Anda di halaman 1dari 17

TUGAS MAKALAH

SISTEM PROTEKSI PADA GENERATOR AC

Kelompok 3
Disusun Oleh :
ABDUL WAHID 13. 03. 0.062
DAFID JOSFIN

13. 03. 0.038

ZULHELMI

13. 03. 0.010

FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN
BATAM
2016

KATA PENGANTAR

S e g a l a p u j i s yu k u r h a n y a b a g i Al l a h S W T y a n g t e l a h
m e l i m p a h k a n banyak rahmat, nikmat, hidayah, dan insya allah kepada penulis sehingga pada
waktunya penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah SISTEM
PROTEKSI PADA GENERATOR AC. Penulis menyadari bahwa dengan keterbatasan
yang dimiliki tidak dapat m e n y e l e s a i k a n m a k a l a h i n i d e n g a n b a i k t a n p a
b a n t u a n , s a r a n , d o r o n g a n , d a n perhatian dari berbagai pihak.
Dalam kesempatan ini dengan segenap kerendahan hati ,
p e n u l i s menghaturkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
terlaksana makalah ini khususnya kepada Bapak dosen M.Irsyam , ST, MT
Penulis menyadari akan kekurangan yang ada , untuk itu penulis sangat
mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun demi kesempurnaan
makalah di masa yang akan datang.
Akhirnya penulis berharap semoga karya makalah ini bermanfaat bagi perkembangan
ilmu pengetahuan .

Batam, Maret 2016

Kelompok 3

DAFTAR ISI
Kata pengantar i
Daftar isi..ii
BAB I..,1
Pendahuluan2
Latar belakang.3
Tujuan 4
Batasan masalah. 5
BAB II LANDASAN TEORI ...6
BAB III PEMBAHASAN. 7
i.
ii.
iii.
iv.
v. .
BAB VI PENUTUP. 8
BAB V DAFTAR PUSTAKA . 9

BAB I
PENDAHULUAN
A Latar Belakang
Listrik sangat

berguna baik dalam pemenuhan kebutuhan rumah tangga

ataupun kebutuhan dunia industri. Kebutuhan listrik dari tahun ke tahun semakin meningkat
seiring dengan

laju

pertumbuhan

penduduk.

Maka

dibangunlah

pembangkit-

pembangkit energy listrik sehingga terpenuhi kebutuhan listrik dalam negeri. Tentu saja
pembangkit listrik mempunyai peran yang sangat besar pada semua sektor kehidupan
masyarakat sehingga keberadaannya menjadi sangat penting. Adanya gangguan pada suatu
sistem pembangkit dapat mengganggu operasi dari sistem pembangkit tersebut yang dapat
membahayakan bagian-bagian penting didalamnya karena dapat mengakibatkan kerusakan
dan penurunan umur pembangkit.
Dalam suatu generator pada pusat pembangkit tentu dilengakapi dengan alat
proteksi supaya bisa terhindar dari gangguan yang tidak diinginkan, supaya beban yang
diterima pada sisi konsumen bisa sampai dengan baik maka perlu pada generator
dipasang alat alat pengaman atau alat proteksi seperti FUSE, RELAY, MCCB dan banyak
lagi alat pengaman pada sistem generator. Mengingat akan fatalnya akibat dari apabila terjadi
gangguan pada generator ,tentu untuk pemasangan alat alat proteksi perlu diperhitungkan
secara detil dan sangat teliti

B. Rumusan Masalah
1
2.
3.
4.

5.
C. Tujuan
1.
2.
3.
4
5

D.Manfaat

E. Batasan masalah

BAB II

LANDASAN TEORI
A. Generator
Generator adalah suatu alat yang dapat mengubah tenaga mekanik menjadi energy
listrik. Tenaga mekanik bisa berasal dari panas, air, uap, dll. Energi listrik yang dihasilkan oleh
generator bisa berupa Listrik AC (listrik bolak-balik) maupun DC (listrik searah). Hal tersebut
tegantung dari konstruksi generator yang dipakai oleh pembangkit tenaga listrik.
Generator menggunakan prinsip percobaannya faraday yaitu memutar magnet
dalam kumparan atau sebaliknya, ketika magnet digerakkan dalam kumparan maka terjadi
perubahan fluks gaya magnet (perubahan arah penyebaran medan magnet) di dalam kumparan
dan

