Anda di halaman 1dari 3

TUGAS MATA KULIAH TAKSONOMI INVERTEBRATA

NAMA

: FITRI SYAMSIYAH
( 14030244034 )
EKA YOSIDA WULANDARI ( 14030244038 )
Hubungan antara Taksonomi dan Beberapa Cabang Ilmu Biologi

1. Hubungan antara Taksonomi dan Ekologi


Ekologi merupakan suatu keseluruhan pengetahuan yang mempelajari hubungan total
antara organism dan lingkungannya yang bersifat organik maupun anorganik. Pembahasan
ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya yaitu
faktor abiotik dan faktor biotik. Ekologi sangat erat kaitannya dengan lingkungan, makhluk
hidup dan hubungan antara keduanya. Dalam ekologi, taksonomi berperan dalam
mengidentikasi, menklasifikasi dan memberikan tata nama, yang objeknya adalah objek kajian
ekologi yaitu makhluk hidup. Unsure utama yang menjadi lingkupnya adalah pengenalan yang
didalamnya tercakup pemberian nama dan penggolongan.
Identifikasi onjek penelitian ditentukan lewat pendekatan taksonomi yang bertujuan
untuk menyerdehanakan objek kajian kajian yang sangat luas tersebut agar mudah untuk
dipelajari dan dimanfaatkan bagi kejahteraan manusia dan kelangsungan hidup di alam.
2. Hubungan antara Taksonomi dan Geologi serta Stratifigasi
Geologi adalah suatu bidang ilmu pengetahuan kebumian yang mempelajari segala
sesuatu mengenai planet bumi beserta isinya. Geologi juga berperan dalam mengungkap misteri
yang masih menyelimuti proses-prose yang berhubungan dengan bahan yang membentuk bumi,
gerakannya dan perubahan yang terjadi dibumi. Dan salah satu ilmu dasar yang digunakan dalam
geologi adalah biologi yang didalamnya terdapat ilmu taksonomi.Stratifigasi ialah ilmu yang
membahas tentang aturan, hubungan dan kejadian maca-macam batuan dialam dalam suatu
ruang dan kurun waktu tertentu.
Taksonomi melalui pengklasifikasian dan identifikasinya akan memperkuat kepastian
identitas dan segala ciri-ciri pada objek penelitian yang sedang dipelajari. Identitas ini dapat
dijadikan dasar untuk mengetahui berapa kira-kira umur lapiasan tanah (stratifigasi) tersebut.
3. Hubungan antara Taksonomi dan Fisiologi
Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai fungsi oragan tubuh manusia yang
normal. Fisiologi menitikberatkan pada organism bersel banyak dimana semua proses vital
berlangsung dalam kelompok-kelompok sel yanh berevolusi. Kelompok-kelompok sel tersebut
meliputi sistem gastrointestinal untuk mencerna dan menyerap makanan, sistem pernapasan
untuk mangambil O2 dan mangeluarkan CO2, sistem saraf serta endokrin untuk

