Anda di halaman 1dari 15

TUGAS BAHASA INDONESIA

RINGKASAN DAN ABSTRAK

KELOMPOK 7:
AYU PUSPITA
AYU TRIANI
DIAH PUSPA SARI
HESTY MUFIDAH NASUTION
PUTRI RIZKI ALIYAH

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN MEDAN GIZI
PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
2014

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
terselesaikannya makalah Bahasa Indonesia tentang RINGKASAN DAN
ABSTRAK
Dalam pembuatan makalah ini kami mendapat bantuan dari
beberapa pihak, maka pada kesempatan ini kami mengucapkan terima
kasih yang sebesar besarnya kepada dosen pengajar Bapak Nikson
Tampubolon yang telah memberikan kesempatan kepada kami sehingga
makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dan kepada teman kami
penanggung jawab materi Bahasa Indonesia yaitu Fanny Sri Ulina yang
telah membantu kami dalam penyusunan makalah ini. Kepada orang tua
kami yang telah memberikan bantuan materi mau pun doa sehingga
pembuatan makalah ini dapat selesai. Semua pihak yang tidak dapat kami
sebutkan satu persatu yang membantu makalah ini kami ucapakan terima
kasih.
Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca
pada umumnya dan kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini
masih jauh dari kata sempurna untuk itu kami menerima saran dan kritikan
yang bersifat membangun demi perbaikan kearah sempurna. Dengan
demikian kami mengucapakan terima kasih.

Penyusun

Kelompok 7

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................ i
DAFTAR ISI..................................................................................................... ii
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG...................................................................... 1
1.2 RUMUSAN MASALAH.................................................................. 2
1.3 TUJUAN........................................................................................ 2
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 RINGKASAN................................................................................. 3
2.2 ABSTRAK..................................................................................... 7
BAB 3 PENUTUP
3.1 KESIMPULAN.............................................................................. 10
3.2 SARAN......................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 11

ii

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Menyajikan kembali sebuah tulisan yang panjang ke dalam bentuk yang
pendek disebut meringkas. Tindakan meringkas dapat dilakukan terhadap
berbagai jenis teks, di antaranya ringkasan atas novel, ringkasan atas buku
laporan tahunan, dan ringkasan atas sebuah bab sebuah buku.
Untuk sampai pada ringkasan yang baik, cara yang dapat dilakukan oleh
penulis adalah menghilangkan segala macam hiasan dalam teks yang akan
diringkas. Yang dimaksud dengan hiasan di sini dapat berupa (1) ilustrasi atau
contoh, (2) keindahan gaya bahasa, dan (3) penjelasan yang terperinci.
Sebuah ringkasan memiliki beberapa ciri. Pertama, penulis haruslah
mempertahankan urutan pikiran dan cara pandang penulis asli. Kedua, penulis
harus bersifat netral, dalam arti tidak memasukan pikiran, ide, maupun opininya
ke dalam ringkasa yang dibuatnya. Ketiga, ringkasan yang dibuat haruslah
mewakili gaya asli penulisnya, bukan gaya pembuat singkasan. Dengan
membaca teks asli secara berulang-ulang, menandai kalimat topik setiap
paragraf, dan menghilangkan segala macam hiasan, penulis akan dapat
membuat sebuah ringkasan yang baik.
Dalam bahasa Indonesia juga dikenal dengan abstrak yang terkadang
sulit membedakan dengan ringkasan. Abstrak adalah karangan ringkas berupa
rangkuman. Istilah ini lazim digunakan dalam penulisan ilmiah. Oleh karena itu,
abastark terikat dengan aturan penulisan ilmiah. Dalam sebuah abstrak
setidaknya ada hal-hal berkut: (1) latar belakang atau alasan atas topik yang
dipilih; (2) tujuan penelitian yang dilakukan oleh penulis; (3) metode atau bahan
yang digunakan dalam penelitian; (4) keluaran atau kesimpulan atas penelitian.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat ditarik beberapa rumusan
masalah yang dikaji dalam makalah ini:
1. Pengertian ringkasan
2. Cara membuat ringkasan
3. Pengertian abstrak
4. Cara membuat abstrak
1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penyusunan makalah
ini adalah:
1. Mengetahui apa itu ringkasan
2. Mengetahui cara pembuatan ringkasan
3. Mengetahui apa itu abstrak
4. Mengetahui cara pembuatan abstrak

BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 RINGKASAN
a. Pengertian Ringkasan
Ringkasan berasal dan bentuk dasar ringkas yang berarti singkat,
pendek dari bentuk yang panjang. Hal ini dipakai untuk mengatakan suatu
bentuk karangan panjang yang dihadirkan dalam jumlah singkat. Suatu
ringkasan disajikan dalam bentuk yang lebih pendek dari tulisan aslinya dengan
berpedoman pada keutuhan topik dan gagasan yang ada didalam tulisan aslinya
yang panjang itu. Dengan demikian, sebuah ringkasan adalah sebuah karangan
yang kehilangan hiasan, keindahan, ilustrasi, dan keterangan yang bertele-tele.
Penulis ringkasan harus memahami isi tulisan asli. Dia berbicara sebagai
penyambung lidah. Akan tetapi hasil ringkasannya itu dapat dipandang sebagai
karangan yang bersudut pandang orang ketiga sehingga gaya kalimat langsung
daat dijadikan kalimat tidak langsung dengan memanfaatkan kata bahawa dalam
ringkasan itu. Sebaliknya, penulis ringkasan tidak dapat melepaskan dirinya dari
diri penulis asli dalam hal kesan yang dimunculkan oleh ringkasannya itu. Oleh
sebab itu, ringkasan tetap mempertahankan keberadaan isi bab per bab, bagian
per bagian dengan sangat memedulikan tata urutan yang ada di karangan asli.

b. Cara Membuat Ringkasan


Beberapa hal dalam meringkas karangan perlu diperhatikan oleh penulis
ringkasan. Yang perlu diketahui adalah bahwa ringkasaan itu tidak akan terwujud
andaikata penulis ringkasan tidak membaca buku asli dengan baik. Oleh sebab
itu, langkah yang dilakukan oleh penulis ringkasan adalah (1) membaca naskah
asli sampai paham, bahkan berkali-kali, (2) mencatat beberapa gagasan dari
semua paragraf, dan (3) mengadakan reproduksi.
1. Membaca naskah
Langkah pertama yang harus dilakukan oleh penulis ringkasan
adalah membaca naskah asli. Pembacaan tersebut dapat dilakukan
berkali-kali agar pembaca tersebut memahami benar-benar isi karangan
itu. Kegiatan ini dapat berlanjut dengan baik jika pembaca selalu
menghubungkan bacaan itu dengan kesatuan bacaan, seperti selalu
mengingat judul karangan, selalu memperhatikan daftar isi buku, dan
selalu mengingat urutan bacaan.

