Anda di halaman 1dari 12

Matilda Christina Tri Tresnawati

240210140041
BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Pengamatan
Tabel Hasil Pengamatan
No.
1.

Nama alat
Cawan petri

Gambar

Fungsi
Tempat menumbuhkan,
memelihara, dan
mengembangbiakkan kultur atau
mikroorganisme dalam medium.

2.

Tabung reaksi

Untuk menyimpan
mikroorganisme dalam medium
nutrisi (broth) atau padat (agar
miring).

3.

Pipet ukur

Memindahkan kultur secara


steril.

4.

Bulb pipet

Untuk mengambil dan


mengeluarkan larutan dengan
volume pipet.
S: mengambil larutan
A: mengosongkan udara
E: mengeluarkan cairan

5.

Ose

Untuk memindahkan kultur


mikoorganisme.

6.

Beaker glass

Untuk mengaduk, mencampur,


dan menimbang. Harus
disterilisasi dulu sebelum
digunakan.

Matilda Christina Tri Tresnawati


240210140041
7.

Erlenmeyer

Untuk mencampurkan bahan


kimia. Tempat untuk membuat
media perkembangbiakan
mikroba.

8.

Gelas ukur

Untuk mengukur larutan, kultur,


dan alat kecil yang biasa dipakai.

9.

Autoclave

Untuk sterilisasi basah media.


Dilakukan pada suhu 121o ,
tekanan 1 ATM dan dalam waktu
15 menit

10.

Koloni counter

Untuk menghitung jumlah


koloni.

11.

Lemari es

Tempat tumbuh kultur.

12.

Waterbath

Untuk memanaskan media dan


menyimpan kultur mikroba.

13.

Oven

Untuk sterilisasi kering.


Dilakukan pada suhu 150-180o C
selama 2 jam.

Matilda Christina Tri Tresnawati


240210140041

14

Krustang

Untuk mengambil alat dari


dalam oven atau autoclave.

15.

Inkubator

Tempat pertumbuhan
mikroorganisme pada suhu
optimumnya.

4.2. Pembahasan
Laboratorium merupakan sarana yang sangat penting untuk menunjang
pembelajaran, salah satunya adalah dalam bidang pembelajaran mikrobiologi.
Mikrobiologi berarti ilmu yang mempelajari makhluk hidup yang berukuran
sangat kecil sehingga tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Oleh karena itu,
dibutuhkan alat yang disebut mikroskop untuk melihat mikroorgaisme. Mikroskop
berasal dari bahasa Yunani, dari kata micros = kecil dan scopein = melihat. Jadi,
mikroskop adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat
secara kasat mata. Mikroskop merupakan alat bantu yang dapat ditemukan hampir
diseluruh laboratorium untuk dapat mengamati organisme berukuran kecil
(mikroskopis).
Pada praktikum mikrobiologi pangan yang pertama ini, materi yang
dipelajari adalah materi mengenai pengenalan alat dan teknik praktikum.
Peralatan yang sering digunakan dalam laboratorium mikrobiologi antara lain
adalah seperti yang telah dijelaskan pada sub bab hasil pengamatan. Berikut
adalah penjelasan mengenai fungsi dan cara penggunaan alat-alat tersebut.
1. Cawan Petri
Cawan Petri atau telepa Petri adalah sebuah wadah yang bentuknya
bundar dan terbuat dari plastik atau kaca yang digunakan untuk
membiakkan sel. Cawan Petri selalu berpasangan, yang ukurannya agak
kecil sebagai wadah dan yang lebih besar merupakan tutupnya. Cawan

Matilda Christina Tri Tresnawati


240210140041
Petri dinamai menurut nama penemunya pada tahun 1877, yaitu Julius
Richard Petri (18521921), ahli bakteri berkebangsaan Jerman. Alat ini
digunakan sebagai wadah untuk penyelidikan tropi dan juga untuk
mengkultur bakteri, khamir, spora, atau biji-bijian.
Cawan petri dibuat dalam satu set, dengan bagian dasar datar dan tutup
datar yang lebih longgar dibandingkan bagian bawah. Cawan Petri pada
umumnya

