Anda di halaman 1dari 48

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Indonesia merupakan bangsa yang mempunyai banyak sumber daya, diantaranya
kekayaan alam yang melimpah, sumber daya manusia, dan peluang pasar yang besar.
Namun potensi yang sudah terpenuhi itu belum mampu dikelola secara efektif dan
efisien oleh para aktor pembangunan, sehingga Indonesia masih tertinggal dari cepatnya
laju pembangunan global dewasa ini. Penyelenggaraan pemerintah yang baik dan bersih
adalah keniscayaan di era globalisasi. Berbagai upaya telah dilakukan untuk
mewujudkannya, namun dalam implementasinya masih jauh dari idealitas. Kasus KKN
semakin marak, para pelaksana kebijakan kurang kreatif melahirkan inovasi dan banyak
program pemerintah yang terbengkalai. Masih banyak keluhan masyarakat terkait dengan
kinerja aparat pemerintah yang dinilai rendah dan tidak memiliki nilai dasar dalam
menjalankan tugasnya.
Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah salah satu dari aktor pembangunan yang
diharapkan mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 31 ayat (3) mengamanatkan bahwa
pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang
meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.
Pegawai Negeri Sipil (PNS) memiliki peranan yang menentukan dalam
mengelola semua potensi yang ada di Negara Indonesia sebagaimana tertuang dalam
Pembukaan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berupa
kekayaan alam yang melimpah, potensi sumberdaya manusia, peluang pasar yang besar
dan demokrasi yang relatif stabil agar dapat terkelola secara efektif dan efisien. Untuk
membentuk Pegawai sipil Negara yang mampu melaksanakan tugas dengan baik maka
Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Aparatur Sipil Negara (ASN)
merupakan profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian
kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN
untuk menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi,

bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Selama
ini PNS identik dengan stigma negatif, mulai dari kerja santai, tidak displin, gampang
disuap, dan stigma negatif lainnya. Agar stigma tersebut berubah, maka perubahan harus
dimulai dari diri PNS itu sendiri.
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan
Pelatihan prajabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS), ditetapkan bahwa salah satu jenis
Diklat yang strategis untuk mewujudkan PNS sebagai bagian dari ASN menjadi
professional adalah Diklat Prajabatan. Pada saat sekarang ini Diklat Prajabatan pola baru
dilakukan inovasi dalam penyelenggaraan Diklat Prajabatan yang memungkinan peserta
untuk mampu menginternalisasikan nilai nailai dasar profesi PNS dengan cara
mengalami sendiri dalam penerapan dan aktualisasi pada tempat tugas, sehingga peserta
merasakan manfaatnya secara langsung.
Untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik makadiperlukan
Aparatur Sipil Negara yang

berkualitas

dengan

carapenanaman nilai-nilai dasar

Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mulai diterapkan pada Diklat Prajabatan Golongan III
pola baru. Adapun nilai-nilai dasar tersebut adalah akuntabilitas, nasionalisme, etika
publik, komitmen mutu dan anti korupsi atau disingkat menjadi ANEKA.
Nilai-nilai dasar tersebut sebernarnya sudah berjalan di SDN 2 Ketitang
Kabupaten Temanggung, namun nilai dasar tersebut belum terlaksana dengan optimal,
sehingga perlu adanya penanaman dari tingkat dasar seperti pada guru-guru di sekolah
tersebut. Nilai dasar PNS yang telah ditanamkan dalam diklat prajabatan dilaksanakan
dengan aktualisasi nilai-nilai tersebut ke dalam kegiatan di satuan kerja perangkat dinas
(SKPD) atau unit kerja masing-masing sesuai dengan tugas, pokok dan fungsi (tupoksi)
profesi yang dimilikinya. Dalam rancangan ini, aktualisasi dilaksanakan oleh
gurupenjasorkes SD

Negeri 2 Ketitang Kecamatan Jumo Kabupaten Temanggung.

Aktualisasi yang dilaksanakan berguna untuk mendukung tercapainya visi sekolah yaitu
iman dan taqwa , santun dalam perilaku ,unggul dalam prestasi,,berwawasan budaya
bangsa , bersih dan sehat, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.

B. Tujuan
Tujuan dari kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS adalah

1. Meningkatkan kemampuan mewujudkan akuntabilitas dalam melaksanakan tugas


jabatannya.
2. Meningkatkan kemampuan mengedepankan kepentingan nasional dalam pelaksanaan
tugas jabatannya.
3. Meningkatkan kemampuan menjunjung tinggi standar etika publik dalam
pelaksanaan tugas jabatannya.
4. Meningkatkan kemampuan berinovasi untuk peningkatan mutu pelaksanaan tugas
jabatannya.
5. Menananamkan pola pikir antikorupsi dalam menjalankan tugas di lingkungan
instansinya.

C. Kompetensi yang Akan Dibangun


Kompetensi yang dibangun dalam Diklat Prajabatan CPNS Golongan III adalah
kompetensi PNS sebagai pelayan masyarakat yang professional, yang diindikasikan
dengan kemampuan mengaktualisasikan lima niali dasar, yaitu:
1. Kemampuan mewujudkan akuntabilitas dalam melaksanakan tugas.
2. Kemampuan mengedepankan kepentingan nasional dalam pelaksanaan tugas
jabatannya.
3. Kemampuan menjunjung tinggi standar etika public dalam pelaksanaan tugas
jabatannya.
4. Kemampuan berinovasi untuk peningkatan mutu pelaksanaan tugas jabatannya.
5. Kemampuan untuk tidak korupsi dan mendorong percepatan pemberantasan korupsi
di lingkungan instansi.

D. Manfaat Kegiatan
1.

Bagi Instansi
a. Aktualisasi ini dapat meningkatkan efektifitas, efesiensi, inovasi, serta mutu
pelayanan pendidikan di SD Negeri 2 Ketitang Kabupaten Temanggung.
b. Membantu mewujudkan visi dan misi SD Negeri 2 Ketitang Kabupaten
Temanggung.

2.

Bagi Siswa

a. Mendapatkan pelayanan pendidikan dengan baik sebagai wujud aktualisasi


nilai ANEKA.
b. Dasar Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap peserta didik SD
Negeri 2 Ketitang Kabupaten Temanggung.
3.

Bagi Peserta Diklat Prajabatan


Meningkatkan pemahaman dan implementasi nilai dasar ANEKA sebagai
landasan dalam menjalankan profesi sebagai guru penjasorkes pertama.

BAB II
NILAI-NILAI DASAR AKUNTABILITAS

Indonesia memiliki semua prakondisi untuk mewujudkan visi negara sebagaimana


tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,
yang ditandai dengan kekayaan alam yang melimpah, potensi sumber daya manusia, peluang
pasar yang besar dan demokrasi yang relatif stabil. Namun rakondisi yang sudah terpenuhi itu
belum mampu dikelola secara efektif dan efisien oleh para aktor pembangunan, sehingga
Indonesia masih tertinggal dari cepatnya laju pembangunan global dewasa ini. Pegawai
Negeri Sipil (PNS) memiliki peranan yang menentukan dalam mengelola prakondisi tersebut.
Sejumlah keputusan-keputusan strategis mulai dari memformulasi kebijakan sampai pada
penetapannya dalam berbagai sektor pembangunan ditetapkan oleh PNS. Untuk memainkan
peranan tersebut, diperlukan sosok PNS yang profesional, yaitu PNS yang mampu memenuhi
standar kompetensi jabatannya sehingga mampu melaksanakan tugas jabatannya secara
efektif dan efisien. Untuk dapat membentuk sosok PNS profesional seperti tersebut di atas
perlu dilaksanakan pembinaan melalui jalur Pendidikan dan Pelatihan (Diklat).
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan
Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS), ditetapkan bahwa salah satu jenis Diklat yang
strategis untuk mewujudkan PNS sebagai bagian dari ASN menjadi profesional seperti
tersebut di atas adalah Diklat Prajabatan. Diklat ini dilaksanakan dalam rangka membentuk
nilai-nilai dasar profesi PNS.
Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam membentuk karakter PNS yang
kuat, yaitu PNS yang mampu bersikap dan bertindak profesional dalam melayani masyarakat.
Untuk membentuk PNS profesional, dibutuhkan pembaharuan atas pola penyelenggaraan
diklat yang ada saat ini dan yang didukung oleh semua pihak. Praktik penyelenggaraan Diklat
Prajabatan dengan pola pembelajaran klasikal yang didominasi dengan metode ceramah,
menunjukkan bahwa tidak mudah untuk membentuk nilai-nilai dasar profesi PNS, terutama
proses internalisasi pada diri masing-masing peserta. Berdasakan pertimbangan akan hal
tersebut maka dilakukan inovasi dalam penyelenggaraan
Diklat Prajabatan yang memungkinkan peserta untuk mampu menginternalisasikan

nilai-nilai dasar profesi PNS dengan cara mengalami sendiri dalam penerapan dan aktualisasi
pada tempat tugas/tempat magang, sehingga peserta merasakan manfaatnya secara langsung.
Dengan demikian nilai-nilai dasar profesi PNS tersebut terpatri kuat dalam dirinya. Melalui
pembaharuan Diklat Prajabatan ini diharapkan dapat menghasilkan PNS yang profesional,
yang dewasa ini sangat dibutuhkan untuk mengelola segala prakondisi dan sumber daya
pembangunan yang ada, sehingga dapat mempercepat peningkatan daya saing bangsa.
Nilai dasar profesi Aparatur Sipil Negara meliputi akuntabilitas, nasionalisme, etika
publik, komitmen mutu dan anti korupsi (ANEKA), peraturan perundangan yang berlaku
misalnya UU No 5 tahun 2014 tentang ASN harus diaktualisasikan di kehidupan keseharian
dan pekerjaan kita.
A. AKUNTABILITAS DAN INDIKATORNYA
Akuntabilitas

menurut

pedoman

LAKIP

(No.