Dalam membaca karangan itu permbaca tidak harus mengambil


apa yang tersirat, tetapi lebih ditekankan pada hal-hal yang tersurat dan
hubungannya dengan yang tersirat. Maksudnya, pembaca tidak boleh
terlalu jauh mengartikan apa yang tertulis dengan hal-hal yang difikirkan
oleh pembaca. Oleh sebab itu, pembaca harus memahami benar-benar
apa yang dipikirikan oleh penulis didalam tulisannya itu. Dengan
membaca secara cermat apa yang tertulis itu, pembaca aakan dapaat
mengetahui sudut pandang pengarang serta kesan umum yang ada
didalam tulisan itu.
2. Mencatat Gagasan Utama
Pencatatan gagasan utama adalah pencatatan bagian yang
penting-penting. Gagasan utama itu dapat berupa inti bacaan,
seumpama, jika tulisan itu merupakan perjalanan sejarah raja-raja suatu
kerajaan yang diceritakan dengan berbagai gaya pemerintahannya,
catatan itu dapat berupa nama raja dan tahunnya. Kemudian, catatan itu
dapat berupa tempat-tempat kedudukan raja itu masing-masing. Hasil
pencatatan ini dapat dipakai untuk menuliskan kembali ringkasannnya
sehingga catatan itu berguna untuk pemandu penulisan itu. Dengan
pencatatan itu dapat juga diketahui bagian mana yang perlu dan bagian
mana pula yang tidak diperlukan didalam menulis ringkasan. Jadi,
pencatatan gagasan utama itu bertujuan untuk (1) mengendalikan pikiran
pembaca dalam penulisan ringkasan, dan (2) memilah hal-hal yang
penting dan tidak penting.
3. Mengadakan Reproduksi
Mengadakan reproduksi dimaksudkan adalah penulis ringkasan
yang telah dibaca itu. Penulisan ringkasan itu dapat dilakukan setelah
melalui dua tahap pertama. Penulisan itu didasarkan urutan yang terdapat
pada sumber asli atau karangan aslinya. Jadi, penulisan ringkasan tidak
dilakukan secara sembarang, tetapi dilakukan sesuai dengan urutan
tulisan aslinya. Oleh sebab itu, pada saat tahap pencatatan, sudah dapat
digambarkan urutan paragraf tulisan asli itu. Dalam tulisan ringkasan ini,
kalimat-kalimat tulisan asli harus dihindari. Kalimat yang dipakai adalah
kalimat penulis ringkasan itu sendiri. Oleh sebab itu, dapat dikatakan
bahwa ringkasan itu adalah hasil penulisan sendiri terhadap suatu tulisan
atau wacana.
Ringkasan yang dihasilkan itu sebaiknya memakai kalimat yang
pendek-pendek. Kalimat-kalimat majemuk sebaiknya dihindari kalau tidak
terpaksa. Ilustrasi yang penjelasannnya yang panjang dihilangkan.
Kutipan langsung disampaikan dengan kutipan tidak langsung.
Ringkasan tidak boleh diisi dengan interprestasi sendiri. Orang
yang meringkas itu tidak dapat menandakan gagasan ssendiri dalam
ringkasannya. Jika itu tidak dihiraukan, tentu ringkasan itu bukanlah
ringkasan lagi namanya.
4

Jika ringkasan menggunakan sudut pandang orang pertama


tunggal, ringkasan harus menggunakan sudut pandang orang ketiga
tunggal. Dengan demikian, suatu dialog juga harus diringkas dengan
memakai kalimat-kalimat berita dengan sudut pandang orang ketiga.
Biasanaya suatu ringkasan ditentukan panjang ringkasan itu.
Misalnya, ringkasan itu harus sebanyak 50% dari tulisan asli. Untuk itu,
penulis ringkasan harus menghitung kata yang dipakai untuk menuliskan
ringkasan itu.
Contoh Ringkasan:

RESUME
IMPLEMENTASI MODEL COOPERATIVE LEARNING BERBANTUAN
KOMPUTER DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN MATEMATIKA I PADA
MAHASISWA PGSD
Trimurti
Jurnal Kependidikan Vol.39, No.2, November 2009 Universitas Negeri Semarang
Ketika proses pembelajaran sedang berlangsung, seringkali banyak mahasiswa
yang enggan untuk bertanya kepada dosen saat ia merasa kurang memahami
materi yang sedang dipelajari sehinggaa suasana kelas menjadi pasif. Strategi
pengajar (dosen) untuk membangun keaktifan mahasiswa adalah dengan
melibatkan mahasiswa ke dalam diskusi. Akan tetapi strategi ini masih belum
bisa terealisasikan secara sempurna dikarenakan hanya beberapa mahasiswa
yang menonjol saja yang berani mengemukakan pendapat saat diskusi
berlangsung, sedangkan sebagian besar mahasiswa yang lain hanya mampu
terdiam menyimak. Suasana kelas perlu dirancang agar seluruh mahasiswa
mampu berinteraksi satu sama lain untuk menyelesaikan tugas maupun
memecahkan masalah yang diberikan oleh pengajar (dosen).
Cooperative Learning merupakan strategi pembelajaran yang berhasil dengan
menggunakan kelompok-kelompok kecil yang heterogen untuk mencapai hasil
yang