digunakan

untuk

menumbuhkan,

memelihara,

dan

mengembangbiakan bakteri dalam laboratorium mikrobiologi, diisi dengan


spesimen hidup yang kecil dan sebagai wadah sampel kimia.
Cawan Petri yang dimaksudkan untuk menjadi autoclaved terbuat dari
kaca borosilikat, seperti Pyrex atau Kimax. Cawan petri sekali pakai, baik
yang steril atau non-steril juga tersedia untuk digunakan. Cawan Petri
plastik dapat dimusnahkan setelah sekali pakai untuk kultur bakteri. Selain
itu juga sering sekali untuk menjaga sterilitas saat kultur jaringan, Cawan
Petri pada umumnya digunakan untuk pengembangbiakan bakteri dalam
laboratorium mikrobiologi, diisi dengan spesimen hidup yang kecil dan
sebagai wadah sampel kimia.
Untuk membuka tutup cawan petri secara cepat menggunakan tangan
kiri, dengan posisi jari tengah, jari manis, dan jari kelingking di dasar
cawan petri, sedangkan jari telunjuk dan ibu jari berada pada pinggiran
tutup cawan petri. Sehingga jari yang digunakan untuk membuka tutup
cawan petri adalah jari telunjuk dan ibu jari. Membuka tutup cawan petri
secara cepat ketika akan memindahkan mikroorganisme dikarenakan untuk
menghindari

kontaminasi

dari

luar

yang

juga

mengandung

mikroorganisme. Sedangkan tangan kanan berfungsi untuk memindahkan


mikroba atau sample lain. Pemindahan sampel atau penambahan media
kedalam cawan petri harus dilakukan disekitar api pada bunsen, hal ini
disebabkan agar kondisi tetap steril. Jarak terjauh antara api dan cawan
petri ketika sedang melakukan pemindahan mikroba atau sampel lain
adalah sekitar 15 cm.
Pembungkusan cawan petri memiliki teknik yang khusus. Cawan petri
dapat dibungkus dengan kertas coklat atau kertas hvs dan harus terbungkus
rapat, tidak boleh longgar dan atau terdapat ruang. Sebelum disterilisasi
didalam oven, cawan petri tidak perlu dibalik. Tetapi jika cawan petri ingin

Matilda Christina Tri Tresnawati


240210140041
diletakan didalam inkubator, pada saat pembungkusan cawan dibalik
sehingga tutupnya berada di bawah. Hal ini dilakukan agar uap panas
bahan yang disterilisasi tidak menetes ke dalam bahan (karena dapat
merusak bahan).
2. Tabung reaksi
Tabung reaksi merupakan alat yang paling banyak digunakan di
laboatorium mikrobiologi. Tabung reaksi digunakan untuk menyimpan
mikroorganisme dalam medium. Tabung reaksi dapat diisi media padat
maupun cair. Tutup tabung reaksi (sumbat) dapat berupa kapas, tutup
metal, tutup plastik atau aluminium foil. Media padat yang dimasukkan ke
tabung reaksi dapat diatur menjadi 2 bentuk menurut fungsinya, yaitu
media agar tegak (deep tube agar) dan agar miring (slants agar). Untuk
membuat agar miring, perlu diperhatikan tentang kemiringan media yaitu
luas permukaan yang kontak dengan udara tidak terlalu sempit atau tidak
terlalu lebar dan hindari jarak media yang terlalu dekat dengan mulut
tabung karena memperbesar resiko kontaminasi. Untuk alasan efisiensi,
media yang ditambahkan berkisar 10-12 ml tiap tabung.
Dalam penggunaan tabung reaksi perlu disumbat ujungnya untuk
menghindari kontaminasi dengan udara luar. Contoh jenis sumbat yang
dapat digunakan adalah seperti sumbat kapas, sumbat karet, sumbat ulir,
sumbat metal, sumbat plastik, dan lain-lain. Jenis sumbat yang umumnya
digunakan adalah sumbat kapas karena mudah untuk didapat dan harganya
yang terjangkau.
Dalam penggunaan sumbat kapas, ada beberapa hal yang harus
diperhatikan, yakni kepadatan kapas. Walaupun akan dibungkus dengan
kain kasa, namun kapas harus dibuat tanpa rongga agar tabung reaksi tidak
terkontaminasi oleh udara luar. Indikator bahwa sumbat kapas yang
digunakan berkualitas baik (kepadatan kapas pas) adalah terdengar bunyi
pooh saat sumbat tersebut dicabut dari mulut tabung reaksi.
Pembungkusan kapas dengan kasa pun harus dilakukan dengan rapi, hal
ini berguna untuk meminimalisir kemungkinan kasa terbakar pada saat
sterilisasi.
3. Pipet ukur dan Bulb Pipet

