Anda di halaman 1dari 2

Cara menanam

Secara alami temulawak tumbuh dengan baik di lahan-lahan yang teduh dan terlindung dari teriknya
sinar matahari, Di habitat alami rumpun tanaman ini tumbuh subur di bawah naungan pohon bambu
atau jati. Namun demikian temulawak juga dapat dengan mudah ditemukan di tempat yang terik
seperti tanah tegalan. Secara umum tanaman ini memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap berbagai
cuaca di daerah beriklim tropis. Suhu udara yang baik untuk budidaya tanaman ini antara 19-30 oC
Tanaman ini memerlukan curah hujan tahunan antara 1.000-4.000 mm/tahun.
1. Temulak

merupakan

tanaman

yang

memiliki

perakaran

yang

dapat

beradaptasi dengan baik pada berbagai jenis tanah baik tanah berkapur,
berpasir, bahkan liat.
2. Tanah yang bagus untuk budidaya temulawak di polybag adalah tanah
berpasir dengan perbandingan tanah 70-75% dan pasir 20-25%. Tanah yang
berada di dalam polybag di beri humus dan bahan organic
3. Kedalama penanaman temulawak di polybag adalah 10 cm dengan posisi
tunas menghadap ke atas, timbun dengan tanah kemudian siram hingga
basah atau lembab.

Perawatan
1. Melakukan penyulaman(mengganti tanaman yang mati)
2. Melakukan pembersihat rumput atau gulma pada pagi dan siang hari jika
ada rumput
3. Penggunaan pupuk kompos organik atau pupuk kandang fermentasi dilakukan lebih sering
dibanding kalau kita menggunakan pupuk buatan.
Penyiraman
1. Penyiraman dilakukan secara rutin pada pagi/sore hari ketika tanaman masih berada pada masa
pertumbuhan awal, Pengairan selanjutnya ditentukan oleh kondisi tanah dan iklim.
Manfaat Tanaman
1. Di Indonesia satu-satunya bagian yang dimanfaatkan adalah rimpang temulawak untuk dibuat
jamu godog.
2. Rimpang ini mengandung 48-59,64 % zat tepung, 1,6-2,2 % kurkumin dan 1,48-1,63 % minyak
asiri dan dipercaya dapat meningkatkan kerja ginjal serta anti inflamasi.
3. Manfaat lain dari rimpang tanaman ini adalah sebagai obat jerawat, meningkatkan nafsu makan,
anti kolesterol, anti inflamasi, anemia, anti oksidan, pencegah kanker, dan anti mikroba.
CARA PEMANFAATAN TEMULAWAK SEBAGAI OBAT
Temulawak Untuk pengobatan penyakit liver.

Ambil 25 gram temulawak serta 30 gram daun serut/mirten, lalu campur dengan air sekitar
600 cc, kemudia rebus hingga air tinggal 300 cc. Saring airnya, minum dalam keadaan masih
hangat.

Temulawak Untuk mengobati penyakit radang kandung empedu.


Ambil temulawak sekitar 30 gram, iris kecil-kecil, lalu masukkan ke dalam 500 cc air dan
rebus hingga air yang tersisa tinggal 200 cc. Kemudian saring dan minum air rebusan
temulawak tadi.
Temulawak Untuk pengobatan pegal linu, radang sendi, dan rematik.
Ambil 20 gram temulawak dan 20 gram jahe merah. Masukkan kedalam air kira-kira 400 cc
air, lalu rebus hingga air yang tersisa tinggal 200 cc. Minum air rebusan ini selagi masih
hangat.
Temulawak Untuk pengobatan batu empedu:
Ambil sekitar 25 gram temulawak, 30 gram meniran, dan gula aren secukupnya. Kemudian
bahan bahan tersebut dimasukkan kedalam air 500 cc, rebus hingga air yang tersisa tinggal
200 cc, setelah hangat saring dan minum airnya.
Temulawak Untuk mengatasi penyakit batuk hingga radang saluran pernapasan.
Ambil 25 gram temulawak, parut dan tambahkan air matang secukupnya. Kemudian peras
dan saring airnya. Berikan air perasan tadi 1 buah jeruk nipis dan madu secukupnya dan
diminum. Agar hasil maksimal, ramuan temulawak dapat diminum 3 kali sehari.