Anda di halaman 1dari 8

Perilaku Masyarakat Terhadap Penyakit Dan Perilaku Sehat

Natanael Petra
NIM : 102014026 (PBL F4)
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Arjuna utara No.6 Jakarta barat 11510. Tlp 5666952
natanael.2014fk026@civitas.ukrida.ac.id

ABSTRAK
Perilaku sehat dan perilaku masyarakat terhadap penyakit merupakan hal yang penting
bagi dokter untuk mengetahuinya. Karena dengan adanya hal tersebut maka dokter dapat
berhubungan dengan pasien dengan cara yang lebih efektif. Dari hubungan tersebut kita dapat
mengerti tentang perilaku hidup bermasyarakat tersebut dan dapat menimbulkan perilaku sehat
yang tepat .
Keyword, perilaku masyarakat, perilaku sehat
ABSTRACT
Peoples behavior towards illness and healthy behavior is one of the important things that
a doctor should know. Because of it, a doctor can communicate or connect to patient more
effectively. From there we can also understand behavior of people and make a healthy behavior.
Keyword : peoples behavior, Healthy behavior

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perilaku manusia adalah sekumpulan perilaku yang dimiliki oleh manusia dan
dipengaruhi oleh adat, sikap emosi, nilai, etika, kekusasaan, persuasi, dan genetika.1 Gerungan
mengistilahkan perilaku dengan sikap (attitude) terhadap objek tertentu yang merupakan sikap
pandangan atau sikap perasaan, yang disertai dengan kecenderungan untuk bertindak sesuai
dengan sikap objek itu.2 Seorang dokter perlu mengetauhi perilaku masyarakat terhadap penyakit
dan perilaku sehat agar dapat melayani masyarakat dan pasienya dengan baik. Dalam masyrakat
terkadang masih belum memahami dan mempunyai perilaku sehat yang tepat begitupun cara
mereka menyembuhkanya belum tepat sehingga seorang dokter perlu mengerti akan hal itu.
Dalam kasus ini akan diceritakan perilaku sehat dan perilaku masyarakat yang terjadi
pada pasien tersebut.
1.2 Identifikasi Istilah
Angin malam
Istilah angin malam tidak dikenal dalam dunia medis. Istilah tersebut digunakan masyarakat
awam untuk menggambarkan angin yang memapar orang orang yang keluar di malam hari.
Angin pada malam hari memang mempunyai karekteristik berbeda daripada anign pada siang
hari. Angin malam cenderung lebih dingin dan lebih lembab.
1.3 Rumusan Masalah
Seorang ibu umur 28 tahun sakit panas dan batuk tidak sembuh sembuh mencoba minum obat
warung dan orang pintar hingga akhirnya ke puskesmas karena tidak sembuh - sembuh.
1.4 Tujuan
Tujuan dari penulisan jurnal ini adalah untuk lebih mengerti akan pentingnya perilaku sehat dan
perilaku masyarakat di sekitar kita yang di contohkan melalui skenario f ini.

1.5 Mind Maping

Perilaku sehat

Lima perilaku
sehat
Hal yang
menentukan
sehat individu

Model
perubahan
perilaku

Pasien ibu

Medis
Perilaku
manusia dan
masyarakat

Pelayanan
kesehatan
tradisional

Faktor
penggunaan
obat
tradisional

Faktor
pengobatan
sendiri

1.6 Hipotesis
Perilaku sehat dan perilaku terhadap penyakit ibu dalam skenario f tersebut kurang tepat karena
dia lebih memilih pengobatan tradisional terlebih dahulu dan setelah tidak sembuh, dia baru
memutuskan pergi ke puskesmas.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 CONTOH KASUS
Skenario F
Seorang ibu rumah tangga, umur 28 tahun, sakit panas dingin, batuk sejak 3 minggu yang
lalu. Sudah minum obat warung, belum sembuh juga, malah tidak nafsu makan , sesak dan
makin lama makin kurus. Ibu tersebut berobat ke orang pintar dan diberitahu kena angin malam.
Karena tetap tidak sembuh, malah dada tambah sakit dan batuk tambah kering, ibu tersebut
akhirnya berobat ke puskesmas.
2.2 PERILAKU SEHAT
Perilaku kesehatan adalah semua aktivitas atau kegiatan seseorang, baik yang dapat
diamati (observable) maupun yang tidak dapat diamati (unobservable), yang berkaitan dengan
pemeliharaan dan peningkatan kesehatan. Pemeliharaan kesehatan ini mencakup mencegah atau
melindungi diri dari penyakit dan masalah kesehatan lain, meningkatkan kesehatan, dan mencari
penyembuhan apabila sakit atau terkena masalah kesehatan3
Perilaku Hidup Sehat merupakan perilaku-perilaku yang berkaitan dengan upaya atau
kegiatan seseorang untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan.4
Terdapat lima perilaku sehat menurut gochman yaitu pencegahan, perlindungan, perilaku
sebelum sakit, perilaku saat sakit, dan kondisi sosial5.

Pencegahan

Segala tindakan yang secara medis direkomendasikan. Dilakukan secara sukarela oleh
seseorang yang percaya dirinya sehat dan bermaksud untuk mencegah penyakit.

Perlindungan

Tindakan yang dilakukan seseorang untuk melindungi, meningkatkan dan menjaga


kesehatan. Tindakan ini dapat berupa medis atau bukan.