menembus tegak lurus terhadap kumparan sehingga menyebabkan beda potensial

antara ujung-ujung kumparan (yang menimbulkan gerak gaya listrik). syarat utama harus ada
perubahan fluks magnetik, jika tidak maka tidak akan timbul listrik. cara mengubah fluks
magnetik adalah menggerakkan magnet dalam kumparan atau sebaliknya dengan energi dari
sumber lain, seperti angin dan air yang memutar baling-baling turbin untuk menggerakkan
magnet tersebut. jika suatu konduktor digerakkan memotong medan magnet akan timbul beda
tegangan di ujung-ujung konduktor tersebut.
Terdapat dua jenis generator, yaitu generator arus bolak-balik (AC) dan generatorarus
searah (DC). Generator arus bolak-balik sering disebut juga dengan alternator. Alat ini terdiri
atas magnet dengan kutub berbentuk cekung dan kumparan kawat yang dililitkan pada suatu
armatur dan dapat berputar dalam suatu medan magnet.
Armatur berupa kumparan persegi dengan lilitan mengitari sebuah inti besi lunak.
Generator arus searah sering disebut juga dengan dinamo. Alat ini terdiri atas magnet dan
kumparan kawat yang dililitkan pada suatu armatur dan dapat berputar dalam suatu medan
magnet. Perbedaannya dengan generator AC adalah pada bagian komponen yang berhubungan
dengan ujung kumparan yang berputar. Dinamo menggunakan sebuah

cincin

belah

disebut sebagai komutator, sedangkan generator AC menggunakan dua buah slip ring.

atau

B.

Sistem Proteksi
proteksi sistem tenaga listrik adalah sistem proteksi yang

dipasang pada peralatan-peralatan


misalnya

generator,

listrik

suatu

sistem

tenaga

listrik,

transformator, jaringan dan lain-lain, terhadap kondisi

abnormal operasi sistem itu sendiri. Kondisi abnormal itu dapat berupa
antara lain: hubung singkat, tegangan lebih, beban lebih, frekuensi sistem
rendah, asinkron dan lain-lain.
Tujuan dari sistem proteksi adalah sebagai berikut :
Mengurangi kerusakan

peralatan

yang terganggu ,maupun

peralatan

yang dilewati oleh arus gangguan.


Mengisolir bagian sistem yang terganggu sekecil mungkin dan secepat
mungkin.
Mencegah meluasnya gangguan.
Adapun fungsi dari sistem proteksi adalah sebagai berikut :
Mendeteksi adanya ganguan atau keadaan abnormal pada bagian system
yang diamankan.
Melepas bagian sistem yang terganggu , sehingga bagian sistem yanglainnya masih dapat
terus beroperasi .
Dalam aplikasinya, sistem proteksi terdiri dari beberapa peralatan pendukung. Berikut
ini adalah skema secara umum dari sistem proteksi beserta peralatan pendukung yang
digunakan.
PMT

Relai pengaman sebagai elemen perasa / pengukur untuk mendeteksi gangguan.


Pemutus tenaga (pmt ) sebagai pemutus arus dalam sirkuit tenaga untuk melepas bagian
sistem yang terganggu.
Trafo arus dan atau trafo tegangan mengubah besarnya arus dan atau tegangan dari
sirkuit primer ke sirkuit sekunder [ relai ].
Batere / aki sebagai sumber tenaga untuk mentripkan pmt dan catu daya untuk relai statik
dan relai bantu.
Wiring untuk menghubungkan komponen komponen proteksi sehingga menjadi satu
system

