Anda di halaman 1dari 73

+

Laporan Kasus

DEMAM THYPOID
DAN
DEMAM BERDARAH

Penyusun :

DENGUE

Regina Fristasari

Pembimbing :
dr. Meidy Daniel Posumah, Sp.A

030.07.212

+
STATUS PASIEN
Identitas
No.

Pasien

Catatan Medik : 25.10.65

Nama

pasien

Usia
Jenis

: 5 tahun 10 bulan
Kelamin

Tempat/tanggal
Agama
Suku

: An. M N A

Tanggal

lahir : Batam, 21 Januari 2008

: Islam

bangsa

Alamat

: Laki laki

: Sumatera

: Perumahan Mega Villa Blok M7 No. 3


masuk RS : 27 September 2013 3 Oktober 2013

+
Identitas Orang Tua
Ayah

Ibu

Nama

Tn. AZ

Ny. DN

Usia

41 tahun

36 tahun

Agama

Islam

Islam

Alamat

Perumahan Mega Villa Blok


M7 No. 3

Perumahan Mega Villa Blok


M7 No. 3

Pendidikan

S1

SMK

Pekerjaan

Swasta

Ibu Rumah Tangga

+
ANAMNESIS
Anamnesis dilakukan secara alloanamnesis dengan ibu pasien pada
tanggal 2 Oktober 2013, pukul 13.00 WIB.
Keluhan Utama
Demam

sejak 7 hari sebelum masuk rumah sakit (sejak tanggal 20

September 2013).

+
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien mengeluh badannya lemas
9 hari Dan ada batuk sesekali
SMRS

7 hari
SMRS

Demam dirasakan menjelang malam hari mulai turun saat pagi hari,tetapi
tidak sampai normal

Berobat ke bidan,tetapi tidak ada perubahan


5 hari Mual dan muntah
SMRS Nafsu makan menurun
3 hari Berobat ke klinik,demam mulai turun
SMRS
2 hari Pasien mulai sekolah,menurut ibu pasien sudah tidak demam
SMRS
Kembali demam, mual dan muntah
1 hari Berobat ke RSOB
SMRS

+
Riwayat Penyakit Dahulu
PENYAKIT

PENYAKIT

PENYAKIT

ALERGI

(-)

DIFTERIA

(-)

JANTUNG

(-)

CACINGAN

(-)

DIARE

(-)

GINJAL

(-)

DBD

(-)

KEJANG

(-)

DARAH

(-)

DEMAM TIFOID

(-)

KECELAKAAN

(-)

RADANG PARU

(-)

OTITIS

(-)

MORBILI/VARICELLA

(-)

TBC

(-)

PAROTITIS

(-)

OPERASI

(-)

ASMA

(-)

PENYAKIT LAIN

(-)

+
Riwayat Penyakit Keluarga

Riwayat batuk-batuk lama/pengobatan paru/minum obat paru selama


6 bulan yang membuat urin berwarna merah dalam keluarga (orangorang di rumah) disangkal. Riwayat kejang demam, asma, alergi
obat/makanan, bersin-bersin di pagi hari juga disangkal.

+
Riwayat Kehamilan dan Kelahiran
Morbiditas kehamilan

hamil, tidak pernah mengkonsumsi jamu atau obat

KEHAMILAN
Perawatan antenatal
KELAHIRAN

Tidak ditemukan kelainan, tidak pernah sakit selama


obatan lain selain dari dokter
Memeriksakan kandungan rutin di dokter

Penolong persalinan

Dokter

Cara persalinan

Partus Normal

Masa gestasi

Cukup bulan

Keadaan bayi

Langsung menangis, warna kulit kemerahan.


