Anda di halaman 1dari 10

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

III. 1 Jenis Penelitian


Jenis

penelitian

yang

digunakan

adalah

penelitian

analitik

observasional komparatif dengan metode survei dan dengan pendekatan case


control. Penelitian analitik adalah penelitian yang ditujukan untuk mencari
hubungan antar variable dengan melakukan pengujian hipotesis. Sedangkan
metode survei merupakan studi pengumpulan data yang relatif terbatas dari
kasus-kasus yang relative besar jumlahnya (Sudigdo, 2011).

III. 2 Lokasi Penelitian


Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Grogol kota Depok.
III. 3 Populasi Penelitian
Populasi adalah sejumlah besar subyek yang mempunyai karakteristik
tertentu. (Sastroasmoro, 2008).
1) Populasi Kasus
Semua orang yang dinyatakan positif menderita TB paru dan
tercatat sebagai pasien di Puskesmas kota Depok yang bertempat tinggal
di sekitar puskesmas.
2) Populasi Kontrol
Semua orang yang dinyatakan tidak menderita TB paru yang
bertempat tinggal di sekitar puskesmas kota Depok.
III. 4 Sampel
Sampel adalah sebagian data yang diambil dari keseluruhan objek
penelitian yang dianggap mewakili seluruh populasi (Notoadmodjo, 2008).
Sampel pada penelitian ini adalah penderita TB paru dan bukan penderita TB di
wilayah yang sama. Peneliti mengambil sampel yang memenuhi kriteria inklusi
dan memiliki kriteria ekslusi. Untuk kepentingan interferensi kausal, kedua
populasi (case & control) harus setara atau matching (Sudigdo,2011).

Kriteria inklusi dan ekslusi :


1) Inklusi
a. Kriteria Kasus
1.Menderita TB paru.
2.Bersedia berpartisipasi dalam penelitian.
3.Berusia 15 45 tahun (usia produktif).
4.Bertempat tinggal dirumah tanpa renovasi yang ditempati minimal
6 bulan terakhir.
b. Kriteria Kontrol
1.Tidak menderita TB paru.
2.Bersedia berpartisipasi dalam penelitian.
3.Memiliki usia yang sama dengan kriteria kasus dan bertempat
tinggal dirumah yang ditempati minimal 6 bulan. Kriteria kontrol
matching.
2) Ekslusi
a. Kriteria Kasus
1.Tidak berada ditempat pada waktu pengumpulan data.
2.Dalam keadaan sakit atau tidak bisa ditemui.
3.Bertempat tinggal dirumah dengan renovasi 6 bulan terakhir.
b. Kriteria Kontrol
1.Tidak berada ditempat pada waktu pengumpulan data.
2.Dalam keadaan sakit atau tidak bisa ditemui.
3.Bertempat tinggal dirumah dengan renovasi 6 bulan terakhir.
3) Besar Sampel
Menggunakan rumus analitik kategorik tidak berpasangan, dengan
rumus:

n1 = n2 =
p1-p2

= 1,64

0,352 0,102
= 0,97 + 0,5 2
0,25
= (5,88)2
= 34,57
= 35

10% drop out

+ 3,5

= 39 40 sampel
n1= jumlah sampel kelompok 1
n2 = jumlah sampel kelompok 2
= alpha = tingkat kesalahan I
= beta = tingkat kesalahan II
Z= (1,64) deviat baku alpha
Z = (0,89) deviat baku beta;
p2=(0,102) proporsi pada kelompok yang sudah diketahui
nilainya (Riskesdas, 2007)
q2= 1-p2;
p1= (0,352) Proporsi pada kelompok yang nilainya merupakan
judgement peneliti;
q1= 1-p1;
p1-p2= selisih proporsi minimal yang dianggap bermakna;
p= (0,227) Proporsi total = (p1+p2)/2; q = 1 p

III. 5 Teknik Sampling


Teknik pengambilan sampling menggunakan simple random sampling
yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Teknik pengumpulan dengan
data kuesioner. Pengumpulan Data, dibagi menjadi :
a. Data Primer
Data primer dikumpulkan dengan cara wawancara langsung dan
observasi langsung ke responden dengan menggunakan kuesioner
mengenai perilaku pencegahan dan kondisi fisik rumah dengan kejadian
TB paru.
b. Data Sekunder
Data sekunder didapatkan dari data yang terdapat di puskesmas kota
Depok.
III. 6 Rancangan Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian case control, merupakan penelitian
epidemiologis analitik observasional yang menelaah hubungan antara efek
(penyakit atau kondisi kesehatan) tertentu dengan factor resiko tertentu.
Penelitian ini dimulai dengan identifikasi pasien dengan efek atau penyakit
tertentu (yang disebut sebagai kasus) dan kelompok tanpa efek (disebut
control) yang kemudian secara retrospektif ditelusuri faktor resiko yang dapat
menerangkan mengapa kasus terkena efek, sedangkan kontrol tidak (Sudigdo,
2011).