BAB III
PEMBAHASAN
PROTEKSI GENERATOR
C. Gangguan pada generator dan cara memproteksinya:
1. Hubung Singkat (short-circuit) pada lilitan stator.
Gangguan pada lilitan stator dapat diklasifikasikan sebagai gangguan hubung singkat fasa
ke fasa, hubung singkat fasa dengan tanah, hubung singkat antara lilitan dengan lilitan pada fasa
yang sama dan rangkaian terbuka. Kegagalan isolasi

lilitan

dapat

disebabkan

oleh

tegangan lebih, menurunnya ketahanan dielektrik, atau kombinasi keduanya. Tegangan


lebih dapat disebabkan oleh switching transient, petir, atau gabungan kecepatan lebih dengan
beban hilangyang mendadak. Menurunnya ketahanan dielektrik dapat disebabkan oleh
penuaan, panas pada isolasi, pengumpulan kotoran, korona, kelembaban, pemeliharaan
yang salah, adanya benda asing yang masuk kedalam isolasi misalnya seperti kipas
(fan) yang patah dan menghantam lilitan atau air system pendingin

stator

bocor.

Jika

kerusakan isolasi lilitan dapat dicegah sebelum laminasi rusak, maka perbaikan masih
dapat dilakukan dengan mengganti kumparan yang rusak, akan tetapi jika laminasi
pada inti besi yang rusak, perbaikan yang dilakukan sudah tidak efisien lagi. Oleh
sebab

itu

sedapat mungkin gangguan harus dihilangkan sebelum timbul kebakaran yang

biasanyadapat merusak

laminasi inti. Untuk mendapatkan

pengaman yang baik maka

dianjurkan agar menggunakan rele diferensial generator.

a. Hubung singkat fasa ke fasa.


Untuk mengamankan masing-masing lilitan fasa generator dapat menggunakan rele
arus lebih yang dihubung diferensial. Rele diferensial arus ini dapat menggunakan rele arus lebih
yang sederhana atau yang dilengkapi dengan pelambatan waktu, atau dapat juga menggunakan

rele diferensial persentase dengan restrain yang linier atau yang dapat berubah. Untuk
mendapatkan rele diferensial dengan kepekaan yang maksimum, maka trafo arus yang digunakan
pada masing-masing ujung harus benar-benar sama. Meskipun hal ini sudah dilakukan,
pengamanan

diferensial

yang

menggunakan

rele

arus

lebih

masih mempunyai

keterbatasan terhadap kesalahan kerja yang disebabkan arus gangguan luar yang sangat besar.

b. Hubung Singkat Fasa dengan Fasa.


Generator-generator tegangan tinggi biasanya dihubung bintang dengan titik
netralnya dapat ditanahkan secara langsung atau melalui impedansi atau sama sekali tidak
ditanahkan. Penggunaan impedansi pada
membatasi

suatu

sistem

pentanahan

dimaksudkan

untuk

arus hubung singkat ketanah agar tidak lebih besar dari arus hubung singkat tiga

fasa. Umumnya lilitan generator diharapkan tidak tahan terhadap arus lebih yang lebih besar dari
arus hubung singkat tiga fasa. Tingkat daya guna rele diferensial terhadap arus gangguan tanah
tergantung terhadap besar arus gangguan

tanah yang timbul. Bila sistem yang ditanahkan

dengan impedansi rendah, biasanya arus gangguan tanah yang terjadi besar dan diharapkan
rele

dapat

bekerja

dengan

baik kecuali jika terjadi gangguan pada sebagian kecil lilitan

yang dekat dengan titik netral. Demikian sebaliknya jika generator ditanahkan dengan
impedansi tinggi maka arus gangguan tanah yang terjadi cukup kecil dan biasanya rele
diharapkan tidak bekerja. Untuk mengamankan gangguan ini maka digunakan rele lain.
Penggunaan rele diferensial pada

sistem

yang

ditanahkan

dengan

tahanan

tinggi

menyebabkan kepekaan rele terhadap gangguan tanah sangat rendah.

c. Rangakian terbuka pada lilitan


d. Terbuka Pada Lilitan.
Kejadian rangkaian terbuka pada generator modern adalah hal yang sulit terjadi karena
bentuk fisik penghantar dan pelindung khusus yang ada pada konstruksinya cukup kuat dan
biasanya tidak diterapkan rele pengaman yang khusus untuk menditeksi rangkaian terbuka.