Berat badan: 3800
Panjang badan:51 cm
Langsung menangis
Tidak ada kelainan bawaan atau cacat

+
Riwayat Makanan
Umur/bulan

ASI

PASI

Buah/biscuit

Bubur susu

Nasi tim

0-2

2-4

4-6

6-8

8-10

10-12

+
Umur diatas 1 tahun :
JENIS MAKANAN

FREKUENSI DAN JUMLAH

Nasi/pengganti

3x sehari, 1 centong nasi/kali

Sayur

3x sehari 1 mangkuk/kali

Daging

1x seminggu

Telur

2x seminggu, 1 butir/kali

Ikan

2x seminggu, 1 potong/kali

Tahu

3x seminggu, 1 potong/kali

Tempe

3x seminggu, 1 potong/kali

Susu (merk/takaran)

Susu SGM

Lain-lain

Ayam 1x seminggu, 1 potong/kali

+
Riwayat Perkembangan

Tengkurap

: 3 bulan

Duduk

: 6 bulan

Merangkak : 9 bulan

Berdiri

Berjalan : 13 bulan

Mendorong dan menarik benda

Bicara (berbentuk kalimat dari 2 kata) : 18 bulan

Kesimpulan

: 11 bulan

: 18 bulan

: Perkembangan baik, sesuai usia.

+
Riwayat Imunisasi
Vaksin

Dasar (umur)
I

II

III

IV

BCG

1 bulan

DPT

2 bulan

4 bulan

6 bulan

Polio

1 bulan

2 bulan

4 bulan

Campak

9 bulan

Hepatitis B

0 bulan

1 bulan

5 bulan

6 bulan

Riwayat Ukuran sedang


Lingkungan
bersih dan
dan tidak padat
Perumaha penduduk
nyaman
n dan
RUMAH
Sanitasi
Pembuangan
Ventilasi dan
Lingkung sampah
rutin
pencahayaan
dan air minum
an
baik
bersih

+
PEMERIKSAAN FISIK
Tanggal

2 Oktober 2013 pukul 14.00 WIB (hari ke-6 perawatan).

Kesadaran
Keadaan

: Compos mentis

umum : Tampak sakit sedang

Tanda-tanda

vital

Nadi

: 104 x/menit

Pernafasan

: 20 x/menit

Suhu

: 36,70 Celcius

+
Data antropometri

Berat badan : 19 kg

Panjang badan

BB / U : 19 / 18 x 100 % =

: 106 cm

105 % (gizi baik)

TB / U : 106 / 109 x 100 %


= 97 % (gizi baik)

BB / TB : 19 / 17 x 100 % = 112
% (gizi baik)

+
Status Generalis
Kepala :

normocephali, distribusi rambut merata, rambut tidak mudah rontok


dan berwarna hitam, wajah simetris

Mata

kelopak mata tidak cekung, konjungtiva pucat -/-, sklera ikterik -/-,
pupil isokor kanan kiri, reflex cahaya langsung +/+, reflex cahaya
tidak langsung +/+, mata merah -/-, mata berair -/-, air mata +/+

Telinga:

deformitas -/-, sekret dari telinga -/- darah dari telinga -/-

+
Status Generalis
Hidung :

deformitas (-), deviasi septum (-), sekret -/-, pernafasan cuping hidung (-)

Mulut

deformitas (-), bibir kering (-), sianosis perioral (-), mukosa mulut kering (-),
hiperemis (-), lidah kotor (+) tepi hiperemis

Tenggorokan

Tonsil T1-T1, faring tidak hiperemis

Leher

tidak teraba pembesaran tiroid, kelenjar getah bening tidak teraba membesar, retraksi
suprasternal (-)

+
Status Generalis
Thoraks

Cor

Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat.

Palpasi : Ictus cordis teraba di ICS IV garis midclavicularis kiri.

Perkusi : Batas jantung dalam batas normal.

Auskultasi

: Bunyi jantung I-II regular, tidak mendengar murmur atau gallop.

+
Status Generalis
Pulmo

Inspeksi : Kedua hemitoraks simetris dalam keadaan statis dan


dinamis, retraksi sela iga (-), retraksi sub-costae (-).

Palpasi : Vokal fremitus simetris kiri dan kanan.

Auskultasi

: Suara nafas vesikuler pada hemitoraks kiri dan kanan,

ronkhi -/-, wheezing -/-.

+
Status Generalis
Abdomen

Inspeksi : Datar, tidak tampak peristaltik usus, retraksi epigastrium (-).

Palpasi : Abdomen supel, nyeri tekan (+) epigastrium , hepar tidak


teraba membesar, lien tidak teraba membesar, ballotement -/-, tidak teraba
massa, turgor kulit mbali dalam waktu kurang dari 2 detik.

Perkusi : Timpani.

Auskultasi

: Bising usus 3x/menit.

