Anda di halaman 1dari 48

ABSORBSI

Created by
Elfi Nur Rohmah
Sultan Ageng Tirtayasa Univ
Elfinurrohmah@gmail.com
2015

ABSORBSI
Proses dimana phase
gas dikontakkan dengan
phase liquid sehingga
satu atau lebih
komponen gas terlarut
kedalam phase liquid.
suatu fenomena fisika/kimia
atau proses atom, molekul,
dan ion memasuki suatu
fase besar gas, cair, atau
padat

ilmu kimia

PROSES ABSORBSI DI ALAM

Terbentuknya Smog
Merupakan pencemaran udara
yang disebabkan oleh tingginya
kadar gas NOx, SO2, O3.

KEJADIAN DI ALAM

HUJAN ASAM
SO2

SO2 + O2 SO3
SO3 + H2O H2SO4

NO

NO + O2 NO2
NO2 + H2O HNO3

pH hujan asam < 5.6


Korosi terhadap logam
Fe + O2 Fe2O3 (karat)
Fe + H2SO4 FeSO4 + H2
Kerusakan bangunan/patung
CaCO3 + H2SO4 CaSO4 + H2O + CO2
Marmer
patung

MasyaAllah....

KAIDAH PHASE DAN


KESETIMBANGAN
F=CP+2

C= jumlah komponen dalam dua phase


P= jumlah phase
F= derajat kebebasan

Contoh :
CO2 Udara air
Maka ada 2 phase dan 3 komponen
F=32+2=3

Bila tekanan total dan suhu diatur hanya 1 variabel lain yang tertentu
Bila xA (CO2) phase liquid diatur maka YA atau PA (Gas) akan tertentu

KESETIMBANGAN
GAS LIQUID
1

Data
kesetimbangan
Appendix 3 Geankoplish)

Gas-liquid

(lihat

Didapat secara eksperimen


Sejumlah gas SO2 udara dan air ditempatkan
dalam suatu tempat tertutup dan diaduk secara
perlahan-lahan pada suatu suhu tertentu hingga
kesetimbangan tercapai.
Sampel gas dan liquid dianalisa PA (SO2) dan xA
(liquid) kemudian diplotkan antara tekanan
parsial vs fraksi mol dalam liquid.

Hukum Henry

PA H .x A

H = konstanta henry ( atm/mol fraksi)

y A H '. x A
H = H/PT
3

Hukum Roult

PA0
yA
PT

SINGEL STAGE EQUILIBRIUM


Lo
L1

V1

Neraca Massa Total:

Lo V2 L1 V1 M

V2

Bila diasumsikan komponen A, B ,dan C


Neraca Massa komponen :

LO .x Ao V2 . y A 2 L1. x A1 V1 y A1 M .x AM

LO .xCO V2 y C 2 L1 .xC1 V1. y C1 M .xCM

xA+xB+xC =1

Neraca massa
komponen B tidak perlu

SINGLE STAGE EQUILIBRIUM


UNTUK SISTEM GAS-LIQUID
Solue A dalam phase gas V bersama-sama inert gas
B (udara) berkontak dengan inert air C (phase liquid)
Untuk :

L= mol inert air (C) L=Lo(1-xAo)


V= mol inert udara (B)V=V(1-yA)

Maka Neraca Massa Komponen A dapat dituliskan

y A2
x Ao
V '
L'
1 y A2
1 x Ao

y A1
x A1
L'
V '

1 x A1
1 y A1

COUNTER CURRENT
MULTIPLE STAGE PROCESS
V1

V2

LO

V3

L1

L2

Multistage
Vn

Vn+1

VN

n
Ln-1

VN+1

N
Ln

Tiap stage

LN-1

LN

Total
stage

Aliran liquid masuk adalah Lo


Aliran gas masuk adalah VN+1
Untuk aliran keluar adalah LN dan VN
Jumlah stage adalah N
Neraca Massa Total seluruh Stage (N)