Matilda Christina Tri Tresnawati


240210140041
Pipet ukur memiliki skala dan untuk memakai alat tersebut harus
dipasangkan ball pipet pada ujung pipet ukur. Fungsi dari pipet ukur
adalah untuk memindahkan kultur secara steril. Bulb pipet berfungsi untuk
menghisap larutan yang akan diukur. Bulb pipet terbuat dari bola karet
kenyal dengan 3 knop dan bola karetnya tidak mudah lembek. Cara kerja
bulb pipet ini adalah kosongkan terlebih dahulu udara dari bulb dengan
menekan knop yang bertanda S sambil memencet bola karetnya.
Kemudian tempatkan pipet pada larutan yang akan diambil. Lalu tekan
knop yang bertanda S lagi untuk menghisap larutan. Setelah dihisap,
larutan dikeluarkan dengan menekan knop bertanda E.
Dalam pemindahan sampel satu ke sampel lain, kita harus
membersihkan pipet dahulu dengan alkohol 70%, hal ini dilakukan agar
bakteri tidak tercampur satu dengan yang lainnya. Pipet pipet ini harus
dibungkus menggunakan kertas. Pembungkusan ini juga mempunyai
teknik khusus, sama halnya dengan membungkus cawan petri.
Pembungkusan dilakukan agar pipet ukur tetap steril. Pembungkusan pipet
ukur dilakukan dengan menggunakan kertas hvs yang dipotong menjadi 4
bagian. Pembungkusannya dimuali dari pangkal pipet ukur dengan
menggunakan seperempat bagian kertas hvs, sampai kira-kira setengah
pipet ukur tertutupi dengan rapat. Rekatkan ujung kertas hvs dengan
menggunakan perekat. Seteelah itu, pembungkusan dengan menggunaakan
seperempat kertas hvs lain dilanjutkan dari ujung pipet ukur, Setelah itu,
direkatkan kembali kertas hvs dengan perekat. Tujuan pembugkusan dari
kedua ujung adalah agar mudah untuk mengeluarkan pipet ukur dari dalam
kertas hvs setelah dilakukan sterilisasi, sehingga tidak terkena kontaminasi
dari lingkungan luar.
4. Ose
Ose merupakan alat laboratorium yang terbuat dari logam dan
ujungnya berbentuk lingkaran. Ose digunakan untuk memindahkan kultur
mikroorganisme dari suatu wadah ke wadah yang lain. Sebelum ose
digunakan, ose harus dipanaskan di api bunsen sampai berpijar (berwarna
merah), hal tersebut agar ose steril. Setelah itu, ose didiamkan selama

Matilda Christina Tri Tresnawati


240210140041
beberapa detik di udara agar ose tidak terlalu panas, baru digunakan untuk
menmindahkan mikroorganisme. Sebab jika suhu ose terlalu tinggi,
mikroorganisme yang akan dipindahkan menggunakan ose tersebut bisa
mati.
5. Gelas Beker
Gelas beker adalah sebuah wadah penampung yang digunakan untuk
mengaduk, mencampur, dan memanaskan cairan yang biasanya digunakan
dalam laboratorium. Gelas beker juga dapat digunakan untuk menimbang
suatu zat. Gelas beker secara umum berbentuk silinder dengan dasar yang
bidang dan tersedia dalam berbagai ukuran.
Beker dapat terbuat dari kaca ataupun dari plastik. Beker yang
digunakan untuk menampung zat kimia yang korosif seperti asam atau zatzat lainnya yang sangat reaktif biasanya terbuat dari PTFE ataupun bahanbahan yang reaktivitasnya rendah.
Gelas beker dapat ditutup dengan kaca pengamat untuk mencegah
kontaminasi dan penyusutan zat. Ukuran yang terdapat pada sisi beker
mengindikasikan volume tertampung. Sebagai contoh, beker dengan
volume 250 mL ditandai dengan garis-garis yang mengindikasikan volume
zat tertampung sebesar 50, 100, 150, 200, dan 250 mL. Keakuratan ukuran
ini sangat bervariasi.
6. Erlenmeyer
Erlenmeyer berfungsi mencampurkan atau menghomogenkan bahan
kimia, menampung suatu zat, serta sebagai tempat untuk membuat media
perkembangbiakan mikroba.
Mulut erlenmeyer yang berukuran kecil memiliki fungsi yaitu untuk
mengurangi penguapan dan memperkecil masuknya udara. Sehingga
memperkecil jumlah mikroorganisme yang masuk dari udara ke dalam
media. Terdapat beberapa pilihan berdasarkan volume cairan yang dapat
ditampungnya yaitu 25 ml, 50 ml, 100 ml, 250 ml, 300 ml, 500 ml, 1000
ml, dsb.
7. Gelas ukur
Gelas ukur digunakan untuk mengukur volume zat kimia dalam bentuk
cair dan alat kecil yang biasa dipakai. Gelas ukur mempunyai skala yang
terdiri dari bermacam-macam ukuran. Gelas ukur tidak boleh digunakan
untuk mengukur larutan atau pelarut dalam kondisi panas. Pembacaan