+
Status Generalis
Ekstremitas :

akral hangat (+) di keempat ekstremitas, sianosis akral (-) di


keempat ekstremitas, ptechiae negatif di keempat akral.

+PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium
27 September 2013 (hari ke-1 perawatan)
Pemeriksaan

Hasil

Satuan

Nilai rujukan

Hemoglobin

11,3

g/dL

11,0 16,5

Eritrosit

3,98 x 106

/ul

3,8 5,8

Hematokrit

35,1

35 50

Leukosit

11350

/ul

4000 11000

Trombosit

230.000

/ul

150.000 450.000

+PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium
27 September 2013 (hari ke-1 perawatan)

Tes ICT Malaria : negatif


Tes Dengue Blood

Ig M

: negatif

Ig G

: negatif

Tes TUBEX

:+6

+
RESUME
Pasien

An. MNA, laki-laki, usia 5 tahun 10 bulan, berat badan 19 kg, tinggi badan 106

cm, datang ke UGD RS Otorita Batam dengan keluhan demam sejak 7 hari sebelum
masuk rumah sakit. Pasien juga mengeluh lemas sejak 2 hari sebelum demam timbul.
Pasien juga mengeluh batuk dan nafsu makan menurun karena merasakan mual dan
muntah. Sebelum mengalami demam, pasien tidak melakukan perjalanan ke luar kota.
Pada pemeriksaan fisik, keadaan umum tampak sakit sedang dan lemas, kesadaran compos
mentis, status generalis didapatkan lidah kotor dengan tepi hiperemis, nyeri perut sekitar
epigastrium, lainnya dalam batas normal. Pada pemeriksaan penunjang ditemukan adanya
leukositosis, neutropenia, limfositopenia, monositosis dan trombositopenia.

+
DIAGNOSIS KERJA
-

Demam Tifoid

Demam berdarah dengue

+
DIAGNOSIS BANDING

Malaria

Infeksi Saluran Pernafasan Akut

+
PENATALAKSANAAN

Rawat inap ruang anak

Monitor keadaan umum

IVFD Tridex 27B + Cernevit 1 x vial 20 tpm (makro)

Inj. Terfacef 2 x 600 mg IV

Vometa 3 x 1 cth k/p

+
PROGNOSIS

Ad vitam

: ad bonam

Ad functionam

: ad bonam

Ad sanationam

: dubia ad bonam

+
EVALUASI HARIAN PASIEN
Follow Up harian
S

02 Oktober 2013

03 Oktober 2013

Perawatan hari ke-6


Perawatan hari ke-7
Demam (-), sesak (-), mimisan Demam (-), sesak (-), mimisan (-),
(-), gusi berdarah (-), mual (-),

gusi berdarah (-), mual (-), muntah

muntah (-), BAK (+), BAB (+), (-), BAK (+), BAB (+), makan (+),
makan (+), minum (+), ptekie minum (+), ptekie (-)
O

(-)
Kesadaran: Compos mentis.
Keadaan umum
: Tampak
sakit ringan.
Tanda tanda vital
Nadi: 90 x/menit
Pernapasan: 24 x/menit
Suhu: 36,8oC
Kepala: Normocephali,
distribusi rambut merata,
rambut tidak mudah rontok,
berwarna hitam, wajah
simetris.
Mata:
Konjungtiva pucat -/-,
sklera tidak ikterik.

Kesadaran: Compos mentis.


Keadaan umum
: Tampak sakit
ringan.
Tanda tanda vital
Nadi: 85 x/menit
Pernapasan: 22 x/menit
Suhu: 36,4oC
Kepala: Normocephali, distribusi
rambut merata, rambut tidak
mudah rontok, berwarna hitam,
wajah simetris.
Mata:
Konjungtiva pucat -/-,
sklera tidak ikterik.

+
EVALUASI HARIAN PASIEN
Follow Up harian
O

02 Oktober 2013
Perawatan hari ke-6
Telinga: Deformitas -/-, sekret
-/-.
Hidung: Deformitas (-), deviasi
septum (-), sekret -/-,
pernapasan cuping hidung (-).
Mulut:
Deformitas (-),
mukosa mulut kering (-), lidah
kotor (-).
Leher:
Kelenjar getah bening
tidak teraba membesar, retraksi
suprasternal (-).