Lo V N 1 L N V1 M
Neraca Massa Komponen A , B dan C Overall

LO .x o V N 1 . y N 1 L N . x N V1 y1 M .x M

Neraca Massa Total untuk n stage

Lo Vn 1 Ln V1
Neraca Massa Komponen A , B dan C untuk n stage

LO .x o Vn 1 . y n 1 Ln. x n V1 y1
y n 1

Ln .x n V1 y1 Lo xo

Vn 1
Vn 1

Y= aX + b

Persamaan
Grs Operasi

Ln
Slope = a =
Vn 1
Intercept = b = V1 y1 Lo x o
Vn 1

PERSAMAAN ANALITIK
U/ COUNTER CURRENT STAGE
Bila laju alir V dan L untuk proses cuntercurrent konstan
maka persamaan garis operasi berupa garis lurus
Bila garis kesetimbangan juga berupa garis lurus
maka untuk menentukan jumlah stage kesetimbangan
pada proses counter current dapat
dihitung secara analitik

Untuk stage N :

LO .x o V N 1 . y N 1 L N . x N V1 y1
L N x N V N 1 y N 1 L0 x0 V1 y1

Neraca Massa Komponen pada tiap stage ke n

LO .xo Vn 1 . y n 1 Ln. x n V1 y1

L0 x 0 V1 y1 Ln x n Vn 1 y n 1
untuk harga L0 x0 V1 y1

Ln x n Vn 1 y n 1 L N x N V N 1 y N 1
Bila :
Ln = LN = L = konstan
Vn+1 = VN+1 = V = konstan

L x n x N V y n 1 y N 1

Karena yn+1 dan xn+1 dalam keadaaan setimbang


maka garis kesetimbangan akan berupa gari lurus :
yn+1 = m xn+1 atau yN+1 = m xN+1

m.x n 1 y n 1

y n 1
m
x n 1

L
A
m.V
y N 1
x n 1 Axn
A.x N
m

Transfer komponen A dari


Phase liquid ke Gas ( STRIPPING)
N 1
x0 x N

1 A
1 A

N 1
y N 1

1 A
1
x0

x0 y N 1 m

1 A A
log

x N y N 1 m

N
1
log
A

Transfer komponen A dari


phase gas ke liquid (ABSORBSI)
y N 1 y1
A N 1 A
N 1
y N 1 m.x0
A 1

y N 1 mxo
log
y1 mxo

1
1
A

log A

1

A

Untuk A = 1

y N 1 y1
N
y1 mxo

1
S
A

A = Faktor Absorbsi
S = Faktor Desorbsi

PERPINDAHAN MASSA
ANTAR PHASE
Profil konsentrasi pada perpindahan massa antar phase
dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
Liquid (L)

Liquid (L)

yAG

yi
xi
XAL

Gas (G)
Interface

Perpindahan massa antara dua phase yang


tidak saling larut maka terjadilah interface
antara kedua phase.
Konsentrasi A dalam phase gas yAG
berkurang sampai yAi yaitu pada interface.
Konsentrasi liquid pada interface adalah
xAi dan akan menurun hingga xAL. Di
interface karena tidak ada tahanan maka
harga dari yAi setimbang dengan xAi.

PERPINDAHAN MASSA DENGAN


MENGGUNAKAN KOEFFISIEN
MASS TRASFER DAN
KONSENTRASI INTERFACE
ECD

Solute A berdiffusi dari gas ke liquid dan B dari


liquid ke gas
Persamaan yang dapat dituliskan

N A k ' y y AG y Ai k ' x x Ai x AL

Grs. Kesetimbangan
P

yAG

Titik P dengan
komposisi pada
masing bulk yAG
dan Xal
Titik M
merupakan
konsentrasi di
interface yAi
dan xAi

yAi
M

E
y*A

xAL

xAi

x*A

ky= koeff. transfer massa pada phase gas (kgmol/dt.m 2.mol fraksi)
kx= koeff. transfer massa pada phase liquid (kgmol/dt.m 2.mol fraksi)
Slope garis PM

x
k
'
y

y
AG
Ai

k' x x
y
AL
Ai

Dimana

Driving Force phase gas (yAG yAi)


Driving Force phase liquid (xAL - xAi)
slope garis PM adalah kx/ky

Bila koefiseien film kx dan ky diketahui


maka komposisi pada interface dapat
ditentukan dengan menggambarkan garis
PM dengan slope (-kx/ky) hingga garis
kesetimbangan

