Anda di halaman 1dari 5

TUGAS INDIVIDU

KONSEP DASAR STATISTIK INFERENSIAL


MATA KULIAH : DASAR-DASAR BIOSTATISTIK INFERENSIAL

Disusun oleh
TRIYANA NOORMANITA (NIM. I1A115619)

PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2016
KONSEP DASAR STATISTIK INFERENSIAL

A. Konsep Statistik Inferensial


Statistik inferensial didasari

oleh

hukum

peluang

dan

membolehkan analisa untuk menyimpulkan data informasi yang


berasal dari sampel untuk digeneralisasikan ke dalam populasi.
Statistik

inferensial

adalah

statistik

yang

digunakan

untuk

menganalisis data sampel, dan hasilnya akan digeneralisasikan


(diinferensikan) untuk populasi dimana sampel diambil. Statistik
inferensial

menggunakan

teori

peluang

untuk

menyimpulkan

populasi berdasarkan data sampel. Dua kata kunci dalam statistik


inferensial adalah parameter dan statistik.
Parameter adalah sejumlah nilai yang menggambarkan
populasi seperti presentase atau proporsi. Parameter populasi
adalah data yang diperoleh dengan mencatat semua elemen yang
menjadi obyek penelitian dan merupakan nilai yang sebenarnya
(true value). Parameter populasi antara lain meliputi: rata-rata (),
2
simpangan baku ( ), varians ( ).

Statistik adalah sejumlah nilai yang berasal dari data yang


diobservasi (sampel) dan merupakan nilai perkiraan (estimated
value). Statistiknya adalah: rata-rata (x bar), simpangan baku (s)
dan varians ( s

).

Population

Sample
Statistical inference

Statistika inferensial adalah statistik yang berkaitan dengan


analisis data (sampel) untuk kemudian dilakukan penyimpulanpenyimpulan (inferensi) yang digeneralisasikan kepada seluruh
subyek tempat data diambil (populasi).
Statistika inferensial atau statistika induktif bermaksud
menyajikan, menganalisa data dari suatu kelompok untuk ditarik
kesimpulan-kesimpulan, prinsip-prinsip tertentu yang berlaku bagi
kelompok yang bersangkutan (sampel).

Statistika inferensial merupakan langkah akhir dari tugas


statistika karena dalam setiap penelitian kesimpulan inilah yang
diinginkan. Statistika inferensial harus berdasar pada statistika
deskriptif, sehingga kedua-duanya harus ditempuh secara benar
agar kita mendapatkan kegunaan maksimal dari statistika ini.
Statistka inferensial dapat mengevaluasi informasi yang
tealh kita kumpulkan menjadi suatu pengetahuan baru. Contoh:
kita ingin mengetahui apa saja faktor-faktor risiko yang dapat
menurunkan risiko penyakit jantung koroner. Statistika inferensial
digunakan apabila peneliti ingin membuat suatu kesimpulan
tertentu atas karakteristik/hubungan antar beberapa variabel
dalam populasi, diberikannya hanya memiliki data sampel. Dua
komponen dari statistik inferensial adalah estimasi dan pengujian
hipotesis.

STATISTIK DESKRIPTIF
Tujuan Studi

Deskriptif

Uji Perbedaan
Uji Hipotesis

Korelasi
Uji Hubungan
Sebab Akibat

STATISTIK INFERENSIAL (Parametrik/ Non Parametrik)


B. Ruang Lingkup Statistik Inferensial
Ada dua komponen dari statistik inferensial adalah estimasi
dan pengujian hipotesis.
1. Estimasi
Penaksiran nilai parameter berdasarkan statistik:
- Estimasi titik (point estimate)
- Estimasi interval (interval estimate)
2. Pengujian Hipotesis
Untuk mengetahui keterkaitan/ hubungan antar variabel di
populasi dengan uji statistik

Selain 2 komponen tersebut di atas, ada pula ruang lingkup


yang termasuk bahasan statistik inferensial, yaitu:
1. Uji persyaratan analisis, seperti uji normalitas, uji homogenitas,
uji kelinieran, uji multikolinier dan sebagainya.
2. Uji hipotesis asosiasi, seperti uji kolerasi, uji regresi, uji analisis
jalur dan sebagainya.
3. Uji hipotesis komparasi, seperti uji-T, uji Mann Whitney, uji
Wilcoxon, uji Chi Square, uji tukey, ANAVA (Analisi Varian),
ANAKOVA (Analisis Kovarian, MANOVA (multivariat analysis of
varians), MANCOVA (multivariate analysis of covarians), dan
sebagainya.
Jenis lain dari statistik inferensial dibagi menjadi 2 yaitu:
statistik parametrik dan statistik non parametrik.
1. Statistik parametrik
Penggunaan teknik statistika parametrik didasarkan pada
asumsi bahwa data yang diambil mempunyai distribusi normal
dan jenis data yang digunakan interval atau rasio.
2. Statistik non parametrik
Penggunaan statistika non parametrik tidak mengharuskan
data yang diambil mempunyai distribusi normal dan jenis data
yang digunakan dapat nominal dan ordinal.
Pada dasarnya, baik statistic parametrik maupun non
parametrik dapat digunakan untuk analisis statistik yang bersifat:
1. Korelatif
Teknik analisis korelatif digunakan untuk mengetahui hubungan
atau korelasi dari sebuah variabel dengan variabel yang lain.
Misalnya variabel X dan variabel Y. Teknik analisis yang sering
dipakai adalah Korelasi Pearson dan Regresi.
2. Komparatif
Teknik analisis komparatif digunakan untuk mengetahui
perbedaan nilai rata-rata dari suatu kelompok dengan
kelompok lainnya. Misalnya perbedaan kecemasan antara
kelompok pria dan wanita, serta perbedaan motivasi kerja
antara bagian produksi, pemasaran, dan keuangan. Teknik
analisis yang sering digunakan adalah Uji- T dan ANAVA.

C. Kegunaan Statistik Inferensial

Statistik inferensial berguna untuk:


1. Memperkirakan dan meramalkan nilai parameter populasi
Statistik inferensial dapat digunakan untuk memperkirakan dan
meramalkan nilai-nilai yang ada dipopulasi berdasarkan nilai
sampel yang didapat.
2. Menguji hipotesis tentang nilai parameter populasi
Statistik inferensial juga dapat menguji hipotesis penelitian
yang dibuat oleh peneliti sehingga kita mengetahui apakah
hipotesis yang dibuat terbukti atau tidak.
3. Membuat keputusan berdasarkan keterbatasan informasi
sampel
Selain itu, statistik inferensial dapat digunakan untuk membuat
keputusan nantinya digunakan untuk membuat perencanaan
suatu program kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA

Bungin, Burhan. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif Komunikasi,


Ekonomi, dan Kebijakan Publik serta Ilmu-Ilmu Sosial Lainnya.
Jakarta: Prenada Media Group.
Hadi, S. 1995. Statistik 1, 2, 3. Yogyakarta: Andi Offset.
Nazir, Mohamad. 1983. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Purwoto, Agus. 2007. Panduan Laboratorium Statistik Inferensial.
Jakarta: Grasindo.
Sudjana. 1992. Metoda Statistika (Edisi 5). Bandung: Tarsito.
Sugiyono. 2003. Statistika untuk Penelitian, Bandung: Alfabeta
Susetyo, Budi. 2010. Statistika Untuk Analisis Data Penelitian.
Bandung: PT Refika Aditama.
Walpole, R. E. 1992. Pengantar Statistika. Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Utama.