Anda di halaman 1dari 20

Vertical Drain dan Sand Drain

Makalah
diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Perbaikan Tanah yang
diampu oleh Drs. H. Wahyu Wibowo, MT

oleh:
DEWI AYU ALVIENA
1307143

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL S-1


DEPARTEMEN PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2016

Vertical Drain dan Sand drain

5
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan
hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah berjudul Vertical Drain dan
Sand Drain tepat pada waktunya.
Dalam proses penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapatkan
bimbingan serta dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah
membantu, yaitu:
1

Bapak Drs. H. Wahyu Wibowo, MT., selaku dosen mata kuliah Perbaikan

Tanah yang sensntiasa membimbing penulis.


Umi, Babe, Iyas, Ende yang mau bantuin apa aja, yang selalu ada kalo Mba

Awi butuh bantuan.


Rekan-rekan Teknik Sipil S1 2013 yang saling berbagi ilmu, canda tawa, dan

4
5

suka duka.
Ojan, Tia, Astrid, Ira, dan Anna yang nyemangatin terus!
Semua pihak yang telah membantu yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh

karena itu, penulis mengharapkan kepada pembaca untuk memberikan masukanmasukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini. Penulis
berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Bandung, 2 Maret 2016

Dewi Ayu Alviena

DAFTAR ISI
Halaman
Dewi Ayu Alviena |1307143 | Teknik Sipil S1

Vertical Drain dan Sand drain

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

ii

DAFTAR GAMBAR

iii

BAB I PENDAHULUAN

1
2
3
4
5

1
1
2
2
2

Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penulisan
Manfaat Penulisan
Metode Penyusunan

BAB II VERTICAL DRAIN DAN SAND DRAIN

Pengertian

Perkembangan Vertical Drain

Prinsip Vertical Drain

Penggunaan Vertical Drain

Jenis Vertical Drain

Sand Drain

11

Cara Kerja Sand Drain

14

BAB IV PENUTUP
1

Simpulan

17

Saran

17

Dewi Ayu Alviena |1307143 | Teknik Sipil S1

Vertical Drain dan Sand drain

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1. Prinsip Vertical Drain

Gambar 3.2. Kegagalan struktur bangunan akibat gempa bumi di Taiwan 9

Dewi Ayu Alviena |1307143 | Teknik Sipil S1

5 I
BAB

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah


Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, urbanisasi, dan
pembangunan, banyak kegiatan konstruksi yang semakin fokus terhadap
perilaku tanah. Apalagi dengan kondisi tanah yang beragam dan tidak selalu
sama pada masing-masing areal konstruksi sehingga mengharuskan
ketelitian dalam perencanaan dan pelaksanaan konstruksi itu sendiri.
Untuk mengatasi kondisi tanah yang tidak sesuai dengan yang
diharapkan, maka ada beberapa teknik yang digunakan dalam rangka
meningkatkan mutu tanah tertentu, diantaranya yaitu teknik vertical
drain. Vertical drain sendiri dapat dengan media seperti pasir dan
sebagainya. Karena latar belakang itulah penulis membuat sebuah makalah
tentang Vertical Drain dan Sand Drain.
1.2. Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah di atas, didapat beberapa rumusan
masalah, antara lain:
1.2.1.
Apa itu vertical drain?
1.2.2.
Bagaimana prinsip vertical drain?
1.2.3.
Apa saja jenis vertical drain?
1.2.4.
Apa itu sand drain?
1.2.5.
Bagaimana cara kerja sand drain?
1.3. Tujuan Penulisan
Dari rumusan masalah di atas, didapat beberapa tujuan penulisan
antara lain:
1.3.1.
1.3.2.
1.3.3.

Mengetahui pengertian vertical drain.


Mengetahui prinsip vertical drain.
Mengetahui jenis vertical drain.

Dewi Ayu Alviena |1307143 | Teknik Sipil S1

1.3.4.
1.3.5.

