Anda di halaman 1dari 6

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali
yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala
berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah dengan judul GRUP, SUB GRUP DAN SIFAT - SIFATNYA.
Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak,
karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Kepada ibu Yenni, M.Pd, selaku dosem mata kuliah struktur aljabar.
2. Rekan rekan mahasiwa matematika 5B2
Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan,
namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang
membangun agar skripsi ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap agar makalah
ini bermanfaat bagi semua pembaca.

Tangerang, Oktober 2012

Penyusun

DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR.................................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................................. ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah........................................................................... 1
B. Rumusan Masalah.................................................................................... 1
C. Tujuan penulisan...................................................................................... 1
BAB II

PEMBAHASAN GRUP, SUBGROUP DAN SIFAT - SIFATNYA


A. Grup........................................................................................................ 2
B. Sifat sifat grup....................................................................................... 3
C. Subgrup.................................................................................................... 4
D. Sifat sifat subgrup................................................................................. 6
BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan.............................................................................................. 8
B. Saran........................................................................................................ 8

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................... 9

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dewasa ini dunia pendidikan mengalami perkembangan yang sangat pesat, dari mulai
perkotaan sampai perdesaan, ini di tandai adanya kebutuhan yang sangat meningkat akan
adanya perkembangan pendidikan.
Dalam proses pembelajarannya, ada beberapa anak anak yang rela menghabiskan
waktunya setiap hari demi ilmu yang kurang di dalam kelas, misalnya bimbel, less dan
sejenisnya, beberapa mata pelajaran yang di bimbelkan di antaranya matematika, banhasa
inggris dan computer.
Di dalam matematika banyak sekalai pembahasanya baik setingkat sekolah dasar, sekolah
menengah pertama dan atas, aljabar merupakan materi yang wajib di ajararkan kepada siswa
baik tingkatan sekolah dasar maupun sekolah menengah. Dalam pembahasan struktur aljabar
ada materi yang berkaitan tentang aljabar seperti grup, subgroup dan sifat sifatnya.
B. Rumusan Masalah
Dari penjabaran latar belakang masalah di atas dapat dirumuskan masalah masalah yang
akan di bahas, di antaranya sebagai berikut :
1. Bagaimana cara mebuktikan suatu himpunan merupakan grup?
2. Bagaimana sifat sifat yang dimiliki oleh grup?
3. Bagaimana hubungan antara subgrup dan grup?
C. Tujuan Penulisan
Makalah ini di buat bertujuan untuk :
1. Dapat menjadi salah satu bahan referensi dalam proses pembelajaran
2. Sebagai salah satu tugas yang di berikan kepada kelompok kami

BAB II
PEMBAHASAN
GRUP, SUB GRUP DAN SIFAT SIFATNYA
A. GRUP
Struktur aljabar adalah suatu himpunan tidak kosong S yang dilengkapi dengan satuatau lebih
operasi biner. Jika himpunan S dilengkapi dengan satu operasi biner * maka struktur
aljabar tersebut dinyatakan dengan (S,*) dan jika S dilengkapi dengan dua operasi biner * dan
o maka struktur aljabar tersebut dinyatakan (S,*, o) atau (S, o,*).
Definisi 1:

