Anda di halaman 1dari 5

1

Laporan Tugas Khusus


PT. Lotte Chemical Titan
Nusantara
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
PT. Lotte Chemical Titan Nusantara merupakan penghasil polietilen
dengan jenis High Density Polyethylene (HDPE) dan Linear Low Density
Polyethylen (LLDPE). Reaksi pembuatan polietilen ini adalah reaksi
polimerisasi adisi yang bersifat eksotermis. Di PT. Lotte Chemical Titan
Nusantara, proses pembuatan polietilen pada Train 2 terdiri dari lima unit.
Unit yang pertama yaitu unit persiapan bahan baku. Unit ini berfungsi untuk
mempersiapkan bahan baku agar siap untuk diproses menjadi polietilen. Unit
yang kedua yaitu unit prepolimerisasi. Unit prepolimerisasi merupakan unit
pembuatan powder prepolimer aktif dalam suatu reaktor tangki berpengaduk
dengan menggunakan katalis chromium. Unit yang ketiga yaitu unit
polimerisasi. Pada unit polimerisasi ini terjadi reaksi antara prepolimer aktif,
ethylene, hydrogen dan penambahan co-monomer (butene-1) yang berbentuk
gas, yang terjadi di dalam fluidized bed reactor. Unit yang keempat yaitu unit
additive dan pelletizing. Unit ini berfungsi untuk merubah polietilen powder
menjadi bentuk pellet dengan penambahan additive. Sedangkan yang terakhir
yaitu unit bagging dimana produk dikemas untuk dipasarkan.
Proses polimerisasi terjadi pada suhu 80 C dan tekanan 20 barg di
dalam fluidized bed reactor (2-R-400). Untuk mencapai kondisi optimum
pada reaktor dilengkapi dengan peralatan pendukung, antara lain dua buah
heat exchanger. Heat Exchanger yang digunakan yaitu primary gas cooler (2E-400) dan final gas cooler (2-E-401) dengan jenis shell and tube.

S1 Reguler Teknik Kimia


Universitas Serang Raya

Laporan Tugas Khusus


PT. Lotte Chemical Titan
Nusantara
Proses fluidisasi di dalam reaktor dijaga oleh fluidized gas compressor
(2-C-400) dengan cara gas proses diinjeksikan melalui fluidisasi grid pada
dasar reaktor. Komposisi komponen gas yang masuk ke dalam reaktor
dikontrol secara hati-hati. Komposisi gas tersebut terdiri dari etilen, 1-butene,
hidrogen, dan nitrogen.
Gas proses yang terakumulasi di bagian atas reaktor masuk kedalam
overhead cyclon (2-S-400 A/B), dimana fines prepolimer powder dipisahkan
dari gas proses dan dikembalikan ke dalam reaktor dengan gas proses dari
discharge compressor (2-C-400). Fines polimer powder tersebut dimasukkan
kembali ke dalam reaktor melalui fines recycle ejector (2-J-400 A/B). Gas
yang keluar dari bagian atas cyclone kemudian didinginkan didalam primary
gas cooler (2-E-400) dan final gas cooler (2-E-401) dengan menggunakan
cooling water.
Untuk mengetahui kelayakan operasinya, heat exchanger harus
senantiasa dievaluasi. Evaluasi ini dapat dilakukan dengan menghitung nilai
Dirt Factor (Rd) dan efisiensi () dari final gas cooler (2-E-401).
.2 Perumusan Masalah
Mengetahui kelayakan operasi final gas cooler (2-E-401) dengan
mengevaluasi kinerjanya dengan menghitung nilai Dirt Factor (Rd) dan
efisiensi ().
.3 Tujuan
Pelaksanaan program Kerja Praktek bagi mahasiswa dalam lingkup program
pendidikan Sarjana Strata-1 Jurusan Teknik Kimia Universitas Sultan Ageng
Tirtayasa bertujuan :

S1 Reguler Teknik Kimia


Universitas Serang Raya

Laporan Tugas Khusus


PT. Lotte Chemical Titan
Nusantara
1. Memenuhi kurikulum sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan
mata kuliah Kerja Praktek jurusan Teknik Kimia, Universitas Serang
Raya.
2. Mendapatkan gambaran nyata tentang wujud dan pengoperasian
sistem pemproses atau fasilitas yang berfungsi sebagai sarana
produksi dan juga tentang organisasi kerja dan penerapannya dalam
upaya mengoperasikan suatu sarana produksi.
3. Menambah wawasan dan melatih

sense of Engineeringguna

menghadapi kemajuan teknologi industri kimia di masa yang akan


datang.
4. Mengevaluasi kinerja final gas cooler (2-E-401) dengan menghitung
nilai Dirt Factor (Rd) dan efisiensi ().

.4 Manfaat
Hasil dari evaluasi kinerja final gas cooler (2-E-401) dengan
menghitung nilai Dirt Factor (Rd) dan efisiensi () ini diharapkan dapat
digunakan sebagai pertimbangan dalam usaha untuk mengoptimalkan kinerja
dari gas cooler di PT. Lotte Chemical Titan Nusantara.
.5 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kerja Praktek
Kerja praktek berlangsung selama satu bulan yaitu dari tanggal 1
Januari sampai 29 Januari 2016. Adapun tempat pelaksanaan kerja praktek
berlangsung di :

S1 Reguler Teknik Kimia


Universitas Serang Raya

Laporan Tugas Khusus


PT. Lotte Chemical Titan
Nusantara
1. Training Center
2. Unit Operation Train 1& Train 2
3. Engineering and Maintenance building.
4. Unit Utility

.6 Jadwal Kegiatan
Jadwal kegiatan kerja praktek
Tanggal
2 Januari 2016
3 Januari 2016
4 Januari 2016
5 Januari 2016
6 Januari 2016
7 Januari 2016
8 Januari 2016
9 Januari 2016
10 Januari 2016
11 Januari 2016
12 Januari 2016
13 Januari 2016
14 Januari 2016
15 Januari 2016
16 Januari 2016
17 Januari 2016
18 Januari 2016
19 Januari 2016
20 Januari 2016
21 Januari 2016
22 Januari 2016

Waktu
07:30 s/d 16:30
07:30 s/d 16:30
07:30 s/d 16:30
07:30 s/d 16:30
07:30 s/d 16:30
07:30 s/d 16:30
07:30 s/d 16:30
07:30 s/d 16:30
07:30 s/d 16:30
07:30 s/d 16:30
07:30 s/d 16:30
07:30 s/d 16:30
07:30 s/d 16:30
07:30 s/d 16:30
07:30 s/d 16:30
07:30 s/d 16:30
07:30 s/d 16:30
07:30 s/d 16:30
07:30 s/d 16:30
07:30 s/d 16:30
07:30 s/d 16:30

S1 Reguler Teknik Kimia


Universitas Serang Raya

Jenis Kegiatan

Laporan Tugas Khusus


PT. Lotte Chemical Titan
Nusantara
23
24
25
26
27
28
29

Januari
Januari
Januari
Januari
Januari
Januari
Januari

2016
2016
2016
2016
2016
2016
2016

07:30 s/d 16:30


07:30 s/d 16:30
07:30 s/d 16:30
07:30 s/d 16:30
07:30 s/d 16:30
07:30 s/d 16:30
07:30 s/d 16:30
Mengetahui,
Pembimbing Lapangan

Akbar.A.Parmato

S1 Reguler Teknik Kimia


Universitas Serang Raya