maksimal

dengan

menerapkan

lima

unsur

pokok

yaitu

saling

ketergantungan positif, tanggung jawab individual, interaksi personal, keahlian


bekerja sama, dan proses kelompok. Dalam model Cooperative Learning perlu
adanya penggunaan teknologi berupa komputer agar mahasiswa terampil dalam
memanfaatkan media komputer dalam proses pembelajaran. Dengan demikian,
hasil belajar tidak hanya meliputi penguasaan materi, tetapi juga keterampilan
berproses mahasiswa. Hasil belajar diperoleh dengan cara mengunakan tes

tertulis, tes lisan, tes perbuatan atau observasi serta tugas kelompok dan
individu.
Dari hasil analisis, sebanyak 56% mahasiswa masuk dalam kategori terampil,
22% cukup terampil, 19% sangat terampil dan hanya 3% saja yang tidak terampil
dalam pemanfaatan media komputer. Maka hal ini mengindikasikan bahwa
pengaruh

keterampilan

berproses

dalam

penerapan

model Cooperative

Learning berbantu komputer terhadap hasil belajar mahasiswa adalah cukup


besar. Dimana keterampilan berproses ini dinilai dari cara presentasi dan hasil
tugas kelompok mahasiswa.
Belajar akan efektif jika situasi kondusif terwujud saat berlangsungnya proses
pembelajaran, yaitu berupa interaksi positif antara dosen dan mahasiswa
ataupun antar mahasiswa di dalam kelas. Dalam kondisi yang kondusif ini,
mahasiswa

menjadi

tertantang

untuk

bertanya,

mengerjakan

tugas,

mengungkapkan pendapat/ide, serta menanggapi sesuatu karena mahasiswa


merasa nyaman dan tidak takut untuk melakukan suatu kesalahan di dalam
proses belajar. Berdasarkan uji banding antara dua model pembelajaranpun
didapatkan

kesimpulan

bahwa

model Cooperative

Learning lebih

efektif

dibanding model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar


mahasiswa.
Model Cooperative Learning mampu menciptakan kondisi yang kondusif dalam
proses

pembelajaran

mahasiswa.

Dengan

modelCooperative

Learning, mahasiswa dapat bekerja sama dalam kelompok untuk belajar dan
bertanggung jawab akan keberhasilan belajar semua anggota kelompok. Ada 3
manfaat yang akan didapatkan mahasiswa pada penggunaan model Cooperative
Learning ini, yaitu; penghargaan terhadap kelompok yang berhasil, tanggung
jawab masing-masing anggota kelompok serta kesamaan kesempatan untuk
berhasil.