589/IX/6/Y/1999-

235/IX/6/8/2003) akuntabilitas adalah merupakan perwujudtan kewajiban seseorang atau


unit organisasi untuk mempertanggung jawabkan pengelolaan atau unit organisasi untuk
mempertanggung jawabkan penggelolaan dan pengendalian sumber daya dan
pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepadanya dalam rangka pencapaian tujuan
yang telah ditetapkan melalui media pertanggung jawaban secara periodic.
Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai.
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk
memenuhi tanggungjawab yang menjadi amanahnya, terutama PNS diharapkan
menjamin terwujudnya nilai-nilai publik, meliputi kemampuan mengambil pilihan yang
tepat dan benar ketika terjadi konflik kepentingan; memiliki pemahaman dan kesadaran
untuk

menghindari

dan

mencegah

keterlibatan

PNS

dalam

politik

praktis;

memperlakukan warga negara secara sama dan adil dalam penyelenggaraan


pemerintahan dan pelayanan publik; serta menunjukkan sikap dan perilaku yang
konsisten dan dapat diandalkan sebagai penyelenggara pemerintahan (LAN, 2014b)
Aspek-aspek akuntabilitas terdiri dari: akuntabilitas adalah sebuah hubungan;
akuntabilitas berorientasi pada hasil; akuntabilitas membutuhkan adanya laporan;
akuntabilitas memerlukan konsekuensi; dan akuntabilitas memperbaiki kinerja. Dalam
pendekatan akuntabilitas yang bersifat proaktif, akuntabilitas dimaknai sebagai sebuah
hubungan dan proses yang direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan

sejak awal, penempatan sumber daya yang tepat, dan evaluasi kinerja dengan berfokus
peningkatan kinerja pegawai (LAN, 2014b).
Akuntabilitas memiliki lima tingkatan yang berbeda yaitu: akuntabilitas
personal; akuntabilitas individu; akuntabilitas kelompok; akuntabilitas organisasi; dan
akuntabilitas stakeholders. Akuntabilitas personel mengacu pada nilai-nilai yang ada
pada diri seseorang seperti kejujuran, integritas, moral dan etika. Berbeda dengan
akuntabilitas individu yang mengacu pada hubungan antara individu dan lingkungan
kerjanya, yaitu antara PNS dengan instansi masing-masing. Akuntabilitas kelompok
merupakan bentuk semangat kerjasama antar kelompok sehingga tercapai kinerja
organisasi yang baik. Akuntabilitas organisasi mengacu pada hasil kinerja yang telah
dicapai, baik pelaporan yang dilakukan oleh individu atau institusi maupun kinerja
organisasi kepada stakeholders lainnya, sedangkanakuntabilitas stakeholders adalah
tanggungjawab organisasi pemerintahan untuk mewujudkan pelayanan dan kinerja yang
adil, responsif dan bermartabat (LAN, 2014b).
Untuk memenuhi terwujudnya organisasi sektor publik yang akuntabel, maka
mekanisme akuntabilitas harus mengandung dimensi: akuntabilitas kejujuran dan hukum
yaitu terkait dengan kepatuhan hukum dan peraturan; akuntabilitas proses melalui
pelayanan publik yang cepat, responsif, dan murah; akuntabilitas program yang memberi
pertimbangan apakah tujuan dapat dicapai; dan akuntabilitas kebijakan yang terkait
dengan pertanggungjawaban pemerintah atas kebijakan yang diambil terhadap
DPR/DPRD dan masyarakat luas (LAN, 2014b).
Mekanisme akuntabilitas birokrasi di Indonesia meliputi perencanaan strategis;
kontrak kinerja; dan laporan kinerja. Untuk menciptakan lingkungan kerja yang
akuntabel,

diperlukan

(responsibilitas),

kepemimpinan,

keadilan,

transparansi,

kepercayaan,

integritas,

keseimbangan,

tanggungjawab
kejelasan,

dan

konsistensi.Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menciptakan framework


akuntabilitas yaitu: menentukan tujuan yang ingin dicapai, melakukan perencanaan yang
akan dilakukan, melakukan implementasi dan memantau kemajuan yang sudah dicapai,
memberikan laporan hasil secara lengkap, serta melakukan evaluasi hasil dan
menyediakan masukan untuk memperbaiki kinerja.Akuntabilitas dalam konteks meliputi
transparansi dan akses informasi yang mudah dijangkau, praktek kecurangan (Fraud) dan

perilaku korup, penggunaan sumber daya milik negara, penyimpanan dan penggunaan
data dan informasi pemerintah, serta konflik kepentingan (LAN, 2014b).
Indikator nilai-nilai dasar akuntabilitas meliputi:
1. Kepemimpinan
2. Transparansi
3. Integritas
4. Tanggung jawab
5. Keadilan
6. Kepercayaan
7. Keseimbangan
8. Kejelasan
9. Konsistensi
B.

NASIONALISME DAN INDIKATORNYA


Nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap
bangsa dan negara, sekaligus menghormati bangsa lain. Indikator nilai nasionalisme
sesuai lima sila Pancasila, yaitu keTuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan
beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan
dalam permusyawaratan perwakilan dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
(LAN, 2014f)
Dalam mengimplementasikan nilai-nilai keTuhanan, perlu mendudukkan
Pancasila secara proporsional. Pada sila pertama tentang keTuhanan Yang Maha Esa
secara universal yaitu percaya dan taqwa kepada Tuhan sesuai agama dan kepercayaan
masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradap, saling menghormati
dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang
berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup, saling menhormati kebebasan dan
menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan, dan tidak memaksakan suatu
agam dan kepercayaan kepada orang lain. KeTuhanan dalam kerangka Pancasila bisa
melibatkan nilai-nilai moral agama-agama yang ada, kekuasaan dijalankan secara
transparan dan akuntabel, dengan mengembangkan etika sosial di masyarakat, dan
memperkuat pembentukan karakter dan kepribadian, melahirkan etos kerja yang positif,

dan memiliki kepercayaan diri untuk mengembangkan potensi diri dan kekayaan alam
yang diberikan Tuhan(LAN, 2014f).
Pemerintah harus memperhatikan prinsip kemanusiaan dan keadilan dalam
penyelenggaraan pemerintahan. Arti kata kemanusiaanyang adil dan beradap pada sila
kedua yaitu mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban antara
sesama manusia, saling mencintai sesame manusia, mengembangkan sikap tenggang
rasa, tidak semena-mena terhadap orang lain, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Sehingga tindakan dan perilaku kita sebagai PNS harus sejalan dengan kemanusiaan,
mengatasi kemiskinan, kekerasan, kesenjangan sosial, dan ketidakadilan. Perpaduan
prinsip sila pertama dan kedua Pancasila menuntut pemerintah dan penyelenggara negara
memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang cita-cita moral rakyat
yang mulia. Negara harus mampu memberi keadilan di segala bidang didasari semangat
gotong royong, menjunjung tinggi persaudaraan, perdamaian, dan keadilan antar umat
manusia (LAN, 2014f).
Masyarakat

harus ditanamkan

rasa cinta terhadap tanah air dengan cara

menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan Negara di


atas kepentingan pribadi atau golongan, serta memajukan pergaulan demi persatuan dan
kesatuan bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika (LAN, 2014f)
Demokrasi permusyawaratan merupakan cerminan jiwa, kepribadian, dan citacita bangsa Indonesia, serta kepercayaan atau keyakinan untuk mencapai suatu bentuk
masyarakat yang dicita-citakan.Sila keempat Pancasila mengandung ciri-ciri yaitu
kerakyatan (kedaulatan rakyat) yaitu rakyat berperan dalam pengambilan keputusan;
permusyawaratan (kekeluargaan) yaitu penyelenggaraan pemerintahan didasarkan atas
semangat kekeluargaan; dan hikmat kebijaksanaan yaitu pemerintah diharapkan
mengetahui, memahami, dan merasakan keinginan rakyat sehingga keputusan yang
diambil adalah bijaksana. Komitmen keadilan memiliki dimensi atau empat kerangka
yaitu: perwujudan relasi yang adil di semua tingkat sistem masyarakat; pengembangan
struktur yang menyediakan kesetaraan kesempatan; proses fasilitasi akses atas informasi,
layanan dan sumber daya yang diperlukan; dan dukungan atas partisipasi bermakna atas
pengambilan keputusan bagi semua orang (LAN, 2014f).
Implementasi Aparatur Sipil Negara di nasionalisme selain mampu mewujudkan

kelima sila Pancasila, juga diharapkan sebagai pelaksana kebijakan publik yang mampu
mengaktualisasikan semangat nasionalisme dan wawasan kebangsaan yang kuat
berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan berorientasi pada kepentingan publik,
berintegritas tinggi, dan sebagai pelaksana kebijakan publik. Peran ASN sebagai pelayan
publik diharapkan juga profesional, selain itu ASN sebagai perekat dan pemersatu
bangsa, dan mampu menjaga kondisi damai (LAN, 2014f).
Indikator nilai-nilai dasar nasionalisme yang merupakan implementasi dari sila-sila
pancasila meliputi:
1.Nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa
2.Nilai-nilai Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
3.Nilai-nilai Persatuan Indonesia
4.Nilai-nilai Kerakyatan yang
Permusyawaratan/Perwakilan

Dipimpin

oleh

Hikmat

Kebijaksanaan

dalam

5.Nilai-nilai Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia


C.