2. Beban lebih (overload).

Kenaikan suhu disebabkan oleh karena pembebanan lebih pada


generator yang terlalu
lama, ventilasi yang kurang sempurna atau karena banyak kotoran yang
menempel
pelepasan

pada isolasi

lilitan

sehingga

menghambat

lilitanstator.Aliran minyak pelumas yang kurang baik juga bisa

menyebabkan suhu yang tinggi.


terhadap

stator

masalah

suhu

Untuk

mengamankan

generator

yang tinggi,biasanya dipakai sebuah relai arus

lebih tunda waktu atau dipakai relay suhu yang pada tahap pertama membunyikan
alarm dan pada tahap berikutnya mentrip PMT generator.

3. Panas Lebih (overheating)


Panas lebih pada rotor dapat terjadi karena adanya arus lebih pada rotor yang
disebabkan oleh gangguan pada sistem ventilasi, single phasing atau operasi arus yang tidak
seimbang pada stator. Selain dari itu panas pada rotor dapat disebabkan oleh arus medan lebih
sebagai akibat dari gangguan pada rheostat dan gangguan pada pengaturan tegangan.
Sehubungan dengan hal tersebut ada pendapat yang mengatakan bahwa rangkaian medan
penguat agar dilengkapi dengan pengaman arus lebih. Meskipun kenaikan temperatur yang
cukup kecil dapat diditeksi pada keluaran udara dari media pendingin tetapi ini tidak menjamin
sumber panas berasal dari gangguan pada rotor mungkin saja dari bagian yang lain. Terlepasnya
salah satu fasa atau arus stator yang tidak seimbang dapat menimbulkan panas setempat yaitu
pada permukaan kutub rotor selain itu juga akan timbul vibrasiyang dapat merusak pondasi
mesin atau mesin itu sendiri. Pengaman keadaan tidak seimbang biasanya tidak dipasang di rotor
tetapi pada feeder generator. Untuk mencegah arus sirkulasi yang melalui bearing yang dapat
menyebabkan kerusakan pada bearing yang diakibatkan oleh arus tersebut maka dipasang suatu
bahan isolasi antara lempengan pelat dan bantalan main outboard mesin. Apabila isolasi ini rusak
atau terjadi hubung singkat antara keduanya maka bearing akan mengalami cacat yang
disebabkan oleh muatan listrik statis. Keadaan ini dapat diditeksi dengan menggunakan rele
arus lebih yang salah satu terminalnya dihubung pada dudukan bearing dan yang sebuah
lagi dihubungkan ke poros generator dengan menggunakan kontak sikat berisolasi. Lapisan
minyak pada bearing dapat mencegah kumparan kerja rele hubung singkat.

4.
4.

Tegangan Lebih (overvoltage) dan Kecepatan Lebih.


Tegangan lebih yang dibangkitkan generator terutama disebabkan oleh putaran lebih akibat

pelepasan beban yang mendadak. Governor pada generator mengatur kecepatan putaran agar
putarannya tetap normal. Namun, rentang waktu yang diperlukan cukup lama sehingga pada saat
itu terjadi tegangan lebih yang sangat membahayakan

piranti-piranti

kelistrikan

lainnya.

Tegangan lebih ini akan merusakkan isolasi kumparan generator akibat panas yang
berlebihan.
diterapkan

(Over Voltage

Relay)

Pengaman

tegangan

lebih

dianjurkan

untuk

pada generator yang digerakkan oleh tenaga air di mana permasalahan utamanya

adalah terjadinya kecepatan lebih (over speed) sebagai akibat terlepasnya beban besar secara
mendadak. Tegangan lebih dapat juga disebabkan oleh kerusakan pada pengatur tegangan
otomatis (AVR). Rele tegangan lebih dapat dipasang dengan menyisipkan tahanan pada penguat
atau pada rangkaian medan generator untuk mengoperasikan alarm

atau

menghentikan

operasi mesin yang sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.


