Anda di halaman 1dari 1

Contoh kasus epidemiologi kesehatan dengan metode kohort

Di suatu Universitas X terdapat 360 Mahasiswa, Dari 160 yang terpapar ditemukan 54
mahasiswa menderita penyakit HIV AIDS dan dari 200 yang tidak terpapar terdapat 36 orang
menderita penyakit HIV AIDS disebabkan karena sering gonta-ganti pasangan dan lain lain.
Dilakukan pengamatan pada kedua kelompok selama 2 tahun dari maret 2004 sampai maret 2006.
Pemajanan
Terpapar

Kasus ( + )
54

Control ( - )
106

Tidak Terpapar

36

164

1. Nilai risiko atribut : 0,6


2. Nilai risiko relatif : 1,89
Dari kasus di atas, dapat disimpulkan bahwa peneitian yang dilakukan menggunakan metode
kohort. Metode penelitian kohort, juga biasa disebut follow up atau studi insidens, bermula dari
sejumlah kelompok orang (kohor) yang bebas dari penyakit, yang diklasifikasikan ke dalam subgrup
berdasarkan tingkat pajanan kepada kejadian potemsial penyakit atau outcome. Kelompok-kelompok
studi dengan karakteristik tertentu yang sama (yaitu pada awalnya bebas dari penyakit) tetapi
memiliki tingkat keterpaparan yang berbeda, dan kemudian dibandingkan insidensi penyakit yang
dialaminya selama periode waktu, disebut kohor. Ciri-ciri lainnya dari metode penelitian kohor
adalah dimungkinkannya penghitungan laju insidensi (ID) dari masing-masing kelompok studi.
Ada beberapa kelebihan dalam metode penelitian kohor. Pertama, metode penelitian kohor
dilakukan sesuai dengan logika eksperimental dalam membuat inferensi kausal, yaitu penelitian
dimulai dengan menentukan faktor penyebab (anteseden) diikuti dengan akibat (konsekuen). Kedua,
peneliti dapat menghitung laju insidensi. Ketiga, metode penelitian kohor sesuai untuk meneliti
paparan yang langka (misalnya faktor-faktor lingkungan). Keempat, metodepenelitian kohor
memungkinkan peneliti mempelajari sejumlah efek serentak dari sebuah paparan. Kelima, pada
metode penelitian kohor prospektif, kemungkinan terjadi bias dalam menyeleksi subjek dan
menentukan status paparan adalah kecil, sebab penyakit yang diteliti belum terjadi. Keenam, karena
bersifat observasional, maka tidak ada subjek yang sengaja dirugikan karena tidak mendapatkan
terapi yang bermanfaat. Ketujuh, dengan menggunakan metodeini, peneliti dapat mengetahui risiko
atribut dan risiko relatif.
Metode penelitian kohor juga memiliki berbagai kelemahan. Kelemahan utama, rancangan
studi kohor prospektif lebih mahal dan membutuhkan waktu yang lebih lama daripada metode kasus
kontrol atau metode penelitian kohor retrospektif. Kedua, tidak efisien dan tidak praktis untuk
mempelajari penyakit yang langka, kecuali jika ukuran besar atau prevalensi penyakit pada
kelompok terpapar cukup tinggi. Ketiga, subjek dapat saja hilang atau pergi selama penelitian.
Keempat, karena faktor penelitian sudah ditentukan terlebih dahulu pada awal penelitian, maka
meode kohor tidak cocok untuk merumuskan hipotesis tentang faktor-faktor etiologi lainnya untuk
penyakit itu, tatkala penelitian terlanjur berlangsung.