Cor:
Auskultasi: Bunyi jantung I- II
regular, tidak terdengar murmur
dan gallop.
Paru:
Inspeksi: Kedua hemithoraks
simetris dalam keadaan statis
dan dinamis, retraksi sela iga (-),
retraksi sub-costae (-).
Auskultasi: Suara napas
vesikuler, tidak ada ronkhi dan
wheezing.

03 Oktober 2013
Perawatan hari ke-7
Telinga: Deformitas -/-,
sekret -/-.
Hidung: Deformitas (-),
deviasi septum (-), sekret
-/-, pernapasan cuping
hidung (-).
Mulut:
Deformitas (-),
mukosa mulut kering (-),
lidah kotor (-).
Leher:
Kelenjar getah
bening tidak teraba
membesar, retraksi
suprasternal (-).

Cor:
Auskultasi: Bunyi jantung III regular, tidak terdengar
murmur dan gallop.
Paru:
Inspeksi: Kedua
hemithoraks simetris
dalam keadaan statis dan
dinamis, retraksi sela iga
(-), retraksi sub-costae (-).

+
EVALUASI HARIAN PASIEN
Follow Up harian

02 Oktober 2013

03 Oktober 2013

Perawatan hari ke-

Perawatan hari ke-

Abdomen
Inspeksi: Datar, tidak
tampak peristaltik usus,
retraksi epigastrium (-).
Palpasi: Supel, nyeri
tekan (-) , hepar tidak
teraba membesar, lien
tidak teraba membesar,
ballottement -/-, tidak
teraba massa, turgor kulit
baik.
Perkusi: Timpani.
Auskulitasi: Bising usus
6x/menit.
Ekstremitas: Akral hangat
(+) di keempat
ekstremitas, sianosis
akral (-), ptekie (-).

Abdomen
Inspeksi: Datar, tidak
tampak peristaltik usus,
retraksi epigastrium (-).
Palpasi: Supel, nyeri
tekan (-) , hepar tidak
teraba membesar, lien
tidak teraba membesar,
ballottement -/-, tidak
teraba massa, turgor kulit
baik.
Perkusi: Timpani.
Auskulitasi: Bising usus
6x/menit.
Ekstremitas: Akral hangat
(+) di keempat
ekstremitas, sianosis
akral (-), ptekie (-).

+
EVALUASI HARIAN PASIEN
Follow Up harian

02 Oktober 2013

03 Oktober 2013

Perawatan hari ke-

Perawatan hari ke-

6
Demam tifoid , demam berdarah
dengue

7
Demam tifoid , demam berdarah
dengue

- IVFD Tridex 27B 20 tpm

- IVFD Tridex 27B 20 tpm

makro

makro

- Inj. Terfacef 2 x 600 mg

- Inj. Terfacef 2 x 600 mg

- Farmadol 3 x 200 mg k/p

- Farmadol 3 x 200 mg k/p

-Diet: Makan lunak, makan

- Diet: Makan lunak, makan

biasa, minum

biasa, minum

+
EVALUASI HARIAN PASIEN
Follow Up harian

02 Oktober 2013

03 Oktober 2013

Perawatan hari ke-

Perawatan hari ke-

6
laboratorium

Laboratorium :

Laboratorium :

1.

Darah

1.

Darah

2.

Hemoglobin : 11,1 g/dl

2.

Hemoglobin : 10,4 g/dl

3.

Eritrosit

: 3,83 x 3.

106/mm3

Eritrosit

: 3,59 x

106/mm3

4.

Hematokrit

: 32,2 %

4.

Hematokrit

: 30,4 %

5.

Leukosit

: 8410/ul

5.

Leukosit

: 8470/ul

6.

Eosinofil

: 4,6%

6.

Eosinofil

: 3,4%

7.

Basofil

: 0,7%

7.

Basofil

: 0,6%

8.

Neutrofil

: 22,1%

8.

Neutrofil

: 11,1%

9.

Limfosit

: 56,7%

9.