1. Operasi biner * pada S adalah jika a, b S berlaku a*b S, atau sering dikatakan
Operasi * pada S bersifat tertutup.
2. Jika Operasi * pada S tertutup maka (S,*) disebut Grupoid yaitu struktur aljabar dengan
satu operasi yang tertutup (biner).
3. Operasi biner * pada S dikatakan assosiatif jika a, b, c S, (a*b)*c = a*(b*c).
4. Grupoid (S,*) disebut semigrup jika Operasi biner * pada S assosiatif
5. Himpunan S terhadap operasi * dikatakan mempunyai elemen identitas
e jika e S, a S, a*e = e*a = a
6. Semigrup (S,*) disebut monoid jika S terhadap * mempunyai elemen identitas e.
7. Himpunan S terhadap operasi * dikatakan komutatif jika a, b S, a*b = b*a
Definisi 2 ;
Misalkan G adalah himpunan tidak kosong dilengkapi dengan operasi maka struktur
aljabar (G,.) disebut Grup jika dipenuhi aksioma-aksioma berikiut :
a. Tertutup, artinya a, b G berlaku a.b G
b. Asosiatif, artinya a, b, c G berlaku (a.b).c = a.(b.c)
c. Mempunyai elemen identitas ditulis e, artinya (a G) a.e = e.a =a
d. Setiap elemen mempunyai invers dinotasikan a adalah invers dari a, artinya (a G) (a
G) sehingga a .a = a.a = e
B. SIFAT SIFAT GRUP
Teorema :
Jika (G,*) merupakan grup maka berlaku :
1. Ketunggalan elemen identitas
2. Ketunggalan elemen invers
3. Sifat kanselasi atau pelenyapan atau penghapusan : a, b, c G berlaku
i.
jika a * b = a * c maka b = c , disebut kanselasi kiri
ii.
jika a * c = b * c maka a = b, disebut kanselasi kanan
4. persamaan-persamaan a * x = b dan y * a = b mempunyai penyelesaian tunggal
5. a, b G bersifat : i. (a-1)-1 = a dan ii. (a * b)-1 = b-1 * a-1
PEMBUKTIAN :
3.i. Diketahui (G,*) adalah grup dan a G maka ada a-1 G sehingga
a * a-1 = a-1 * a = e, dengan e elemen identitas dari G. menurut ketentuan
a * b = a * c maka
a-1 * (a * b) = a-1 * (a * c)
(a-1 * a) * b = (a-1 * a) * c
sifat asosiatif
-1
e * b = e * c dengan a * a = e
b=c
Pertama dibuktikan a * x = b mempunyai penyelesaian
Diketahui (G,*) adalah grup dan a G maka ada a-1 G sehingga a * a-1 = a-1 * a = e, dengan
e elemen identitas dari G,
dari ketentuan a * x = b maka a-1 * (a * x) = a-1 * b
(a-1 * a) * x = a-1 * b
e * x = a-1 * b
x = a-1 * b G
jadi a-1 * b adalah penyelesaian dari persamaan a * x = b
4. Selanjutnya dibuktikan ketunggalan penyelesaian persamaan a * x = b.
Misalkan persamaan a * x = b mempunyai penyelesaian x1 dan x2 maka berlaku :
-1

-1

-1

a * x1 = b dan a * x2 = b sehingga a * x1 = a * x2
a-1 * (a * x1) = a-1 * (a * x2)
(a-1 * a) * x1 = (a-1 * a) * x2
e * x1 = e * x2
x1 = x2
5. Ditunjukkan a G, (a-1)-1 = a
(G,*) adalah grup dan a G maka ada a-1 G sehingga
a * a-1 = a-1 * a = e (1)
dengan e elemen identitas dari G. Karena a-1 G maka ada (a-1)-1 G sehingga (a-1)-1 * a-1 = a1
* (a-1)-1 = e...(2)
dari (1) dan (2) diperoleh : a-1 * a = a-1 * (a-1)-1 dengan sifat 5.i. diperoleh
a = (a-1)-1
C. SUBGRUP
1. Pengertian subgrup
Definisi :
Misalkan (G,*) suatu grup, H disebut subgrup dari G jika H dan (H,*) merupakan suatu
grup. H subgrup dari grup G jika dan H juga suatu grup terhadap operasi yang sama pada
G.
Contoh :
1. G = (1, -1, i, -i } dengan i = -1 maka (G,x) merupakan grup dan H = {1, - 1} adalah subgrup
dari G karena H , H G sehingga H kompleks dari (H,x) juga suatu grup.
2. (Z,+) merupakan subgrup dari (Q,+)
3. (Q {0},x) merupakan subgrup dari (R {0},x)
4. Misalkan 2Z = {x | x = 2n, n Z } = { , -2, 0, 2, } maka (2Z,+) subgrup dari (Z,+)
2. Teorema tentang Subgrup
Teorema 1 :
Misalkan G adalah grup dan H kompleks dari G
H subgrup dari G jika dan hanya jika (a, b H) berlaku i. ab H dan ii. a-1 H.
Bukti
Diketahui G adalah grup dan H kompleks dari G
() H subgrup dari G maka H juga merupakan grup sehingga (a, b H) pasti berlaku i.
ab H dan ii. a-1 H
() a, b H berlaku i. ab H dan ii. a-1 H.
Akan ditunjukkan H subgrup dari G berarti H merupakan grup, sebagai berikut :
Tertutup diketahui dari i
Asosiatif : ambil sebarang x, y, z H maka x, y, z G karena H G dan G adalah grup
maka berlaku (xy)z = x(yz)
Ada elemen satuan : dari ii. diketahui
a
H berlaku a-1 H dan menurut i.
berlaku aa-1 H dan aa-1 = e maka e H
Setiap elemen dalam H mempunyai invers diketahui dari ii.
Teorema 2 :
Misalkan G adalah grup dan H kompleks dari G
H subgrup dari G jika dan hanya jika a, b H berlaku ab-1 H.
Bukti :
Diketahui G adalah grup dan H kompleks dari G

