Anda di halaman 1dari 7

STRUKTUR BAJA

PERENCANAAN BATANG TARIK

OLEH :

I Made Dwi Prahastiya Anjatmika

(1304105118)

Pande Made Tegar Junata

(1304105119)

I Putu Eka Dharmawan

(1304105120)

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
2016

PEMBAHASAN

A. Batang Tarik
Penggunaan baja struktur yang paling efisien adalah sebagai batang tarik,
dimana seluruh kekuatan batang dapat dimobilisasikan secara optimal hingga
mencapai keruntuhan. Batang tarik adalah komponen struktur yang memikul /
mentransfer gaya tarik antara dua titik pada struktur.
Suatu elemen direncanakan hanya memikul gaya tarik jika kekakuan
lenturnya dapat diabaikan atau kondisi sambungan dan pembebanan hanya
menimbulkan gaya aksial pada elemen, seperti pada elemen rangka batang.
Batang tarik biasa digunakan pada struktur rangka atap, struktur jembatan rangka,
struktur jembatan gantung.

B. Kuat Tarik Rencana


Dalam merencanakan kuat tarik, semua komponen struktur yang memikul
gaya tarik aksial terfaktor sebesar Nu, maka harus memenuhi :
Nu .Nn
dimana :

Nu : Gaya aksial tarik terfaktor


Nn : Kuat tarik rencana

Dalam menentukan kuat tarik rencana suatu batang tarik, harus diperiksa
terhadap tiga macam kondisi keruntuhan yang menentukan, yaitu :
1.

Kondisi Leleh Dari Luas Penampang Kotor


Bila kondisi leleh yang menentukan, maka kuat tarik rencana (Nn) dari

batang tarik memenuhi persamaan:

.Nn = 0,90.Ag.fy

Struktur Baja

Gambar 1. Skema Kuat Tarik Rencana Kondisi Leleh


Pada kondisi ini yang ditinjau adalah elemen yang jauh dari
sambungan. Apabila penampang batang bulat, maka nilai Ag dihitung dengan
rumus:
Ag = ..D2
Dimana :
Ag
= Luas penampang penuh, tidak ada pengurangan luas akibat
lubang
fy
= Tegangan leleh baja
.Nn = Kuat rencana elemen tarik

2.

Kondisi Fraktur dari Luas Penampang Efektif


Bila kondisi fraktur pada sambungan yang menentukan, maka kuat
tarik rencana (Nn), dari batang tersebut memenuhi persamaan :

Gambar 2. Skema Kuat Tarik Rencana Kondisi Fraktur

.Nn = 0,75.Ae. fu
dimana :
Ae
= Luas penampang efektif
fu
= Tegangan ultimit baja

Struktur Baja

.Nn

= Kuat rencana elemen tarik

Koefisien reduksi untuk kondisi fraktur diambil lebih kecil dari pada
kondisi leleh karena kondisi fraktur lebih berbahaya dan harus dihindari.
Apabila penampang batang bulat, maka nilai Ae dihitung dengan rumus:
Ae = 0,75.Ag

C. Luas Penampang Bruto (Ag) dan Luas Penampang Netto (An)


Luas penampang bruto dari sebuah batang Ag didefinisikan sebagai hasil
perkalian antara tebal dan lebar bruto batang.
Luas penampang netto didapat dengan mengurangi lebar bruto dengan lebar
dari lubang tempat sambungan yang terdapat pada suatu penampang.
Contohnya adalah saat melakukan pemasangan paku keling (rivet) atau baut (bolt)
maka batang tarik pada baja harus diberi lubang. Sehingga mengakibatkan berkurangnya
luas penampang yang dibutuhkan untuk memikul gaya tarik, sehingga kekuatan tarik
batang akan berkurang. Karena luas netto penampang batang tarik yang relatif pendek
(komponen penyambung) tidak boleh diambil lebih besar daripada 85% luas gross