ETIKA PUBLIK DAN INDIKATORNYA


Definisi etika menurut Weihrich dan Koontz (2005) yaitu the dicipline dealing

with what is good and bad and with moral duty and obligation. Collins Cobuild (1990)
mendefinisikan etika yaitu an idea or moral belief that influences the behaviour, attitudes
and philosophy of life of a group of people. Ricoeur (1992) mendefinisikan etika sebagai
tujuan hidup yang baik bersama dan untuk orang lain di dalam institusi yang adil. Etika lebih
dipahami sebagai refleksi atas baik atau buruk, benar atau salah yang harus dilakukan atau
bagaimana melakukan yang baik atau benar, sedangkan moral mengacu pada kewajiban
untuk melakukan yang baik atau apa yang seharusnya dilakukan (LAN, 2014d).
Etika public adalah merupakan refleksi tentang standar/norma yang menetukan
baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan kepuasan untuk mengarahkan kebijakan
public dalam rangka menjalankan tanggungjawab pelayanan public. (LAN, 2014d).
Berkaitan dengan pelayanan publik, etika publik adalah refleksi tentang standar
atau norma yang menentukan baik atau buruk, benar atau salah perilaku, tindakan dan
keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung
jawab pelayanan publik.Etika dipahami sebagai sistem penilaian perilaku serta keyakinan

10

untuk mementukan perbuatan yang pantas guna menjamin perlindungan hak-hak


individu, mencakup cara-cara dalam pengambilan keputusan untuk mengambil
keputusan untuk membantu membedakan hal-hal yang baik dan buruk serta
mengarahkan apa yang seharusnya dilakukan sesuai nilai-nilai yang dianut (LAN,
2014d).
Kode etik adalah aturan-aturan yang mengatur tingkah laku dalam suatu
kelompok khusus, sudut pandangnya hanya ditujukan pada hal-hal prinsip dalam bentuk
ketentuan tertulis. Kode etik profesi untuk mengatur tingkah laku atau etika suatu
kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan tertulis yang diharapkan dapat
dipegang teguh oleh sekelompok profesional tertentu. Nilai etika dalam organisasi
meliputi kebersamaan, empati, kepedulian, kedewasaan, orientasi organisasi, respect,
kebajikan, integritas, inovatif, keunggulan, keluwesan dan kearifan (LAN, 2014d).
Nilai dasar etika public yang perlu dilakukan sebagai ASN dengan cara
memegang teguh nilai-nilai dalam ideology Negara Pancasila, setia mempertahankan
Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia 1945, menjalankan tugas
secara professional dan tidak berpihak, membuat keputusan berdasarkan prinsip
keahlian, menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif, memelihara dan
menjunjung tinggi standar etika luhur, memberikan layanan kepada public secara
baik(jujur tanggap cepat tepat akurat berdayaguna berhasil guna dan santun),
mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi, menghargai komunikasi, konsultasi
dan kerjasama, mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai,
mendorong kesetaraan dalam pekerjaan, dan meningkatkan efektifitas system pemerintah
yang demokratis sebagai perangkat system karis. (LAN, 2014d)
Terdapat tiga fokus utama pelayanan publik yaitu
- pelayanan publik yang berkualitas dan relevan;
- sisi dimensi, reflektif etika publik berfungsi sebagai bantuan dalam menimbang
pilihan sarana kebijakan publik dan alat evaluasi;
- serta modalitas etika yang menjembatani antara norma moral dan tindakan faktual.
Dimensi etika publik terdapat tiga prinsip yaitu
- dimensi kualitas pelayanan publik,
- dimensi modalitas, dan

11

- dimensi tindakan integritas publik.


Unsur-unsur modalitas dalam etika publik yaitu akuntabilitas, transparansi dan
netralitas (LAN, 2014d).
Sumber-sumber kode etik bagi ASN telah berkembang dalam sistem
administrasi publik sejak kemerdekaan meliputi :
- Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 1959 tentang Sumpah Jabatan PNS dan
Anggota Angkatan Perang;
- Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1975 tentang Sumpah atau Janji PNS;
- Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin PNS;
- Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan
- Kode Etik PNS; Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS;
dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN (LAN, 2014d).
Kode etik dan kode perilaku pegawai ASN menurut Undang-Undang Nomor 5
Tahun 2014 yaitu melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggungjawab, dan
berintegritas tinggi; melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin, melayani
dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan; melaksanakan tugasnya sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan; melaksanakan tugasnya sesuai dengan
perintah atasan atau Pejabat yang Berwenang sejauh tidak bertentangan dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan dan etika pemerintahan; menjaga kerahasiaan
yang menyangkut kebijakan negara; menggunakan kekayaan dan barang milik negara
secara bertanggung-jawab, efektif, dan efisien; menjaga agar tidak terjadi konflik
kepentingan dalam melaksanakan tugasnya; memberikan informasi secara benar dan
tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan
kedinasan; tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status, kekuasaan, dan
jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau
untuk orang lain; memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan
integritas ASN; dan melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan (LAN,
2014f)

D.

KOMITMEN MUTU DAN INDIKATORNYA


Komitmen mutu PNS untuk membentuk nilai dasar inovatif dan komitmen

12

mutu, melalui pembelajaran tentang efektivitas, efisiensi, inovasi dan kualitas


penyelenggaraan pemerintahan, konsekuensi dari perubahan, serta analisis dampaknya
(PerkaLAN, 2014)
Komitmen mutu juga mengajarkan tentang berfikir kreatif dimana, berfikir
kreatif menunjukkan kemampuan orang untuk menghasilkan atau menciptakan sesuatu
yang baru dan berbeda. Proses berpikir kreatif membutuhkan daya imajinasi yang tinggi,
yang mampu ke luar dari rutinitas atau berbeda dari kebiasaan sehari-hari. Sehingga
membuat untuk membuat inovasi yang baru dapat berupa karya hasil penemuan baru
atau mengandung unsure kebaruan (novelty), misalnya sebagai penyempurnaan atau
perbaikan dari karya yang sudah ada, produk imitasi(tiruan) yang memiliki nilai tambah,
serta karya hasil sintesis (LAN, 2014e)
Nilai-nilai dasar komitmen mutu yaitu efisiensi, efektifitas, inovasi dan mutu.
Kinerja aparatur dalam memberikan pelayanan publik yang bermutu harus berlandaskan
prinsip efektivitas, efisiensi, dan inovasi. Target utama kinerja aparatur yang berbasis
komitmen mutu adalah mewujudkan kepuasan masyarakat yang menerima layanan
(customer satisfaction). Manajemen mutu terpadu dapat berjalan baik diperlukan strategi
meliputi: menyusun program kerja jangka panjang yang berbasis mutu, membangun
mindset pegawai terhadap budaya mutu, mengembangkan budaya kerja yang berorientasi
mutu, meningkatkan mutu proses secara berkelanjutan, membangun komitmen pegawai
jangka panjang, membangun kerjasama kolegial antarpegawai dilandasi kepercayaan dan
kejujuran, memfokuskan kegiatan pada kepuasan pelanggan internal maupun eksternal,
beradaptasi dengan tuntutan perubahan, menampilkan kinerja tanpa cacat, dan
menjalankan fungsi pengawasan secara efektif dan efisien untuk mengawal
keterlaksanaan program kerja (LAN, 2014e).
Setiap ASN dalam melaksanakan tugas dan fungsinya harus dilandasi kesadaran
tinggi untuk memaknai esensi komitmen mutu dalam memberikan layanan publik sesuai
ketentuan perundangan. Perilaku adiluhung sebagai aparatur diwujudkan melalui
karakter kepribadian yang jujur, amanah, cermat, disiplin, efektif, efisien, inovatif,
melayani dengan sikap hormat, bertutur kata sopan dan ramah, berlaku adil, bekerja
tanpa tekanan, memiliki integritas tinggi, serta menjaga nama baik dan reputasi ASN.
Tanggungjawab mutuada di setiap level organisasi yaitu level puncak (corporate level),

13

level strategic business unit, level fungsional, dan level unit dasar. Masing-masing level
harus mampu mempertanggungjawabkan hasil pencapaian mutu unit kerjanya (LAN,
2014e).
E. ANTI KORUPSI DAN INDIKATORNYA
Anti korupsi PNS untuk membentuk nilai-nilai dasar anti korupsi melalui
pembelajaran penyadaran anti korupsi, menjauhi perilaku korupsi, membangun sistem
integritas,

proses

internalisasi

nilai-nilai

dasar

anti

korupsi

beserta

analisis

dampaknya(PerkaLAN, 2014)
Anti korupsi adalah suatu tindakan,perbuatan dan sikap melawan korupsi.
Secara bahasa korupsi berasal dari bahasa latin coruptio dan corupptus yang berarti
kerusakan atau kebobrokan, dalam bahasa yunani corruptio adalah perbuatan yang tidak
baik, buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral,

menyimpang dari kesucian,

melanggar norma norma agama, material, mental dan umum (LAN, 2014c)
Menurut undang undang Menurut Undang-Undang No.31 Tahun 1999 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang termasuk dalam tindak pidana korupsi
adalah Setiap orang yang dikategorikan melawan hukum, melakukan perbuatan
memperkaya diri sendiri, menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu
korporasi, menyalahgunakan kewenangan maupun kesempatan atau sarana yang ada
padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara
atau perekonomian Negara. menjauhi perilaku korupsi, membangun sistem integritas,
proses internalisasi nilai-nilai dasar anti korupsi beserta analisis dampaknya.
Indikator nilai-nilai dasar Anti Korupsi antara lain:
1.Jujur
2.Peduli
3.Mandiri
4.Disiplin
5.Tanggung Jawab
6.Kerja Keras
7.Sederhana
8.Berani
9.Adil

14

F. NILAI NILAI DASAR ANEKA DAN URAIAN KEGIATAN


Diantara kelima nilai nilai dasar profesi ASN yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika
public, komitmen mutu, dan anti korupsi, serta uraian kegiatan yang diaktualisasikan di
Tempat Tugas peserta diklat prajabatan Golongan III di SKPD SD N 2 Ketitang yaitu :
mengontrol kebersihan dan kerapian siswa kelas II dengan kartu kontrol yang telah
dibuat guru.
siswa kelas 1-IV melaksanakan tamanisasi sekolah dengan menata dan menyiangi
tanaman yang ada disekolah setiap 1 minggu sekali.
melaksanakan membuat slogan peduli lingkungan untuk siswa kelas IV.
melaksanakan program penyuluhan gigi dan mulut untuk siswa kelas 1-IV.
melaksanakan program sikat gigi untuk siswa kelas II.
melatih baris berbaris siswa kelas IV.
melaksanakan program kartu menuju sehat anak sekolah untuk siswa kelas III.
melaksanakan program membudidayakan cuci tangan untuk siswa kelas 1.
melatih siswa kelas V paduan suara dengan lagu Indonesia Raya yang diiringi musik
untuk persiapan upacara bendera setiap hari senin.
Melatih senam Indonesia sehat untuk siswa kelasV.

15

16

Definisi, Aspek, Prinsip, Indikator ANEKA


NO
1.
1.