mengkoordinasikan dan mengintegrasikan fungsi-fungsi sistem lain. Dalam hal ini peran
taksonomi yang berperan dalam menentukan keanehan-keanehan yang dimiliki oleh setiap
makhluk hidup dan menentukan ciri-cirinya. Kenaehan dan ciri-cirinya tersebut akan diketahui
dalam fisiologi.
4. Hubungan antara Taksonomi dan Ilmu terapan kedokteran, pertanian, konservasi
alam dan pengelolaan SDA.
Dalam bidang ilmu terapan kedokteran taksonomi berperan dalam menentukan klasifikasi
organisme masuk kedalam kelompok yang mana, sehingga dapat diambil suatu tindakan yang
tepat kepada pasien. Selain itu taksonomi juga berperan dalam menentukan suatu
mikroorganisme berbahaya atau tidak bagi manusia.
Dalam bidang pertanian taksonomi memiliki peran dalam mengungkap jenis atau
kelompok-kelompok tumbuhan sehingga dapat diketahui tumbuhan yang dapat dimanfaatkan
oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mendatangkan nilai ekonomi bagi manusia.
Dalama bidang konservasi alam, taksonomi berperan dalam membantu pemetaan
keanekaragaman hayati yang ada dibumi. Pemetaan ini berfungsi untuk mengetahui organisme
apa saja yang kelestariaannya perlu dijaga agar dapat tetap ada.
5. Hubungan antara Taksonomi dan Entomologi
Entomologi adalah ilmu yang mempelajari tentang morfologi, fisiologi dan dasar-dasar
tingkah laku serangga (insekta) dan yang sekerabat (arthopoda). Entomologi mempelajari secara
luas dan mendalam yang mencakup studi tentang semua jenis serangga dan mungkin ada
serangga yang pentig dalam pertanian, kehutanan, veteriner(pengendalian penyakit pada hewan
ternak) dan kesehatan. Dalam hal ini taksonomi berperan dalam melakukan identifikasi,
mempelajari persamaan dan pebedaan ciri serangga tersebut serta menentukan jauh dekatnya
hubungan kekerabatan diantara serangga-serangga tersebut.
6. Hubungan antara Taksonomi dan Botani
Botani adalah ilmu yang mempelajari tumbuhan secara luas baik itu tumbuhan tingkat
tinggi maupun tumbuhan tingkat rendah. Dalam ilmu botani ini meliputi pula ilmu-ilmu lain
misalnya morfologi tumbuhan dan anatomi tumbuhan.
Dalam mempelajari taksonomi ciri-ciri morfologi mempunyai faedah yang besar, bahkan
pada pengamatan-paengamatan spesimen herbarium, ciri-ciri ini menunjukkan tingkat
keberhasilan yang tinggi untuk menyusun klasifikasi. Ciri-ciri morfologi dapat dilihat dengan
mudah untuk menentukan variabilitasnya daripada bila menggunakan ciri-ciri lainnya sedangkan
hubungna taksonomi dengan anatomi adalah pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan sifatsifat anatomi dari tumbuhan tersebut. Sifat-sifat anatomi batang, daun, bunga sangat berguna dan
mempunyai nilai taksonomi penting pada golongan-golongan tertentu.

Jadi dapat disimpulkan bahwa taksonomi merupakan suatu bentuk metode yang bertujuan
untuk menyederhanakan objek studi dalam hal ini tumbuhan-tumbuhan (botani) untuk mencari
keseragaman dari keanekaragaman. Betapapun besar keanekaragaman yang diperlihatkanoleh
suatu populasi, pastilah dapat ditemukan ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu, bagaimanapun besar
atau banyaknya kesamaam-kesamaan itu. Kesamaan dan keseragaman itulah yang dijadikan
dasar dalam klasifikasi.
Dalam bidang pengelolaan SDA taksonomi berperan serta dalam mengatahui kelompok
mikrooragnisme yang dapat dimanfaatkan sebagai pengolah SDA misalnya bakteri Thiobacillus
ferroxidans dari kelompok bakteri khemolitrotof (bakteri pemakan batuan) yang berperan dalam
mengekstraksi berbagai jenis logam.
7. Hubungan antara Taksonomi dan Genetika
Taksonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang macam-macam organisme,
keanekaragaman, dan hubungan kekerabatan diantara organisme tersebut. (Simpson, 1904)
Taksonomi sebagai induk biologi merupakan salah satu bidang ilmu pertama, ilmu ini pertama
kali dibangun pada awal peradaban dan mempelopori perkembangan cabang-cabang ilmu hayat
(biologi) lainnya seperti genetika.
Genetika adalah limu yang mempelajari tentang pewarisan sifat pada makhluk hidup.
Genetika merupakan ilmu pengetahuan dasar dalam usaha penyediaan bibit tanaman maupun
ternak yang unggul dalam bidang pertanian dan perternakan, dibidang kedokteran dalam hal ini
lingkup genetika sangat luas membahas masalah peranan kromosom, pewarisan sifat genetik dan
antropologis, terjadinya cacat mental dan fisik yang disebabkan oleh kromosom. Timbulnya
penyakit akibat kesalahan metabolisme bawaan, respon tubuh terhadap obat, tranplantasi,
penyakit autoimun dan golongan darah, keturunan pada kanker,diagnosis kelainan genetik
sebelum bayi lahir, identifikasi bayi tertukar ataupun adopsi.
Taksonomi dan genetika memiliki hubungan yang sangat erat yaitu dalam mempelajari
ilmu genetika diperlukan pemahaman mengenai hubungan kekerabatan antar makhluk hidup
(taksonomi) yang berperan penting dalam pemuliaan suatu organisme terutama tumbuhan dalam
melakukan persilangan atau hibridisasi (genetika). Genetika sendiri juga berperan dalam
menentukan dimana klasifikasi atau pada kelompok mana suatu organisme (taksonomi) tersebut
berada. Penggolongan makhluk hidup tersebut diketahui melalui sifat-sifat yang dimilikinya dan
merupakan warisan sifat dari induknya (genetika).