5
Mengetahui pengertian
sand drain.
Mengetahui cara kerja sand drain.

1.4. Manfaat Penulisan


Adapun manfaat penulisan dari makalah ini antara lain:
1.4.1.
Dapat mengetahui dan memahami lebih mendalam tentang
vertical drain.
1.4.2.
Dapat mengetahui dan memahami lebih mendalam tentang
vertical drain.
1.5. Metode Penyusunan
Makalah ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif.
Metode yang digunakan adalah metode noninteraktif model analisis teks.
Melalui metode ini penulis menguraikan secara komprehensif permasalahan
yang akan dibahas. Data teoritis dalam makalah ini dikumpulkan dengan
teknik studi pustaka, artinya penulis mengambil data melalui kegiatan
membaca berbagai literatur yang relevan dengan tema makalah.

Dewi Ayu Alviena |1307143 | Teknik Sipil S1

BAB II
VERTICAL DRAIN DAN SAND DRAIN

2.1. Pengertian
Vertical drain pada dasarnya bertujuan untuk

meningkatkan

kekuatan geser pada tanah, mengurangi kompresibilitas/kemampumampatan


tanah, dan mencegah penurunan (settlement) yang besar serta kemungkinan
kerusakan pada struktur bangunan.
Preloading dan vertical drain umumnya digunakan pada tanah
dengan daya dukung yang rendah seperti pada tanah lempung lembek dan
tanah organik. Jenis tanah tersebut biasanya memiliki ciri seperti berikut :
kadar air yang ekstrim, kompresibilitas yang besar, dan koefisien
permeabilitas yang kecil.
2.2. Perkembangan Vertical Drain

Dewi Ayu Alviena |1307143 | Teknik Sipil S1

5
Perkembangan vertical drains
sendiri sudah dimulai sejak tahun

1925, dimana D.J.Moran seorang insinyur berkebangsaan Amerika


memperkenalkan pemakaian drainase dari kolom-kolom pasir untuk
stabilitas tanah pada kedalaman yang besar. Kemudian untuk pertama
kalinya instalasi drainase ini digunakan di California dan seiring dengan
berjalannya waktu, tipe drainase ini dikenal dengan istilah drainase vertikal
(vertical drain).
Pada tahun 1936, diperkenalkan sistem drainase menggunakan bahan
sintetis oleh Kjellman di Swedia. Setelah di tes di beberapa tempat pada
tahun 1937 dengan bahan cardboard, lantas mendapat sambutan yang hangat
oleh para ilmuwan. Sejak saat itu, pengembangan vertical drain dilanjutkan
dengan berbagai macam bahan.
Dengan digunakannya prefabricated vertical drains, waktu yang
dibutuhkan untuk konsolidasi melalui teknik preloading pun menjadi
semakin singkat dan penurunan/settlement yang terjadi juga dapat direduksi.
Bahkan proses installasi nya pun saat ini sudah semakin berkembang
dimana prefabricated vertical drain dapat mencapai kedalaman 60 m dengan
laju 1 m/dt.
2.3. Prinsip Vertical Drain
Laju konsolidasi yang rendah pada lempung jenuh dengan
permeabilitas rendah, dapat dinaikkan dengan menggunakan drainasi
vertikal (vertical drain) yang memperpendek lintasan pengaliran dalam
lempung. Kemudian konsolidasi terutama diperhitungkan akibat pengaliran
horisontal radial, yang menyebabkan disipasi kelebihan tekanan air pori
yang lebih cepat, pengaliran vertikal kecil pengaruhnya. Dalam teori, besar

Dewi Ayu Alviena |1307143 | Teknik Sipil S1

5 sama, hanya laju penurunannya yang


penurunan konsolidasi akhir adalah

terpengaruh.

