Anda di halaman 1dari 6

Jenis-jenis Pentanahan (Sistem Grounding)

POSTED BY DIREKTORI LISTRIK POSTED ON 11:13 WITH NO COMMENTS

Jenis-jenis Pentanahan (Sistem Grounding) - Sistim grounding/pentanahan perlu dimiliki pada


suatu instalasi. Dalam pemasangannya, sistim gorunding tersebut terbagi pada beberapa type
tergantung dari kebutuhan dan tingkat keamanan yang dibutuhkan serta regulasi yang berlaku
pada suatu wilayah yang kadang-kadang menetapkan type jenis pentanahan yang hanya boleh
digunakan pada daerah tersebut oleh pejabat berwenang. Ketika akan mendesain suatu sistim
instalasi, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan type pentanahan apa yang akan
digunakan untuk instalasi tersebut.
Terdapat beberapa type pentanahan yang digunakan berdasarkan standar IEEE yang menjadi
acuan terhadap sistim pentanahan pada suatu instalasi, sbb :
1. TN-S (Terre Neutral - Separate)
2. TN-C-S (Terre Neutral - Combined - Separate)
3. TT (Double Terre)
4. TN-C (Terre Neutral - Combined)
5. IT (Isolated Terre)
Terre berasal dari bahasa perancis yang berarti pembumian , earth.
TN-S (Terre Neutral - Separate)

Pada sebuah sistem TN-S, bagian netral sumber energi listrikterhubung dengan bumi pada satu
titik saja, sehingga bagian netral pada sebuah instalasi konsumen terhubung langsung dengan
netral sumber listrik. Type ini cocok pada instalasi yang dekat dengan sumber energi listrik,
seperti pada konsumen besar yang memiliki satu atau lebih HV/LV transformer untuk kebutuhan
sendiri dan instalsai/perlatan nya berdekatan dengan sumber energi tersebut (transformer).

TN-C-S (Terre Neutral - Combined - Separate)

Sebuah sistem TN-C-S, memiliki saluran netral dari peralatan distribusi utama (sumber listrik)
terhubung dengan bumi dan pembumian pada jarak tertentu disepanjang saluran netral yang
menuju konsumen, biasanya disebut sebagai Protective Multiple Earthing (PME). Dengan sistim
ini konduktor netral dapat berfungsi untuk mengembalikan arus gangguan pentanahan yang
mungkin timbul disisi konsumen (instlasi) kembali kesumber listrik. Pada sistim ini, instalasi
peralatan pada konsumen tinggal menghubungkan pentanahannya pada terminal (saluran) yang
telah disediakan oleh sumber listrik.
TT (Double Terre)

Pada sistem TT, bagian netral sumber listrik tidak terhubung langsung dengan pembumian
netral pada sisi konsumen (instalasi peralatan). Pada sistim TT, konsumen harus menyediakan
koneksi mereka sendiri ke bumi, yaitu dengan memasang elektroda bumi yang cocok untuk
instalasi tersebut .

Sistim Penangkal Petir (Grounding System)


untuk Bangunan Rumah

Bagi kita yang tinggal di daerah yang banyak petir, mungkin kita sudah
sering melihat kiltan cahaya dan suara gemuruh yang ditimbulkan oleh petir. Dan jika petir yang terjadi
dekat dengan tempat kita berada sering merasakan adanya semacam sengatan listrik ke tubuh kita.
Secara teoritis petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan
awan lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus menerus secara
teratur, dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan
negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul
pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi
pembuangan muatan negatif (elektron). dimana muatan akan diteruskannya ke bumi.Karena sifat
petir adalah meneruskan muatan ke bumi, maka muatan akan mengejar tempat paling dekat padanya
sebagai penghantar ke bumi.
Untuk mengantisipasi resiko bilamana petir berada dekat rumah kita, perlu

membuat sistim

penangkal petir (grounding system) di rumah kita. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi resiko
kita dari sambaran petir dan juga

barang barang elektronik dari arus lebih yang diakibatkan oleh

petir yang mengenai sekeliling rumah . Tetapi dengan pembuatan penangkal petir berarti bukan
100% membuat kita aman dari resiko petir tersebut.
Berikut uraian bagaimana membuat sistim instalasi penangkal petir konvensional yang bisa
diterapkan di bangunan rumah tinggal.
Secara umum bagian dan sistim pemasagan penangkal petir adalah sebagai berikut :
1.
2.

