Anda di halaman 1dari 1

Keguguran merupakan hal yang paling dihindari oleh setiap ibu.

Bagaimanapun, risiko keguguran akan


tetap selalu ada dan membayangi benak para ibu. Namun ternyata baru-baru ini sebuah penemuan
menunjukkan hasil bahwa satu dari empat kehamilan yang berisiko keguguran ternyata dapat dicegah.
Kegemukan, membawa barang-barang berat, bekerja di malam hari, dan meminum minuman keras
selama masa kehamilan dapat menambah risiko keguguran. Para peneliti mengungkapkan jika para
wanita bisa menghindari hal-hal tersebut, sebanyak 25 persen keguguran dapat dicegah.
Penelitian atas lebih dari 91.000 kehamilan juga menyetujui bahwa salah satu dari faktor terbesar yang
mempengaruhi keguguran adalah usia para ibu. Wanita yang berusia lebih dari 30 tahun mempunyai
peluang yang lebih besar mengalami keguguran, seperti dikutip Mirror, Jumat (21/2/2014).
Universitas Copenhagen, Denmark, yang melakukan penelitian ini, menggunakan data dari 91.427 warga
Denmark di antara tahun 1996 hingga 2002. Para peniliti mendapatkan hasil bahwa sebanyak 3.177 dari
sampel penelitian mengalami keguguran, di mana kebanyakan keguguran terjadi pada saat usia
kehamilan belum memasuki 22 minggu.
"Wanita yang berusia 25 hingga 29 tahun yang selama masa kehamilannya tidak mengonsumsi alkohol,
memiliki berat badan normal, tidak membawa barang lebih dari 20 kg, dan hanya bekerja pada siang hari,
dipastikan dapat mencegah risiko keguguran sebanyak 25,2 persen," tutur seorang peneliti dari
International Journal of Obstetrics and Gynaecology.
Para peneliti mengungkapkan 25 persen merupakan nilai terbesar dari peluang pencegahan keguguran.
Peneliti memperkirakan 11,4 persen dari keguguran dapat dicegah jika wanita mengandung pada usia 25
hingga 29 tahun, dan sebanyak 9 persen risiko keguguran dapat dicegah jika sama sekali tidak
mengonsumsi alkohol selama masa kehamilan.
Sandra Feodor Nilsson, seorang mahasiswa PhD dari Departemen Kesehatan Publik di Universitas
Copenhagen, menuturkan bahwa keguguran merupakan masalah kehamilan yang paling banyak terjadi,
di mana setidaknya terjadi pada satu dari tujuh kasus kehamilan. "Bagaimana pun, pencegahan
merupakan satu-satunya cara dalam mengurangi jumlah keguguran yang terjadi selama ini," ujar Sandra.
Walaupun setuju dengan hasil penemuan ini, Professor Tom Bourne, seorang konsultan Gynaecologist di
Rumah Sakit Queen Charlotte's dan Chelsea, di London, mengungkapkan hal ini bukanlah sesuatu yang
benar-benar baru. Professor Tom menganggap bahwa kita semua telah tahu kalau mengonsumsi alkohol,
bekerja malam, dan membawa barang-barang berat saat hamil memang dapat menyebabkan keguguran.