Anda di halaman 1dari 95

Prof Dr Suhartono Taat Putra, dr, MS

email taatputra@yahoo.com
taatputra@fk.unair.ac.id
taatputra@gmail.com
Medical Reasearch Unit (MRU)
School of Medicine
Airlangga University
2010

Peran Filsafat, terutama Filsafat


Ilmu dalam pendidikan Profesi
masih memerlukan pencerahan

Sebelum menjawab pertanyaan tsb


sebaiknya kita fahami dulu ontologi
dan epistemologi Filsafat, terutama
Filsafat Ilmu.

Setelah tiga abad manusia terkungkung oleh


dongeng, tahayul dan mitos manusia terus
merenung mencari jawab yang
memuaskan yang bersifat akaliah.
Filsafat bergerak keluar
dari mitos menuju ke pikir

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang


paling sempurna

JENIS PENDIDIKAN
DI INDONESIA
VOKASI (D3, D4)
AKADEMIK (SKed, S2, S3)
PROFESI (Nurs, dr, Sp 1, Sp 2)

Logika untuk berpikir menyelesaikan masalah


mendasar untuk hidup (non ilmiah)

Logika untuk berpikir menyelesaikan masalah


ilmiah

Inteligency Quotient (IQ) Kemampuan penalaran


Emotional Quotient (EQ) - kemampuan mengenal
emosi, mengelola emosi, motivasi, empati, dan
memimpin orang lain

Spiritual Quotient (SQ) - Kemampuan memahami


hidup secara positif

Adversity Quotient (AQ) - ketahanan thd kegagalan


(kemampuan bangkit dari kegagalan).

Multiple Inteligence Quotient (MIQ) kemampuan


mengembangkan potensi diri secara maksimal

Philos = philia = cinta


Sophia = kearifan
Philosophia = Cinta Kearifan
Kearifan yang sesungguhnya hanya Allah
semata yang memiliki

merupakan perenungan reflektif


(pengenalan intuitif dari jiwa) terhadap
hidup dan kehidupan, sebagai upaya
manusia berakal,
untuk mencari azas dan hakekat dari hidup
dan kehidupan
(sebagai usaha mencari kebenaran)

merupakan tingkatan pengetahuan yang


tersendiri atau tingkatan pengetahuan yang
otonom.
Usaha mencari jawaban atas berbagai
pertanyaan atau persoalan hidup dan
kehidupan.
Pemberdayaan akal yang mampu
mengembangkan IQ, EQ, SQ, AQ, dan MIQ
sehingga sukses dalam hidup

Living thought and thoughtfull living


Hidup berpikir dan pemikiran sedalam
mungkin tentang hidup dan kehidupan
Berfilsafat hakekatnya berusaha mencari
tahu tentang azas dan hakekat hidup dan
kehidupan

Mengajarkan kepada kita untuk


berpikir secara:
kritis
skeptis
analitis
sistematis

Istilah phylosofphia dikenalkan oleh


Pythagoras
Pythagoras pencinta kearifan
(philosophos = philosopher filsuf)
Filsafat Pythagoras
Bilangan memerintah jagat raya
(number rules universe)

FILSAFAT SOCRATES (469-399


SM)
Filsafat diartikan sebagai
principles of the just and happy life
Pengetahuan adalah kebajikan, dan
kebajikan adalah kebahagiaan

REVELASI
Revelasi merupakan cara mencari tahu berdasar pengalaman pribadi

OTORITAS
Otoritas merupakan cara mencari tahu berdasar informasi dari yang lebih
berkuasa

INTUISI
Intuisi merupakan mencari tahu di luar rasio

COMMON SENSE
Merupakan hasil penggalian ingatan akan faktor yang pernah dialami di
masa lampau

SAIN
Mencari tahu secara rasional, bersifat probabilitas, tidak mutlak, dan
tentatif

Kapan manusia mulai berfilsafat ?