Nilai-nilai Dasar
Profesi ASN
2.
Akuntabilitas

ATRIBUT
Definisi
3.
Perilaku etis atas dasar
prinsip dan nilai moral
universal
(Budiati,
2014)
Kewajibanpertanggung
jawaban
yang
harusdicapai
(LAN,
2014b)
kewajibankewajibandariindividuindividuataupenguasa
yang
dipercayakanuntukmen
gelolasumbersumberdayapublikdan
yang
bersangkutandenganny
auntukdapatmenjawabh
al-hal
yang
menyangkutpertanggun
g-jawaban
fiscal,
manajerial,
dan
program.(Deklarasi
Tokyo,1985.
http://www.tesisdisertas
i.blogspot.co.id/)

Aspek

4.
Sebuahhubungan
Berorientasipadahasil
Membutuhkanlaporan
Memerlukankonsekuensi
Memperbaikikinerja
(LAN, 2014b)

Prinsip
5
1. Untukmenyedia-kankontroldemokratis
2. Untukmencegahkorupsidanpenyalahgunaankekuasaan
3. Untukmeningkat-kanefisiensidanefektifitas
4. Menjaminkewenangandigunakandenganbai
kdandapatdipertang-gungjawabkanpadapublik(Budiati, 2015

17

Indikator

6.
Kepemimpinan
Tanggungjawab (responsibilitas)
Keseimbangan
Transparansi
Keadilan
Kejelasan
Integritas
Kepercayaan
Konsistensi (Budiati, 2014)

2.

Nasionalisme

3.

Etika Publik

4.

Komitmen Mutu

Pandangantentang rasa Pelaksana


kebijakan
cinta
yang
publik
wajarterhadapbangsada
Pelayan publik
nnegara,
Perekat dan pemersatu
sekaligusmenghormatib
bangsa(LAN, 2014f)
angsa lain(LAN, 2014f)
Kekuatandankontinuitas
darisentimendanidentita
snasionaldenganmemen
tingkan
nation
(ErnestGellenervia,http:
//www.pengertianahli.c
om,2013)
Kemauanuntukbersatuta
npapaksaandalamseman
gatpersamaandankewar
ganegaraan
(Ernest
Renan,
htpp//www.academia.ed
u, 2014)
Refleksitentangstandar/ Dimensi
norma
yang Kualitas
pelayanan
menentukanbaik/buruk,
publik
benar/salahperilaku,
Modalitas (akuntabilitas,
tindakandankeputusanu
transparansi, netralitas)
ntukmengarahkankebija Tindakan
integritas
kanpublikdalamrangka
publik (LAN, 2014d)
menjalankantanggungja
wabpelayananpublik(L
AN, 2014d)
Suatu kondisi dinamis
berkaitan
dengan
produk, jasa, manusia,
proses, dan lingkungan

1. Ketepatanwaktupelayanan
2. Kesopanandankeramahandalammemberika
npelayanan
3. Tangungjawab
4. Kemudahandalampelayanan
5. Kenyamanandalammemperolehpelayanan(
LAN, 2014)

Sila Pancasila
1. KeTuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang Adil dan
Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh
Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan Perwakilan
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh
Rakyat Indonesia

1. Untukmemunculkansikapketaatanpadatatate
rtibdannorma hokum
2. Untukmemunculkan rasa kepercayaan yang
tinggidarimasyarakatkepadaaparaturpemeri
ntah

Kebersamaa
n
Empati
Kepedulian
Kedewasaan
Orientasiorg
anisasi
Respect
Kebajikan

Perubahan
produk 1. Pelaksanakebijakanpublik
2. Pelayanpublik
barang/jasa
3. Perekatdanpemersatubangsa
Proses produksi
Nilai-nilai kelembagaan
18

Integritas
Inovatif
Keunggulan
Keluwesan
Kearifan
(LAN, 2014d)

Efisiensi
Efektifitas
Inovasi
Mutu(LAN, 2014e)

5.

Anti Korupsi

yang sesuai atau bahkan


melebihi
harapan
konsumen/pengguna
(Goetsch& Davis, 2006)
Penilaian
mutu
produk/jasa tergantung
persepsi
individual
berdasarkan kesesuaian
nilai yang terkandung di
dalamnya
dengan
kebutuhan
dan
keinginannya,
tanpa
kesalahan
dan
pemborosan
(Christopher & Thor,
2001)
Bahasalatincorruptio
yang berartikerusakan,
kebrobokan,
dankebusukan(LAN,
2014c)

(LAN, 2014)
Perubahan cara kerja
Tekanan yang digunakan
Layanan
sistem
manajemen
Mindset pegawai
(LAN, 2014e)

Kesediaan (compliance)
Identifikasi
(identification)
Internalisasi
(internalization)
(LAN, 2014c)

1. Akuntabili-tas
yang
dapatdiukurdandipertang-gungjawab-kan
2. Transparansi
3. Kewajaran
4. Kebijakanantikorupsi
5. Kontrolkebijakan
6. Keterkaitanaturan,
akuntabilitas,
kompetensi, danetika(Budiati, 2015)

19

Kejujuran
Kepedulian
Kemandirian
Disiplin
Tanggungjawab
Kerja keras
Sederhana
Berani
Adil(LAN, 2014c)

20

BAB III
TUGAS UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA
A. Tugas Unit Kerja
1. Deskripsi Unit Kerja
a. IdentitasSekolah
NamaSekolah

: SD N 2 KETITANG

NPSN / NSS

: 1010323110035

JenjangPendidikan

: SD

Status Sekolah

: Negeri

b. LokasiSekolah
Alamat

: Kalisalam, Ketitang, Jumo, Temanggung 56256

Desa/Kelurahan

: Ketitang

Kecamatan

: Jumo

Kabupaten

: Temanggung

c. Jumlah Pendidik dan Tenaga Kependidikan


Laki-laki

:4

Perempuan

:5

Total

: 10

Penjaga

:1

d. Jumlah Peserta Didik


Jumlah rombel

:6

Laki-laki

: 33

Perempuan

: 23

Total

: 56

e. jumlah Gedung
gedung milik sendiri : 2
ruang kelas

:6

2. Visi dan Misi Unit Kerja


Visi SD N 2 Ketitang

21

Terwujudnya warga sekolah yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berprestasi, trampil dan berbudaya.

Misi SD N 2 K etitang
a. Meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
b.Memupuk kesadaran menjalankan ibadah dan mengamalkan ajaran agamanya
masing-masing.
c. Menyelenggarakan kegiatan belajar yang efektif
B. Tugas Jabatan Peserta Diklat
1. Tugas Aparatur Sipil Negara
Undang-Undang Aparatur Sipil Negara No. 5 Tahun 2014 Pasal 11
menjelaskan bahwa tugas ASN adalah:
a. melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
b. memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas; dan
c. Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Jabatan Fungsional Guru
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi (Permenegpan RB) No. 16 tahun 2009 menjelaskan bahwa Jabatan
fungsional guru adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas,
tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan mendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada
pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan
menengah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang diduduki oleh
Pegawai Negeri Sipil.
Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada
pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan
menengah. Kegiatan pembelajaran adalah kegiatan Guru dalam menyusun rencana
pembelajaran, melaksanakan pembelajaran yang bermutu, menilai dan mengevaluasi

22

hasil pembelajaran, menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan


terhadap peserta didik.
3. Tupoksi
Tugas Pokok dan Fungsi Guru Mapel
Rincian kegiatan tugas jabatan guru matapelajaran yaitu:
1. Menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan;
2. Menyusun silabus pembelajaran;
3. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran;
4. Melaksanakan kegiatan pembelajaran;
5. Menyusun alat ukur/soal sesuai mata pelajaran;
6. Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata pelajaran yang
diampunya;
7. Menganalisis hasil penilaian pembelajaran;
8. Melaksanakan pembelajaran/perbaikan dan pengayaan dengan memanfaatkan
hasil penilaian dan evaluasi;
9. Menjadi pengawas penilai dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat
sekolah dan nasional
10. Membimbing guru pemula dalam program induksi
11. Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler proses pembelajaran;
12. Melaksanakan pengembangan diri;
13. Melaksanakan publikasi ilmiah; dan
14. Membuat karya inovatif.

4. TugasAparaturSipil Negara
MenurutUndang-undang

RI

nomor

5tahun

2014tentangAparaturSipil

Negarapasal 11:
Pegawai ASN bertugas:
a. melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
b. memberikan pelayanan publik yang professional dan berkualitas; dan

23

c. mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

B. TugasPeserta
1. UraianTugasPeserta
Menurut Undang-undang RI nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasionalpasal 1 ayat 6:
Pendidikan adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru,
dosen,

konselor,

pamongbelajar,

widyaiswara,

tutor,

instruktur,

fasilitator,

dansebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam


menyelenggarakan pendidikan.

Menurut Undang-undang RI nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan


Nasional pasal 39 ayat 2:
Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan
melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan
pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.
MenurutUndang-undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru
danDosenpasal 1 ayat 1:
Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik,
mengajar,

membimbing,

mengarahkan,

melatih,

menilai,

dan

mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur


pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

MenurutUndang-undang

RI

nomor

14

tahun

2005

tentang

Guru

danDosenpasal 20:
Dalam melaksanakan tugas keprofe sionalan, guru berkewajiban :
a. Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu,
serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran;

24

b. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara


berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi,
danseni;
c. Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin,
agama, suku, ras, dan kondisifisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan
status social ekonomi peserta didik dalam pembelajaran;
d. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dankodeetik guru,
sertanilai-nilai agama danetika; dan
e. Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.
Menurut Oemar Hamalik, tugas dan tanggung jawab guru meliputi 11 macam,
yaitu:
a. Guru harus menuntun murid-murid belajar
b. Turut serta membina kurikulum sekolah.
c. Melakukan pembinaan terhadap diri anak (kepribadian, watak, dan jasmaniah)
d. Memberikan bimbingan kepada murid.
e. Melakukan diagnose atas kesulitan-kesulitan belajar dan mengadakan penilaian
atas kemajuan belajar.
f. Menyelenggarakan penelitian.
g. Mengenal masyarakat dan ikut aktif di dalamnya.
h. Menghayati, mengamalkan, dan mengamankan Pancasila.
i. Turut serta membantu terciptanya kesatuan dan persatuan bangsa dan perdamaian
dunia.
j. Turut mensukseskan pembangunan.
k. Tanggung jawab meningkatkan professional guru.

25

BAB IV
AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI ASN

Kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN (ANEKA) di SD N 2 ketitang


berdasarkan pada tupoksi membuat karya inovatif adalah
:mengontrol kebersihan dan kerapian siswa kelas II dengan kartu kontrol yang telah dibuat
guru.
siswa kelas 1-IV melaksanakan tamanisasi sekolah dengan menata dan menyiangi tanaman
yang ada disekolah setiap 1 minggu sekali.
melaksanakan membuat slogan peduli lingkungan untuk siswa kelas IV.
melaksanakan program penyuluhan gigi dan mulut untuk siswa kelas 1-IV.
melaksanakan program sikat gigi untuk siswa kelas II.
melatih baris berbaris siswa kelas IV.
melaksanakan program kartu menuju sehat anak sekolah untuk siswa kelas III.
melaksanakan program membudidayakan cuci tangan untuk siswa kelas 1.
melatih siswa kelas V paduan suara dengan lagu Indonesia Raya yang diiringi musik untuk
persiapan upacara bendera setiap hari senin.
Melatih senam Indonesia sehat untuk siswa kelasV.

