Anda di halaman 1dari 3

PEMBAHASAN

Pada praktikum ini dilakukan tes rasa asin, manis, asam dan pahit pada 5 bagian lidah
yaitu lateral dorsum, lateral dorsum bagiam medial, anterior dorsum linguae, posterior linguae
dan palatum. Tes ini dilakukan pada 5 orang coba yang berbeda yaitu, 1 orang laki-laki, 4 orang
wanita dengan criteria; 1 orang wanita pada periode menstruasi hari pertama, 1 wanita
menstruasi hari ke tiga, wanita pada periode 12 hari sebelum menstruasi, dan 1 wanita pada
periode 3 hari sebelum menstrusi.
Rasa asin dibentuk oleh garam-garam yang terionisasi. Pada percobaan ini rasa asin
dihasilkan dari larutan NaCl. Hasil dari percobaan menunjukkan laki-laki hanya merasakan rasa
asin pada daerah lateral dorsum lidah dengan konsentrasi NaCl 3,5% dan tidak dapat merasakan
lagi pada keempat daerah lain pada konsentrasi maksimal sekalipun. Pada wanita dengan periode
menstruasi hari ke 3 dan 3 hari sebelum menstruasi memiliki kepekaan yang sama terhadap
pemberian NaCl 3,5 % dapat dirasakan pada 5 bagian lidah. Wanita pada periode menstruasi hari
pertama memiliki kepekaan yang paling rendah terhadap rasa asin yaitu tidak dapat merasakan
rasa asin sampai konsentrasi maksimal sekalipun. Secara umum rasa asin dapat dirasakan paling
kuat dan paling sensitif terasa walaupun pada konsentrasi rendah pada daerah lateral dorsum
linguae (dekat anterior).
Rasa asam disebabkan oleh asam, intensitasnya sebanding dengan logaritma dari
konsentrasi ion hydrogen. Dengan kata lain, makin asam suatu asam, makin kuat sensasi yang
terbentuk. Pada percobaaan ini asam dihasilkan dari larutan asam sitrat. Hasil percobaan
menunjukkan rasa asam paling kuat dirasakan pada bagian lateral dorsum linguae bagian medial.
Wanita pada periode 3 hari sebelum menstruasi dapat merasakan rasa asam pada semua bagian
dengan konsentrasi paling rendah yaitu 0,5%. Wanita pada periode menstruasi hari pertama dan
12 hari sebelum menstruasi memiliki kepekaan yang paling rendah terhadap rasa asam, kedua
orang coba tidak dapat merasakan sensasi asam sama sekali pada semua daerah walaupun
dengan konsentrasi maskimal.
Rasa

manis

dibentuk

oleh

beberapa

tipe

substansi

kimia

seperti

gula,

glikol,alcohol,aldehid, keton,amida, ester, asam amino, beberapa protein kecil, asam sulfonat,
asam halogenasi, dan garam-garam anorganik dari timah dan berilium. Dalam praktikum ini rasa
manis diperoleh dari sukrosa. Hasil praktikum menunjukkan rasa manis paling peka dirasakan
oleh orang coba laki-laki yang dapat merasakan manis konsentrasi 0,5% pada semua bagian

kecuali palatum. Wanita pada periode menstruasi hari pertama merasakan manis dengan
konsentras lebih tinggi dari yang lain yaitu 4 % namun dapt merasakan pada semua bagian.
Secara umum rasa manis paling kuat dirasakan pada bagian anterior linguae
Rasa pahit sama seperti rasa manis, tidak dibentuk oleh satu tipe substansi kimia tetapi
berbagai substansi organik. Rasa pahit memiliki fungsi yang sangat bermakna bagi perlindungan.
Karena banyak toksin yang terdapat pada makanan beracun menimbulkan rasa yang sangat pahit.
Hasil praktikum menunjukkan kepekaan rasa pahit paling tinggi dimiliki oleh orang coba lakilaki yang dapat merasakan rasa pahit pada semua bagian. Wanita pada periode menstruasi hari
pertama dan menstruasi hari ketiga tidak dapat merasakan rasa pahit pada daerah manapun
dengan konsentrasi maksimal sekalipun.
Kepekaan indera pengecap dipengaruhi oleh banyak faktor seperti orang coba memakan
makanan yang terlalu dingin atau terlalu panas sebelum dilakukan tes, orang coba memiliki
kebiasaan merokok, oral hiegine yang jelek, dan kondisi hormonal.
Kebiasaan mengkonsumsi rokok dapat menurunkan sensitivitas indera pengecap. Hal ini
dapat dikarenakan saat rokok dihisap, nikotin yang terkondensasi masuk ke dalam rongga mulut
dan menutupi taste buds sehingga kemungkinan menghalangi interaksi zat-zat makanan ke
dalam reseptor pengecap. Pada akhirnya, nilai ambang pengecapan mungkin akan meningkat
pada perokok.
Kebiasaan menyirih merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi sensitivitas
indera pengecap. Hal ini dikarekan partikel-partikel yang terkandung pada sirih yang terdeposit
pada waktu yang lama sehingga mengakibatkan pigmentasi dan penumpukan partikel pada lidah
yang dapat menghalangi interpretasi rasa.
Oral higiene merupakan faktor yang juga mempengaruhi sensitivitas indera pengecap.
Oral higiene yang buruk dapat mengakibatkan penumpukan plak sisa makanan yang terdeposit
pada lidah sehingga menghalangi interpretasi rasa. Di samping itu, oral higiene yang buruk
merupakan tempat berkembangnya bakteri dan flora yang merugikan di rongga mulut.
Seluruh rasa dapat dirasakan oleh seluruh permukaan lidah, tetapi satu jenis rasa akan
lebih sensitif pada daerah tertentu. Rasa manis lebih sensitif dirasakan pada daerah ujung depan
lidah, rasa asin paling baik diapresiasi pada pinggir depan lidah,rasa asam paling baik diterima di
sepanjang samping/tepi lidah dan sensasi pahit dapat dideteksi dengan sangat baik pada sepertiga

belakang lidah. Keempat rasa ini dikenal dengan istilah sensasi rasa primer. Selain itu, ada rasa
kelima yang telah teridentifikasi yakni umami yang dominan ditemukan pada L-glutamat.1
Tiap rasa utama tersebut tidak mutlak sebagai proses spesifik, artinya rasa oleh masingmasing ion atau molekul zat tersebut dapat bereaksi pada saat yang berlainan dengan setiap epitel
neuron ujung serabut syaraf pengecapan. Jadi setiap taste buds dapat bereaksi untuk semua rasa
walau dengan intensitas berbeda.
Kathleen S. Curtis 2005 dalam penelitiannya yang dilakukan terhadap tikus
menyimpulkan bahwa estrogen memiliki kemampuan untuk membedakan cairan sukrosa dari air,
sehingga dapat diprediksi bahwa estrogen memiliki pengaruh jangka pendek pada deteksi
ambang batas sukrosa.
Kadar esterogen paling tinggi adalah pada periode pertama menstruasi yang kemudian
menurun sampai sekitar hari ke 3 menstruasi. Kadar esterogen juga rendah pada 12 hari sebelum
menstruasi dan mulai tinggi pada sekitar 3 hari sebelum menstruasi. Esterogen bersifat seolaholah berkompetisi dengan ion-ion untuk berikatan dengan reseptor. Sehingga tingginy akadar
esterogen akan menurunkan sensitivitas, dan kadar esterogen yang rendah akan membuat
individu lebih sensitif.