1. Pengetahuan dimulai dari
rasa ingin tahu
2. Kepastian dimulai dengan
rasa ragu
3. Filsafat dimulai dari
keduanya
(karena ragu & ingin tahu)

Menurut Filsuf, jenis manusia


berdasar pengetahuannya:
1. Manusia yang tahu
di tahunya
2. Manusia yang tahu
di tidak tahunya
3. Manusia yang tidak
tahu di tahunya
4. Manusia yang tidak
tahu di tidak
tahunya

Bagaimana cara mendapatkan


pengetahuan yang benar ?
Mudah saja.
Ketahuilah yang kau
ketahui dan yang tidak
kau ketahui (mampu
membedakan yang
sudah dan yang belum
diketahui).

1. Orang pandai adalah orang yang


mampu belajar dari kesalahan orang
lain
2. Orang biasa adalah orang yang
mampu belajar dari kesalahannya
3. Orang bodoh adalah orang yang tidak
mampu belajar dari kesalahan diri
sendiri

PERMASALAHAN POKOK YANG


DIKAJI FILSAFAT
1. Apa yang disebut BENAR dan SALAH,
yang dikenal sebagai kajian LOGIKA
2. Apa yang disebut BAIK dan BURUK,
yang dikenal sebagai kajian ETIKA
3. Apa yang disebut INDAH dan JELEK,
yang dikenal sebagai kajian ESTETIKA.

AGAMA PERSEPSI AGAMA


ILMU - PERSEPSI ILMU
SENI PERSEPSI SENI

Pengetahuan adalah semua yang


diketahui manusia tentang semua
yang dilihat dan dipikirkan (logika
alami)

EMPERISM

Dipelopori oleh Francis Bacon-Thomas Hobbes-John LockeDavid Hume (1561-1776)


RASIONALISM
Menurut Emperism, pengetahuan bermanfaat, pasti dan benar
Dipelopori
Immanuel
Kantmelalui
(1724-1804),
yang
Mencari oleh
jawab
rasa
ingin
tahu
hanya
dapat
diperoleh
lewatlogika
inderaberpikir
mengakui
peran
akal
dansbg
emperis.
Bilasegala
Dipelopori
Thales
(624-548
SM)
Menurut Hobbes,
pengalaman
indrawi
permulaan
keduanya
dipadukan
dan
secara
pengenalan.
Hanya
sesuatu
ygdifungsikan
dapat
ditangkap
indera,
Pucak
keemasan
pada
zaman
yang merupakan
kebenaran.
Pengetahuan
intelektual
benar,
artinya emperis
berfungsi
menangkap
Socrates-Plato-Aristoteles
(469-322
SM)
(rasional)
yangakal
didapat
secara
deduktif
hanya
obyek dan
berfungsi
mengelola
merupakan
penggabungan
data maka
indrawidiperoleh
belaka.
Socratesobyek
terkenal
denganbenar
Logika-Dialektika
tangkapan
secara

CRITICISM

pengetahuan yang benar dan akurat.

Menurut John Locke, semua pengetahuan berasal dari


pengalaman. Akal ibarat kertas putih yg ditulisi
pengalaman lewat proses kerjasama antara refleksi
(pengenalan intuitif dari jiwa) dan sensasi (pengenalan
yang datang dari luar) lahir ide.

PERKEMBANGAN BERPIKIR
MANUSIA

Segenap pemikiran reflektif (intuitif


dari jiwa) terhadap berbagai
persoalan tentang segala hal yang
terkait dengan landasan ilmu dan
hubungan ilmu dengan segala
segi kehidupan

Filsafat Ilmu diperoleh dengan cara


melakukan perenungan reflektif (intuitif
dari jiwa) terhadap Ilmu.

Pengetahuan adalah yang diketahui


manusia tentang suatu obyek yang
diminati atau yang diperhatikan dan
dipikirkan.

Pengetahuan manusia meliputi


agama, ilmu, dan seni.