Adakah factor
resiko?

Penelitian mulai
di sini

Faktor risiko (+)

Kelompok
Kasus

Faktor risiko (-)


Faktor risiko (+)
Kelompok
Kasus

Faktor risiko (-)

III. 7 Identifikasi Variabel Penelitian


a. Variabel Bebas
Variabel bebas dalam penelitian ini sebagai berikut :
1.Perilaku, Sikap dan Pengetahuan.
2.Kondisi fisik rumah
i. Pencahayaan ruang rumah
ii. Jenis lantai rumah
iii. Luas ventilasi sudut rumah
iv. Kapadatan hunian kamar tidur
b. Variabel Terikat
Variable terikat dalam penelitian ini adalah Kejadian TB paru di
sekitar wilayah lingkungan kerja puskesmas kota Depok.
III. 8 Definisi Operasional Variabel
a. Variabel
1. Perilaku
Adalah respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus
(rangsangan dari luar)

(Notoadmodjo, 2012).

Definisi lain

adalah tingkah laku seseorang senantiasa didasarkan pada


kondisi, yaitu tindakan mengenal atau memikirkan seseorang
terlibat langsung dalam situasi itu dan memperoleh insight
untuk pemecahan

masalah (Reward dan Reinforcemen,

2013).

2. Sikap
Adalah reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang
terhadap suatu stimulus atau objek (Notoadmodjo, 2012).
3. Pengetahuan
Adalah hasil dari tahu, dan terjadi setelah orang melakukan
pengindraan terhadap suatu objek tertentu (Notoadmodjo, 2012).
4. Kondisi fisik rumah

Rumah sendiri definisinya adalah bangunan gedung yang


berfungsi sebagai tempat tinggal yang layak huni, sarana pembinaan
keluarga, cerminan harkat dan martabat penghuninya, serta aset bagi
pemiliknya (Permenkes No. 1077). Sedangkan kualitas fisik terdiri dari
parameter, yaitu partikel, suhu udara, pencahayaan, kelembapan serta
pengaturan dan pertukaran udara atau ventilasi (Permenkes, No. 1077).
Jadi kualitas fisik rumah menggabungkan kedua definisi tersebut :
i.

Pencahayaan
Kondisi masuknya cahaya matahari yang dapat menerangi

seluruh ruangan (Kemenkes RI No. 829, 1999).


Alat ukur

: Cheklist

Cara ukur

: Observasi

Hasil ukur

1) Skor = 1 (baik) cahaya dapat masuk ke seluruh ruangan.


2) Skor=0 (kurang) cahaya tidak dapat masuk ke seluruh
ruangan.
Skala
ii.

: Nominal

Jenis Lantai
Jenis lantai yang baik adalah lantai yang kedap air dan mudah

dibersihkan untuk diobservasi, yaitu dilihat dari jenis bahan lantai


(Kemenkes RI No. 829, 1999).
Alat ukur

: Cheklist

Cara ukur

: Observasi

Hasil ukur

1) Skor=1 (baik) terbuat dari keramik.


2) Skor=0 (kurang) terbuat semen atau papan atau kayu.
Skala
iii.

: Nominal

Luas Ventilasi
Presentase luas bidang ventilasi tetap dan lubang ventilasi

tidak tetap dari luas lantai yaitu 10% dari luas ruangan (Kemenkes RI

No. 829, 1999).


Alat ukur

: Meteran

Cara ukur

: Diukur luas lubang ventilasi tetap dan tidak tetap,


lalu dibandingkan dengan luas ruangan.

Hasil ukur

1) Skor=1 (baik) hasil perbandingan 10% .


2) Skor=0 (kurang) hasil perbandingan kurang dari 10%.
Skala
iv.