3.

Batang Penangkal Petir, sering disebut Splitzen.


Pengkabelan (Konduktor). Adalah merupakan penghantar aliran dari penangkal petir ke pembumian
(pentanahan). Kable yang digunakan untuk yang jauh dari jangkauan biasanya jenis kabel BC ( kabel
tembaga terbuka) dan untuk yang mudah dalam jangkauan menggunakan kabel BCC atau NYY (kabel
tembaga terbungkus).
Terminal,

4.

Pembumian/ Pentanahan. Adalah bagian yang meneruskan hantaran ke tanah. Menggunakan sejenis
pipa tembaga (cooper rod) diameter 1/2 inch panjang 3-4 m.

Dari gambaran tersebut diatas , dapat dijelaskan fungsi pembumian adalah :

Menghantar muatan dari petir ke bumi.


Bilamana ada arus lebih yang masuk dari jaringan listrik, dengan menggunakan alat bantu arester yang

sudah di integarsikan ke sistim pembumian maka tegangan lebih dapat di hantarkan ke bumi, hal ini akan
mengurangi kerusakan sitim dan peralatan elektronik didalam rumah.
Bilamana ada tegangan lebih yang masuk kedalam sistim jaringan listrik didalam rumah, alat alat
elektronik yang sudah diintegrasikan kedalam sistim pembumian sehingga tegangan lebih akan
dihantarkan ke bumi , hal ini akan mengurangi kerusakan barang barang elektronik di dalam rumah. Kita
dapat membuat sub sub terminal didalam rumah tapi harus memperhatikan faktor keamanan dan
estetika.

Sistim Pemasangan Instalasi Penangkal Petir dan Pembumian :

1.

2.

3.

4.

5.

Splitzen adalah bagian yang ditempatkan ditempat tertinggi di atas bangunan rumah . Dapat juga

dilakukan dengan
menambah ketinggian dengan menambah pipa untuk mendapatkan
radius yang lebih besar dari sambaran petir. Bahan yang digunakan adalah dari batang tembaga, saat ini
jenis splitzen ini ada berbagai macam dipasaran ada jenis splitzen tunggal ataupun bentuk trisula. Spliten
dihubungkan ke terminal atau langsung ke pipa tembaga dengan kabel BC 50 mm .
Untuk keamanan barang barang elektronik didalam rumah, anda bisa memasangkan sub terminal
dengan menggunakan plat tembaga dengan ukuran kira kira 5 cm x 20 cm. Kemudian sub terminal ini

diintegrasikan ke Terminal dengan menggunakan kabel BCC/ NYY 15 mm.


Untuk mengamankan tegangan lebih dari jaringan listrik, anda bisa menambah arester di sistim instalasi
listrik , dimana arester kemudian di hubungkan ke terminal grounding dengan menngunakan kabel
BC/NYY ukuran 15 mm.
Terminal adalah pusat yang menghubungkan beberapa kabel sebelum diteruskan ke pembumian /
pentanahan. Bahan
terminal dapat menggunakan plat tembaga dengan ukuran
10 x 30 cm.Terminal bisa dibuatkan diluar bangunan rumah dengan menempatkannya di sebuah bak
kontrol. Kemudian terminal dihubungkan ke sistim pembumian dengan menggunakan kabel BC ukuran 50
mm.
Sebagaimana persyaratan dalam pentanahan dimana dianjurkan nilai tahanan sitim pembumian adalah
dibawah 3 ohm untuk kemanan barang-barang elektronik . Pada dasarnya untuk sistim pembumian yang
bagus adalah berhubungan dengan tanah dimana pipa dipasangkan, dimana kekedapan tanah yang tinggi
adalah tempat yang paling bagus untuk mendapatkan nilai tahanan pembumian yang rendah. Dianjurkan
tidak menanam pipa didaerah berpasir ataupun berbatu, karena biasanya nilai tahanan pembumian akan
semakin tinggi.

6.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal anda bisa menambahkan

beberapa pipa tembaga yang saling terintegarasi. Atau


cara lain bisa dilakukan
dengan menanam pipa dalam hingga lebih dari 20 m. Bilamana nilai tersebut tidak dapat dicapai, sitim
pembumian dapat ditambahkan dengan memasangkan cooper plate yang ditanamkan bersamaan dengan
bentonite.