Gambar 2.1. Prinsip vertical drain


Karena tujuannya adalah untuk mengurangi panjang lintasan
pengaliran, maka jarak antara drainasi merupakan hal yang terpenting.
Drainasi tersebut biasanya diberi jarak dengan pola bujur sangkar atau
segitiga. Jarak antara drainasi tersebut harus lebih kecil daripada tebal
lapisan lempung dan tidak ada gunanya menggunakan drainasi vertikal
dalam lapisan lempung yang relatif tipis.
Untuk mendapatkan desain yang baik, koefisien konsolidasi
horisontal dan vertikal (Ch dan Cv) yang akurat sangat penting untuk
diketahui. Biasanya rasio Ch /Cv terletak antara 1 dan 2, semakin tinggi
Dewi Ayu Alviena |1307143 | Teknik Sipil S1

5
rasio ini, pemasangan drainasi semakin
bermanfaat. Nilai koefisien untuk

lempung di dekat drainasi kemungkinan menjadi berkurang akibat proses


peremasan (remoulding) selama pemasangan (terutama bila di-gunakan
paksi), pengaruh tersebut dinamakan pelumasan (smear). Efek pelumasan
ini dapat diperhitungkan dengan mengasumsikan suatu nilai Ch yang sudah
direduksi atau dengan menggunakan diameter drainasi yang diperkecil.
Masalah lainnya adalah diameter drainasi pasir yang besar cenderung
menyerupai tiang-tiang yang lemah, yang mengurangi kenaikan tegangan
vertikal dalam lempung sampai tingkat yang tidak diketahui dan
menghasilkan nilai tekanan air pori berlebihan yang lebih rendah dan
begitu pula halnya dengan penurunan konsolidasi. Efek ini minimal bila
menggunakan drainasi cetakan karena fleksibilitasnya.
Pengalaman menunjukkan bahwa drainasi vertikal tidak baik untuk
tanah yang memiliki rasio kompresi sekunder yang tinggi, seperti lempung
yang sangat plastis dan gambut, karena laju konsolidasi sekunder tidak
dapat dikontrol oleh vertikal drain.

2.4. Penggunaan Vertical Drain


Vertikal drain dapat dipergunakan dalam berbagai aplikasi,
diantaranya di bawah embankment jalan raya, jalan kereta api atau landas
pacu pesawat serta di bawah pondasi tanki minyak yang berdiri di atas tanah
lunak, pada konstruksi-konstruksi tersebut. Vertikal drain terutama
digunakan untuk mempercepat proses konsolidasi sehingga pada waktu

Dewi Ayu Alviena |1307143 | Teknik Sipil S1

5
konstruksi yang sebenarnya didirikan,
tidak akan dialami penurunan atau

beda penurunan yang berlebihan yang dapat menyebabkan gangguan


operasi

sarana-sarana

tersebut

atau

bahkan

merusak

strukturnya.

menunjukkan aplikasi di oprit jembatan, bila oprit jembatan masih dapat


mengalami penurunan pada waktu operasi maka akan timbul beda elevasi
antara oprit jembatan dengan jembatannya yang biasanya tidak turun (sangat
kecil) karena berdiri di atas pondasi dalam.
Bila dalam pelebaran suatu jalan, elevasi jalan baru harus dibuat
sama dengan jalan lama, sedangkan penggalian tanah disamping jalan lama
dapat menimbulkan gangguan stabilitas, maka vertikal drain merupakan
solusi yang tepat. Bila diperlukan suatu embankment yang tinggi dan
dihadapi masalah stabilitas, vertikal drain dapat dipakai untuk mempercepat
keluarnya tegangan air pori dan meningkatkan tegangan efektif tanah
sehingga kestabilan tanah pondasi embankment tersebut menjadi lebih baik .
Pada proyek reklamasi vertikal drain digunakan untuk mempercepat
proses penurunan dan meningkatkan stabilitas sehingga proses pengurukan
dapat berjalan dengan balk dan cepat. Vertikal drain juga dapat
dikombinasikan dengan metode prakompresi hampa udara (vacuum
drainage)

atau

pemadatan dinamis

(dynamic consolidation)

untuk

mempercepat disipasi tegangan air pori yang timbul pada waktu dilakukan
proses pemadatan. Dalam proses prakompresi hampa udara, pemasangan
vertikal drain tidak boleh mnencapai lapisan permeabel yang mengandung
sumber air karena ini akan berakibat tersedotnya air dari lapisan permeabel
tsb. Pemancangan tiang pancang dlbawah lereng galian akan menimnbulkan

Dewi Ayu Alviena |1307143 | Teknik Sipil S1

5
tegangan air pori yang dapat membahayakan
kestabilan lereng galian tsb.