Matilda Christina Tri Tresnawati


240210140041
skala pada gelas ukur dengan cara melihat meniscus cairan sebagai
batasnya. Gelas ukur digunakan untuk mengukur volume 10 hingga 2000
mL. Penggunaan gelas ukur disesuaikan dengan ukuran volume terdekat.
8. Waterbath
Waterbath diperlukan untuk menginkubasi botol-botol yang akan
digunakan dalam media kultur, larutan di dalam flasks, atau wadah-wadah
yang berukuran besar, atau saat ingin menginkubasi tempat-tempat (rak)
tabung. Water bath mempunyai berbagai tipe dan kapasitas yang
bervariasi. Waterbath yang mahal mempunyai thermostat dan balingbaling untuk sirkulasi air dan menjaga temperaturnya untuk meminimalisir
tumbuhnya mikroorganisme di dalam water bath dapat ditambahkan cairan
bakterisidal

missal

merthiolate

(thiomersal)

kedalam

air

dengan

perbandingan 1:1000. Setiap 3-6 bulan, waterbath harus di cek apakah


terdapat bagian water bath yang korosi atau tidak.
9. Oven
Oven adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk memanaskan
ataupun

mengeringkan.

Biasanya

digunakan

untuk

mengeringkan

peralatan gelas laboratorium, zat-zat kimia maupun pelarut organik. Dapat


pula digunakan untuk mengukur kadar air.
Tidak semua alat gelas dapat dikeringkan didalam oven, hanya alat
gelas dengan spesifikasi tertentu saja yang dapat dikeringkan, yaitu alat
gelas dengan ketelitian rendah. Oven juga merupakan alat sterilisasi
menggunakan udara kering bertemperatur tinggi. Oven termasuk alat
sterilisasi secara fisik karena menggunakan suhu dan tekanan.
Oven digunakan dalam sterilisasi kering selama 2 jam dengan suhu
150C-180C. Alat-alat yang disterilkan menggunakan oven antara lain
peralatan gelas seperti cawan petri, tabung reaksi, dll.
Cara menggunakan oven yaitu tombol POWER adalah tombol yang
digunakan untuk menghidupkan ataupun mematikan oven. Selain itu
terdapat tombol untuk menyalakan atau mematiakn kipas. Knop berwarna
biru berfungsi untuk menaik turunkan kecepatan putaran kipas. Pada
bagian depan oven terdapat 2 layar yang menunjukkan suhu. Layar PV
menunjukkan suhu alat sedangkan layar SV menunjukkan suhu yang
diinginkan. Tombol SET, UP (panah keatas) dan DOWN (panah kebawah)

Matilda Christina Tri Tresnawati


240210140041
digunakan untuk mengatur suhu yang diinginkan serta dapat pula untuk
mengatur waktu.
10. Autoclave
Autoclave digunakan untuk sterilisasi basah pada media. Autoclave
digunakan untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yang
digunakan dalam mikrobiologi menggunakan uap air panas bertekanan.
Tekanan yang digunakan pada umumnya 15 Psi atau sekitar 2 atm dan
dengan suhu 121C (250F). Jadi tekanan yang bekerja ke seluruh
permukaan benda adalah 15 pon tiap inchi2 (15 Psi = 15 pounds per
square inch). Lama sterilisasi yang dilakukan biasanya 15 menit untuk
121C.
11. Inkubator
Inkubator adalah alat dengan suhu atau kelembaban tertentu yang
digunakan untuk menginkubasi atau memeram mikroba. Kisaran suhu
untuk inkubator produksi Heraeus B5042 misalnya adalah 10-70oC. Suhu
di dalam

inkubator konstan dan dapat diatur sesuai dengan

tujuan

inkubasi.
Cara menggunakan incubator yaitu, pertama-tama hubungkan kabel
power ke stop kontak. Kemudian, putarkan tombol power ke arah kiri
hingga lampu hijau menyala. Setelah lampu hijau menyala, atur suhu
incubator dengan menekan tombol set. Sambil menekan tombol set,
putarlah tombol di sebelah kanan atas tombol set hingga mnencapai suhu
yang di inginkan. Setelah suhu yang diinginkan selesai diatur, lepaskan
tombol set. Inkubator akan menyesuaikan pengaturan suhu secara otomatis
setelah beberapa menit. Setelah beberapa menit, masukkan mikroba yang
ada di dalam cawan petri yang dibungkus kertas terlebih dahulu. Letakkan
cawan petri dalam keadaan terbalik.
12. Lemari es
Kulkas atau lemari es atau lemari pendingin adalah sebuah alat listrik
yang menggunakan refrigerasi (proses pendingin) sebagai tempat tumbuh
kultur. Kulkas bekerja menggunakan pompa panas pengubah fase
beroperasi dalam sebuah putaran refrigeration. Kapasitas sebuah kulkas
diukur dalam liter. Biasanya isi pembeku adalah 100 liter dan pendingin
140 liter (namun dapat sangat bervariasi).
13. Krustang