26

Daftar Kegiatan Aktualisasi


Format 1

Formulir 1. Tehnik Aktualisasi


No

Kegiatan

1
1

2
Mengontrol
kebersihan dan
kerapian siswa
kelas II dengan
kartu kontrol
yang telah dibuat
oleh guru.

Siswa kelas 1-IV

NILAI DASAR
3
Komitmen mutu
(Inovasi)

URAIAN PELAKSANAAN

ANALISIS DAMPAK JIKA


TIDAK DILAKSANAKAN
4
5
Guru berinovasi membuat Kegiatan menjaga
kartu kontrol yang tadinya kebersihan dan
belum ada untuk siswa
kerapiaan sisiwa sulit
sebagai sarana supaya guru terkontrol
bisa mengontrol
kebersihan dan kerapian
siswa.

Akuntabilitas
(Kejelasan)

Guru memberikan
penjelasan kepada semua
siswa kelas II mengenai
fungsi dari kartu kontrol
kebersihan dan kerapian.

Siswa tidak tau kegunaan


dari kartu kontrol
kebersihan

Nasionalisme
(Pancasila sila ke 3 butir
3 tentang
mengembangkan rasa
cinta)

Guru membiasakan siswa


untuk mensukuri karunia
Tuhan berupa tubuh yanag
sehat dengan menjaga
kebersihan dan kerapianya.

Siswa kurang memiliki


rasa sukur kepada Tuhan
atas karunianya yang
telah diberikan berupa
tubuh yang sehat

Etika publik
(kebijakan)

Kartu kontrol sebagai


kebijakan guru akan
digunakan untuk melayani
siswa setiap hari sebelum
waktu pulang sekolah.

Pelayanan terhadap
sisiwa kurang optimal

Komitmen Mutu

Guruberinovasi

Tanaman tidak tertata

27

No
1

Kegiatan
2
melaksanakan
tamanisasi
sekolah dengan
menata dan
menyiangi
tanaman yang
ada disekolahan

Melaksanakan

NILAI DASAR

URAIAN PELAKSANAAN

4
denganmengumpulkan
semua siswa kelas 1-IV
dihalaman sekolah untuk
diberi pengarahan tentang
tamanisasi yang akan
dilaksanakan.
Guru bersama siswa
menata dan menyiangi
tanaman yang ada
dilingkungan sekolahan
secara bersama-sama agar
cepat selesai yang
dilaksanakan stu minggu
sekali.

(Inovasi)

Etika Publik
(kebersamaan)

ANALISIS DAMPAK JIKA


TIDAK DILAKSANAKAN
5
dan banyak rumput
liarnya

Siswa tidak semangat


dalam melaksanakan
kegiatan dan waktu yang
dibutuhkan semakin
lama

Akuntabilitas
(Tanggung jawab)

Guru dalam memberikan


tugas tamanisasi kepada
siswa dilaksanakan secara
profesional dan guru
menjadi penanggung
jawab atas kelancaran
tugas tersebut.

Anti Korupsi
(kepedulian)

Guru menanamkan sikap


Siswa tidak kurang peduli
peduli terhadap lingkungan dengan kebersihan
kepada siswa dengan cara lingkungan
bersama-sama menata dan
menyiangi tanama di
lingkungan sekolahan.

Akuntabilitas
(Tanggung Jawab)

Dalam pelaksanaan
kegiatan tamanisasi guru
menjadi tanggung jawab
kelancaran kegiatan.
Guruberinovasidengan

Komitmen mutu

28

Kegiatan tidak bisa


berjalan lancar

Kegiatan tidak berjalan


sesuai yang diharapkan

Siswa kurang memahami

No
1

Kegiatan
2
program
membuat slogan
peduli lingkungan
untuk kelas IV

NILAI DASAR
3
(inovasi)

Nasionalisme
(cinta tanah air
(pancasila sila ke 3 butir
3)

Akuntabilitas
(kejelasan)

Etika Publik
(saling menghormati)

Anti Korupsi
(Tanggung jawab)

URAIAN PELAKSANAAN

ANALISIS DAMPAK JIKA


TIDAK DILAKSANAKAN
4
5
mengumpulkan siswa kelas slogan tentang peduli
IV di dalam kelas dan diberi lingkungan
pengarahan bagaimana
cara membuat slogan
tentang peduli lingkungan
yang mudah di baca dan di
pahami.
Melalui kegiatan guru ingin
menanamkan rasa cinta
terhadap tanang air
dimulai dari hal yang kecil
melalui kepedulian akan
kebersihan di lingkungan
sekolah.

Rasa cinta terhadap


bangsa berkurang

Dalam kegiatan ini guru


memberikan kejelasan
akan tugas yang harus
diselesaiakan siswa yaitu
untuk membuat slogan
yang berjudul peduli
lingkungan.

Siswa tidak tau apa yang


harus dilakukan.

Guru dan siswa dalam


berkomunikasi
menggunakan tutur bahasa
yang baik dengan harapan
guru bisa nenanamkan
sikap saling hormat
menghormati .

Siswa kurang tau


bagaimana cara
berbicara yang baik jika
tidak ada contoh
dikeseharianya.

Siswa melaksanakan
dengan sungguh-sungguh
tugas yang diberikan oleh

Tugas yang di berikan


guru tidak dapat selesai
dengan baik.

29

No
1

Kegiatan
2

NILAI DASAR

URAIAN PELAKSANAAN

ANALISIS DAMPAK JIKA


TIDAK DILAKSANAKAN
5

guru.
4

Melaksanakan
program
penyuluhan gigi
dan mulut untuk
siswa kelas 1-IV

Komitmen Mutu
(inovasi)

Guruberinovasi dengan
mengadakan kerjasama
dengan puskesmas untuk
menjadi nara sumber
penyuluhan kesehatan gigi
dan mulut.

Penyuluhan kesehatan
gigi dan mulut tidak
terlaksana.

Akuntabilitas
(kejelasan,tanggung
jawab)

Guru mengkondisikan
siswa di dalam kelas dan
memberikan pengarahan
sebelum pelaksanaan
penyuluhan gigi dan mulut
dimulai agar siswa paham
kegiatan yang akan
dilaksanakan.

Pelaksanaan penyuluhan
kesehatan gigi dan mulut
tidak dapat berjalan
sesuai dengan rencana.

Etika Publik
(Kepedulian)

Gurubersama siswa kelas


1-IV dengan sungguhsungguh mengikuti
penyuluhan kesehatan gigi
dan mulut yang
disampaikan oleh nara
sumber sebagai wujud
kepeduliaan akan
pentingnya kesehatan gigi
dan mulut kita.

Siswa tidak dapat


mengetahui mangfaat
dari penyuluhan
kesehatan gigi dan
mulut.

Anti Korupsi
(berani, kejujuran)

Dalam penyululuhan ini


siswaberanimenjawab
pertanyaan dari nara
sumber dengan jujur.

Kurangnya Keberaniaan
siswa untuk tampil
dimuka umum.

Guru bertanggung jawab

Program penyuluhan

Anti korupsi

30

No
1

Kegiatan

NILAI DASAR

URAIAN PELAKSANAAN

ANALISIS DAMPAK JIKA


TIDAK DILAKSANAKAN
5
kesehatan gigi dan mulut
tidak terlaksana dengan
baik.
Siswa disekolahan
kurang tau bagai mana
cara gosok gigi yang
benar.

3
(tanggung jawab)

4
atas kelanjacaran program
penyuluhan gigi dan mulut.

Melaksanakan
program sikat gigi
untuk kls II

Komitmen Mutu
(inovasi)

Guru berinovasi
mengumpulkan siswa kelas
2 didalam kelas dan
memberikan pengarahan
serta contoh cara gosok
gigi yang benar.

Etika Publik
(saling menghormati)

Guru dan siswa dalam


berkomunikasi
mengunakan tutur bahasa
yang baik dengan harapan
siswa bisa dapat saling
menghormati.
Guru bertanggung jawab
untuk mengkondisikan
siswa saat akan
melaksanakan gosok gigi
agar dapat berjalan dengan
lancar.

Siswa tidak
taubagaimana cara
menghormati orang lain.

Anti Korupsi
(tanggung jawab)

Siswa melaksanakan
perintah guru dengan
penuh tanggung jawabdan
guru bertanggung jawab
akan kelancaran kegiatan
ini.

Siswa kurang memiliki


rasa tanggung jawab.

Etika Publik
(saling menghormati)

Saat berkomunikasi
dengan siswa,guru dan
siswa menggunakan tutur
bahasa yang baik dan
mudah di pahami dengan

Siswa kurang memiliki


rasa sopan santun saat
berbicara

Akuntabilitas
(tanggung jawab)

31

Kegiatan gosok gigi tidak


bisa berjlan lancar.

No
1

Kegiatan
2

Melatih baris
berbaris siswa kls
IV

NILAI DASAR
3

URAIAN PELAKSANAAN
4
tujuan agar bisa saling
menghormati.

ANALISIS DAMPAK JIKA


TIDAK DILAKSANAKAN
5

Komitmen Mutu
(inovasi)

Guru
berinovasimembariskan
siswa kelas IV dihalaman
sekolah dan
menyampaikan materi
dasar tentang baris
berbaris yang dulu sampe
sekarang jarang
disampekan.

Siswa kurang
mengetahui cara baris
berbaris yang benar.

Akuntabilitas
(tanggung jawab)

Dalam latihan baris


berbarissiswa kelas IV
melaksanakanya dengan
penuh rasa tanggung
jawab.

Siswa tidak serius dalam


berlatih.

Etika Publik
(saling menghormati)

Guru dalam melatih baris


berbaris siswa kelas IV
menggunakan tuitur
bahasa yang baik dan
mudah di pahami dengan
tujuan agar siswa dapat
saling menghormati sesuai
dengan ap yang telah di
contohkan oleh guru.