KONSEKWENSI AKAL
RASA INGIN TAHU
INGIN MENDAPATKAN MANFAAT

LOGIKA
ALAMI
SAIN

ILMU
PENGETAHUAN
PENGETAHUAN
BERKEMBANG
BERKEMBANG

AKAL MANUSIA
OBJEK / FENOMENA

PENGETAHUAN

Pengetahuan
AGAMA
Agama

Pengetahuan
ILMU
Ilmu

Pengetahuan
SENI
Seni

Agama merupakan hal yang sensitif


untuk dibahas lanjut bila tidak
didasari kejernihan pikiran
(tidak dikendalikan nafsu)

Pengetahuan Agama merupakan pemikiran


alami seseorang dalam mempersepsi agama
(persepsi agama).
Bersifat subyektif dan sangat ditentukan
oleh kemampuan pikiran (alami) seseorang

PERINTAH PUASA
(Al Baqarah, 183)

MASALAH
PEMAHAMAN
(PERSEPSI)
ADA TIGA
TAHAPAN PUASA
Bertaqwa

Tradisi
Maqfiroh

Rahmat

Beriman

Bebas jilatan
api neraka
Perlu banyak uang,
untuk beli yang baru,
belanja berlebihan,
harus kumpul keluarga pada
kondisi tak memungkinkan, dll.
Semua itu sebagai
perwujudan
mengumbar hawa nafsu.

MENGAPA PERSEPSI AGAMA


BERBEDA?
AGAMA vs TRADISI
Anggapan bahwa
silahturahim & maaf-memaafkan

harus

dilaksanakan saat lebaran,


perlu dikaji ulang.

urang tepat
fenomena ini
na mudik)

Ilmu Pengetahuan merupakan pengetahuan


manusia yang diperoleh dengan
menggunakan metode ilmiah sehingga
terstandarisasi dengan benar, objektif, dan
sangat ditentukan kemampuan penalaran
yang berbasis pada logika ilmiah

Berpikir yang menggunakan logika ilmiah yang


bertujuan menarik simpulan yang bersifat ilmiah.
Berpikir ilmiah mempunyai karakter, antara lain
sistematis, runtut atau koheren dengan teori
sebelumnya, mempunyai kebenaran yang
bersifat relatif atau tentatif, obyektif dan bersifat
universal tidak diskriminatif.

Sistematis dan runtut


Sistematis mempunyai makna sesuai dengan kaidah penalaran yang sahih,
sedang runtut mempunyai makna terdapat keselarasan antar
komponen.

Obyektif
Obyektif mempunyai makna bahwa hasil berpikir ilmiah harus mengacu
pada obyek (data) dan bukan tafsiran dari penyimpul.

Skeptis
Skeptis mempunyai makna bahwa kebenaran hasil berpikir ilmiah bersifat
relatif dan tentatif serta fragmatis.

Universal
Universal mempunyai makna bahwa hasil berpikir ilmiah berlaku secara
umum dan tidak diskriminatif.

Berpikir ilmiah memerlukan:


1.
2.
3.
4.

Logika (berpikir penalaran).


Bahasa yang benar (komuniksi benar)
Matematika (berpikir ilmiah deduktif)
Statistik (berpikir ilmiah yang sahih)

Pengetahuan
Berbasis
Metode ilmiah
Logika sain
Ilmu pengetahuan

METODE ILMIAH

Ilmu Pengetahuan merupakan Pengetahuan manusia


yang diperoleh dengan menggunakan metode
ilmiah.
Pengetahuan manusia masih subjektif, dan berbeda
dengan ILMU PENGETAHUAN yang bersifat
objektif.