An 0,85.Ag

D. Luas Penampang Efektif (Ae)


Pada komponen struktur yang mengalami gaya tarik, maka luas penampang
efektif ditentukan dengan perhitungan :
Ae = U. An
Apabila daerah penampang sambungan tidak semua disambung, maka
tegangan yang terjadi akan tidak merata dan pada daerah sambungan terjadi
pelemahan (shear lag). Shear lag ini diatasi dengan mereduksi luas dengan
koefisien reduksi (U) yang besarnya :

Struktur Baja

x
1 0.9
U=
L

Gambar 3. Nilai x untuk Profil Siku


Dimana :
U = koefisien reduksi
x = eksentrisitas sambungan, jarak tegak lurus arah gaya tarik, antara titik
berat penampang komponen yang disambung dengan bidang
L

sambungan (mm)
= panjang sambungan dalam arah gaya tarik

Ada beberapa macam kondisi yang akan terjadi apabila gaya tarik disalurkan
menggunakan baut atau alat penyambung las, yaitu :
1.

Gaya Tarik Hanya Disalurkan Oleh Baut


A = An adalah luas penampang netto terkecil

Potongan 1-3 : An = Ag n.d.t


Potongan 1-2-3 : An = Ag n.d.t. +
2

s t
4u
Gambar 3. Gaya Tarik Disambungkan
oleh Baut
Dimana :
Ag = luas penampang bruto, mm2
t
= tebal penampang. mm
d = banyak lubang dalam garis potongan
n = jarak antara sumbu lubang pada arah sejajar sumbu komponen
struktur
u = jarak antara sumbu lubang pada arah tegak lurus sumbu
komponen struktur
Struktur Baja

Dalam suatu potongan jumlah luas lubang tidak boleh melebihi 15%
luas penampang utuh.

2.

Gaya Tarik Disalurkan Dengan Las Memanjang


Bila gaya tarik hanya disalurkan oleh pengelasan memanjang ke
komponen struktur yang bukan plat, atau oleh kombinasi pengelasan
memanjang dan melintang maka :
A = Ag

Gambar 4. Gaya Tarik Disalurkan oleh Las Memanjang


3.

Gaya Tarik Disalurkan Oleh Las Melintang


Bila gaya tarik hanya disalurkan oleh pengelasan melintang saja maka
A adalah jumlah luas penampang netto yang dihubungkan secara langsung
dan besarnya koefisien reduksi (U) = 1,0

Gambar 5. Gaya tarik disalurkan oleh las melintang


4.

Gaya Tarik Disalurkan Oleh Las Sepanjang Dua Sisi


Bila gaya tarik disalurkan ke sebuah komponen struktur plat dengan

pengelasan sepanjang kedua sisi pada ujung plat, dengan l > w maka :
A adalah luas plat, dengan nilai koefisien reduksi (U) :
Untuk l > 2w U = 1,0
Untuk 2w > l > 1,5w U = 0,87
Untuk 1,5w > l > w U = 0,75
Dimana :
l = Panjang pengelasan (mm)
w = Lebar plat (jarak antara sumbu pengelasan) (mm)

Struktur Baja

Gambar 6. Gaya tarik disalurkan oleh las sepanjang dua sisi

E. Kelangsingan Batang Tarik


Untuk mengurangi problem yang terkait dengan lendutan besar dan
vibrasi, maka komponen struktur tarik harus memenuhi syarat kekakuan. Syarat
ini berdasarkan pada rasio kelangsingan, = L/r, dengan, nilai diambil
maksimum 240 untuk batang tarik utama, dan 300 untuk batang tarik sekunder.

DAFTAR PUSTAKA

Aroelulu. Struktur Baja 1 Fakultas Teknik Program Studi Teknik Sipil.


18 Februari 2016
http://aroelulu.blogspot.co.id/2015/04/struktur-baja-1.html

Listiyono, Budi. Batang Tarik pada Konstruksi Baja 18 Februari 2016


http://listiyonobudi.blogspot.co.id/2011/04/batang-tarik-pada-konstruksibaja.html

Nasution, Tamrin. Struktur Baja 1. 18 Februari 2016


https://mahasiswasipilunila.files.wordpress.com/2014/11/modul-3-sesi-1batang-tarik.pdf

Struktur Baja