Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Menyusui secara eksklusif merupakan suatu cara untuk melindungi,
meningkatkan dan mendukung kesehatan bayi dan anak usia dini. ASI
memelihara pertumbuhan dan perkembangan otak bayi, sistem kekebalan dan
faal tubuh secara optimal, dan merupakan faktor yang vital untuk pencegahan
penyakit terutama diare dan infeksi saluran nafas, infeksi telinga dan saluran
kencing. Menyusui secara eksklusif juga membantu pengeluaran hormon
pertumbuhan, meningkatkan perkembangan mulut yang sehat (Roesli, 2000)
Menyusui secara eksklusif dapat mengurangi resiko penyakit-penyakit
dari lingkungan, malnutrisi dan alergi. Menyusui segera setelah melahirkan
dapat mengurangi resiko ibu mengalami perdarahan pada pasca persalinan,
dan anemia, serta dapat meningkatkan kekebalan sisten tubuh ibu, membantu
menunda kehamilan, mengurangi kebutuhan insulin pada ibu-ibu diabetes, dan
dalam jangka lama ASI dapat membantu melindungi ibu dari kanker
payudara, indung telur dan kerapuhan tulang (Depkes RI , 2002).
Kebiasan menyusui yang dilakukan oleh ibu di pedesaan maupun di
perkotaan perlu dipertahankan karena ASI merupakan makanan utama dan
terbaik bagi bayi. Selain mempunyai kandungan zat gizi yang sesuai dengan
kebutuhan bayi, juga mengandung zat kekebalan yang sangat diperlukan
untuk melindungi bayi dan berbagai penyakit. ASI hendaknya diberikan terus
sampai 2 tahun karena zat-zat yang penting pada ASI sangat penting untuk
perkembangan otak bayi (Roesli , 2000).
Mengingat pentingnya ASI bagi bayi dianjurkan bagi Ibu yang baru
melahirkan untuk menyusui sendiri bayi tersebut sedini mungkin hingga 2
tahun. Sampai usia 4 bulan diharapkan Ibu memberikan ASInya tanpa
makanan tambahan (Roesli , 2000).
Bayi-bayi yang mendapat ASI eksklusif mempunyai resiko terhadap
diare jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan bayi-bayi lainnya. Angka

kematian bayi menurun berkat ASI, dari 8 20%, sedang angka kematian bayi
akibat diare di Indonesia mencapai 24,1% (Roesli , 2000)
Walaupun banyak manfaat dari menyusui secara eksklusif dan banyak
kerugian jika tidak memberikan ASI, ternyata program ASI eksklusif di
Indonesia kurang berhasil meskipun berbagai cara sudah dilakukan.
Penelitian-penelitian tentang ASI eksklusif sudah cukup banyak dilakukan,
dari penelitian terhadap 900 ibu di sekitar Jabotabek (1995) diperoleh fakta
bahwa yang dapat memberi ASI eksklusif selama 4 bulan hanya 5 %, padahal
98 % ibu-ibu menyusui bayinya. Dari penelitian tersebut juga di dapat 37,9 %
dari ibu-ibu tersebut tidak pernah mendapat informasi khusus tentang ASI
sedangkan 70,4 % ibu tak pernah mendengar tentang ASI Eksklusif (Roesli,
2000).
Sedangkan data dari Departemen Kesehatan RI menunjukkan bahwa ibu
yang memberikan Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif kepada bayinya sampai
berumur 6 bulan saat ini masih rendah, yaitu kurang dari 2 (dua) persen dari
jumlah total ibu melahirkan, hal tersebut menurut Rulina Suradi disebabkan
antara lain karena pendidikan yang rendah dan pengetahuan ibu tentang
pentingnya ASI masih rendah, tatalaksana rumah sakit yang salah, dan
banyaknya ibu yang memiliki pekerjaan di luar rumah (Depkes RI , 2005).
Desa Selaganggeng adalah salah satu desa di wilayah Kecamatan
Mrebet, dimana dilihat dari data penduduk diketahui bahwa Desa
Selaganggeng terdapat 2423 jiwa, yang terdiri dari 1751 laki-laki dan 1672
perempuan. Sedangkan sebagian besar mata pencaharian adalah petani dan
buruh, baik buruh bangunan, pabrik atau buruh tani, dan rata-rata memiliki
tingkat pendidikan yang masih relatif rendah.
Desa Selaganggeng terdapat 220 balita dengan 102 ibu menyusui,
dimana dari 102 ibu menyusui yang ada di Desa Selaganggeng sebagian besar
tidak melakukan pemberian ASI Eksklusif. Hal ini disebabkan oleh banyak
faktor, dimana faktor yang mempengaruhi antara lain adalah tingkat
pendidikan

dan pengetahuan ibu tentang gizi masih relatif rendah

(Koentjaraningrat , 1985)

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dapat diambil rumusan masalah sebagai
berikut : Apakah ada hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu
tentang ASI dengan pemberian ASI Eksklusif di Desa Selaganggeng
Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga.

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu tentang
ASI dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Selaganggeng Kecamatan
Mrebet Kabupaten Purbalingga.
2. Tujuan Khusus
a. Mendeskripsikan tingkat pendidikan ibu.
b. Menilai pengetahuan ibu tentang ASI
c. Mendiskripsikan pemberian ASI Eksklusif.
d. Menganalisis hubungan tingkat pendidikan ibu dengan pemberian ASI
Eksklusif.
e. Menganalisis hubungan pengetahuan gizi ibu tentang ASI dengan
pemberian ASI Eksklusif.

D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan sumber
informasi bagi pemerintah atau instansi kesehatan tentang pemberian ASI
Eksklusif berdasarkan tingkat pendidikan dan pengetahuan gizi, dimana hasil
penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam pengambilan
kebijakan dalam program peningkatan gizi masyarakat khususnya Program
peningkatan pemberian ASI Eksklusif.