Metode Ilmiah
merupakan prosedur untuk mendapatkan ilmu
pengetahuan.
Metodologi Ilmiah
merupakan ilmu yang mempelajari tentang cara
pendekatan untuk menyusun informasi, konsep,
teori, model dan strategi dalam pengembangan
Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Seni

LOGIKA SAIN
Binatang adalah makluk hidup berkaki empat
Anjing makluk hidup berkaki empat
Penalaran tidak langsung menggunakan premis
Jadi anjing adalah binatang
yang sudah teruji secara universal (objektif)

Postberkaki
Modern
Binatang
empat
Premis merupakan
pengalaman
Anjing berkaki
empat subjektif
Jadi anjingtidak
adalahdemensia
binatang
Muryono
Murjono lama merokok
Jadi merokok tidak menimbulkan demensia

TIGA PERTANYAAN KRITIS


1. Apa itu? (Ontologis)
2. Bagaimana itu terjadi? (Epistemologis)
3. Mengapa itu terjadi? atau
Untuk apa itu terjadi? (Aksiologis)

FENOMENA
DIKRITISI
MASALAH

DIKRITISI
METODE ILMIAH
dg LOGIKA ALAMI

PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN

ILMU
PENGETAHUAN
PENGETAHUAN

Kapan kegiatan ilmiah dimulai?


Menurut Ritchie Calder
1. Minat atau perhatian terhadap suatu
obyek akan memunculkan pengamatan.
2. Pengamatan yang dilandasi oleh minat
atau perhatian serius akan memunculkan
masalah atau kesukaran yang dirasakan.
3. Manusia mempunyai naluri ingin
memecahkan masalah, dengan logika
ilmiah membangun konsep solusi.

PENDEKATAN DG METODE ILMIAH


1. Memperhatikan, mencermati,
mengkritisi fenomena yg menarik
perhatian;
2. Menemukan Masalah (problem) dan
dinarasikan sbg problem statement
3. Menyusun Tujuan Kajian / Penelitian
4. Menyusun Konsep Solusi
5. Dibuktikan dan menghasilkan
penjelasan atau teori

PEMIKIRAN
LOGIS
(DEDUKTIF)

DIKRITISI
Alur ini sesuai dengan urutan
alur kegiatan ilmiah (Ritchie
Calder)

menghasilkan

Abstraksi
Ekstrapolasi
Sintesis

Mengapa burung ini tidak terbang


ketika saya dekati?

London, 1988

PSYCHOLOGY

Psychologys intellectual parents (19th century)


philosophy and physiology

Psychology should be the scientific


study of consciousness (Wilhelm Wundt, 1879).
Psychology as a science of behavior,
stimulus-response relationships
(Watson, 1913)
Unconcious a determinant of behavior,
(Sigmund Freud, 1900, 1933),
A return to Watsons behavior (Skinner, 1953)
Psychology is the science that

behavior and the physiological


and cognitive processes that underlie behavior,
studies

(Weiten, 2004)

perhatian lebih
Timbul
rasa ingin tah
Mencari tahu
Membangun
KK

Apa yang kita


pikirkan
bila melihat
fenomena
seperti
ini?

Ketika lempeng menutup maka air tersebur

Suatu renungan
filsafati Tsunami

Nasi goreng terpanjang

Restoran unik

Bayi berdiskusi

Mirip siapa???

Fenomena Galen (200 AD)

Perfektionis
Realistis
Perempuan melankolis lebih rentan menderita kanker payudara dp sanguin

MASALAH
Sejauh ini peningkatan kerentanan infeksi
pada perempuan melankolis masih belum
dapat dijelaskan
Fakta 1
Fakta 2

TUJUAN
TUJUAN UMUM

Menjelaskan peningkatan kerentanan


infeksi yang terjadi pada perempuan
melankolis
TUJUAN KHUSUS

Baru akan disusun setelah mempunyai


kerangka konseptual

MENYUSUN
KERANGKA KONSEPTUAL
Untuk menyusun Kerangka Konseptual
diperlukan pelacakan informasi ilmiah
yang luas, melakukan abstraksi,
ektrapolasi dan sintesis

Tipe sanguinis
Lugu, polos, energik dan
selalu melakukan hal yang cerdik,

lebih menghayati kehidupan yang menyenangkan,


menarik dan mengilhami orang lain.
Ceria, kuat, ekspresif dan
menyenangkan bagi siapa saja

Tipe melankolis
Mendalam, penuh pikiran dan analistis, serius, tekun, genius dan
intelek, berbakat, kreatif, menyukai daftar, bagan, diagram, grafik,
sadar perincian, tertib, terorganisasi, teratur, rapi, perfeksionis,
ekonomis, penuh perhatian dan belas kasihan yang mendalam,
mencari teman hidup yang ideal.