disini vertikal drain akan sangat berguna untuk mempercepat proses


keluarnya tegangan air pori sehingga kestabilan lereng tidak banyak
terganggu.
2.5. Jenis Vertical Drain
Pada prinsipnya drainase ini dapat dikatakan menjamin aliran air
tanpa hambatan atau dapat dikatakan kecil ke arah vertikal yaitu ke arah
lapisa porus yang berada di atas muka tanah atau bahkan dua lapisan porus
di atas dan di bawah lapisan lunak (berada dalam tanah) dan juga tidak
menimbulkan masalah pada bidang kontak antara tanah dan drain.
Tipe vertikal drain bergantung pada material yang digunakan dan dibagi
menjadi dua bagian besar, yaitu:
a. Vertikal drain konvensional
Tipe ini klasik yang sudah banyak digunakan. Bahan yang
digunakan adalah bahan bergradasi atau pasir (sand drain). Umumnya
terdiri dari pasir atau kerikil yang mempunyai permeabilitas tinggi.
Metode tradisional dalam membuat vertikal drain adalah dengan
membuat lubang bor pada lapisan lempung dan mengurung kembali
dengan pasir yang bergradasi sesuai diameternya sekitar 200 400 mm
dan saluran drainasi tersebut dibuat sedalam lebih dari 30 m. Pasir
harus dapat dialiri air secara efisien tanpa membawa partikel-partikel
tanah yang halus.
Drainasi cetakan juga banyak digunakan dan biasanya Iebih
murah daripada drainasi urugan untuk suatu daerah tertentu. Salah satu
jenisnya adalah drainasi prapaket (prepackage drain) yang terdiri dari
sebuah selubung filter, biasanya dibuat dari polypropylene, yang diisi

Dewi Ayu Alviena |1307143 | Teknik Sipil S1

5 Jenis ini sangat fleksibel dan biasanya


pasir dengan diameter 65 mm.

tidak terpengaruh oleh adanya gerakan-gerakan tanah lateral.


b. Vertikal drain sintesis
Ada beberapa macam dari vertikal drain sintetik dan dapat
dikategorikan dalam beberapa kategori (Magnan, 1983):
Vertikal drain sintesis dari bahan karton.
Vertikal drain dari bahan plastik.
Vertikal drain dari bahan pasir yang dibungkus dengan material

sintetik.
Vertikal drain dari bahan serabut kelapa.
Vertikal drain sintetik umunya berbentuk strip dan terdiri dari dua
komponen utama yaitu inti plastik yang dibungkus dengan material
geosintesis. Inti plastik berfungsi sebagai penyalur air dan
pembungkus sebagai filter bagi partikel tanah halus.
Dibanding dengan vertikal drain dari bahan pasir (sand drain),

vertikal drain sintesis mempunyai beberapa keuntungan menurut Young


(1997), diantaranya :
Gangguan tanah akibat pemasangan lebih kecil.
Alat-alat pemasangan lebih ringan.
Meniadakan kontrol kualitas pasir dilapangan.
Kualitas vertikal drain sintesis lebih seragam.
Menjamin jalur drainase yang kontinyu.
Kontaminasi partikel halus jauh lebih kecil.
Menahan deformasi yag besar tanpa menghilangkan fungsinya.
Lebih cepat pemasangannya.
Lebih ekonomis.
Karena alasan-alasan tersebut metode sand drain semakin jarang
digunakan dan banyak yang memilih menggunakan vertikal drain jenis
sintesis.
2.6. Sand Drain

Dewi Ayu Alviena |1307143 | Teknik Sipil S1

5 vertical drains dengan masing-masing


Berikut adalah berbagai tipe

metode instalasinya:

Tabel 2.1. Tipe Vertical Drain

a. Sand drain, metode penginstalan dengan cara penumbukan (driven


or vibratory displacement type)
Pembuatan drainase pasir dengan metode ini digunakan secara luas
karena biayanya relatif murah, hanya saja metode seperti ini dapat
merusak struktur tanah atau bahkan mengurangi kuat geser tanah.
b. Sand drain, metode penginstalan dengan cara hollow stem
continious-flight auger (low displacement)
Pembuatan drainase pasir dengan metode ini memakai auger
melayang menerus dengan diameter 30 - 50 cm berjarak 2-5 m.
Gangguan yang dihadapi biasanya lebih ke arah rancangan drainase
itu sendiri, bagaimana caranya agar drainase yang dibuat memiliki
Dewi Ayu Alviena |1307143 | Teknik Sipil S1