Penggerak mula generator dapat mengalami kecepatan lebih (overspeed) dalam
keadaan kerja yang tidak normal, untuk itu maka generator harus dilengkapi dengan pengaman
kecepatan lebih. Alat ini dapat digabungkan dengan system governor penggerak mula atau dapat
juga menggunakan sentrifugal device. Jika peralatan pengaman kecepatan lebih mekanis tidak
dipasang maka rele frekwensi harus digunakan. Pada generator turbin kapasitas besar
mempunyai pengaman kecepatan
kecepatan

lebih

yang

dapat

mentripkan

throtle

valve

jika

normal terlampaui sekitar 10%. Sedangkan penggerak mula tenaga air kecepatan

lebihnya dapat mencapai sekitar 220% dari kecepatan normalnya

5. Kehilangan Medan Penguat (loss of field)


Bilamana generator yang sedang dibebani medan penguatnya hilang maka kopling
magnit antara rotor dan stator menjadi lemah dan putaran rotor akan mendahului medan magnit
stator, sistem kehilangan sinkronisasi. Bila keadaan ini dibiarkan

berlangsung

dapat

membahayakan operasi generator dan sistem.Generator akan bekerja sebagai generator


induksi,

di

mana akan

timbul arus sirkulasi yang sangat besar pada permukaan rotor,

khususnya pada bagian ujung dan ini dapat menimbulkan panas yang berbahaya pada daerah
setempat dan pada ujung lengkungan irisan alur metal. Tegangan induksi atau arus induksi akan
timbul pada lilitan medan yang tergantung pada apakah lilitan itu terhubung singkat sempurna
atau terbuka. Arus sirkulasi ini akan menimbulkan panas dan dapat merusak rotor.
Untuk kehilangan medan penguat yang sempurna pada generator besar yang tidak
dilengkapi dengan pengatur tegangan otomatis dapat menyebabkan penurunan tegangan
sampai batas yang serius yang dicapai tidak lebih dari 10 sampai

15

detik.

Dan

apabila

generator tersebut mewakili sebagian besar pembangkitan daya tegangan rendah yang
serius dapat dicapai dalam waktu kurang dari satu detik. Pengaman kehilangan medan telah
dikembangkan untuk dapat melindungi generator

terhadap

kehilangan

medan

sebagian

atau seluruhnya. Untuk menghindari kesalahan pemutusan akibat adanya surja sesaat
maka

perlu menerapkan penunda waktu yang mungkin ada pada rele itu sendiri atau dengan

memasang rele penunda waktu bantu. Jika pengaman kehilangan medan dimaksudkan
sebagai pengaman utama sistem dan generator, rele tegangan kurang dapat diterapkan pada
skema untuk mengendalikan pemutusan, tetapi tidak mudah menentukan nilai penyetelan rele
yang mampu menjaga sistem dan generator terhadap

kerusakan.

Pengaman

kehilangan

medan penguat dapat diterapkan apabila salah satu atau lebih keadaan berikut ini terpenuhi.
Jika generator tidak dilengkapi dengan pengatur tegangan otomatis.
Salah satu generator yang dioperasikan paralel lebih besar dari lainnya.
Generator mempunyai hubungan listrik yang mudah sekali terlepas.
Salah satu usaha yang dilakukan untuk mencegah pengaruh kehilangan medan pada
saat pemutus tenaga generator tertutup yaitu dengan memasang system interlock. Dengan
menggunakan interlock setiap pemutusan medan penguat akan diikuti dengan pemutusan
pemutus tenaga generator pada saat pengoperasian

6. Daya Balik ( motoring )

Generator yang digerakkan oleh turbin uap apabila uapnya hilang, maka
generator bekerja sebagai motor induksi dimana mesin seharusnya mensuplai tenaga. Dalam
keadaan seperti ini generator menerima suplai tenaga listrik darisistem. Untuk mencegah
kerusakan akibat gangguan ini maka generator harus dilengkapi dengan rele daya arah yang
peka. Fungsi dari rele ini diatur sedemikian rupa misalnya dapat memberikan isyarat peringatan
dini atau memberikan isyarat pada rangkaian pemutus tenaga untuk melepaskan generator
terhadap sistem.