Stressor
Sanguin
Mempunyai
Coping
Mechanism
baik

Coping
mechanism

Melancholis
Mempunyai
Coping
Mechanism
jelek

Stress
Eustress

Distress

PSYCHONEUROIMMUNOLOGY
Psychoneuroimmunology is a rather new science, which tries
to understand the interaction between the immune
system, being neologism
the defence apparatus
ill making
Merupakan
atauagainst
istilah
baru
instruders or malfunctioning cell of an organism, the
mempunyai
konsep
nervousyang
system
, controlling all body
functions and the
(more difficult to define)bahwa
psyche (Matter Walstra, 1999)

imunoregulasi tidak otonom


karena dipengaruhi
Psychoneuroimmunology
is the study of the interaction
among behavior
, neural
& endocrine
kinerja
sistem
saraf
pusat function,
(otak)and
immune system processes (Ader, 2000)

PNI as Field of Study


P

PNI as field of study adalah PNI merupakan istilah untuk menggambarkan


area masalah sedang dalam menyelesaikan masalah setiap paradigma yang
ada, yaitu Psikologi, Neurologi, dan Imunologi masih berdiri sendiri
(Putra, 1993).

PNI AS SCIENCE

P sych olo gy

N eu r o lo gy

Im m unolo gy
Putra, 1993

P sy ch o n eu r o im m u n o lo gy

OTAK

BEHAVIOR
H A
NEUROHORMONAL
Neuropeptida
P N
Neurotransmitter
A S
Hormonal
AXIS
AXIS
Sitokin

IMUNITAS

KERANGKA KONSEPTUAL
Perempuan
Sanguin

Perempuan
Melankolis

Coping
baik

Coping
jelek

Eustress

Distress

Kortisol +

Kortisol +++

Patogen

Neu
Li-IgM

Neu

Imunitas
IgG

Imunitas
Infeksi -

Infeksi +++

IgG

Li-IgM

Perempuan
Sanguin
Coping
baik

Coping
jelek

Eustress

Distress

Kortisol +

Kortisol +++

Neu
Li-IgM

Perempuan
Melankolis

karsiogen

Neu

Imunitas
IgG

Kerentanan
Kanker
Payudara <

Kerentanan
Kanker
Payudara >

Imunitas
IgG

Li-IgM

TUJUAN KHUSUS
1. Membuktikan peningkatan kadar
kortisol pd perempuan melankolis.
2. Membuktikan penurunan imunitas
yang dicerminkan jumlah netrofil,
prosentase limfosit penghasil
imunoglobulin (Ig) M dan kadar Ig
G pd perempuan melankolis.

HIPOTESIS
Jawaban sementara dari
Rumusan Masalah
(Research Question)
Hipotesis tidak harus selalu ada dalam
suatu penelitian

Tinggal menyesuaikan dengan Tujuan


Khusus

St
re

so
r

l
a
i
s
o
s
o
k

i
Ps
P
sik
r
o
o
s
s
e
o
r
sia
t
S
l
TUJUAN

Menjelaskan peningkatan gangguan


gastrointestinal yang tinggi
di kehidupan kota besar

FENOMENA
Gangguan
gastrointestinal di
Kehidupan kota
sangat tinggi
MASALAH
Sejauh ini
peningkatan
gangguan
gastrointestinal di
kehidupan kota
besar belum dapat
dijelaskan