2.2 ABSTRAK

a. Pengertian Abstrak
Pengertian umum abstrak merupakan penyajian singkat mengenai isi
tulisan sehingga pada tulisan, ia menjadi bagian tersendiri. Abstrak berfungsi
untuk menjelaskan secara singkat kepada pembaca.
Sedangkan pengertian khusus abstrak adalah sesuatu yang dilihat tidak
mengacu kepada obyek atau peristiwa khusus. Abstraksi menyajikan secara
simbolis atau secara konseptual serta secara imajinatif sesuaru yang tidak
dialami secara langsung.
Jadi abstrak adalah kata yang menunjukan kepada sifat, keadaan dan
kegiatan yang dilepas dari objek tertentu. Pemahaman akan pengertian
abstrak sepertinya masih dianggap sebagai suatu yang sulit bahkan tak
teraplikasi. Sebagaimana tertera di atas, suatu perikatan adalah suatu
pengertian abstrak (dalam arti tidak dapat dilihat dengan mata), maka suatu
perjanjian adalah suatu peristiwa atau kejadian yang konkret. Misalnya :
Perjanjian jual beli.
b. Cara Membuat Abstrak
Cara membuat abstrak yaitu:
Pertama, latar belakang masalah menyebutkan situasi/kondisi yang
menimbukan masalah dan perlu untuk dikaji secara ilmiah. Latar belakang ini
hendaknya sungguh-sungguh aktual dan menarik bagi pembaca yang
dinyatakan dalam dua atau tiga kalimat. Keberhasilan dalam
menggambarkan latar belakang masalah itu dengan menarik, mendorong
pembaca meneruskan membaca abstrak sampai selesai dan keseluruhan isi
naskah. Sebaliknya, kegagalan menarik perhatian pembaca melalui latar
belakang masalah ini, dapat membuat pembaca tidak melanjutkan
membacanya.

Kedua, rumusan masalah menyatakan hal pokok yang dibahas atau


pertanyaan yang akan dijawab dalam tulisan berikutnya. Masalah hendaknya
dirumuskan dengan singkat tanpa rincian, walaupun dalam isi tulisan masih
dikembangkan menjadi beberapa pertanyaan. Sudah barang tentu rumusan
masalah terkait langsung dengan latar belakang masalah yang diuraikan
sebelumnya. Biasanya masalah tersebut dirumuskan hanya dalam satu
kalimat pemdek.
Ketiga, pendekatan atau metodologi yang dipergunakan dalam mengkaji
masalah itu disebutkan yang utama saja , misalnya menyebutkan populasi
tetapi tidak menyebutkan teknik sampling dan jumlah sampel. Dalam

menuliskan tentang metodologi dihindari rumus-rumus statistik dalam


pengolahan dan analisis data, jadi sangat bersifat deskriptf dan singkat.
Keempat, hasil berisi inti jawaban atau temuan yang diperoleh dari
pembahasan yang dilakukan. Hasil hendaknya disebutkan secara nyata
tetapi tidak rinci dan kalau perlu dapat mencantumkan data kuantitatif.
Hendaknya tetap dijaga agar informasi singkat tentang hasil itu menimbulkan
keinginan pembaca mengetahui lebih rinci dan lengkap sehingga
menggugahnya membaca isi naskah secara lengkap. Apabila rumusan hasil
dituliskan secara lengkap dapat mengurangi motivasi pembaca membaca isi
naskah secara lengkap karena merasa telah mengetahui hasilnya dengan
membaca abstrak.
Kelima, kalau hasil kajian menggambarkan temuan atau sintesis dari
pembahasan, maka kesimpulan menujukan arti dan implikasi hasil kajian.
Kesimpulan, termasuk saran yag diajukan atas dasar hasil /temuan kajian.
Sudah barang tentu kesimpulan menjawab pertanyaan atau masalah yang
dikemukakan sebelumnya. Mengingat ketentuan dalam menulis abstrak,
khususnya berkaitan dengan panjangnya abstrak, kesimpulan dirumuskan
secara padat tetapi menggambarkan inti kajian. Uraian tentang latar belakang
masalah, pendekatan/metode, hasil, dan kesimpulan disusun secara ringkas,
terintegrasi, koheren, dan informatif dalam satu paragraf yang utuh dan
berdiri sendiri.
Contoh Abstrak:
ABSTRAK
Gunawan: PENGARUH GAYA KERJA MANAJERIAL, KOMUNIKASI
INTERPERSONAL DAN MOTIVASI TERHADAP PRESTASI KERJA
GURU SMA NEGERI SURAKARTA: Program Studi Magister
Manajemen, Program Pascasarjana Universitas Universitas
Slamet Riyadi Surakarta, 2006.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kerja
manajerial, komunikasi interpersonal dan motivasi secara sendirisendiri dan bersama-sama terhadap prestasi kerja guru SMA Negeri
Surakarta.
Penelitian ini menggunakan metode survei dengan membagikan
kuesioner kepada guru-guru SMA Negeri Surakarta. Responden
penelitian dipilih secara proporsional random sampling terhadap
guru-guru SMA Negeri Surakarta yang banyak anggota populasinya
654 orang. Sampel diambil secara random sebanyak 65 responden.
Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah program
SPSS Versi 12.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis diterima , yang