Limfosit

: 65,5%

: 15,9%
: 60.000/ul

10. Monosit

: 18,9%

11. Trombosit

: 59.000/ul

10. Monosit
11. Trombosit

+
ANALISA KASUS
Dasar diagnosis
Demam Tifoid
Anamnesis

Pasien
Pasien demam sejak
7 hari SMRS

Literatur
Dalam minggu pertama,
keluhan dan gejala
menyerupai penyakit infeksi
akut pada umumnya, seperti
demam, nyeri kepala,
anoreksia, mual, muntah,
diare, konstipasi. Pada
pemeriksaan fisik, hanya
didapatkan suhu badan yang
meningkat.
Demam yang terjadi pada
penderita anak tidak selalu
tipikal seperti pada orang
dewasa, kadang-kadang
mempunyai gambaran klasik
berupa stepwise pattern,
dapat pula mendadak tinggi
dan remiten (39 41o C) serta
dapat pula bersifat ireguler
terutama pada bayi yang
tifoid kongenital.

+
ANALISA KASUS
Dasar diagnosis
Demam Tifoid
Anamnesis

Pasien

Literatur

Kurang nafsu
makan karena mual
dan muntah

Produksi
enterotoksin yang
meningkatkan
kadar cAMP di
dalam kripta usus
dan meningkatkan
permeabilitas
membrane usus
sehingga
menyebabkan
keluarnya elektrolit
dan air ke dalam
lumen intestinal
menyebabkan
peningkatan asam

+
ANALISA KASUS
Dasar diagnosis
Demam Tifoid
Anamnesis

Pasien
Badan merasa
lemas

Literatur
Di dalam hepar, kuman masuk ke
dalam kandung empedu,
berkembang biak, dan bersama
cairan empedu diekskresikan
secara intermitten ke dalam
lumen usus. Sebagian kuman
dikeluarkan bersama feses dan
sebagian masuk lagi ke dalam
sirkulasi setelah menembus usus.
Proses yang sama terulang
kembali, berhubung makrofag
telah teraktivasi dan hiperaktif
maka pada saat fagositosis
kuman Salmonella terjadi
beberapa pelepasan mediator
inflamasi yang selanjutnya akan
menimbulkan gejala reaksi
inflamasi sistemik seperti
demam, malaise, mialgia, sakit
kepala, sakit perut, diare diselingi
konstipasi, sampai gangguan

+ANALISA KASUS
Dasar

Pasien

Literatur

diagnosis
Demam Tifoid
Pemeriksaan
Keadaan umum: tampak
Fisik
sakit sedang.
Tanda-tanda vital:
Heart Rate: 104x/ menit
RR
: 30x/menit,
teratur, dalam dan cepat
Suhu
: 39,6C

Mata: konjungtiva pucat (-),


sklera ikterik (-).
Hidung: deformitas (-),
sekret -/-, pernafasan
cuping hidung (-)
Mulut: sianosis perioral (-),
lidah kotor (+) tepi
hiperemis

Membantu menyingkirkan
kemungkinan DHF dengan
manifestasi terbentuknya ruam
atau ptechiae serta perdarahan,
demam chikungunya dengan
manifestasi ruam, atralgia serta
fotofobia serta ISPA dengan
tenggorokan yang kemerahan
serta gangguan pernafasan.

Mata dalam batas normal.

Hidung dalam batas normal.

Tidak ada tanda-tanda sianosis,


menyingkirkan kemungkinan
adanya gangguan pernafasan dan
perfusi jaringan serta syok.

+
ANALISA KASUS
Dasar

Pasien

Literatur

diagnosis
Demam Tifoid
Pemeriksaan
fisik

Leher: retraksi suprasternal (-), trakea


deviasi (-)

Thoraks
Jantung:
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat.
Palpasi
: Ictus cordis sulit dinilai.
Perkusi : Tidak dilakukan.
Auskultasi : Bunyi jantung I-II regular,
tidak terdengar murmur dan gallop.
Paru:
Inspeksi : Kedua hemitoraks simetris
dalam keadaan statis dan dinamis.
Palpasi
: Vokal fremitus simetris
kanan dan kiri.
Auskultasi : Suara nafas vesikuler
pada hemitoraks kiri dan kanan, ronchi
-/-, wheezing -/-.

Tidak ada tanda sesak nafas.

Jantung dalam batas normal

Paru dalam batas normal


Pada DHF dapat terjadi efusi
pleura karena peningkatan
permeabilitas vaskuler dan
hipoalbuminemia.