Siswa kuraang bisa


menggunakan tutur
bahasa yang baik

Anti Korupsi
(Adil)

Guru bersikap adil


terhadap siswa, apa bila
ada yang melakukan
kesalahan dalam latihan
tetap akan ditegur.
Nilai yang terlihaat: adil

Siswa tidak serius dalam


berlatih baris berbaris.

32

No

Kegiatan

1
7

2
Melaksanakan
program kartu
menuju sehat
anak sekolah
untuk siswa kelas
III

NILAI DASAR

URAIAN PELAKSANAAN

ANALISIS DAMPAK JIKA


TIDAK DILAKSANAKAN
5
Guru kesulitan untuk
mengetahui status gizi
siswa

3
Komitmen Mutu
(inovasi)

4
Guruberinovasi untuk
membuat kartu menuju
sehat yang memuat
tentang berat badan, tinggi
badan dan status gizi untuk
siswa kelas III.

Akuntabilitas
(Tanggung Jawab)

Guru bertanggung jawab


mengumpulkan siswa kelas
III di dalam kelas dan
menyampekan fungsi
kegunaan kartu menuju
sehat yang telah di buat.

Siswa tidak tau fungsi


dari kartu menuju sehat
yang telah dibuat guru.

Etika Publik
(Salinh Menghormati)

Guru dan siswa dalam


berkomunikasi
mengunakan tutur bahasa
yang baik dan mudah di
pahami dengan harapan
sikap saling menghormati
dapat tertanam pada diri
siswa.

Siswa disekolahan
kurang tau cara tutur
bahasa yang baik.

Anti Korupsi
(Tanggung Jawab)

Guru dalam melaksanakan


program ini dilaksanakan
dengan penuh kejujuran
dan bertanggung jawab
atas terlaksananya
kegiatan ini.

Program kartu menuju


sehat tidak bisa
terlaksana sesuai
rencana.

Guru berinovasimenunjuk
salah satu siswa untuk
membariskan temantemanya kelas 1 dihalaman
sekolah untuk

Saat disekolahan siswa


tidak terbiasa cuci
tangan.

Melaksanakan
Komitmen Mutu
program
(Inovasi)
membudidayakan
cuci tangan untuk
siswa kelas 1

33

No
1

Kegiatan
2

NILAI DASAR

URAIAN PELAKSANAAN

4
mendapatkan pengarahan
cuci tangan yang sampe
sekarang masih jarang
dilaksanakan.

ANALISIS DAMPAK JIKA


TIDAK DILAKSANAKAN
5

Etika Publik
(Saling menghormati)

Guru dan siswa dalam


berkomunikasi
menggunakan tutur bahasa
yang baik dengan harapan
siswa dapat menerapkan
sikap untuk bisa saling
menghormati.

Siswa tidak terbiasa


mengunakan tutur
bahasa yang baik saat
berbicara dengan guru.

Akuntabilitas
(Konsiten)

Siswamelaksanakan cuci
tangan bersama
disekolahan dan konsisten
untuk dapat
melaksanakanya setiap
hari dijam istirahat.

Cuci tangan yang


dilaksanakan di
sekolahan tidak bisa
terlaksana dilaksanakan.

Guru bertanggung jawab


atas terlaksananya
kegiatan membudidayakan
cuci tangan yang di
laksanakan untuk kelas 1.
Nasionalisme
Dalam program
(pancasila sila 3 butir 7) membudidayakan cuci
Persatuan dan kesatuan tangan yang dilakukan
bersama ini guru secara
tidak langsung ingin
menerapkan nilai
persatuan dan kesatuan
tertanam pada diri siswa.

Program
membudidayakan cuci
tangan di sekolahan
tidak bisa terlaksana
sesuai yang diinginkan.
Nilai persatuan dan
kesatuan sulit
tertanamkan pada siswa.

Anti Korupsi
9Tanggung Jawab)

34

No

Kegiatan

1
9

2
3
Melatih siswa
Komitmen Mutu
kelas V paduan
(Inovasi)
suara dengan lagu
Indonesia Raya
yang diiringi
muisik untuk
persiapan
upacara bendera
setiap hari senin
Etika Publik
(saling menghormati)

10

Melatih senam

NILAI DASAR

URAIAN PELAKSANAAN
4
Guru berinovasi melatih
siswa kelas V paduan suara
lagu Indonesia Raya yang
diiringi musik dengan
bantuan media video yang
sampe saat ini jarang
dilakukan.

ANALISIS DAMPAK JIKA


TIDAK DILAKSANAKAN
5
Siswa kurang
mengetahui cara
menyanyikan lagu
Indonesia Raya yang
diiringi dengan musik.

Guru dan siswa


berkomunikasi
menggunakan tutur bahasa
yang baik agar siswa
terbiasa untuk dapat saling
mengghormati.

Siswa terbiasa berbicara


dengan guru
menggunakan tutur
bahasa yang kurang baik.

Akuntabilitas
(Tanggung Jawab)

Guru bertanggung jawab


untuk mengkondisikan
siswa didalam kelas dan
memberi pengarahan yang
akan dilakukan.

Siswa tidak tau apa yang


harus dilakukan.

Anti Korupsi
(Tanggung Jawab)

Siswa berlatih paduan


suara yang di iringi musik
dan guru yangbertanggung
jawab atas terlaksannya
kegiatan tersebut.

Siswa tidak bisa


menguasai nyanyian lagu
Indonesia Raya yang di
iringi dengan musik.

Nasionalisme
(pancasila sila sila 3
butir 7)
persatuan dan kesatuan

Guru melatih semua siswa


kelas V yang dilakukan
secara bersama-sama
untuk menanamkan sikap
persaatuan dan kesatuan
dikelas itu.
Guru berinovasi untuk

Kebersamaan siswa tidak


terlatih.

Komitmen mutu

35

Siswa kurang

No
1

Kegiatan
2
Indonesia sehat
kelas V

NILAI DASAR
3
(Inovasi)

URAIAN PELAKSANAAN

ANALISIS DAMPAK JIKA


TIDAK DILAKSANAKAN
4
5
dapat melatih siswa kelas V bersemangat saat latihan
senam Indonesia sehat
senam jika tidak
menggunakan media video menggunaakan musik.
yang sampe sekarang
jarang dilakukan.

Akuntabilitas
(Tanggung Jawab)

Guru bertaanggung jawab


untuk mengkondisikan
siswa didalam kelas dan
memberikan pengarahan
kepada siswa tentang
kegiatan yang akan
dilaksanakan.

Siswa tidak tau kegiatan


apa yang akan
dilaksanakan saat itu.

Etika Publik
(saling menghormati)

Guru dan siswa dalam


berkomunikasi
menggunakan tutur
bahasa yang baik dan
mudah di pahami agar
siswa terbiasa untuk bisa
saling menghormati.

Siswa disekolahan tidak


tau cara bertutur bahasa
yang baik dan bagaimana
cara untuk menghormati
orang lainS.

Anti Korupsi
(Tanggung Jawab)

Kegiatan senam Indonesia


sehat ini dilaksanakan
diluar jam pembelajaran
dan guru bertanggung
jawab atas kelancaranya.

Latihan senam Indonesia


sehat yang dilakukan
oleh siswa kelas V tidak
dapat terlaksana sesuai
dengan rencana.

Formulir 2. Teknik Aktualisasi Nilai Dasar

36

No

Nilai Dasar Dan Tehnik Aktualisasi

Uraian penggunaan Tehnik Aktualisasi Nilai Dasar dan Manfaatnya


bagi Pihak Lain dan Perwujudan Misi Organisasi

Kegiatan:

A. Uraian Kegiatan:
Guru berinovasi membuat kartu kontrol yang tadinya belum ada
untuk siswa sebagai sarana supaya guru bisa mengontrol kebersihan
dan kerapian siswa.

Mengontrol kebersihan dan kerapian siswa


kelas II dengan kartu kontrol yang telah di buat
oleh guru.
Nilai Dasar:
Komitmen Mutu (inovasi)
Akuntabilitas (kejelasan)
Nasionalisme (Pancasila sila ke 3 butir 3
tentang mengembangkan rasa cinta)
Etika Publik (kebijakan)
Tehnik Aktualisasi:
Praktik langsung
Teori praktik langsung dikemukakan oleh Haury
& Rillero, yang menyatakan bahwa Praktik
langsung merupakan pengalaman pendidikan
yang melibatkan anak secara aktif dalam
manipulasi objek untuk menambah
pengetahuan atau pengalaman.

Guru memberikan penjelasan kepada semua siswa kelas 2 mengenai


fungsi dari kartu kontrol kebersihan dan kerapian.
Guru membiasakan siswa untuk mensukuri karunia Tuhan berupa
tubuh yanag sehat dengan menjaga kebersihan dan kerapianya.
Kartu kontrol sebagai kebijakan guru akan digunakan untuk melayani
siswa setiap hari sebelum waktu pulang sekolah.
B. Manfaat Bagi Sekolah
Peningkatan disiplin siswa untuk menjaga kebersihan dan kerapian,
karena guru setiap hari mengontrol kebersihan dan kerapian siswa
sehinga sekolahan dengan mudah dapat memantau kondidsi sisiwa.
C. Perwujudan Misi Organisasi
Kegiatan ini sangat sesuai dengan misi sekolah yaitu memupuk
kesadaran untuk dapat mengamalkan ajaran agamanya masingmasing. Secara tidak langsung, siswa telah mengamalkan ajaran
agama dengan menjaga kebersihan dan kerapian.

Dampak dari praktik langsung:


Melalui praktik langsung kita dapat mengetahui
dan merasakan secara langsung kegiatan yang
kita lakukan, sehingga akan menjadi lebih
bermakna ketika kita melakukan sesuatu
secara langsung.

Kegiatan:
Siswa kelas 1- kelas IV Melaksanakan
tamanisasi sekolah dengan menata dan
menyiangi tanaman yang ada disekolahan
setiap satu mingu sekali.
Nilai Dasar:

A. Uraian Kegiatan:
Guru berinovasi dengan mengumpulkan semua siswa kelas 1-IV
dihalaman sekolah untuk diberi pengarahan tentang tamanisasi yang
akan dilaksanakan.
Guru bersama siswa menata dan menyiangi tanaman yang ada
dilingkungan sekolahan secara bersama-sama agar cepat selesai.

