Anda di halaman 1dari 2

Implantasi

Implantasi adalah terjadinya penanaman sel telur yang sudah dibuahi kedalam dinding uterus
pada awal kehamilan.1Pada saat terjadi implantasi, selaput pada Rahim sedang berada pada fase
sekretorik(2-3 hari setelah ovulasi) karena pengaruh dari hormon progesteron dari korpus luteum
yg masih aktif.2oleh karena itu, lapisan endometrium pada dinding Rahim menjadi kaya akan
pembuluh darah dan banyak muara selaput lendir Rahim yang terbuka dan aktif.
Persiapan implantasi dimulai saat morula masuk kedalam kavum uteri pada hari ke 3 setelah
ovulasi. Kemudian berkembang sehingga terbentuk blastokista, dan sudah terbentuk inner cell
mass yang nantinya akan berkembang menjadi embryoblast dan selanjutnya menjadi embrio.3
Selain terbentuk inner cell mass, juga terbentuk outer cell mass yang akan berkembang menjadi
trophoblast.
Proses implantasi dimulai saat sel trophoblast menempel dan melakukan penetrasi ke lapisan
endometrium yang terbuka dan aktif. Menempelnya sel trophoblast pada endometrium
disebabkan oleh reaksi antara L-Selectin yang dihasilkan oleh sel trophoblast dan carbohydrate
receptor yang terdapat pada epitel uterus.2
Sel sel trophoblast dibedakan menjadi dua yaitu bagian luar yang disebut syncytiotrofoblas dan
bagian dalam yang disebut sitotrofoblas. Sedangkan embrioblas terbagi atas dua yaitu epiblas
dan hipoblas. Pada epiblas akan terbentuk amniotic cavity sedangkan pada hipoblas akan
terbentuk blastocyst cavity. Setelah itu blastosit akan tertanam lebih dalam sedangkan lubang
akibat penetrasi di endometrium akan ditutup oleh fibrin coagulum. Pada daerah
syncytiotrofobas akan terbentuk lakuna, sedangkan hipoblas akan membentuk membrane tipis
yang disebut exocoelomic membran. Membran ini bersama dengan hipoblas akan membentuk
primitive yolk sac.3
Sel pada sitotrofoblas akan berproliferasi dan penetrasi ke syncytiotrofoblas dan menjadi primary
fili. Setelah itu sel mesodermal akan penetrasi ke primary fili dan membentuk secondary fili, lalu
sel mesodermal berdiferensiasi menjadi sel darah dan pembuluh darah dan dinamakan tertiary
fili.
Awalnya fili fili ini akan melapisi permukaan chorion, fili pada embryonic pole
berkembang pesat menjadi chorion frondosum sedangkan yang tidak berkembang dinamakan

chorionic leave. Endometrium berkembang menjadi decidua, decidua yang terletak diantara
korion dan miometrium ialah decidua basalis, decidua yang menutupi korion dan terletak
diantara korion dan kavum uteri disebut decidua capsularis dan decidua yang tidak berhubungan
dengan embrio disebut decidua parietalis.2,4
Chorion frondosum dengan decidua basalis akan membentuk plasenta yang berfungsi
sebagai sumber sumber nutrisi dan oksigen bagi janin. dan chorion leave dengan amniotic
membran akan membentuk selaput ketuban.4

1. Andriani R, Megasari M, Triana A. Panduan belajar asuhan kebidanan. Yogyakarta:


Deepublish; 2015. H.28
2. Yulaikhah L. Kehamilan. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC; 2008. H.31
3. Manuaba IAC, Manuaba IBG, Manuaba IBGF. Pengantar kuliah obstetri. Jakarta: Penerbit
buku kedokteran EGC; 2006. H.98-104
4. Hartono B, Priastini S. Buku ajar biologi sel & molekuler. Jakarta: Ukrida; 2015: h. 254-258