atau kurang
Page | 4

o Hotel sedang: lebih dari 25-100 kamar


o Hotel menengah: lebih dari 100-300 kamar
o Hotel besar: lebih dari 300 kamar
Kualitas, lokasi dan lingkungan bangunan
Fasilitas yang dimiliki hotel untuk tamu
Kelengkapan peralatan yang terdedia
Kualitas bangunan tata letak ruang dan ukuran ruang
Operasional/manajemen meliputi:
Struktur organisasi , uraian tugas dan manual kerja secara tertulis
Tenaga kerja, spesialisasi dan tingkat pendidikan karyawan
Pelayanan meliputi:
Keramahan, sopan dan menggunakan seragam
Pelayanan mengacu pada kebutuhan dan keinginan tamu
Pelayanan dibuka selama 24 jam (hotel bintang 4 dan 5)

United State Lodging Industry membagi hotel menjadi beberapa jenis, yaitu:
-

Transient Hotel, hotel yang lokasinya di tengah kota dengan jenis tamu yang

menginap sebagian besar adalah untuk urusan bisnis dan turis.


Residential hotel, hotel yang pada dasarnya merupakan rumah-rumah berbentuk
apartemen dengan kamar-kamarnya, dan disewakan secara bulanan atau tahunan yang
menyediakan keudahan-kemudahan seperti restoran, layanan makanan yang diantar

ke kamar, dan pelayanan kebersihan kamar.


Resort hotel, hotel yang pada umumnya berlokasi di tempat-tempa wisata, dan
menyediakan tempat-tempat rekreasi dan juga ruang serta fasilitas konferensi untuk
tamu-tamunya.

Dilihat dari jaringan pemasarannya, ada 3 kelompok jaringan pengusaha hotel:


-

Jaringan hotel internasional


Adalah jenis hotel yang pengelolaannya dibawah hotel jaringan internasional

sehingga pemasaran dan fasilitas antara jaringan tersebut akan sama.


Jaringan hotel nasional
Adalah jenis hotel yang pengelolaannya dibawah hotel jaringan nasional sehingga

pemasaran dan fasilitas antara jaringan tersebut akan sama.


Hotel yang dikelola secara independen
Adalah hotel yamg dimiliki secara personal segingga dari segi pemasaran dan
pengelolaannya tergantung pada pemiliknya.

Dilihat dari tipe harga kamar yaitu penetapan harga kamar yang dikaitkan dengan penyediaan
atau penjualan makanan, maka hotel dikelompokkan menjadi:

Page | 5

a) European Plan (EP)


European plan adalah sistem satuan harga hanya untuk kamar saja, sedangkan harga
makanan tidak termasuk dalam satuan harga kamar. Jika ada tamu ingin makan, dan
minum maka tamu dapat menggunakan fasilitas restaurant yang ada di hotel, dan
harga makanan dan minuman dikenakan diluar kamar.
b) American Plan (AP)
American plan adalah suatu sistem harga sewa kamar sudah termasuk harga makanan
yang disajikan kepada tamu, tanpa memperhatikan apakah tamu tersebut makan atau
tidak. Sistem American Plan dapat dibedakan menjadi dua:
Full American Plan adalah hotel sudah memasukkan keharga kamar plus tiga

kali makan, yaitu: breakfast, lunch, dan dinner.


Modified American Plan adalah hotel sudah memasukkan keharga kamar plus

makan dua kali, yaitu: breakfast dengan lunch atau breakfast dengan dinner.
c) Continental Plan (CP) adalah hotel sudah memasukkan keharga kamarnya makan satu
kali, yaitu breakfast dan jenis makan breakfast adalah makanan continental.
d) Bermuda Plan (BP) adalah hotel sudah memasukkan harga kamarnya makan satu kali,
yaitu breakfast dengan jenis makan breakfast adalah makanan ala American atau
English.
Kebanyakan hotel kecil, dikelola secara langsung oleh pemiliknya, tetapi pada hotel besar
terdapat pemisah antara pengelola dan pemiliknya. Dilihat dari kepemilikan dan
manjemennya, hotel dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:
1) Proprietary ownership
2) Franchise
3) Management Contract
Jenis-jenis kamar pada hotel dilihat dari fasilitas tempat tidur yang ada dikamar pada
dasarnya dapat dibedakan menjadi:
a. Single room adalah kamar untuk satu orang yang dilengkapi dengan dua buah tempat
tidur berukuran single untuk satu orang.
b. Twin room adalah kamar untuk dua orang yang dilengkapi dengan dua buah tempat
tidur berukuran single
c. Double room adalah kamar untuk satu orang yang dilengkapi dengan satu buah
tempat tidur berukuran double untuk dua orang.
d. Double-Double room adalah kamar untuk empat orang yang dilengkapi dua kamar
dengan dua buah tempat tidur berukuran double untuk dua orang.

