Anda di halaman 1dari 4

12

Pemeriksaan Intra Oral: Pada pemeriksaan gigi geligi yang kami lakukan pada skillab
oral diagnosa bagian pedodonsia pada tanggal 22 Maret 2016, terdapat beberapa pemeriksaan
yang tertera pada kartu status pasien yaitu kedalaman karies; tes vitalitas yang meliputi tes
panas, tes dingin, vitalitester, tes kavitas, tes jarum miller; perkusi dan tekan. Untuk
vitalitester, tes kavitas dan tes jarum miller tidak kami lakukan karena pasien kurang
cooperative.
Pada regio kanan atas:
1. Pada gigi 51 memiliki kedalaman karies berstatus KPP atau karies profunda
perforasi. Ketika dilakukan tes panas dan tes dingin, pasien tidak dapat
merasakan perubahan suhu tersebut sehingga bernilai negatif. Tes perkusi dan
tes tekan yang telah dilakukan pada gigi ini bernilai negatif yang menandakan
tidak adanya kelainan pada jaringan periodontal maupun periapikal.
2. Pada gigi 52 memiliki kedalaman karies berstatus KP atau karies profunda.
Ketika dilakukan tes panas dan tes dingin, pasien masih dapat merasakan
perubahan suhu tersebut. Tes perkusi dan tes tekan yang telah dilakukan pada
gigi ini bernilai negatif yang menandakan tidak adanya kelainan pada jaringan
periodontal maupun periapikal.
3. Pada gigi 53 memiliki kedalaman karies berstatus KM atau karies media.
Ketika dilakukan tes panas dan tes dingin, pasien masih dapat merasakan
perubahan suhu tersebut. Tes perkusi dan tes tekan yang telah dilakukan pada
gigi ini bernilai negatif yang menandakan tidak adanya kelainan pada jaringan
periodontal maupun periapikal.
4. Pada gigi 54 memiliki kedalaman karies berstatus KS atau karies superficial.
Ketika dilakukan tes panas dan tes dingin, pasien masih dapat merasakan
perubahan suhu tersebut. Tes perkusi dan tes tekan yang telah dilakukan pada
gigi ini bernilai negatif yang menandakan tidak adanya kelainan pada jaringan
periodontal maupun periapikal.
5. Pada gigi 55 memiliki kedalaman karies berstatus KS atau karies superficial.
Ketika dilakukan tes panas dan tes dingin, pasien masih dapat merasakan
perubahan suhu tersebut. Tes perkusi dan tes tekan yang telah dilakukan pada
gigi ini bernilai negatif yang menandakan tidak adanya kelainan pada jaringan
periodontal maupun periapikal.
Pada regio kiri atas:

1. Pada gigi 61 memiliki kedalaman karies berstatus KM atau karies media.


Ketika dilakukan tes panas dan tes dingin, pasien masih dapat merasakan
perubahan suhu tersebut. Tes perkusi dan tes tekan yang telah dilakukan pada
gigi ini bernilai negatif yang menandakan tidak adanya kelainan pada jaringan
periodontal maupun periapikal.
2. Pada gigi 62 memiliki kedalaman karies berstatus KM atau karies media.
Ketika dilakukan tes panas dan tes dingin, pasien masih dapat merasakan
perubahan suhu tersebut. Tes perkusi dan tes tekan yang telah dilakukan pada
gigi ini bernilai negatif yang menandakan tidak adanya kelainan pada jaringan
periodontal maupun periapikal.
3. Pada gigi 63 memiliki kedalaman karies berstatus KM atau karies media.
Ketika dilakukan tes panas dan tes dingin, pasien masih dapat merasakan
perubahan suhu tersebut. Tes perkusi dan tes tekan yang telah dilakukan pada
gigi ini bernilai negatif yang menandakan tidak adanya kelainan pada jaringan
periodontal maupun periapikal.
4. Pada gigi 64 memiliki kedalaman karies berstatus KS atau karies superficial.
Ketika dilakukan tes panas dan tes dingin, pasien masih dapat merasakan
perubahan suhu tersebut. Tes perkusi dan tes tekan yang telah dilakukan pada
gigi ini bernilai negatif yang menandakan tidak adanya kelainan pada jaringan
periodontal maupun periapikal.
5. Pada gigi 65 memiliki kedalaman karies berstatus KM atau karies media.
Ketika dilakukan tes panas dan tes dingin, pasien masih dapat merasakan
perubahan suhu tersebut. Tes perkusi dan tes tekan yang telah dilakukan pada
gigi ini bernilai negatif yang menandakan tidak adanya kelainan pada jaringan
periodontal maupun periapikal.
Pada regio kiri bawah:
1. Pada gigi 71 memiliki kedalaman karies berstatus KS atau karies superficial.
Ketika dilakukan tes panas dan tes dingin, pasien masih dapat merasakan
perubahan suhu tersebut. Tes perkusi dan tes tekan yang telah dilakukan pada
gigi ini bernilai negatif yang menandakan tidak adanya kelainan pada jaringan
periodontal maupun periapikal.
2. Pada gigi 72 memiliki kedalaman karies berstatus KS atau karies superficial.
Ketika dilakukan tes panas dan tes dingin, pasien masih dapat merasakan
perubahan suhu tersebut. Tes perkusi dan tes tekan yang telah dilakukan pada