Matilda Christina Tri Tresnawati


240210140041
Krustang adalah suatu alat penjepit yang digunakan untuk
mengambil alat yang ada di dalam autoclave atau oven. Tujuannya adalah
untuk menghindari panas langsung ke kulit karena dapat mengakibatkan
luka bakar pada kulit jika alat yang sudah disterilisasi langsung
bersentuhan dengan kulit. Krustang yang digunakan di dalam laboratorium
ada dua macam yaitu krustang yang terbuat dari kayu dan krustang yang
terbuat dari besi baja.
14. Koloni counter
Koloni Counter adalah alat yang berfungsi untuk menghitung jumlah
microba pada cawan petri atau media lainnya dengan menggunakan sinar
dan kaca pembesar.
Cara kerja koloni counter ini adalah dengan perbesaran menggunakan
kaca pembesar atau dengan menandai beberapa koloni yang terdapat pada
cawan petri menggunakan bulpoint yang terdapat pada coloni counter dan
juga menggunakan tombol check.
Koloni counter berguna untuk mempermudah perhitungan koloni yang
tumbuh setelah diinkubasi di dalam cawankarena adanya kaca pembesar.
Selain itu alat tersebut dilengkapi dengan skala/ kuadran yang sangat
berguna untuk pengamatan pertumbuhan koloni sangat banyak. Jumlah
koloni pada cawan petri dapat ditandai dan dihitung otomatis yang dapat
di-reset.

Matilda Christina Tri Tresnawati


240210140041

BAB V
KESIMPULAN

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan beberapa


hal sebagai berikut.
1. Cawan petri diletakkan terbalik pada saat akan diinkubasi agar uap
panas bahan yang disterilisasi tidak menetes ke dalam bahan,
sedangkan saat sterilisasi cawan petri diletakannya tidak terbalik.
2. Pemindahan sampel atau penambahan media kedalam cawan petri
harus dilakukan disekitar api pada bunsen, hal ini disebabkan agar
kondisi tetap steril.
3. Alat-alat yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi pangan harus
selalu dalam keadaan steril pada saat digunakan.
4. Pada saat melakukan praktikum, lingkungan sekitar harus tetap steril
agar tidak terjadi kontaminasi mikroorganisme lain yang tidak
diinginkan.
5. Sterilisasi dapat dilakukan dengan dua cara yakni sterilisasi basah
(menggunakan autoclaved atau dengan merendam dalam air mendidih
selama 15 menit) dan sterilisasi kering (menggunakan oven).

Matilda Christina Tri Tresnawati


240210140041
6. Tabung reaksi ditutup menggunakan sumbat kapas padat yang dilapisi
kasa.
7. Pembungkusan alat sebelum disterilisasi harus rapat dan tidak ada
celah agar alat dapat tersterilisasi secara sempurna

DAFTAR PUSTAKA
Marasahi,Sarif.2011.https://sarifmarasahi.wordpress.com/2011/03/13/pengenalan-alatmikrobiologi-dasar/ (diakses pada tanggal 15 Maret 2015 pukul 20.00)
Owl.2012.http://romansakimia.blogspot.com/2012/02/petri-dishes-cawan-petri.html
(diakses pada 15 Maret 2015 pukul 20.40 WIB)
Saputri, Novia Eka.2013.https://noviaekasaputrii.wordpress.com/2013/07/02/pengenalanalat-alat-laboratorium/ (diakses pada tanggal 14 Maret 2015 pukul 16.15)
Sulaiman.2013.http://sulaiman-analis.blogspot.com/2013/09/mengenal-peralatanlaboratorium_19.html (diakses pada tanggal 14 Maret 2015 pukul 17.00)
Wula,Luna.2013.http://lunawula.blogspot.com/2013/01/oven-dan-incubator.html (diakses
pada tanggal 15 Maret 2015 pukul 21.37)
Wikipedia.2015.http://id.wikipedia.org/wiki/Mikrobiologi (diakses tanggal 14 Maret
2015 jam 15.30)
Wikipedia.http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroskop (diakses tanggal 14 Maret 2015 jam
15.45)