Anda di halaman 1dari 4

TUGAS PENGOLAHAN LIMBAH DAN AIR

NAMA : SITI ALIYASIH


KELAS : A

Limbah adalah bahan sisa yang dihasilkan dari suatu kegiatan dan proses produksi,
baik pada skala rumah tangga maupun industri. Limbah juga dapat didefinisikan sebagai
semua buangan yang dihasilkan oleh aktivitas manusia dan hewan yang berbentuk padat,
lumpur (sludge), cair maupun gas yang dibuang karena tidak dibutuhkan atau tidak
diinginkan lagi. Walaupun dianggap sudah tidak berguna dan tidak dikehendaki, namun
bahan tersebut kadangkadang masih dapat dimanfaatkan kembali dan dijadikan bahan baku.
Limbah merupakan sisa dari suatu proses produksi industri maupun domestik yang
berdampak negatif bagi kehidupan masyakat jika tidak dikelola dengan baik. Jenis-jenis
limbah berdasarkan bentuk yaitu limbah padat, limbah gas, dan limbah cair. Limbah padat
merupakan limbah yang berwujud padat atau sering disebut sampah. Limbah gas merupakan
limbah yang berwujud gas seperti gas CO2. Limbah cair merupakan limbah yang berwujud
cairan berupa air beserta bahan-bahan buangan lain yang tercampur (tersuspensi) maupun
terlarut dalam air.
Dalam aktifitas manusia sehari-hari digunakan produk yang tidak seluruhnya dapat di
konsumsi atau di butuhkan sehingga sisa produk yang tidak digunakan akan menjadi limbah.
Sedangkan dalam proses industri baik pada skala rumah tangga maupun industri digunakan
bahan baku dan energi untuk menghasilkan suatu produk dimana dalam prosesnya untuk
menghasilkan suatu produk ada produk samping yang tidak dibutuhkan lagi sehingga akan
menjadi limbah.
Produksi limbah per tahun.

Limbah tidak dapat dihilangkan tapi dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku atau
produk lain, atau limbah dapat diproses untuk menghilangkan dampak negatif bagi
lingkungan dan dapat dikembalikan ke alam.
Agar tidak terjadi penumpuk limbah yang berlebih dan limbah yang menganduk zat
berbahaya dapat merusak lingkungan. Sedangkan limbah juga dapat dimanfaatkan menjadi
bahan baku untuk menjadi sebuah produk.
Limbah yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan berbagai permasalahan
kesehatan. Polusi bau dari sampah yang membusuk, pencemaran air akibat pembuangan
limbah ke sungai dan merembesnya air lindi dari TPA (tempat pembuangan akhir) dan limbah
cair pabrik ke permukiman dan sumber air penduduk, serta pencemaran udara akibat asap
pabrik dan asap kendaraan bermotor dan pembakaran sampah.
Pengelohan limbah berhenti setelah kandungan zat yang berbahaya dalam limbah
sesuai dengan ambang batas yang telah ditentukan pemerintah dan telah aman untuk dibuang
di lingkungan.
Limbah memiliki manfaat selain dapat didaur ulang limbah dapat dimanfaatkan
menjadi bahan baku dan menjadi produk.
Teknik kimia merupakan program studi yang mempelajari teknologi perancangan
pabrik. Pabrik yang dirancang dapat berupa pabrik kimia, bioproses, makanan, dan masih
banyak lainnya. Hampir seluruh pabrik yang ada di dunia dirancang oleh sarjana Teknik
Kimia. Perancangan pabrik yang dimaksud disini adalah merancang proses-proses yang
terjadi dalam pabrik, seperti perancangan reaksi dalam reaktor untuk menghasilkan produk
yang diharapkan, sistem pengggunaan sumber daya yang ada di pabrik, pengendalian proses,
dan lain sebagainya. Dalam peracangan pabrik perlu juga adanya proses pengolahan limbah
hasil dari proses sebelum limbah dibuang, oleh sebab itu Jurusan Teknik Kimia perlu
mempelajari tentang pengolahan limbah.
Berdasarkan karakteristiknya, limbah dapat digolongkan menjadi 4 macam, yaitu :