37

Komitmen Mutu (Inovasi)


Etika Publik (kebersamaan)
Akuntabilitas (Tanggung jawab)
Anti Korupsi (kepedulian)
Tehnik Aktualisasi:
Praktik langsung
Teori praktik langsung dikemukakan oleh Haury
& Rillero, yang Etika Publik (kebijakan)
Akuntabilitas menyatakan bahwa Praktik
langsung merupakan pengalaman pendidikan
yang melibatkan anak secara aktif dalam
manipulasi objek untuk menambah
pengetahuan atau pengalaman.

Guru dalam memberikan tugas tamanisasi kepada siswa dilaksanakan


secara profesional dan guru menjadi penanggung jawab atas
kelancaran tugas tersebut.
Guru menanamkan sikap peduli terhadap lingkungan kepada siswa
dengan cara bersama-sama menata dan menyiangi tanama di
lingkungan sekolahan.
Dalam pelaksanaan kegiatan tamanisasi guru menjadi tanggung jawab
kelancaran kegiatan.
B. Manfaat Bagi Sekolah
Sekolah dapat menanamkan kepada siswa sikap peduli terhadap
lingkungan. karena guru membiasakan siswa setiap satu minggu sekali
untuk bersama-sama menata dan menyiangi tanaman yang ada di
lingkungan sekolahan.
C. Perwujudan Misi Organisasi
Kegiata ini dilakukan dalam rangka mewujudkan misi sekolah yaitu
menyelengarakan kegiatan yang efektif.

Dampak dari praktik langsung:


Melalui praktik langsung siswa dapat
mengetahui dan merasakan secara langsung
kegiatan yang dilakukan, sehingga akan
menjadi lebih bermakna ketika siswa
melakukan sesuatu secara langsung.
3

Kegiatan:
Melaksanakan program membuat slogan
peduli lingkungan untuk kelas IV
Nilai Dasar:
Komitmen Mutu (inovasi)
Nasionalisme (pancasila sila ke 3 butir 3, cinta
tanah air)
Etika Publik (saling menghormati)
Akuntabilitas (tanggung jawab)
Anti Korupsi (tanggung jawab)
Tehnik Aktualisasi:
Praktik langsung
Teori praktik langsung dikemukakan oleh Haury

A . Uraian Kegiatan
Guru berinovasi dengan mengumpulkan siswa kelas IV di dalam kelas
dan diberi pengarahan bagaimana cara membuat slogan tentang
peduli lingkungan yang mudah di baca dan di pahami.
Melalui kegiatan ini guru ingin menanamkan rasa cinta terhadap
tanang air dimulai dari hal yang kecil melalui kepedulian akan
kebersihan di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan ini guru memberikan kejelasan akan tugas yang harus
diselesaiakan siswa yaitu untuk membuat slogan yang berjudul peduli
lingkungan.
Guru dan siswa dalam berkomunikasi menggunakan tutur bahasa
yang baik dengan harapan guru bisa nenanamkan sikap saling hormat
menghormati .
Siswa melaksanakan dengan sungguh-sungguh tugas yang diberikan
oleh guru.
B. Mangfaat bagi sekolah

38

& Rillero, yang menyatakan bahwa Praktik


langsung merupakan pengalaman pendidikan
yang melibatkan anak secara aktif dalam
manipulasi objek untuk menambah
pengetahuan atau pengalaman.
Dampak dari praktik langsung:
Melalui praktik langsung siswa dapat
mengetahui dan merasakan secara langsung
kegiatan yang dilakukan, sehingga akan
menjadi lebih bermakna ketika siswa
melakukan sesuatu secara langsung.
4

Guru dapat menanamkan sikap kepada siswa untuk selalu


mencintai bangsa dengan cara memperkenalkan siswa terhadap
lingkungan melalui tugas yang telah diberikan kepada siswa untuk
membuat slogan tentang peduli lingkungan.
C. Perwujudan Misi Organisasi
Kegiata ini dilakukan dalam rangka mewujudkan misi sekolah yaitu
menyelengarakan kegiatan belajar yang efektif.

Kegiatan:

A. Uraian Kegiatan

Melaksanakan program penyuluhan gigi dan


mulut.

Guru berinovasi dengan mengadakan kerjasama dengan puskesmas


untuk menjadi nara sumber penyuluhan kesehatan gigi dan mulut.

Nilai dasar:
Komitmen Mutu (inovasi)
Akuntabilitas (kejelasan, tanggung jawab) Etika
Publik (kepedulian)
Anti Korupsi (berani, kejujuran)
Tehnik Aktualisasi:

Guru mengkondisikan siswa di dalam kelas dan memberikan


pengarahan sebelum pelaksanaan penyuluhan gigi dan mulut dimulai
agar siswa paham kegiatan yang akan dilaksanakan.

Komunikasi Aktif

Guru bersama siswa dengan sungguh-sungguh mengikuti penyuluhan


kesehatan gigi dan mulut yang disampaikan oleh nara sumber sebagai
wujud kepeduliaan akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut kita.

Dampak dari komunikasi aktif:


Melalui komunikasi aktif, siswa akan terbiasa
berkomunikasi sehingga mereka dapat
melakukan kegiatan dengan baik.

Dalam penyululuhan ini siswa berani menjawab pertanyaan dari nara


sumber dengan jujur.
Guru bertanggung jawab atas kelanjacaran program penyuluhan gigi
dan mulut.
B. Mangfaat Bagi Sekolah
Sekolah dapat menanamkan kepada siswa sikap peduli terhadap
dirinya sendiri. karena dengan penyuluhan yang telah diadakan oleh
guru bekerjasama dengan puskesmas dapat menjadikan siswa peduli
akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut.
C. Perwujudan Misi Organisasi
Kegiata ini dilakukan dalam rangka mewujudkan misi sekolah yaitu
menyelengarakan kegiatan belajar yang efektif.

39

Kegiatan:

A. Uraian Kegiatan

Melaksanakan program sikat gigi untuk siswa


kelas II

Guru berinovasi mengumpulkan siswa kelas II didalam kelas dan


memberikan pengarahan serta contoh cara gosok gigi yang benar.

Nilai Dasar:

Guru dan siswa dalam berkomunikasi mengunakan tutur bahasa yang


baik dengan harapan siswa bisa dapat saling menghormati.

Komitmen Mutu (inovasi)


Etika Publik (saling menghormati, tanggung
jawab)
Akuntabilitas (tanggung Jawab)
Anti Korupsi (tanggung jawab)
Tehnik Aktualisasi:

Guru bertanggung jawab untuk mengkondisikan siswa saat akan


melaksanakan gosok gigi agar dapat berjalan dengan lancar.
Siswa melaksanakan perintah guru dengan penuh tanggung jawab
dan guru bertanggung jawab akan kelancaran kegiatan ini.
Saat berkomunikasi dengan siswa, guru dan siswa menggunakan
tutur bahasa yang baik dan mudah di pahami dengan tujuan agar bisa
saling menghormati.

Praktik langsung
Teori praktik langsung dikemukakan oleh Haury
& Rillero, yang menyatakan bahwa Praktik
langsung merupakan pengalaman pendidikan
yang melibatkan anak secara aktif dalam
manipulasi objek untuk menambah
pengetahuan atau pengalaman.
Dampak dari praktik langsung:

B. Mangfaat Bagi Sekolah


Sekolah dapat melatih siswa menjaga kebersihan gigi dengan cara
siswa praktik langsung gosok gigi.
C. Perwujudan Misi Organisasi
Kegiata ini dilakukan dalam rangka mewujudkan misi sekolah yaitu
menyelengarakan kegiatan belajar yang efektif.

Melalui praktik langsung siswa dapat


mengetahui dan merasakan secara langsung
kegiatan yang sedang dilakukan, sehingga akan
menjadi lebih bermakna ketika siswa
melakukan sesuatu secara langsung.
6

Kegiatan:
Melatih baris berbaris siswa kls IV
Nilai Dasar:
Komitmen Mutu (inovasi)
Akuntabilitas (tanggung jawab)
Etika Publik (saling menghormati)
Anti Korupsi (Adil)
Tehnik Aktualisasi:
Praktik langsung

A. Uraian Kegiatan
Guru berinovasi membariskan siswa kelas IV dihalaman sekolah dan
berdoa untuk mengawali kegiatan dan dilanjutkan menyampaikan
materi dasar tentang baris berbaris.
Dalam latihan baris berbaris siswa kelas IV melaksanakanya dengan
penuh rasa tanggung jawab.
Guru dalam melatih baris berbaris siswa kelas IV menggunakan tuitur
bahasa yang baik dan mudah di pahami dengan tujuan agar siswa
dapat saling menghormati sesuai dengan ap yang telah di contohkan
oleh guru.
Guru bersikap adil terhadap siswa, apa bila ada yang melakukan
kesalahan dalam latihan tetap akan ditegur.

40

Teori praktik langsung dikemukakan oleh Haury


& Rillero, yang menyatakan bahwa Praktik
langsung merupakan pengalaman pendidikan
yang melibatkan anak secara aktif dalam
manipulasi objek untuk menambah
pengetahuan atau pengalaman.

B. Mangfaat Bagi siswa


Siswa menjadi tertarik untuk belajar karena baris berbaris selalu
dibutuhkan dalam berbagai kegiatan terutama kegiatan yang berada
di luar kelas.

Dampak dari praktik langsung:

Kegiata ini dilakukan dalam rangka mewujudkan misi sekolah yaitu


menyelengarakan kegiatan belajar yang efektif.

Melalui praktik langsung siswa dapat


mengetahui dan merasakan secara langsung
kegiatan yang sedang dilakukan, sehingga akan
menjadi lebih bermakna ketika siswa
melakukan sesuatu secara langsung.
7

Kegiatan:
Melaksanakan program kartu menuju sehat
untuk siswa Kelas 3
Nilai Dasar:
Komitmen Mutu (inovasi)
Akuntabilitas (Tanggung Jawab)
Etika Publik (Salinh Menghormati)
Anti Korupsi (Tanggung Jawab)
Tehnik Aktualisasi:
Komunikasi Aktif
Dampak Dari Komunikasi Aktif:
Melalui komunikasi aktif siswa dapat
mengetahui secara langsung hasil yang sedang
dilakukan, sehingga akan menjadi lebih
bermakna ketika siswa mengetahui secara
langsung.

