Anda di halaman 1dari 2

Mekanisme Pruritus dan Eritema

Pathogenesis gatal belum diketahui pasti. Beberapa pakar berpendapat bahwa sensasi
gatal dan nyeri sama-sama disalurkan melalui saraf C tidak bermielin didaerah taut dermoepidermal. Rangsangan ke reseptor gatal tersebut berjalan melalui saraf spinal sensorik.
Kemudian ke thalamus kontralateral dan selanjutnya ke kortex untuk diartikan rangsangan yang
ringan superficial intensitasnya rendah menyentuh rasa gatal bila lebih dalam dan intensitasnya
tinggi dapat, menyebabkan nyeri.

Mekanisme Pembentukan Skuama


Sel T yang teraktivasi akan berinteraksi dengan sel kulit (terutama keratinosit) dan
mengakibatkan pembentukan kulit yang tebal dan bersisik. Pemeriksaan histopatologi pada
biopsy kulit penderita psoriasis menunjukkan adanya penebalan epidermis dan stratum korneum

dan pelebaran pembuluh-pembuluh darah dermis bagian atas. Jumlah sel-sel basal yang
bermitosis jelas meningkat. Sel-sel yang membelah dengan cepat itu bergerak dengan cepat
kebagian permukaan epidermis yang menebal. Proliferasi dan migrasi sel-sel epidermis yang
cepat ini menyebabkan epidermis menjadi tebal dan diliputi keratin yang tebal (sisik yang
berwarna seperti perak). Peningkatan kecepatan mitosis sel-sel epidermis ini agaknya antara lain
disebabkan oleh kadar nukleotida siklik yang abnormal, terutama adenosinmonofosfat siklik
(cAMP) dan guanosinmonofosfat (cGMP) siklik. Prostaglandin dan poliamin juga abnormal
pada penyakit ini. Peranan setiap kelainan tersebut dalam mempengaruhi pembentukan plak
psoriatik belum dapat dimengerti secara jelas.