() H subgrup dari G sehingga H juga merupakan grup Akan ditunjukkan a, b H berlaku


ab-1 H, sebagai berikut :
Ambil sebarang a, b H, karena H grup maka terdapat b -1 H sehingga a, b-1 H dan H
mempunyai sifat tertutup maka ab-1 H
() a, b H berlaku ab-1 H. Akan ditunjukkan H subgrup yakni H merupakan grup,
sebagai berikut :
Ambil sebarang c H maka cc-1 H (diketahui)
cc-1 = e maka e H (*1)
e, c H maka ec-1 = c-1 H (diketahui)... (*2)
Ambil sebarang a, b H, menurut (**) b-1 H, jika a, b-1 H maka a(b-1)-1 H.
Karena a(b-1)-1 = ab maka ab H, jadi H tertutup .. (*3)
Jelas bahwa H mempunyai sifat asosiatif karena H G maka x, y, z H pasti x, y,
z G dan G adalah grup maka berlaku (xy)z = x(yz) (*4)
Dari (*1), (*2),(*3), dan (*4) terbukti H merupakan grup yang berarti H subgrup dari G.
D. SIFAT SIFAT SUBGRUP
Teorema 1 :
Misalkan G suatu grup
Jika H subgrup dari G maka i. HH = H dan ii. H-1= H
Bukti :
Diketahui G grup dan H subgrup dari G, harus dibuktikan
i.
HH = H ( HH H dan H HH)
Ambil sebarang x HH berarti x = ab untuk suatu a, b H dan karena H subgrup maka ab =
x H. Jadi x HH x H atau HH H
Ambil sebarang h H, dan H subgrup maka e H sehingga h = he HH.
Jadi h H h HH atau H HH
ii.
Bukti bahwa H-1 = H
Teorema 2 :
Misalkan G suatu grup, sedangkan H dan K masing - masing subgrup dari G, maka : HK
merupakan subgrup dari G jika dan hanya jika HK = KH.
Bukti :
Diketahui G grup, H subgrup dari G dan K subgrup dari G () HK juga subgrup dari G
ditunjukkan HK = KH (HK KH dan HK KH)
Menurut teorema 1. ii . HK subgrup maka (HK)-1 = HK .( )
Ambil x HK = (HK)-1 maka x = t-1 untuk setiap t HK berarti t = hk untuk setiap t H,
k K. karena H dan K subgrup maka h-1 H, k-1 K, sehinga x = t-1 = (hk)-1= k-1h-1KH
Jadi x HK x KH atau HK KH.
Menurut teorema 1.ii, H dan K subgrup maka H-1= H dan K-1= K
Ambil sebarang y KH = K-1H-1 maka y = cd untuk suatu c K-1, d H-1 berarti c = q1
untuk suatu q K dan d = r-1 untuk suatu r H, sehingga y = q-1r-1= (rq)-1 (HK)-1= HK
menurut ( ) Jadi y KH x HK atau KH HK () HK = KH ditujukan HK sugrup
dari G. Karena H dan K masing-masing sugru maka setip z HK, z = u untuk sutu u H,
v K,
seinga
u,
v G,
z
=
u
v G.
jadi
HK G.

(a)
Disamping itu e H dane K maka e = ee HK. Jadi HK (b Daria) dan b diproleh
HK kmpleks dari G

)h2-1
h2-1)
KH = HK

Ambil sembarang x, y HK x = h1k1,y = h2k2u/ suatu h1, h2 H, k1, k2 K


xy-1 = h1k1(h2k2)
= h1k1(k2-1h2-1)
sifat sederhna grup
-1
-1
= h1(k1k2 )h2
sifat asosiatif
= (h1k*)h2-1)
k* = k1k2-1 K
h1k* HK = KH maka h1k* = koho, ko K, ho H
sifat asosiatif
jadi HK kompleks dari G dan x, y HK maka xy-1 HK. Dengan kata lain HK subgrup
dari G

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari penjabaran materi atas dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut ;
1. Suatu himpunan dikatakan grup jika memenuhi syarat syarat di antaranya bersifat tetutup,
bersifat asosiatif, mempunyai elemen identitas, dan mempunyai invers.
2. Sifat sifat sederhana dari grup yaitu sifat pengapusan atau karelasi atau pelenyapan baik
yang berada di kanan maupun yang berada di sebelah kiri.
3. Subgrup merupakan bagian dari grup.
B. Saran
Dalam penulisan makalah ini penulis menghimbau dapan penulisan makalah alngkah baiknya
memenuhi aturan dalam penulisan.