+
ANALISA KASUS
Dasar

Pasien

Literatur

Abdomen
Inspeksi : datar, tidak tampak
peristaltik usus, retraksi
epigastrium (-).
Palpasi
: abdomen teraba
lunak, nyeri tekan (+)
epigastrium.
Hepar tidak teraba
membesar, lien tidak teraba
membesar, ballotement -/-,
tidak teraba massa, turgor
kulit kembali dalam waktu
kurang dari 2 detik.
Perkusi : Timpani
Auskultasi : Bising usus 3
x/menit

Masuknya kuman Salmonella typhi dan


Salmonella paratyphi ke dalam tubuh
manusia terjadi melalui makanan yang
terkontaminasi kuman. Sebagian kuman
dimusnahkan dalam lambung karena
suasana asam di lambung (pH < 2)
banyak yang mati namun sebagian lolos
masuk ke dalam usus dan berkembang
biak dalam peyer patch dalam usus.
Bakteri yang masih hidup akan mencapai
usus halus tepatnya di jejunum dan ileum.
Tidak ditemukan hepatomegali pada
pasien ini.
Pada pasien DHF dapat terjadi
hepatomegali. Hepar biasanya teraba
sejak awal fase demam, bervariasi mulai
dari teraba 2-4 cm dibawah tepi rusuk
kanan. Pembesaran hepar tidak
berhubungan dengan keparahan penyakit
tetapi hepatomegali sering ditemukan

diagnosis
Demam
Tifoid
Pemeriksaan
fisik

+
ANALISA KASUS
Dasar diagnosis Demam

Pasien

Literatur

Tifoid

Ekstremitas : Akral
hangat (+) di keempat
ekstremitas, sianosis
akral (-) di keempat
ekstremitas, ptechiae (-)
di keempat akral

Pada DHF dapat


ditemukan ascites yang
terjadi akibat daripada
peningkatan
permeabilitas vaskular

+
ANALISA KASUS
Dasar diagnosis

Pasien

Literatur

Demam Tifoid
Pemeriksaan
Laboratorium

Hasil Laboratorium 27

Pada demam tifoid sering disertai anemia dari yang ringan sampai

September 2013:

sedang dengan peningkatan laju endap darah, gangguan eritrosit

Hb : 11.3 g dL
Ht : 35.1%
Leukosit : 11350/mm3
Trombosit: 230.000/mm3

normokrom normositer, yang diduga karena efek toksik supresi sumsum


tulang atau perdarahan usus. Tidak selalu ditemukan leukopenia, diduga
leukopenia disebabkan oleh destruksi leukosit oleh toksin dalam
peredaran darah. Sering hitung leukosit dalam batas normal dan dapat
pula leukositosis, terutama bila disertai komplikasi lain. Trombosit
jumlahnya menurun, gambaran hitung jenis didapatkan limfositosis
relatif, eosinofilia, dapat shift to the left ataupun shift to the right
bergantung pada perjalanan penyakitnya.
Dapat membantu menyingkirkan diagnosis DHF. Pada pemeriksaan
laboratoriun DHF dapat ditemukan adanya trombositopenia sedang
hingga berat disertai hemokonsentrasi > 20%.

+
ANALISA KASUS
Dasar diagnosis
Demam Tifoid
Pemeriksaan
Laboratorium

Pasien
Tubex test : 6
Tes

ICT

Malaria

negatif
Tes Dengue Blood

Ig M

: negatif

Ig G

: negatif

Literatur
Hasil positif uji Tubex
ini menunjukkan
: terdapat infeksi
Salmonellae serogroup
D walau tidak secara
spesifik menunjuk
pada S. typhi.

+
ANALISA KASUS
Dasar diagnosis Demam

Pasien

Literatur

Tifoid

Follow up

Demam berlangsung
kurang lebih 7 hari
disertai gejala gangguan
gastrointestinal.

Dapat membantu
mennegakkan diagnosis
karena pada demam
tifoid akan terjadi
demam yang
berlangsung lebih dari 7
hari disertai gangguan
gastrointestinal.

Ditegakkan dengan
Pada kasus ini pasien
didiagnosa demam tifoid. melihat hasil
pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan
laboratorium.