: Nominal

Kepadatan Hunian
Adalah perbandingan jumlah penghuni dengan luas ruangan

(Kemenkes RI No. 829, 1999).


Alat ukur

: Cheklist

Cara ukur

: Observasi

Hasil ukur

1) Skor=1 (baik) luas seluruh ruangan minimal 10 m = 1


orang.
2) Skor=0 (kurang) luas seluruh ruangan 10 m > 1 orang.
Skala

: Nominal.

III. 9 Instrumen Penelitian


Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mendapatkan data
penelitian. Definisi lain menyebutkan instrument penelitian adalah alat yang
digunakan untuk merekam yang pada umunya secara kuantitatif (Suryabrata,
2008). Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner dan meteran.
III. 10 Protokol Penelitian
Pra-Penelitian
Mengajukan surat izin atau permohonan kepada Dinas
Kesehatan Kota Depok dan Puskesmas Grogol Depok sebagai tempat
penelitian dimana terdapat responden untuk dijadikan sampel penelitian
dengan cara mengisi kuesioner dan lembar informed consent untuk melihat

kondisi fisik rumah. Pada akhirnya ditentukan sebagai responden dan


diminta menandatangani lembar informed consent.

Alokasi Subjek
Subjek yang akan diteliti adalah masyarakat yang didiagnosis Tuberkulosis
Paru di wilayah kerja Puskesmas Grogol Depok.

Desain Penelitian
Case Control

Teknik Pengambilan Sampel


Simple random sampling, dengan cara pengambilan sampel diberikan
kesempatan yang sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi yang
bersifat relative homogen.

Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer berupa kuesioner dan alat ukur
yang sudah disiapkan.

Pengolahan dan Analisis Data


Data hasil kuesioner tersebut kemudian diolah dengan program statistik.

Bagan 3.2 Alur Penelitian

III. 11 Pengolahan Data

Data yang sudah terkumpul selanjutnya diolah secara komputerisai


dengan program statistik untuk mengolah dan menganalisis data penelitian.
Dengan program tersebut kebutuhan pengolahan dan analis data dapat
diselesaikan dengan mudah dan cepat. (Wijaya, 2009). Dalam prosesnya
meliputi tahap sebagai berikut :
1. Editing
Merupakan kegiatan untuk melakukan pengecekan isi kuesioner, apakah
pengisisan telah lengkap, jawaban dari responden jelas dan relavan dari
pertanyaan.
2. Coding
Merupakan kegiatan merubah data berbentuk huruf menjadi data
berbentuk angka atau bilangan. Kegunanaan koding adalah untuk mempermudah
peneliti pada saat analisis data dan juga saat entry data.
3. Processing
Setelah dadta dikoding maka langkah selanjutnya adalah entry data dari
kuesioner kedalam program statistik komputer.
4. Cleaning
Merupakan kegiatan pengecekan kembali data yang sudah di entry
apakah terdapat kesalahan atau tidak.
III. 12 Analisis Data
III.12.1. Analisis Univariat
Digunakan untuk mengetahui distribusi data yaitu riwayat
keturunan, pola makan dan aktifitas fisik pada setiap kelompok kasus dan
kelompok kontrol.
III.12.2. Analisis Bivariat
Digunakan untuk mengetahui pengaruh dari variable
independen terhadap variable dependen. Analisis yang digunakan uji chi
square. Uji chi square digunakan apabila jenis hipotesis komparatif tidak
berpasangan dan jika menggunakan skala pengukuran kategorik berupa
nominal / ordinal (Sopiyudin, 2009). Tujuan analisis ini adalah untuk
melihat hubungan dan besarnya hubungan antara variable independen dan

variable dependen. Karena desain penelitian ini adalah case control, maka
digunakan output ratio (OR).

Dengan OR dapat diperkirakan tingkat

risiko dari masing-masing variable yang diteliti terhadap terjadinya


diabetes mellitus. OR ini merupakan ratio antara Odds pada kelompok
kasus dan Odds pada kelompok control.
III.13. Etika Penelitian
Informed consent di dapat dengan meminta persetujuan
subjek penelitian dengan cara mengisi dan menandatangani formulir
kuesioner yang telah diberikan. Subyek penelitian berhak menolak untuk
diikutsertakan,

boleh

berhenti

sewaktu-waktu,

dan

biaya

berhubungan dengan penelitian akan ditanggung oleh pihak peneliti.

yang