Anda di halaman 1dari 3

1.

Definisi Kurikulum:
- UU No. 20 Tahun 2003 Kurikulum merupakan seperangkat rencana &
sebuah pengaturan berkaitan dengan tujuan, isi, bahan ajar & cara yang
digunakan
-

sebagai

pedoman

dalam

penyelenggaraan

kegiatan

pembelajaran untuk mencapai sebuah tujuan pendidikan nasional.


Good V. Carter (1973) : Kurikulum adalah kelompok pengajaran yang
sistematik atau urutan subjek yang dipersyaratkan untuk lulus atau

sertifikasi dalam pelajaran mayor


Harsono (2005) Mengungkapkan bahwa kurikulum ialah suatu gagasan
pendidikan yang diekpresikan melalui praktik. Pengertian kurikulum saat
ini semakin berkembang, sehingga yang dimaksud dengan kurikulum itu
tidak hanya sebagai gagasan pendidikan, namun seluruh program

pembelajaran yang terencana dari institusi pendidikan nasional.


Hilda Taba (1962) : Pengertian kurikulum sebagai a plan of learning yang
berarti bahwa kurikulum adalah sesuatu yang direncanakan untuk
dipelajari oleh siswa yang memuat rencana untuk peserta didik. Dalam

bukunya "Curriculum Development Theory and Pratice".


George A. Beaucham (1976) Kurikulum diartikan sebagai dokumen
tertulis yang berisikan seluruh mata pelajaran yang akan diajarkan kepada
peserta didik melalui pilihan berbagai disiplin ilmu dan rumusan masalah

dalam kehidupan sehari-hari.


Murray Print Menjelaskan bahwa kurikulum ialah ruang pembelajaran
yang direncanakan, diberikan secara langsung kepada peserta didik oleh
sebuah lembaga pendidikan dan merupakan pengalaman yang bisa
dinikmati oleh seluruh peserta didik ketika kurikulum itu diterapkan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa kurikulum adalah perangkat pembelajaran yang


direncanakan untuk menghasilkan proses pembelajaran dengan berbagai
disiplin ilmu demi tujuan pendidikan nasional.

2. Pendidikan Kejuruan dan Teknologi

Menurut Evans (dalam Muliaty, 2007: 7) pendidikan kejuruan merupakan


bagian dari sistem pendidikan yang mempersiapkan seseorang agar lebih
mampu bekerja pada satu kelompok pekerjaan atau satu bidang pekerjaan

daripada bidang-bidang pekerjaan lain.


Hamalik (2001:24) menyatakan bahwa pendidikan kejuruan adalah suatu
bentuk pengembangan bakat, pendidikan dasar keterampilan dan
kebiasaan-kebiasaan yang mengarah pada dunia kerja yang dipandang

sebagai latihan keterampilan.


Djohar (2007:1285) mengemukakan bahwa pendidikan kejuruan adalah
suatu program pendidikan yang menyiapkan individu peserta didik
menjadi tenaga kerja profesional dan siap untuk melanjutkan pendidikan

ke jenjang yang lebih tinggi.


Menurut Evan, (1978) Pendidikan teknologi dan kejuruan adalah bagian
dari pendidikan yang mencatak individu agar dia dapat bekerja pada

kelompok tertentu .
Pendidikan teknologi dan kejuruan adalah suatu program yang berada di
bawah

organisasi

pendidikan

tinggi

yang

diorganisasikan

untuk

mempersiapkan peserta didik memasuki dunia kerja (Good, 1959).


Definisi sekolah teknologi dan kejuruan yang paling tepat menurut saya adalah
suatu bentuk pengembangan bakat, pendidikan dasar keterampilan dan
kebiasaan-kebiasaan yang mengarah pada dunia kerja yang dipandang sebagai
latihan keterampilan berbagai bidang kejuruan untuk mempersiapkan lulusan
yang siap kerja.
3. SDM yang dibutuhkan era globalisasi
Dengan dimulainya perdagangan bebas, pemerintah dan pelaku bisnis
harus siap menghadapinya dengan mempersiapkan strategi bisnis dan
khususnya SDM agar kita mampu bersaing dalam skala dunia. Mutu SDM
harus berorientasi kedepan, sebab itu continuous learning, fokus pada tim,
empowerment, kreatif, mengaplikasi paradigma learning organization ---- the
right man on the right place, at the right time, and the right company perlu
diaplikasi.

Profesioanalisme manajemen, sistem informasi, budaya perusahaan yang


tepat, pemanfaatan teknologi, strategi fungsional lainnya perlu terpadu dan
mendukung pelaksanaan human resources practices yang sejalan dengan
strategi SDM, strategi perusahaan, visi dan misi, disertai kepemimpinan yang
handal, bermotivasi, berwawasan luas yang didukung oleh SDM yang
berkualitas dan berorientasi pada learning organization akan memungkinkan
perusahaan menghadapi persaingan bisnis dengan lebih percaya diri.
Ditingkat makro, dalam menghadapi tantangan globalisasi perusahaan atau
pelaku bisnis, pemerintah atau akademisi perlu mengembangkan tenaga kerja
nasional melalui program-program terpadu dan nyata seperti misalnya
penyusun kurikulum pendidikan yang mengacu pada dunia usaha, dan
memberikan pelatihan-pelatihan praktis. Kendati, tugas cukup berat, kita harus
optimis dan segera menentukan dan menjalankan strategi yang tepat dalam
meningkatkan mutu SDM atau tenaga kerja ditingkat nasional kita agar kita
tidak tertinggal jauh dalam percaturan bisnis dunia.
Sangat dibutuhkan usaha keras dunia pendidikan agar tenaga kerja yang
mengacu ke tenaga pasar global mampu bersaing pada persaingan
internasional. Tenaga pasar global dan keharusan mempertahankan kedudukan
bisnis Indonesia dalam percaturan perekonomian dunia hanya dapat dijawab
dengan pengembangan SDM yang mampu: 1)Menghasilkan kualitas produksi
barang dan jasa yang berstandar internasional dengan tetap mempertahankan
kerakteristik nasional. 2)Menghasilkan barang dan jasa dengan harga yang
bersaing melalui proses operasi/produksi yang efisien. 3)Menampilkan citra
sebagai pemasok yang handal dan terpercaya.
Untuk memperoleh SDM yang berkualitas dan memiliki daya saing, perlu
didukung oleh suatu sistem pendidikan dan pelatihan nasional yang
dikembangkan berdasar pada kebutuhan pasar kerja dan dinamika percepatan
perubahan yang terjadi pada dunia usaha dan dunia industri.