+
ANALISA KASUS
Dasar

Pasien

Literatur

diagnosis
Demam Tifoid
Penatalaksanaan

Rawat Ruang Anak

Pada kasus ini terdapat penyulit pada pasien tidak


mau makan dan minum, maka pasien dirawat
diruang anak.
Pada pasien ini diberikan Ringer Laktat atau Tridex
27B.

Terapi Cairan Rumatan


Komposisi (mmol/100m) : Na = 130-140, K = 4-5,
Ca = 2-3, Cl = 109-110, Basa = 28-30 mEq/l.
Kebutuhan cairan pasien ini dengan berat badan 19
kg :
1000 + 50 x (BB-10)
1000 + 50 x (19-10) = 1450 ml / hari
Tetesan infus makroset nya adalah =

1450 cc/ kg x 15tetes/menit


___________________________ = 15 tpm

24 jam x 60 cc /jam

+
ANALISA KASUS
Dasar diagnosis Demam

Pasien

Literatur

Tifoid

Pemberian Antipiretik

Pada pasien ini diberikan


Novalgin Sirup bila
perlu. Tiap 5 ml (1
sendok takar)
mengandung Metamizole
Natrium 250 mg. Dosis
pemberiannya 10-15
mg/kg/kali.

+
ANALISA KASUS
Dasar

Pasien

Literatur

diagnosis
Demam
Tifoid
Prognosis

Ad vitam : ad bonam
Ad functionam : ad
bonam
Ad sanationam : dubia
ad bonam

Prognosis ad vitam dengan ad bonam


karena

keadaan

pasien

memberikan

respon yang baik terhadap terapi yang


diberikan,

tanda-tanda

demam

mulai

berkurang dan tidak ada komplikasi.


Ad functionam dengan ad bonam karena
hasil

laboratorium

menunjukkan

perbaikan dari hari pertama dirawat inap


hingga pasien dipulangkan serta pasien
aktif beraktivitas semula.
Ad sanationam dengan dubia ad bonam
karena demam tifoid dapat berulang jika

+
laboratotium
Pemeriksaan

27 Sep

30 Sep

1 Okt

2 Okt

3 Okt

Hemoglobin

11,3

12,1

11.3

11,0

10,4

Eritrosit

3,98 x 106

4,16 x106

3,88 x106

3,83 x106

3,59 x106

Hematokrit

35,1

35,1

33,0

34,2

30,4

Leukosit

11350

10,74

10,51

8320

9480

Trombosit

230.000

119.000

103.000

60.000

59.000

TINJAUAN PUSTAKA

+
DEMAM THYPOID

Demam tipoid ialah penyakit infeksi akut yang


biasanya terdapat pada saluran pencernaan (usus
halus) dengan gejala demam satu minggu atau lebih
disertai gangguan pada saluran pencernaan dan
dengan atau tanpa gangguan kesadaran.

Gambar 2.1. Mikroskopik


Salmonella Typhi

Patofisiologi

+
Manifestasi klinik
Masa

inkubasi rata-rata bervariasi antara 7 20 hari

gejala-gejala yang timbul dapat dikelompokkan :

Demam satu minggu atau lebih.

Gangguan saluran pencernaan

Gangguan kesadaran

+
Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan laboratorium darah

Uji serologis

Uji Widal

Tes TUBEX

Metode enzyme immunoassay (EIA) DOT

Metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA)

Pemeriksaan dipstik

Pemeriksaan bakteriologis dengan isolasi dan biakan kuman

Pemeriksaan kuman secara molekuler

+
Diagnosis

(1) demam lebih dari 7 hari

(2) gangguan saluran pencernaan

(3) gangguan kesadaran

+
Diagnosis Banding

Influenza

Gastroenteritis

Bronkitis

Bronkopneumonia

+
Penatalaksanaan

Non Medika Mentosa

Tirah baring

Nutrisi

Cairan

Kompres air hangat

Medika Mentosa

+
Komplikasi

Komplikasi pada usus halus

Perdarahan usus

Perforasi usus

Peritonitis

Komplikasi diluar usus halus

Bronkitis dan bronkopneumonia

Kolesistitis

Typhoid ensefalopati

Meningitis

Miokarditis

Infeksi saluran kemih

Karier kronik

+
Prognosis

Prognosis pasien demam tifoid tergantung ketepatan terapi, usia,


keadaan kesehatan sebelumnya, dan ada tidaknya komplikasi seperti
perforasi gastrointestinal atau perdarahan hebat, meningitis,
endokarditis, dan pneumonia, mengakibatkan morbiditas dan
mortalitas yang tinggi.