Perilaku sebelum sakit

Tindakan yang dilakukan oleh orang yang tidak yakin akan kondisi kesehatanya.
Biasanya akan merasa sensasi badanya atau perasaan yang merasa sakit.

Perilaku saat sakit

Tindakan yang dilakukan oleh orang yang sakit, baik yang dilakukan sendiri atau orang
lain. Dalam skenario f ibu tersebut termasuk kategori ini karena dia sudah sakit dan melakukan
tindakan untuk menyembuhkanya.

Kondisi sosial

Tindakan yang dilakukan oleh lingkungan sosial agar kesehatan tetap terjamin.
Dalam skenario f yang di pusatkan adalah perilaku saat sakit. Apa yang dimaksud
dengan perilaku saat sakit? Perilaku saat sakit adalah tindakan yang dilakukan oleh orang yang
sakit, baik yang dilakukan oleh orang lain atau dirinya sendiri.. Dari skenario di atas dapat kita
lihat bahwa si ibu tersebut melakukan 3 tindakan :

Membeli obat warung.


Berobat pada orang pintar.
Terakhir berobat ke puskesmas.

Dari sana dapat kita lihat bahwa ibu tersebut telah melakukan tindakan walaupun kurang
tepat tindakanya. Untuk merubah perilaku tersebuh terdapat 3 konsekuensi yang berperan yaitu

Rienforcement

Melakukan sesuatu membawa kesenangan atau kepuasaan. Ada positive reinforcement


dan negative reinforcement. Dalam skenario f , ibu tersebut termasuk negative reinforcement
karena ingin mendapatkan kepuasaan yaitu hilang sakitnya.

Extinction (peniadaan)

Terjadi bila tidak ada konsekuensi lain yang mempertahankan perilaku sehat.

Punishment

Terjadi ketika perilaku tidak sesuai maka akan terkena sanksi.


2.3 PERILAKU HIDUP MASYARAKAT TERHADAP PENYAKIT
Perilaku hidup masyarakat mempunyai arti berperilaku menurut kebiasaan, sopan santun,
adat istiadat, norma dan moral yang berlaku pada masyarakat5. Dari pengertian diatas dapat
diartikan bahwa perilaku hidup masyarakat terhadap penyakit adalah tanggapan masyarakat
tersebut jika terkena penyakit seperti apa. Dalam skenario dapat kita lihat beberapa faktor yang
mempengaruhi pengobatan sendiri dan penggunaan obat yang rasional yang ibu itu lakukan:

Perempuan
Berumur 28 tahun
Ketepatan Indikasi

Dari kasus tersebut juga kita dapat tahu bahwa ibu itu awalnya memilih pelayanan
tradisional seperti orang pintar dan obat warung hingga akhirnya memilih pelayanan medis di
puskesmas karena tidak kunjung sembuh. Jadi pelayanan kesehatan masyarakat yang tersedia di
sana adalah puskesmas dan pengobatan tradisional (orang pintar dalam kasus ini). Memang
secara umum banyak orang memilih pengobatan tradisional karena faktor budaya setempat dan
faktor instan tapi dalam kasus ini tidak tepat terbukti dari tidak sembuhnya ibu dalam skenario
tersebut. Secara konsep teori, perilaku tersebut terjadi secara berurutan, artinya dari pengetahuan
berubah menjadi sikap dan sikap menjadi tindakan. 6 Inilah model skema perubahan perilaku ibu
dalam skenario tersebut :

gobatan sendiri dengan


membeli
obat di warungperempuan,umur 28 tahun
Faktor
yang mempengaruhi:

Keinginan untuk sembuh tetapi tak kunjung sembuh


Pergi ke puskesmas
Faktor yang mempengaruhi: faktor budaya, instan
Pergi ke pengobatan tradisional

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa ibu dalam skenario tersebut bahwa ibu tersebut
sudah mencoba melakukan pengobatan sendiri dan telah ada perubahan perilaku walaupun
terlambat karena awalnya tidak langsung mengambil pelayanan kesehatan medis yaitu
puskesmas. Ibu tersebut juga mempunyai presepsi yang tidak tepat dalam tindakan perilaku
masyarakat terhadap penyakit dengan cara pergi ke orang pintar.
3.2 Saran
Penyuluhan-penyuluhan dan diskusi informal sangatlah perlu dilakukan supaya dapat memberi
informasi-informasi lebih bagi orang awam dan membuat orang bisa lebih berpikir tentang
prinsip yang kurang tepat yang beredar ada masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA
1. Albarracn, Dolores, Blair T. Johnson, & Mark P. Zanna. The Handbook of Attitude.
Routledge, 2005. Hlm. 74-78
2. Gerungan, W.A. 2004. Psikologi Sosial. Bandung: Refika Aditama
3. Notoatmodjo, Soekidjo, & Sarwono, Solita. 1985. Pengantar Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta:
Badan Penerbit Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.
Hlm. 23
4. Sumartono. 2004. KomunikasiKasihSayang.Jakarta :Elex Media Komputindo. Hal. 118
5. Andri, Dan Hidayat, Elly Ingkiriwang, Evalina Asnawi. 2014.Komunikasi dan Empati.
Universitas Kritsten Krida Wacana. hlm 33 42
6. AstutiP.R.Meredam Bullying. Jakarta: Grasindo; 2008. h. 30-33