Page | 6

Adapun jenis kamar menurut harga atau tariff dan fasilitas yang ada dikamar
dibedakan menjadi:
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Standard room
Superior room
Moderate room
Suite room
Executive suite room
Penhouse

1.3 Sejarah Perkembangan Hotel di Eropa dan Amerika


Kata hotel dulunya berasal dari kata HOSPITIUM (bahasa Latin) artinya ruang tamu.
Dalam jangka waktu lama kata hospitium mengalami proses perubahan perubahan pengertian
dan untuk membedakan antara Guest Room dan Masion House yang berkembang pada saat
itu, maka rumah-rumah besar disebut HOSTEL. Kata hostel lambat laun huruf s pada kata
hostel tersebut menghilang atau dihilangkan orang, sehingga kata hostel berubah menjadi
hotel seperti yang dikenal sekarang.
Pada tahun 3000 Sebelum Masehi telah ada penginapan pertama yang berbentuk
"inn", yaitu rumah-rumah pribadi dengan beberapa kamar yang disediakan bagi pejalan kaki
untuk istirahat atau tidur. Kemudian tahun 961 Sesudah Masehi, di Swiss-Alpine, Augustinian
Monks membangun hotel Le Grand Saint Bernard Hospice yang diperuntukkan bagi orang
yang berziarah dari dan ke Roma.
City Hotel dibangun pertama kali di New York pada tahun 1794. Tahun 1800-an,
Amerika menjadi negara pengembang usaha hotel yang utama, tapi karena harganya mahal
hanya kaum hartawan yang dapat menikmati menginap di hotel mewah bergaya Eropa.
Kemudian pada tahun 1829, Hotel Tremont House di Boston Amerika yang pertama kali
melengkapi hotelnya dengan lobby dan menyediakan kamar privat dengan pintu kamar
dipasang kunci pengaman.
Awal tahun 1990-an, pelayanan hotel secara professional mulai dikembangkan oleh
Ellsworth M. Statler, seorang operator hotel Amerika, yang melengkapi kamar dengan kamar
mandi privat dan kaca rias yang lebar. Pada pertengahan tahun 1900-an, mulai
berkembangnya hotel-hotel yang dikelola oleh suatu mata rantai pengelola usaha hotel
(individu atau suatu perusahaan yang memiliki beberapa hotel).
1.4 Sejarah Perkembangan Hotel Di Indonesia

Page | 7

Pada jaman penjajahan Belanda sudah ada usaha akomodasi yang dikelola secara
komersial, tapi belum dikelola secara modern, seperti:
-

Hotel Savoy Homan di Bandung dibangun tahun 1888, kemudian direnovasi tahun

1937 dan selesai tahun 1939.


Hotel Preanger dibangun tahun 1897, kemudian baru pada tahun 1928 menjadi hotel

yang lebih terkonsep.


Hotel Mij De Boer, hotel yang paling megah di Medan, didirikan tahun 1898 oleh
Aeint Herman De Boer (Belanda), yang diperuntukkan bagi penguasa perkebunan dan
pejabat pemerintah Belanda. Dalam rangka nasionalisasi pada tanggal 14 Desember
1957 diambil alih Indonesia dan berganti nama menjadi Hotel Dharma Bhakti,

kemudian diubah lagi menjadi Hotel Dharma Deli.