Kegiatan:
Melaksanakan program membudidayakan cuci
tangan untuk siswa kelas 1
Nilai Dasar:

C. Perwujudan Misi Sekolah

A. Uraian Kegiatan
Guru berinovasi membuat kartu menuju sehat yang memuat tentang
berat badan, tinggi badan dan status gizi untuk siswa kelas 3.
Guru bertanggung jawab mengumpulkan siswa kelas di halaman
sekolah dan menyampekan fungsi kegunaan kartu menuju sehat yang
telah di buat.
Guru mengukur berat badab dan tinggi siswa satu persatu serta
menentukan status gizinya.
Guru dan siswa dalam berkomunikasi mengunakan tutur bahasa yang
baik dan mudah di pahami dengan harapan sikap saling menghormati
dapat tertanam pada diri siswa.
Guru dalam melaksanakan program ini dilaksanakan dengan penuh
kejujuran dan yang bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan
ini.
B. Mangfaat Bagi Siswa
Siswa dapat mengetahui tinggi badan dan berat badanya masingmasing sehingga dapat untuk mengetahui setatus gizi baik atau buruk.
C. Perwujudan Misi Sekolah
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mewujudkan misi sekolah yaitu
menyelengarakan kegiatan yang efektif.
A. Uraian Kegiatan
Guru berinovasi menunjuk salah satu siswa untuk membariskan
teman-temanya kelas 1 dihalaman sekolah untuk mendapatkan
pengarahan cuci tangan yang sampe sekarang masih jarang
dilaksanakan.
Guru dan siswa dalam berkomunikasi menggunakan tutur bahasa

41

Komitmen Mutu (Inovasi)


Etika Publik (Saling menghormati)
Akuntabilitas (Konsiten)
Anti Korupsi (anggung Jawab)
Nasionalisme (pancasila sila 3 butir 7)
Persatuan dan kesatuan

Praktik langsung
Teori praktik langsung dikemukakan oleh Haury
& Rillero, yang menyatakan bahwa Praktik
langsung merupakan pengalaman pendidikan
yang melibatkan anak secara aktif dalam
manipulasi objek untuk menambah
pengetahuan atau pengalaman.

yang baik dengan harapan siswa dapat menerapkan sikap untuk bisa
saling menghormati.
Siswa melaksanakan cuci tangan bersama disekolahan dan konsisten
untuk dapat melaksanakanya setiap hari dijam istirahat.
Guru bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan
membudidayakan cuci tangan yang di laksanakan untuk kelas 1 dan 2.
Dalam program membudidayakan cuci tangan yang dilakukan
bersama ini guru secara tidak langsung ingin menerapkan nilai
persatuan dan kesatuan tertanam pada diri siswa.
B. Mangfaat Bagi Siswa
Siswa akan terbiasa untuk cuci tangan, hal ini akan membuat siswa
lebih peduli terhadap kesehatan anggota badan.
C. Perwujudan Misi Sekolah
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mewujudkan misi sekolah yaitu
menyelengarakan kegiatan yang efektif.

Dampak dari praktik langsung:


Melalui praktik langsung siswa dapat
mengetahui dan merasakan secara langsung
kegiatan yang dilakukan, sehingga akan
menjadi lebih bermakna ketika siswa
melakukan sesuatu secara langsung.

Kegiatan:
Melatih siswa kelas 5 paduan suara dengan
lagu Indonesia Raya yang diiringimuisik untuk
persiapan upacara bendera setiap hari senin
Nilai Dasar:
Komitmen Mutu (Inovasi)
Etika Publik (saling menghormati)
Akuntabilitas (Tanggung Jawab)
Anti Korupsi (Tanggung Jawab)
Nasionalisme (pancasila sila sila 3 butir 7)

A. Uraian Kegiatan
Dalam kegiatan ini siswa dikumpulkan di dalam kelas dan berdoa
untuk memulai kegiatan.
Guru berinovasi melatih siswa kelas V paduan suara lagu Indonesia
Raya yang diiringi musik dengan bantuan media video.
Guru dan siswa berkomunikasi menggunakan tutur bahasa yang baik
agar siswa terbiasa untuk dapat saling mengghormati.
Guru bertanggung jawab untuk mengkondisikan siswa didalam kelas
dan memberi pengarahan yang akan dilakukan.
Siswa berlatih paduan suara yang di iringi musik dan guru yang
bertanggung jawab atas terlaksannya kegiatan tersebut.
Guru melatih semua siswa kelas 5 yang dilakukan secara bersama-

42

persatuan dan kesatuan

sama untuk menanamkan sikap persaatuan dan kesatuan dikelas itu.

Tehnik Aktualisasi:

B. Mangfaat Bagi Sekolah


Siswa menjadi tertarik untuk belajar paduan suara karena media yang
digunakan tidak seperti biasanya.

Praktik langsung
Teori praktik langsung dikemukakan oleh Haury
& Rillero, yang menyatakan bahwa Praktik
langsung merupakan pengalaman pendidikan
yang melibatkan anak secara aktif dalam
manipulasi objek untuk menambah
pengetahuan atau pengalaman.

C. Perwujudan Misi Sekolah


Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mewujudkan misi sekolah yaitu
menyelengarakan kegiatan yang efektif.

Dampak dari praktik langsung:


Melalui praktik langsung siswa dapat
mengetahui dan merasakan secara langsung
kegiatan yang dilakukan, sehingga akan
menjadi lebih bermakna ketika siswa
melakukan sesuatu secara langsung.

10

Kegiatan:
Melatih senam Indonesia sehat kelas V
Nilai Dasar:
Komitmen mutu (Inovasi)
Akuntabilitas (Tanggung Jawab)
Etika Publik (saling menghormati)
Anti Korupsi (Tanggung Jawab)
Tehnik Aktualisasi:
Praktik langsung
Teori praktik langsung dikemukakan oleh Haury
& Rillero, yang menyatakan bahwa Praktik
langsung merupakan pengalaman pendidikan
yang melibatkan anak secara aktif dalam
manipulasi objek untuk menambah
pengetahuan atau pengalaman.

A. Uraian Kegiatan
Dalam kegiatan ini siswa dikondisikan di dalam kelas dan berdoa.Guru
berinovasi untuk dapat melatih siswa kelas V senam Indonesia Sehat
menggunakan media video.Guru bertanggung jawab untuk
mengkondisikan siswa didalam kelas dan memberikan pengarahan
kepada siswa tentang kegiatan yang akan dilaksanakan.Guru dan
siswa dalam berkomunikasi menggunakan tutur bahasa yang baik dan
mudah di pahami agar siswa terbiasa untuk bisa saling
menghormati.Kegiatan senam Indonesia sehat ini dilaksanakan diluar
jam
pembelajaran dan guru bertanggung jawab atas
kelancaranya.
B. Mangfaat Bagi Sekolah
Siswa menjadi tertarik untuk berlatih senam karena media yang
digunakan tidak seperti biasanya.
C. Perwujudan Misi Sekolah
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mewujudkan misi sekolah yaitu
menyelengarakan kegiatan yang efektif.

Dampak dari praktik langsung:


Melalui praktik langsung siswa dapat
mengetahui dan merasakan secara langsung

43

kegiatan yang dilakukan, sehingga akan


menjadi lebih bermakna ketika siswa
melakukan sesuatu secara langsung.

44

Timeline Kegiatan Aktualisasi Nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Dan Anti Korupsi
Guru Penjasorkes Di SD N 2 Ketitang Kabupaten Temanggung

Pelaksanaan (Bulan Desember)


No

Kegiatan Aktualisasi
3

Mengontrol kebersihan dan kerapian siswa kelas II


dengan kartu kontrol yang telah dibuat oleh guru

Siswa kelas 1-IV melaksanakan tamanisasi sekolah


dengan menata dan menyiangi tanaman yang ada
disekolahan setiap 1 minggu sekali

Melaksanakan program membuat slogan peduli


lingkungan untuk kelas IV

Melaksanakan program penyuluhan gigi dan mulut


untuk siswa kelas 1-IV

6 7

8 9 10

11

12

13

14

15

16

v
v

Melaksanakan program sikat gigi untuk kls II


5
v
6

Melatih baris berbaris siswa kls IV

Melaksanakan program kartu menuju sehat anak


sekolah untuk siswa kelas III

Melaksanakan program membudidayakan cuci tangan


untuk siswa kelas 1

Melatih siswa kelas V paduan suara dengan lagu


Indonesia Raya yang diiringi muisik untuk persiapan
upacara bendera setiap hari senin

10

Melatih senam Indonesia sehat kelas V

v
v

45

BAB V
PENUTUP

A. Harapan
Dapat teraktualisasinya nilai-nilai dasar profesi ASN yaitu Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi pada kegiatan
Aktualisasi Pendidikan di SD Negeri 2 Ketitang Kabupaten Temanggung.
B. Kendala
1. Jadwal perencanaan kegiatan bisa berubah-ubahterbentur dengan jadwal kegiatan di
SKPD
2. Rekan kerja yang mungkinsulit diajak kerjasama
3. Kesehatan peserta diklat prajabatan yang dapat terganggu

C. Antisipasi Jika Menghadapi Kendala Aktualisasi


1. Komunikasikan rencana kegiatan dengan mentor
2. Memberi penjelasan yang baik kepada rekan kerja
3. Menjaga kesehatan dengan makan teratur dan istirahat yang cukup.

46

DAFTAR PUSTAKA
Bovens, M. 2007. Analyzing and assesing accountability a conceptual framework. European
Law Journal. 13(4):447-468
Budiati, L. 2014. Akuntabilitas: Diklat Prajabatan Golongan III. ppt: 1-59
Budiati, L. 2015. Konsep Kualitas Pelayanan (Service Quality Concept). pp:1-6
LAN RI. 2014a. Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi Pegawai Negeri Sipil Modul
Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil
Prajabatan Golongan III. Jakarta: LAN RI Hal 1-79
LAN RI. 2014b. Akuntabilitas Modul Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan
Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III. Jakarta: LAN RI. Hal 1-69
LAN RI. 2014c. Anti Korupsi Modul Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan
Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III. Jakarta: LAN RI Hal 1-111
LAN RI. 2014d. Etika Publik Modul Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan
Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III. Jakarta: LAN RI Hal 1-78
LAN RI. 2014e. Komitmen Mutu Modul Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan
Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III. Jakarta: LAN RI Hal 1-178
LAN RI. 2014f. Nasionalisme Modul Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan
Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III. Jakarta: LAN RI Hal 1-232

47

48