Masalah tersebut
diselesaikan dengan
penelitian model

Kerangka Konseptual
mencerminkan
kemampuan
inteletual
yang dapat
dipelajari

1. Membuktikan perubahan CRF, ACTH, Kortisol,


sel penghasil IL-1, limfosit penghasil IFN-, IL10, SP, VIP, IgM, IgA, dan CRF-R1 pada
mukosa usus tikus yang terpajan renjatan
listrik 1 dan 2
2. Mendapatkan diskriminator perubahan yang
terjadi di mukosa usus tikus akibat renjatan
listrik 1 dan 2

Pada
kondisi akut,
Kesimpulan
sinyal stresor
Penelitian
disertasi
dirambatkan
melalui
Peningkatan
CRF-CRF-R1
dan
motilitas
usus
pada
kondisi kronis,
terjadi
melalui
2 jalur,
sinyal
stresor
lambat
lewat HPA
dan
dirambatkan
melalui
cepat langsung
aksis HPA.melalui
CRF-R1
Ke-2 alur sinyal
stresor tsb
menyebabkan peningkatan
Peningkatan
imunitas
alami
motilitas
usus usus)
(peningkatan
motilitas
yang
di ikuti
oleh
dan
imunitas
adaptif
peningkatan
IgA
(peningkatan
sel plasma
merupakan
perwujudan
penghasil
IgA)
imunitas
(alami dan adaptif)
(Elyana,Elyana,
2001) 2001

TERMINOLOGI YG PERLU DIFAHAMI


Masalah (Problem)
kesenjangan fakta dan harapan
Problem Statement
Sejauh ini percepatan maturasi organ reproduksi
remaja perempuan akibat pengaruh tayangan
TV masih belum jelas.
Konsep Solusi
merupakan konsep untuk menyelesaikan
masalah yang dihadapi

KERANGKA KONSEPTUAL
Kerangka penalaran untuk membentuk
teori yang menjelaskan keterkaitan
antar variabel yang belum diketahui

HIPOTESIS
A proposition that stated in testable form
and predicts a particular relationship
between two or more variables
Jawaban sementara dari
Rumusan Masalah (Research Question)

THEORY
A set of interrelated propositions, some of
which can be emperically tested
A set of proposition
these propositions are interrelated
some of them are emperically testable

Suatu penjelasan sistematis pada suatu set realita,


yang menjelaskan keterkaitan antar konsep

ASSUMPTION of THEORY
Are a set of statements
describing valid
circumstances in which the
theory is applicable

Asumsi
A

TEORI

Bila rasa ingin tahu semakin


berkembang maka mulai tahu sedikit
dan semakin banyak tidak tahu
Bila hal demikian sudah Anda rasakan
maka ketahuilah Anda mulai
mengenali
siapa diri Anda
sesungguhnya

Perlu direnungkan
fenomena ini
Linier form
Protein

Stressor

Stressor

Native form
Protein

Institusi pendidikan merupakan tempat


melakukan proses pembelajaran yang
mencakup IQ, EQ, SQ, AQ, MIQ

Pada proses pembelajaran terjadi penyampaian ilmu


pengetahuan melalui
proses penalaran (berpikir ilmiah) - bermoral untuk
menyelesaikan masalah dengan memanfaatkan
semua potensi peserta didik,
yang dikondisikan dengan berbagai keteladanan dari
semua insan akademik yang terlibat untuk
mencapai visi-misi pendidikan, yaitu manusia
cerdas IQ, EQ, SQ, AQ, dan MIQ

1. Filsafat merupakan pengetahuan otonom


manusia sehingga bersifat subyektif
2. Filsafat hasil pemberdayaan akal dalam upaya
memenuhi rasa ingin tahu dan mendapatkan
manfaat
3. Filsafat dihasilkan melalui perenungan reflektif
(intuitif dari jiwa)
4. Filsafat merupakan cara untuk mencari
kebenaran secara bijaksana, yang fokus
kepada Etika, Logika, dan Seni
5. Filsafat Ilmu merupakan perenungan reflektif
terhadap Ilmu & kaitan ilmu dengan kehidupan.

Kalau ujian jangan menyontek ya,


mbak-mas, ibu-bapak.
Allah SWT benci perbuatan itu