PENENTUAN KONSENTRASI BULK


Komponen A berdiffusi melalui phase gas yang
stagnan kemudian melalui phase liquid yang
stagnan.
Persamaan
Dimana:

ky

N A k y y AG y Ai k x x Ai x AL
k'y

1 y A iM

k'x
kx
1 x A iM

k ' x 1 x A iM k x

k ' y 1 y A iM k y

Grs. Kesetimbangan
yAG

yAi
M
M

Titik P dengan
komposisi pada
masing bulk
yAG dan xAL
Titik M merupakan
konsentrasi di
interface yAi dan
xAi

k ' x 1 x A iM k x

Slope= k ' y 1 y A iM k y

E
y*A

xAL

xAi

x*A

Sedang untuk :

1 y A iM

1 y Ai 1 y AG
1 y Ai

ln
1 y AG

1 x A iM

1 x AL 1 x Ai
1 x AL

ln
1 x Ai

maka

k'y

k'x
y AG y Ai
x Ai x AL
NA
1 y A iM
1 x A iM

dengan (1-yA)iM yBM dan (1-xA)iM xBM

k ' x 1 x A iM y AG y Ai


k ' 1 y x x
y
A iM
AL
Ai

Bila larutan sangat encer maka harga maka


harga (1-yA)iM =1 dan (1-xA)iM =1.
Mencari Komposisi di Interface
Trial I dengan harga (1-yA)iM =1 dan (1-xA)iM =1
kemudian dimasukkan persamaan slope, dari
persamaan ini akan didapatkan slope dan harga
dari xAi dan yAi.
Cara diatas diulang-ulang hingga
komposisi interface tidak berubah
tidak berubah

KOEFFISIEN MASS TRANSFER


DAN DRIVING FORCE
Koeffisien Mass Trasfer ky, kx, Kx dan Ky sulit ditentukan
secara eksperimen.
Akibatnya koeffisien mass transfer overall (Ky
dan Kx) ditentukan berdasarkan pada phase gas
dan liquid

N A K ' y y AG y

*
A

N A K ' x x x AL
*
A

Ky = koeffisien transfer massa didasarkan pada driving


force phase gas secara overall (kgmol/dt.m2mol fraksi)
y*A = mol fraksi A yang setimbang dengan xAL

EQUIMOLAR COUNTER
DIFFUSION (ECD)
diffuse yang terjadi pada larutan encer

N A k ' y y AG y Ai k ' x x Ai x AL
yAG

Grs.
Kesetimbangan

yAi
M
M
E
y*A

xAL

xAi

x*A

Titik P dengan
komposisi
pada masing
bulk yAG dan
xAL
Titik M
merupakan
konsentrasi di
interface yAi
dan xAi

Dari gambar kurva:

y AG y y AG y Ai y Ai y
*
A

Untuk garis EM,slope m


*
y

y
m ' Ai A
x Ai x AL

*
A

Maka
*
y

y
m ' Ai A
x Ai x AL

y
m
'

y
AG
A y AG y Ai
x Ai x AL

NA NA


K' k'
y
y

'
m
NA
k'x

NA NA NA

k'x K ' y k' y


'

1
1 m'

K ' y k ' y k 'x
Persamaan diatas
merupakan Tahanan Total

Dengan cara yang sama dari kurva akan didapatkan

x x AL x x Ai x Ai x AL
*
A

*
A

y AG y Ai
m *
x A x Ai
"

menjadi :

1
1
1
"
K 'x m k' y k'x

Bila slope dari m dan m sangat kecil


kurva kesetimbangan hampir horizontal
yA dalam gas kecil xA dalam liquid besar
maka m/kx = kecil

Dng
Cara
sama

1
1

K 'y k'y

y AG y y AG y Ai

1 1

K 'x k'x

x AL x *A x AL x Ai

*
A

Sehingga persamaan flux yang


menggunakan Koeffisien Overall

N A

K'y

1 y A iM

dimana

y AG y

*
A

Ky

K'y

1 y A iM

K 'x *
x A x AL
1 x A iM
K 'x
Kx
1 x A iM

Ky= Koefisien Mass Transfer Overall AB stagnan


Kx= Koefisien Mass Transfer Liquid Overall AB stagnan

persamaan (35) dan (48) disubstitusikan


ke persamaan (49) akan menjadi

1
1
m'