Grand Hotel de Djokya, hotel lama di Malioboro, Yogyakarta didirikan tahun 1908
dan beroperasi tahun 1911, kemudian setelah renovasi diganti menjadi Hotel Garuda.
Perkembangan hotel modern ( dibangun dan dikelola dengan menggunakan konsep

konsep manajemen hotel modern ) di Indonesia diawali dengan dibukanya Hotel Indonesia
diJakarta pada tahun 1962. Kemudian Industri pariwisata Indonesia makin menanjak saat
kepariwisataan di Bali mulai mendapatkan perhatian serius. Pada tahun 1963, dibangunlah
Hotel Bali Beach. Tak berbeda jauh dengan Bali, kehidupan pariwisata di daerah lain pun
turut bangkit. Seperti di Malang, Jawa Timur, yang mempunyai beberapa objek wisata
potensial. mulai dibangun hotel-hotel yang menunjang industri pariwisata. Begitu juga di
kota-kota lain misalnya, Surabaya dan di kota Bandung.
Saat ini, pertumbuhan industri hotel dan restoran di luar pulau Jawa berpotensi besar
untuk mengungguli pulau Jawa. Karena di pulau Jawa sudah cukup, bahkan di beberapa
daerah sudah over supply. Antara lain di Jawa Tengah, Yogyakarta, DKI Jakarta, dan Banten.
Seperti Medan, Pertumbuhan hotel dan restoran kurang lebih sebesar lima persen
dibandingkan tahun 2010. Sekretaris Jenderal Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia
(PHRI) Carla Parengkuan mengatakan, pertumbuhan itu didorong oleh makin banyaknya
wisatawan mancanegara dan domestik yang menggunakan jasa hotel dan restoran sebagai
pelengkap perjalanan mereka. Sehingga dapat disimpulkan bahwa salah satu indikator hotelhotel di Indonesia mengalami perkembangan yang pesat adalah semakin banyaknya
pembangunan hotel-hotel di Indonesia. selain itu, kepercayaan masyarakat internasional
terhadap keamanan di Indonesia juga tercermin dari semakin lamanya wisman tinggal di
hotel-hotel.
1.5 Struktur Organisasi Hotel
Page | 8

Prinsip-prinsip pengelolaan manajemen hotel pada hakekatnya adalah sama dengan


prinsip-prinsip

manajemen

organisasi

perusahaan

pada

umumnya.

Prinsip-prinsip

pengelolaan manajemen hotel didasarkan pada falsafah dan gaya manajemen yang dimiliki
oleh pemilik manajemen hotel. Falsafah dan gaya manajemen yang bersifat konservatif atau
agresif akan jadikan sebagai suatu dasar untuk menetapkan visi dan misi perusahaan.
Berdasarkan visi dan misi tersebut, maka hotel akan menyusun sasaran-sasaran yang
hendak dicapai dalam bentuk kebijakan-kebijakan perusahaan, seperti:
a.
b.
c.
d.
e.

Pangsa pasar yarng dituju;


Jenis produk yang dihasilkan;
Standar produk yang dihasilkan;
Keuntungan yang ingin dicapai;
Pola hubungan antara perusahaan dengan karyawan, pemasok, komunitas, dan
masyarakat disekitarnya.
Struktur organisasi menunjukan suatu tingkatan hirarkis, di mana dari struktur

organisasi tersebut dapat diketahui bagian-bagian yang ada dihotel, hubungan antara bagian
dihotel serta hubungan antara atasan dan bawahan. Dasar penyusunan organisasi antara hotel
yang satu dengan hotel yang lain mempunyai kesamaan, karena setiap hotel mempunyai
produk layanan yang sama, yaitu: sewa kamar, makanan dan minuman, sarana olahraga,
kasino dan produk lainnya. Akan tapi bentuk dan luas organisasi hotel akan berbeda antara
hotel yang satu dengan hotel yang lainnya. Perbedaan tersebut disebabkan karena adanya
perbedaan-perbedaan:
a.
b.
c.
d.
e.