5 baik. Untuk itu, gradasi pasir harus


kapasitas penyaluran air yang

sesuai dengan keperluan.


c. Sand drain, metode penginstalan dengan cara jetted (nondisplacement)
Metode dengan semprotan air (jetted) akan memakan waktu yang
cukup lama khususnya untuk menembus lapisan berbutir kasar.
Kedalam untuk drainase tipe ini umumnya kecil dari 30 m.
d. Prefabricated sand drain, metode penginstalan dengan cara
tumbukan,

getaran,

auger

melayang,

pengeboran

Yang membedakan penggunaan drainase pasir prefabricated yaitu


penggunaan bahan kain berisi material filter, lalu dimasukkan
kedalam lubang drainase yang dibuat sebelumnya apakah itu dengan
pengeboran atau cara lainnya.
e. Prefabricated band shaped drains, metode penginstalan dengan
driven

atau

vibratory

closed-end

mandrel

Istilah lain yang biasanya digunakan untuk tipe ini yaitu


prefabricated vertical drain (PVD), umumnya berbentuk pita (bandshaped) dengan sebuah inti plastik beralur yang dibungkus dengan
selubung filterterbuat dari kertas atau atau susunan platik tak
beranyam (non woven plastic fabric). Ukuran yang biasa digunakan
yaitu lebar 10 cm dan tebal 0.4 cm. Biasanya gangguan yang
disebabkan oleh penggunaan sistem drainase dengan PVD ini lebih
kecil dibanding dengan sistem drainase pasir konvensional.
Alat yang biasanya digunakan untuk membuat lubang drainase

Dewi Ayu Alviena |1307143 | Teknik Sipil S1

5 'stitcher', seperti yang dapat dilihat


dengan PVD ini bernama

dibawah ini.

2.7. Cara Kerja Sand Drain


Dalam metode ini proses penurunan muka air tanah dilakuakan
dengan cara membuat titik pengambilan yang diisi dengan bahan pasir
disekitar lubang pondasi. Hal ini dilakukan dengan anggapan bahwa air pori
dapat mengalir secara horizontal kearah titik titik tersebut., setelah air

Dewi Ayu Alviena |1307143 | Teknik Sipil S1

5
terkumpul pada titik titik tersebut
kemudian diadakan pembebanan

terhadap tanah disekitarnya sehingga air dipaksa keluar dari dalam tanah
tersebut.maka, dengan sendirinya tanah yang telah terbebani tersebut
menjadi padat dan dapat dugunakan untuk memikul beban konstruksi yang
akan dibuat.
Drainase pasir ini terdir dari kolom kolom pasir yang dibuat secara
vertikal dalam lapisan tanah lunak. Metode ini dibagi dalam beberapa jenis,
sesuai dengan metode pelaksanaannya yakni :

Jenis Dorongan (Driven Type)

Jenis Vibrofloation (Vibrofloation Type)

Jenis Jet Air (Water Jet Type)


Pada perencanaan drainase pasir, pertama tama diadakan anggapan

anggapan terhadap metode pelaksanaan, diameter kolom pasir, jarak


anatar kolom pasir, serta tingkat perbaikannya. Setelah itu baru diadakan
analisa terhadap stabilitas terhadap penurunan yang terjadi. Apabila setelah
dilakukan analisa stabilitas dan penurunannya, faktor keamanan dan
penurunan sisa yang terjadi belum memnuhi harga yang diijinkan, maka
harus diadakan perubahan mengenai jarak antara kolom pasir dan tingkat
perbaikannya. Analisa dilakuakan berulang ulang hingga memnuhi standar
keamanan serta batas batas yang diijinkan.
Penentuan panjang drainase pasir itu ditentukan oleh, ketebalan
lapisan tanah kohesif, kedalaman tanah yang akan diperbaiki tempat dimana
pondasi akan dibuat. Mengginggat apabila panjang dari kolom drinase