K ' y 1 y A iM k ' y 1 y A iM k ' x 1 x A iM


1
1
1

K ' X 1 x A iM m" k ' y 1 y A iM k ' x 1 x A iM

dimana

1 y 1 y 1 y
1 y

ln
*
A

A iM

AG

*
A

1 y
AG

1 x AL 1 x *A
1 x A iM
1 x AL

ln
1 x *
A

COUNTER CURRENT
MULTISTAGE ABSORBER
V1, y1

LO, xO
1

3
n
LN, xN

N-2
N-1
N

VN+1, yN+1

y N 1 y1

V '
1

y
1

y
N 1
1


PN 1
P1

V '
P

P
P

P
N 1
1
t
t

n +1

Neraca Massa Solute berdasarkan


mol fraksi :

LN, xN

xN
L '
1 xN

xO

1 xO

Dimana :
V = V (1-y)
L = L (1-x)
V= mol gas carrier/inert persatuan
waktu
L= mol liquid solvent persatuan waktu
V= mol gas total persatuan waktu
L= mol liquid total persatuan waktu

COUNTER CURRENT
MULTISTAGE STRIPPER
stripping adalah kebalikan dari operasi absorbsi

konstruksi garis kesetimbangan dan garis operasinya


sama saja dengan operasi absorbsi, hanya saja garis
operasi untuk stripping akan terletak dibawah garis
kesetimbangan

V1, y1

Neraca Massa solute


dengan mol ratio

LO, xO
1
Grs. Kesetimbangan

2
3
y

V ' YN 1 Y1 L' X N X 0

n
n +1

LN, xN

N-2

Grs. Operasi

N-1
N

VN+1, yN+1

LN, xN

L' YN 1 Y1

V' XN X0

Dimana :
Y= mol ratio gas solute per gas carrier
y
Y
1 y
X= mol ratio liquid solute per liquid pelarut

x
X
1 x
Maka persamaan garis operasinya

V
V '
1 Y
L
L'
1 X

V ' Y Y1 L' X X 0
L' Y Y1
Slope
V' X X0

PELARUT MINIMUM (L/V) min


YN+1
P
Y

L/V = min
L/V = min
X0

X0

X0

X0

Penggunaan Mol Ratio

Catatan :
slope garis operasi (L/V) makin kecil maka XN makin
besar
XN maksimum akan tercapai pada (L/V) minimum
bila garis operasi menyinggung kurva kesetimbangan
atau memotong kurva kesetimbangan pada ordinat YN+1
Bila terjadi perpotongan antara garis operasi dan garis
kesetimbangan ada di titik P (pinch point) maka akan
diperlukan jumlah plate yang tak terhingga.
Operasi absorbsi dan stripping ini biasanya dilakukan
dengan pelarut (L)= 1,25-2 kali Lmin

PENENTUAN JUMLAH PLATE


yN+1

Grs. Kesetimbangan

YN+1

Grs. Kesetimbangan

Grs. Operasi
Grs. Operasi
yN
YN

x0

xN

Dalam mol fraksi

X0

XN

Dalam mol ratio

EFFISIENSI PLATE
Effisiensi Total
Bila telah diketahui harga effisiensi total maka jumlah
plate nyata (actual) dapat langsung diketahui

Juml. plateideal
Eo
Juml. platenyata
Harga effisiensi total ini dapat dicari dengan melihat pada treyball fig
6-15 hal 151 untuk tipe babble cup

Effisiensi Murphee
Effisiensi ini telah dikoreksi
untuk adanya entertainmen
A

Grs. Kesetimbangan

Garis opersi yang baru untuk plate


nyata adalah Garis putus-putus
Dimana :

___

F
x0
Dalam mol fraksi

E MGE

AB

AC

___

DE
___

DF

Hubungan antara effisiensi murphee


terkoreksi dengan E0 :

log 1 E MGe 1 A 1
E0
log 1 A
Dimana
A = factor absorbsi L
m.V
merupakan perbandingan antara slope garis operasi
(L/V) dengan slope garis kesetimbangan (m)

an
yq
ue
st

ion

??
?