berarti bahwa terdapat pengaruh yang positif antara gaya kerja
manajerial terhadap prestasi kerja guru dengan koefisien sebesar
0,275 dan signifikansi sebesar 0.011; pengaruh komunikasi
interpersonal terhadap prestasi kerja guru dengan koefisien sebesar
0,409 dan signifikansi sebesar 0,000 dan pengaruh motivasi
terhadap prestasi kerja guru dengan koefisien sebesar 0,266 dan
signifikansi sebesar 0,062. Gaya kerja manajerial, komunikasi
interpersonal dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh
terhadap prestasi kerja guru. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa
komunikasi interpersonal paling dominan yang mempengaruhi
prestasi kerja guru. Dengan demikian komunikasi interpersonal
perlu mendapat perhatian secara khusus.
Kata kunci: Gaya Kerja Manajerial, Komunikasi Interpersonal,
Motivasi
dan
Prestasi Kerja

BAB 3
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Ringkasan berasal dan bentuk dasar ringkas yang berarti singkat,
pendek dari bentuk yang panjang. Hal ini dipakai untuk mengatakan suatu
bentuk karangan panjang yang dihadirkan dalam jumlah singkat. Suatu
ringkasan disajikan dalam bentuk yang lebih pendek dari tulisan aslinya dengan
berpedoman pada keutuhan topik dan gagasan yang ada didalam tulisan aslinya
yang panjang itu. Dengan demikian, sebuah ringkasan adalah sebuah karangan
yang kehilangan hiasan, keindahan, ilustrasi, dan keterangan yang bertele-tele.
Cara membuat ringkasan (1) membaca naskah asli sampai paham,
bahkan berkali-kali, (2) mencatat beberapa gagasan dari semua paragraf, dan
(3) mengadakan reproduksi.
Pengertian umum abstrak merupakan penyajian singkat mengenai isi
tulisan sehingga pada tulisan, ia menjadi bagian tersendiri. Abstrak berfungsi
untuk menjelaskan secara singkat kepada pembaca.
Sedangkan pengertian khusus abstrak adalah sesuatu yang dilihat tidak
mengacu kepada obyek atau peristiwa khusus. Abstraksi menyajikan secara
simbolis atau secara konseptual serta secara imajinatif sesuaru yang tidak
dialami secara langsung.
Cara membuat abstrak, (1) latar belakang masalah, (2) rumusan
masalah, (3) pendekatan atau metodologi, (4) hasil, dan (5) kesimpulan.
3.2 SARAN

Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, kami


mengharapkan bagi pembaca agar memberi kritik terhadap makalah ini sehingga
kami sebagai penyusun dapat mengetahui kekurangan makalah ini dan dapat
memperbaikinya.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan memperluas
pengetahuan pembaca tentang Ringkasan dan Abstrak.

DAFTAR PUSTAKA

http://bintangsitepu.wordpress.com/2010/09/30/teknik-membuat-abstrak/
http://www.pengertiannya.com/2013/11/pengertian-abstrak.html
http://xiccasoul.wordpress.com/2013/11/06/langkah-langkah-membuatringkasan-resume-contohnya/
E. Zaenal Arifin, S. Amran Tasai. 2008. Cermat Berbahasa Indonesia.
Akademika Pressindo