Dewi Ayu Alviena |1307143 | Teknik Sipil S1

terlalu panjang, maka unutk proses5 pelaksanaannya akan sulit dilaksanakan


sehingga panjang dari kolom drainase dibatasi sampai kira kira 25 m 30
m. Dilain pihak diameter dari kolom drainase (dw) dapat ditentukan secara
bebas antara 25 m 50 cm tegantung dari mesin mesin yang digunakan
untuk menggali lubang.
Diameter kolom yang kecil memerlukan bahan (pasir) yang sedikit
dan pelaksanaannya tidak rumit. Akan tetapi, apabila tanah yang akan
dibuatkan lubang drainase sangat lunak (dapat mengalami deformasi geser)
maka, kolom akan sangat mudah terputus sewaktu pelaksanaan penggalian.
Sehingga dalam penerapannya harus dicapai lebar efektif (def). Dijepang
dalam pelaksanaannya sering digunakan panjang efektif (def) = 1,5 m 1.3
m.
Drainase pasir ini digunakan bilamana daya dukung tanah pondasi
itu lebih kecil dari jumlah beban timbunan atau konstruksi. Jadi, dapat
dimengerti bahwa seluruh pembebanan tidak dapat dilaksanakan sekaligus.
Pembebanan itu harus dilaksanakan dalam beberapa tahap. Umpamanya
bilamana tinggi kritis timbunan yang dapat dipikul oleh daya dukung tanah
pondasi tidak boleh melebihi sepertiga dari jumlah beban, maka waktu yang
diijinkan untuk setiap kali pembebanan adalah sepertiga dari jadwal
pembangunan. Kemudian def atau n ditentukan sedemikian rupa supaya 80%
- 90% dari konsolidasi dapat dicapai selama periode sepertiga dari jadwal
pembangunan ini.

Dewi Ayu Alviena |1307143 | Teknik Sipil S1

5 III
BAB

PENUTUP

3.1. Simpulan
Vertical drain pada dasarnya bertujuan untuk

meningkatkan

kekuatan geser pada tanah, mengurangi kompresibilitas/kemampumampatan


tanah, dan mencegah penurunan (settlement) yang besar serta kemungkinan
kerusakan pada struktur bangunan.
Air pori dapat mengalir secara horizontal kearah titik titik
tersebut., setelah air terkumpul pada titik titik tersebut kemudian diadakan
pembebanan terhadap tanah disekitarnya sehingga air dipaksa keluar dari
dalam tanah tersebut.maka, dengan sendirinya tanah yang telah terbebani
tersebut menjadi padat dan dapat dugunakan untuk memikul beban
konstruksi yang akan dibuat.
3.2. Saran
Makalah ini masih belum dapat dikatakan sempurna. Oleh karena
itu, disarankan kepada para pembaca ataupun para peneliti yang nantinya
akan menyusun makalah bertemakan yang sama agar lebih mengkaji lagi
mengenai vertical drain dan sand drain dengan menggunakan referensi
lainnya yang lebih mendalam.

Dewi Ayu Alviena |1307143 | Teknik Sipil S1

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.

Vertical

Drain.

[Online].

Tersedia:

http://www.forumbebas.com

(Februari, 2016)
Anonim. 2013. Drainase Vertical Drain. [Online]. Tersedia: https://drainaseverti
kal.wordpress.com/2013/02/28/drainase-vertikal-vertical-drain/ (Februari,
2016)
Rachmadony. 2012. Teknik Preloading dan Penggunaan. [Online]. Tersedia:
http://rachmadony.blogspot.co.id/2012/09/teknik-preloading-dan-penggu
naan.html (Februari, 2016)
Tetsuya,

Arif.

2014.

Makalah

Sand

Drain.

[Online].

Tersedia:

http://ariftetsuya.blogspot.co.id/2014/04/makalah-sand-drain-drainasepasir.html (Februari, 2016)

Dewi Ayu Alviena |1307143 | Teknik Sipil S1

Anda mungkin juga menyukai