gigi ini bernilai negatif yang menandakan tidak adanya kelainan pada jaringan
periodontal maupun periapikal.
3. Pada gigi 73 memiliki kedalaman karies berstatus KM atau karies media.
Ketika dilakukan tes panas dan tes dingin, pasien masih dapat merasakan
perubahan suhu tersebut. Tes perkusi dan tes tekan yang telah dilakukan pada
gigi ini bernilai negatif yang menandakan tidak adanya kelainan pada jaringan
periodontal maupun periapikal.
4. Pada gigi 74 memiliki kedalaman karies berstatus KM atau karies media.
Ketika dilakukan tes panas dan tes dingin, pasien masih dapat merasakan
perubahan suhu tersebut. Tes perkusi dan tes tekan yang telah dilakukan pada
gigi ini bernilai negatif yang menandakan tidak adanya kelainan pada jaringan
periodontal maupun periapikal.
5. Pada gigi 75 memiliki kedalaman karies berstatus KP atau karies profunda.
Ketika dilakukan tes panas dan tes dingin, pasien masih dapat merasakan
perubahan suhu tersebut. Tes perkusi dan tes tekan yang telah dilakukan pada
gigi ini bernilai negatif yang menandakan tidak adanya kelainan pada jaringan
periodontal maupun periapikal.
Pada regio kanan bawah:
1. Pada gigi 81 memiliki kedalaman karies berstatus KS atau karies superficial.
Ketika dilakukan tes panas dan tes dingin, pasien masih dapat merasakan
perubahan suhu tersebut. Tes perkusi dan tes tekan yang telah dilakukan pada
gigi ini bernilai negatif yang menandakan tidak adanya kelainan pada jaringan
periodontal maupun periapikal.
2. Pada gigi 82 memiliki kedalaman karies berstatus KM atau karies media.
Ketika dilakukan tes panas dan tes dingin, pasien masih dapat merasakan
perubahan suhu tersebut. Tes perkusi dan tes tekan yang telah dilakukan pada
gigi ini bernilai negatif yang menandakan tidak adanya kelainan pada jaringan
periodontal maupun periapikal.
3. Pada gigi 83 memiliki kedalaman karies berstatus KS atau karies superficial.
Ketika dilakukan tes panas dan tes dingin, pasien masih dapat merasakan
perubahan suhu tersebut. Tes perkusi dan tes tekan yang telah dilakukan pada
gigi ini bernilai negatif yang menandakan tidak adanya kelainan pada jaringan
periodontal maupun periapikal.

4. Pada gigi 84 memiliki kedalaman karies berstatus KM atau karies media.


Ketika dilakukan tes panas dan tes dingin, pasien masih dapat merasakan
perubahan suhu tersebut. Tes perkusi dan tes tekan yang telah dilakukan pada
gigi ini bernilai negatif yang menandakan tidak adanya kelainan pada jaringan
periodontal maupun periapikal.
5. Pada gigi 85 memiliki kedalaman karies berstatus KPP atau karies profunda
perforasi. Ketika dilakukan tes panas dan tes dingin, pasien sudah tidak dapat
merasakan perubahan suhu tersebut. Tes perkusi dan tes tekan yang telah
dilakukan pada gigi ini bernilai negatif yang menandakan tidak adanya
kelainan pada jaringan periodontal maupun periapikal.
Gigi Karies: Pada pemerikasaan gigi karies diperoleh hasil bahwa seluruh gigi sulung masih
ada dan memiliki karies yang berbeda pada tingkat kedalaman karies.
Perforasi: Hasil pemeriksaan klinis ditemukan perforasi pada gigi 51 dan 85. Hal ini juga
ditunjang pada pemeriksaan radiografi yang menunjukkan perforasi tersebut,
Perkusi dan tekan: Pemeriksaan perkusi dan teka dilakukan untuk mengetahui adanya
keradangan pada jaringan periodontal dan periapikal. Dilakukan dengan menggunakan handle
instrumen dengan menekan atau menggigit dan mengetuk pada oklusal dari berbagai sisi.
Dari hasil pemeriksaan pasien tidak merasakan sakit.