Limbah cair
Limbah padat
Limbah gas dan partikel
Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Limbah cair
Limbah cair adalah sisa dari suatu hasil usaha atau kegiatan yang berwujud cair (PP 82 thn
2001). Jenis-jenis limbah cair dapat digolongkan berdasarkan pada :
a.Sifat Fisika dan Sifat Agregat . Keasaman sebagai salah satu contoh sifat limbah dapat
diukur dengan menggunakan metoda Titrimetrik

b. Parameter Logam, contohnya Arsenik (As) dengan metoda SSA


c. Anorganik non Metalik contohnya Amonia (NH3-N) dengan metoda Biru Indofenol
d. Organik Agregat contohnya Biological Oxygen Demand (BOD)
e. Mikroorganisme contohnya E Coli dengan metoda MPN
f. Sifat Khusus contohnya Asam Borat (H3 BO3) dengan metoda Titrimetrik
g. Air Laut contohnya Tembaga (Cu) dengan metoda SPR-IDA-SSA
Penanganan limbah Cair sangatlah sulit, setiap bahan yang berbeda harus ditangani dengan
cara yang berbeda pula. Dalam penanganan limbah cair terdapat beberapa cara yakni sebagai
berikut ini:

Pengolahan primer
Pengolahan sekunder
Pengolahan tersier
Desinfeksi
Pengolahan lumpur

Limbah padat
Limbah padat berasal dari kegiatan industri dan domestik. Limbah domestik pada umumnya
berbentuk limbah padat rumah tangga, limbah padat kegiatan perdagangan, perkantoran,
peternakan, pertanian serta dari tempat-tempat umum. Jenis-jenis limbah padat: kertas, kayu,
kain, karet/kulit tiruan, plastik, metal, gelas/kaca, organik, bakteri, kulit telur, dll.
Dalam penanganan limbah padat dibagi dalam beberapa cara yakni:

Penimbunan terbuka
Sanitary landfill
Daur ulang
Insinerasi
Dijadikan kompos

Limbah gas dan partikel


Polusi udara adalah tercemarnya udara oleh berberapa partikulat zat (limbah) yang
mengandung partikel (asap dan jelaga), hidrokarbon, sulfur dioksida, nitrogen oksida, ozon
(asap kabut fotokimiawi), karbon monoksida dan timah.

Untuk penanganan limbah gas lebih ditekankan pada bagaimana mencegah gas pencemar
tersebut mencemari lingkungan, misalnya dengan memasang filter (penyaring) pada knalpot
kendaraan bermotor, pengendap siklon, mengontrol emisi gas buang dan masih banyak lagi.
Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
Suatu limbah digolongkan sebagai limbah B3 bila mengandung bahan berbahaya atau
beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung maupun tidak langsung, dapat merusak
atau mencemarkan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan manusia.Yang termasuk
limbah B3 antara lain adalah bahan baku yang berbahaya dan beracun yang tidak digunakan
lagi karena rusak, sisa kemasan, tumpahan, sisa proses, dan oli bekas kapal yang memerlukan
penanganan dan pengolahan khusus. Bahan-bahan ini termasuk limbah B3 bila memiliki
salah satu atau lebih karakteristik berikut: mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif,
beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif, dan lain-lain, yang bila diuji dengan
toksikologi dapat diketahui termasuk limbah B3.
Pengolahan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) memiliki cara yang berbeda,
berhubung jenis limbah ini bisa menimbulkan bahaya bagi lingkungan maka penanganan
dengan benar haruslah diperhatikan. Untuk pembuangan limbah B3 haruslah berhati-hati
karena tidak bisa dibuang begitu saja, limbah haruslah diolah terlebih dahulu baik melalui
pengolahan fisik, biologi dan kimia dengan tujuan dapat menghilangkan efek berbahaya yang
terdapat didalam limbah. Berikut ini beberapa cara pengolahan limbah B3:

Kolam penyimpanan (surface impoundments)


Sumur dalam/Sumur injeksi
Secure landfill/lanfill untuk limbah B3