7. Out of step.
Suatu generator yang dioperasikan dapat mengalami out of step yang
merupakan permasalahan pokok yang dapat menyebabkan kerusakan poros kopling atau
pasangan stator. Dari gangguan gangguan dan proteksi generator diatas ada juga gangguan
generator dari luar. Generator umumnya dihubungkan ke rel (busbar). Beban dipasok oleh
saluran yang dihubungkan ke rel. Gangguan kebanyakan ada di saluran yang mengambil daya
dari rel. Instalasi penghubung generator
gangguan. Karena

rel

dengan

rel

umumnya

jarang

mengalami

dan saluran yang keluar dari rel sudah mempunyai proteksi sendiri,

maka proteksi generator terhadap gangguan luar cukup dengan relay arus lebih dengan time
delay yang relatif lama dan dengan voltage restrain.
Arus Hubung Singkat Generator turun sebagai fungsi waktu.
Hal ini disebabkan oleh membesarnya arus stator yang melemahkan medan magnit kutub
(rotor) sehingga ggl dan tegangan jepit Generator turun.
Untuk menjamin kerjanya Relay sehubungan dengan menurunnya arus hubung singkat
Generator, diperlukan Voltage Restrain Coil.
Mengingat

karakteristik

hubung

singkat

Generator

yang

demikian, pada Generator

besar dipakai juga Relay Impedansi.

Bila terjadi gangguan yang masih pada batas yang diizinkan biasanya system hanya
memberikan peringatan saja. Menentukan tindakan seperti yang disebutkan di atas harus

dilakukan

secara cermat

dan hati-hati, karena kesalahan dalam menentukan dapat

mempengaruhi tingkat pelayanan yang baik.


a. Memilih jenis rele yang sesuai dengan jenis gangguan yang mungkin timbul.
b. Mengkoordinasi penyetelan rele yang satu dengan yang lainnya
c. Mempertimbangkan segi produksi, pemeliharaan generator dan pemeliharaan peralatan
pengamannya.
d. Mengadakan tenaga-tenaga operator dan teknisi pemeliharaan yang memadai

BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Proteksi generator juga harus mempertimbangkan pula proteksi bagi mesin penggeraknya,

karena generator digerakkan oleh mesin penggerak mula.

Sebagai sumber energi listrik dalam suatu sistem tenaga, generator memiliki peran yang

penting, sehingga tripnya PMT/CB generator sangat tidak dikehendaki karena sangat
mengganggu sistem, terutama generator yang berdaya besar.

PMT/CB generator tidak boleh mudah trip tetapi juga harus aman bagi generator,

walaupun didalam sistem banyak terjadi gangguan untuk menjaga keandalan

dari

kerja

generator, maka dilengkapilah generator dengan peralatan-peralatan proteksi.

B. SARAN

Untuk menghindari ataupun untuk mengurangi kerusakan peralatan-peralatan akibat

gangguan

(kondisi

abnormal

operasi

sistem)

maka

penting

memproteksi

peralatan

tersebut dengan memilih jenis rele yang sesuai dengan jenis gangguan yang mungkit timbul.

Kestabilan sistem dipengaruhi oleh gangguan kecil seperti perubahan beban yang dinamis
atau gangguan besar seperti hubung singkat. Berkaitan dengan itu perlu adanya lanjutan untuk
meninjau kembali sistem proteksi yang baik yang dapat menagamankan sistem dari gangguan
gangguan pada jaringan

DAFTAR PUSTAKA
Teknik edisi kedua. Bekasi. Penerbit:
- http://dunia-listrik.blogspot.com
-

http://elektrojiwaku.blogspot.com/

- http://id.wikipedia.org/
- Sarimun, wahudi (2011) Buku saku pelayanan teknik edisi kedua.bekasi.penetbit;
Garamond