+
DEMAM BERDARAH

Demam dengue (DD) merupakan sindrom benigna yang disebabkan


oleh arthropod borne viruses dengan ciri demam bifasik, mialgia
atau atralgia, rash, leukopeni dan limfadenopati.

genus Flavivirus dari keluarga flaviviridae

Mengandung RNA rantai tunggal

empat serotipe yaitu DEN-1,DEN-2,DEN-3 dan DEN-4.

+
Manifestasi Klinis
1.

Demam dengue klasik

2.

Demam berdarah Dengue ( Dengue Hemorrhagic fever)

3.

Dengue Shock Syndrome (DSS).

+
Demam Dengue

demam akut selama 2-7 hari

nyeri kepala

nyeri retro-orbital

mialgia

ruam kulit

manifestasi perdarahan

leukopenia

+
Demam Berdarah Dengue

Kriteria klinis :

Demam tinggi mendadak tanpa sebab jelas terus menerus


selama 2-7 hari

Terdapat manifestasi perdarahan termasuk uji tornikuet


positif, petekie, ekimosis, epistaksis, perdarahan gusi,
hematemesis dan melena

Pembesaran hati

Syok ditandai nadi cepat dan lemah serta penurunan


tekanan nadi

Kriteria laboratorium :

Trombositopenia (100.000/l atau kurang)

Hemokonsentrasi dengan peningkatan hematokrit lebih dari


20%.

+
Pembagian derajat DBD menurut WHO
-

Derajat I : Demam diikuti gejala tidak spesifik. Satu-satunya


manifestasi perdarahan adalah tes torniquet yang positif atau mudah
memar.

Derajat II : Gejala yang ada pada tingkat I ditambah dengan


perdarahan spontan. Perdarahan bisa terjadi di kulit atau di tempat lain.

Derajat III: Kegagalan sirkulasi ditandai oleh denyut nadi yang cepat
dan lemah, tekanan nadi menurun (<20mmHg) atau hipotensi, suhu
tubuh rendah, kulit lembab dan penderita gelisah.

Derajat IV : Syok berat dengan nadi yang tidak teraba dan tekanan
darah tidak dapat diperiksa.

+
Grafik demam pelana kuda

+
Dengue Shock Syndrome

manifestasi kegagalan sirkulasi yaitu nadi lemah dan cepat

tekanan nadi menurun (<20mmHg)

hipotensi

kulit dingin dan lembab

pasien tampak gelisah.

+
Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan laboratorium

Trombositopeni dan hemokonsentrasi

Pencitraan pencitraan

Pemeriksaan rontgen dada

Pencitraan Ultrasonografis

Pemeriksaan Serologi.

Uji hambatan hemaglitinasi

Uji Netralisasi

Uji fiksasi komplemen

Uji Hemadsorpsi Immunosorben

Uji Elisa Anti Dengue Ig M

Tes Dengue Blot.

+
Perjalanan penyakit virus
dengue

+
Komplikasi
1.

Ensefalopati dengue dapat terjadi pada DBD dengan maupun tanpa syok

2.

kelainan Ginjal akibat syok berkepanjangan

3.

Edema paru, akibat over loading cairan.

+
Penatalaksanaan Demam Dengue
-

Tirah baring selama fase demam akut

Antipiretik untuk menjaga suhu tubuh tetap dibawah 40 C,


sebaiknya diberikan parasetamol

Analgesik atau sedatif ringan mungkin perlu diberikan pada pasien


yang mengalami nyeri yang parah

Terapi elektrolit dan cairan secara oral dianjurkan untuk pasien yang
berkeringat lebih atau muntah.

+
Kriteria memulangkan pasien :

Tidak demam selama 24 jam tanpa antipiretik

Nafsu makan membaik

Tampak perbaikan secara klinis

Hematokrit stabil

Tiga hari setelah syok teratasi

Jumlah trombosit diatas 50.000/ml

Tidak dijumpai adanya distress pernafasan (akibat efusi


pleura atau asidosis).

TERIMA KASIH