Tipe dan jenis hotel;


Bangunan hotel (besar atau kecil) ;
Fisik bangunan hotel;
Kemampuan tenaga kerja yang ada di dalamnya
Sistem manajemen dan pengelolaan yang diberlakukan.
Struktur organisasi dirancang sesuai dengan kebutuhan hotel, semakin besar dan

lengkap fasilitasnya maka struktur organisasinya juga semakin komplek. Berdasarkan


struktur organisasi dpat ditentukan perkiraan jumlah karyawan yang dibutuhkan secara
keseluruhan. Struktur oganisasi pada hotel biasanya disusun berdasarkan fungsionalnya,
seperti: marketing, accounting, personel, dan produksi. Struktur organisasi merupakan bagan
organisasi dan rantai perintah. Dari struktur organisasi karyawan dan organisasi di dalamnya
mendapatkan informasi:

Page | 9

1. Kedudukan dirinya dalam organisasi, dalam batas dan jalur wewenang serta tanggung
jawabnya sehingga mengurangi kebingungan karyawan untuk mendiskusikan komplin
sesuai rantai komando.
2. Mengetahui jenjang karier yang jelas melalui hirarki yang ada dalam jabatan-jabatan
di struktur organisasi.
3. Memberi informasi tanggung jawab untuk jalur intruksi.
4. Menunjukkan jalur koordinasi dan kerjasama antar bagian melalui departemen dan
seksi-seksi yang ada dalam organisasi, juga fungsi serta tugas masing-masing
departemen dan seksi-seksi yang ada sehingga meningkatkan efisiensi.
Dari struktur organisasi dapat dipersiapkan analisis jabatan (Job Analysis) yang terdiri dari:
1. Uraian tugas (Job Description);
2. Standar manual pekerjaan (Standart operational procedure/SOP);
3. Spesifikasi jabatan (Job Specification);
1.6 Departemen Dalam Hotel
Room Departement:
-

Front Office, berfungsi dalam memberikan pelayanan pada bagian depan hotel.
Room Division, berfungsi dalam administrasi yang berkaitan dengan kamar.
Housekeeping, berfungsi dalam masalah penyiapan dan pembersihan kamar.
Reservation, berfungsi menerima reservasi dari tamu atau agen.
Roommaid/roomboy, berfungsi menyiapkan dan membersihkan kamar.
Bellboy, berfungsi memberikan pelayanan mengantar dan membantu tamu membawa

barang.
Operator, berfungsi memberikan pelayanan melalui telepon.

Food & Beverage Departement:


-

Cook, berfungsi menyiapkan menu sesuai order dan bertugas pada F&B produksi.
Steward, berfungsi membantu cook dan membersihkan peralatan di dapur.
Waiter/Waitress, berfungsi memberikan pelayanan pada tamu dan bertugas pada F&B
service.

Accounting Departement:
-

General Cashier, berfungsi mengadministrasikan penerimaan dan pengeluaran kas dan

bertugas pada back office.


Income Auditor, berfungsi melaporkan pendapatan hotel dan bertanggung jawab atas

pengendaliannya.
Credit, berfungsi melakukan analisa kredit dan kebutuhan modal kerja hotel.
Page | 10

Staff (Account Receivable, Account Payable), berfungsi membantu pengadministrasian

piutang dan hutang.


Bookkeeper, berfungsi membuat penyesuaian dan memposting data akuntansi serta

menyusun laporan keuangan.


Marketing/sales, berfungsi dalam administrasi pemasaran hotel.
Personnel, berfungsi atas administrasi karyawan hotel.

Minor Departement:
-

Operator, berfungsi memberikan pelayanan telepon.


Laundry, berfungsi memberikan pelayanan laundry.
Sport, berfungsi memberi pelayanan fasilitas olah raga
Sauna dan lain-lain.

Fungsi Lain:
-

Purchasing, berfungsi melakukan pembelian barang keperluan hotel.


Security, berfungsi menjaga keamanan hotel.
Houseman, berfungsi melakukan pembersihan area diluar kamar.
Gambar Struktur Organisasi Hotel
General manajer
Excecutive Assistant
Manager
Room
division

housekeepi
ng

F&B
Division

Front office

linen

Accounti
ng

Food
Production

Engineerin
g

Marketin
g

F&B
Service
Bar

reception
Public
area

Reservation
information

Restaurant
Banquet

Page | 11

Refrensi
Widanaputra. A.A.GP.2009. Akuntansi Perhotelan. Yogyakarta: Graha Ilmu
http://yoan-luph.blogspot.co.id/2011/09/sejarah-perkembangan-hotel-di-indonesia.html?m=1

Page | 12